0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan45 halaman

Anatomi Payudara

Dokumen ini membahas anatomi dan fisiologi payudara, serta proses laktasi dan menyusui. Payudara berfungsi untuk memproduksi susu yang dipengaruhi oleh hormon seperti prolaktin dan oksitosin, dengan proses laktasi yang dimulai selama kehamilan dan berlanjut setelah melahirkan. Manajemen laktasi penting untuk keberhasilan menyusui, yang direkomendasikan secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Diunggah oleh

Ayu Tifani Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan45 halaman

Anatomi Payudara

Dokumen ini membahas anatomi dan fisiologi payudara, serta proses laktasi dan menyusui. Payudara berfungsi untuk memproduksi susu yang dipengaruhi oleh hormon seperti prolaktin dan oksitosin, dengan proses laktasi yang dimulai selama kehamilan dan berlanjut setelah melahirkan. Manajemen laktasi penting untuk keberhasilan menyusui, yang direkomendasikan secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Diunggah oleh

Ayu Tifani Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi dan Fisiologi Payudara

Payudara (mamae) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot

dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia

mempunyai sepasang kelenjar payudara, beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil

600 gram, dan saat menyusui 800 gram (13).

Gambar 2. 1
Struktur Payudara

(Sumber : Adinda Vita Sutanto, 2021)


Tabel 2. 1
Bagian – Bagian Utama Payudara

Nama Bagian Keterangan


Korpus ( badan ) : Bagian yang membesar;
Lobus : Beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20
lobus pada tiap payudara.
Alveolus : Unit terkecil yang memproduksi susu. Terdiri dari
sel aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos
(bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar), dan
pembuluh darah.
Duktus : Saluran kecil penyalur ASI dari lobulus.
Duktus Laktiferus : Gabungan duktus yang membentuk saluran lebih
besar.
Aerola : Bagian yang kehitaman di tengah. Letaknya
mengelilingi putting susu atau papila. Memiliki
warna kegelapan yang di sebabkan oleh penipisan
dan penimbunan pi-gmen pada kulit. Perubahan
warna akan tergantung pada corak kulit dan adanya
kehamilan. Wanita yang corak kulit nya kuning
langsat akan berwarna jingga kemerahan,bila
kulitnya kehitaman maka warnanya akan lebih gelap.
Sinus Laktiferus : Saluran di bawah areola yang besar melebar,
akhirnya memusat ke dalam putting dan bermuara
keluuar
Papila atau Putting : Bagian yang menonjol di puncak payudara. Terdapat
lubang - lubang kecil yang menjadi tempat
bermuaranya duktus laktiferus, ujung – ujung serat
saraf , pembuluh darah, pembuluh getah bening dan
serat – serat otot polos yang tersusun secara sirkuler.
Ketika ada kontraksi, serat – serat otot polos tersebut
akan memadat dan putting susu ereksi,sedangkan
serat – serat otot yang longitudinal akan menarik
kembali putting susu tersebut.

(Sumber : Adinda Vita Sutanto, 2021)

11
A.1 Proses Laktasi

Manajemen laktasi merupakan segala daya upaya yang dilakukan untuk

membantu ibu mencapai keberhasilan dalam menyusui bayınya. Laktasi atau

menyusui mempunyai dua pengertian, yaitu produksi ASI (refleks prolaktin) dan

pengeluaran ASI oleh oksitosin (reflek aliran atau let down reflect).

a. Produksi ASI (Refleks Prolaktin)

Pembentukan payudara dimulai sejak embrio berusia 18- 19 minggu

dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan (growth hormone). Seiring dengan usia

wanita yang mulai memasuki pubertas (usia 9 hingga 12 tahun), maka sel-sel

payudara akan dipicu untuk berproliferasi lebih pesat (contohnya: maturasi alveolus)

oleh hormon-hormon estrogen dan progesteron. Selama masa kehamilan, konsentrasi

hormon estrogen yang tinggi menyebabkan perkembangan duktus yang ekstensif

sementara kadar progesteron yang tinggi merang sang pembentukan lobulus dan alve

olus. Peningkatan konsen - trasi hormon prolaktin juga ikut berperan dalam

menginduksi enzim yang diperlukan untuk menghasilkan susu dan memperbesar

payudara ibu. Hormon prolaktin ini adalah hormon yang disekresi kan oleh hipofisis

anterior. Produksi ASI dan payudara yang membesar selain disebabkan oleh hormon

prolaktin juga disebabkan oleh Human Chorionic Somatomammotropin (HCS) atau

Human Placental Lactogen (hPL), yaitu hormon peptida yang di keluarkan oleh

plasenta. Human Placen tal Lactogen (hPL) memiliki struktur kimia yang mirip

dengan prolaktin. Pada trimester pertama kehamilan, plasenta ini ibarat pabrik kimia
yang memroduksi hormon-hormon wanita dan kehamil dimana hormon-hormon yang

dihasilkan akan mempunu perannya masing-masing seperti :

a. Mengubah tubuh agar dapat mempertahankan kehamilan

b. Mempersiapkan laktasi.

c. Menjaga kesehatan organ-organ produksi.

d. Menjaga fungsi plasenta agar janin hidup dan cukup mendapatkan makanan.

Kendati hormon prolaktin ini meningkat selama masa kehamilan, tetapi ASI

belum keluar karena kadar hormon estrogen dan progesteron mencegah laktasi

dengan cara menghambat efek stimulatorik prolaktin pada sekresi susu. Hormon

estrogen dan progesteron tersebut masih bekerja sesuai perannya untuk

mengembangkan duktus dan berusaha menghambat kinerja prolaktin sampai bayi

lahir dan benar benar memerlukan susu.

Estrogen dan progesteron diproduksi di otak, korpus luteum ovarium, sebagian

diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Kadar

keduanya akan menurun saat hari kedua atau ketig pasca persalinan karena plasenta

dan korpus luteum. Sel yang terbentuk dalam ovari dan bertanggungjawab

untuknpengeluaran hormon progesteron semasa kehamilan awal untuk menyokong

kehamilan. Fungsinya, menjadi produsen hormon tersebut telah lepas dan kurang

berfungsi. Hasilnya akan terjadi sekresi ASI karena tingginya kadar hormon prolaktin

yang berfungsi untuk menghasilkan susu serta estrogen yang menjadi penghambat

efek stimulatorik prolaktin sudah hilang (13) .

13
B. Fisiologi Laktasi ( Menyusui )

B.1 Pengertian menyusui ( Laktasi )

Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui, mulai dari produksi ASI sampai

dengan dihisap dan ditelannya ASI oleh bayi. Proses menyusui secara alami

mengakibatkan bayi mendapat nutrisi yang cukup dan cinta yang bermanfaat bagi

perkembangannya. Manajemen menyusui adalah tentang membantu ibu berhasil

menyusui bayinya. Upaya ini berlangsung dalam 3 fase yaitu pada masa kehamilan

(antenatal), pada masa melahirkan sampai keluar rumah sakit (perinatal) dan pada

masa menyusui sampai anak berusia 2 tahun (postnatal). Laktasi atau menyusui

mempunyai dua pengertian, yaitu produksi dan pengeluaran ASI. Selama kehamilan,

hormone prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar karena

masih dihambat oleh kadar esterogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca

persalinan, kadar esterogen dan progesteron turun drastis sehingga pengaruh prolaktin

lebih dominan dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Dengan menyusukan

lebih dini, terjadi perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis

sehingga sekresi ASI makin lancar (14).

Prolaktin merupakan hormone yang berperan penting dalam proses

pembentukan laktasi. Masa laktasi mempunyai tujuan meningkatkan pemberian ASI

eksklusif dan meneruskan pemberian ASI sampai anak umur 2 tahun secara baik dan

benar serta anak mendapatkan kekebalan tubuh secara alami (15).


The American Academy of Pediatrics merekomendasikan ASI eksklusif selama

6 bulan pertama dan selanjutnya minimal 1 tahun. WHO dan UNICEF

merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan, menyusui dalam 1 jam pertama

setelah melahirkan, menyusui setiap kali bayi mau, tidak menggunakan botol dan dot.

Menyusui sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah melahirkan. Bayi dan ibu

yang melakukan proses menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan memiliki

keberhasilan yang lebih besar dari pada mereka yang menundanya. Bayi baru lahir

sebaiknya disusui setiap 2-3 jam sampai bayi merasa puas. Menyusuiminimal 5 menit

pada masing-masing payudara pada hari pertama setelah melahirkan dan semakin

meningkat frekuensinya setiap hari sehingga dapat meningkatkan produksi ASI

optimal. Waktu menyusui 20 menit pada masing-masing payudara cukup untuk bayi.

Tidak perlu membatasi waktu menyusui. Frekuensi menyusui yang sering dapat

meningkatkan produksi ASI, mencegah payudara nyeri dan sakit karena penumpukan

dan penggumpalan ASI, dan meminimalkan kemungkinan bayi menjadi kuning karena

proses pembentukan hati yang belum mature. Jumlah ASI yang normal diproduksi

pada akhir minggu pertama setelah melahirkan adalah 550 ml per hari. Dalam 2-3

minggu, produksi ASI meningkat sampai 800 ml per hari. Jumlah produksi ASI dapat

mencapai 1,5-2 L per harinya. Jumlah produksi ASI tergantung dari berapa banyak

bayi menyusu. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak hormon prolaktin

dilepaskan, dan semakin banyak produksi ASI. Wanita yang menyusui membutuhkan

500-1000 kalori lebih banyak dari wanita yang tidak menyusui (16).

15
Menurut World Health Organization menyusui adalah proses pemberian Air

Susu Ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai 2 tahun, jika bayi diberikan ASI saja

sampai 6 bulan tanpa menambahkan dan mengganti dengan makanan atau

minuman lainnya merupakan prosesmenyusui eksklusif.

Pada saat proses laktasi terdapat dua refleks yang berperan, yaitu:

a. Refleks Prolaktin

Selama masa kehamilan, konsentrasi hormone estrogen yang tinggi

menyebabkan perkembangan duktus yang ekstensif sementara kadar progesterone

yang tinggi merangsang pembentukan lobules dan alveolus. Peningkatan konsentrasi

hormone prolaktin juga ikut berperan dalam menginduksi enzim-enzim yang

diperlukan untuk menghasilkan susu dan memperbesar payudara ibu.

Hormon prolaktin distimuli oleh Prolactin Releasing Hormone (PRH) yang

dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior yang ada di dasar otak. Hormone ini

merangsang sel-sel alveolus yang berfungsi untuk membuat air susu. Pengeluaran

prolaktin sendiri dirangsang oleh pengosongan ASI dari sinus lactiferus. Semakin

banyak ASI yang dikeluarkan dari payudara maka semakin banyak ASI yang

diproduksi, sebaliknya apabila bayi berhenti menghisap maka payudara akan

berhenti memproduksi ASI. Kadar prolaktin ibu menyusui akan menjadi normal 3

bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak dan pada saat tersebut tidak akan

ada peningkatan prolaktin walau ada hisapan bayi. Namun, pengeluaran air susu ibu
tetap berlangsung. Pada ibu nifas yang tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi

normal pada minggu ke 2-3.

Pada ibu menyusui factor-faktor yang mempengaruhi peningkatan prolaktin

yaitu stress, anestesi, operasi, rangsangan putting susu, hubungan seksual, dan

konsumsi obat-obat tranquizer [Link] gizi buruk dan konsumsi obat-

obat seperti ergot dan i-dopadapat menghambat produksi hormone prolaktin (13).

Gambar 2. 2
Proses Refleks Prolaktin

Hipofisis Anterior

Hipotalamus Prolaktin

Saraf sensoris pada


puting Memacu produksi
ASI

ASI terbentuk pada


Hisapan bayi alveolus

( Sumber : Adinda Vita Sutanto, 2021)


b. Refleks Oksitosin

Refleks oksitison merupakan refleks aliran yang timbul akibat perangsangan

putting susu dikarenakan hisapan bayi. Bersamaan dengan mekanisme pembentukan

prolaktin pada hipofisis anterior, rangsangan yang berasal dari hisapan bayi pada

putting susu dilanjutkan ke hipofisis posterior sehingga keluar hormone oksitosin.

17
Hal ini menyebabkan sle-sel miopitel di sekitar alveolus akan berkontraksi dan

mendorong ASI yang telah terbuat masuk ke duktus laktiferus kemudian masuk ke

mulut bayi. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan refleks oksitosin yaitu

ketika ibu melihat bayi, mendengarkan suara bayi, mencium bayi, dan memikirkan

untuk menyusui bayi. Sedangkan, factor-faktor penghambat refleks oksitosin

diantaranya stess yang dapat menyebabkan pelepasan hormone epinefrin dan

adrenalin yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada alveolus serta rasa

takut dan cemas saat tidak bisa menyusui bayinya (13).

Gambar 2. 3
Proses Refleks Oksitosin

Hipofisis Posterior

Hipotalamus Oksitosin

Saraf Sensoris Sel miopitel


Pada puting
kontraksi

Hisapan bayi Memeras ASI di


alveolus

( Sumber : Adinda Vita Sutanto, 2021)


B.2 Proses Pembentukan Laktogen

Pembentukan laktogen mulai diproses sejak awal kehamilan,pembentukan

laktogen tersebut terbagi atas 3 proses yaitu:

1) Laktogenesis I

Pada fase akhir kehamilan, payudara wanita memasuki fase laktogenesis I.

Payudara memproduksi kolostrum, yaitu cairan kental berwarna kekuningan. Pada

saat itu, tingkat progesteron yang tinggi mencegah produksi sebenarnya. Namun

bukan masalah medis apabila ibu hamil mengeluarkan kolostrum sebelum bayi lahir.

Hal ini juga bukan indikasi sedikit atau banyaknya produksi ASI setelah melahirkan

nanti.

2) Laktogenensis II

Pengeluaran plasenta saat melahirkan menyebabkan menurunnya kadar

hormon progesteron, estrogen dan HPL. Akan tetapi kadar hormon prolaktin tetap

tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya produksi ASI secara besar-besaran. Apabila

payudara dirangsang oleh isapan bayi, kadar prolaktin dalam darah akan meningkat,

memuncak dalam periode 45 menit, lalu kembali ke kadar sebelum rangsangan 3 jam

kemudian. Keluarn2ya hormon prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk

memproduksi ASI, hormon ini juga terdapat di dalam ASI itu sendiri. Penelitian ini

membuktikan bahwa kadar prolaktin rendah pada saat payudara terasa penuh.

Hormon lainnya seperti insulin, tiroksin dan kartisol, juga terdapat dalam proses ini,

namun peran hormon tersebut belum diketahui. Proses laktogenesis II dimulai sekitar

19
30-40 jam setelah melahirkan, tapi para ibu biasanya baru merasakan payudara

penuh sekitar 50-73 jam (2-3 hari) setelah melahirkan. Artinya, memang produksi

ASI sebenarnya tidak langsung keluar setelah melahirkan. Hormon dikonsumsi bayi

sebelum ASI sebenarnya. Kolostrum mengandung sel darah putih dan antibodi yang

lebih tinggi dibandingkan ASI sebenarnya, khususnya tinggi dalam level

immunoglobin A (IgA), yang membantu melapisi usus bayi yang masih rentan dan

mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini juga mencegah alergi makanan. Dalam 2

minggu pertama setelah melahirkan, kolostrum akan berkurang secara perlahan dan

akhirnya akan tergantikan oleh ASI sebenarnya.

3) Laktogenesis III

Sistem kontrol endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan

beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, setelah

kontrol autokrin dimulai. Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara

yang akan memproduksi ASI lebih banyak. Dengan demikian, produksi ASI sangat

dipengaruhi seberapa sering dan seberapa baik bayi menghisap, dan juga seberapa

sering payudara dikosongkan. Berkurangnya produksi ASI pada ibu menyusui

mungkin disebabkan oleh:

1. Ibu jarang menyusui bayinya sehingga payudara selalu penuh.

2. Bayi yang tidak bisa menghisap puting susu ibu secara langsung akibat kelainan

bentuk mulut dan rahang atau teknik menyusui yang salah (perlekatan yang tidak

sempurna).

3. Kelainan endokrin, seperti kurangnya hormon prolaktin pada ibu (hal ini jarang
terjadi).

4. Jaringan payudara ini mengalami hipoplastik.

5. Kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapatmencerna ASI.

6. Ibu yang menderita gizi buruk (kurang gizi) (5).

B.3 Hormon-hormon yang mempengaruhi pengeluaran ASI

Laktasi adalah proses produksi, sekresi dan pengeluaran ASI. Dalam proses ini,

dipengaruhi oleh hormon-hormon yang berperan yaitusebagi berikut:

a. Progesteron

Hormon progesteron berfungsi mempengaruhi pertumbuhan dan ukuranalveoli.

b. Estrogen

Hormon Estrogen berfungsi menstimulasi sistem saluran ASI agar membesar

sehingga dapat menampung ASI lebih banyak. Kadar estrogen menurun saat saat

melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui. Sebaiknya

ibu menysui menghindari KB hormonal berbasis hormon estrogen, karena dapat

mengurangi jumlah produksi ASI.

c. Prolaktin

Hormon Prolaktin berperan dalam membesarnya alveoli dalam kehamilan.

Hormon ini memiliki peranan penting untuk memproduksi ASI. Hormon prolaktin

mempunyai fungsi kontrasepsi karena saat hormon ini mengalami peningkatan dan

akan menghambat ovulasi. Kadar prolaktin paling tinggi adalah pada malam hari dan

penghentian pemberian air susu dilakukan pada malam hari.

21
d. Oksitosin

Hormon Oksitosin berfungsi mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat

melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme. Selain itu, pasca

melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk

memeras ASI menuju saluran susu (17).

e. HPL (Human Placental Lactogen)

Sejak bulan kedua kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL yang

berperan dalam pertumbuhan payudara, puting, dan aerola sebelum melahirkan. Pada

bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap Menyusui adalah keterampilan

yang dipelajari ibu dan bayi, dimana keduanya membutuhkan waktu dan kesabaran

untuk pemenuhan nutrisi pada bayi selama 6 bulan. Sedangkan laktasi adalah

keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi

menghisap dan menelan ASI (18).

C. ASI (Air Susu Ibu)

C.1 Pengertian ASI

ASI adalah hadiah terindah dari ibu kepada bayi yang disekresikan oleh kedua

belah kelenjar payudara ibu berupa makanan alamiah atau susu terbaik bernutrisi dan

berenergi tinggi yang mudah dicerna dan mengandung komposisi nutrisi yang

seimbang dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang tersedia setiap saat, siap

disajikan dalam suhu kamar dan bebas dari kontaminasi (18).


ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan yang ideal bagi pertumbuhan

neonatus. Sejumlah komponen yang terkandung di dalamnya, ASI sebagai sumber

nutrisi untuk pertumbuhan dan perlindungan pertama terhadap infeksi. Proses

pembentukan air susu merupakan suatu proses yang kompleks melibatkan

hipotalamus, pituitari dan payudara, yang sudah dimulai saat fetus sampai pada masa

paska persalinan (19).

Air Susu Ibu adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan

garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai

makanan utama bagi bayi (13).

ASI dalam istilah kesehatan adalah dimulai dari proses laktasi. Laktasi adalah

proses menyusui mulai dari ASI di produksi sampai proses bayi menghisap dan

menelan. ASI di produksi oleh organ tubuh wanita yang bernama payudara (20).

Air susu yang pertama kali keluar jangan dibuang karena menjadikan anak

lebih tahan terhadap penyakit. ASI sangat penting mengingat air susu ibu adalah satu-

satunya makanan dan minuman terbaik untuk bayi dalam masa enam bulan pertama

kehidupannya (16).

ASI juga mengandung beberapa mikronutrien yang dapat membantu

memperkuat daya tahan tubuh bayi. Selain itu, pemberian ASI minimal selama 6

bulan juga dapat menghindarkan bayi dari obesitas atau kelebihan berat badan karena

ASI membantu menstabilkan pertumbuhan lemak bayi (16).

23
C.2 Manfaat ASI

Berbagai manfaat ASI selain bagi ibu dan bayi, ASI juga bermanfaat bagi

keluarga :

1. Bagi Bayi

a. Dapat memulai kehidupannya dengan baik

Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik

setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik dan mengurangi

kemungkinan obesitas.

b. Mengandung Antibodi

Bayi baru lahir secara alamiah mendapatkan immunoglobulin (zat kekebalan

atau daya tahan tubuh) dari ibunya melalui plasenta, tetapi kadar zat tersebut dengan

cepat akan menurun segera setelah kelahirannya. Badan bayi baru lahir akan

memproduksi sendiri immunoglobulin secara cukup saat mencapai usia sekitar 4

bulan. Pada saat kadar immunoglobulin bawaan dari ibu menurun dan yang dibentuk

sendiri oleh tubuh bayi belum mencukupi, terjadilah suatu periode kesenjangan

immunoglobulin pada bayi. Kesenjangan tersebut hanya akan dihilangkan atau

dikurangi dengan pemberian ASI. Air susu ibu merupakan cairan yang mengandung

kekebalan atau daya tahan tubuh sehingga dapat menjadi pelindung bayi dari

berbagai penyakit infeksi bakteri, virus dan jamur.

c. ASI mengandung komposisi yang tepat

ASI berasal dari berbagai bahan makanan yang baik untuk bayi terdiri dari
proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk

kehidupan 6 bulan pertama. Setelah usia 6 bulan, bayi harus mulai mendapatkan

makanan pendamping ASI seperti buah-buahan ataupun makanan lunak dan lembek

karena pada usia ini kebutuhan bayi akan zat gizi menjadi semakin bertambah

dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi sedangkan produksi ASI semakin

menurun. Tetapi walaupun demikian pemberian ASI juga jangan dihentikan, ASI

dapat terus diberikan sampai bayi berumur 2 tahun atau [Link] mengandung

laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Di dalam usus laktosa

akan difermentasi menjadi asam laktat yang bermanfaat untuk:

i. Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat pathogen.

ii. Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam


organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin.
iii. Memudahkan terjadinya pengendapan, calcium-cassienat.
iv. Memudahkan penyerahan berbagai jenis mineral, seperti calcium, magnesium.

d. Mengurangi Kejadian Karises Dentis

Insiden karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi

dibanding yang mendapat ASI. Biasanya disebabkan kebiasaan menyusui dengan

botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak

dengan susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.

e. Memberi rasa aman dan nyaman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan

bayi

Hubungan fisik ibu dan bayi baik untuk perkembangan bayi, kontak kulit ibu

25
ke kulit bayi yang mengakibatkan perkembangan psikomotor maupun sosial yang

lebih baik. Hormon yang terdapat dalam ASI juga dapat memberikan rasa kantuk dan

rasa nyaman. Hal ini dapat membantu menenangkan bayi dan membuat bayi tertidur

dengan pulas. Secara psikologis menyusui juga baik bagi bayi dan meningkatkan

ikatan dengan ibu.

f. Terhindar dari alergi

Pada bayi baru lahir sistem IgE belum sempurna. Pemberian susu formula akan

merangsang aktivasi sistem ini dan dapat menimbulkan alergi. ASI tidak

menimbulkan efek ini. Pemberikan protein asing yang ditunda sampai umur 6

bulan akan mengurangi kemungkinan alergi.

g. ASI meningkatkan kecerdasan bagi bayi

Lemak pada ASI adalah lemak tak jenuh yang mengandung omega 3 untuk

pematangan sel-sel otak sehingga jaringan otak bayi yang mendapat ASI Eksklusif

akan tumbuh optimal dan terbebas dari rangsangan kejang sehingga menjadikan anak

lebih cerdas dan terhindar dari kerusakan sel-sel saraf (18).

2. Bagi Ibu

a. Aspek kontrasepsi

Hisapan mulut bayi pada puting susu ibu merangsang ujung saraf sensorik

sehingga post anterior hipofise mengeluarkan prolaktin. Prolaktin masuk ke indung

telur, menekan produksi estrogen akibatnya tidak ada ovulasi. Pemberian ASI

memberikan 98% metode kontrasepsi yang efisien selama 6 bulan pertama

sesudah kelahiran bila diberikan hanya ASI saja (eksklusif) dan belum terjadi
menstruasikembali.

b. Aspek kesehatan ibu

Isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh

kelenjar hipofisis. Oksitosin membantu involusi uterus dan mencegah terjadinya

perdarahan pasca persalinan. Penundaan haid dan berkurangnya perdarahan pasca

persalinan mengurangi prevalensi anemia defisiensi besi. Kejadian karsinoma

mammae pada ibu yang menyusui lebih rendah disbanding yang tidak menyusui.

c. Aspek penurunan berat badan

Pada saat hamil, badan bertambah besar, selain karena ada janin, juga karena

penimbunan lemak pada tubuh, cadangan lemak ini sebenarnya memang disiapkan

sebagai sumber tenaga dalam proses produksi ASI. Dengan menyusui tubuh akan

menghasilkan ASI lebih banyak lagi sehingga timbunan lemak yang berfungsi

sebagai cadangan tenaga akan terpakai. Dan jika timbunan lemak menyusut, berat

badan ibu akan cepat kembali ke keadaan seperti sebelum hamil.

d. Ungkapan kasih sayang

Hubungan batin antara ibu dan bayi akan terjalin erat karena saat menyusui

bayi menempel pada tubuh ibu dan bersentuhan antar kulit. Bayi juga bisa

mendengarkan detak jantung ibu, merasakan kehangatan sentuhan kulit ibu dan

dekapan ibu.

e. Ibu sehat, cantik dan ceria

Ibu yang menyusui setelah melahirkan zat oksitosin nya akan bertambah,

sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang keluar setelah malahirkan.

27
Kandungan dan perut bagian bawah juga lebih cepat menyusut 17 kembali ke bentuk

normalnya. Ibu yang menyusui bisa menguras kalori lebih banyak, maka akan lebih

cepat pulih ke berat tubuh sebelum hamil. Ketika menyusui, pengeluaran hormon

muda bertambah, menyebabkan ibu dalam masa menyusui tidak ada kerepotan

terhadap masalah menstruasi, pada masa ini juga mengurangi kemungkinan

terjadinya kehamilan diluar rencana. Menyusui setelah melahirkan dapat

mempercepat pemulihan kepadatan tulang, mengurangi kemungkinan menderita

osteoporosis (keropos tulang) setelah masa menopause. Menurut statistik, menyusui

juga mengurangi kemungkinan terkena kanker indung telur dan kanker payudara

dalam masa menopause. Ibu juga tidak perlu bangun tengah malam untuk mengaduk

susu bubuk, ketika pergi bertamasya juga tidak perlu membawa setumpuk botol dan

kaleng susu.

f. Aspek Psikologis

Ibu akan merasa bangga dan diperlukan. Rasa yang dibutuhkan oleh semua

manusia. Memberi rasa kebanggaan bagi ibu karena dapat memberikan “kehidupan”

kepada bayinya.

3. Bagi Keluarga

Memberikan ASI kepada bayi, dapat mengurangi pengeluaran keluarga. ASI

tidak perlu dibeli, sehingga dana yang seharusnya digunakan untuk membeli susu

formula dapat dipergunakan untuk keperluan lain. Kebahagiaan keluarga bertambah,

karena kelahiran lebih jarang, sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat
mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga. Menyusui sangat praktis, karena dapat

diberikan dimana saja dan kapan saja (18).

C.3 Keunggulan Air Susu Ibu (ASI)

ASI memiliki beberapa keunggulan yaitu:

I. Mengandung semua zat gizi dalam susunan dan jumlah yang cukupuntuk
memenuhi kebutuhan gizi bayi
II. Tidak memberatkan fungsi saluran pencernaan dan ginjal
III. Mengandung berbagai zat antibody sehingga mencegah terjadi infeksi
IV. Tidak mengandung laktoglobulin yang dapat menyebabkan alergi
V. Ekonomis dan praktis. Tersedia setiap waktu pada suhu yang ideal dandalam
keadaan segar serta bebas dari kuman. memproduksi ASI (13).

C.4 Kandungan yang terdapat dalam ASI

Kandungan ASI tidak dapat disamakan dengan kandungan yang ada pada susu

formula ataupun pada makanan lainnya. Karena pada susu formula ataupun makanan

padat tidak memiliki kandungan yang lengkapseperti yang terdapat dalam ASI (18).

Adapun beberapa kandungan ASI adalah :

1. Karbohidrat

Laktosa (gula susu) merupakan bentuk utama karbohidrat dalamASI dimana

keberadaanya secara proporsional lebih besar jumlahnya dari pada susu sapi.

Karbohidrat adalah salah satu gizi yang penting bagi pertumbuhan bayi dan

merupakan sumber kalori utama. Di dalam tubuh, karbohidrat berfungsi mencegah

timbulnya pemecahan protein tubuh yang berlebihan, dan mencegah kehilangan

29
mineral tubuh, serta berguna membantu metabolisme lemak ataupun protein. Kadar

laktosa yang terdapat dalam ASI hampir 2 kali lipat dibanding laktosa yang

ditemukan pada susu sapi atau susu formula. Kadar karbohidrat dalam kolostrum

tidak terlalu tinggi, tetapi jumlahnya meningkat terutama laktosa pada ASI transisi (7-

14 hari setelah melahirkan). Sesudah melewati masa ini maka kadar karbohidrat ASI

relatif stabil. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat ternyata bermanfaaat dalam

pembentukan flora yang bersifat asam bagi usus besar bayi sehingga penyerapan

kalsium yang digunakan untuk pertumbuhan tulang meningkat. Pada ASI, laktosa

memang menjadi sumber karbohidrat utama. Sumber pasokan kalori dari ASI

diperkirakan sebesar 40-50% yang sebagian besar dalam bentuk laktosa.

2. Protein

Kandungan protein ASI cukup tinggi dan komposisinya berbeda dengan protein

yang terdapat dalam susu sapi. Protein dalam ASI dan susu sapi terdiri dari protein

whey dan Casein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang

lebih mudah diserap oleh usus bayi, sedangkan susu sapi lebih banyak mengandung

protein Casein yang lebih sulit dicerna oleh usus bayi.

3. Lemak

Kadar lemak dalam ASI lebih tinggi dibanding dengan susu sapi dan susu

formula. Kadar lemak yang tinggi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan

otak yang cepat selama masa bayi. Lemak omega 3 dan omega 6 yang berperan pada

perkembangan otak bayi banyak ditemukan dalam ASI. Disamping itu ASI juga
mengandung banyak asam lemak rantai panjang diantaranya asam dokosaheksanoik

(DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang berperan terhadap perkembangan jaringan

saraf dan retina mata.

4. Karnitin

Karnitin ini mempunyai peran membantu proses pembentukan energi yang

diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh. ASI mengandung kadar

karnitin yang tinggi terutama pada 3 minggu pertama menyusui, bahkan di dalam

kolostrum kadar karnitin ini lebih tinggi lagi. Konsentrasi karnitin bayi yang

mendapat ASI lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapat susu formula.

Tabel 2. 2
Perbedaan Komposisi ASI,Susu Sapi dan Susu Formula

Komposisi/100ml ASI matur Susu Sapi Susu Formula


Kalori 75 69 67
Protein 1,2 3,5 1,5
Lactalbumin (%) 80 18 60
Kasein (%) 20 82 40
Air (ml) 87,1 87,3 90
Lemak (gr) 4,5 3,5 3,8
Karbohidrat 7,1 4,9 6,9
Ash (gr) 0,21 0,72 0,34
( Sumber : Adinda Vita Sutanto , 2021)

5. Vitamin

a. Vitamin K

Vitamin K dibutuhkan sebagai salah satu zat gizi yang berfungsi sebagai faktor

pembekuan.

31
b. Vitamin D

Pemberian ASI eksklusif ditambah dengan membiarkan bayi terpapar pada

sinar matahari pagi akan mencegah bayi menderita penyakit tulang karena

kekurangan vitamin D.

c. Vitamin E

Salah satu fungsi penting vitamin E adalah untuk ketahanan dinding sel darah

merah. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan terjadinya kekurangan darah

(anemia hemolitik).

d. Vitamin A

Selain berfungsi untuk kesehatan mata, vitamin A juga berfungsi untuk

mendukung pembelahan sel, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan. ASI mengandung

dalam jumlah tinggi tidak saja vitamin A dan tetapi juga bahan bakunya yaitu beta

karoten. Hal ini salah satu yang menerangkan mengapa bayi yang mendapat ASI

mempunyai tumbuh kembang dan daya tahan tubuh yang baik.

e. Vitamin yang larut dalam air

Hampir semua vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B, asam folat,

vitamin C terdapat dalam ASI. Kadar vitamin B1 dan B2 cukup tinggi dalam ASI

tetapi kadar vitamin B6, B12 dan asam folat mungkin rendah pada ibu dengan gizi

kurang.

f. Mineral

Mineral utama yang terdapat di dalam ASI adalah kalsium yang mempunyai

fungsi untuk pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi jaringan saraf dan
pembekuan darah. Walaupun kadar kalsium ASI lebih rendah dari susu sapi, tapi

tingkat penyerapannya lebih besar (18).

C.5 Macam-macam ASI

ASI dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Kolostrum

Merupakan ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga setelah

bayi lahir. Kolostrum adalah susu pertama yang dihasilkan oleh payudara ibu

berbentuk cairan berwarna kekuningan atau sirup bening yang mengandung protein

lebih tinggi dan sedikit lemak daripada susu yang matang. Kolostrum merupakan

cairan yang agak kental berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibandingkan

dengan ASI mature, bentuknya agak kasar karena mengandung butiran lemak dan sel-

sel [Link] awal menyusui, kolostrum yang keluar mungkin hanya sesendok teh

saja. Pada hari pertama pada kondisi normal produksi kolostrum sekitar 10 –100 cc

dan terus meningkat setiap hari sampai sekitar 150 - 300 cc ml/24 jam. Kolostrum

lebih banyak mengandung protein dibandingkan dengan ASI matur, tetapi kadar

karbohidrat dan lemak lebih rendah. Selain itu, mengandung zat antiinfeksi 10–17

kali lebih banyak dibandingkan ASI matur.

2. Air Susu Masa Peralihan ( Masa Transisi )

Merupakan A S I yang dihasilkan mulai hari keempat sampai hari kesepuluh.

Pada masa ini, susu transisi mengandung lemak dan kalori yang lebih tinggi dan

protein yang lebih rendah daripada kolostrum.

33
3. ASI Mature

ASI matur merupakan ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai

seterusnya. ASI mature merupakan nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan

dengan perkembangan bayi sampai usia 6 bulan. ASI ini berwarna putih kebirubiruan

(seperti susu krim) dan mengandung lebih banyak kalori dari pada susu kolostrum

ataupun transisi (18).

C.6 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi produksi ASI, yaitu:

1. Makanan

Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap produksi

ASI. Apabila Ibu memakan makanan yang cukup akan gizi dan pola makan yang

teratur, maka produksi ASI akan berjalan dengan lancar. Terdapat beberapa jenis

makanan yang mempengaruhi secara langsung pada produksi air susu, misalnya

sayur-sayuran hijau, biji- bijian, daun papaya, jagung,dll.

2. Ketenangan Jiwa dan Pikiran

Untuk memproduksi ASI yang baik, maka kondisi kejiwaan dan pikiran harus

tenang. Apabila keadaaan psikolgis ibu yang tertekan,sedih dan tegang akan

menurunkan volume ASI.

3. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Penggunaan alat kontrasepsi pada ibu menyusui perlu diperhatikan agar tidak

mengurangi produksi ASI. Contoh alat kontrasepsi yang bisa digunakan adalah
kondom, IUD, pil khusus menyusui ataupun suntik hormonal 3 bulanan.

4. Perawatan Payudara

Perawatan payudara bermanfaat merangsang payudara sehingga mempengaruhi

hipofise untuk mengeluarkan hormone prolaktin dan oksitosin.

5. Anatomis Payudara

Produksi ASI juga dipengaruhi oleh jumlah Lobus dalam payudara. Selain itu,

perlu diperhatikan juga bentuk anatomis papilla atau puttingsusu ibu.

6. Faktor Fisiologis

ASI terbentuk karena pengaruh dari hormone prolaktin yang menentukan

produksi dan mempertahankan sekresi air susu.

7. Pola Istirahat

Factor istirahat mempengaruhi produksi dan pengeluaran ASI. Apabila kondisi

ibu terlalu capek, kurang istirahat maka ASI juga berkurang.

8. Faktor Isapan Anak atau Frekuensi Penyusuan

Produksi dan pengeluaran ASI akan semakin banyak apabila semakin sering

bayi menyusu pada payudara ibu. Akan tetapi, frekuensi penyususan pada bayi

premature dan cukup bulan berbeda. Produksi ASI bayi prematur akan optimal

dengan pemompaan ASI lebih dari 5 kali per hari salaam bulan pertama setelah

melahirkan. Karena bayi premature belum dapat menyusu maka dilakukan

pemompaan. Sedangkan pada bayi cukup bulan frekuensi penyusuan 10 kali perhari

selama 2 minggu pertama setelah melahirkan yang berhubungan dengan produksi

35
ASI yang cukup. Sehingga direkomendasikan penyusuan paling sedikit 8 klai perhari

pada periode awal setelah melahirkan. Frekuensi penyusuan ini berkaitan dengan

kemampuanstimulasi hormone dalam kelenjar payudara.

9. Berat Lahir Bayi

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mempunyai kemampuan menghisap ASI

yang lebih rendah dibanding bayi yang berat lahir normal (BBL>2500 gr).

Kemampuan menghisap ASI yang lebih rendah ini meliputi frekuensi dan lama

penyusuan yang lebih rendah dibanding bayi berat lahir normal yang akan

mempengaruhi stimulasi hormone prolaktin dan oksitosin dalam memproduksi ASI.

10. Umur Kehamilan saat Melahirkan

Umur kehamilan ibu juga ikut mempengaruhi produksi ASI. Sebab bayi

yang premature tidak mampu menghisap langsung ASI dari payudara ibu dengan

baik sehingga produksi ASI lebih rendah daripada bayi yang lahir cukup bulan.

11. Konsumsi Rokok dan Alkohol

Merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol memiliki banyak efek

berbahaya bagi tubuh manusia terutama pada ibu menyusui. Bagi Ibu yang sedang

menyusui, mereokok dan minuman beralkohol dapat menstimulasi pelepasan

hormone adrenalin yang dapat menghambat pelepasan hormone oksitosin sehingga

hal tersebut dapat mengurangi jumlah produksi ASI (17).

C.7 Pemberia ASI dan Tanda Bayi Cukup ASI

Terkadang masih banyak ibu yang meragukan apakah ASI yang diberikan

kepada bayi telah cukup atau tidak. Banyak ibu beranggapan bahwa jika bayi tertidur
pada saat menyusui maka bayi sudah bisa dikatakan cukup ASI. Bayi dikatakan

cukup ASI bila menunjukkan tanda- tanda sebagai berikut :

a. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal mendapatkanASI 8 -10

kali pada 2-3 minggu pertama.

b. Pertumbuhan berat badan dan tinggi badan sesuai dengan grafikpertumbuhan.

c. Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan warna menjadi lebih

mudah pada hari kelima setelah lahir.

d. Bayi akan buang air kecil setidaknya 6-8 kali sehari.

e. Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan.

f. Payudara terasa lembih lembek, yang menandakan ASI telah habis.

g. Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal.

h. Perkembangan motorik bayi (bayi aktif dan perkembangan motoriknya sesuai

dengan rentang usianya).

i. Bayi kelihatan puas, sewaktu-waktu saat lapar bangun dan tidur dengancukup.

j. Bayi menyusu dengan kuat, kemudian melemah dan tertidurpulas (18).

37
D. Biji Jintan Hitam ( Nigella Sativa Linn )

D.1 Pengertian dan Klasifikasi Biji Jintan Hitam

Gambar 2. 4

Jintan Hitam

Jintan hitam atau orang sering menyebutnya habbatussauda belum dikenal luas

oleh masyarakat sebagai pelancar ASI, selama ini jintan hitam dikenal sebagai

penyembuhan penyakit dan suplemen atau vitamin. Biji jintan hitam adalah rempah-

rempah berbentuk butiran yang agak keras dan berwarna hitam. Masyarakat dunia

mengenal berapa jenis jintan yaitu jintan (carum carvi L), jintan manis atau adas

manis( pimpinella anisum L), jintan putih (chuminum chyminum L),Jintan hitam (

Nigella Sativa L), dan daun jintan (plectranthus amboinius L) (21).


Habbatussauda dikenal baik di Timur Tengah maupun Asia Tengah dan Timur

sebagai obat alami untuk berbagai penyakit dan sebagai bumbu roti. Di Indonesia,

kita mengenal habbatussauda dengan nama jintan hitam. Dalam bahasa Inggris,

herbal ini biasa disebut black seed. Sementara itu, dalam bahasa Arab, jintan hitam

disebut al-habba al-sauda yang berarti biji jintan hitam atau al-habba al-barakah yang

artinya biji yang membawa berkah. Jintan merupakan suatu tumbuhan jenis rumput-

rumputan mempunyai batang dan tangkai berkayu. Tanaman ini biasanya ditanam di

kebun-kebun dan di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 m diatas

permukaan laut. Batangnya lunak dan berair bentuk daunnya mirip pimpong dan

tepinya bergerigi. Daun jintan memiliki bau yang khas dan bermanfaat untuk

pengobatan. Jintan tumbuh di tempat-tempat yang tidak terlalu banyak terkena sinar

matahari dan airnya cukup atau tidak terlalu kering (22).

Tanaman ini tumbuh 20-50 cm, dengan batang tegak, berkayu dan berbentuk

bulat, Daunnya letak berhadapan, bulat telur dan berujung lancip, bagian permukaan

terdapat bulu halus. Bunga jintan hitam bentuknya beraturan, warna [Link] muda,

mempunyai 5 -10 mahkota bunga. Bunga ini kemudian menjadi buah berbentuk bulat

panjang menggembung berisi 3-7 bulatan yang berisi banyak biji. Biji berwarna

hitam gelap rasa pahit dengan bau yang tajam (23).

Tumbuhan ini berasal dari Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Asia Selatan.

Nama lain Nigella Sativa diantaranya adalah : Kalonji (bahasa Hindi), Kezah

(Hebrew), Chamushka (Rusia), Habbatus Sauda’ (Arab), Siyah daneh (Persian),

39
Fennel Flower / Black Carraway / Nutmeg Flower/ Roman Coriander / Black Onian

Seed (English), atau Jintan Hitam (Indonesia).

Klasifikasi Nigella Sativa Linn (Hutapea, 1994) adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Class : Dicotyledonae

Ordo : Ranunculales

Family : Ranunculaceae

Genus : Nigella

Species : Nigella sativa Linn

Nigella sativa merupakan tanaman tahunan yang berasal dari wilayah Mediterania. Di

beberapa negara tanaman ini memiliki nama yang berbeda-beda,di Inggris biasa

disebut black cumin, di Arab disebut habbatussauda dan di India dikenal dengan

nama Kalonji. Nigella sativa memiliki rasa yang pahit dan pedas, biasanya digunakan

sebagai rempah- rempah masakan.

D.2 Morfologi Jintan Hitam

Nigella sativa atau Jintan Hitam Pahit ini merupakan jenis tanaman bunga,

tumbuh setinggi 20-50 cm , berbatang tegak, berkayu dan berbentuk bulat menusuk.

Daun runcing ,bercabang, bergaris (namun garis daunnya tidak seperti benang ; tidak

seperti ciri daun tumbuhan genus Nigella pada umumnya), daunnya kadang-kadang

tunggal atau bisa juga majemuk dengan posisi tersebar atau berhadapan. Bentuk
daunnya bulat telur berujung lancip. Di bagian permukaan daunnya terdapat bulu

halus. Tumbuhan jintan hitam memiliki bunga yang bentuknya beraturan. Bunga ini

kemudian menjadi buah berbentuk bumbung atau buah kurung berbentuk bulat

panjang. Bunganya menarik dengan warna biru pucat atau putih, dengan 5-10

mahkota [Link] keras seperti buah buni. Berbentuk besar, menggembung,

berisi 3-7 unit folikel, masing-masing berisi banyak biji atau benih yang sering

digunakan manusia sebagai rempah-rempah. Memiliki rasa pahit yang tajam dan bau

seperti buah strawberry. Digunakan terutama pada permen dan minuman keras.

Gambar 2.5

Biji Jintan Hitam

D.3 Kandungan Jintan Hitam

Biji jintan hitam mengandung minyak atsiri seperti nigellon, thymoquinon,

thymohydroquinon, carvacrol, asam lemak tak jenuh (asam oleat, asam linoleat dan

41
asam linolenat), d-limonena, simena, glukosida, saponin, alkaloid, nigellicin,

nigellidin dan nigellamin-n oksida, vitamin A, B1,B2, niasin, vitamin C ,minyak-

minyak volatile atau minyak esensial, fitosterol, alkaloid (Nigelleine dan

Nigellamine-noxide), asam-asam amino dan lagtagogum (Ritonga et al., 2017).

Kandungan mineral antara lain natrium, fosfor, besi, seng, selenium dan magnesium.

Jintan hitam sering digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh,

antialergi, antiradang, pelancar ASI, antibakteri, obat batuk, dan obat asma (23).

Tabel 2. 3
Komposisi kimia berdasarkan jenis jintan 100 gram

Zat gizi Jintan manis Jintan putih Jintan hitam


Air (g) 9,9 8,1 6,4
Protein (g) 19,8 17,8 20,2
Lemak (g) 14,6 22,3 32
Karbohidrat(g) 49,9 44,2 37,4
Kalsium ( mg) 689 931 188
Besi (mg) 16 66 57,5
Magnesium
258 366 -
(mg)

Fosfor ( mg) 1351 499 -


Kalium ( mg) 17 1788 1180
Natrium (mg) 6 168 85,3
Seng (mg) 4 5 5
Niasin ( mg) 363 6.3 -
Sumber : Nuraini,2017
D.4 Mekanisme Kerja Biji Jintan Hitam Terhadap Peningkatan ASI

Pemberian jintan hitam dapat meningkatkan produksi ASI. karena jintan hitam

mengandung unsur lipid dan struktur hormonal, dimana senyawa aktif tersebut

berperan aktif dalam proses produksi susu , karena menunjukkan aktivitas

laktagogum. Jintan hitam mengandung polifenol yang berperan dalam meningkatkan

kadar prolaktin dan oksitosin, penelitian ini telah dibuktikan dalam penelitian

berjudul Nigella Sativa dan Penggunaan Jintan Hitam di India di olah menjadi

minuman lalau di minum oleh ibu yang mengalami kegagalan menyusui atau untuk

meningkatkan produksi ASI (1).

Laktogogum adalah obat atau zat yang dipercaya dapat membantu merangsang,

mempertahankan atau meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) ibu menyusui.

Produksi ASI yang rendah merupakan alasan tersering ibu/orangtua untuk

menghentikan menyusui bayinya sehingga ibu-ibu dan dokter berusaha mencari

obat untuk mengatasi masalah ini. Jintan hitam adalah laktogogum yang alami

untuk memperlancar ASI sebagai piihan alternatif (24).

Mekanisme kerja laktagogum dalam membantu meningkatkan laju sekresi dan

produksi ASI adalah dengan secara langsung merangsang aktivitas protoplasma pada

sel-sel sekretoris kelenjar susu dan ujung saraf sekretoris dalam kelenjar susu yang

mengakibatkan sekresi air susu meningkat, atau merangsang hormon prolaktin yang

merupakan hormon laktagonik terhadap kelenjar mamae pada sel-sel epitelium

alveolar yang akan merangsang laktasi.

43
D.5 Manfaat Biji Jintan Hitam

Nigella sativa telah lama dikenal dan digunakan secara tradisional untuk bahan

masakan dan pengobatan di negara-negara Arab, India dan Eropa. Sebagai bahan obat

alami, jintan hitam dapat mengobati berbagai macam penyakit diantaranya asma,

hipertensi, diabetes, radang, batuk, brokhitis, sakit kepala, eksim, demam, dan

influensa. Biji atau minyaknya digunakan sebagai obat cacing, diuretik,memperlancar

ASI dan merawat kesehatan kulit. Pada masa kini berbagai penelitian telah

memperlihatkan efeknya sebagai antioksidan, antitumor, antimikrobial, anihistamin,

menurunkan kadar lemak, antiviral, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan

berpengaruh terhadap sistem saraf (25).

D.6 Manfaat Kesehatan Biji Jintan Hitam Terhadap Ibu Menyusui

Jintan hitam memiliki beberapa senyawa yang dapat menlancarkan produksi

ASI. Kelancaran produksi ASI yang dirangsang oleh hormone oksitosin dimana

peningkatan hormone oksitosin dipengaruhi oleh polifenol pada biji jintan hitam

dimana biji jintan hitam mengandung bahan aktif yaitu laktogogum yang bekerja

seperti Prolactin Releasing Hormon (PRH) dan juga mengandung bahan aktif

senyawa steroid yang berkhasiat seperti oksitosin yang dapat mempertahankan serta

meningkatkan produksi ASI (26).

Biji jintan dapat mengobati penyakit yang ada pada wanita seperti proses

persalinan, sakit susah tidur (insomnia) dan tingginya suhu badan, rambut rontok,

penyakit radang hati peredaran aliran darah pada ginjal dan tuka hati. Pembengkakan
pada kedua organ tersebut hipertensi dan melemahkan fungsi hati. jintan hitam

menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, meningkatkan stamina dan kekebalan

(imunitas) tubuh (27).

D.7 Pembuatan Ekstrak Sirup Biji Jintan Hitam

1. Pembuatan Ekstrak Sirup Biji Jintan Hitam

Menurut Farmakope Indonesia (2000, dalam Departemen Kesehatan RI,2010)

Ekstrak adalah sediaan kental yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif

dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai,

kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang

tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan.

Sebagian besar ekstrak dibuat dengan mengekstraksi bahan baku obat secara

perkolasi. Seluruh perkolat biasanya dipekatkan secara destilasi dengan pengurangan

tekanan, agar bahan sesedikit mungkin terkena panas (28).

Simplisia biji jintan hitam ditimbang sebanyak 1200 gram, lalu siapkan ethanol

96% sebanyak 10 liter. Masukkan biji jintan hitam secukupnya ke dalam blender

kemudian blender hingga sampai menjadi serbuk. Masukkan biji jintan hitam yang

sudah diblender ke dalam wadah tertutup lalu rendam biji jintan hitam dengan 10 liter

ethanol 96%. Ulangi dengan sisa biji jintan hitam sampai semuanya habis.

Tambahkan sisa ethanol yang tersedia, kemudian diaduk dengan menggunakan

batang pengaduk selama 6 jam pertama. Diamkan selama 18 jam sambil sesekali

45
diaduk. Saring dengan menggunakan kapas dan kertas saring, tampung filtrat

(maserat I).

Ulangi proses ekstraksi pada ampas dengan menggunakan ethanol 96%

sebanyak 5 liter sehingga diperoleh (maserat II). Gabungkan kedua maserat kemudian

uapkan maserat dengan menggunakan alat Retavapor pada temperature 40ºC

sehingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kental yang diperoleh dimasukkan ke


(29)
dalam pot plastik .Biji jintan hitam mengandung senyawa minyak atsiri maka di

butuhkan ekstraksi etanol 96% dalam pelarutan biji jintan hitam. Etanol 96%

memiliki kandungan alkohol tinggi yang bersifat antibakteri sekaligus antiseptic.

Etanol 96% aman di gunakan karena dalam proses penguapan hanya perlu 40°C

dimana kandungan air nya hanya 4%. Maka ekstrak sirup biji jintan hitam aman di

komsumsi melalui oral.

Gambar 2. 6
Pembutan Ekstrak Sirup Biji Jintan Hitam
2. Pembuatan Sirup Simplex

Formula Sirup Simplex 3.600 ml :

R/ Sukrosa C 65% 2.340 g

Aquades s/d 1.260 ml

Cara Pembuatan :

Masukan aquades sebanyak 1.260 ml ke dalam panci lalu panaskan di atas

kompor gas dengan api sedang hingga mendidih. Kemudian masukan gula sebanyak

2.340 grm ke dalam panci sambil di aduk-aduk dengan api kecil sampai gula larut.

Setelah itu saring. Filtrat tersebut dimasukkan ke dalam gelas ukur 10.000 ml dan

tambahkan aqudes hingga 3.600 ml, terakhir tambahkan methylparaben sebanyak

0,05 % (qs). Aduk hingga semuanya homogen.

Gambar 2. 7
Sirup Simplex

47
3. Pembuatan Sediaan Ekstrak Sirup Biji Jintan Hitam

Bahan : Ekstrak biji jintan hitam

Dosis : Setiap sirup mengandung ekstrak buah jintan 300 ml

Penentuan Jumlah Sampel :

15 orang x 2 x 20ml x 14 hari = 840 ml (900ml)

Formula :

R/ Ekstrak biji jintan hitam 270%

CMC Na 0,3%

Syrup simplex 30%

Methylparaben 0,05% (qs)

Na2S2O5 0,1%

Aquades s/d 3.740 ml

Penimbangan Bahan

R/ Ekstrak biji jintan hitam 3% = 270 g

CMC Na 0,3% = 27 g

Syrup simplex 30% = 3600 ml

Methylparaben 0,05% (qs) = 4,5 g

Na2S2O5 0,1% =9g

Aquades s/d = 3.740 ml


Gambar 2. 8
Penimbangan Bahan

Cara Pembuatan :

Panaskan panci yang berisi Aquades 1.870 ml selama 30 detik,lalu angkat dan

tuang ke dalam mortar. Taburkan CMCNa 27 gram ke atas permukaan,tutup dan

diamkan selama 30 menit. Gerus lalu tambahkan sisa aquades 1.870 ml sedikit demi

sedikit sambil digerus hingga homogen. Tambahkan ekstrak biji jintan hitam

sebanyak 270 g dan homogenkan kembali. Masukkan metylparaben sebanyak 4,5 g

(qs) dan Na2S2O5 sebanyak 9 gram. Cek volume sediaan dengan memasukkan massa

sirup ke dalam gelas ukur 10.000 ml. Kemudian tambahkan 3.600 ml sirup simplex

lalu homogenkan. Setelah homogen, pindahkan ke dalam botol coklat ukuran 300 ml

kemudian beri label. Ekstrak sirup biji jintan hitam siap dikonsumsi.

49
Gambar 2. 9
Pembuatan Ekstak Sirup Biji Jintan Hitam
4. Cara Pemberian dan Penyimpanan Ekstrak Sirup Biji Jintan Hitam

Ekstrak sirup biji jintan hitam diberikan kepada 15 orang ibu yang menyusui

selama 14 hari dalam bentuk sediaan sirup. Dengan dosis 600 ml, ekstrak sirup biji

jintan hitam dikomsumsi setiap pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur

sebanyak 20 ml dengan takaran 2 sendok makan sekali minum. Penyimpanan botol

ekstrak sirup biji jintan hitam cukup di suhu ruangan yang tidak terpapar sisnar

matahari, baik di komsumsi oleh oranga dewasa usia ≥ 17 Tahun. Dengan masa

penyimpanan sirup selama 2 tahun.

Gambar 2. 10
Ekstrak Sirup Biji Jintan Hitam

51
E. Kerangka Teori
Jintan
Laktagogum
Hitam

Hormon Oksitoksin Hormon Prolaktin

Produksi ASI

Faktor – Faktor yang mempengaruhi produksi


ASI

1. Makanan
2. Ketenangan Jiwa dan Pikiran
3. Penggunaan Alat Kontrasepsi
4. Perawatan Payudara
5. Anatomis Payudara
6. Factor Fisiologis
7. Pola Istirahat
8. Factor Isapan anak atau Frekuensi
Menyusui
9. Berat Lahir Bayi
10. Umur kehamilan saat Melahirkan
Gambar 2. 11 11. Konsumsi Rokok dan Alkohol
Kerangka Teori
Keterangan :

: Yang Tidak diteliti

: yang diteliti

: Berhubungan

: Menyebabkan

F. Kerangka Konsep

Kerangka Konsep dalam penelitian ini adalah:

Variabel Independent Variabel Dependent

Pemberian Ekstrak Sirup Peningkatan produksi


Biji Jintan Hitam ASI pada Ibu menyusui

Variabel Independent (variabel bebas) : ekstrak sirup biji jintan hitm (Nigella Sativa

Linn)

Variabel Dependent (variabel terikat) : peningkatan produksi ASI pada ibu

menyusui

53
G. Hipotesis

Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka teori maka hipotesis penelitian ini

adalah :

1. Ho : Pemberian ekstrak sirup biji jintan hitam (Nigella Sativa Linn) tidak

efektif terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Desa

Sugiharjo Tahun 2023.

2. Ha : Pemberian ekstrak sirup biji jintan hitam (Nigella Sativa Linn) efektif

terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui Di Desa Sugiharjo

Tahun 2023.

Anda mungkin juga menyukai