0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan21 halaman

Proposal Sapi

Kelompok Peternak Sangkan Hurip di Desa Karangsari, Garut, mengajukan permohonan bantuan dana untuk pengembangan peternakan sapi pedaging guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi kebutuhan daging sapi. Proposal ini mencakup upaya penyelamatan sapi betina produktif yang terancam dipotong, serta peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan dan penyediaan sarana prasarana. Diharapkan kegiatan ini dapat menggerakkan perekonomian lokal dan mendukung program swasembada daging sapi pemerintah.

Diunggah oleh

pelayanancimaragas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan21 halaman

Proposal Sapi

Kelompok Peternak Sangkan Hurip di Desa Karangsari, Garut, mengajukan permohonan bantuan dana untuk pengembangan peternakan sapi pedaging guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi kebutuhan daging sapi. Proposal ini mencakup upaya penyelamatan sapi betina produktif yang terancam dipotong, serta peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan dan penyediaan sarana prasarana. Diharapkan kegiatan ini dapat menggerakkan perekonomian lokal dan mendukung program swasembada daging sapi pemerintah.

Diunggah oleh

pelayanancimaragas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BANTUAN

TERNAK SAPI PEDAGING


KELOMPOK PETERNAK
SANGKAN HURIP
DESA KARANGSARI
KECAMATAN PANGATIKAN KABUPATEN GARUT

KELOMPOK PETERNAK
SANGKAN HURIP
DESA KARANGSARI KECAMATAN PANGATIKAN
KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT
KELOMPOK PETERNAK
SANGKAN HURIP
DESA KARANGSARI KECAMATAN PANGATIKAN KABUPATEN GARUT

Garut, 5 April 2013


Nomor : 03/SH/[Link]/IV/2013 Kepada, Yth.
Lampiran : 1 (satu) Berkas Kementrian Pertanian
Perihal : Permohonan Bantuan Republik Indonesia
Peternakan Sapi Pedaging C/q Dirjen Peternakan
di
Jakarta

Dalam rangka upaya mensukseskan Program Pemerintah terhadap peningkatan


Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan dan ditunjang oleh respon Peternak Khususnya serta
umumnya masyarakat Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, untuk
mengadakan Kegiatan Peternakan Sapi. Maka dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan
dana untuk kegiatan Peternakan Sapi Pedaging.
Untuk itu kami memohon kepada Bapak kiranya dapat mengabulkan permohonan
kami tersebut diatas, sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Khususnya laju
pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Karangsari.
Dengan harapan, kegiatan Peternakan Sapi Pedaging ini dapat memacu dan
memotivasi masyarakat untuk berwirausaha di bidang Peternakan. Sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan hidup masyarakat Desa Karangsari seiring berkembangnya laju pertumbuhan
ekonomi .
Demikian proposal ini kami buat, Atas segala perhatian dan bantuannya kami ucapkan
terima kasih.

Kepala Desa Karangsari Ketua Kelompok

UCU SURAHMAN DAYU SYAMSURIZAL,. [Link]


Mengetahui,
Camat Kec. Pangatikan UPTD Peternakan Kec. Pangatikan

Drs. ASEP RAHMAT SOLIHIN _________________


NIP.195805141982121001
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami sampaikan kehadirat Allah Swt, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, Proposal Usaha Peternakan Sapi ini dapat diselesaikan.
Dukungan Program Pemberdayaan Kelompok Peternak, khususnya untuk Kelompok
Peternak Sangkan Hurip yang berada di Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan Kabupaten
Garut Provinsi Jawa Barat di harapkan ada perhatian khusus dari berbagai pihak dan dapat
diwujudkan dalam bentuk program yang difasilitasi oleh Pemerintah.
Mudah-mudahan dengan proposal ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
untuk segera terealsisasikan dan dilaksanakan bersama, dalam rangka menyikapi dan menjawab
permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan peternakan
khususnya ternak sapi pedaging/potong.
Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga Allah Swt senantiasa mengabulkan segala
cita-cita kita semua. Amin.

Karangsari, 5 April 2013


KETUA KELOMPOK
SANGKAN HURIP

DAYU SYAMSURIZAL [Link]


BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Upaya penyelamatan sapi betina produktif di Kabupaten Garut sudah sangat mendesak
untuk dilaksanakan. Hal ini adalah demi menjaga dan mengembangkan populasi sapi potong
sehingga pada akhirnya kebutuhan masyarakat akan daging sapi di Kabupaten garut dan
sekitarnya dapat terpenuhi.
Selama ini cukup banyak jumlah sapi potong di Kabupaten Garut yang di potong, baik
di Bandar/ Penampung Sapi, terutama untuk sapi yang datang dari Pulau Jawa, Nusa Tenggara
Barat dan Sulawesi Selatan, di rumah Potong Hewan maupun oleh para pemelihara ternak
sendiri. Dari sekian banyak sapi yang dipotong tersebut, sekitar 30% hingga 40% diantaranya
adalah sapi betina produktif. Hal ini terjadi karena tingginya permintaan daging di masyarakat,
sehingga saat pemelihara ternak sapi terdesak oleh kebutuhan ekonomi maka sangat mudah
untuk menjual sapi yang di peliharanya baik melalui pasar hewan maupun kepada para Bandar.
Mudahnya para pemelihara ternak sapi untuk menjual sapi yang dipeliharanya karena
terdesak oleh kebutuhan ekonomi, Karena pada umumnya para peternak di Kabupaten Garut
yang memiliki ternak sapi berkisar 1 hingga 3 ekor sapi peliharaan. Padahal untuk mencapai
tingkat sejahtera, selayaknya setiap peternak memelihara sapi potong seidkitnya adalah 8 hingga
10 ekor, sehingga hasil produksinya akan mampu mencukupi kebutuhan hidup para peternak.
Namun untuk menambah populasi, umumnya para peternak selalu terkendala pada keterbatasan
permodalan yang dimiliki.
Maka dari itu, Kelompok Peternak Sangkan Hurip bermaksud mengajukan Permohonan
Bantuan Permodalan Kepada Pihak Pemerintah, dalam upaya pengembangan peternakan sapi
pedaging/potong. Melalui kegiatan ini pula, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan
kesejahteraan para peternak yang selama ini masuk kategori masyarakat miskin, dan mampu
memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta turut mendukung Program
Pemerintah Pusat berupa Program Swasembada Daging Sapi Hingga Tahun 2014.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kelompok peternak sapi
Puta Bhakti adalah sebagai berikut :
1. Mengembangkan kegiatan usaha peternakan sapi pedaging.
2. Menyelamatkan sapi betina produktif yang akan dipotong baik oleh Bandar, jagal ternak
di luar arbotoar, rumah potong hewan maupun yang sedang dijual di pasar hewan dan
terancam akan dipotong untuk di ambil dagingnya.
3. Mengurangi ketergantungan pasokan ternak/daging sapi dari luar dengan memperkuat
kemampuan lokal untuk menghasilkan produksi ternaknya.
4. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) demi meningkatkan
kemapuan daya dukungnya terhadap keberadaan usaha peternak sapi potong.
5. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui
peningkatkan kemampuan dan kapasitas untuk mengelola kelembagaan usaha
agribisnis.
6. Menggerakan perekonomian pedesaan sehingga dapat meningkatkan pendapatan
masyrakat (khususnya masyarakat petani ternak), memperluas lapangan pekerjaan,
sekaligus memeberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, yang berarti pula dapat
menekan laju urbanisasi yang cukup tinggi karena sulitnya mendapatkan penghasilan di
tempat asalnya.
7. Mendorong pembangunan subsektor peternakan yang mampu memenuhi permintaan
masyarakat akan kebutuhan daging, sehingga dapat mengendalikan fluktuasi harganya
di pasar serta meminimalisir pengurasan ternak sapi potong yang telah ada.
8. Mengembangkan konsep teknologi pengolahan ternak sapi potong pada peternak.
9. Meningkatkan SDM dan Adopsi teknoligi Peternakan.
10. Mengolah lahan kritis menjadi lahan produktif.
11. Meningkatkan pendapatan peternak sapi potong.
12. Kelompok dijadikan sebagai wadah tempat belajar usaha dan silaturahmi, khususnya
antara sesama anggota.
BAB II
KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN

1. KEGIATAN DAN PROGRAM


Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kelompok Peternak Sangkan Hurip adalah
menjaring ternak sapi betina produktif yang akan terancam akan dipotong untuk di ambil
dagingnya, baik yang masih dipelihara oleh para peternak, yang akan dijual di pasar hewan
maupun yang siap dipotong oleh jagal ternak (luar arbotoar) dan rumah potong hewan (RPH).
Agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, maka kelompok peternak Sangkan Hurip telah
melaksanakan perjanjian kerjasama dengan Jagal Ternak (perjanjian kerjasama terlampir).
Dengan adanya perjanjian kerjasama tersebut, jagal ternak dimaksud berkewajiban segera
memberikan informasi kepada kelompok Peternak Sangkan Hurip apabila di tempatnya
kedapatan sapi betina yang diperjual belikan maupun yang akan di potong.
Saat kelompok menerima informasi dimaksud, maka pihak kelompok ternak
mengirimkan tenaga ahli maupun melalui petugas teknis dari Dinas terkait, untuk menyeleksi
setiap sapi betina yang terancam akan dipotong untuk diambil dagingnya. Apabila berdasarkan
hasil seleksi diketahui bahwa sapi betina tersebut masih produktif dan sangat layak untuk di
budidayakan, maka kelompok Peternak Sangkan Hurip dengan menggunakan anggaran dari
bantuan pihak Pemerintah akan segera membelinya yang selanjutnya disebarkan kepada anggota
untuk dibudidayakan lebih lanjut. Hal yang sama akan dilaksanakan pula apabila diketahui ada
peternak yang hendak menjual sapi betina produktif karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi.
Alokasi anggaran dari bantuan pihak Pemerintah, tidak semuanya dibelikan pada sapi
betina produktif, melainkan 30% - 35% digunakan untuk membeli sapi jantan untuk kegiatan
penggemukan. Sapi jantan penggemukan ini, dimaksudkan sebagai simpanan kelompok yang
dapat digunakan saat alokasi anggaran untuk pembelian sapi betina produktif telah habis, tetapi
masih ditemukan adanya sapi betina produktif yang terancam akan dipotong. Nantinya, sapi
betina produktif yang telah melalui proses seleksi, atau bisa pula dijual terlebih dahulu dan hasil
penjualannya kemudian dibelikan pada sapi betina produktif dimaksud.
Agar dalam usaha budidaya ternak hasil penjaringan bisa berhasil sehingga keberadaan
ternak sapi potong berkualitas tetap terjaga dan berkembang di Kabupaten Garut. Sebelum itu
ada upaya yang harus dan perlu dilakukan yakni peningkatan SDM para pemeliharanya, terutama
cara dan teknis pemelihara ternak bagaimana cara memelihara ternak secara baik dan oftimal.
Serta menguasai ilmu dan teknologi yang diyakini akan mampu memaksimalkan hasil produksi
sapi potong yang dipeliharanya.
2. PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Sosialisasi
Sebelum dilaksanakan kegiatan penyelamatan sapi betina produktif, terlebih dahulu
kelompok peternak akan melaksanakan sosialisasi program kepada semua anggota dan
masyarakat Desa Karangsari. Hal ini dipandang perlu, karena dengan semua anggota dan
masyarakat memahami kegiatan dimaksud. Maka dalam pelaksanaannya akan berjalan dengan
baik dan lancar serta akan tercipta iklim yang kondusif baik dalam pelaksanaan penjaringan
ternak. Seluruh rangkaian proses budidaya serta dalam pelaksanaan perguliran ternak kepada
semua anggota, pada anggota yang akan masuk kemudian dan pada akhirnya dapat bergulir pula
pada seluruh masyarakat Desa Karangsari. Dengan hal ini, selain kesejahteraan anggota dan
masyarakat di Desa Karangsari dapat ditingkatkan. Dan kegiatan budidaya peternakan ini
sebagai upaya mengatasi pengangguran serta menekan angka urbanisasi dari masyarakat
setempat, dimana tidak sedikit masyarakat setempat yang bekerja di kota karena di tempat
asalanya sulit mendapatkan pekerjaan dan pengahasilan yang mencukupi.

B. Pengadaan Sarana dan Prasarana


Sebelum dilaksanakannya program penyelamatan sapi betina produktif, terlebih dahulu
harus dilakukan pengadaan sarana dan prasarana peternakan sapi potong yang memadai.
Pengadaan sarana dan prasarana ini meliputi pengadaan kandang, bangunan gudang pakan,
peralatan serta bahan Inseminasi Buatan (IB), pengadaan alat pemotong rumput (chopper) dan
pengolahan pakan serta pengolahan limbah kotoran ternak untuk dibuat menjadi pupuk organik
dan juga bahan Bokhasi Biogas.
Terhadap kandang milik beberapa anggota kelompok, akan pula dilaksanakan perbaikan
agar dapat memenuhi persyaratan teknis dengan adanya peningkatan hasil produksi dari ternak
sapi potong yang di budidayakan oleh anggota.

C. Penanaman Hijauan Makanan Ternak (HMT)


Untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak terutama Hijauan Makanan Ternak (HMT).
Maka akan dilaksanakan pencetakan kebun rumput unggulan yang diselingi oleh tanaman
tahunan baik berupa Pohon Kayu maupun buah-buahan. Penanaman ini akan di prioritaskan pada
lahan-lahan kritis milik anggota maupun milik Pemerintah dengan cara yang akan di atur
dikemudian. Agar lahan kritis yang ditanam tersebut dapat menjadi subur, maka akan
memanfaatkan limbah kotoran ternak dalam hal pemupukannya.

D. Penyeleksian Bibit Sapi Betina


Ternak sapi potong yang akan dibudidayakan untuk pembibitan terlebih dahulu akan di
seleksi oleh ahli baik yang ada di kelompok maupun dengan meminta bantuan petugas teknis
Dinas/ Instansi terkait. Dalam proses penyeleksian ini biasanya didasarkan atas Jenis/Ras, Umur,
Tinggi Badan, Bobot Badan, dan Tingkat Kesehatan. Setiap bibit betina yang terpilih akan
diberikan perlakuan peningkatan mutu kesehatannya dengan menggunakan obat-obatan sesuai
standar baku Pemerintah.
Pengadaan bibit betina sapi potong produktif ini akan dilakukan melalui penjaringan
ternak-ternak unggul yang ada di Kabupaten Garut, khususnya yang ada di para peternak,
panampung/Bandar, pasar hewan, jagal ternak diluar arbotoar maupun RPH.

E. Monitoring Pembinaan Dan Evaluasi Kegiatan


Kegiatan pembudidayan sapi betina produktif hasil penjaringan ternak pada aggota
kelompok, akan di monitoring secara berkala sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan atau
berdasarkan pada kondisi kebutuhan lapangan. Kegiatan monitoring ini mutlak harus dilakukan
agar setiap perkembangan dapat terkontrol dan dilakukan evaluasi, begitu pula saat ditemukan
sauatu kendala dalam kegiatan ini. Maka kelompok dapat segera mencari solusi pemecahannya.
Setiap perkembangan yang terjadi baik yang menyangkut hal yang positif maupun
negatif, harus senantiasa dilaporkan secara rinci dan detail sehingga laporan yang disampaikan
ini sebagai suatu dasar untuk pengembalian keputusan melaksanakan kegiatan lain pada tahap
berikutnya.
Untuk lebih akuratnya laporan ini akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali, demikian
pula dengan proses evaluasinya. Manfaat lain dai laporan bulanan ini akan memberikan
gambaran kemajuan atau kemunduran yang diperoleh dari kegiatan yang dilaksanakan. Hal
inipun dapat dijadikan dasar untuk mengambil suatu keputusan.
Demi kelancaran pelaksanaan kegiatan, maka pembinaan terhadap semua anggota
mutlak untuk dilakukan. Materi yang diberikan dalam pembinaan ini menyangkut aspek teknis,
sosial, ekonomi, dan dinamika proses yang menyangkut keterlibatan berbagai pihak dalam
kegiatan dimaksud. Dalam pembinaan ini, akan di arahkan pada hal-hal yang bersifat teknis
budidaya, teknis pasca panen dan aspek teknis lainnya.
Melalui pembinaan yang intensif dan berkesinambungan sedikitnya dalam sebulan
dengan melibatkan tenaga ahli baik yang ada di kelompok maupun petugas teknis dari
Dinas/Instansi terkait. Diharapkan nantinya semua anggota memiliki pengetahuan memadai
dalam proses budidaya ternak sapi potong, sehingga hasil produksinya dari ternak yang
dibudidayakannya dapat memberikan kontribusi besar baik untuk keluarga pemelihara ternak,
kepada kelompok, kepada masyarakat setempat meupun kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Kabupaten Garut. Hingga pada akhirnya dapat mendukung Program Pemerintah yang kecukupan
Daging Sapi Hingga Tahun 2014.
BAB III
TINJAUAN DALAM KEGIATAN PELAKSANAAN

1. Kegiatan Ditinjau Dari Aspek Ekonomi


Jika ditinjau dari apek ekonomi, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kelompok
Peternak Sangkan Hurip cukup prospektif untuk dikembangkan sebagai suatu usaha yang akan
memberikan keuntungan bagi para pelakunya. Hal ini cukup beralasan karena hal-hal sebagai
berikut :
1) Harga daging maupun ternak hidup sapi potong mampu bertahan dalam situasi krisis
ekonomi yang pernah melanda Indonesia beberapa tahun lalu, bahkan dalam situasi
krisis tersebut harga daging mengalami kenaikan yang sangat signifikan di tengah
produk lain yang mengalami penurunan drastis.
2) Harga produk (khususnya daging dan ternak hidup) dari waktu ke waktu cenderung
terus menerus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan jumlah penduduk.
3) Hasil sampingannya berupa Kulit (bahan baku industri, Krupuk kulit, sepatu, tas, dll),
Tulang (dapat diolah menjadi tepung tulang dan lem), Tanduk (bahan baku industri
kerajinan), Darah (bahan baku pencampur pakan ternak, tepung darah), Kotoran (pupuk
organik padat, serta biogas untuk keperluan rumah tangga) yang cukup laku dipasaran.
4) Cocok dikembangkan di wilayah pedesaan dalam rangka memperluas lapangan usaha
serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5) Memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

2. Kegiatan Ditinjau Dari Aspek Lingkungan


Sejalan dengan tuntutan kondisi saat ini, dimana Dengan digembar-gemborkan
pembangunan berwawasan lingkungan/pembangunan ramah lingkungan. Maka hasil
sampingan/limbah pemeliharaan ternak sapi potong, khususnya dalam bentuk kotoran berupa
ternak (padatan) dan kotoran berupa urine (cairan) yang diolah menjadi pupuk organik dan
Biogas untuk keperluan rumah tangga yang dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang
nyata terhadap upaya tersebut diatas.
Keberadaan ternak sapi potong berkaitan langsung dengan keberadaan tanaman pangan.
Agar tidak mencemari lingkungan (menimbulkan polusi bau dan penyebaran penyakit), maka
limbah peternakan (padatan dan cairan) diubah menjadi pupuk organik untuk selanjutnya di
manfaatkan sebagai pupuk tanaman (menggantikan pupuk kimia yang selama ini diyakini telah
mencemari lingkungan/merusak hara tanah). Yang berarti, dalam hal ini pengolahan limbah
ternak turut mengatasi kesulitan pupuk bagi sektor pertanian pangan. Limbah hasil pertanian
tanaman pangan (dalam bentuk jerami) dapat dimanfaatkan sebgai pakan ternak. Dengan hal ini,
tentu akan mengurangi pola kebiasaan petani yang selalu membakar jerami untuk memperoleh
rabuk/pupuk, yang juga dapat menimbulkan polusi udara (asap) dan pemanasan global.

3. Kegiatan Ditinjau Dari Aspek Budaya


Sebagai daerah agraris, umumnya masyarakat di Kabupaten Garut sudah terbiasa untuk
memelihara ternak, termasuk ternak sapi potong, yang dijadikan sebagai usaha sampingan
sabagai pendamping usaha pokonya sebagai petani. Namun karena kepemilikan ternak sapi
potong hanya 1 hingga 3 ekor, maka kesejahteraan pemelihara ternak tetap tidak mampu
ditingkatkan. Akibatnya banyak pemuda di pedesaan yang tidak melirik terhadap usaha tersebut.
Serta memilih untuk urbanisasi ke wilayah perkotaan. Dengan dilaksanakannya kegiatan melalui
kelompok Peternak Sangkan Hurip diharapkan hal tersebut dapat tertanggulangi, serta selain
mampu meningkatkan kesejahteraan para pemelihara ternak juga akan dapat menciptakan
lapangan pekerjaan sehingga menekan angka urbanisasi yang selama ini menjadi kendala utama
di wilayah perkotaan.
BAB IV
DATA KELEMBAGAAN

1. UMUM
1) NAMA KELOMPOK : SANGKAN HURIP
2) ALAMAT SEKRETARIAT : Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan
Kabupaten Garut Prov. Jawa Barat
2. STRUKTUR ORGANISASI
NO. NAMA JABATAN ALAMAT
1. DAYU SYAMSURIZAL, [Link] KETUA Karangsari, Rt/Rw. 02/02
2. CECEP ABDUL HALIM SEKRETARIS Karangsari, Rt/Rw. 02/02
3. ENDANG RAHMAT BENDAHARA Karangsari, Rt/Rw. 02/02
4. MAMAN SURYAMAN ANGGOTA Karangsari, Rt/Rw. 02/02
5. APIPUDIN ANGGOTA Karangsari, Rt/Rw. 01/04
6. SARIF ANGGOTA Karangsari, Rt/Rw. 03/06
7. AKA DJAKARIA ANGGOTA Ciwalen, Rt/Rw. 02/03
8. ABDUL KODIR ANGGOTA Cihuni , Rt/Rw. 01/07
9. IRFAN ANGGOTA Karangsari, Rt/Rw. 01/03
10. ICA TANDANI ANGGOTA Karangsari, Rt/Rw. 04/07
BAB V
RENCANA USAHA KELOMPOK
Rencana biaya yang diperlukan untuk kegiatan penyelamatan sapi betina produktif yang
akan dilaksanakan oleh Kelompok Peternak Sangkan Hurip adalah sebesar Rp. 300.000.000,-
(Tiga ratus juta rupiah) dengan perincian tabel dibawah ini :
HARGA
JUMLAH
NO KEGIATAN VOL SAT SATUAN
(Rp.)
(Rp.)
Pengadaan bibit sapi jantan untuk
1 30 Ekor 7.150.000,- 214.500.000,-
penggemukan
2 Pengadaan Peralatan Kandang 1 Paket 5.000.000,- 5.000.000,-
3 Biaya pemeliharaan kandang 30 Unit 300.000,- 9.000.000,-
4 Pengadaan Obat-obatan 2 Paket 3.500.000,- 7.000.000,-
6 Pengadaaan pakan dan konsentrat 6.000 Kg 3.000,- 18.000.000,-
7 Pengadaan ATK 1 Paket 1.000.000,- 1.000.000,-
8 Pembelian Chopper 1 Unit 15.000.000,- 15.000.000,-
9 Pengadaan Mesin APO 1 Unit 15.000.000,- 15.000.000,-
10 Pembuatan saung kompos & Bio Gas 1 Unit 15.000.000,- 15.000.000,-
Biaya Pelatihan dan pembinaan
11 1 Paket 5.000.000,- 5.000.000,-
Anggota
JUMLAH 300.000.000,-
[Link]

ANALISIS USAHA

[Link] PENGGEMUKAN SAPI POTONG

1.1. ASUMSI
Lama penggemukan 6 Bulan / 180 Hari
1) Kebutuhan luas kandang untuk 1 ekor sapi penggemukan 2 m2
2) Biaya pemeliharaan kandang Rp. 300.000,-
3) Perlengkapan kandang terdiri dari; Sabit,cangkul, singkup, keranjang rumput, asset Rp.
250.000,-
4) Pembelian sapi bakalan sebanyak 30 ekor
5) Berat badan awal sapi bakalan 130 Kg
6) Harga berat badan sapi bakalan yang digemukan Rp. 55.000,-
7) Pertambahan berat badan sapi yang digemukan 0.8 Kg/ekor/hari
8) Kebutuhan pakan hijauan 40Kg/ekor/hari, konsentrat 6 Kg/ekor/hari
9) Biaya obat-obatan Rp. 50.000,-/ekor/periode
10) Penyusutan kandang / perlengkapan kandang 15% / Tahun
11) Produksi kotoran 25 Kg/ekor/Hari
12) Harga kotoran Rp. 1.00/Kg
13) Biaya transportasi Rp. 100.000,- / ekor
14) Tenaga kerja anggota kelompok sebanyak 10 orang
1.2. PERHITUNGAN UNTUK POLA PENGGEMUKAN
NO URAIAN JUMLAH (Rp.)
.
A. Biaya Tetap
1. Pembuatan kandang untuk 30 Ekor x 2 m2 x Rp. 300.000,- 9.000.000,-
2. Perlengkapan Kandang 1 Paket 5.000.000,-
JUMLAH 14.000.000,-
B. Biaya Tidak Tetap
1. Pembelian Sapi Bakalan 30 ekor x 130 Kg x Rp. 55.000,- 214.500.000,
-
2. Biaya angkut ternak Rp. 100.000,- x 30 ekor 3.000.000,-
3. Biaya HMT 40 Kg x 20 Ekor x 180 Hari x Rp. 100,- 14.400.000,-
4. Biaya konsentrat (ampas tahu) 8 Kg x 20 ekor x 180 hari x Rp. 14.400.000,-
500.-
5. Biaya obat-obatan Rp. 50.000,- x 20 ekor 1.000.000,-
6. Penyusutan kandang dan perlengkapan.
15/100 x Biaya Tetap = 15/100 x Rp. 20.500.000,- 1.537.500,-
2 2
JUMLAH (BIAYA PRODUKSI) 113.337.500,-

1.3. KEUNTUNGAN PETANI TERNAK PENGGEMUKAN


1.3.1. Penjualan Hasil
NO. URAIAN JUMLAH
(Rp.)
1. Berat awal + jumlah sapi + harga daging per/Kg x 180 hari x
pertambahan berat badan per/hari
130 Kg x 30 ekor x Rp. 70.000,- x 180 Hari x 1 Kg 57.600.200,-
2. Penjualan Kotoran
20 ekor x 25 Kg x 180 Hari x Rp. 100,- 9.000.000,-
Jumlah (penjualan hasil panen) 66.600.200,-

1.3.2. Pola Bagi Hasil


Peternak 60%
Kelompok 40%
Pemerintah 0%
1.4. PERHITUNGAN BREAK EVENT POINT
Karena pengambilan dari petani ternak sebesar 40% baru dapat diperoleh pada tahun ke-2.
Maka jumlah pengambilan masing-masing petani ternak mencapai titik impas (BEP) pada tahun
ke-5 (kembali modal), dengan perincian sebagai berikut:
Tahun ke Setoran 40% (Rp.) Jumlah Setoran (Rp.)
I 0 0
II 2.880.000,- 2.880.000,-
III 2.880.000,- 5.760.000,-
IV 2.880.000,- 8.640.000,-
V 1.560.000,- 10.200.00,-
BAB VII
PENUTUP

Demikian proposal ini dibuat dan kami sampaikan, besar harapan kami dapat menjadi
bahan pertimbangan lebih lanjut.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini tentu masih jauh dari sempurna.
Maka dari itu, kritik dan saran kami harapkan demi perbaikan di masa mendatang.
Atas segala perhatian dan terkabulnya Proposal Permohonan Bantuan Peternakan Sapi
Pedaging ini, kami haturkan banyak terima kasih.

Karangsari, 13 Mei 2013


KETUA KELOMPOK
SANGKAN HURIP

DAYU SYAMSURIZAL [Link]


BERITA ACARA
PEMBENTUKAN KELOMPOK PETERNAK SANGKAN HURIP

Pada hari ini Jumat Tanggal Lima Bulan Maret Tahun Dua Ribu Sepuluh Jam sembilan tiga
puluh waktu indonesia bagian Barat bertempat di ruangan pertemuan Balai Desa Karangsari
Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, telah dilakukan Pembentukan Kelompok Ternak
SANGKAN HURIP dengan susunan pengurus sebagai berikut :
 Nama Kelompok Ternak : Sangkan Hurip
 Jumlah Anggota : 10 Orang
 Susunan Pengurus :
 Ketua : Dayu Syamsurizal,. [Link]
 Sekretaris : Cecep Abdul Halim
 Bendahara : Endang Rachmat
 Gugus Kerja :
 Bidang Produksi : Irfan
 Bidang Perluasan Tanaman : Sarif
 Bidang Sarana dan Prasarana : Maman Suryaman
 Bidang Pemasaran : Apipudin

Dengan daftar anggota kelompok terlampir


Demikian berita acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Karangsari, 5 Maret 2010

Kepala Desa Karangsari Ketua Kelompok Ternak

UCU SURAHMAN DAYU SYAMSURIZAL, [Link]


KEPUTUSAN KEPALA DESA KARANGSARI
KECAMATAN PANGATIKAN KABUPATEN GARUT
NOMOR : 21/KEP-DS/III/2010
TENTANG
PEMBENTUKAN KELOMPOK PETERNAKAN SANGKAN HURIP
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA DESA KARANGSARI

Menimbang a. Bahwa kelompok peternak merupakan Organisasi/wadah


pengembangan kegiatan di bidang kesejahteraan sosial para
peternak.
b. Bahwa kelompok peternak sebagai modal strategis untuk
mewujudkan keselarasan, dalam kerangka memperkuat
kesetiakawanan sosial, kebersamaan, kejuangan dan pengabdian
terutama di bidang peternakan.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan huruf
b, maka perlu ditetapkan dengan Sarat Keputusan Kepala Desa
Karangsari.
Mengingat 1. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan
Pokok Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor
53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3039);
2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1985 Tentang Organisasi
Kemasyarakatan (Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 44.
Tambahan Lembaran Negaa Nomor 3298);
2. Undang-undang , Nomor 32 Tahun 204 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4437);
3. Keputusan Presiden RI Nomor 17/M Tahun 2005 tentang
perubahan atas KeputusanPresiden RI Nomor Tahun 2004 Tentang
Pembetukan Kabinet Indonesia Bersatu;
4. Peraturan Prsiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,
Tugas, Fungsi, Susunan Orgaisasi dan tata Kerja Kementrian
Negara Republik Indonesia;
5. Peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2005 tentang Perubahan
atas Peraturan Presiden RI nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit
Organisasi dan Tugas Eselon I Kementrian Negara Republik
Indonesia;
6. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 25/HUK/2003 tentang Pola
Pembangunan Kesejahteraan Sosial;
Memperhatikan Hasil Musyawarah pemilihan Pengurus Kelompok Sangkan Hurip

MEMUTUSKAN
Menetapkan
PERTAMA : Mengangkat dan menetapkan nama-nama yang tercantum dalam
Lampiran I Surat Keputusan ini, sebagai Pengurus Kelompok Peternak
(Sangkan Hurip) Desa Karangsari.
KEDUA : Untuk nama dan jabatan sebagaimana dimaksud pada dictum pertama
lampiran I, disusun berdasarkan urutan jabatan di kelompok Peternak
(Sangkan Hurip) Desa Karangsari.
KETIGA : Memberi tugas dan tanggung jawab sepenuhnya untuk melaksanakan
fungsi sebagaimana ketentuan yang berlaku.
KEEMPAT : Surat keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya dengan
ketentuan akan di ubah dan diperbaiki apabila dipandang perlu.

Ditetapkan di : Desa Karangsari


Pada Tanggal : 05 Maret 2010
Kepala Desa Karangsari

UCU SURAHMAN
Lampiran I : Keputusan Kepala Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut
Tentang Pengangkatan Pengurus Kelompok Peternak (Sangkan Hurip) Desa
Karangsari Nomor 21//[Link]/III/2010
Tanggal 5 Maret 2010

DAFTAR NAMA-NAMA PENGURUS KELOMPOK PETERNAK SANGKAN HURIP


DESA KARANGSARI KECAMATAN PANGATIKAN
KABUPATEN GARUT – JAWA BARAT

1. KETUA : DAYU SYAMSURIZAL,. [Link]


2. SEKRETARIS : CECEP ABDUL HALIM
3. BENDAHARA : ENDANG RAHMAT
4. GUGUS KERJA I : IRFAN
5. GUGUS KERJA II : SARIF
6. GUGUS KERJA III : MAMAN SURYAMAN
7. GUGUS KERJA IV : APIPUDIN

Kepala Desa Karangsari

UCU SURAHMAN
KETERANGAN REKENING BANK
Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Dayu Syamsurizal,. [Link]

Tempat Tanggal Lahir : 1 Februari 1952

Jabatan : Ketua Kelompok Peternak Sangkan Hurip

Alamat : Kp. Babakan Cimaragas RT. 02/02 Ds. Karangsari

Kec. Pangatikan Kab. Garut

No. HP : 081322646115

Dengan ini menyatakan bahwa Kelompok Peternak Sangkan Hurip Desa Karangsari
Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, mempunyai Rekening Kelompok Pada :

Kantor BRI : Unit Sukawening Garut

No. Rekening : 4182-01-006799-53-8

Nama : Kelompok Peternak Sangkan Hurip

Alamat : [Link] Cimaragas Rt/Rw:02/02 [Link]


[Link] [Link]

Tanda Pengenal/ KTP Nik : 3205410102520004

Demikian untuk diketahui dan maklum adanya.

Garut, 13 Mei 2013

Hormat Kami

DAYU SYAMSURIZAL, [Link]

Anda mungkin juga menyukai