0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

CP Seni Rupa

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran seni rupa yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kepekaan estetika peserta didik. Pembelajaran seni rupa berfokus pada pengalaman langsung, penciptaan karya, refleksi, dan dampak sosial, serta memiliki karakteristik yang mendukung kolaborasi dan penghargaan terhadap keberagaman. Terdapat juga penjelasan mengenai capaian pembelajaran untuk setiap fase pendidikan, mulai dari pengamatan hingga penciptaan karya yang lebih kompleks.

Diunggah oleh

wiwied endrayeni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

CP Seni Rupa

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran seni rupa yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kepekaan estetika peserta didik. Pembelajaran seni rupa berfokus pada pengalaman langsung, penciptaan karya, refleksi, dan dampak sosial, serta memiliki karakteristik yang mendukung kolaborasi dan penghargaan terhadap keberagaman. Terdapat juga penjelasan mengenai capaian pembelajaran untuk setiap fase pendidikan, mulai dari pengamatan hingga penciptaan karya yang lebih kompleks.

Diunggah oleh

wiwied endrayeni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

A. Rasional Mata Pelajaran Seni Rupa


Setiap manusia memiliki kemampuan untuk melihat, merasakan dan
mengalami sebuah keindahan. Kepekaan terhadap keindahan membantu
manusia untuk dapat memaknai hidupnya dan menjalani hidupnya dengan
optimal. Diharapkan melalui pembelajaran seni rupa, kepekaan tersebut dapat
dibangun sejak dini.
Semenjak zaman prehistorik, bahasa rupa merupakan citra yang memiliki
daya dan dampak luar biasa dalam menyampaikan pesan, menghibur,
melestarikan, menghancurkan dan menginspirasi hingga kurun waktu tak
terhingga.
Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya Profil Pelajar Pancasila.
Melalui seni rupa, peserta didik dibiasakan dapat berpikir terbuka, kreatif,
apresiatif, empatik, serta menghargai perbedaan dan keberagaman. Selain
itu, peserta didik juga memperoleh pengalaman mengamati dan menikmati
keindahan serta mengalami proses perenungan dari dalam maupun luar diri
mereka untuk diekspresikan pada karya seni rupa yang berdampak pada diri,
lingkungan maupun masyarakat.
Melalui pembelajaran seni rupa, peserta didik menyadari bahwa seni rupa
dapat membentuk sejarah, budaya dan peradaban sebuah bangsa maupun
seluruh dunia. Peserta didik menghargai dan melestarikan budaya Indonesia
yang menjunjung tinggi kearifan lokal, kebinnekaan global, dan
perkembangan teknologi.
Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan
mengembangkan nilai-nilai estetika, logika dan etika dalam dirinya untuk
mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sesuai tujuan pendidikan nasional.

B. Tujuan Mata Pelajaran Seni Rupa

Pembelajaran seni rupa bertujuan mengembangkan kreativitas dan kepekaan


terhadap estetika, logika dan etika untuk membantu peserta didik
meningkatkan kualitas hidupnya. Di samping itu, kemampuan peserta didik
dalam mengamati, mengenal, merasakan, memahami dan mengalami nilai-
nilai keindahan, semakin terasah dalam merespon sebuah gagasan, peluang
dan tantangan.

C. Karakteristik Mata Pelajaran Seni Rupa

● Pembelajaran berpusat pada peserta didik; dimana mereka


memiliki ruang kreativitas untuk menemukan gagasan dan caranya sendiri
dalam berkarya, sesuai dengan kemampuan, minat, bakat dan kecepatan
belajarnya masing-masing.
● Pembelajaran melalui pengalaman mengamati, mencipta,
menikmati, mengetahui, memahami, bersimpati, berempati, peduli dan
toleransi terhadap beragam nilai, budaya, proses dan karya.
● Pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, relevan, dan
mengembangkan keterampilan bekerja dan berpikir artistik bagi kehidupan
sehari-hari.
● Pembelajaran seni rupa merayakan keunikan individu dan bersifat
khas/kontekstual sesuai potensi yang dimiliki peserta didik, satuan
pendidikan dan daerahnya.
● Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni maupun bidang
ilmu lainnya dan mendorong kolaborasi interdisipliner.
● Pembelajaran seni rupa memiliki dampak bagi diri peserta didik dan
lingkungannya. Kesadaran akan dampak sebuah karya akan mendorong
terbentuknya sikap bertanggung jawab.

Gambar 1. Lima elemen/domain landasan pembelajaran seni rupa


Landasan Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang
mandiri dan berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling
mempengaruhi dan mendukung. Setiap elemen bukan sebuah urutan atau
prasyarat dari elemen lainnya. Masing-masing mampu berdiri sendiri secara
mandiri namun memiliki hubungan dalam peran antar
elemen:

Elemen Deskripsi
Mengalami Mengarahkan peserta didik untuk mendapatkan
(Experiencing) pengalaman secara langsung dengan; mengamati,
mengumpulkan, dan merekam informasi
visual dari kehidupan sehari-hari sebagai
sumber gagasan dalam berkarya.
Peserta didik mengeksplorasi dan bereksperimen
dengan berbagai bahan, alat, dan prosedur dalam
menciptakan sebuah karya seni rupa.
Menciptakan Memotivasi peserta didik untuk
(Making/Creating) menciptakan sebuah karya seni rupa.
Merefleksikan Peserta didik mengevaluasi perkembangan diri,
(Reflecting) mampu menjelaskan, memberi komentar, dan
umpan balik secara kritis atas karya pribadi
maupun karya orang lain dengan
mempresentasikannya secara runut, terperinci
dan menggunakan kosa kata yang tepat.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan berbagai sudut
Artistik (Thinking and pandang, pengetahuan dan keterampilan artistik
Working Artistically) dalam menciptakan sebuah peluang, menjawab
tantangan dan menyelesaikan permasalahan
kehidupan sehari-hari.
Peserta didik memiliki kebebasan dalam
mengeksplorasi dan bereksperimen dengan alat,
bahan dan prosedur sehingga menemukan cara
mereka sendiri dalam mengembangkan
gagasannya.
Berdampak Pembelajaran dan karya seni rupa peserta didik
(Impacting) diharapkan memiliki dampak positif pada dirinya,
lingkungan dan masyarakat serta dapat
dipertanggungjawabkan.

D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Seni Rupa setiap Fase

1. Fase A (Kelas I dan II SD/MI/Program Paket A)


Di akhir fase A, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam,
merespon dan mengekspresikan pengalaman kesehariannya secara visual
dalam karya 2 atau 3 dimensi dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar
geometris yang menunjukkan konsep bentuk yang jelas.
Fase A Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengamati
(Experiencing) elemen-elemen rupa di lingkungan kesehariannya dan
menuangkan pengalaman kesehariannya secara
visual dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar
geometris. Peserta didik mengeksplorasi alat dan
bahan dasar dalam berkarya seperti kertas, alat
menggambar, mewarnai, membentuk, memotong,
dan merekat.

Menciptakan Pada akhir fase A, peserta didik mampu menciptakan


(Making/Creating) karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan
elemen seni rupa berupa garis, bentuk dan warna.

Merefleksikan Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali dan


(Reflecting) menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau
dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang
lain) serta pengalaman dan perasaannya mengenai
karya tersebut.

Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali dan
Artistik (Thinking and membiasakan diri dengan berbagai prosedur dasar
Working Artistically) sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan
media yang tersedia di sekitar. Peserta didik
mengetahui dan memahami keutamaan faktor
keselamatan dalam bekerja.

Berdampak Pada akhir fase A, peserta didik mampu menciptakan


(Impacting) karya sendiri yang sesuai dengan perasaan atau
minatnya.

2. Fase B (Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)


Di akhir fase B, peserta didik mampu menuangkan pengalamannya secara
visual sebagai ungkapan ekspresi kreatif dengan rinci walaupun hasilnya
belum menunjukkan proporsi yang optimal. Diharapkan pada akhir fase
ini, peserta didik mampu mengenal dan dapat menggunakan
keterampilan atau pengetahuan dasar tentang unsur rupa garis,
bentuk, tekstur, ruang, dan warna dengan bahan, alat, dan prosedur
yang dipilih dalam menciptakan karya 2 dan 3 dimensi.

Fase B Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran


Mengalami Pada akhir fase B, peserta didik mampu mengamati,
(Experiencing) mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman
kesehariannya secara visual dengan menggunakan
garis pijak
Elemen Capaian Pembelajaran
dan proporsi walaupun masih berdasarkan
penglihatan sendiri.
Peserta didik mengenali dan dapat menggunakan
alat, bahan dan prosedur dasar dalam menggambar,
mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat.

Menciptakan Pada akhir fase B, peserta didik mampu menciptakan


(Making/Creating) karya 2 atau 3 dimensi dengan mengeksplorasi dan
menggunakan elemen seni rupa berupa garis,
bentuk, tekstur, ruang dan warna.

Merefleksikan Pada akhir fase B, peserta didik mampu mengenali


(Reflecting) dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan
atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari
orang lain atau era atau budaya tertentu) serta
pengalaman dan perasaannya mengenai karya
tersebut.
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase B, peserta didik mulai mulai terbiasa
Artistik (Thinking and secara mandiri menggunakan berbagai prosedur
Working Artistically) dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka
pilihan media yang tersedia di sekitar. Peserta didik
mengetahui, memahami dan mulai konsisten
mengutamakan faktor keselamatan dalam bekerja.

Berdampak Pada akhir fase B, peserta didik mampu menciptakan


(Impacting) karya sendiri yang sesuai dengan perasaan, minat
atau konteks lingkungannya.

3. Fase C (Kelas V dan VI SD/MI/Program Paket A)


Di akhir fase C, peserta didik mampu menuangkan pengalamannya secara
visual sebagai ekspresi kreatif dengan rinci, ditandai penguasaan ruang
dengan penggunaan garis horizon dalam karyanya. Diharapkan pada
akhir fase ini, proses kreatif dan kegiatan apresiasi peserta didik telah
mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, dan prosedur yang
mewakili perasaan dan empati peserta didik.

Fase C Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran


Mengalami Pada akhir fase C, peserta didik mampu mengamati,
(Experiencing) mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman
kesehariannya secara visual dengan menggunakan
garis pijak dan proporsi.
Peserta didik terbiasa menggunakan alat, bahan
dan prosedur dasar yang tepat dalam menggambar,
mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat.
Elemen Capaian Pembelajaran
Menciptakan Pada akhir fase C, peserta didik mampu
(Making/Creating) menciptakan karya 2 atau 3 dimensi dengan
mengeksplorasi, menggunakan dan
menggabungkan elemen seni rupa berupa garis,
bentuk, tekstur dan ruang.
Peserta didik mulai menggunakan garis horizon
dalam karya 2 dimensi. Selain itu, peserta
didik mulai menerapkan keseimbangan dan
irama/ritme dalam warna, garis atau bentuk
dalam karyanya.
Merefleksikan Pada akhir fase C, peserta didik mampu mengenali
(Reflecting) dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan
atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari
orang lain atau era atau budaya tertentu) serta
pengalaman dan perasaannya mengenai karya
tersebut.
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase C, peserta didik secara mandiri
Artistik (Thinking secara mandiri menggunakan berbagai prosedur
and Working dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka
Artistically) pilihan media yang tersedia di sekitar. Peserta didik
mulai mengenal alternatif bahan, alat atau prosedur
dasar dasar dalam menggambar, mewarnai,
membentuk, memotong, dan merekat.
Peserta didik mengetahui, memahami dan
konsisten mengutamakan faktor keselamatan
dalam bekerja.

Berdampak Pada akhir fase C, peserta didik mampu


(Impacting) menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan
perasaan, minat atau konteks lingkungannya.

Anda mungkin juga menyukai