PTK Defika Rolin
PTK Defika Rolin
Disusun Oleh:
Identitas Penulis
Nama Mahasiswa : DEFIKA ROLIN, [Link]
NIP : 19880626 202321 2 009
Jabatan : Guru Kelas V/C
Tempat Mengajar : SDN Murtajih 1
Jumlah Siklus : 2 Siklus
Tempat Pelaksanaan : SDN Murtajih 1
Tanggal Pelaksanaan :22 September dan 01 Oktober 2023
a. Eksakta
1. Peningkatan prestasi belajar Matematika materi operasi hitung bilangan
bulat melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
2. Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar materi operasi hitung bilangan
bulat melalui melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
pada siswa kelas V SDN Murtajih 1 Kecamatan Pademawu Kabupaten
Pamekasan
Pamekasan, 30 Oktober 2023
Mengetahui,
Kepala SD Negeri Murtajih 1 Guru Kelas V/C
Hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Murtajih 1 pada pokok bahasan operasi
hitung bilangan bulat pada semester I tahun ajaran 20010/2024 setelah dianalisis
mempunyai hasi yang rendah, hal ini diduga karena pendekatan pembelajaran
pada saat itu belum tepat, maka dalam penelitian kelas ini digunakan pendekatan
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan konsep
belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun permasalahan yang akan dibahas adalah apakah pembelajaran
matematika dengan pendekatan CTL pada pokok bahasan operasi hitung bilangan
bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Murtajih 1
Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN? Sedangkan tujuan
diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar
siswa pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat dengan pendekatan CTL.
Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU
Kabupaten PAMEKASAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri
1
Timahan Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN, guru kelas V SD
Negeri Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN dan
pengamat. Penelitian dibagi menjadi 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan indikator
keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tercapai apabila siswa mempunyai nilai
rata-rata kelas miNIPal 6,5 dan ketuntasan belajar kelas diatas 75%. Pada siklus I
siswa mencapai nilai rata-rata kelas miNIPal 69 sedangkan ketuntasan belajarnya
adalah 65 %. Siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 84 dan ketuntasan belajarnya
adalah 85%.
Berdasarkan hasil belajar siswa diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD
Negeri 1
Timahan Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN pada pokok
bahasan operasi hitung bilangan bulat, sehingga disarankan agar dalam mengajar
pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat, guru seyogyanya
menggunakan pendekatan CTL.
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah tercurahkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan
kegiatan perkuliahan dan menuangkannya dalam bentuk laporan yang berjudul
“Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Pendekatan kontektual
Theacing and Learning pada Siswa Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2023 –
2024 di SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN”
LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................................................
ABSTRAK...................................................................................................................................
KATA PENGANTAR...................................................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................................................
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan
sebagai perangkat fakta – fakta yang harus dihapal. Kelas masih berfokus pada
guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan
utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan strategi belajar “baru” yang lebih
memperdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa
menghapal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa
mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri (Diknas 2003 : 2).
Melalui landasan filosofi kontruktivisme, CTL siswa diharapkan belajar
melalui”mengalami” bukan “menghapal”.
Dalam kelas kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya.
Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi
informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai suatu tim yang bekerja sama untuk
menemukan sesuatu yang baru bagi siswa tersebut. Begitulah peran guru dalam
kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.
Pada masa seperti sekarang ini kualitas sumber daya manusia sangat di perlukan
karena untuk menghadapi tantangan dunia pada era globalisasi yang penuh dengan
persaingan, tidak menutup kemungkinan bila sebuah negara tidak mempunyai
kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan tertinggal jauh dengan negara-
negara lain, rendahnya kualitas pendidikan dapat diartikan sebagai kurang
berhasilnya suatu proses belajar mengajar di suatu lingkungan pendidikan
tersebut. Jika dilihat dari penyebabnya biasa dari siswa, guru sarana dan prasarana
maupun model pembelajaran yang di gunakan. Jika minat dan motivasi dan
kemampuan siswa rendah, kualitas pendidik yang kurang profesional
Dalam melaksanakan tugasnya guru tidak hanya berperan sebagai nara sumber
kepada siswanya saja, tetapi guru mempunyai peranan sebagai pembimbing dan
juga fasilitator. Guru sendiri menyadari peranan yang dipegangnya dalam
pertemuan dengan siswa . Berperan sebagai guru mengandung tantangan, karena
di satu pihak guru harus sabar, ramah, menunjukkan pengertian, memberikan
kepercayaan, dan menciptakan suasana yang efektif ; dilain pihak guru harus
memberikan tugas, mendorong siswa untuk berusaha mencapai tujuan,
mengadakan koreksi, menegur dan menilai sebelum proses belajar mengajar di
mulai. Siswa pada suatu kelas umumnya merupakan kumpulan individu -
individu yang heterogen, artinya mereka memiliki perbedaan individual dalam
proses belajar mengajar. Perbedaanperbedaan tersebut antara lain perbedaan
intelegensi, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisiologis, dan faktor lingkungan.
Dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut, maka ada siswa yang memiliki
kemampuan tinggi dan ada pula siswa yang kurang mampu dalam mengikuti
pelajaran.
Matematika adalah sebagai ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang amat pesat,
baik materi maupun kegunaanya . Dalam usaha untuk menanggulangi rendahnya
hasil belajar matematika dan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Maka pemerintah telah melakukan berbagai usaha antara lain dengan perubahan
kurikulum pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam melaksanakan
pengajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Pada tahun 1975 telah
disusun kurikulum matematika yang kemudian disempurnakan tahun 1984
kemudian disempurnakan lagi tahun 1994 dan tahun 2004 . sekarang yang
dipergunakan adalah yaitu kurikulum tahun 2006 yang disebut dengan kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pelaksanaan kurikulum KTSP ini berorentasi
pada tujuan instruksional yang hendak dicapai dan prinsip belajar tuntas, (mastery
learning ). Agar tujuan pembelajaran tercapai dan ketuntasan belajar dapat
terwujud dengan maksimal , maka kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan
soal-soal cerita pada pokok bahasan operasi hitung campuran perlu diketahui
sedini mungkin. Hal ini untuk menghindari kesulitan belajar yang berlarutlarut
dan terbawa sampai padajenjang yang lebih tinggi. Kemudian soal cerita
merupakan hal yang paling sulit dialami siswa didalam menyelesaikannya
B. Permasalahan
1. Apakah hasil belajar siswa pada pokok bahasan soal cerita hitung campuran
dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) Pada Siswa
kelas 5
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam
menyelesaikan soal hitung campuran dengan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL).
D. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan memberi manfaat yang
1. Bagi siswa
2. Bagi guru
3. Bagi sekolah
Ada beberapa konsep tentang belajar yang telah didefinisikan oleh para pakar
psikologi, antara lain:
1. Menurut Gagne and Berliner (1983: 252) dalam Anni, Tri Catharina (2004: 2)
belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya
karena hasil dari pengalaman.
2. Menurut Morgan [Link]. (1986: 140) dalam Anni, Tri Catharina (2004: 2) belajar
merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik
atau pengalaman.
3. Menurut Slavin (1994: 152) dalam Anni, Tri Catharina (2004: 2) belajar
merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman.
Menurut Hamalik :1986 : 41 Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan
dari kehidupan manusia, sejak lahir manusia telah menilai melakukan kegiatan
belajar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengembangkan dirinya, oleh
karena belajar sebagai suatu kegiatan telah dikenal dan bahkan sadar atau tidak
telah dilakukan oleh manusia.
Sudjana: 1989 mengatakan bahwa belajar adalah proses yang ditandai dengan
adanya perubahan pada diri seseorang. Sedangkan Gagi Berliner juga mengatakan
bahwa belajar adalah suatu proses di mana organisme berubah perilakunya akibat
pengalaman (AnoNIP 1996 : 4).
Dari keempat konsep di atas tampak bahwa konsep tentang belajar mengandung
tiga unsur utama, yaitu:
Benyamin S. Bloom (Gay, 1985: 72-76; Gagne dan Berliner, 1984: 57-60) dalam
Anni, Tri Catharina (2004: 6) mengusulkan tiga taksonomi yang disebut dengan
ranah belajar, yaitu:
1. Ranah Kognitif
2. Ranah Afektif
3. Ranah Psikomotorik
2. Hakikat pembelajaran
Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk
menciptakan proses belajar-mengajar yang efektif Sudjana (1989: 99). Kemudian
Ruseffendi (1982 : 6) juga berpendapat, sebaiknya mengajarkan sesuatu konsep
diusahakan melalui berbagai media dan berbagai cara mengajar agar lebih dapat
dipahami
Sejauh mana siswa memahami konsep soal cerita hitung campuran dan seberapa
jauh siswa memahami serta menguasai cara pengerjaan soal cerita hitung
campuran pada sub pokok operasi hitung campuran
Guru menyajikan bermacam - macam informasi yang harus dipelajari oleh siswa,
siswa diharapkan untuk dapat menerima dan mengolah informasi ini menjadi
bentuk yang dapat disimpan didalam ingatannya dan memakainya kembali atau
memindahkannya kedalam situasi lain apabila diperlukan. Kemampuan siswa
untuk menerima dan mengolah tersebut sangat bervariasi , siswa tidak mungkin
dapat menerima atau mempelajari semua informasi yang ada. Dia akan
menyeleksi dan mendeteksi sesuai dengan kemampuan dan karakteristiknya..
memori dikenal sebagai ingatan yang sesungguhnya adalah fungsi mental yang
menangkap-menangkap informasi dari stimuli, dan merupakan tempat
penyimpanan informasi dan pengetahuan yang terdapat didalam otak manusia.
kegiatan belajar mengajar dikatan efisien kalau hasil belajar yang diinginkan dapat
tercapai dengan usaha yang semiNIP mungkin. Perwujudan perilaku belajar
biasanya terlihat dalam perubahan perubahan kebiasaan, ketrampilan, dan
pengamatan,sikap dan kemampuan tersebut sebagai hasil belajar. Secara umum
belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu
dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Hasil belajar disebut sebagai hasil belajar yang dapat dilihat dan diukur. Sudjana
(1995 : 22 ) mengemukakan bahwa hasil belajar matematika adalah kemampuan-
kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman
belajarnya. Dalam belajar matematika terjadi proses berfikir dan terjadi kegiatan
mental dalam kegiatan menyusun hubungan - hubungan antara bagian-bagian
informasi yang diperoleh sebagai pengertian. karena itu orang menguasai
hubungan-hubungan tersebut. Dengan demikian ia dapat menampilkan
pemahaman dan penguasaan bahan yang dipelajari tersebut. Gagne (dalam
Sudjudi : 2005) mengelompokkan hasil belajar menjadi lima bagian dalam bentuk
kapabilitas yakni ketrampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal,
ketrampilan motorik, dan sikap.
Gagne dan Briggs N (dalam Gufron : 2005) meenerangkan bahwa hasil belajar
yang berkaitan dengan lima kategori tersebut adalah
Bloom (dalam Gufron : 2005) membagi hasil belajar menjadi tiga bagian yaitu
kognitif, afektif, dan psikomotor. Bagian kognitif berkenaan dengan ingatan atau
pengetahuan dan kemampuan intelektual serta ketrampilan - ketrampilan . bagian
afektif menggambarkan sikap-sikap, minat dan nilai serta pengembangan
pengertian atau pengetahuan dan penyesuaian diri yang memadai. Bagian
psikomotorik adalah kemampuan-kemampuan menggiatkan dan
mengkoordinasikan gerak. Bagian kognitif dibagi atas enam macam kemampuan
intelektual mengenai lingkungan yang disusun secra hirarkis dari paling sederhana
sampai kepada yang paling kompleks, yaitu; (1) Pengetahuan adalah pengetahuan
mengingat kembali hal - hal yang telah dipelajari; (2) pemahaman adalah
kemampuan menangkap makna atau arti sesuatu hal; (3) penerapan adalah
kemampuan mempergunakan hal – hal yang telah dipelajari untuk menghadapi
situasi – situasi baru dan nyata; (4) analisis adalah kemampuan menjabarkan
sesuatu menjadi bagian – bagian sehingga struktur organisasinya dapat difahami;
(5) sintesis adalah kemampuan untuk memadukan bagian – bagian menjadi suatu
keseluruhan yang berarti; (6) penilaian adalah kempuan memberi harga sesuatu
hal berdasarkan kriteria intern atau kelompok atau kriteria ekstern ataupun yang
ditetapkan lebih dahulu.
1) Konstruktivisme (Constructivism)
2) menemukan (Inquiry)
3) bertanya (Questioning)
5) pemodelan (Modeling)
6) refleksi (Reflection)
Standar Kompetensi
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus
dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Tiap - tiap siklus direncanakan
berkesinambungan, artinya proses dan hasil siklus I akan ditindak lanjuti dalam
siklus 2. Prosedur penelitian tindakan kelas ini setiap siklus meliputi; (1)
Perencanaan (Planing); (2) Tindakan (acting); (3) Observasi (observing); (4)
Refleksi (reflecting) .
Alur pelaksanaan tindakan kelas diasajiakan seperti dalam bagan berikut:
Rencana tindakan
(planing)
Analisis &
refleksi
Siklus 1
observasi
Pelaksanaan
tindakan
Perbaikan
rencana tindakan
Siklus 2
Pelaksanaan observasi
tindakan
Dst.
1. Siklus I
Pada siklus ini terdiri dari beberapa hal yang dapat menunjang tercapainya
belajar mengajar yaitu :
a. perencanaan (planing)
1) Menyusun rencana pembelajaran dan skenario pembelajaran dengan
pendekatan contextual teaching and learning menggunakan kartu mainan
2) Menyiapkan alat Bantu mengajar dan mengumpulkan data 3) Menyiapkan
alat peraga gambar persegi panjang dan segitiga.
4) Menyusun alat evaluasi.
b. Tindakan (acting)
1) Guru melakukan apersepsi dengan metode Tanya jawab tentang
penjumlahan dan pengurangan dengan tujuan:
a) mengingat kembali konsep penjumlahan
b) agar siswa memehami materi dengan tepat
c) pencapaian materi tepat waktu yang direncanakan
d) memusatkan perhatian pada situasi belajar.
2) Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang materi yang akan
diajarkan
3) Proses tranformasi materi
a) Guru memperagakan soal cerita yang mengandung pengerjaan
hitung campuran dengan media kartu mainan .
b) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyelesaikan
soal cerita yang mengandung penjumlahan dan pengurangan.
c) Setelah menyelesaikan soal siswa diminta guru, untuk menulis hasil
kerjanya dipapan tulis. Dengan bimbingan guru siswa diharapkan
dapat menarik kesimpulan dari materi yang sedang dipelajari.
d) Guru memberi tes siklus
c. Observasi (observing)
1) Tehnik pengumpulan data
a) Peneliti mengamati jalannya proses pembelajaran dan kemampuan
siswa dalam menyelesaikan lembar kerja siswa.
b) Observer mengamati dan memberikan penilaian proses pembelaran
dari awal hingga akhir.
4. Refleksi (reflecting)
Hasil refelksi merupakan landasan untuk menentukan tindakan pada siklus
meliputi :
a) Mengetahui kemampuan hasil belajar siswa
b) Mengetahui kreativitas siswa dalam menyelesaikan permasalahan dengan
pendekatan Contextual teaching and learning
2. Siklus II
1. Perencanaan ( planing)
Rencana yang dibuat pada prinsipnya sama dengan siklus I, hanya materinya
diganti dengan pembagian dan perkalian
2. Tindakan (acting)
a. Guru melakukan apersepsi dengan metode Tanya jawab tentang
pembagian dan perkalian dengan tujuan:
1. mengingat kembali konsep penjumlahan
2. agar siswa memahami materi dengan tepat
3. pencapaian materi tepat waktu yang direncanakan
4. memusatkan perhatian pada situasi belajar.
b. Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang materi yang akan
diajarkan
c. Proses tranformasi materi
1. Guru memperagakan soal cerita yang mengandung pengerjaan hitung
campuran dengan media kartu mainan .
2. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyelesaikan soal
cerita yang mengandung pembagian dan perkalian.
3. Setelah menyelesaikan soal siswa diminta guru, untuk menulis hasil
kerjanya dipapan tulis. Dengan bimbingan guru siswa diharapkan
dapat menarik kesimpulan dari materi yang sedang dipelajari.
4. Guru memberi tes siklus II
1. Tes.
Skor hasil tes siswa dalam mengerjakan soal-soal meliputi skor hasil tes
pengetahuan pra syarat yang diberikan sebelum tindakan, hasil tes setiap akhir
tindakan, dan hasil pekerjaan siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Hasil tes tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan
pencapaian
hasil belajar siswa.
Salah satu contoh penggunaan rumus prosentase ketuntasan klasikal adalah:
%X= 100%
Skor rata-rata =
5. Catatan Lapangan
Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian
kualitatif, maka data yang tekumpul dalam penelitian dianalisis dengan
mengunakan metode analis data kualitatif.
Setiap tindakan dikatakan berhasil apabila memenuhi dua kriteria keberhasilan
yaitu kriteria keberhasilan proses dan kriterian keberhasilan hasil belajar. Kriteria
keberhasilan proses ditinjau dari penilaian observasi pada aktifitas guru maupun
siswa menunjukkan skor 50% < NR ≤ 75% atau kriteria positif. Sedangkan
kriteria keberhasilan hasil belajar dapat ditinjau dari hasil tes, berdasarkan SKBM
(Standar Ketuntasan Belajar MiNIPum) SDN Murtajih 1 meneapkan syarat
ketuntasan
diantaranya: (1) ketuntasan inidividual: skor ≥ 70, (2) ketuntasan klasikal :
75%. Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat
dilihat dari :
1. Nilai rata - rata kelas miNIPal 70
2. Presentase siswa yang memperoleh skor ≥ 70 adalah 75 % dari 20 siswa yang
ada.
3. Keaktifan belajar siswa meningkat.
BAB IV
A. Hasil Penelitian
Untuk dapat menyajikan data hasil penelitian, maka peneliti melakukan kegiatan-
kegiatan penelitian yang dipaparkan sebagai berikut:
Selain itu, selama ini siswa dalam belajar lebih banyak secara individu dari pada
kelompok. Sehingga menyebabkan kurangnya interaksi dan komunikasi siswa
dengan teman maupun guru. Hal ini mengakibatkan siswa takut atau enggan
mengemukakan pendapat, ide, pertanyaan maupun saran, dan kalaupun ada yang
berani itu hanya pada siswa tertentu saja, biasanya siswa-siswi yang pandai dan
menonjol dalam kelas tersebut.
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa tentang operasi hitung
bilangan bulat perlu diadakan tes awal.
e. Menentukan sumber data.
Sumber data yang digunakan adalah siswa kelas V SDN Murtajih 1 Kecamatan
PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN tahun pelajaran 2023/2024 yang
berjumlah 20 siswa.
Pada hari Senin tanggal 20 September 2023 dimulai pukul 07.30 WIB
dilaksanakan tes awal / pre tes. Hasil tes ini digunakan untuk mengetahui
sejauh mana pemahaman siswa mengenai operasi hitung bilangan bulat yang
nantinya digunakan untuk menentukan strategi apa yang tepat untuk
pembelajaran oprasi hitung bilngan bulat.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang dipaparkan
sebagai berikut:
a. Siklus I
1. Perencanaan Tindakan.
Berdasarkan temuan pada tahap kegiatan pra tindakan, disusunlah rencana
tindakan dan perbaikan atas masalah-masalah yang ditemukan dalam proses
pembelajaran. Rencana dari tindakan ini disesuaikan dengan hasil observasi
yang dilakukan peneliti pada tempat penelitian. Adapun rencana yang
dilakukan pada perencanaan tindakan ini adalah:
1) Menyusun rencana tindakan berupa rencana pembelajaran.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini disesuaikan
dengan metode yang akan digunakan yaitu pembelajaran melalui
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan
bulat.
2) Membuat lembar observasi.
Pada hari Rabu 22 September 2023 peneliti membuat lembar observasi.
Berdasarkan penelitian yang akan dilakukan makan disusun dua lembar
observasi yaitu:
• Lembar observasi yang digunakan untuk mengobservasi kegiatan guru
pada waktu mengajar, sebagai observernya adalah guru kelas IV.
• Lembar observasi yang digunakan untuk mengobservasi kegiatan siswa
pada proses belajar mengajar. (lembar observasi terlampir).
3) Membuat LKS.
2. Pelaksanaan Tindakan.
Di dalam pelaksanaan tindakan siklus I yaitu pada hari Rabu , 22
September 2023. Pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan pada siklus I
adalah sebagai berikut:
3. Hasil pengamatan
- Siswa masih malu untuk bertanya kepada guru tentang materi yang kurang
jelas.
- Siswa sulit jika disuruh untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya.
- Siswa masih malas dalam membuat rangkuman.
4. Refleksi
Tabel 4.1: Data hasil observasi guru dalam proses pembelajaran pada siklus I
1. Sulistyani ,[Link] 38 56
= 67,85%
Tabel 4.2: Data hasil observasi aktivitas dan keterlibatan siswa selama
proses
pembelajaran pada siklus I
1. Sulistyani ,[Link] 34 52
52
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%
= 65,38%
Tabel 4.3 : Data hasil test siswa pada sebelum siklus dan siklus I
No. Nama Responden Nilai Keterangan
ketuntasan Individual
Sebelum Sebelum
Siklus I Siklus I
Siklus Siklus
1. Aqil Ramadhan 40 80 TT T
2. Bayu Anggara 60 80 TT T
3. Bery Nuranto 60 80 TT T
4. Feni Maliya 40 60 TT TT
5. Gita Ramadant 40 40 TT TT
6. Heny Irawati 70 80 T T
7. Herik Julian 70 80 T T
8. Jepri Mustaim 50 80 TT T
9. Khairina Mahrani 60 80 TT T
10. Mery Astuti 50 40 TT TT
11. Mustakim 70 80 T T
12. Nopa Rayani 70 80 T T
13. Rendi Puspita 40 40 TT TT
14. Rini Rindiani 60 60 TT TT
15. Sri Rahayu 70 80 T T
16. Surianti Dewi 60 80 TT T
17. Suryadi 40 40 TT TT
18. Taufik Hidayat 60 60 TT TT
19. Tia Nadira 70 80 T T
20. Wahyudiansyah 70 80 T T
TT = 13 TT = 7
Jumlah 1150 1380 T = 13
T =7
Rata-rata 57,5 69
Ketuntasan kelas 35 % 65%
Keterangan: KKM ≥ 65
TT = Tidak Tuntas
T = Tuntas
1. Sebelum siklus
4. Refleksi
Hasil refleksi pada siklus I ini akan direfeksikan pada siklus II, dengan lebih
memusatkan pada aspek-aspek yang belum terlaksana dengan baik disamping
tetap mempertahankan yang sudah terlaksana dengan baik dan peningkatan
prestasi belajar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
b. Siklus II
1. Perencaan tindakan
Berdasarkan refleksi pada siklus I disusunlah rencana tindakan perbaikan atas
kekurangan-kekurangan yang ditemukan. Rencana tindakan ini merupakan
persiapan untuk melakukan tindakan sehingga pada saat melaksanakan tindakan
tidak mengalami hambatan dan kesulitan. Adapun rencana tindakan 2 adalah
membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat soal post tes,
menyiapkan lembar obsevasi guru dan lembar observasi siswa.(terlampir)
2. Pelaksanaan tindakan
Di dalam pelaksanaan siklus II terdapat satu kali pertemuan yaitu pada hari
Jumat, 01 Oktober 2023. Pada pertemuan ini peneliti tetap menggunakan metode
CTL. Yaitu permasalahan yang diberikan adalah permasalahan yang akrap dengan
siswa dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pada pertemuan ini,
peneliti melaksanakan tindakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah
dibuat sebagai berikut:
No. Kegiatan Guru Kegiatan siswa Komponen
A. Pendahuluan
1. Guru memberikan salam dan Siswa membalas
mendata siswa yang hadir salam guru
2. Guru mengingatkan kembali Siswa Tanya
tentang: operasi oenjumlahan memperhatikan apa jawab
bilangan bulat posif dan negatif.
yang disampaikan
oleh
guru
3. Guru menyampaikan tujuan Siswa
pembelajaran yaitu agar siswa memperhatikan
mampu menyelesaikan masalah
dalam kehidupan sehari-hari yang penjelasan
berhubungan dengan penjumlahan guru.
dan pengurangan.
C. Penutup
3. Pengamatan
4. Refleksi
a. Hasil analisis penggunaan metode Contextual Teaching and Learning hasil
observasi proses pembelajaran di kelas selama porses belajar mengajar pada siklus
II dilaksanakan dalam satu kali pertemuan yang dikemas dalam lembar observasi.
Lembar observasi ini terdiri dari dua lembar observasi yaitu observasi untuk guru
dan observasi untuk siswa. Dalam siklus II ini lembar observasi secara ringkas
dipaparkan dalam tabel berikut : (data terlampir)
56
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%
= 85,71%
52
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%
= 92,30%
Dari tabel diatas diperoleh kriteria keberhasilan guru mencapai 85,71% dengan
taraf keberhasilan sangat baik. Dan kriteria keberhasilan siswa mencapai 92,30%
dengan taraf keberhasilan “sangat baik”. Dari kedua hal tersebut diperoleh
kesimpulan bahwa taraf keberhasilan guru dan siswa belum mencapai maksimal,
sehingga masih diperlukan tindakan selanjutnya.
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ketuntasan siswa pada siklus I dan siklus II
mengalami kenaikan 25 %. Meskipun begitu nilai dari tes akhir (Post Test) siklus
II sudah memuaskan karena ketuntasan kelas sebesar 85 %, di atas standar
ketuntasan klasikal yang ditentukan yaitu 75%.
Analisa Hasil Tes Siswa
Seperti pada pelaksanaan siklus I, pada siklus II ini sebelum melaksanakan
tes, guru juga menetapkan nilai batas ketuntasan yang harus dicapai siswa
sebagai batas pencapaian ketuntasan individual siswa, yaitu nilai 70 dengam
persentase ketuntasan kelas yang ingin dicapai sebesar 70% dari jumlah
siswa. Hasil tes evaluasi siswa pada siklus I dan setelah dilaksanakannya
siklus II disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.7: Data hasil test siswa pada siklus I dan siklus II
No. Nama Responden Keterangan ketuntasan
Nilai
Individual
Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II
1. Aqil Ramadhan 80 80 T T
2. Bayu Anggara 80 100 T T
3. Bery Nuranto 80 80 T T
4. Feni Maliya 60 100 TT T
5. Gita Ramadant 40 60 TT TT
6. Heny Irawati 80 100 T T
7. Herik Julian 80 80 T T
8. Jepri Mustaim 80 80 T T
9. Khairina Mahrani 80 80 T T
10. Mery Astuti 40 100 TT T
11. Mustakim 80 100 T T
12. Nopa Rayani 80 80 T T
13. Rendi Puspita 40 60 TT TT
14. Rini Rindiani 60 60 TT TT
15. Sri Rahayu 80 100 T T
16. Surianti Dewi 80 80 T T
17. Suryadi 40 80 TT T
18. Taufik Hidayat 60 80 TT T
19. Tia Nadira 80 100 T T
20. Wahyudiansyah 80 100 T T
Jumlah 1380 1680
TT = 7 TT = 3
Rata-rata 69 84
T = 13 T = 17
Ketuntasan kelas 65% 85%
Keterangan: TT = Tidak Tuntas, T = Tuntas
Dari hasil observasi dan nilai siswa pada siklus II ini bisa dilihat bahwa motivasi
belajar siswa kelas V sudah mulai meningkat dibandingkan dengan motivasi
belajar siswa yang diperoleh pada siklus I. Hasil test yang diperoleh juga
meningkat dibandingkan dengan hasil test pada siklus I. Selain itu juga masih
terdapat kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki, diantaranya adalah guru
kurang jelas dalam penyampaian materi, guru kurang memberi waktu siswa untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa ramai dan bermain dengan
teman sebangkunya, dan siswa masih sulit jika disuruh untuk mempresentasikan
hasil kerjanya.
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa
pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL) pada materi Opersi Hitung Bilangan Bulat telah
mampu membawa perubahan pada motivasi dan hasil belajar siswa yang
ditunjukkan dari data peningkatan persentase ketuntasan klasikal dan rata – rata
nilai, meskipun masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam penerapannya.
Dalam keadaan sebelum diberi tindakan pelaksaan siklus I dan siklus II terjadi
peningkatan motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan sikap semangat
dan antusias siswa dalam mengikutu proses pembelajaran Contextual Teaching
and Learning (CTL) ini. Selain itu dilihat dari hasil wawancara dan data angket
yang diberikan kepada siswa siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) ini, siswa banyak yang
sangat senang dan menyukai model pembelajaran ini.
Peningkatan motivasi belajar siswa ini dimungkinkan karena adanya suasana baru
dalam pembelajaran, misalnya dengan belajar berdiskusi bersama teman dalam
satu kelompok dalam menyelesaikan soal-soal telah meNIPbulkan rasa kepuasan
tersendiri. Kemudian hasil pekerjaan tersebut dipresentasikan ke depan kelas telah
menumbuhkan rasa kebanggaan pada diri siswa. Hal ini membuat siswa menjadi
antusias serta suasana kelas tidak monoton dan siswa menjadi aktif. Dengan
terciptanya suasana belajar yang baru ini, maka siswa akan merasa senang dan
termotivasi untuk giat belajar dan berusaha secara maksimal demi keberhasilan
mereka.
1) Siklus I.
Pada siklus I guru kurang jelas dalam penyampaian materi, guru kurang dapat
memberikan motivasi pada siswa, guru kurang memberi waktu siswa untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, dan guru belum dapat mengatur
alokasi waktu dengan baik. Selain itu pada siklus I masih banyak siswa yang tidak
memperhatikan penjelasan guru, siswa ramai dan bermain dengan teman
sebangkunya, siswa masih malu untuk bertanya kepada guru tentang materi yang
kurang jelas, siswa sulit jika disuruh untuk mempresentasikan hasil pekrjaannya,
siswa masih malas dalam membuat rangkuman juga masih ragu untuk menjawab
pertanyaan guru jika guru bertanya kepada siswa.
Mengenai kurangnya kurangnya aktifitas dan antusias siswa saat proses diskusi
kelompok karena tidak terbiasa belajar kelompok, dan terkadang ada siswa yang
tidak senang dengan teman kelompoknya.
Dari permasalahan inilah kemudian peneliti berusaha memperbaikinya dengan
memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan belajar kelompok dalam
menyelesaikan suatu masalah/soal. Dalam hal ini peneliti menggunakan alat
peraga yang kontektual yaitu mobil – mobilan agar anak merasa senang selama
pembelajaran. Bahwa dengan belajar kelompok mereka yang tidak mengerti bisa
minta bantuan anggota kelompok lain untuk memberi pengertian, terkadang siswa
malu / enggan untuk bertanya kepada guru dan penjelasan dari teman dengan
bahasa dan cara penyampaian yang lebih sederhana akan lebih mudah dimengerti.
Mengenai masalah penyampaian materi dengan metode Contextual Teaching and
Learning (CTL) diharapkan dapat menumbuhkan jiwa dan kebiasaan siswa untuk
aktif bergelut dengan ide-ide, tidak mudah putus asa ketika mengalami kesulitan
dalam menyelesaikan masalah/soal, dengan menemukan suatu ide/teori.
Berdasarkan hasil observasi mengenai penggunaan Contextual Teaching and
Learning (CTL) yang diamati selama berlangsungnya pembelajaran pada siklus I
keberhasilan yang diperoleh peneliti (guru) adalah 67,85% yang dikategorikan
“baik”.
Dan keberhasilan yang diperoleh siswa adalah 65,38% dengan kategori “baik”.
2) Siklus II
Berdasarkan refleksi pada siklus I diperoleh bahwa adanya siswa yang belum
tuntas belajar disebabkan siswa belum termotivasi untuk belajar melalui
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), dan siswa kurang
memahami materi secara keseluruhan karena masih bingung dengan pelaksanaan
metode Contextual Teaching
and Learning (CTL) yaitu siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran
siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi dan saling mengoreksi,
ketrampilan dikembangkan atas dasar pemahaman. Pada siklus II peneliti (guru)
berusaha untuk menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa dalam
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan menjelaskan
pelaksanaan metode pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu
siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri dengan pantauan guru.
A. Simpulan
Afifudin, dkk. 1988. Psikologi Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar. Solo:
Harapan Masa.
Hobri. 2007. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Guru dan Praktisi. Jember:
UPTD Balai Pengembangan Pendidikan BPP Dinas Pendidikan Kabupaten
Jember.
Tim Bina Karya Guru. 2008. Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas V.
Jakarta: Erlangga.
Wardhani, IGAK. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Winataputra, Udin. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Unversitas
Terbuka.
Lampiran 1
Format Kesediaan Sebagai Teman Sejawat dalam
Penyelenggaraan PKP
Kepada
Kepala UPBJJ 74 Malang
Di Malang
SURAT PERYATAAN
Menyatakan bahwa :
Guru Kelas : IV
Adalah teman teman sejawat yang akan membantu dalam dalam pelaksanaan
perbaikan pembelajaran, yang merupakan tugas Mata Kuliah PDGK 4501
Pemantapan Kemampuan Profesioanal (PKP).
STANDAR KOMPETENSI
2. Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah
A. KOMPETENSI DASAR
B. INDIKATOR
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
D. MATERI POKOK
Bilangan Bulat
E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pengorganisasian
No Langkah Kegiatan
Kelas Waktu
a. Apersepsi : Klasikal
Tanya jawab tentang perkalian:
Guru : “Anak – anak, apabila ibu Guru mempunyai 25 buah
buah mangga, kemudian Ani meminta 19. Tinggal berapa buah
mangga yang ibu guru punya? klasikal
d. menyampaikan tujuan yang akan dicapai siswa selama
pembelajaran, yaitu:
4. 15 menit
Kegiatan akhir
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang Klasikal
tentang materi yang telah dipelajari. Individu
b. Evaluasi: Guru memberikan tes tulis kepada siswa.
c. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam klasikal
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah/penjelasan.
2. Tanya jawab.
3. Latihan
4. Diskusi.
5. Pemberian tugas.
6. Penugasan
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Kontextual Learning
H. MEDIA / ALAT ATAU SUMBER
a. Media alat :
a. Garis bilangan
b. Mobil – mobilan serta papan garis.
b. Sumber belajar:
KTSP 2008(Kurikulum SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU
Kabupeten Ternggalek)
Sidik, Hasnun, dkk. Terampil Berhitung Jilid 5 untuk sekolah Dasar,
Jakarta:
Penerbit Erlangga, 2007. Hal. 1 - 13
Tim Matematika. Cerdas Matematika untuk Kelas V, Jakarta: Penerbit
Yudistira, 2007. Hal. 1 - 11
Silabus
Program Semester
I. PENILAIAN
1. Penilaian Proses :
a. Jenis : Keaktifan siswa
b. Bentuk : Kinerja siswa
c. Alat : Lembar Pengamatan
d. Prosedur : Dilakukan selama proses pembelajaran
2. Penilaian Hasil :
a. Jenis : Tes tulis
b. Bentuk : Subyektif
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,
2. – 3 + 6 = ....
3. – 3 + - 4
5.
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS
I)
1. 5 + (-2) = 3
2. -3 + -6 = 3
3. – 3 + - 4 = -7
4. – 5 + 8
5. 4 + (- 6 )
DAFTAR NILAI LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat
Keterangan
NO Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT
1 Aqil Ramadhan 4 80 √ -
2 Bayu Anggara 4 80 √ -
3 Bery Nuranto 4 80 √
4 Feni Maliya 3 60 -
5 Gita Ramadant 2 40 -
6 Heny Irawati 3 60 -
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 3 60 -
10 Mery Astuti 2 40 -
11 Mustakim 4 80 √ -
12 Nopa Rayani 4 80 √ √
13 Rendi Puspita 2 40 - √
14 Rini Rindiani 4 80 - √
15 Sri Rahayu 4 80 √ -
16 Surianti Dewi 4 80 √ √
17 Suryadi 2 40 - √
18 Taufik Hidayat 3 60 - √
19 Tia Nadira 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah 3 60 - √
Jumlah 1340 11 9
Rata – rata 67
KKM ≥ 65
Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas
Kriteria Penilaian:
• Setiap Soal benar bernilai 1
• Salah bernilai 0
• Skor maksmal 5
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,
SOAL INDIVIDU
(SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat
Hitunglah!
1. 5 + (-6) =...
2. – 8 + (- 4) = ....
3. 10 – 12 = .....
4. -15 + 5 = ....
5. 20 + (- 9) = ...
KUNCI JAWABAN SOAL INDIVIDU
(SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat
1. 1
2. – 12
3. – 2
4. – 10
5. 11
DAFTAR NILAI SOAL INDIVIDU SISWA
(SIKLUS I)
Keterangan
NO Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT
1 Aqil Ramadhan 4 80 √
2 Bayu Anggara 4 80 √
3 Bery Nuranto 4 80 √
4 Feni Maliya 3 60 -
5 Gita Ramadant 2 40 -
6 Heny Irawati 4 80 √
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 4 80 √
10 Mery Astuti 2 40 -
11 Mustakim 4 80 √
12 Nopa Rayani 4 80 √
13 Rendi Puspita 2 40 -
14 Rini Rindiani 3 60 -
15 Sri Rahayu 4 80 √
16 Surianti Dewi 4 80 -
17 Suryadi 2 40 √
18 Taufik Hidayat 3 60 -
19 Tia Nadira 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah 4 80 √ -
Jumlah 1380 13 7
Rata – rata 69
Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas
Kriteria Penilaian:
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,
STANDAR KOMPETENSI
1. Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah
A. KOMPETENSI DASAR
B. INDIKATOR
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
D. MATERI POKOK
Bilangan Bulat
E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pengorganisasian
No Langkah Kegiatan
Kelas Waktu
a. Apersepsi :
Tanya jawab tentang perkalian:
Guru : “Anak – anak, apabila ibu memegang mobil – mobilan
ini maju, maka artinya kita harus menggunakan operasi hitung.
penjumlahan?
b. menyampaikan tujuan yang akan dicapai siswa selama klasikal
pembelajaran, yaitu:
4. 15 menit
Kegiatan akhir
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang Klasikal
tentang materi yang telah dipelajari. Individu
b. Evaluasi: Guru memberikan tes tulis kepada siswa.
c. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam klasikal
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah/penjelasan.
2. Tanya jawab.
3. Latihan
4. Diskusi.
5. Pemberian tugas.
6. Penugasan
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Kontextual Learning
H. MEDIA / ALAT ATAU SUMBER
a. Media alat :
c. Garis bilangan
d. Papan peraga / papan operasi bilangan bulat.
b. Sumber belajar:
Silabus
Program Semester
I. PENILAIAN
1. Penilaian Proses :
e. Jenis : Keaktifan siswa
f. Bentuk : Kinerja siswa
g. Alat : Lembar Pengamatan
h. Prosedur : Dilakukan selama proses pembelajaran
2. Penilaian Hasil :
e. Jenis : Tes tulis
f. Bentuk : Subyektif
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,
arah
(5) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(6) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 9, jadi 6 – (–3) = 9
c. – 5 – (–5) (negatif lima dikurangi negatif lima), mobil mundur 5
satuan, kemudian berbalik arah dan mundur 5 satuan.
arah
(5) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(6) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 0, jadi – 5 – (– 5) =
0
LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS II)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023
Jawablah pertanyaan berikut dengan memperhatikan alat peraga (papan operasi hitung)!
1. 7 - 2 = ...
2.
4 – (- 3) = ....
3. – 3 –( - 7)
5.
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS II)
1. 5
2. 7
3. 4
4. – 5 + 9 = 4 (mobil berhenti di titik 4)
5. 4 – 6 = - 2 (mobil berhenti di titik -2)
DAFTAR NILAI LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS II)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat
Keterangan
NO Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT
1 Aqil Ramadhan 4 80 √ -
2 Bayu Anggara 4 80 √ -
3 Bery Nuranto 5 100 √
4 Feni Maliya 3 60 -
5 Gita Ramadant 3 60 -
6 Heny Irawati 3 60 -
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 3 60 -
10 Mery Astuti 3 60 -
11 Mustakim 4 80 √ -
12 Nopa Rayani 4 80 √ -
13 Rendi Puspita 3 60 - √
14 Rini Rindiani 4 80 √ -
15 Sri Rahayu 4 80 √ -
16 Surianti Dewi 4 80 √ -
17 Suryadi 2 40 - √
18 Taufik Hidayat 4 80 √ -
19 Tia Nadira 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah 3 60 - √
Jumlah 1440 12 8
Rata – rata 72
KKM ≥ 65
Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas
Kriteria Penilaian:
• Setiap Soal benar bernilai 1
• Salah bernilai 0
• Skor maksmal 5
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,
1. 10 – 13 =........
2. 49 – 25 = ...........
3. – 19 + 6 = .........
4. – 20 – 30 = .......... 5. – 10 – (-12) = ...........
KUNCI JAWABAN SOAL INDIVIDU
(SIKLUS II)
1. -3
2. 24
3. -13
4. -50
5. -22
DAFTAR NILAI SOAL INDIVIDU SISWA
(SIKLUS II)
NO Keterangan
Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT
1 Aqil Ramadhan 4 80 √
2 Bayu Anggara 5 100 √
3 Bery Nuranto 4 80 √
4 Feni Maliya 5 100 √
5 Gita Ramadant 3 60 -
6 Heny Irawati 5 100 √
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 4 80 √
10 Mery Astuti 5 100 √
11 Mustakim 5 100 √ -
12 Nopa Rayani 4 80 √ -
13 Rendi Puspita 3 60 - √
14 Rini Rindiani 3 60 - √
15 Sri Rahayu 5 100 √ -
16 Surianti Dewi 4 80 √ -
17 Suryadi 4 80 √ -
18 Taufik Hidayat 4 80 √ -
19 Tia Nadira 5 100 √ -
20 Wahyudiansyah 5 100 √ -
Jumlah 1680 17 3
Rata – rata 84
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,
1 Aqil Ramadhan √ √ √ √ - 4 80 √ -
3 Bery Nuranto √ √ √ √ - 4 80 √ -
5 Gita Ramadant √ - √ √ - 3 60 - √
7 Herik Julian √ √ √ √ - 4 80 √ -
8 Jepri Mustaim √ √ √ √ - 4 80 √ -
9 Khairina Mahrani √ √ - √ √ 4 80 √ -
11 Mustakim √ √ √ √ √ 5 100 √ -
12 Nopa Rayani √ √ √ - √ 4 80 √ -
13 Rendi Puspita √ - √ - √ 3 60 - √
14 Rini Rindiani √ √ √ - - 3 60 - √
16 Surianti Dewi √ √ √ √ - 4 80 √ -
17 Suryadi √ √ √ √ √ 4 80 √ -
18 Taufik Hidayat √ √ √ √ - 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah √ √ √ √ √ 5 100 √ -
Jumlah 1680 17 3
Rata - rata 84 -
KKM ≥ 65
Keterangan : T = Tuntas TT = Tidak Tuntas
Kriteria Penilaian:
Setiap jawaban benar bernilai 1, skor maksimal5
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,
Penilaian: Nyatakan penilaian anda dengan memberikan cek list (√) pada kolom
yang sesuai.
Skor
No. Aspek yang Dinilai
1 2 3 4
1. Kemampuan menarik perhatian siswa - √ - -
2. Kemapuan menumbuhkan minat dan motivasi siswa - - √ -
3. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran - - - √
4. Memberikan pengarahan (pelaksanaan dan aturan - - √
diskusi)
5. Pelaksanaan diskusi sesuai dengan aturan yang ditetapkan - - √
6. Kemapuan memperjelas masalah dan uraian pendapat - - √
7. Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap
peserta diskusi untuk mengeluarkan - √ - -
gagasan/pendapatnya.
8. Mengendalikan pembeicaraan tetap pada masalah yang
dibahas. - - √ -
Skor maksimal 4 x 14 = 56
56
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%
= 67,85% (Baik)
LEMBAR OBSERVASI GURU PADA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CTL
SIKLUS II
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Operasi Hitng Bilangan bulat
Penilaian: Nyatakan penilaian anda dengan memberikan cek list (√) pada kolom
yang sesuai.
No. Aspek yang Dinilai Skor
1 2 3 4
1. Kemampuan menarik perhatian siswa - - √ -
2. Kemapuan menumbuhkan minat dan motivasi siswa - - - √
3. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran - - - √
4. Memberikan pengarahan (pelaksanaan dan aturan - - √ -
diskusi)
5. Pelaksanaan diskusi sesuai dengan aturan yang ditetapkan - - - √
6. Kemapuan memperjelas masalah dan uraian pendapat - - - √
7. Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap
peserta diskusi untuk mengeluarkan - - - √
gagasan/pendapatnya.
8. Mengendalikan pembeicaraan tetap pada masalah yang
dibahas. - - √ -
SULISTYANI, [Link]
NIP: 19650317 199201 2 001
Pedoman Pemberian Skor dan Analisa Hasil Observasi
• Data hasil observasi atas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
kontektual, pada setiap aspek yang diamati diberi skor 1 – 4, dengan
rincian sebagai berikut:
Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik
Skor 2 = cukup baik
Skor 1 = kurang baik
• Skor yang didapat dari observer atau pengamat kemudian dicari
persentase nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus:
56
= X 100%
Persentase Nilai Rata-rata (NR)
= 85,71% (Sangat Baik)
LEMBAR OBSERVASI SISWA PADA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CTL
(Siklus I)
Mata Pelajaran :Matematika
Pokok Bahasan : Operasi Hitung Bilangan Bulat
1 2 3 4
1. Kelengkapan siswa (buku dan alat tulis, buku pegangan - √ - -
2. Memperhatikan penjelasan guru - - √ -
3. Antusias dan minat siswa dalam belajar - √ - -
4. Memprhatikan masalah yang akan dibahas dalam diskusi - - √ -
5. Memperhatikan pengarahan(bagaimana menyajikan
- √ - -
tujuan yang ingin dicapai dan aturan main dalam diskusi)
6. Melaksanakan diskusi sesuai aturan main - - - √
7. Keaktifan memberikan pendapat/gagasan dalam diskusi - - - √
8. Keaktifan siswa dalam berdiskusi - - √ -
9. Siskap siswa dalam menanggapi pendapat orang lain - √ - -
10. Keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapatnya - √ - -
11. Bersama-sama membuat kesimpulan hasik diskusi - √ - -
12. Ketertiban dalam melaksanakan evaluasi yang diberikan
guru untuk mengetahui pemahaman siswa - - √ -
Jumlah Total 34
Keterangan: 1) Kurang baik, 2) Cukup, 3) Baik, 4) Sangat baik
PAMEKASAN, 22 September 2023
Pengamat,
SULISTYANI, [Link]
NIP : 19650317 199201 2 001
52
= 65,38% (Baik)
LEMBAR OBSERVASI SISWA PADA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CTL
(SIKLUS II)
Mata Pelajaran :Matematika
Pokok Bahasan : Operasi Hitung Bilangan Bulat
1 2 3 4
1. Kelengkapan siswa (buku dan alat tulis, buku pegangan - - √ -
2. Memperhatikan penjelasan guru - - √ -
3. Antusias dan minat siswa dalam belajar - - - √
4. Memprhatikan masalah yang akan dibahas dalam diskusi - - - √
5. Memperhatikan pengarahan(bagaimana menyajikan
- - - √
tujuan yang ingin dicapai dan aturan main dalam diskusi)
6. Melaksanakan diskusi sesuai aturan main - - - √
7. Keaktifan memberikan pendapat/gagasan dalam diskusi - - √
8. Keaktifan siswa dalam berdiskusi - - √ -
9. Siskap siswa dalam menanggapi pendapat orang lain - - - √
10. Keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapatnya - - - √
11. Bersama-sama membuat kesimpulan hasik diskusi - - - √
12. Ketertiban dalam melaksanakan evaluasi yang diberikan
guru untuk mengetahui pemahaman siswa - - √ -
SULISTYANI, [Link]
NIP : 19650317 199201 2 001
Pedoman Pemberian Skor dan Analisa Hasil Observasi
• Data hasil observasi atas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
kontektual, pada setiap aspek yang diamati diberi skor 1 – 4, dengan
rincian sebagai berikut:
Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik
Skor 2 = cukup baik
Skor 1 = kurang baik
• Skor yang didapat dari observer atau pengamat kemudian dicari
persentase nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus:
52
= 92,30% (Sangat Baik)
ANGKET RESPON SISWA
PADA PEMBELAJARAN OPERSI HITUNG BILANGAN BULAT DENGAN
PENDEKATAN CTL
No. Responden : 14
Nama : Rini Riandari
Hari / Tanggal : 01 Oktober 2023 Petunjuk :
1. Berilah tanda (√ ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan yang kamu alami
atau rasakan!
2. Jawablah dengan jujur!
NO PERTANYAAN YA TIDAK