Paper Rudi
Paper Rudi
Oleh : Rudi
NIM : 11001200035
Konsetrasi : Hukum Jaminan Perbankan
Internasional
Abstrak
Seiring dengan perkembangan ekonomi di Indonesia, maka pembangunan
infrastruktur menjadi hal yang sangat penting untuk mengimbangi kebutuhan
pengembangan perekonomian yang ada. Salah satu contohnya adalah dengan
pengembangan infrastruktur unntuk pembangunan pendidikan, yang diharapkan
menjadi awal pembangunan sumber daya manusia yang berkompeten dan
memiliki daya saing global dan menjadi penopang perekonomian Negara
Indonesia di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, dalam proses pembangunan
infrastruktur tersebut, untuk dapat menjamin pelaksanaan dan kepastian hukum
yang ada, maka diperlukan adanya jaminan untuk keamanan atas dana yang sudah
disalurkan, yaitu dalam bentuk produk jasa perbankan yang disebut dengan Bank
Garansi. Dari bank garansi ini diharapkan agar mendapatkan rasa aman karena
adanya kewajiban dari pihak bank untuk melakukan pembayaran kepada pihak
pemilik pekerjaan atas dana yang telah diserahkan oleh pihak yang dijaminkan
jika pihak yang dijaminkan tersebut, dikemudian hari telah melakukan perbuatan
wanprestasi atas pekerjaan yang sudah diberikan oleh pemilik pekerjaan.
Kata Kunci: Perekonomian, Kontraktor, Perbankan, Bank Garansi
Abstract
Along with economic development in Indonesia, infrastructure development is
very important to balance the needs of existing economic development. One
example is the development of infrastructure for the development of education,
which is expected to be the beginning of the development of competent and
globally competitive human resources and to support the Indonesian economy in
the future. Therefore, in the process of infrastructure development, in order to
guarantee the implementation and legal certainty, it is necessary to have a
guarantee for the security of the funds that have been distributed, namely in the
form of a banking service product called a Bank Guarantee. From this bank
guarantee, it is expected to get a sense of security because of the obligation of the
bank to make payments to the owner of the work for the funds that have been
submitted by the guaranteed party if the guaranteed party, in the future, has
committed acts of default on the work that has been given by the owner.
profession.
Keywords: Economy, Contractors, Banking, Bank Guarantee
ii
DAFTAR ISI
Abstrak .................................................................................................................. I
Abstract ................................................................................................................. I
Daftar Isi................................................................................................................ Ii
I. Pendahuluan ................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian .................................................................................... 2
D. Metode Penelitian Dan Kerangka Teori ................................................. 3
II. Tinjauan Pustaka ............................................................................................ 3
A. Hukum Jaminan ...................................................................................... 3
B. Bank Garansi........................................................................................... 4
C. Teori Tanggung Jawab............................................................................ 6
D. Teori Kepastian Hukum .......................................................................... 7
III. Hasil Analisis ................................................................................................. 8
1. Pengaturan Bank Garansi Dalam Perundang-Undangan Di Indonesia... 8
2. Bentuk Tanggungjawab Perbankan Atas Jaminan Bank Garansi...........
Yang Tidak Dapat Dicairkan Atas Kesalahan Dari Pihak Bank............. 10
IV. Penutup .......................................................................................................... 12
A. Kesimpulan ............................................................................................. 12
B. Saran ....................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 13
1
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Dalam sebuah lembaga keuangan yang terdiri atas bank dan juga
lembaga keuangan bukan bank, dalam menjalankan kegiatan
operasionalnya untuk mendapatkan keuntungan, maka setiap lembaga
keuangan akan selalu berinovasi untk dapat menemukan bentuk-bentuk
jenis produk usaha baru yang dapat ditawarkan kepada nasabah tanpa
melanggar ketentuan perundang-undangan yang sudah ada.
Hasil dari inovasi produk saja lembaga keuangan yang dalam hal
ini adalah lembaga keuangan perbankan adalah jasa keuangan yang
bergerak di bidang asuransi kerugian, yaitu jaminan hutang atau jaminan
terhadap pelaksanaan kewajiban kepada pihak ketiga. Hal ini merupakan
bentuk impelementasi dari adanya pemahaman bahwa kepercayaan
dalam dunia bisnis tidaklah cukup untuk dapat menjamin kepastian atau
menghilangkan potensi resiko yang timbul dari kemungkinan
ketidakmampuan mitra bisis yang telah diberi kepercayaan dalam
menjalankan usahanya atau melaksanakan pekerjaan untuk mendapatkan
hal yang sebelumnya sudah diperjanjikan.
Oleh karena hal tersebut, dengan harapan agar dapat meminimalisir
kemungkinan terjadinya potensi resiko kegagalan untuk mewujudkan
tujuan yang ingin dicapai, maka untuk menjamin kepecayaan tersebut
pihak pemilik dana ataupun pemilik pekerjaan akan meminta sebuah
jaminan, baik itu jaminan perorangan ataupun jaminan garansi yang
dapat memberikan kepastian keamanan untuk mengatasi potensi
kerugian yang ditimbulkan jika mitra bisnis tersebut gagal
melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh pemilik dana atau pemilik
pekerjaan.1
Dari penjelasan yang ada diatas, sebuah jaminan menjadi hal yang
sangat penting selain kepercayaan yang sudah diberikan dari
1
M. Sofwan dan Sudewi S., 1990, Hukum Jaminan di Indonesia, Pokok-pokok Hukum
Jaminan dan Jaminan Perorangan, (Yogyakarta: Liberty), Hlm. 12.
2
2
I Made Pasek Diantha, 2017, Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi
Teori Hukum, (Jakarta: Prenada Media Group), Hlm. 12.
3
Anton Suyanto, 2016, Kepastian Hukum dalam Penyelesaian Kredit Macet melalui
Eksekusi Jaminan Hak Tanggungan Tanpa Proses Gugatan Pengadilan, (Jakarta: Kencana), Hlm.
81.
4
4
Titik Triwulandari Tutik, 2008, Hukum Perdata dalam Sistem Hukum Nasional,
(Jakarta: Kencana), Hlm. 175.
5
Anton Suyanto, Op. Cit, Hlm. 196.
6
Shainesh G, 2012, Effects of Trusyworthiness and trust on loyalty intentions: Validating
a parsimonious model in banking, International Journal of Bank Marketing Vol. 30 No. 4, Hlm.
267-279.
5
7
Dr. Kasmir, 2003, Dasar-dasar Perbankan (Cet. 2), (Jakarta: PT. Rajagrafindo
Persada), Hlm. 221.
6
8
Hans Kelsen, 2007, diterjemahkan oleh Somardi, General Theory of Law and State,
Teori Umum Hukum dan Negara, (Jakarta: BEE Media Indonesia), Hlm. 81.
9
Zainal Asikin, 2016, Pengantar Hukum Perusahaan, (Jakarta: Prenadamedia Group),
Hlm. 252.
7
10
Peter Mahmud Marzuki, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, (Jakarta: Kencana), Hlm 158.
11
Cut Kaman, dkk, 2009, Kamus Istitlah Hukum, (Jakarta: Tanpa Penerbit), Hlm. 395.
12
Lawrence M. Friedman, 1975, The Legal System a Social Science Perspective, (New
York: Russel Sage Foundation), Hlm. 6-11.
8
2. Zweckmassigkeit (Kemanfaatan)
3. Rechtssicherheit (Kepastian Hukum)
Jika dilihat, maka dapat disimpulkan bahwa tanpa adanya
kepastian hukum, maka setiap orang tidak akan dapat mengetahui
batasan-batasan antara perbuatan yang diperbolehkan dengan perbuatan
yang tidak diperbolehkan. Hal ini akan berdampak sangat buruk jika
tidak segera ditangani dengan membentuk pengaturan yang memiliki
kepastian hukum yang jelas dan terang, karena akan dapat menimbulkan
kekacauan sosial di lingkungan masyarakat, karena pada dasarnya
produk hukum yang menjadi dasar pengaturan kehidupan masyarakat
tersebut tidak memiliki kepastian hukum dan pengaturan yang jelas,
sehingga malah menimbulkan kebingungan di dalam masyarakat.13
13
Mirza Satria Buana, 2010, Hubungan Tarik-Menarik Antara Asas Kepastian Hukum
dengan Asas Keadilan (Susbtansial Justice) dalam Putusan-Putusan Mahkamah Konstitusi,
(Yogyakarta: Tesis Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia), Hlm. 34.
9
14
Sigit Ardianto dan Ahmad Fikri, 2009, Permasalahan Hukum Seputar Gadai Ganda
dan Gadai Utang, Jurnal Ilmu Hukum Padjajaran, Vol. XXXIV No. 2, Oktober 2009.
10
perubahan menjadi jaminan tunai ini, karena akan menjadi hal yang
cukup sulit bagi negara yang masih dalam proses berkembang untuk
dapat menciptakan situasi atau iklim usaha yang stabil seperti yang
sudah dibentuk oleh iklim pasar di negara-negara maju.
2. Bentuk Tanggungjawab Perbankan atas Jaminan Bank Garansi
yang tidak dapat dicairkan atas kesalahan dari Pihak Bank
Jika dilihat dari awal, setiap bank dapat menerbitkan garansi bank
pada pokoknya. Pada penerbitan bank garansi harus sesuai dnegan
aturan hukum yaitu telah tertulis pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun
1992 tentang Perbankan. Yang apabila dikaitkan pada hal tersebut,
terdapat contoh yaitu pada “Surat Edaran Direksi Bank Indonesia No.
11/110/KEP/DIR/UPPB pada tanggal 29 Maret 1997 tentang Pemberian
Jaminan oleh Bank dan Pemberian Jaminan oleh Lembaga Keuangan
bukan Bank, telah diatur bahwa bank garansi terdapat jenis-jenisnya
seperti berikut:
a. Bentuk warkat yaang diterbitkan oleh bank;
b. Bentuk tanda tangan untuk surat kedua dan seterusnya;
c. Adanya garansi lainnya akibat timbulnya perjanjian bersyarat”.
Dengan adanya garansi bank tersebut bertujuan untuk mewajibkan
bank untuk membayar apabila pihak yang memberikan jaminan tersebut
di kemudian hari melakukan perbuatan ingkar janji atau wanprestasi.
Oleh karenanya, dengan demikian jika suatu bank garansi sudah
diterbitkan untuk menjamin keamanan terkait pekerjaan dalam suatu
proyek, yang dalam kasus ini adalah pekerjaan terkait proyek konstruksi,
maka penggaransian tersebut termasuk dalam bentuk yang dijelaskan
pada poin c diatas, yaitu garansi lainnya yang timbul karena adanya
perjanjian bersyarat.
Dalam pokoknya, perihal prosedur untuk dapat melakukan
penerbitan bank garansi adalah sebagai berikut:
11
pihak yang dirugikan tersebut. Hal ini disebabkan karena pihak bank
sudah terbukti malanggar ketentuan yang diatur di dalam Pasal 1238
KUHPerdata yaitu:
“Debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan
akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan itu
sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus
dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.”
IV. Penutup
A. Kesimpulan
Pengaturan terkait bank garansi telah diatur secara jelas dalam
KUHPerdata dan juga dalam Surat Keputusan Bank Indonesia selaku
otoritas bank sentral dalam kegiatan perbankan di Indonesia. Bahwa
dalam penerbitan Bank Garansi tersebut menjadikan bentuk pengakuan
13
V. Daftar Pustaka
BUKU
Anton Suyanto, 2016, Kepastian Hukum dalam Penyelesaian Kredit Macet
melalui Eksekusi Jaminan Hak Tanggungan Tanpa Proses Gugatan
Pengadilan, (Jakarta: Kencana).
Cut Kaman, dkk, 2009, Kamus Istitlah Hukum, Jakarta: Tanpa Penerbit).
Dr. Kasmir, 2003, Dasar-dasar Perbankan (Cet. 2), (Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persafa).
Hans Kelsen, 2007, diterjemahkan oleh Somardi, General Theory of Law
and State, Teori Umum Hukum dan Negara, Jakarta: BEE Media
Indonesia.
I Made Pasek Diantha, 2017, Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam
Justifikasi Teori Hukum, (Jakarta: Prenada Media Group).
Lawrence M. Friedman, 1975, The Legal System a Social Science
Perspective, (New York: Russel Sage Foundation).
M. Sofwan dan Sudewi S., 1990, Hukum Jaminan di Indonesia, Pokok-
pokok Hukum Jaminan dan Jaminan Perorangan, (Yogyakarta:
Liberty).
Mirza Satria Buana, 2010, Hubungan Tarik-Menarik Antara Asas Kepastian
Hukum dengan Asas Keadilan (Susbtansial Justice) dalam Putusan-
Putusan Mahkamah Konstitusi, (Yogyakarta: Tesis Magister Ilmu
Hukum Universitas Islam Indonesia).
Peter Mahmud Marzuki, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, (Jakarta: Kencana).
Titik Triwulandari Tutik, 2008, Hukum Perdata dalam Sistem Hukum
Nasional, (Jakarta: Kencana).
Zainal Asikin, 2016, Pengantar Hukum Perusahaan, (Jakarta:
Prenadamedia Group).
15
JURNAL
Shainesh G, 2012, Effects of Trusyworthiness and trust on loyalty
intentions: Validating a parsimonious model in banking, International
Journal of Bank Marketing Vol. 30 No. 4.
Sigit Ardianto dan Ahmad Fikri, 2009, Permasalahan Hukum Seputar
Gadai Ganda dan Gadai Utang, Jurnal Ilmu Hukum Padjajaran, Vol.
XXXIV No. 2, Oktober 2009.
Direktori Putusan Mahkam
PaUh
TUASgAuNng Republik Indonesia
[Link] Nomor 115 K/Pdt/2017
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Direkto1r.i P
Huu
butn
ugsanan
hukM
umah
ank
taa
ramPa
enhggA
ugg
atudn
ang TR
ere
guput btim
ga libkulIn
bed
rdo
asn
ae
r ks
ania
[Link]
[Link] Nomor 345.1556/PKP/III/GP/2012, tertanggal
17 Juli 2012 (“Bank Garansi Pelaksanaan”);
2. Bahwa Bank Garansi Pelaksanaan tersebut diterbitkan oleh Tergugat
untuk memberikan jaminan kepada Penggugat untuk kepentingan PT.
Energi Tata Persada atas pelaksanaan Pekerjaan Jasa Penyedia dan
Pengoperasian Perangkat Alat Bor Kapasitas Minimal 1.500 HP
berdasarkan Surat Keputusan/Penunjukan/Kontrak/P.O Nomor 01-
0056/CO/ACG-SBII/V/2012 tertanggal 22 Mei 2012 atas uang sejumlah
USD 399,681.00 (tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu enam ratus
delapan puluh satu dolar US);
3. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 Bank Garansi Pelaksanaan, Bank
Garansi Pelaksanaan berlaku sejak tanggal 14 Mei 2012 sampai dengan
tanggal 13 Maret 2013;
4. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 2 Bank Garansi Pelaksanaan,
Tuntutan penagihan/klaim atas Bank Garansi diajukan oleh Pihak
Penerima Jaminan (Penggugat) secara tertulis kepada Pihak Penjamin
(Tergugat) segera setelah timbul cedera janji (wanprestasi/default) oleh
pihak yang dijamin (PT. Energi Tata Persada) sebagaimana dengan
syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan yang
dinyatakan berdasarkan Surat Keputusan dari Pihak Penerima Jaminan
mengenai pengenaan sanksi akibat tindakan cidera janji oleh pihak yang
dijamin. Pihak Penjamin selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan
setelah menerima tuntutan penagihan/klaim akan membayar dalam
jumlah penuh sampai dengan jumlah tersebut di atas kepada pihak
penerima jaminan;
5. Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Bank Garansi Pelaksanaan, tuntutan
penagihan/klaim menjadi kadaluarsa (tidak berlaku) setelah 14 (empat
belas) hari terhitung sejak tanggal berakhirnya jangka waktu Bank
Garansi;
6. Berdasarkan ketentuan Pasal 4 Bank Garansi Pelaksanaan, merujuk
pada Pasal 1832 KUHPerdata, Pihak Penjamin (Tergugat)
mengesampingkan hak istimewanya atas harta benda milik pihak yang
dijamin yang berkenaan dengan penyitaan dan penjualan harta benda
tersebut untuk melunasi hutangnya sebagaimana ditentukan dalam
Pasal 1831 KUHPerdata;
7. Penggugat telah mengundang perusahaan-perusahaan penyewaan alat
pengeboran (drilling rig rental equipment) untuk mengikuti prakualifikasi
dan kemudian mengajukan harga penawaran sewa alat pengeboran
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Direktori P
Peu
ngtauds
aaannJaM
saaP
heknyaem
diaa
anhdA
angPuen
ngg
opR
eraesp ub
ian PelirakngIknad olant eBsoria
t A
[Link] gsunMgin
ita .g. o1.5id00 HP, Lelang Nomor 01-049-R/SR/SRL-SBII/VI/2011,
(untuk selanjutnya disebut sebagai “Pengadaan Alat Bor”);
8. Pada tanggal 14 Februari 2012, Penggugat menyatakan bahwa PT.
Energi Tata Persada lulus dalam tahap prakualifikasi pelelangan ulang
oleh panitia pengadaan barang dan jasa sebagaimana dinyatakan dalam
Surat Nomor 009-DRL/PP-SBII/VDR/I/2012;
9. Pada tanggal 7 Maret 2012, PT. Energi Tata Persada melalui Surat
Pernyataan Setuju Dengan Syarat dan Ketentuan Konsep Surat
Perjanjian tertanggal 7 Maret 2012 yang ditandatangani oleh Taufik
Wazar selaku Direktur PT. Energi Tata Persada, yang pada pokoknya
menyatakan apabila PT. Energi Tata Persada dinyatakan sebagai
pemenang dalam Lelang Ulang Nomor 01-049-R/SR/DRL-SBII/VI/2011
maka PT. Energi Tata Persada setuju untuk terikat dalam suatu
perjanjian dengan ketentuan dan syarat di dalam perjanjian yang
terlampir di dalam Dokumen Pengadaan Lelang Ulang Nomor 01-049-
R/SR/DRL-SBII/VI/2011 (“Dokumen Pengadaan Lelang Ulang”) dan PT.
Energi Tata Persada tidak berhak untuk mengajukan pengecualian
terhadap seluruh ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam
konsep Perjanjian terlampir dalam Dokumen Pengadaan Lelang Ulang;
10. Pengadaan lelang ulang tersebut dimenangkan oleh PT. Energi Tata
Persada berdasarkan Surat Penunjukan Pemenang Pengadaan dari
General Manager Penggugat kepada Direktur PT. Energi Tata Persada
tanggal 4 Mei 2012 (“Surat Penunjukan Pemenang Pengadaan”);
11. Bahwa berdasarkan Pasal 18 Dokumen Pengadaan Lelang Ulang, PT.
Energi Tata Persada diwajibkan untuk menyerahkan Jaminan
Pelaksanaan asli yang diterbitkan oleh Bank Umum Pemerintah dengan
ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku bagi Penggugat.
Jaminan Pelaksanaan tersebut adalah untuk prosentasi sekurang-
kurangnya 5% dari Total Nilai Kontrak. Jaminan Pelaksanaan tersebut
berlaku hingga 60 (enam puluh) hari setelah diselesaikannya semua jasa
oleh PT. Energi Tata Persada berdasarkan Dokumen Pengadaan Lelang
Ulang. Bahwa untuk melaksanakan kewajiban sesuai Pasal 18 Dokumen
Pengadaan Lelang Ulang tersebut di atas, PT. Energi Tata Persada
menyerahkan kepada Penggugat Bank Garansi Pelaksanaan yang
diterbitkan oleh Tergugat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Direkto1r.i P
Unu
tutkum
seamnulaM aehlakksaanm
i p aaa
nhpeA
keg uann gpeR
rja nge
adpau
anbp
liekranIgnkd
atobn
orets
eria
[Link]
bauh
t aPgeunnggu
.[Link] Surat Perintah Melaksanakan Pekerjaan
(SPMP) dari Penggugat kepada PT. Energi Tata Persada yang pada
intinya memerintahkan kepada PT. Energi Tata Persada untuk segera
melaksanakan pekerjaan mendahului penandatanganan kontrak senilai
USD 7,993,620 (tidak termasuk PPN) dengan jangka waktu kontrak 9
bulan dengan ketentuan bahwa:
a. Untuk melakukan mobilisasi alat bor dalam jangka waktu 90 hari
kalender sejak terbitnya SPMP, yang berarti peralatan sudah harus
tiba dilapangan Penggugat tanggal 13 Agustus 2012;
b. Untuk jangka waktu pekerjaan adalah 6 bulan sampai dengan
diselesaikannya 2 sumur eksplorasi Penggugat sejak tanggal mulai
nya pekerjaan berdasarkan Berita Acara Pelaksanaan Pekerjaan
yang ditandatangani kedua belah pihak;
2. SPMP tersebut memuat pula permintaan agar PT. Energi Tata Persada
menyerahkan jaminan yang diterbitkan oleh Bank Umum berstatus
BUMN/BUMD dengan jangka waktu terhitung dari tanggal 14 Mei 2012
sampai dengan 13 Maret 2013;
3. SPMP tersebut dikirimkan kepada PT. Energi Tata Persada tanggal 14
Mei 2012 dan dikembalikan kepada Penggugat dengan dibubuhi
tandatangan pihak PT. Energi Tata Persada pada tanggal 21 Juni 2012.
4. Pada tanggal 21 Juni 2012, Penggugat mengadakan pertemuan dengan
PT. Energi Tata Persada mengenai kesiapan peralatan dan target
jadwal inspeksi yang pada pokoknya menyepakati hal-hal sebagai
berikut:
a. Inspeksi akan dilakukan pada tanggal 30 Juni 2012 oleh pihak
ketiga di Palu tidak termasuk BOP 29”, yang mana inspeksi untuk
BOP 29 ½” hanya dilakukan sebatas dokumen berdasarkan
function test;
b. Inspeksi dan preliminary report diperkirakan 10 hari;
c. Apabila ditemukan major finding atau kerusakan, Penggugat dan
PT. Energi Tata Persada dapat mengambil rekomendasi dari Pihak
Ketiga;
d. Apabila sampai dengan akhir dari masa inspeksi, ternyata PT.
Energi Tata Persada belum memenuhi tanggung jawabnya maka
PT. Energi Tata Persada dianggap lalai dalam memenuhi tanggung
jawab;
e. PT. Energi Tata Persada akan memberikan Daily Report untuk
progress kerja kepada Penggugat;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Direktori Pfu
. tD
uipsearkniraM
kanadhak
ri a
inm
speakh
si tA
ang
ggu
aln3g
0 JR
une
ip20u
12b
, lm
ikobiIln
isad
siosn
amepsaii a
[Link]
gn g.R
an [Link]
Up maka Spud in dimulai pada tanggal 14 September
2012 (sebagaimana tercantum dalam SPMP yaitu 90 hari sejak
diterbitkan SPMP);
5. Pada tanggal 30 Juni 2012, ModuSpec melakukan inspeksi sesuai
dengan kesepakatan pertemuan tanggal 21 Juni 2012. Kemudian
ModuSpec menerbitkan hasil inspeksi. Dari hasil inspeksi ini ditemukan
310 temuan yang terdiri dari 86 kritikal, 144 major dan 30 minor,
sehingga amat sulit bagi Penggugat memenuhi komitmen pada BP
Migas dan juga pada holding Penggugat yang memberikan batas waktu
untuk pengeboran di bulan September. Berdasarkan hasil laporan
inspeksi yang dilakukan oleh ModuSpec, PT. Energi Tata Persada tidak
memenuhi komitmennya sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Direktori PKuontturask aPnenM
gaa
dah
akn aBm anhg/JA
ara asg
a uPn
egnyeR
die
aap
n udb
alnikPe
Inngdoen
op rae
sis
ania
[Link]
meara
hnaggkuant [Link]
r .d
idengan Kapasitas Minimal 1500 HP (Dokumen Penga
daan Lelang Ulang Nomor 01-049-R/SR/DRL-SBII/VI/2011), Nomor
078/ Legal/ACG SBII/VII/2012, tertanggal 23 Juli 2012 kepada PT.
Energi Tata Persada yang menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Direktori PuttuersgoalonngMMaahjok
r a
RmecoamhmeA
ndgau
tion
n gdaR
n e3p
0 uitb
emlikseIbnad
gao
inMe
ins
oria
[Link]
.[Link];
g. ModuSpec juga menemukan bahwa maintanance terakhir Rig PT.
Energi Tata Persada dilakukan pada tahun 2009 dan pada saat
inspeksi, crew Rig tidak kooperatif sehingga ada beberapa
kebutuhan inspeksi yang seharusnya dapat diperiksa, tetapi tidak
dapat dilakukan;
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Penggugat
memandang bahwa PT. Energi Tata Persada tidak siap untuk
melaksanakan pekerjaan jasa penyediaan dan pengoperasian
perangkat bor di lokasi Penggugat sebagaimana dimaksud
Dokumen Lelang dan telah lalai melaksanakan ketentuan kontrak,
sehingga berdasarkan ketentuan kontrak dalam dokumen Lelang,
maka PT. Energi Tata Persada melanggar ketentuan kontrak
khususnya mengenai Jaminan dan PT. Energi Tata Persada
dianggap cidera janji. Namun pada surat ini dinyatakan pula oleh
Penggugat bahwa PT. Energi Tata Persada diminta mengambil
tindakan yang memuaskan Penggugat untuk menjamin bahwa
masalah yang dikeluhkan sebagaimana dimaksud dalam surat ini
untuk diperbaiki dalam jangka waktu 10 hari kalender sejak surat ini
dikeluarkan;
h. Permintaan oleh Penggugat agar PT. Energi Tata Persada
melakukan perbaikan dalam jangka waktu 10 hari kalender sejak
surat ini dikeluarkan, dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Apabila perbaikan dalam jangka waktu 10 hari sebagaimana
disyaratkan tidak dilakukan dan kekurangan peralatan masih
belum dilengkapi maka Penggugat akan melakukan pemutusan
Kontrak untuk seluruhnya.
2) Dalam jangka waktu 10 hari tersebut pula PT. Energi Tata
Persada harus memberikan progress report perbaikan dan
jumlah barang yang telah terkumpul;
3) PT. Energi Tata Persada wajib memberikan Performance Bond/
Bank Garansi Pelaksanaan;
4) Akan dilakukan test dan inspeksi setelah jangka waktu 10 hari
tersebut telah habis untuk membuktikan perbaikan mana yang
telah dilakukan oleh PT. Energi Tata Persada yang mana akan
dilakukan oleh Pihak Ketiga yang ditunjuk Penggugat dengan
biaya ditanggung oleh PT. Energi Tata Persada. Jika hasil test
dan inspeksi tersebut menunjukkan bahwa PT. Energi Tata
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Direktori PutusPaenrsaM
daahgkaa
gam
l am
hemApg
eru
ban
ikg
i R
dae
n pu
mbelleink
gkIan
pidosn
eluers
uhia
[Link]
eg
[Link] yang dikeluhkan, maka Kontrak akan di putuskan
seluruhnya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Direktori Pbu
ahtw
uasm
aansihMta
erh
dak
paatm
baanh
yakAkg
eukun
rag
ngaR
n edp
anu/ab
taluikkeIln
ald
aiaonnyesgia
an
[Link]
.[Link]. Energi Tata Persada, yaitu khususnya kelengka
pan peralatan yang tidak berada di lokasi Palu yard.
9. Bahwa menindaklanjuti hasil inspeksi yang dilakukan pada tanggal 3
Agustus 2012 dan untuk melaksanakan hak Penggugat berdasarkan
Pasal 30.2.e. Dokumen Pengadaan Lelang Ulang maka pada tanggal
7 Agustus 2012 Penggugat mengirimkan surat perihal: Pemutusan
Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan Jasa Penyediaan dan
Pengoperasian Perangkat Bor dengan Kapasitas Minimal 1500 HP
(Dokumen Pengadaan Lelang Ulang Nomor 01-049-R/SR/DRL-
SBII/VI/2011), yang pada pokoknya berisi mengenai pelaksanaan hak
Penggugat untuk memutuskan perjanjian pelaksanaan pekerjaan
Pengadaan Alat Bor berdasarkan Dokumen Pengadaan Lelang Ulang.
10. Bahwa kemudian untuk menegaskan kedudukan hubungan hukum
antara Penggugat dan PT. Energi Tata Persada, Penggugat menerbit
kan Surat Keputusan General Manager sehubungan dengan
pemutusan kontrak pelaksanaan pekerjaan jasa penyediaan & peng
operasian perangkat bor dengan kapasitas 1500 HP (berdasarkan
Dokumen Pengadaan Lelang Ulang Nomor 01-049-R/SR/DRL-SBII/
VI/2011 beserta lampirannya) akibat adanya cidera janji yang dilaku
kan oleh PT. Energi Tata Persada;
11. Bahwa akibat wanprestasi PT. Energi Tata Persada atas Pelaksanaan
Pekerjaan Jasa Penyediaan & Pengoperasian Perangkat Bor Dengan
Kapasitas 1500 HP maka Penggugat mengalami kerugian yang
diantaranya berasal dari keterlambatan pengeboran dan pengadaan
kembali pekerjaan jasa penyediaan, pengoperasian perangkat bor
dengan kapasitas 1500 HP;
C. Tergugat selaku penjamin telah melakukan wanprestasi atas Bank Garansi
pelaksanaan yang diterbitkannya.
1. Bahwa atas perbuatan wanprestasi yang dilakukan oleh PT. Energi
Tata Persada, Penggugat bermaksud melakukan pencairan atas
jaminan pelaksanaan berupa Bank Garansi Pelaksanaan melalui Surat
Perihal Pencairan Performance Bond PT. Energi Tata Persada Sebagai
Akibat Pemutusan Atas Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan
Jasa Penyediaan dan Pengoperasian Perangkat Bor dengan Kapasitas
Minimal 1500 HP (Dokumen Pengadaan Lelang Ulang Nomor 01-049-
R/SR/DRL-SBII/VI/2011), Nomor 041/Legal/ACG-SBII/III/2013,
tertanggal 18 Maret 2013;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Direkto2r.i PBuahtwuasapenncM anhk
aira Baanm aahranAsigPuenlag
k G ksaR
nae
apnu
mberluip
kakIanndhoan
ke srii a
da
[Link]
meanhgagguu
gnatg. .B
geor.d
idasarkan Pasal 18 Dokumen Pengadaan Lelang Ulang,
apabila Terjamin gagal melaksanakan semua atau sebagian jasa atau
kewajiban-kewajibannya berdasarkan kontrak, maka perseroan dapat
melakukan pencairan atas jaminan yang diberikan;
3. Bahwa surat untuk melakukan pencairan Bank Garansi Pelaksanaan
tersebut juga disertai dengan dokumen sebagai berikut:
a. Asli Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 345.1556/PKP/III/GP/2012,
tertanggal 17 Juli 2012;
b. Asli Surat Keputusan General Manager sehubungan dengan
pemutusan kontrak pelaksanaan pekerjaan jasa penyediaan &
pengoperasian perangkat bor dengan kapasitas 1500 HP
(berdasarkan Dokumen Pengadaan Lelang Ulang Nomor 01-049-
R/SR/DRL-SBII/VI/2011 beserta lampirannya) akibat adanya cidera
janji yang dilakukan oleh PT. Energi Tata Persada.
c. Berita Acara Inspeksi;
d. Minutes of Meeting;
e. Surat Perintah Memulai Pekerjaan Nomor 27/SPMP/ACG-
SBII/V/2012;
f. Surat Penunjukan Pemenang Lelang Ulang, dan
g. Dokumen Pengadaan Lelang Ulang;
4. Bahwa surat pencairan Bank Garansi Pelaksanaan dan lampiran
pendukungnya sebagaimana dimaksud dalam Angka 1 dan 2 Bagian C
di atas telah disampaikan dan diterima oleh Tergugat pada tanggal 19
Maret 2013;
5. Bahwa pencairan Bank Garansi Pelaksanaan merupakan hak yang
dimiliki oleh Penggugat berdasarkan Pasal 2 Bank Garansi Pelaksa
naan. Pasal 2 Bank Garansi Pelaksanaan mengatur bahwa Penggugat
memiliki hak untuk melakukan klaim atas Bank Garansi Pelaksanaan.
Klaim atas Bank Garansi Pelaksanaan dilakukan secara tertulis setelah
PT. Energi Tata Persada menurut penilaian Pihak Penerima Jaminan
yaitu Penggugat, melakukan wanprestasi atas syarat-syarat dan
ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan yang dinyatakan berdasar
kan surat keputusan Penggugat;
6. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 2 Bank Garansi, selambat-lambat
nya 1 (satu) bulan sejak Tergugat menerima klaim dari Penggugat,
Tergugat akan membayarkan sejumlah jaminan sebesar nilai jaminan
pada Bank Garansi Pelaksanaan;
Pasal 2 Bank Garansi Pelaksanaan berbunyi:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Direktori P“Tuutnutustaan npeM
naa
gih
hak
na/klm
aimah
ataA
sgBu
ann
k gGa
Rraenp
si udb
ialjuikkanInod
leo
hnPe
ihs
akia
[Link]
[Link]
[Link] secara tertulis kepada Pihak Penjamin segera
setelah timbul cidera janji (wanprestasi/default) oleh pihak yang dijamin
sebagaimana dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
pelaksanaan pekerjaan yang dinyatakan berdasarkan Surat Keputusan
dari Pihak Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat
tindakan cidera janji oleh pihak yang dijamin. Pihak Penjamin selambat-
lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan setelah menerima tuntutan
penagihan/klaim akan membayar dalam jumlah penuh sampai dengan
jumlah tersebut di atas kepada Pihak Penerima Jaminan”;
7. Bahwa berdasarkan Pasal 4 Bank Garansi Pelaksanaan, Tergugat
telah sepakat untuk mengesampingkan dan melepaskan hak istimewa
nya sebagai penjamin agar barang-barang debitur terjamin diambil
terlebih dahulu untuk pelunasan utang sebagaimana ditentukan dalam
Pasal 1831 KUHPerdata. Sesuai dengan Pasal 1832 KUHPerdata
karena Tergugat telah melepaskan hak istimewanya maka Penggugat
dapat menuntut langsung atas jaminan yang diberikan oleh Tergugat
berdasarkan Bank Garansi Pelaksanaan yaitu sejumlah uang sebesar
USD 399,681.00 (tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu enam ratus
delapan puluh satu dolar US);
8. Bahwa sesuai Pasal 3 ketentuan Bank Garansi, sifat dari Bank Garansi
Pelaksanaan yang diterbitkan oleh Tergugat adalah tidak bersyarat
(unconditional), hal ini berarti jika penerima jaminan melakukan klaim
atau meminta pencairan Bank Garansi Pelaksanaan maka bank
penjamin dalam hal ini Tergugat tidak memiliki alasan untuk menolak
pencairan tersebut kecuali klaim atau permohonan pencairan Bank
Garansi Pelaksanaan tidak memenuhi syarat administratif. Dalam
melakukan pencairan Bank Garansi Pelaksanaan, bank tidak berhak
menolak dengan alasan bahwa Terjamin tidak melakukan wanprestasi.
9. Bahwa Penggugat telah meminta agar dilakukan pencairan terhadap
Bank Garansi Pelaksanaan melalui Surat Perihal Pencairan
Performance Bond PT. Energi Tata Persada sebagai akibat pemutus an
atas kontrak pengadaan barang/jasa pekerjaan jasa penyediaan dan
pengoperasian perangkat bor dengan kapasitas minimal 1500 HP
(Dokumen Pengadaan Lelang Ulang Nomor 01-049-R/SR/DRL-SBII/VI/
2011), Nomor 041/Legal/ACG-SBII/III/2013, tertanggal 18 Maret 2013
yang telah diterima oleh Penggugat pada tanggal 19 Maret 2013;
10. Bahwa sesuai ketentuan Pasal 2 Bank Garansi Pelaksanaan seharus
nya Tergugat telah menyerahkan uang hasil pencairan Bank Garansi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Direktori PPueltaukssanaananMseabheskaar m
USaDh3A
99g
,6u
81n
.0g
0 R
(tigeapru
atb
uslik Inbidlanonpe
sem shia
ulu
[Link]
eamhbailg
aunng
[Link] ratus delapan puluh satu dolar US) kepada
Penggugat selambat-lambatnya pada tanggal 19 April 2013 yaitu 1
(satu) bulan sejak surat permohonan pencairan diterima oleh Tergugat
yaitu 19 Maret 2013;
11. Bahwa sebelum jatuh temponya waktu pencairan Bank Garansi
Pelaksanaan, pada tanggal 9 April 2013, Penggugat telah mengirimkan
surat berperihal: Informasi Atas Status Pencairan Performance Bond
PT. Energi Tata Persada sebagai akibat pemutusan atas kontrak
pengadaan barang/jasa pekerjaan jasa penyediaan dan pengopera sian
perangkat bor dengan kapasitas minimal 1500 HP (Dokumen
Pengadaan Lelang Ulang Nomor 01-049-R/SR/DRL-SBII/VI/2011),
tenggal 9 April 2013 untuk meminta informasi mengenai status
pencairan Bank Garansi Pelaksanaan dan mengingatkan Tergugat
bahwa sesuai Pasal 2 Bank Garansi Pelaksanaan jangka waktu jatuh
tempo Bank Garansi Pelaksanaan adalah pada tanggal 19 April 2013;
12. Bahwa atas surat Penggugat tertanggal 9 April 2013 tersebut, pada
tanggal 18 April 2013 Tergugat memberitahu Penggugat melalui surat
berperihal Bank Garansi PT. Energi Tata Persada, tertanggal 18 April
2013 bahwa klaim Bank Garansi Pelaksanaan masih dalam tahap
verifikasi data dan harus bertemu pihak terkait untuk validasi data;
13. Bahwa atas surat Tergugat tertanggal 18 April 2013 tersebut,
Penggugat memberitahukan Tergugat melalui surat berperihal jawaban
atas email tanggapan PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera
Selatan dan Bangka Belitung kepada ACG (South Bengara II) Pte. Ltd
tertanggal 18 April 2013, tertanggal 19 April 2013 hal-hal sebagai
berikut:
a. Jangka waktu jatuh tempo pencairan Bank Garansi Pelaksanaan
adalah pada tanggal 19 April 2013;
b. Penggugat telah memenuhi seluruh syarat yang diperlukan untuk
mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan;
c. Tergugat wajib mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan apabila
adanya tuntutan/klaim dari Penggugat setelah adanya cidera janji
yang dilakukan oleh PT. Energi Tata Persada;
d. Meminta agar Tergugat segera menyelesaikan proses verifikasi atas
pengajuan pencairan Bank Garansi Pelaksanaan mengingat jangka
waktu jatuh tempo pencairan Bank Garansi Pelaksanaan adalah
pada tanggal 19 April 2013;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Direkto1r4i . PBuahtwuasasentelM
ah ajahnk
gka
amwa
akh
tu A
jag unteg
tuh mpR
oepp
enu
cab link BIannd
ira koGn
are
anssii a
[Link]
mealahkasgaunnag
[Link]
da tanggal 19 April 2013 terlewati, melalui surat dari
kuasa hukum Penggugat Nomor 189/MRP-ACG/1207/IV/2013
tertanggal 1 Mei 2013 perihal Peringatan Untuk Melaksanakan
Kewajiban Pencairan Atas Bank Garansi Pelaksanaan Nomor
348.1556/PKP/III/GP/2012 tanggal 17 Juli 2012 yang diterbitkan oleh
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka
Belitung (Sommasi-I) memperingatkan Tergugat untuk mencairkan
Bank Garansi Pelaksanaan dan dengan iktikad baik memberikan waktu
7 (tujuh) hari sejak tanggal surat tersebut untuk mencairkan Bank
Garansi Pelaksanaan;
15. Bahwa walaupun Penggugat telah beriktikad baik memberikan toleransi
jangka waktu untuk mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan namun
Tergugat tidak juga mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan sehingga
Penggugat melalui kuasa hukum Penggugat kembali memberikan
peringatan melalui surat Nomor 216/MRP-ACG/1207/IV/2013 tertanggal
13 Mei 2013 perihal Peringatan Untuk Melaksanakan Kewajiban
Pencairan Atas Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 348.1556/PKP/III/
GP/2012 tanggal 17 Juli 2012 yang diterbitkan oleh PT Bank
Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung
(Sommasi-II) dan dengan iktikad baik memberikan waktu 7 (tujuh) hari
sejak tanggal surat tersebut untuk mencairkan Bank Garansi
Pelaksanaan;
16. Bahwa walaupun Penggugat kembali telah beriktikad baik memberikan
toleransi jangka waktu untuk mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan
namun Tergugat tidak juga mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan
sehingga Penggugat melalui Kuasa Hukum Penggugat kembali
memberikan peringatan melalui surat Nomor 246/MRP-
ACG/1207/V/2013 tertanggal 31 Mei 2013 perihal Peringatan Untuk
Melaksanakan Kewajiban Pencairan Atas Bank Garansi Pelaksanaan
tertanggal 17 Juli 2012 Nomor 348.1556/PKP/III/GP/2012 yang
diterbitkan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan
Bangka Belitung (Sommatie-III) dan dengan iktikad baik memberikan
waktu 7 (tujuh) hari sejak tanggal surat tersebut untuk mencairkan Bank
Garansi Pelaksanaan;
17. Dalam Somasi III tersebut Penggugat juga telah menyampaikan bahwa
telah terdapat putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht
van gewijsde) yaitu Putusan Perkara Nomor 19/[Link]/PKPU/2013/
[Link] yang dalam pertimbangan putusan tersebut disebut
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Direktori Pku
antushawn
ba a pM
emauhtuksaanmDa
okh
umA
engL
uen
lag
ng R
Ule
anpguyb
anlg
ikdiIlankd
uko
anne shia
ole
[Link]
meanhgagguu
[Link] karena PT. Energi Tata Persada tidak melak
sanakan kewajibannya sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam
Dokumen Lelang Ulang. Pertimbangan tersebut merupakan bukti
bahwa PT. Energi Tata Persada telah melakukan wanprestasi kepada
ACG (South Bengara II) sehingga Tergugat harus melakukan pencairan
Bank Garansi Pelaksanaan;
Dalam Somasi III tersebut Penggugat melampirkan salinan Putusan
Perkara Nomor 19/[Link]/PKPU/2013/[Link].
18. Bahwa walaupun Penggugat kembali telah beriktikad baik memberikan
toleransi jangka waktu untuk mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan
kepada Tergugat namun Tergugat tidak juga mencairkan Bank Garansi
Pelaksanaan bahkan Tergugat tidak memberikan tanggapan atas
Somasi I, Somasi II, dan Somasi III;
19. Bahwa Bank Garansi Pelaksanaan merupakan perjanjian yang memiliki
jangka waktu. Berdasarkan Pasal 1238 KUHPerdata, maka Tergugat
telah cidera janji atau wanprestasi sejak Tergugat tidak melaksanakan
kewajibannya untuk mencairkan Bank Garansi Pelaksanaan dalam
jangka waktu yang ditentukan dalam Bank Garansi Pelaksanaan;
Pasal 1238 KUHPerdata mengatur sebagai berikut:
“Debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta
sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila
perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan
lewatnya waktu yang ditentukan”;
20. Bahwa berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata, atas wanprestasi yang
dilakukan oleh Tergugat maka Penggugat memiliki hak untuk men
dapatkan ganti kerugian, biaya dan bunga atas tidak dilaksanakannya
pencairan Bank Garansi Pelaksanaan oleh Tergugat;
Pasal 1243 KUHPerdata mengatur sebagai berikut:
“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu
perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan
lalai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang
harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilaku
kannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan”.
21. Bahwa dengan tidak dilaksanakannya pencairan Bank Garansi Pelak
sanaan oleh Tergugat maka Penggugat mengalami kerugian sebesar
USD 399,681.00 (tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu enam ratus
delapan puluh satu dolar US) yang seharusnya menjadi kompensasi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Direktori Pbu
agtiu
Psenagn M
gugataah
tak
sa m
wa npa
reh
staA
sigunn
ya ggdilaR
kuekp
anuob
lelhik
PTI.n
Edneo
rgn
iTeastaia
[Link]
mearshaadgaun
begr.d
[Link] Dokumen Pengadaan Lelang Ulang;
22. Bahwa sesuai dengan Pasal 1243 KUHPerdata, selain ganti rugi,
Penggugat juga memiliki hak untuk menuntut bunga atas wanprestasi
yang dilakukan oleh Tergugat. Berdasarkan Pasal 1250 ayat (1)
KUHPerdata dalam hal perjanjian tidak menentukan bunga yang harus
dibayar oleh Tergugat dalam hal terjadi keterlambatan pembayaran
prestasi maka yang menjadi hak Penggugat adalah bunga berdasarkan
undang-undang;
Pasal 1250 ayat (1) KUHPerdata menentukan sebagai berikut:
“Dalam perikatan yang hanya berhubungan dengan pembayaran
sejumlah uang, penggantian biaya, kerugian dan bunga yang timbul
karena keterlambatan pelaksanaannya, hanya terdiri atas bunga yang
ditentukan oleh undang-undang tanpa mengurangi berlakunya
peraturan undang-undang khusus. Penggantian biaya, kerugian dan
bunga itu wajib dibayar, tanpa perlu dibuktikan adanya suatu kerugian
o!eh kreditur. Penggantian biaya, kerugian dan bunga itu baru wajib
dibayar sejak diminta di muka Pengadilan, kecuali bila undang-undang
menetapkan bahwa hal itu berlaku demi hukum”;
23. Bahwa berdasarkan Staatblad 1848 Nomor 22 jo. Staatblad Nomor
1849 Nomor 63, bunga menurut undang-undang adalah sebesar 6%
per tahun;
24. Bahwa berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 156 K/Sip/
1974, tertanggal 15 Agustus 1974, jika bunga tidak diperjanjikan maka
besarnya bunga adalah 6% (enam persen) setahun sesuai dengan
undang-undang yang berlaku;
25. Bahwa berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata, Pasal 1250 ayat (1)
KUHPerdata, Staatblad 1848 Nomor 22 jo. Staatblad Nomor 1849
Nomor 63, dan Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 156 K/Sip/1974
maka Penggugat berhak atas bunga sebesar 6% per tahun atau 0,5%
per bulan dari USD 399,681.00 terhitung sejak tanggal gugatan aquo
diajukan sampai dengan dibayar lunas oleh Tergugat. Bahwa oleh
karena gugatan Penggugat didasarkan kepada bukti-bukti yang
autentik, dengan berpedoman kepada ketentuan Pasal 180 (1) HIR
maka Penggugat mohon kepada Majelis Hakim agar menyatakan
putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun
ada perlawanan, banding, atau kasasi (uitvoerbaar bij voorraad);
26. Bahwa untuk menghindari iktikad buruk Tergugat untuk menunda-
nunda pembayaran ganti rugi yang diajukan Penggugat maka mohon
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Direktori Pku
eptausaMnajeM
da lisaH
hakkia
mmyaanh
g tA gourmnag
erh t mR
enegp
huu
kubmlikTeIrn
gud
gaot n
uents
ukia
[Link]
meam
habg
ayuanrgu.g
ao .idpaksa (dwangsom) sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh
ng
juta rupiah) untuk setiap hari lalai melaksanakan putusan dalam
perkara ini;
Dalam Provisi:
27. Bahwa untuk melindungi kepentingan Penggugat sehubungan dengan
gugatan ini serta demi menghindari adanya upaya-upaya Tergugat
untuk mengalihkan aset-aset miliknya, sehingga gugatan ini menjadi
sia-sia (illusionir) dan menjamin pelaksanaan kewajiban yang harus
dilakukan Tergugat, maka sangat beralasan hukum apabila Majelis
Hakim meletakan sita jaminan atas aset milik Tergugat yang jumlah dan
letaknya akan Penggugat uraikan dalam surat permohonan sita jaminan
tersendiri;
28. Bahwa Penggugat memiliki asset berupa tanah dan gedung yang
terletak di Jalan Gubernur H. Ahmad Bastari Nomor 07, Kelurahan
Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I Jakabaring, Palembang, maka
untuk menjamin dilak sanakannya putusan a quo dalam hal gugatan
Penggugat dikabulkan maka sehingga gugatan ini tidak menjadi sia-sia
(illusionir) Penggugat memohon agar Pengadilan Negeri Palembang
melakukan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap tanah dan
gedung yang terletak di Jalan Gubernur H. Ahmad Bastari Nomor 07,
Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I Jakabaring,
Palembang;
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat mohon
kepada Pengadilan Negeri Palembang agar memberikan putusan sebagai
berikut:
Dalam Provisi
1. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap
tanah dan gedung yang terletak di Jalan Gubernur H. Ahmad Bastari
Nomor 07, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I Jakabaring,
Palembang;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
[Link] eP
ngu
hutu
kus
man
TerM
gua
gah
t kua
ntm
uk am
helaAksgau
nan
kag
nRkee
wpaju
ibabnlip
kenIcnad
irao
n nde
asnaia
[Link]
asaahrkaagnunB
[Link] Pelaksanaan Nomor 345.1556/PKP/III/GP/
2012 tertanggal 17 Juli 2012 kepada Penggugat sebesar USD 399,681.00
(tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu enam ratus delapan puluh satu
dolar US);
5. Menghukum Tergugat untuk membayar bunga kepada Penggugat sejumlah
0,5% per bulan dari USD 399,681.00 terhitung sejak tanggal gugatan aquo
diajukan sampai dengan dibayar lunas oleh Tergugat;
6. Menyatakan putusan ini dapat di jalankan terlebih dahulu meskipun ada
perlawanan, banding, atau kasasi (uitvoerbaar bij voorrad);
7. Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar
Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk setiap hari kelalaian dalam
melaksanakan putusan dalam perkara ini;
8. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sesuai hukum;
Apabila Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo berpendapat lain, mohon
putusan yang seadil-adilnya (ex aquo et bono);
Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajukan
eksepsi dan gugatan rekonvensi yang pada pokoknya sebagai berikut:
Dalam Eksepsi:
1. Gugatan Penggugat tidak jelas/kabur (obscuur libel)
a. Objek gugatan tidak pernah ada dan tidak benar.
Bahwa hubungan hukum antara Penggugat dan Tergugat timbul
akibat dari Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 348.1556/PKP/III/
GP/2012 tertanggal 17 Juli 2012, yang diterbitkan oleh Tergugat
atas permintaan PT Energi Tata Persada berdasarkan Surat
keputusan/Penunjukan/Kontrak/PO Nomor 01-0056/CO/ACG-SBII/
V/2012 tertanggal 22 Mei 2012;
Bahwa dalam Posita Gugatan Penggugat pada Huruf A. angka 1
halaman 1 disebutkan bahwa: "Hubungan hukum antara Penggugat
dan Tergugat timbul berdasarkan Bank Garansi Pelaksanaan Nomor
345.1556/PKP/lII/GP/2012, tertanggal 17 Juli 2012 ("Bank Garansi
Pelaksanaan” ;
Bahwa apabila Penggugat mendasarkan hubungan hukum pada
Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 345.1556/PKP/lII/GP/2012,
tertanggal 17 Juli 2012 maka sesungguhnya tidak pernah ada
hubungan hukum antara Penggugat dan Tergugat, karena Tergugat
tidak pernah mengeluarkan/menerbitkan Bank Garansi Pelaksanaan
Nomor 345.1556/PKP/lII/GP/2012, tertanggal 17 Juli 2012, dan oleh
karena tidak pernah ada Bank Garansi Pelaksanaan Nomor
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Direktori P3u
45t.u
15s
5a6/n
PKM
P/lIa hPk/2a0m
I/G 12,ah
tertA
ang
ggu
aln1
g7RJeupli u20b1l2ikyaInngddoijandeiks
ania
[Link]
araghuun
kugm
.[Link] Penggugat untuk mengajukan Gugatan terhadap
Tergugat maka objek dari gugatan Penggugat menjadi kabur
sehingga termasuk dan dikategorikan sebagai gugatan yang tidak
sempurna dan harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk
verklaard);
Sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor
565K/Sip/1973, tanggal 21 Agustus 1974;
"Gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima karena dasar
gugatan tidak sempurna, dalam hal ini karena hak Penggugat atas
tanah sengketa tidak jelas"’
b. Antara Posita dan Petitum Gugatan Penggugat Kontradiksi.
Bahwa gugatan Penggugat kabur atau obscuur libel karena gugatan
Penggugat antara posita dan petitumnya saling bertentangan satu
sarna lain (berbeda) sehingga terdapat kontradiksi apa yang didalilkan
yang menjadi dasar gugatan a quo dengan apa yang diminta didalam
Petitumnya. Kontradiski antara posita dan petitum gugatan Penggugat
a quo sebagaimana yang didalilkan di dalam gugatan Penggugat
dapat dilihat pada:
1. Di dalam posita pada huruf A, angka (1), halaman 1 terkait
Hubungan Hukum Penggugat dan Tergugat yang dituliskan:
"Hubungan hukum antara Penggugat dan Tergugat timbul
berdasarkan Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 345.1556/PKP/
lll/GP/2012, tertanggal 17 Juli 2012 ("Bank .Garansi Pelaksana");
2. Di dalam posita pada huruf C, angka (14), (15) dan (16) halaman 11
terkait dengan adanya surat Somasi I, Somasi II, dan Somasi III dari
kuasa hukum Penggugat yang pada intinya menyebutkan : Perihal
peringatan untuk melaksanakan kewajiban pencairan atas Bank
Garansi Pelaksanaan Nomor 348.1556/PKP/Ill/GP/2012, tanggal 17
Juli 2012 yang diterbitkan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Selatan dan Bangka Belitung";
Sedangkan di dalam petitumnya dalam pokok perkara pada angka
2 halaman ke-14 Penggugat meminta kepada Majelis Hakim yang
memeriksa perkara a quo memutuskan ;"Menyatakan sah Bank
Garansi Pelaksanaan Nomor 345.1556/PKP/Ill/GP/2012 tertanggal
17 Iuli 2012; Serta di dalam petitum dalam pokok perkara pada
angka 3 halaman 14 yang pada intinya "menyatakan Tergugat telah
melakukan wanprestasi berdasarkan Bank Garansi Pelaksanaan
Nomor 345.1556/PKP/lll/GP/2012 tertanggal 17 Juli 2012. Dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Direktori Putmues
ngan
hukM
umah
Tekrgaum
gatauhntu
Ak gmuen
lakg
saR
nae
kap
nukb
ewliakjibaIn
nd onn
pe cae
irs
ania
[Link]
.ia
dsarkan Bank Garansi Pelaksanaan Nomor
345.1556/PKP/lll/ GP/2012 tertanggal 17 J u l i 2012 kepada
Penggugat sebesar USD. 399.681.00 (tiga ratus sembilan puluh
sembilan ribu enam ratus delapan puluh satu dolar US (petitum
dalam pokok perkara angka 4 halaman 14);
Oleh karena antara Posita dan Petitum gugatan penggugat berbeda
dan tidak sempurna (kontradiksi) maka sudah sepatutnya gugatan
a quo harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk
verklaard). Sebagaimana ditentukan oleh Pasal 8 ayat (3) Rv dan
Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 565K/Sip/1973, tanggal
21-8-1974;
“Gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima karena dasar
gugatan tidak sempurna, dalam hal ini karena hak Penggugat
atas tanah sengketa tidak jelas";
2. Gugatan Penggugat Kurang Pihak
a. Bahwa pada gugatan Penggugat huruf B disebutkan:"PT Energi
Tata Persada (pihak yang dijamin) telah melakukan wanprestasi
atas pelaksanaan pengadaan jasa penyediaan dan
pengoperasian perangkat bor dengan kapasitas min 1.500 Hp
"yang mana Penggugat telah menguraikan bahwa PT Energi
Tata Persada telah melakukan wanprestasi terhadap Penggugat
sehingga seharusnya Penggugat menarik PT Energi Tata
Persada sebagai pihak dalam perkara ini;
Bahwa Tergugat menerbitkan Bank Garansi Pelaksanaan Nomor
348.1556/PKP/III/GP/2012 tertanggal 17 Juli 2012 berdasarkan
Surat Keputusan/Penunjukan/Kontrak/PO Nomor 01-
0056/CO/ACG-SBII/V/2012 tertanggal 22 Mei 2012 atas
permintaan PT Energi Tata Persada untuk kepentingan ACG
(South Bengara-Il), PTE. LTD. beralamat di Cyber 2 Tower,
27th Floor, Jalan HR. Rasuna Said Blok X-5 Nomor 13 Jakarta
12950, Indonesia yang bertindak sebagai pemilik/pemberi
pekerjaan Iasa Penyedia dan P engoperasian Perangkat
Alat Bor Kapasitas Min 1500 Hp sebagai Pihak Penerima
Jaminan;
Hal ini sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor
45 K/Sip/1954, tanggal 9 Mei 1956, yang menyebutkan :
"Gugatan A terhadap B agar jual beli antara B dan C
dibatalkan, tidak dapat diterima karena C tidak digugat juga";
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Direktori Pubtu
. s
Baahn
waMda
ish
amkpainm
g a
ituh pA
eng
eru
bin
tag Rae
n B nkpu
Gabralink
si IP
ned
lao
ksn
ane
asania
[Link] o3.4
id8.1556/PKP/III/GP/2012 tertanggal 17 Juli 2012 oleh
Tergugat, secara back to back guarantee dijamin pula oleh PT.
Asuransi Jasaraharja Putera yang sebelumnya telah
mengeluarkan Kontra Garansi Nomor B.12.10.01.2012.00174
tanggal 15 Juni 2012 senilai USD. 399.681,00 kepada
Tergugat. Karena dalam kontra garansi tersebut menyebutkan
pula kepentingan PT. Energi Tata Persada selaku principal
untuk proyek jasa dan pengoperasian perangkat alat bor
berkapasitas min 1500 Hp dengan Obligee ACG (South
Bengara - II) Pte, Ltd.;
Oleh karenanya gugatan Penggugat adalah keliru karena tidak
menarik dan menempatkan baik PT. Energi Tata Persada
maupun PT. Asuransi Jasaraharja Putera sebagai Pihak
Tergugat ataupun Turut Tergugat dalam perkara a quo, maka
atas kekeliruan Penggugat yang tidak menarik/menempatkan
keduanya sebagai para pihak dalam perkara ini, sudah
sepatutnya gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat di
terima;
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Palembang telah
mengambil putusan, yaitu putusan Nomor 99/Pdt.G/ 2013/[Link]. tanggal 3
April 2014 yang amarnya sebagai berikut:
Dalam eksepsi :
- Menolak eksepsi dari Tergugat untuk seluruhnya;
Dalam provisi:
- Menolak gugatan provisi Penggugat;
Dalam Pokok Perkara:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan sah Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 348.1556/PKP/III/GP/
2012 tertanggal 17 Juli 2012;
3. Menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan wanprestasi dalam
Perjanjian Bank Garansi Nomor 348.1556/PKP/III/GP/2012 tertanggal 17
Juli 2012;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
[Link] ePnguhtuu
kus
maTn
ergM
ugaah
t uk
natum
k maeh
mbA
ayg
aruon
ngg
koR
s yepgutib
an mlbiuk
l dIan
lad
mopn
ere
kas
raia
[Link] aym
anaghh
aignugn
gga .g
[Link]
ditaksir sebesar Rp406.000,00 (empat ratus enam ribu
rupiah);
6. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya;
Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat
putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi
Palembang dengan Putusan Nomor 117/Pdt/2014/[Link]. tanggal 17
Februari 2015;
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan
kepada Pemohon Kasasi/Tergugat/Pembanding pada tanggal 20 April 2015
kemudian terhadapnya oleh Pemohon Kasasi/Tergugat/Pembanding dengan
perantaraan kuasanya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 28 April
2015, diajukan permohonan kasasi pada tanggal 29 April 2015 sebagaimana
ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 99/Pdt.G/2013/[Link]. jo. Kasasi
Nomor 14/[Link]/2015/[Link]. yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri
Palembang, permohonan mana diikuti oleh memori kasasi yang memuat
alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada
tanggal 12 Mei 2015;
Bahwa memori kasasi dari Pemohon Kasasi/Tergugat/Pembanding
tersebut telah diberitahukan kepada Termohon Kasasi/Penggugat/Tebanding
pada tanggal 12 Juni 2015;
Bahwa kemudian Termohon Kasasi/Penggugat/Terbanding mengajukan
tanggapan memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Palembang pada tanggal 7 Januari 2016;
Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya
telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam
tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang,
maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon
Kasasi/Tergugat/Pembanding dalam memori kasasinya tersebut pada
pokoknya ialah:
A. Judex Facti tidak berwenang atau melampaui batas wewenang karena
memutus melebihi dari tuntutan;
Bahwa putusan Judex Facti i.c. Majelis Hakim Pengadilan Negeri
Palembang pemeriksa perkara a quo telah memutuskan atas perkara yang
tidak dituntut atau memberikan lebih daripada yang dituntut karena telah
memutuskan dalam putusannya dalam pokok perkara angka 2: Menyatakan
sah Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 348.1556/PKP/III/GP/2012
tertanggal 17 Juli 2012;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
DirektoBriahPwu
a tTu
ers
maon
honMKaah
sak
sia
/Tm
erbahdinAgg
an /Pu
enn
gggugR
at edp
alu
amblgiukgaItnandno
yante
ids
akia
[Link]
ekrnaam
hah
[Link]
.ie
dminta sebagaimana isi putusan di atas, adapun isi
petitum gugatan Termohon Kasasi/Terbanding/Penggugat adalah:
- Menyatakan sah Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 345.1556/PKP/III/
GP/ 2012 tertanggal 17 Juli 2012;
- Menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan wanprestasi dalam
Perjanjian Bank Garansi Nomor 345.1556/PKP/III/GP/2012 tertanggal
17 Juli 2012;
- Menghukum Tergugat untuk melaksanakan kewajiban pencairan dana
berdasarkan Bank Garansi Pelaksanaan Nomor 345.1556/PKP/III/
GP/2012 tertanggal 17 Juli 2012 kepada Penggugat sebesar USD
399.681,00 (tiga ratus sembilan puluh sembilan ribu enam ratus delapan
puluh satu dollar US);
Oleh karena itu maka Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri di atas
merupakan ultra petitum karena telah melampaui batas wewenang dan
nyata-nyata melampaui batas wewenang yang diberikan Pasal 178 ayat
(3) HIR yang menyatakan:
Pasal 178 ayat (3) HIR:
Hakim dilarang menjatuhkan putusan atas perkara yang tidak dituntut
atau mengabulkan lebih daripada yang dituntut;
Bahwa Hakim yang mengabulkan melebihi posita maupun petitum gugat,
dianggap telah melampaui wewenangnya (beyond the powers of his
authority), sehingga apabila putusan mengandung ultra petitum harus
dinyatakan cacat (invalid) sebagaimana yang ditegaskan dalam
Yurisprudensi Putusan MA Nomor 1001 K/Sip/1972 yang melarang
hakim mengabulkan hal-hal yang tidak diminta atau melebihi dari apa
yang diminta, oleh karena itu putusan Judex Facti pemeriksa perkara a
quo haruslah dinyatakan dibatalkan.
B. Judex Facti Salah Menerapkan Hukum
Bahwa Pemohon Kasasi sangat keberatan dengan putusan Judex Facti
pemeriksa perkara a quo berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:
I. Pertimbangan putusan Judex Facti tidak saksama (onvoldoende
gemotiveerd) dan/atau menerapkan ketentuan secara sempit.
1. Bahwa putusan harus berdasarkan pertimbangan yang jelas dan
cukup, dan apabila tidak memenuhi ketentuan itu maka dikategorikan
putusan yang tidak cukup pertimbangan atau onvoldoende
gemotiveerd yang juga ditegaskan di dalam Pasal 50 ayat 1 Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang
Kekuasaan Kehakiman yang menyatakan bahwa: “Putusan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
Direktori Pupetnugs
adaila
nn M
sela
aih
nkmamuaat halaA
em sag
nudansg
ar pR
ute
uspau
n,b
julgia
k mIn
emduoatnpeassail a
[Link] op.e
idraturan perundang-undangan yang bersangkutan atau
sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengadili”,
sehingga Pemohon Kasasi merasa sangat dirugikan karena
pertimbangan Putusan Judex Facti Pemeriksa Perkara a quo tidak
didasarkan pada pasal tertentu dari peraturan perundang-undangan;
2. Bahwa Pemohon Kasasi sangat keberatan dengan pertimbangan
putusan Judex Facti yang tidak didasarkan pada peraturan
perundang-undangan ataupun dasar hukum yang dapat
dipertanggungjawabkan sebagaimana pertimbangan putusan Majelis
Hakim Judex Facti Tingkat Pertama, halaman 33 sampai dengan 34,
yang menyatakan sebagai berikut:
“Menimbang bahwa syarat kata sepakat tidak diharuskan adanya
suatu pernyataan tertulis tentang adanya kesepakatan tersebut, cukup
adanya pertemuan kehendak diantara kedua belah-pihak yang
mengikatkan dirinya.”
“Menimbang bahwa dalam suatu praktek suatu standard kontrak yaitu
suatu perjanjian tertulis yang dibuat sepihak oleh pemrakarsa kontrak
tersebut, biasanya syarat dan ketentuan yang akan belaku dalam
perikatan tersebut telah terlebih dahulu dibuat secara standard oleh
pemrakarsa kontrak”
“Bahwa atas syarat dan ketentuan yang ditentukan sepihak tersebut,
pihak lain hanya diberi kesempatan untuk menyetujui atau tidak apa
yang telah ditentukan terlebih dahulu”
“Bahwa apabila pihak lain telah menerima syarat dan ketentuan yang
menjadi klausula yang ditentukan sepihak tersebut, para ahli hukum
kontrak menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah terjadi”
3. Bahwa uraian pertimbangan di atas tidak sesuai dengan asas dalam
hukum kontrak, sebagaimana yang diuraikan oleh Prof. Dr. Y. Sogar
Simamora, S.H., [Link]., dalam bukunya “Hukum Kontrak, Kontrak
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah di Indonesia” halaman 195
yang menyatakan:
“Esensi perjanjian pendahuluan adalah kesepakatan untuk membuat
perjanjian (agreed to agree). Dengan demikian apa yang disepakati
dalam perjanjian pendahuluan belum merupakan perjanjian yang
sesungguhnya. Apa yang dituangkan di dalamnya belum secara rinci
mengatur hak dan kewajiban bagi para pihak melainkan baru
menentukan pokok-pokoknya saja. Rincian lebih lanjut dari perjanjian
pendahuluan itu akan dituangkan ke dalam perjanjian tertentu sesuai
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
Direktori Pudetnugs
anakn
esM akhatkanammeraekha,A
epa mgisaulnn
yagjuR
al epliu
be , sb
ewliakmIennd
yeo
wn etasuia
aa
[Link]
htavgeunntu
gr.e
g”o; .id
4. Bahwa karena Bank Garansi merupakan perjanjian ikutan maka
perjanjian pokok harus tertulis dan eksis secara yuridis untuk jaminan
kepastian hukum dan harus dinyatakan secara tegas, tidak dapat
dipersangkakan sehingga Bank tidak dapat menjalankan
kewajibannya apabila Perjanjian Pokok belum sah atau eksis secara
yuridis. Apabila perjanjian pokok tidak ada maka Bank Garansi tidak
ada karena Bank Garansi bersandar pada perjanjian pokok sehingga
perjanjian pokok yang menjadi sandaran harus dinyatakan secara
tegas dan tidak boleh dipersangkakan apalagi ada kehendak dan
keharusan penandatanganan kontrak oleh masing-masing pihak
dinyatakan secara tegas di dalam kontrak;
5. Bahwa sehubungan dengan pertimbangan putusan di atas,
berdasarkan Pasal 1869 dan Pasal 1874 KUHPerdata, dalam suatu
perjanjian apabila terjadi kesepakatan maka harus ditandatangani
oleh kedua belah pihak, dan juga diterangkan lebih lanjut dalam Pasal
1875 KUHPerdata yang pada pokoknya menyatakan bahwa tanda
tangan diperlukan untuk sebuah surat agar mempunyai kekuatan
pembuktian yang sempurna, sebagaimana yang juga diuraikan oleh
M. Yahya Harahap dalam Bukunya “Hukum Acara Perdata tentang
Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan
Pengadilan”, halaman 560 :
“...Suatu surat atau tulisan yang memuat pernyataan atau
kesepakatan yang jelas dan terang, tetapi tidak ditandatangani ditinjau
dari segi hukum pembuktian, tidak sempurna sebagai surat atau akta
sehingga tidak sah dipergunakan sebagai alat bukti tulisan;
Kalau surat itu merupakan pernyataan sepihak, harus ditandatangani
orang yang membuat pernyataan, dan apabila merupakan
kesepakatan dua belah pihak, mesti ditandatangani dua belah pihak.
Syarat penandatanganan, ditegaskan dalam Pasal 1869 dan Pasal
1874 KUHPerdata atau Pasal 1 Ordonansi 1867 Nomor 29”;
6. Oleh karena itu, Pemohon Kasasi sangat keberatan terhadap
pertimbangan Judex Facti pemeriksa perkara a quo yang mengambil
kesimpulan bahwa “kata sepakat tidak diharuskan adanya suatu
pernyataan tertulis” didasarkan pada pertimbangan yang kurang
lengkap dan bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia,
maka putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palembang
pemeriksa perkara a quo haruslah dinyatakan dibatalkan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
[Link] u
Fatcu
ti s
Sa nh M
ala Mea
nehrakpa
kam
nHauhkuA
mgPeu
mnbugktiR
anepublik Indonesia
[Link]
aamash
ebaa
gguanig
m.a
[Link] diuraikah oleh M. Yahya Harahap, S.H., dalam
bukunya yang berjudul “Hukum Acara Perdata tentang Gugatan,
Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan”, pada
halaman 518 menguraikan:
Bahwa Hakim dalam memikulkan pembebanan pembuktian harus bersikap:
• Adil, sesuai prinsip fair trial, dan
• Tidak berat sebelah atau tidak bersikap parsial, tetapi imparsialitas.
Hakim tidak boleh merugikan kepentingan salah satu pihak, tetapi secara
bijaksana membaginya sesuai dengan sistem hukum pembuktian dengan
cara memberi perhitungan yang sama kepada pihak yang berperkara;
Akan tetapi dalam pertimbangan putusan Judex Facti tidak
mempertimbangkan pembuktian yang diuraikan oleh Pemohon Kasasi/
Pembanding/Penggugat dalam putusannya karena tidak
mempertimbangkan Bukti P-7 dan Bukti P-13 yang diajukan oleh
Penggugat, yang mana dalam dalam bukti P-7 dan Bukti P-13 tersebut
mewajibkan ditandatanganinya kontrak dalam proses tersebut. Sehingga
dengan diharuskannya ditandatangani Bukti P-8, maka Bukti P-8 belum
mempunyai kekuatan hukum selama belum ditandatangani dan belum
memenuhi unsur kesepakatan sebagaimana yang diatur dalam hukum yang
berlaku di Indonesia;
Bahwa karena Bank Garansi hanya mengatur mengenai wanprestasi
terhadap Kontrak yang hingga saat ini belum ditandatangani, di dalam Bank
Garansi tidak menyebutkan sama sekali mengenai Bukti P-7 Dokumen
Lelang, sehingga sangat merugikan Pemohon Kasasi apabila Judex Facti
mengaitkan dengan dokumen lain yang tidak dicantumkan di dalam Bank
Garansi karena dalam suatu dokumen hukum apa yang dimaksudkan tidak
dapat dipersangkakan karena harus dinyatakan secara tegas dan jelas
(kontrak tidak dapat dianggap hanya sebagai suatu rekayasa tetapi harus
nyata dan konkrit);
Oleh karena Judex Facti pemeriksa perkara a quo telah keliru dalam
menerapkan hukum pembuktian karena langsung menyimpulkan tanpa
pertimbangan dan menilai bantahan dari Tergugat/Pembanding sehingga
hanya menguntungkan Terbanding tanpa memperhatikan sisi keadilan bagi
Pembanding;
Bahwa berdasarkan uraian di atas, maka sudah sepatutnya Termohon
Kasasi paham dan sadar bahwa Bank Garansi hanya dapat dicairkan
apabila Surat Perjanjian/Kontrak sudah ditandatangani. Sehingga dengan
belum ditandantanganinya Bukti P-8, maka Pemohon Kasasi tidak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
Direktormi eP
muputnu
yasi a
ken
waM
jiba
anhukna
tum
k maeh
ncaA
irkg
aunn
Bag
nkR
Gearp
anu
sib
, dliak
n kIanredno
anJue
dsexia
[Link]
i apheam
[Link] a quo telah memberikan putusan tanpa
mempertimbangkan hal-hal di atas dan keliru menerapkan pembuktian,
maka sudah sepatutnya putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi
Palembang pemeriksa perkara a quo haruslah dinyatakan dibatalkan;
Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung
berpendapat:
- Bahwa alasan-alasan permohonan kasasi sebagaimana termuat dalam
memori kasasi tersebut tidak dapat dibenarkan oleh karena Judex Facti
telah tepat dan benar dalam pertimbangannya serta tidak salah
menerapkan hukum karena hubungan hukum antara Penggugat dan
Tergugat adalah hubungan hukum pemberian jaminan berdasarkan Bank
Garansi untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan jasa penyedia dan
pengoperasian perangkat alat bor kapasitas minimal 1.500 HP oleh PT.
Energi Tata Persada sehingga bank garansi pelaksanaan terbit untuk
kepentingan pekerjaan PT. Energi Tata Persada;
- Bahwa oleh karena waktu yang disepakati oleh PT. Energi Tata Persada
telah lewat sehingga PT. Energi Tata Persada telah wanprestasi dan PT.
Energi Tata Persada selaku pihak dalam perjanjian pokoknya dengan
Penggugat yakni perjanjian pekerjaan penyediaan dan pengoperasian
perangkat bor di atas maka dengan tidak dipenuhinya pekerjaan dimaskud
oleh PT. Energi Tata Persada maka Penggugat sekarang Termohon Kasasi
berhak atas pembayaran bank garansi tersebut;
- Bahwa lagi pula alasan-alasan tersebut mengenai penilaian hasil
pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, hal mana
tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi,
karena pemeriksaan dalam tingkat kasasi hanya berkenaan dengan adanya
kelalaian dalam memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan
perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya
putusan yang bersangkutan atau bila Pengadilan tidak berwenang atau
melampaui batas wewenangnya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal
30 Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung
sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Undang Undang Nomor 5
Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang Undang Nomor 3
Tahun 2009;
- Bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata bahwa
putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum
dan/atau Undang Undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh
Pemohon Kasasi tersebut harus ditolak;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26
Direktori P
Meuntim
ubsanagn, M awhakabem
bah rda
ash
arkA
angu
pnerg
timR egpanubdliikatIans,doten
ban rne
yas
taia
putusanp.m ashaknamJu
utu [Link]/o
[Link] Tinggi Palembang dalam perkara ini tidak
bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan
kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi PT. BANK PEMBANGUNAN
DAERAH SUMATERA SELATAN dan BANGKA BELITUNG tersebut harus
ditolak;
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari Pemohon
Kasasi/Tergugat/Pembanding ditolak dan Pemohon Kasasi/Tergugat/
Pembanding ada di pihak yang kalah, maka Pemohon Kasasi/Tergugat/
Pembanding dihukum untuk membayar biaya perkara dalamsemua tingkat
peradilan;
Memperhatikan pasal-pasal dari Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009,
tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985
tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dan ditambah
dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan
Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan
lain yang bersangkutan;
M E N G A D I L I:
1. Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: PT. BANK
PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA SELATAN dan BANGKA
BELITUNG tersebut;
2. Menghukum Pemohon Kasasi/Tergugat/Pembanding untuk membayar
biaya perkara dalam semua tingkat peradilan dan dalam tingkat kasasi ini
ditetapkan sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);
Demikianlah diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada
hari Senin tanggal 17 April 2017 oleh H. Mahdi Soroinda Nasution, S.H.,
[Link]., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai
Ketua Majelis, Dr. Yakup Ginting, S.H., C.N., [Link]., dan H. Panji Widagdo,
S.H., M.H., Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam
sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta
Hakim-Hakim Anggota tersebut dan Hari Widya Pramono, S.H., M.H.,
Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh Para Pihak;
ttd. ttd.
Dr. Yakup Ginting, S.H., C.N., [Link]. H. Mahdi Soroinda Nasution, S.H., [Link].
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ttd.
[Link]
H. Panji Widagdo, S.H., M.H.
Panitera Pengganti,
ttd.
Untuk Salinan
MAHKAMAH AGUNG RI
a.n. Panitera
Panitera Muda Perdata
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
[Link]
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29