C.
Media Pembelajaran
1. Bahan Bacaan :
Judul bacaan : Basis Data untuk SMK/MAK Kelas XI Semester 1
Link : [Link]
2. Video Referensi :
Tautan Video Konsep Basis Data : https:// Tautan Video Tujuan Basis Data :
https:// Tautan Video ERD : https://
Tautan Video Normalisasi Database :
https://
D. Materi Pembelajaran
A. KONSEP BASIS DATA
Secara harfiah, basis data terdiri dari dua kata, yaitu basis dan data. Basis
dapatdidefinisikan sebagai suatu markas atau gudang, tempat bersarang atau
berkumpul. Sedangkan data, dapat diartikan sebagai representasi dari fakta dunia
yang mewakili suatu objek (manusia, barang, peristiwa, keadaan, dsb) yang
direkam dalam bentukangka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau
kombinasinya.
Gambar 1. Ilustrasi Basis Data
Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa basis data adalah kumpulan data yang
saling berhubungan yang disimpan dalam suatu media penyimpanan tertentu
yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi. Jika dibayangkan, basis
data sama halnya dengan lemari penyimpanan arsip yang berfungsi untuk
menyimpan sejumlah data yang telah dikelompokkan dan diatur pada tempat yang
telah ditentukan. Bedanya, jika lemari arsip menggunakan lemari besi atau kayu,
maka basis data menggunakan media penyimpanan elektronik.
Gambar 2. Lemari Arsip dan Basis Data
Komponen utama sistem basis data terdiri dari 6 (enam) komponen pokok,
yaitusebagai berikut:
1. Perangkat keras komputer
2. Perangkat lunak komputer
3. Sistem operasi
4. Basis data lain yang berhubungan
5. Sistem pengelola basis data (DBMS)
6. Pengguna (user), terdiri dari:
a. Database Administrator, bertanggung jawab atas pengelolaan basis data
b. Database Designer, merancang dan mengembangkan program
aplikasi yang menggunakan basis data
c. Application Programmer, mengoperasikan program aplikasi yang
dibuatdengan menggunakan manipulasi data
d. End User (Pengguna)
Dalam basis data, terdapat level arsitektur basis data yang ditunjukkan
padagambar berikut.
Skema Skema Skema
Skema
Skema
Gambar 3. Level Arsitektur Basis Data
Keterangan :
a. Skema Internal, bagian dimana data disimpan secara fisik di dalam komputer.
b. Skema Konseptual, menggambarkan data apa yang disimpan dan hubungan
antardata tersebut.
c. Skema Eksternal, menggambarkan tampilan basis data melalui DBMS
yangdigunakan oleh user.
B. TUJUAN PENGGUNAAN BASIS DATA
Tujuan dari penggunaan basis data terdiri dari kecepatan dan kemudahan
(speed), efisiensi ruang penyimpanan (space), keakuratan (accuracy), ketersediaan
(availability), kelengkapan (completeness), keamanan (security), dan kebersamaan
(shareability).
1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed), penggunaan basis data memungkinkan
untuk melakukan pengelolaan data dengan cepat dan mudah.
2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space), penggunaan basis data mampu
mengurangi redudansi/pengulangan data.
3. Keakuratan (Accuracy), melalui basis data keakuratan data akan lebih terjamin
dengan menerapkan aturan tertentu, misalnya tipe data dan keunikan data
yangdigunakan.
4. Ketersediaan (Availability), dapat melakukan pemilahan data yang sudah tidak
digunakan dan data yang masih digunakan, dengan cara melakukan penghapusan
atau pemindahan data ke media penyimpanan lain.
5. Kelengkapan (Completeness), agar data yang dikelola lengkap dan relatif
dengankebutuhan pemakai, maka dapat dilakukan penambahan record data,
melakukan perubahan struktur basis data, menambahkan field, atau menambah
tabel.
6. Keamanan (Security), pada setiap pengguna basis data dapat dibedakan atau
ditentukan pengguna mana saja yang bisa mengakses dan proses apa saja
yang bisa dilakukan.
7. Kebersamaan Pemakai (Shareability), basis data memungkinkan untuk
digunakan pada lingkungan multiuser, dengan tetap menghindari terjadinya
inkonsistensi data.
C. HIERARKI BASIS DATA
Dalam KBBI, hierarki diartikan sebagai urutan tingkatan atau jenjang. Sehingga,
hierarki basis data adalah urutan tingkatan dalam basis data. Adapun hierarki basis
data dapat dilihat pada Gambar.
Basis Data Tabel Record Field
Gambar 4. Struktur Hierarki Basis Data
Keterangan :
1. Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan.
2. Tabel adalah himpunan seluruh record data yang bertipe sama.
3. Record merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait.
Istilah lain dari record adalah baris atau tupel.
4. Field merupakan satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi
unitlain yang bermakna. Field dapat juga disebut dengan kolom.
NIS Nama Alamat Kota Jurusan
214 Dandy Jl. Melati Malang RPL
6 II
7
214 Jihan Jl. Malang RPL
6 Bang
8 au V
214 Aldo Jl. Jupiter Malang TKJ
6 I
9
Gambar 5. Tabel, Record, dan
Field
Keterangan :
: Tabel
Pada gambar di atas menampilkan Tabel Siswa.
: Record / Baris / Tupel
Pada tabel di atas terdapat 3 buah record data siswa.
: Field / Kolom
Pada tabel di atas terdapat 5 buah field, yaitu field NIS, Nama, Alamat,Kota,
dan Jurusan.
KONSEP ERD
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu bentuk diagram yang
menjelasakan hubungan antar objek data yang mempunyai
hubungan/relasi. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan
hubungan antar data, dan untuk menggambarkannya digunakan notasi,
simbol, bagan, dan lain sebagainya. ERD memungkinkan kita
menggambarkan konteks objek dan hubungannya, dan digunakan secara
luas untuk mengembangkan desain database awal.
Berikut adalah komponen dan simbol yang digunakan dalam ERD :
Tabel 1 Simbol Entity Relationship Diagram
(ERD)
Komponen Simbol Keterangan
Entitas Obyek yang mewakili sesuatu
dalam dunia nyata dan dapat
dibedakan antara satu dengan
lainnya
Relasi Menunjukkan adanya
hubungan di antara sejumlah
entitas yang berbeda
Atribut Karakteristik dari objek/entitas
Garis Penghubung antar notasi lainnya
A. ENTITAS
Entitas adalah objek yang mewakili sesuatu dalam dunia nyata dan
dapat dibedakan antara satu dengan lainnya. Setiap entitas memiliki
beberapa atribut yang mendeskripsikan karakteristik dari objek tersebut.
Entitas dapat berupa:
1. Entitas Fisik, contoh : siswa, pegawai, mobil, buku, rumah, dll.
2. Entitas Abstrak/Konsep, contoh : mata pelajaran, departemen, pekerjaan, dll.
3. Entitas Kejadian, contoh: pembelian, penjualan, peminjaman, dll.
Entitas dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Entitas Kuat, merupakan entitas yang tidak bergantung dengan
entitas lain. Contohnya adalah entitas pegawai. Entitas kuat
digambarkan dengan bentuk persegi panjang.
2. Entitas Lemah, merupakan entitas yang bergantung dengan entitas
lain. Contohnya adalah entitas tunjangan yang bergantung terhadap
entitas pegawai. Entitas lemah digambarkan dengan bentuk persegi
panjang dengan dua garis.
ATRIBUT
Atribut merupakan karakteristik dari entitas atau relasi, yang
memberikan penjelasan detail tentang entitas atau relasi. Dalam
penerapannya, atribut merupakan field atau kolom dari sebuah tabel.
Contohnya adalah entitas siswa yang memiliki atribut nama, alamat, NIS,
tanggal lahir, dll. Berdasarkan karakteristik atau sifatnya, atribut dapat
dikelompokkan menjadi :
4. Simple Attribute dan Composite Attribute
Simple Attribute, merupakan atribut yang tidak bisa dipecah lagi
menjadi atribut lain. Contoh: atribut jenis kelamin.
Composite Attribute, merupakan atribut yang bisa dipecah lagi
menjadi beberapa atribut. Contoh: atribut nama yang bisa dipecah
menjadi atribut nama depan, nama tengah, dan nama belakang.
Atribut komposit digambarkan dengan cara seperti di bawah ini.
Gambar 6. Composite Attribute
5. Single Value Attribute dan Multivalue Attribute
Single Value Attribute, merupakan atribut yang hanya memuat 1
nilai. Contohnya adalah atribut NIK, dimana setiap orang hanya
akan memiliki 1 nomor induk kependudukan.
Multivalue Attribute, merupakan atribut yang hanya memuat lebih dari 1
nilai. Contohnya adalah atribut hobi, yang memungkinkan 1 orang
memiliki lebih dari 1 hobi. Multivalue atributte digambarkan
dengan cara seperti di bawah ini
6. Mandatory Attribute, merupakan atribut yang nilainya tidak boleh
kosong (not null)
7. Derivied Attribute (Atribut Turunan), adalah atribut yang nilainya
diperoleh dari pengolahan atau dapat diturunkan dari atribut atau
tabel lain yang
berhubungan. Contoh: atribut usia diturunkan dari atribut tanggal lahir.
Derivied atributte digambarkan dengan cara seperti di bawah ini.
8. Key Attribute, merupakan suatu atribut yang menandakan kunci dari
suatu entitas yang bersifat unik. Key attribute adalah satu atau
beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat
digunakan untuk membedakan data pada suatu baris/record dengan
baris lain pada suatu entitas. Key atribut dibagi menjadi :
Super Key, merupakan atribut yang dapat membedakan data
secara [Link]: nis, nama, alamat, dll.
Candidat Key, merupakan atribut yang dapat menjadi primary key.
Contoh: nim, nik, nis, nip, dll.
Alternate Key, merupakan atribut yang tidak menjadi primary
key dan sebelumnya termasuk dalam candidat key.
Primary Key, merupan atribut yang menjadi kunci utama.
Foreign Key, merupakan atribut yang menjadi kunci tamu.
Perhatikan!
Perhatikan contoh penggunaan atribut dalam gambar di bawah ini.
Gambar 7. Contoh ERD
Penjelasan:
Diagram di atas menunjukkan entitas siswa memiliki
beberapa atribut,yaitu sebagai berikut :
1. Atribut NIS yang merupakan primary atribut, ditandai dengan
bentuk elips dan garis bawah. NIS merupakan primary
atribut dikarenakan NISsetiap siswa berbeda-beda dan
tidak akan sama satu sama lainnya.
2. Atribut nama yang merupakan composite atribut,
dikarenakan namadapat dibagi lagi menjadi nama
depan, nama tengah, dan nama belakang.
3. Atribut tanggal lahir dan usia. Atribut usia merupakan atribut
derivatif ( turunan) dari atribut tanggal lahir.
4. Atribut hobi yang merupakan atribut multivalue, dikarenakan
satu orang siswa dapat memiliki lebih dari 1 hobi.
Hint
Tidak semua entitas harus terdiri dari berbagai macam atribut di atas. Namun, pad
RELASI
Relasi merupakan komponen ERD yang menunjukkan adanya
hubungan di antara sejumlah entitas yang berbeda. Relasi
digambarkan dengan bentuk belah ketupat. Di dalam relasi,
dituliskan nama relasi yang menggambarkan hubungan antar
entitasdengan menggunakan kata kerja.
Dalam sebuah relasi/hubungan, dikenal pula istilah derajat
relasi yang menggambarkan jumlah entitas yang terlibat di dalam
relasi tersebut. Derajat relasiterdiri dari :
1. Unary Relationship, dimana suatu entitas berhubungan dengan
entitas itu sendiri. Contohnya adalah siswa memimpin siswa.
Gambar 8. Unary Relationship
2. Binary Relationship, merupakan relasi yang terjadi antara 2
himpunan entitas yang berbeda.
Gambar 9. Binary Relationship
3. Ternary Relationship, merupakan relasi dari 3 entitas atau
lebih. Jika hubunganterjadi antara 3 entitas atau lebih, maka
akan muncul entitas asosiatif yang berisi primary key dari
masing-masing entitas.
Gambar 10. Ternary Relationship
B. KARDINALITAS RELASI
Kardinalitas relasi adalah batasan jumlah keterhubungan
suatu entitas dengan entitas lainnya. Satu dilambangkan dengan
tiang tegak/garis, dan many/banyak dilambangkan dengan kaki
gagak.
One/Satu Many/Banyak
Gambar 11.
Relasi Kardinalitas relasi dibagi menjadi :
1. One-to-One / Satu-ke-Satu (1:1)
Suatu entitas di dalam himpunan A dihubungkan dengan
paling banyak satu entitas di dalam himpunan entitas B dan
entitas di dalam himpunan entitas B dihubungkan dengan
paling banyak satu entitas di dalam himpunan entitas A.
Contoh : 1 dosen mengepalai 1 jurusan, 1 jurusan hanya
dikepalai oleh 1 dosen.
Gambar 12. Relasi Satu ke Satu
2. One-to-Many / Satu-ke-Banyak (1:M)
Suatu entitas di dalam himpunan entitas A dihubungkan
dengan lebih dari satu entitas di dalam himpunan entitas B,
dan entitas di dalam himpunan entitas B hanya dapat
dihubungkan dengan paling banyak satu entitas dalam
himpunan entitas A. Contoh : 1 departemen memiliki banyak
pegawai, banyak pegawai bekerja pada 1 departemen.
Gambar 13. Relasi Satu Ke Banyak
3. Many-to-One / Banyak-ke-Satu (M:1)
Suatu entitas di dalam himpunan entitas A dihubungkan
dengan paling banyak satu entitas di dalam himpunan entitas
B dan entitas di dalam himpunan entitas B dapat dihubungkan
dengan lebih dari satu entitas dalam himpunan entitas A.
Contoh : banyak rekening dimiliki oleh 1 nasabah, 1 nasabah
dapat memiliki banyak rekening.
Gambar 14. Relasi Banyak ke Satu
4. Many-to-Many / Banyak-ke-Banyak (M:M)
Suatu entitas di dalam himpunan entitas A dapat
dihubungkan dengan lebih darisatu entitas di dalam
himpunan entitas B, dan entitas di dalam himpunan entitas B
dapat dihubungkan dengan lebih dari satu entitas dalam
himpunan entitas A. Contoh : mahasiswa mengambil banyak
matakuliah, matakuliah diambil banyakmahasiswa.
Gambar 15. Relasi Banyak Ke Banyak
Selanjutnya, dalam kardinalitas relasi juga terdapat modalitas
yang menjelaskan apakah hubungan antara dua entitas atau lebih
bersifat wajib atau tidak (opsional). Jika wajib, dilambangkan
dengan garis tegak, jika opsional dilambangkan dengan
lingkaran.
Satu Wajib Satu Opsional
Banyak Wajib Banyak Opsional
Gambar 16. Kardinalitas Relasi
ADMINISTRASI BASIS DATA
Normalisasi adalah teknik memecah data menggunakan cara–cara
tertentu untuk mencegah timbulnya permasalahan pengolahan data dan
meminimalkan redundansi data pada suatu database sehingga basis data
dapat bekerja dengan optimal.
Tujuan dari normalisasi database adalah :
1. Menghilangkan redudansi data
2. Mengurangi kompleksitas
3. Mempermudah dalam manipulasi/pemodifikasian data
Manfaat yang diperoleh dari hasil proses normalisasi adalah :
1. Basis data menjadi mudah diakses
2. Data mudah dikelola
3. Meminimalkan tempat penyimpanannya
Ciri-ciri tabel yang ternormalisasi adalah :
1. Jumlah atribut bersifat minimal, sesuai dengan kebutuhan data.
2. Atribut yang berhubungan dekat (disebut functional dependency)
ditempatkan dalam tabel yang sama.
Bentuk Tidak Normal
(Unnormalized)
3. Menghilangkan elemen
datayang berulang
Bentuk Normal
Pertama (1NF)
4. Menghilangkan ketergantunganparsial
Bentuk Normal
Kedua (2NF)
2. Menghilangkan ketergantungantransitif
Bentuk Normal
Ketiga (3NF)
1. Menghilangkan kunci
kandidat(candidate key) yang
Boyce-Codd Normal bukan determinan
Form (BCNF)
5. Menghilangkan
Bentuk Normal ketergantungan multivalue
Keempat (4NF)
6. Menghilangkan join
Bentuk Normal
Kelima (5NF)
Gambar 17. Normalisasi Basis Data
Redundansi (kemunculan duplikasi data yang tidak diharapkan) bersifat
minimaldengan memanfaatkan foreign key.
Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling
ketat (5NF). Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena
sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas
baik. Urutan normalisasiadalah sebgai berikut 1NF, 2NF, 3NF, BCNF, 4NF,
5NF.
A. BENTUK TIDAK NORMAL (UNNORMALIZED)
Bentuk tidak normal merupakan suatu kondisi database yang tidak
memenuhi kriteria normal. Bentuk tidak normal (unnormalized) merupakan
kumpulan data yang direkam dan dimasukkan secara mentah dalam suatu
tabel yang memungkinkan terjadinya inkonsistensi dan anomali data
(permasalahan dalam memanipulasi data yang meliputi insert, update, dan
delete). Pada bentuk ini terjadi redudansi data.
No. Proyek Nama Proyek No. Pegawai Nama Pegawai Golonga Gaji
n
PG001 Adnan A 7.500.000
P0001 PRR PG009 Lucas B 6.000.000
PG010 Syafiq B 6.000.000
PG002 Mahendra A 7.500.000
P0002 PMD PG007 Dion B 6.000.000
PG017 Farzan C 4.000.000
B. BENTUK NORMAL PERTAMA (1NF)
Bentuk normal pertama (1NF) terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki
atributbernilai banyak (multivalue attribute) dan atribut komposit (composite
attribute). Setiap atribut dalam tabel harus bersifat atomic (tidak dapat dibagi-
bagi lagi).
Sehingga, jika tabel tidak normal di atas dilakukan
normalisasi 1NF, maka akan berubah menjadi seperti berikut :
No. Proyek Nama No. Pegawai Nama Pegawai Golonga Gaji
Proyek n
P000 PRR PG001 Adnan A 7.500.000
1
P000 PRR PG009 Lucas B 6.000.000
1
P000 PRR PG010 Syafiq B 6.000.000
1
P000 PMD PG002 Mahendra A 7.500.000
2
P000 PMD PG007 Dion B 6.000.000
2
P000 PMD PG017 Farzan C 4.000.000
2
C. BENTUK NORMAL KEDUA (2NF)
Bentuk normal kedua (2NF) mempunyai beberapa persyaratan antara lain :
Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu (1NF).
Atribut yang bukan primary key haruslah
bergantung secara fungsional(functional
dependency) pada primary key.
Sudah ditentukan primary key pada setiap tabel, dimana primary key
haruslahunik.
Sehingga, jika tabel pada 1NF di atas dilakukan normalisasi 2NF, maka
akan berubah menjadi seperti berikut :
Tabel Proyek
No. Proyek Nama Proyek
P000 PRR
1
P000 PMD
2
Tabel Detail Proyek
No. Proyek No. Pegawai
P000 PG001
1
P000 PG009
1
P000 PG010
1
P000 PG002
2
P000 PG007
2
P000 PG017
2
Tabel Pegawai
No. Pegawai Nama Pegawai Golonga Gaji
n
PG001 Adnan A 7.500.000
PG002 Mahendra A 7.500.000
PG007 Dion B 6.000.000
PG009 Lucas B 6.000.000
PG010 Syafiq B 6.000.000
PG017 Farzan C 4.000.000
D. BENTUK NORMAL KETIGA (3NF)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga (3 NF) suatu tabel harus mempunyai
ciri- ciri sebagai berikut:
Memenuhi bentuk 2NF (normal kedua)
Atribut bukan kunci tidak memiliki ketergantungan transitif
terhadap kunci utama atau primary key.
Setiap atribut bukan kunci haruslah bergantung hanya
pada primary key danpada primary key secara menyeluruh
Dari hasil normalisasi 2NF di atas, pada tabel pegawai masih ditemukan
adanya ketergantungan transitif pada tabel pegawai. Field gaji bergantung
pada field golongan, field golongan bergantung pada no_pegawai.
Sehingga, pada tabel pegawai perlu dilakukan dekomposisi, yakni
dengan memecahnya menjadi 2 buah tabel, yaitu tabel pegawai dan tabel
[Link], jika tabel 2NF di atas dilakukan normalisasi 3NF, maka
akan berubah menjadi seperti berikut :
Tabel Proyek
No. Proyek Nama Proyek
P000 PRR
1
P000 PMD
2
Tabel Detail Proyek
No. Proyek No. Pegawai
P000 PG001
1
P000 PG009
1
P000 PG010
1
P000 PG002
2
P000 PG007
2
P000 PG017
2
Tabel Pegawai
No. Pegawai Nama Pegawai Golonga
n
PG001 Adnan A
PG002 Mahendra A
PG007 Dion B
PG009 Lucas B
PG010 Syafiq B
PG017 Farzan C
Tabel Golongan
Golonga Gaji
n
A 7.500.000
B 6.000.000
C 4.000.000
Pada tabel pegawai masih disertakan field golongan, agar tabel
pegawai dan tabel golongan saling terhubung.
Daftar Rujukan
Anam, Khairul. 2018. Konsep dan Tujuan Basis Data, (Daring),
([Link] diakses 5
Juli 2021.
Cadeego. 2020. Mengenal Basis Data dan Sistem Basis Data, (Daring),
([Link] diakses
5 Juli 2021.
Munif, Abdul. 2013. Basis Data untuk SMK/MAK Kelas XI Semester 1. Malang: Pusat
Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Bidang Otomotif dan Elektronika Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Setiadi, M.F. 2017. Kupas Tuntas Konsep Model Data Entity Relationship Diagram
atau ERD, (Daring), ([Link]
modeldata-entity- [Link]), diakses 17 Juli 2021.
Indah, U. 2019. Normalisasi Database – 1NF sampai 3NF (Basis Data),
(Daring), ([Link]
diakses 20 Agustus 2021.
Mr. Bayu. 2018. Belajar Normalisasi Database 1NF, 2NF, dan 3NF Bagian 1,
(Daring), ([Link]
diakses 20 Agustus
2021.
Mulyati, dkk. Normalisasi Database dan Migrasi Database untuk
Memudahkan Manajemen Data. Sebatik 2621-069X, 124-129.
Dari [Link] com/media/publications/268954-
normalisasi-database-dan-migrasi- [Link].
Setiadi, M.F. 2017. Aturan dan Teknik dalam Melakukan Normalisasi Data, (Daring),
([Link]
[Link]), diakses 20 Agustus 2021
Zuldik. 2017. Redundansi dan Inkonsistensi Data Redundasi Data, (Daring),
([Link]
InkonsistensiData- Redundasi-data-merupakan-adanya-duplikasi/),
diakses 20 Agustus
2021.