0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan30 halaman

Devi 2019

Penelitian ini menganalisis pengaruh Return on Equity (ROE), Debt to Earning Ratio (DER), Price to Earning Ratio (PER), dan nilai tukar terhadap return saham pada perusahaan Property and Real Estate yang terdaftar di BEI. Hasil menunjukkan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan, sementara DER dan PER berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, sedangkan nilai tukar berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Temuan ini diharapkan dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan return.

Diunggah oleh

alanahinata84
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan30 halaman

Devi 2019

Penelitian ini menganalisis pengaruh Return on Equity (ROE), Debt to Earning Ratio (DER), Price to Earning Ratio (PER), dan nilai tukar terhadap return saham pada perusahaan Property and Real Estate yang terdaftar di BEI. Hasil menunjukkan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan, sementara DER dan PER berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, sedangkan nilai tukar berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Temuan ini diharapkan dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan return.

Diunggah oleh

alanahinata84
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No.

7, 2019 :4183-4212 ISSN : 2302-8912


DOI: [Link]

PENGARUH ROE, DER, PER, DAN NILAI TUKAR TERHADAP


RETURN SAHAM
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi1
Luh Gede Sri Artini2
1,2
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia
1
e-mail: jayantiperwani@[Link]

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Return on Equity (ROE), Debt to
Earning Ratio (DER), Price to Earning Ratio (PER), dan Nilai Tukar Terhadap Return
saham. Penelitian ini dilakukan pada seluruh perusahaan Property and Real Estate yang
terdaftar di BEI. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 36 perusahaan dengan
menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis
regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa ROE berpengaruh
positif dan signifikan terhadap return saham. DER berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap return saham, PER berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham. Nilai
tukar berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap retun saham. Investor serta pihak-
pihak terkait yang berkepentingan diharapkan memerhatikan perubahan terhadap ROE,
DER, dan PER karena memiliki pengaruh terhadap return saham, yang nantinya akan
mempertimbangkan keputusan strategi investasi untuk meminimalkan risiko dan
memaksimalkan return yang diperoleh.
Kata kunci: analisis fundamental, return saham

ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of Return on Equity (ROE), Debt to
Earning Ratio (DER), Price to Earning Ratio (PER), and Exchange Rate Against Stock
Returns. This research was conducted on all Property and Real Estate companies listed on
the IDX. The number of samples taken was 36 companies using saturated sampling
techniques. The analysis technique used is multiple linear regression analysis techniques.
Based on the results of the analysis it was found that ROE had a positive and significant
effect on stock returns. DER has a negative and significant effect on stock returns, PER has
a significant negative effect on stock returns. The exchange rate has a negative effect and is
not significant to stock returns. Investors and other interested parties are expected to pay
attention to changes to ROE, DER, and PER because they have an influence on stock
returns, which will later consider investment strategy decisions to minimize risks and
maximize returns obtained.
Keywords: fundamental analysis, stock returns

4183
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

PENDAHULUAN

Faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan untuk membiayai

aktivitas perusahaan adalah sumber dana. Sumber dana ditinjau dari asalnya

meliputi sumber internal yang berasal dari dalam perusahaan dan sumber

eksternal yang berasal dari luar perusahaan. Dana yang berasal dari sumber

internal merupakan dana yang dihasilkan dari dalam perusahaan seperti laba

perusahaan. Dana yang bersumber dari eksternal ialah dana yang berasal dari

pihak-pihak luar perusahaan, seperti utang pada bank, kreditur maupun melalui

investasi oleh para investor dalam pasar modal.

Pasar modal adalah pasar untuk memperjual-belikan instrumen jangka

panjang, seperti : obligasi, saham, reksa dana, maupun instrumen lainnya. Pasar

modal di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa Efek Indonesia

memiliki sembilan sektor, salah satunya adalah Sektor Property and Real Estate.

Produk yang dihasilkan dari industri property and real estate berupa apartement,

rumah toko (ruko), gedung perkantoran, perumahan, rumah kantor (rukan), serta

pusat-pusat perbelanjaan. Perkembangan bisnis property and real estate cukup

pesat dan dalam jangka waktu yang cukup lama sempat merajai bisnis di

Indonesia. Bisnis property and real estate sering dipandang sebagai salah satu

sektor bisnis yang mampu memberikan keuntungan jangka panjang sehingga

menarik minat investor untuk menanamkan modalnya pada sektor bisnis ini.

Tujuan investor melakukan investasi adalah memperoleh return. Return

saham adalah ukuran untuk menilai keseluruhan imbal hasil perusahaan (Ghi,

2015). Investor sangat tertarik pada return saham dan berharap untuk

4184
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

memaksimalkannya. Return saham juga memungkinkan untuk investor dalam

membandingkan tingkat pengembalian suatu perusahaan dengan perusahaan

lainnya (Jogiyanto, 2017:283). Return sangat penting bagi para investor atau

pemilik modal, karena return merupakan harapan keuntungan di masa mendatang

yang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi

yang dilakukan oleh investor. Tingkat permintaan dan penawaran dari para

investor akan memengaruhi tinggi rendahnya harga saham perusahaan, apabila

harga saham tinggi maka return yang akan diperoleh para inverstor juga tinggi.

Tingkat return yang tinggi akan meningkatkan laba dan pendapatan yang akan

diperoleh investor dalam kegiatan investasi.

Kondisi return saham pada perusahaan properti and real estate di Indonesia

selama periode 2015-2017 sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Berikut disajikan data return saham perusahaan property and real estate yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2017.

Grafik Rata-Rata Return Saham Perusahaan Property and Real


Estate Tahun 2015-2017
4,000%
2,000% 2,485%
Return

0,000% 0,350%
-2,000% 2015 2016 2017
-4,000%
-5,150%
-6,000%

Gambar 1. Grafik Return Saham Perusahaan Property and Real Estate


Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2018

Berdasarkan Gambar 1. terlihat bahwa grafik rata-rata return saham

perusahaan property and real estate menunjukkan return saham sektor bisnis ini

mengalami fluktuasi dari tahun 2015-2017. Tahun 2016 return saham pada sektor

4185
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

bisnis ini mengalami penurunan yang sangat tajam yaitu sebesar -5.150%. Pada

tahun 2017 return saham mengalami kenaikan sebesar 0.350%. Berdasarkan data

pada gambar 1 maka dapat disimpulkan bahwa secara umum return saham pada

perusahaan property and real estate di Indonesia selama periode 2015-2017

mengalami penurunan. Tahun 2017 tingkat return mengalami sedikit kenaikan

namun belum mencapai titik awal kondisi return pada tahun 2015.

Fluktuasi yang terjadi selama periode 2015-2017 pada return saham

perusahaan property and real estate akan memengaruhi minat investor untuk

melakukan kegiatan investasi pada sektor perusahaan ini. Investor akan lebih

berhati-hati untuk melakukan investasi pada perusahaan yang mengalami fluktuasi

return yang cukup tajam karena tujuan investor melakukan investasi adalah untuk

memperoleh return, sehingga investor perlu pertimbangan yang rasional dengan

mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan sebelum melakukan

keputusan investasi (Puspitadewi dan Heny, 2016).

Informasi yang diperlukan oleh investor dalam pengambilan keputusan

investasi dapat diperoleh melalui dua pendekatan analisis return saham pada

perusahaan, yaitu Analisis Teknikal dan Analisis Fundamental. Analisis teknikal

merupakan metode yang digunakan untuk memperkirakan harga saham dengan

mengamati tren perubahan harga saham sehingga dapat membantu para investor

menentukan kapan investor akan membeli, menjual, atau mempertahankan

sahamnya dengan menggunakan indikator-indikator teknis atau menggunakan

analisis grafik (Ginting dan Munthe, 2017).

4186
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

Jones (2014) mendefinisikan analisis fundamental adalah metode penilaian

return saham dengan menggunakan financial analysis dan economic analysis

untuk memperkirakan return saham. Analisis fundamental sangat erat kaitannya

dengan kondisi perusahaan. Analisis Fundamental terdiri dari tiga tahapan, yaitu

analisis makro, analisis industri dan analisis perusahaan (Tandelilin, 2010:339).

Pada penelitian menggunakan analisis makro dan analisis perusahaan, analisis

industri tidak digunakan karena pada penelitian ini menganalisis kondisi

perusahaan berdasarkan laporan keuangan masing-masing perusahaan property

and real estate yang terdaftar di BEI selama periode 2015-2017.

Analisis makro dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian secara

makro untuk mendapatkan penilaian perekonomian secara umum dan bertujuan

untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kondisi pasar saham. Analisis makro

sangat penting dilakukan oleh investor karena adanya hubungan yang kuat antara

kondisi lingkungan ekonomi makro dan kinerja di pasar modal. Tandelilin

(2010:343) menjelaskan terdapat beberapa indikator yang digunakan dalam

analisis makro seperti : Produk Domestik Bruto (PDB), Tingkat Inflasi, Tingkat

Suku Bunga, dan Nilai Tukar Rupiah.

Penelitian ini menggunakan Nilai Tukar Rupiah dalam analisis makro,

karena sebagian besar perusahaan property and real estate memiliki hutang dalam

bentuk mata uang asing yaitu dolar. Berdasarkan Lampiran 8 terlihat bahwa dari

36 perusahaan property and real estate yang terdaftar di BEI selama periode

2015-2017 sebanyak 20 perusahaan memiliki hutang dalam mata uang asing

sehingga risiko nilai tukar akan memengaruhi kondisi perusahaan.

4187
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

Terdepresiasinya nilai tukar rupiah akan memberikan sinyal negatif bagi

para investor karena mencerminkan keadaan ekonomi Indonesia yang melemah

sebagai dampak adanya inflasi, sehingga mendorong para investor untuk menjual

saham di pasar. Tingginya jumlah penawaran saham di pasar akan berdampak

pada menurunnya harga saham perusahaan sehingga return yang aakn diterima

oleh investor juga akan menurun. Pernyataan tersebut selaras dengan penelitian

yang dilakukan oleh Pervaiz et al. (2018), Firmansyah (2015), serta Rosiana dkk.

(2014) yang menyatakan bahwa nilai tukar memiliki pengaruh yang positif

signifikan terhadap return saham. Nugroho et al. (2018), Sutrisno (2017), serta

Poluan (2013) menemukan hasil yang berlawanan yaitu nilai tukar berpengaruh

negatif terhadap return saham.

Analisis perusahaan adalah analisis yang dapat dilakukan dengan metode

analisis rasio keuangan. Rasio keuangan juga digunakan untuk melihat bagaimana

kinerja keuangan suatu perusahaan (Imran, 2018). Pada penelitian ini untuk

mengukur kinerja keuangan menggunakan rasio profitabilitas, solvabilitas

(leverage), serta rasio penilaian pasar. Rasio profitabilitas digunakan untuk

mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan.

Investor umumnya akan melihat pertumbuhan profitabilitas yang mampu

dihasilkan oleh perusahaan untuk menilai prospek perusahaan dimasa datang.

Rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur perbandingan antara hutang dengan

modal yang dimiliki oleh perusahaan, karena proporsi hutang perusahaan akan

berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang akan diamati oleh investor, dan

rasio nilai pasar digunakan untuk mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi

4188
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

keuangan yang dicapai oleh perusahaan. Analisis rasio pasar dipandang penting

karena Tandelilin (2010:364) menyatakan bahwa komponen utama dalam analisis

fundamental adalah rasio pasar.

Sudut pandang investor pada analisis perusanahaan adalah salah satu

indikator penting untuk menilai prospek perusahaan dimasa datang adalah dengan

melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Tandelilin

(2010:372) menyatakan bahwa profitabilitas sangat penting diperhatikan untuk

mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu

perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang

disyaratkan investor. Rasio utama yang digunakan dalam menganalisis

profitabilitas perusahaan adalah Return on Equity (ROE) yang menggambarkan

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan modal.

Rasio ini digunakan dalam menganalisis return saham karena untuk

meningkatkan pembayaran return, perusahaan harus mampu meningkatkan laba

yang diperoleh (Husnan 2015:328).

ROE yang tinggi akan mencerminkan bahwa perusahaan berhasil

menghasilkan keuntungan atas modal perusahaan. Laba merupakan informasi

penting bagi investor sebagai pertimbangan dalam melakukan investasi pada suatu

perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Alozzi dan Obiedat (2016)

menyatakan peningkatan laba perusahaan mencerminkan peningkatkan ROE pada

perusahaan. Peningkatan laba perusahaan akan memberikan sinyal kinerja

perusahaan yang baik sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham

perusahaan. Tingginya permintaan saat jumlah penawaran yang tetap akan

4189
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

berdampak pada peningkatan harga saham, sehingga hal ini juga akan

meningkatkan return saham. Artinya terdapat hubungan yang searah (positif)

antara ROE dengan return saham. Penjelasan tersebut didukung oleh penelitian

dari Ghi (2015), Wijesundera et al. (2015), serta Har dan Ghafar (2015) yang

memperoleh hasil bahwa ROE berpengaruh positif signifikan terhadap Return

saham. Penelitian yang dilakukan oleh Banerjee et al. (2016) menemukan hasil

yang berlawanan yaitu ROE memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap return

saham.

Teori struktur modal, menyatakan jika posisi struktur modal berada diatas

target struktur modal optimalnya, maka setiap pertambahan hutang akan

menurunkan nilai suatu perusahaan. Struktur modal merupakan proporsi

pendanaan dengan hutang (debt financing) perusahaan, yaitu rasio leverage

perusahaan. Herawati (2017) menyatakan DER mencerminkan kemampuan

perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban yang ditunjukkan oleh beberapa

bagian dari modal ekuitas yang digunakan untuk membayar utang. Risiko hutang

tidak dilihat dari banyaknya hutang, tetapi dari rasio hutang terhadap modal yaitu

dengan menggunakan DER (Liembono, 2016:42). Berdasarkan lampiran 4 dapat

disimpulkan bahwa sebagian besar perusahaan property and real estate yang

terdaftar di BEI selama periode 2015-2017 memiliki DER lebih dari 50%. Tingkat

DER pada sektor perusahaan ini tertinggi menyentuh angka 686.9%. Artinya

perusahaan dalam operasionalnya menggunakan lebih banyak hutang

dibandingkan modal dan akan dihadapkan pada risiko hutang yang tinggi.

4190
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

Investor akan menghindari saham-saham perusahaan yang memiliki nilai

DER yang tinggi karena nilai DER yang tinggi mencerminkan risiko perusahaan

yang relatif tinggi. Situasi tersebut akan mengindikasikan kinerja perusahaan yang

kurang baik dan menyebabkan investor menjual saham perusahan tersebut ke

pasar karena kurang tertarik terhadap saham perusahaan. Jumlah permintaan dari

investor yang menurun saat jumlah penawaran tetap, maka berdampak pada

penurunan harga saham dan return perusahaan (Kasmir, 2015:158). Sari dan

Kennedy (2017) menemukan hasil bahwa DER memiliki pengaruh negatif

terhadap return saham. Artinya apabila DER meningkat maka akan menurunkan

return saham. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Alozzi dan

Obiedat (2016), Abdullah et al. (2015), serta Acheampong et al. (2014) yang

menyatakan bahwa DER memiliki pengaruh negatif terhadap return saham.

Penelitian yang dilakukan oleh Mailani dkk. (2017), Ibrahim dan Hussaini (2017)

serta Nesa (2015) menemukan hasil yang berlawanan yaitu DER memiliki

pengaruh positif terhadap Return saham.

Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio yang membandingkan antara

harga saham yang diperoleh dari pasar modal dan laba per saham yang diperoleh

pemilik perusahaan yang disajikan dalam laporan keuangan (Jogiyanto,

2017:204). Tandelilin (2010:364) menyatakan dalam melakukan analisis

perusahaan, investor harus mendasarkan kerangka pikirnya pada salah satu

komponen utama dalam analisis fundamental, yaitu Price Earning Ratio (PER).

Terdapat tiga alasan yang mendasari penggunaan PER. Pertama, karena pada

dasarnya PER bisa digunakan untuk mengestimasi nilai intrinsik suatu saham.

4191
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

Kedua, return yang dibayarkan perusahaan pada dasarnya dibayarkan dari

earning. Ketiga, adanya hubungan antara perubahan earning dengan perubahan

harga saham. PER menunjukkan besarnya harga setiap satu rupiah earning

perusahaan, selain itu PER juga merupakan ukuran relatif dari sebuah saham

perusahaan.

Investor menggunakan PER sebagai salah satu indikator fundamental karena

dipandang mampu memberikan kemudahan dalam perhitungan dan interpertasi

(Meric et al., 2017). Nilai PER yang semakin tinggi akan mengindikasikan bahwa

kinerja perusahaan juga semakin baik. Jitmaneeroj (2017) mengemukakan bahwa

PER yang tinggi akan meningkatkan harapan investor untuk memperoleh tingkat

return yang tinggi. Investor cenderung akan melakukan investasi pada perusahaan

yang memiliki nilai PER tinggi.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Karami et al. (2014) menemukan

bahwa PER memiliki pengaruh positif terhadap returun saham, karena PER yang

tinggi akan mengindikasikan harga per lembar saham perusahaan tinggi. Kondisi

tersebut akan meningkatkan permintaan investor atas saham. Meningkatnya

permintaan saham berdampak pada peningkatkan harga saham yang selanjutnya

akan meningkatkan return yang diterima oleh investor. Hasil serupa juga

ditemukan oleh Ozturk dan Karabulut (2018), Putri dan Purbawangsa (2017) serta

Sari dan Kennedy (2017) membuktikan bahwa PER memiliki pengaruh positif

signifikan terhadap return saham. Hautauruk et al. (2014), serta Wijesundera et

al. (2015) menemukan hasil yang berlawanan yaitu PER memiliki pengaruh

negatif signifikan terhadap return saham.

4192
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

Return on Equity (ROE) adalah rasio profitabilitas yang menggambarkan

kemampuan perusahaan dalam memberi keuntungan bagi investor dengan

menunjukkan persentase laba bersih yang tersedia untuk modal yang digunakan

oleh perusahaan. Nilai ROE yang tinggi, mencerminkan bahwa perusahaan

berhasil menghasilkan keuntungan dari modal yang tersedia. Peningkatan ROE

mencerminkan profitabilitas perusahaan yang baik sehingga mendongkrak nilai

jual perusahaan. Meningkatnya nilai jual perusahaan akan meningkatkan jumlah

permintaan saham perusahaan. Meningkatnya jumlah permintaan saat penawaran

tetap maka berdampak pada peningkatan harga saham perusahaan, sehingga hal

ini akan berkolerasi dengan peningkatan pemberian return saham.

Keadaan tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif antara ROE dengan

return saham. Pernyataan ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan

oleh Ghi (2015), Alozzi dan Obiedat (2016), Wijesundera et al. (2015), Har dan

Ghafar (2015), serta Sari (2017) yang memperoleh hasil penelitian bahwa ROE

berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas

maka hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H1: ROE berpengaruh positif terhadap return saham

Debt to Equity Ratio (DER) menilai hutang dengan seluruh ekuitas

perusahaan. Nilai DER yang tinggi akan mencerminkan bahwa struktur

permodalan perusahaan lebih banyak memanfaatkan utang-utang relatif terhadap

modal yang dimiliki. Semakin tinggi DER maka akan mencerminkan risiko

perusahaan yang relatif tinggi. Pembiayaan dengan menggunakan hutang tinggi

akan meningkatkan risiko keuangan perusahaan yang menyebabkan perusahaan-

4193
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

perusahaan menghadapi kesulitan keuangan dan kebangkrutan (Matemilola et al.,

2017). Tingkat hutang yang tinggi akan menyebabkan beban bunga perusahaan

semakin tinggi dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Investor akan

cenderung menghindari saham-saham yang memiliki nilai DER yang tinggi, jika

nilai DER perusahaan relatif tinggi maka akan mengurangi minat investor

melakukan investasi. Kondisi tersebut akan menurunkan jumlah permintaan

saham jumlah penawaran tetap, maka akan berdampak pada penurunan harga

saham yang selanjutnya berdampak pada penurunan return yang mampu

diberikan oleh perusahaan.

Penjelasan diatas menunjukkan adanya pengaruh yang negatif antara DER

terhadap return saham. Pernyataan tersebut didukung dengan hasil penelitian yang

dilakukan oleh Alozzi dan Obiedat (2016), Abdullah et al. (2015), Acheampong et

al. (2014) , serta Sari dan Kennedy (2017) yang menyatakan bahwa DER

memiliki pengaruh negatif terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas

maka hipotesis pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H2: DER berpengaruh negatif terhadap return saham

Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio yang membandingkan antara

harga saham yang diperoleh dari pasar modal dengan laba per saham yang

diperoleh oleh perusahaan (Jogiyanto, 2017:204). Semakin tinggi rasio PER akan

mencerminkan bahwa kinerja perusahaan juga semakin membaik. Nilai PER yang

tinggi juga menggambarkan harga per lembar saham suatu perusahaan akan

cenderung meningkat, jadi apabila harga per lembar saham dan tingkat

pertumbuhan laba suatu perusahaan meningkat, maka nilai PER juga akan

4194
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

meningkat, dengan demikian maka tingkat permintaan atas saham perusahaan

akan meningkat. Kondisi demikian menyebabkan peningkatan harga saham yang

berdampak pada peningkatan return saham.

Penjelasan diatas menunjukkan bahwa PER memiliki pengaruh positif

terhadap return saham. Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang

dilakukan oleh Ozturk dan Karabulut (2018), Putri dan Purbawangsa (2017),

Safitri dkk. (2017), Sari dan Kennedy (2017), Artaya dkk. (2014), Karami et al.

(2014) membuktikan bahwa PER memiliki pengaruh positif signifikan terhadap

return saham, yang berarti bahwa semakin tinggi PER suatu emiten maka harga

per lembar saham emiten akan cenderung meningkat dan return saham akan

meningkat pula. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis penelitian ini dapat

dirumuskan sebagai berikut:

H3: PER berpengaruh positif terhadap return saham

Terdepresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap US dollar akan berdampak

terhadap perusahaan yang melakukan transaksi dengan mata uang asing. Nilai

tukar rupiah yang terdepresiasi mencerminkan kondisi perekonomian negara yang

sedang melemah sebagai dampak adanya inflasi. Suatu negara jika berada dalam

keadaan inflasi, maka pemerintah akan menaikkan tingkat suku bunga sehingga

investor akan lebih tertarik untuk menabungkan dananya dan menjual sahamnya

di pasar. Meningkatnya jumlah penawaran saham perusahaan di pasar akan

berdampak pada penurunan tingkat harga saham sehingga return juga akan

menurun.

4195
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

Pernyataan tersebut didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh

Pernyataan tersebut selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Pervaiz et al.

(2018), Firmansyah (2015), dan Rosiana dkk. (2014) yang menyatakan bahwa

nilai tukar memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap return saham.

Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai

berikut:

H4: Nilai tukar berpengaruh positif terhadap return saham.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Property and Real Estate yang

terdaftar di BEI pada periode 2015-2017. Alasan penelitian dilakukan pada

komoditi perusahaan tersebut karena adanya fenomena sebagian besar return

saham pada komoditi perusahaan property and real estate mengalami penurunan.

Objek dalam penelitian ini adalah Return on Equity, Debt to Equity Ratio,

Price Earning Ratio dan Return saham pada perusahaan Property and Real Estate

yang terdaftar di BEI periode 2015-2017 serta nilai tukar rupiah terhadap US

dollar periode 2015-2017.

Variabel terikat (Y) dalam penelitian adalah return saham. Variabel bebas

(X) dalam penelitian ini antara lain: X1 = Return on Equity, X2 = Debt to Equity

Ratio, X3 = Price Earning Ratio dan X4 = Nilai Tukar. Populasi dalam penelitian

ini adalah perusahaan yang bergerak pada sektor Property and Real Estate yang

terdaftar di BEI periode 2015-2017 yang berjumlah 36 perusahaan. Penentuan

sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling sensus atau teknik sampling

jenuh.

4196
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode observasi non partisipan dengan cara melihat, mempelajari uraian-uraian

dari buku, jurnal, serta mengutip catatan-catatan yang diperoleh dari Bursa Efek

Indonesia (BEI) yang berupa laporan keuangan tahunan perusahaan Property and

Real Estate serta data nilai tukar rupiah terhadap US dollar yang diperoleh dari

situs resmi Bank Indonesia.

Analisis regresi linier berganda dipergunakan untuk mengetahui

ketergantungan satru variabel terikat hanya pada satu variabel bebas dengan atau

tanpa variabel moderator, serta untuk mengetahu ketergantungan satu variabel

terikat pada variabel-variabel bebas. Teknik analsis ini digunakan untuk

mengetahui pengaruh Return on Equity, Debt to Equity Ratio, Price Earning

Ratio dan Nilai Tukar terhadap return saham pada perusahaan sektor Property

and Real Estate yang terdaftar di BEI pada periode 2015-2017.

Ŷ = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e .................................................................... (1)

Dimana :

Ŷ : Return Saham
α : Nilai Konstanta
X1 : Return On Equity
X2 : Debt to Equity Ratio
X3 : Price Earning Ratio
X4 : Nilai Tukar
β1 : Koefisien regresi Return on Equity (X1)
β2 : Koefisien regresi Debt to Equity Ratio (X2)
β3 : Koefisien regresi Price Earning Ratio (X3)
β4 : Koefisien regresi Nilai Tukar (X4)
e : error
Berdasarkan analisis regresi diamati Goodness of Fti-nya yaitu koefisien

determinasi (R2), uji kelayakan model (Uji F), dan hipotesis (Uji t).

4197
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan pembahasan pada penelitian ini berupada analisis data deskriptif

dilakukan untuk memberikan gambaran atau deskripsi mengenai variabel yang

diteliti dimana terdiri dari Return on Equity (X1), Debt to Equity Ratio (X2), Price

Earning Ratio (X3), nilai tukar (X4), dan return saham (Y) yang terlihat dari Tabel

1 berikut:

Tabel 1.
Hasil Statistik Deskriptif Sampel Penelitian
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Return Saham 108 -0,8753 1,8000 -0,009855 0,3647838
ROE 108 -0,1522 0,4116 0,082879 0,0923392
DER 108 0,035 6,869 0,777526 0,7754364
PER 108 -259,190 2611,580 60,32497 295,07846
Nilai Tukar 108 13307,380 13391,970 13361,160 38,340573
Valid N 108
Sumber: Data diolah, 2018

Berdasarkan Tabel 1. dapat dijelaskan mengenai statistik deskriptif data

yang digunakan pada penelitian ini, yakni hasil statistik deskriptif pada tabel

diatas menunjukkan bahwa nilai minimum return saham sebesar -0,8753 atau -

87.53% dan nilai maksimum sebesar 1,8000 atau 180%. Hal ini menunjukkan

bahwa besarnya return saham pada sampel penelitian ini berkisar antara -0,8753

sampai 1,8000 dengan rata-rata (mean) -0,009855 pada standar deviasi sebesar

0,3647838. Nilai return saham tertinggi pada Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk

tahun 2017 yaitu 1,8000 atau sebesar 180%, sedangkan nilai return saham

terendah pada Bumi Citra Permai Tbk tahun 2016 yaitu -0,8753 atau sebesar -

87,53%.

Nilai minimum Return on Equity (ROE) sebesar -0,152 atau sebesar -15,2%

dan nilai maksimim sebesar 0,4116 atau sebesar 41.16%. Hal ini menunjukkan

4198
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

bahwa besarnya ROE pada sampel penelitian ini berkisar antara -0,152 sampai

0,4116 dengan rata-rata (mean) 0,082879 pada standar deviasi sebesar 0,0923392.

Nilai ROE tertinggi pada Fortune Mate Indonesia Tbk tahun 2016 yaitu 0,4116

atau sebesar 41,16%, sedangkan nilai ROE terendah pada Cowell Development

Tbk tahun 2015 yaitu -0,152 atau sebesat -15,2%.

Nilai minimum Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,035 atau sebesar

3,5% dan nilai maksimum sebesar 6,869 atau sebesar 686,9%. Hal ini

menunjukkan bahwa besarnya DER pada sampel penelitian ini berkisar antara

0,035 sampai 6,869 dengan rata-rata (mean) 0,777526 pada standar deviasi

sebesar 0,7754364. Nilai DER tertinggi pada Alam Sutera Realty Tbk tahun 2017

yaitu 6,869 atau sebesar 686,9%, sedangkan nilai DER terendah pada Ristia

Bintang Mahkota Sejati Tbk tahun 2016 yaitu 0,035 atau sebesar 3.5%.

Nilai minimum Price Earning Ratio (PER) sebesar -259,190 dan nilai

maksimum sebesar 2611,580. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya PER pada

sampel penelitian ini berkisar antara -259,190 sampai 2611,580 dengan rata-rata

(mean) 60,32497 pada standar deviasi sebesar 295,07846. Nilai PER tertinggi

pada Pikko Land Development Tbk tahun 2017 yaitu sebesar 2611,580,

sedangkan nilai PER terendah pada Gading Development Tbk tahun 2017 yaitu

sebesar -259,190.

Nilai minimum nilai tukar sebesar Rp.13307,380 dan nilai maksimum

sebesar Rp.13391,970. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya nilai tukar pada

sampel penelitian ini berkisar antara Rp.13307,380 sampai Rp.13391,970 dengan

rata-rata (mean) 13361,160 pada standar deviasi sebesar 38,340573. Nilai tukar

4199
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

tertinggi pada tahun 2015 yaitu Rp.13391,970, sedangkan terendah pada tahun

2016 yaitu Rp.13307,380.

Model analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi

linier berganda. Model regresi linier berganda digunakan pada penelitian ini

karena dapat menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Return on Equity (X1),

Debt to Equity Ratio (X2), Price Earning Ratio (X3), dam Nilai Tukar terhadap

(X4) Return Saham (Y) pada perusahaan property and real estate periode 2015-

2017. Hasil pengujian analisis regresi linier berganda dari penelitian ini disajikan

pada Tabel 2 sebagai berikut:

Tabel 2.
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Unstandardized Standardize Hasil Uji
Sig.
Model Coefficients Coefficients Hipotesis
B Std. Error Beta
1 (Constant) 4,30161 7,64643 0,575
ROE 1,32503 0,25453 0,45001 0,000 Diterima
DER -0,05802 0,02761 -0,18232 0,038 Diterima
PER -0,00014 0,00007 -0,17448 0,045 Diterima
Nilai Tukar -0,00033 0,00057 -0,04875 0,570 Ditolak
Adjusted R2 0,224
Sig. F 0,000
Sumber: Data diolah, 2018

Hasil analisis pada Tabel 2 dapat dibuat persamaan regresi linier berganda sebagai

berikut:

Y = 4,30161 + 1,32503 X1 – 0,05802 X2 – 0,00014 X3 – 0,00033 X4

Keterangan :

Y = Return saham
a = Konstanta
b1, b2, b2, b3, b4 = Koefisien regresi

4200
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

X1 = Return on Equity (ROE)


X2 = Debt to Equity Ratio (DER)
X3 = Price Earning Ratio (PER)
X4 = Nilai Tukar

Persamaan regresi tersebut menjelaskan arah pengaruh dari masing-masing

variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Jika koefisien regresi memiliki tanda

positif ini berarti bahwa variabel bebas memiliki pengaruh yang searah dengan

variabel terikatnya, sedangkan koefisien regresi yang memiliki tanda negatif

berarti bahwa variabel bebas memiliki pengaruh yang berlawanan arah dengan

variabel terikatnya.

Persamaan diatas dapat dijelaskan berdasarkan masing-masing koefisien

tersebut adalah nilai koefisien regresi Return on Equity (ROE) sebesar 1,32503

memiliki nilai yang positif menunjukkan adanya hubungan yang searah, apabila

tingkat ROE naik sebesar satu persen, maka retrun saham meningkat sebesar

1,32503 satuan dengan syarat variabel bebas lainnya konstan atau sama dengan

nol.

Nilai koefisien regresi Debt to Equity Ratio (DER) sebesar -0,05802

menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan arah, apabila DER naik sebesar

satu persen, maka return saham menurun sebesar 0,05802 satuan dengan syarat

variabel bebas lainnya konstan atau sama dengan nol.

Nilai koefisien regresi Price Earning Ratio (PER) sebesar -0,00014

menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan arah, apabila PER naik sebesar

satu persen, maka return saham akan menurun sebesar 0,00014 satuan dengan

syarat variabel bebas lainnya konstan atau sama dengan nol.

4201
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

Nilai koefisien regresi nilai tukar sebesar -0,00033 memiliki nilai negatif

yang menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan arah, apabila nilai tukar

naik sebesar satu rupiah, maka return saham menurun sebesar 0,00033 satuan

dengan syarat variabel bebas lainnya konstan atau sama dengan nol.

Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R2 ≤ 1). Jika R2

semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel

bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang

digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap

variabel terikat.

Tabel 3.
Analisis Data Koefisien Determinasi (R2)
Model R R Square Ajusted R Square Std. Error of the
Estimate
1 .503a .253 .224 .208818
Sumber: Data diolah, 2018

Nilai koefisien determinasi dilihat melalui nilai adjusted R2. Nilai dari

Adjusted R2 pada penelitian ini telah disajikan pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa

nilai dari Adjusted R2 sebesar 0,224 yang memiliki arti bahwa 22,4% variasi

perubahan return saham dapat dijelaskan oleh variabel Return on Equity (ROE),

Debt to Equiy Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), dan nilai tukar.

Sedangkan sisanya 77.6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.

Adapun hasil dari pengujian kesesuaian model dalam penelitian ini telah

disajikan pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai p-value (Sig. F) yakni 0,000 lebih

kecil dari nilai α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini layak untuk

digunakan sebagai alat analisis untuk menguji pengaruh variabel independen pada

variabel dependen.

4202
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

Berdasarkan Tabel 2. diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi uji t dari

variabel 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 serta nilai koefisien beta sebesar 0,45001.

Hal ini berarti Return on Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan

terhadap return saham, sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima.

Berdasarkan Tabel 2 diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi uji t dari

variabel 0,038 lebih kecil dari α = 0,05 serta nilai koefisien beta sebesar -0,18232.

Hal ini berarti Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan

terhadap return saham, sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima.

Berdasarkan Tabel 2. diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi uji t dari

variabel 0,045 lebih kecil dari α = 0,05 serta nilai koefisien beta sebesar -0,17448.

Hal ini berarti Price Earning Ratio (PER) berpengaruh negatif dan signifikan

terhadap return saham, sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima.

Berdasarkan Tabel 2 diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi uji t dari

variabel 0,570 lebih besar dari α = 0,05 serta nilai koefisien beta sebesar -0,04875.

Hal ini berarti nilai tukar berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return

saham, sehingga hipotesis keempat dalam penelitian ini ditolak.

Penelitian ini menemukan hasil bahwa Return on Equity (ROE) berpengaruh

positif dan signifikan terhadap return saham. Hubungan positif ROE terhadap

return saham menunjukkan apabila ROE meningkat maka return saham juga akan

meningkat. Investor memperhatikan nilai ROE dalam pengambilan keputusan

untuk berinvestasi pada sektor perusahaan property and real estate. ROE

merupakan rasio profitabilitas yang mencerminkan kemampuan perusahaan

menghasilkan keuntungan untuk pemegang saham atas modal yang telah

4203
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

diinvestasikannya. Tingkat ROE yang tinggi akan mempengaruhi investor untuk

melakukan keputusan pembelian saham perusahaan karena dari sudut pandang

investor pertumbuhan profitabilitas merupakan indikator penting untuk menilai

prospek perusahaan dimasa datang. Tingginya permintaan atas saham perusahaan

saat penawaran tetap maka akan meningkatkan harga jual saham perusahaan.

Harga saham yang tinggi tentunya akan meningkatkan return yang akan diterima

oleh investor.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ghi

(2015), Alozzi dan Obiedat (2016), Wijesundera et al. (2015), Har dan Ghafar

(2015), serta Sari (2017) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa ROE

berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

Penelitian ini menemukan hasil bahwa Debt to Equity Ratio (DER)

berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Hubungan negatif

DER terhadap return saham menunjukkan apabila DER meningkat maka return

saham akan menurun. Investor memperhatikan nilai DER dalam pengambilan

keputusan investasi pada sektor perusahaan property and real estate. DER

merupakan rasio yang menilai perbandingan antara tingkat hutang dengan seluruh

ekuitas perusahaan. DER yang tinggi menggambarkan perusahaan menggunakan

lebih banyak hutang dibandingkan ekuitas dalam melaksanakan operasional

perusahaannya dan mencerminkan tingkat risiko perusahaan yang semakin tinggi,

sehingga saham perusahaan tidak menarik lagi bagi investor maka investor akan

mengambil keputusan untuk menjual saham perusahaan.

4204
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

Keputusan investor untuk menjual saham perusahaan menyebabkan

penawaran saham perusahaan di pasar semakin meningkat. Jumlah penawaran

yang tinggi sementara permintaan rendah berakibat pada penurunan harga saham.

Rendahnya harga saham berakibat pada rendahnya tingkat return yang akan

diterima oleh investor. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang

dilakukan oleh oleh Alozzi dan Obiedat (2016), Abdullah et al. (2015),

Acheampong et al. (2014), serta Sari dan Kennedy (2017), dalam penelitiannya

menyatakan bahwa DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return

saham.

Penelitian ini menemukan hasil bahwa Price Earning Ratio berpengaruh

negatif dan signifikan terhadap return saham. Pengaruh negatif antara PER

dengan return saham menunjukkan apabila terjadi peningkatan nilai PER

perusahaan maka return saham akan mengalami penurunan. Investor

memperhatikan PER dalam pengambilan keputusan investasi pada perusahaan

property and real estate. Pada periode 2015-2017 nilai PER perusahaan property

and real estate terlalu tinggi hingga menyentuh angka 2.611 kali. Investor

memandang PER yang terlalu tinggi mencerminkan harga saham perusahaan yang

terlalu mahal sehingga menurunkan daya beli investor. Penurunan daya beli

investor akan berdampak pada penurunan permintaan saham property and real

estate sehingga harga saham menurun dan berpengaruh terhadap penurunan

return saham.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang diilakukan oleh

Hautauruk et al. (2014), Andansari dkk. (2016), serta Wijesundera et al. (2015)

4205
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

yang mengemukakan bahwa PER memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap

return saham.

Penelitian ini menemukan hasil bahwa nilai tukar berpengaruh negatif dan

tidak signifikan terhadap return saham. Pengaruh yang tidak signifikan

mencerminkan bahwa investor tidak memerhatikan kondisi nilai tukar dalam

melakukan keputusan investasi pada perusahaan properti and real estate di

Indonesia. Pada perusahaan sektor property and real estate nilai tukar tidak

berpengaruh terhadap keputusan investasi para invesrtor karena selama periode

2015-2017 proporsi penggunaan hutang luar negeri (USD) pada sektor perusahaan

ini hanya sebesar 11,45%. Penggunaan hutang dalam mata uang asing yang relatif

kecil maka investor menilai bahwa faktor fluktuasi nilai tukar tidak

mempengaruhi kondisi perusahaan.

Nilai Tukar tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap return

saham juga karena pada periode penelitian tidak terjadi fluktuasi yang tajam

antara nilai tukar rupiah terhadap dollar sehingga tidak memengaruhi permintaan

investor terhadap saham perusahaan, maka kondisi nilai tukar juga tidak

memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga saham dan return saham

yang akan diterima oleh investor.

Hasil peneltian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayat

dkk. (2017), Dirgasiwi dkk. (2016), Salim dan Simatupang (2016), Mahilo dan

Parengkuan (2015) yang menyatakan bahwa nilai tukar berpengaruh negatif dan

tidak signifikan terhadap return saham.

4206
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

SIMPULAN

Tinggi rendahnya Return on Equity (ROE) memengaruhi keputusan investor

untuk melakukan investasi pada perusahaan property and real estate. ROE yang

tinggi akan menarik minat investor untuk melakukan keputusan pembelian saham

perusahaan karena bagi investor semakin tinggi ROE maka semakin baik prospek

perusahaan karena semakin tinggi ROE maka semakin tinggi return saham yang

diterima investor. Tinggi rendahnya Debt to Equity Ratio (DER) memengaruhi

keputusan investor untuk melakukan investasi pada perusahaan property and real

estate. DER yang tinggi mencerminkan risiko perusahaan yang tinggi sehingga

investor akan memutuskan untuk menjual saham perusahaan karena semakin

tinggi DER maka semakin rendah return saham yang diterima investor. Tinggi

rendahnya Price Earning Ratio (PER) mempengaruhi keputusan investor untuk

melakukan investasi pada perusahaan property and real estate. PER pada

perusahaan property and real estate selama periode 2015-2017 sangat tinggi. Bagi

investor jika PER perusahaan terlalu tinggi maka harga saham perusahaan terlalu

mahal sehingga menurunkan daya beli investor.

Nilai tukar tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap

keputusan investor untuk melakukan keputusan investasi pada perusahaan

property and real estate karena pada perusahaan ini tidak banyak melakukan

transaksi dalam mata uang asing (USD) serta pada periode penelitian kondisi nilai

tukar rupiah terhadap dollar (USD) tidak mengalami fluktuasi yang tajam.

Perusahaan sektor property and real estate hendaknya memerhatikan faktor

internal terutama Return on Equity (ROE), Debt to Eauity Ratio (DER), Price

4207
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

Earning Ratio (PER). Berdasarkan hasil penelitiam, bahwa variabel ROE, DER,

PER berpengaruh terhadap return saham sedangkan faktor eksternal yaitu nilai

tukar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.

Bagi investor penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang

menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan dan memutuskan investasi yang

akan dilakukan.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengunakan variabel makro selain

nilai tukar seperti tingkat suku bunga maupun inflasi untuk menguji pengaruh

terhadap return saham pada perusahaan property and real estate karena hasil

penelitian ini menunjukkan nilai tukar tidak memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap return saham perusahaan property and real estate. Melihat nilai Price

Earning Ratio (PER) pada perusahaan property and real estate yang terlalu tinggi

dan berakibat pada penurunan daya beli investor maka disarankan bagi

perusahaan untuk melakukan stock split (pemecahan saham) agar pasar saham

perusahaan kembali normal dan meningkatkan kembali daya beli investor.

REFERENSI

Abdullah, Mohammad Nayeem; Kamruddin Parvez; Tarana Karim; Rahat Bari


Toohen. (2015). The impact of financial leverage and market size on stock
returns on the Dhaka stock exchange: Evidence from selected stocks in the
manufacturing sector The. International Journal of Economics, Finance and
Management Sciences, Vol. 3 (1), hal.10-15.

Acheampong, Prince; Evans Agalega; Albert Kwabena Shibu. (2014). The Effect
of Financial Laverage and Market Size on Stock Returns on Rhe Ghana Stock
Exchange: Evidence on Selected Stocks in The Manufacturing Sector.
International Journal of Financial Research, Vol. 5 (1), hal.125-134.

Andansari, Neni Awika; Kharis Raharjo; Rita Andini. (2016). Pengaruh Return on
Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Total Asset Turn Over (TATO),

4208
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

dan Proce to Book Value (PBV) Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada
Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI
Periode 2008-(2014)). Journal of Accounting, Vol. 2 (2), hal.11-21.

Alozzi, Nurah Musa; Ghassan S. Obiedat. (2016). The Relationship Between the
Stock Return and Financial Indicators (Profitability, Leverage): An Empirical
Study on Mnufacturing Companies Listed in Amman Stock Exchange.
Journal of Social Sciences, Vol. 15 (3), hal.408-424.

Artaya; Anom Purbawangsa; Sri Artini. (2014). Pengaruh Faktor Ekonomi Makro,
Risiko Investasi dan Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan di
Bursa Efek Indonesia (BEI). E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas
Udayana, Vol. 3 (12), hal.689-701

Banerjee, Sanbad; Guha, Banhi; Gautam Bandyopadhyay. (2016). A Post Factor


Analysis of Financial Ratios of Selected IPOs and its Impact on Grading: An
Empirical Inquest. Journal of Business Studies Quarterly, Vol. 8 (1), hal.23-
34.

Bursa Efek Indonesia. (2018). Ringkasan Performa Perusahaan Tercatat.


[Link]
tercatat/. Diakses 5 Juli (2018).

Bursa Efek Indonesia. (2018). Laporan Keuangan dan Tahunan.


[Link]
Diakses. 10 Juli (2018).

Bursa Efek Indonesia. (2018). Profil Perusahaan Tercatat.


[Link]
Diakses. 10 Juli (2018).

Dirgasiwi, Danang Fiqri; Andrieta Shintia Dewi; Tieka Trikartika Gustyana.


(2016). Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Mata Uang, ROA, dan DER Terhadap
Return Saham: Studi Kasus Pada Perusahaan Sub Sektor Konstruksi
Bangunan yang Terdaftar di BEI Periode (2011)-(2015). E-Journal
Proceeding of Management, Vol. 3 (3), hal.3017-3024

Firmansyah, Muhammad. (2015). Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Bunga,


dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Return Saham (Studi Kasus pada PT.
Semen Indonesia, Tbk. Periode 2005-(2014)). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Universitas Brawijaya, Vol. 3 (2), hal.1-15.

Ghi, Tran Nha. (2015). The Impact of Capital Structure and Financial
Performance on Stock Returns of The Firm House. International Journal of
Information Research and Review; Vietnam, Vol. 2 (6), hal.734-737.

4209
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

Har, Wong Pik; Muhammad Afif Abdul Ghafar. ((2015)). The Impact of
Accounting Earnings on Stock ReturnsThe Case of Malaysia’s Plantation
Industry. International Journal of Bussiness and Management; Malaysia, Vol.
10 (4), hal.155-165.

Hautauruk, M.R.; [Link] M.; and H. Ardi P. (2014). Influence of Fundamental


Ratio, Market Ratio and Business Performance to The Systematic Risk and
Their Impacts to The Return on Shares at The Agricultural Sector Companies
at The Indonesia Stock Exchange for The Period of (2010)-(2013). Academic
Research International, Vol. 5 (5), hal.149-168.

Herawati, Aty. (2017). The Factors Affecting Initial Return on IPO Company in
IDX 2007 – (2012). International Journal of Economic Perpectives;
Faculty of Economics and Business Mercu Buana University (2017), Vol.
11 (1), hal.1459-1509.

Hidayat, La Rahmad; Djoko Setyadi; Musdalifah Azis. (2017). Pengaruh Inflasi


dan Suku Bunga dan Nilai Tukar Rupiah Serta Jumlah Uang Beredar
Terhadap Return Saham. Journal FEB Unmul, Vol. 19 (2), hal.148-154.

Husnan, Suad. (2015). Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas Edisi
Kelima. Yogyakarta: YKPN.

Ibrahim, Idris; Hussaini Bala. (2017). Firms Specific Characteristics and Stock
Market Returns (Evidence From Listed Food and Baverages Firms In
Nigeria. International Journal of Information, Business and Management,
Vol. 9 (1), hal.257-276.

Imran, Ume Salma. (2018). Predicting Stock Returns Using Financial Ratios: A
Case of Pakistani Listed Companies. Journal of Aplied Finance and
Economic Polic, Vol. 2 (1), hal.29-40.

Jitmaneeroj, Boonlert. (2017). Does Investor Sentiment Affect Price-Earnings


Ratios?. Journal Economics and Finance, Vol. 34 (1), hal.1-16

Kasmir. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Rajawali Pers.

Liembono. (2016). Analisis Fundamental Panduan Trading dan Investasi Saham.


Surabaya: Brilliant.

Mahilo, Michael B.; Tommy Parengkuan. (2015). Dampak Risiko Suku Bunga,
Inflasi, dan Kurs Terhadap Return Saham Perusahaan Makanan dan Minuman
yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA, Vol. 3 (3), hal.1-10.

Mailani; Cipta; Suci. (2017). Pengaruh Current Ratio san Debt To Equity Ratio
Serta Return On Asset Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Indeks LQ-

4210
E-Jurnal Manajemen, Vol. 8, No. 7, 2019 :4183-4212

45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Jurusan Manajemen. Vol.


8(2), hal.97-105

Matemilola, Bolaji Tunde; Bany Ariffin; Anual Md Nasir; Azman Saini. (2017).
Moderating Effects if Firm Age on Relationship Between Debt and Stock
Returns. Journal of Asia-Pasific Busines,. Vol. 18 (1), hal.81-96.

Meric, Ekrem; Melik Kamisli; Fatih Temizel. (2017). Interaction Among Stock
Price and Financial Ratio: The Case of Turkish Banking Sector. Red Fame
Journal Applied Economic and Finance, Vol. 4 (6), hal.107-115.

Nesa, Anisa. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham


(Studi Kasus pada Perusahaan Sub Sektor Automotive and Componentis yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode ((2010)-(2014)). Jurnal Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Perbanan Institute, Vol. 1 (1), hal.72-86.

Pervaiz, Javed; Junaid Masih; Teng Jian Zhou. (2018). Impact of Macroeconomic
Variabels on Kirachi Stock Market Return. International Journal of
Economic and Financ, Vol. 12 (2), hal.28-34.

Poluan, Vriessylia Tania. (2013). The Influence of Macroeconomic Factors on


Stock Return Listed in Composite Stock Price Index (IHSG) from 2008-
(2012). Journal EMBA, Vol. 1 (4), hal.306-315.

Puspitadewi, Indah dan Heny Rahyuda. (2016). Pengaruh DER, ROA, PER, dan
EVA Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Food and Baverage di
BEI. E-Jurnal Manajemen Undud. Vol. 5 (3), hal.1429-1456.

Putri, Nirmala Kamiana dan Anom Purbawangsa. (2017). Pengaruh Kondisi Pasar
Modal dan Rasio Keuangan Terhadap Return Saham di Bursa Efek
Indonesia. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 6 (8), hal.4269-4297.

Rosiana, Rita; Wulan Retnowati; dan Hendro. (2014). Pengaruh Rasio


Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Rasio Pasar, Firm Size, Tingkat Suku
Bunga, dan Nilai Tukar terhadap Return Saham. Jurnal Bisnis dan
Manajemen, Vol. 4 (1), hal.79-91.

Safitri, Dian Ayu; Budi Wahono; M. Agus Salim. (2017). Pengaruh Price To
Book Value (PBV), Price Earning Ratio (PER), Debt To Equity Ratio
(DER), dan Return On Asset (ROA) Terhadap Return Saham. Jurnal Riset
Manajemen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unisma, Vol. 1 (2),
hal.23-30.

Salim, Fifi Suryani; Apriani Simatupang. (2016). Kinerja Keuangan dan Kondisi
Ekonomi Makro Terhadap Pengembalian Saham Perusahaan Property dan

4211
Ni Nyoman Sri Jayanti Perwani Devi, Pengaruh ROE,DER…..

Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun (2011)-
(2014). Jurnal Administrasi Kantor, Vol. 4 (1), hal.47-67.

Sari, Fransisca Indah Permata; Posma Sariguna Johnson Kennedy. (2017).


Pengaruh Faktor Fundamental Terhadap Return saham Perusahaan
Mnaufaktur di BEI Periode 2009-(2015). Fundamental Management
Journa,. Vol. 2 (6), hal.87-97.

Sari, Ratna Novita. (2017). Pengaruh Profitabilitas dan Kebijakan Devidend


Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur dengan Nilai Perusahaan
Sebagai Variabel Intervening Periode (2010)-(2014). Jurnal Pendidikan
dan Ekonomi, Vol. 6 (1), hal.88-95.

Sutrisno, Budiman. (2017). Pengaruh Nilai Tukar, Pertumbuhan Aktiva, Earning


Per Share (EPS) dan Risiko Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan-
Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ. Jurnal Manajemen dan Bisnis, Vol 1
(3), hal.23-27.

Tandelilin, Eduardus. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, Edisi
Pertama. Yogyakarta: Kanisius IKAPI.

Wijesundera; Weerasinghe; Krishna; Gunawardena; Peiris. (2015). Predictability


of Stock Returns Using Financial Ratio. Empirical Evidence from Colombo
Stock Exchange; Kelaniya Journal of Mnagement, Vol 4 (2), hal.44-55.

4212

Anda mungkin juga menyukai