0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan100 halaman

PTK Defika Rolin

Laporan ini membahas upaya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN Murtajih 1 melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada semester I tahun ajaran 2023-2024. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas dari 69 pada siklus I menjadi 84 pada siklus II, serta ketuntasan belajar meningkat dari 65% menjadi 85%. Hasil ini menyimpulkan bahwa penerapan CTL efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat.

Diunggah oleh

nurulfajariyah26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan100 halaman

PTK Defika Rolin

Laporan ini membahas upaya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas V di SDN Murtajih 1 melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada semester I tahun ajaran 2023-2024. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas dari 69 pada siklus I menjadi 84 pada siklus II, serta ketuntasan belajar meningkat dari 65% menjadi 85%. Hasil ini menyimpulkan bahwa penerapan CTL efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat.

Diunggah oleh

nurulfajariyah26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA


DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND
LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS V SEMETER I TAHUN
PELAJARAN 2023 – 2024 DI SDN MURTAJIH 1 KECAMATAN
PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN

Disusun Oleh:

DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19880626 202321 2 009

SEKOLAH DASAR NEGERI MURTAJIH 1


KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN
PAMEKASAN
TAHUN PELAJARAN 2023-2024
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA


DENGAN
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)
PADA SISWA KELAS V SEMETER I TAHUN PELAJARAN 2023 – 2024 DI
SDN MURTAJIH 1 KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN

Identitas Penulis
Nama Mahasiswa : DEFIKA ROLIN, [Link]
NIP : 19880626 202321 2 009
Jabatan : Guru Kelas V/C
Tempat Mengajar : SDN Murtajih 1
Jumlah Siklus : 2 Siklus
Tempat Pelaksanaan : SDN Murtajih 1
Tanggal Pelaksanaan :22 September dan 01 Oktober 2023

Fokus Perbaikan Pembelajaran

a. Eksakta
1. Peningkatan prestasi belajar Matematika materi operasi hitung bilangan
bulat melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
2. Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar materi operasi hitung bilangan
bulat melalui melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
pada siswa kelas V SDN Murtajih 1 Kecamatan Pademawu Kabupaten
Pamekasan
Pamekasan, 30 Oktober 2023

Mengetahui,
Kepala SD Negeri Murtajih 1 Guru Kelas V/C

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP : 19880626 202321 2 009
ABSTRAK

Rolin, Defika. 2023. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan


Pendekatan kontektual Theacing and Learning pada Siswa Kelas V
Semester I Tahun Pelajaran 2023 – 2024 di SDN Murtajih 1
Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Guru Kelas V/C,
SDN Murtajih 1 Pademawu.

Kata Kunci : hasil Belajar Matematika, Penerapan Contextual teaching and


Learning (CTL)

Hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Murtajih 1 pada pokok bahasan operasi
hitung bilangan bulat pada semester I tahun ajaran 20010/2024 setelah dianalisis
mempunyai hasi yang rendah, hal ini diduga karena pendekatan pembelajaran
pada saat itu belum tepat, maka dalam penelitian kelas ini digunakan pendekatan
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan konsep
belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun permasalahan yang akan dibahas adalah apakah pembelajaran
matematika dengan pendekatan CTL pada pokok bahasan operasi hitung bilangan
bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Murtajih 1
Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN? Sedangkan tujuan
diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar
siswa pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat dengan pendekatan CTL.
Lokasi penelitian dilakukan di SD Negeri Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU
Kabupaten PAMEKASAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri
1
Timahan Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN, guru kelas V SD
Negeri Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN dan
pengamat. Penelitian dibagi menjadi 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan indikator
keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tercapai apabila siswa mempunyai nilai
rata-rata kelas miNIPal 6,5 dan ketuntasan belajar kelas diatas 75%. Pada siklus I
siswa mencapai nilai rata-rata kelas miNIPal 69 sedangkan ketuntasan belajarnya
adalah 65 %. Siklus II mencapai nilai rata-rata kelas 84 dan ketuntasan belajarnya
adalah 85%.
Berdasarkan hasil belajar siswa diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
dengan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD
Negeri 1
Timahan Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN pada pokok
bahasan operasi hitung bilangan bulat, sehingga disarankan agar dalam mengajar
pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat, guru seyogyanya
menggunakan pendekatan CTL.
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah tercurahkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan
kegiatan perkuliahan dan menuangkannya dalam bentuk laporan yang berjudul
“Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Pendekatan kontektual
Theacing and Learning pada Siswa Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2023 –
2024 di SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN”

Keberhasilan, kelancaran, dan kesuksesandalam penyelesaian laporan ini kiranya


tidak bisa terlepas dari bantuan dan kerjasama berbagai pihak. Oleh karena itu,
penulis menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak sebagai berikut:

1. Bapak Ahmad Zaini selaku Kepala Dinas Pendidikan kabupaten


PAMEKASAN.
2. Bapak Sakrani, [Link], selaku Kepala SDN Murtajih 1 Kecamatan
PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN yang telah memberikan ijin kepada
penulis untuk melakukan penelitian.
3. Keluarga besar SDN Murtajih 1 PAMEKASAN yang telah membantu penulis
dalam pelaksanaan Laporan PTK.
4. Semua pihak yang tidak mungkin disebutkan satu per satu yang telah
memberikan andil yang besar dalam penyusunan PTK ini.
Semoga apa yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan imbalan dari Allah
SWT. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna
dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan
kritik yang membangun demi kemajuan laporan ini ke arah yang lebih baik.
PAMEKASAN, Oktober 2023
Penulis

Defika Rolin, [Link]


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i

LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................................................

ABSTRAK...................................................................................................................................

KATA PENGANTAR...................................................................................................................

DAFTAR ISI.................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1


A. Latar Belakang Masalah ....................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................. 3
C. Tujuan Penelitian ................................................................... 4
D. Manfaat Penelian .................................................................. 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................... 5
A. Tijauan tentan Belajar ............................................................ 5
B. Implementasi Materi Pembelajaran degan Pendekatan CTL 13
BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN ................................................. 17
A. Subyek Penelitian ................................................................... 17
B. Deskripsi Per Siklus .............................................................. 17
1. Siklus I ............................................................................... 18
2. Siklus II ............................................................................. 20
C. Indikator Keberhasilan ......................................................... 21
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................... 25
A. Hasil Penelitian ..................................................................... 25
B. Pembahasan ........................................................................... 42
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................. 46
A. Kesimpulan ......................................................................... 46
B. Saran .................................................................................... 46
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 47
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan
sebagai perangkat fakta – fakta yang harus dihapal. Kelas masih berfokus pada
guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan
utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan strategi belajar “baru” yang lebih
memperdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa
menghapal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa
mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri (Diknas 2003 : 2).
Melalui landasan filosofi kontruktivisme, CTL siswa diharapkan belajar
melalui”mengalami” bukan “menghapal”.

Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), Merupakan konsep belajar


yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi
dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota
keluarga dan masyarakat (Depdiknas : 2002 : 1). Dengan konsep itu belajar
diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah
dalam bentuk kegiatan siswa mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke
siswa. Siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status
mereka, dan bagaimana mencapainya. Dengan begitu mereka memposisikan
sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Dalam
upaya itu, mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing.

Dalam kelas kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya.
Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi
informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai suatu tim yang bekerja sama untuk
menemukan sesuatu yang baru bagi siswa tersebut. Begitulah peran guru dalam
kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.

Pada masa seperti sekarang ini kualitas sumber daya manusia sangat di perlukan
karena untuk menghadapi tantangan dunia pada era globalisasi yang penuh dengan
persaingan, tidak menutup kemungkinan bila sebuah negara tidak mempunyai
kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan tertinggal jauh dengan negara-
negara lain, rendahnya kualitas pendidikan dapat diartikan sebagai kurang
berhasilnya suatu proses belajar mengajar di suatu lingkungan pendidikan
tersebut. Jika dilihat dari penyebabnya biasa dari siswa, guru sarana dan prasarana
maupun model pembelajaran yang di gunakan. Jika minat dan motivasi dan
kemampuan siswa rendah, kualitas pendidik yang kurang profesional

Pada umumnya siswa disekolah mempunyai kesan bahwa matematika merupakan


mata pelajaran yang sulit bagi mereka oleh karena itu guru – guru matematika
perlu memiliki strategi dan penguasaan yang baik tentang berbagai metode dan
pendekatan dalam proses pembelajaran matematika.

Dalam melaksanakan tugasnya guru tidak hanya berperan sebagai nara sumber
kepada siswanya saja, tetapi guru mempunyai peranan sebagai pembimbing dan
juga fasilitator. Guru sendiri menyadari peranan yang dipegangnya dalam
pertemuan dengan siswa . Berperan sebagai guru mengandung tantangan, karena
di satu pihak guru harus sabar, ramah, menunjukkan pengertian, memberikan
kepercayaan, dan menciptakan suasana yang efektif ; dilain pihak guru harus
memberikan tugas, mendorong siswa untuk berusaha mencapai tujuan,
mengadakan koreksi, menegur dan menilai sebelum proses belajar mengajar di
mulai. Siswa pada suatu kelas umumnya merupakan kumpulan individu -
individu yang heterogen, artinya mereka memiliki perbedaan individual dalam
proses belajar mengajar. Perbedaanperbedaan tersebut antara lain perbedaan
intelegensi, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisiologis, dan faktor lingkungan.
Dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut, maka ada siswa yang memiliki
kemampuan tinggi dan ada pula siswa yang kurang mampu dalam mengikuti
pelajaran.

Sesungguhnya matematika itu merupakan ilmu abstrak yang butuh ketelitian,


kesabaran, keuletan dan kesungguhan guru dalam menerapkan konsep dan
mengetahui keadaan kondisi murid. Pada umumnya siswa berfikir dari hal - hal
yang konkret menuju hal-hal yang abstrak. Agar siswa dapat berfikir yang abstrak
digunakan bantuan yaitu dengan menggunakan media pendidikan atau alat peraga.
Keterlibatan latar belakang keluarga dan ketimpangan ekonomi yang begitu
miNIP berdampak pada motivasi anak menekuni pelajaran matematika dan juga
berpengaruh pada hasil belajar anak yang belum memenuhi taraf maksimal. Maka
dari itu peneliti membuat alat peraga yang sederhana yang bisa dijangkau oleh
masyarakat yang miNIP akan ekonomi, yaitu alat peraga tersebut berupa kartu
mainan yang bahannya dari kertas dan bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Matematika adalah sebagai ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang amat pesat,
baik materi maupun kegunaanya . Dalam usaha untuk menanggulangi rendahnya
hasil belajar matematika dan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Maka pemerintah telah melakukan berbagai usaha antara lain dengan perubahan
kurikulum pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam melaksanakan
pengajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Pada tahun 1975 telah
disusun kurikulum matematika yang kemudian disempurnakan tahun 1984
kemudian disempurnakan lagi tahun 1994 dan tahun 2004 . sekarang yang
dipergunakan adalah yaitu kurikulum tahun 2006 yang disebut dengan kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pelaksanaan kurikulum KTSP ini berorentasi
pada tujuan instruksional yang hendak dicapai dan prinsip belajar tuntas, (mastery
learning ). Agar tujuan pembelajaran tercapai dan ketuntasan belajar dapat
terwujud dengan maksimal , maka kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan
soal-soal cerita pada pokok bahasan operasi hitung campuran perlu diketahui
sedini mungkin. Hal ini untuk menghindari kesulitan belajar yang berlarutlarut
dan terbawa sampai padajenjang yang lebih tinggi. Kemudian soal cerita
merupakan hal yang paling sulit dialami siswa didalam menyelesaikannya

Berdasarkan latar belakang diatas penulis ingin mengadakan penelitian dengan


judul: Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Hitung Campuran dengan
Pendekatan Contextual Teaching And Learning(CTL) Pada Siswa kelas 5 SDN
Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN.

B. Permasalahan

1. Apakah hasil belajar siswa pada pokok bahasan soal cerita hitung campuran
dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) Pada Siswa
kelas 5

SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN dapat


meningkat ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam
menyelesaikan soal hitung campuran dengan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL).

D. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan memberi manfaat yang

berarti bagi siswa, guru dan sekolah.

1. Bagi siswa

a. Siswa memperoleh motivasi belajar sehingga lebih giat belajar


matematika.
b. Siswa dapat menyelesaikan soal-soal yang mengandung pengerjaan hitung
campuran.
c. Siswa merasa senang untuk belajar matematika, tidak menganggap
matematika sebagai momok di sekolah.
d. Meningkatkan hasil belajar dan prestasi siswa

2. Bagi guru

a. Meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai materi pada operasi


hitung campuran.
b. Menambah semangat guru untuk belajar mengajar dan mendidik.
c. Menambah wawasan guru tentang strategi pembelajaran matematika yang
membuat suasana kelas kondusif .
d. Meningkatkan kualitas guru
e. Meningkatkan kreativitas guru dalam memanfaatkan benda – benda di
sekitarnya untuk dijadikan media pembelajaran yang menarik.

3. Bagi sekolah

a. Meningkatkan mutu kualitas sekolah khususnya pelajaran matematika.


b. Memberi kontribusi yang lebih baik pada sekolah dalam rangka perbaikan
pembelajaran khususnya pada pokok bahasan operasi hitung campuran,
serta kemajuan sekolah pada umumnya.
BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Belajar

Ada beberapa konsep tentang belajar yang telah didefinisikan oleh para pakar
psikologi, antara lain:

1. Menurut Gagne and Berliner (1983: 252) dalam Anni, Tri Catharina (2004: 2)
belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya
karena hasil dari pengalaman.

2. Menurut Morgan [Link]. (1986: 140) dalam Anni, Tri Catharina (2004: 2) belajar
merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik
atau pengalaman.

3. Menurut Slavin (1994: 152) dalam Anni, Tri Catharina (2004: 2) belajar
merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman.

4. Menurut Gagne (1977: 3) dalam Anni, Tri Catharina (2004: 2) belajar


merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia, yang berlangsung
selama periode waktu tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari
proses pertumbuhan.

Menurut Hamalik :1986 : 41 Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan
dari kehidupan manusia, sejak lahir manusia telah menilai melakukan kegiatan
belajar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengembangkan dirinya, oleh
karena belajar sebagai suatu kegiatan telah dikenal dan bahkan sadar atau tidak
telah dilakukan oleh manusia.

Sudjana: 1989 mengatakan bahwa belajar adalah proses yang ditandai dengan
adanya perubahan pada diri seseorang. Sedangkan Gagi Berliner juga mengatakan
bahwa belajar adalah suatu proses di mana organisme berubah perilakunya akibat
pengalaman (AnoNIP 1996 : 4).

Dari keempat konsep di atas tampak bahwa konsep tentang belajar mengandung
tiga unsur utama, yaitu:

a. Belajar berkaitan dengan perubahan perilaku.

b. Perubahan perilaku itu terjadi karena didahului oleh proses pengalaman.

c. Perubahan perilaku terjadi karena belajar bersifat relatif permanen.


Jadi, belajar (learning) mengacu pada perubahan perilaku yang terjadi sebagai
akibat dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Perubahan perilaku
yang dimaksud dapat berbentuk perubahan kognitif, afektif, maupun psikomotorik
(Anni, Tri Catharina (2004: 3).

Benyamin S. Bloom (Gay, 1985: 72-76; Gagne dan Berliner, 1984: 57-60) dalam
Anni, Tri Catharina (2004: 6) mengusulkan tiga taksonomi yang disebut dengan
ranah belajar, yaitu:

1. Ranah Kognitif

Ranah kognitif berkaitan dengan hasil berupa pengetahuan, kemampuan,


dan kemahiran intelektual yang mencakup kategori: pengetahuan/ingatan,
pemahaman, penerapan/aplikasi, analisis, sintesis, dan penilaian.

2. Ranah Afektif

Taksonomi tujuan pembelajaran afektif, dikembangkan oleh Krathwohl


dkk, merupakan hasil belajar yang paling sukar diukur. Tujuan
pembelajaran ini berhubungan dengan sikap, minat, dan nilai. Kategori
tujuan pembelajaran ini mencerminkan hierarki yang berentangan dari
keinginan untuk menerima sampai dengan pembentukan pola hidup.

3. Ranah Psikomotorik

Tujuan pembelajaran ranah psikomotorik menunjukkan adanya


kemampuan fisik seperti keterampilan motorik dan syaraf, manipulasi
objek, dan koordinasi syaraf. Penjabaran ranah psikomotorik ini sangat
sukar karena seringkali tumpang tindih dengan ranah kognitif dan afektif.

Dari penjelasan di atas, maka ranah-ranah tersebut harus selalu diperhatikan


karena satu sama lain saling menunjang dalam kegiatan pembelajaran.

2. Hakikat pembelajaran

Hakikat pembelajaran adalah merupakan sebuah proses pembelajaran dimana


guru berfungsi sebagai tranformator dan siswa sebagai mediator dengan
menggunakan media dan alat peraga tertentu untuk memperjelas pemahaman
suatu konsep.

Selain itu mengajar dapat diartikan mengatur dan mengorganisasikan lingkungan


yang ada di sekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa
untuk melakukan kegiatan [Link] demikian pemikiran antara para ahli
yang satu dengan yang lainya berbeda permasalahannya.

a. Teori William Brownell


Dalam mengajarkan matematika di pendidikan dasar sebaiknya juga
menggunakan alat peraga benda konkret.

b. Teori Dienes (1965)

Bagian ini Dienes berpendapat , sebaiknya konsep diajarkan melalui


penemuan , tidak melalui pemberitahuan dan siswa sebaiknya berpengalaman
memanipulasi benda konkrit . pengajaran dimulai dengan contoh-contoh yang
menuju pada suatu konsep, secara induktif.

Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk
menciptakan proses belajar-mengajar yang efektif Sudjana (1989: 99). Kemudian
Ruseffendi (1982 : 6) juga berpendapat, sebaiknya mengajarkan sesuatu konsep
diusahakan melalui berbagai media dan berbagai cara mengajar agar lebih dapat
dipahami

3. Pembelajaran matematika pendidikan dasar

Mata pelajaran matematika di pendidikan dasar berfungsi mengembangkan


kemampuan, berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol - simbol
serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan
masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Matematika di pendidikan dasar diutamakan agar siswa mengenal yang


diperlukan sehingga memahami secara mahir menggunakan soal cerita dalam
kaitannya dalam praktek kehidupan sehari-hari

Matematika sebagai sistem yang deduktif formal mengandung arti bahwa


matematika harus dikembangkan berdasarkan pola pikir atau penalaran edukatif
dan setiap prinsip,teori, dalil dalam matematika harus dibuktikan kebenarannya
secara formal berdasarkan konsistensi kebenaran. Namun perinsip dalam
matematika perlu dibuktikan dengan pola pikir deduktif hal ini dimaksudkan agar
matematika yang dibangun terhindar dari kontradiksi.

Tujuan pembelajaran matematika :

Secara umum pembelajaran matematika meliputi :

1. mempersiapkan siswa dalam menghadapi masalah sehingga mampu


menyelesaikan secara logis, kritis, rasional, cermat dan jujur,
2. mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir,
matematika dalam kehidupan sehari – hari dan dalam mempelaja
mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
Secara khusus tujuan pembelajaran matematika yaitu:

1. siswa memiliki kemampuan yang dapat di alih gunakan melalui kegiatan


matematika
2. siswa memiliki ketrampilan matematika untuk dapat digunakan dalam
kehidupan sehari – hari .
3. siswa memiliki pandangan yang lebih luas serta memiliki sikap
menghargai kegunaan matematika, sikap kritis, logis,objektif, terbuka,
kreatif serta inovatif.

Sejauh mana siswa memahami konsep soal cerita hitung campuran dan seberapa
jauh siswa memahami serta menguasai cara pengerjaan soal cerita hitung
campuran pada sub pokok operasi hitung campuran

Guru menyajikan bermacam - macam informasi yang harus dipelajari oleh siswa,
siswa diharapkan untuk dapat menerima dan mengolah informasi ini menjadi
bentuk yang dapat disimpan didalam ingatannya dan memakainya kembali atau
memindahkannya kedalam situasi lain apabila diperlukan. Kemampuan siswa
untuk menerima dan mengolah tersebut sangat bervariasi , siswa tidak mungkin
dapat menerima atau mempelajari semua informasi yang ada. Dia akan
menyeleksi dan mendeteksi sesuai dengan kemampuan dan karakteristiknya..
memori dikenal sebagai ingatan yang sesungguhnya adalah fungsi mental yang
menangkap-menangkap informasi dari stimuli, dan merupakan tempat
penyimpanan informasi dan pengetahuan yang terdapat didalam otak manusia.
kegiatan belajar mengajar dikatan efisien kalau hasil belajar yang diinginkan dapat
tercapai dengan usaha yang semiNIP mungkin. Perwujudan perilaku belajar
biasanya terlihat dalam perubahan perubahan kebiasaan, ketrampilan, dan
pengamatan,sikap dan kemampuan tersebut sebagai hasil belajar. Secara umum
belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu
dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

4. Hasil belajar Matematika

Hasil belajar disebut sebagai hasil belajar yang dapat dilihat dan diukur. Sudjana
(1995 : 22 ) mengemukakan bahwa hasil belajar matematika adalah kemampuan-
kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman
belajarnya. Dalam belajar matematika terjadi proses berfikir dan terjadi kegiatan
mental dalam kegiatan menyusun hubungan - hubungan antara bagian-bagian
informasi yang diperoleh sebagai pengertian. karena itu orang menguasai
hubungan-hubungan tersebut. Dengan demikian ia dapat menampilkan
pemahaman dan penguasaan bahan yang dipelajari tersebut. Gagne (dalam
Sudjudi : 2005) mengelompokkan hasil belajar menjadi lima bagian dalam bentuk
kapabilitas yakni ketrampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal,
ketrampilan motorik, dan sikap.

Gagne dan Briggs N (dalam Gufron : 2005) meenerangkan bahwa hasil belajar
yang berkaitan dengan lima kategori tersebut adalah

1. Ketrampilan intektual adalah kecakapan yang berkenaan dengan


pengetahuan prosedural yang terdiri atas deskriminasi jamak, kosep
konkrit dan terdefinisi, kaidah serta prinsip.
2. Strategi kognitif adalah kemampuan untuk memecahkan masalah –
masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing – masing
dalam memperhatikan , mengingat, dan berfikir.
3. Informasi verbal adalah kemampuan untuk mendiskripsikan sesuatu
dengan kata – kata mengatur informasi – informasi yang relevan .
4. Ketrampilan motorik adalah kemampuan untuk melaksanakan dan
mengkoordinasikan gerakan – gerakan yang berhubungan dengan otot.
5. Sikap merupakan kemampuan internal yan berperan dalam mengambil
tindakan untuk menerima atau menolak berdasarkan penilaian terhadap
objek tersebut.

Bloom (dalam Gufron : 2005) membagi hasil belajar menjadi tiga bagian yaitu
kognitif, afektif, dan psikomotor. Bagian kognitif berkenaan dengan ingatan atau
pengetahuan dan kemampuan intelektual serta ketrampilan - ketrampilan . bagian
afektif menggambarkan sikap-sikap, minat dan nilai serta pengembangan
pengertian atau pengetahuan dan penyesuaian diri yang memadai. Bagian
psikomotorik adalah kemampuan-kemampuan menggiatkan dan
mengkoordinasikan gerak. Bagian kognitif dibagi atas enam macam kemampuan
intelektual mengenai lingkungan yang disusun secra hirarkis dari paling sederhana
sampai kepada yang paling kompleks, yaitu; (1) Pengetahuan adalah pengetahuan
mengingat kembali hal - hal yang telah dipelajari; (2) pemahaman adalah
kemampuan menangkap makna atau arti sesuatu hal; (3) penerapan adalah
kemampuan mempergunakan hal – hal yang telah dipelajari untuk menghadapi
situasi – situasi baru dan nyata; (4) analisis adalah kemampuan menjabarkan
sesuatu menjadi bagian – bagian sehingga struktur organisasinya dapat difahami;
(5) sintesis adalah kemampuan untuk memadukan bagian – bagian menjadi suatu
keseluruhan yang berarti; (6) penilaian adalah kempuan memberi harga sesuatu
hal berdasarkan kriteria intern atau kelompok atau kriteria ekstern ataupun yang
ditetapkan lebih dahulu.

Berdasarkan pandangan - pandangan para ahli di atas maka yang dimaksud


dengan hasil belajar matematika dalam penelitian ini adalah hasil seseorang siswa
dalam mengikuti proses pengajaran matematika pada jenjang pendidikan Sekolah
Dasar yang diukur dari kemampuan siswa tersebut dalam menyelesaikan suatu
permasalahan matematika Tidak semua materi pelajaran dapat dipelajari dengan
ingatan saja melainkan harus dengan percobaan atau dengan didemonstrasikan .

4. Pengertian Contextual Teaching and Lerning ( Diknas : 2002 ).

Pembelajaran kontekstual (contextual Teaching and Learning) adalah konsep


belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka
sehari- hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif,
yaitu.

1) Konstruktivisme (Constructivism)

2) menemukan (Inquiry)

3) bertanya (Questioning)

4) masyarakat belajar (Learning Community)

5) pemodelan (Modeling)

6) refleksi (Reflection)

7) penilaian sebenarnya (Authentic Assessment)


Konstruktivisme (Constructivism) merupakan landasan berfikir filosofi
pendekatan CTL , yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi
sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak
sekonyong - konyong. Dalam pandangan kontruktivis, ‘strategi memperoleh’ lebih
diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat
pengetahuan.

Menemukan (Inquiry) merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis


CTL. Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil
mengingat seperangkat fakta- fakta, tetapi hasil menemukan sendiri. Bertanya
(Questioning) merupakan strategi utama pembelajaran CTL bertanya dalam
pembelajaran dipanadang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing,
dan menilai kemampuan siswa. Bagi siswa bertanya merupakan bagian penting
dalam menggali informasi yang belum diketahuinya questioning dapat diterapkan:
antara siswa dengan siswa, antara guru dengan siswa, antara siswa dengan guru,
antara siswa dengan orang lain yang didatangkan kekelas, dan sebagainya.

Masyarakat belajar (Learning Community) menyarankan hasil pembelajaran


diperoleh dari kerjasama dengan orang lain . hasil belajar diperoleh dari sharing
antara teman, antar kelompok, dan atara yang tahu ke yang belum tahu.
Masyarakat belajar bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah (two way)

Pemodelan (Modeling) maksudnya dalam pembelajaran ketrampilan atau


pengetahuan tetentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu bisa cara
mengoperasikan sesuatu. Misalnya cara menerjemahkan soal cerita hitung
campuran. Memahami dan membaca cepat scanning . dalam CTL guru bukan satu
- satunya model. model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Alat peraga dan
sebagainya.

Refleksi (Reflection) juga bagian penting dalam dalam pembelajaran dengan


pendekatan CTL. Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari
atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dimasa yang
lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan
yang baru diterima.

Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) adalah porses pengumpulan


berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa.
Pembelajaran yang benar memeang seharusnya ditekankan pada upaya membantu
siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu bukan ditekankan
pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi di akhir periode pembelajaran.
Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil dan dengan berbagai tes
hanya salah satunya. itulah yang sebenarnya.

Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan


Pendekatan Tradisional

No Pendekatan CTL Pendekatan Tradisional


1 Siswa secara aktif dalam proses Siswa adalah penerima informasi
pembelajaran secara pasif
2 Siswa belajar dari teman melalui Siswa belajar secara individu
kerja kelompok, diskusi, saling
mengoreksi
3 Pembelajaran dikaitkan Pembelajaran secara abstrak dan
dengankehidupan dunia nyata teoritis
dan/atau masalah yang
disimulasikan
4 Perilaku dibangun atas kesadaran Perilaku dibangun atas
diri dasar kebiasaan
5 Keterampilan dikembangkan atas Keterampilan dikembangkan atas
dasar pemahaman dasar latihan
6 Hadiah untuk perilaku baik adalah Hadiah untuk perilaku baik adalah
kepuasan diri pujian atau nilai (angka) rapor
7 Seseorang tidak melakukan hal Seseorang tidak melakukan hal
yang jelek karena dia sadar hal itu yang jelek karena takut hukuman
keliru dan merugikan
8 Bahasa diajarkan dengan
Bahasa diajarkan dengan
pendekatan komunikatif, yaitu pendekatan struktural, yaitu rumus
siswa diajak menggunakan
diterangkan sampai paham,
bahasa dalam konteks nyata kemudian dilatih (drill)
9 Pemahaman rumus dikem- Rumus itu ada di luar diri siswa,
bangkan atas dasar skemata yang harus diterangkan, diterima,
(kumpulan konsep/ketegori yang dihafal, dan dilatih.
digunakan individu ketika ia
berinteraksi dengan
lingkungannya) yang sudah ada
dalam diri siswa.
10 Pemahaman rumus itu relatif Rumus adalah kebenaran absolut
berbeda antara siswa yang satu (sama untuk semua orang). Hanya
dengan yang lainnya, sesuai ada dua kemungkinan, yaitu
dengan skemata siswa. pemahaman rumus yang benar
atau
pemahaman rumus yang salah

11 Siswa menggunakan kemam- Siswa secara pasif menerima


puan berfikir kritis, terlibat penuh rumus atau kaidah (membaca,
dalam mengupayakan terjadinya mendengar, mencatat, menghafal),
pembelajaran yang efektif, ikut tanpa memberikan konstribusi ide
tanggung jawab atas terjadinya ke dalam pembelajaran.
proses pembelajaran yang efektif,
dan membawa skemata
masingmasing ke dalam
pembelajaran
12 Pengetahuan yang dimiliki Pengetahuan adalah penangkapan
manusia dikembangkan oleh terhadap serangkaian fakta,
manusia itu sendiri. Manusia konsep, atau hukum yang berada
menciptakan atau membangun di luar diri manusia.
pengetahuan dengan cara
memberi arti dan memahami
pengalamannya.
13 Karena ilmu pengetahuan Kebenaran bersifat absolut dan
dikembangkan (dikonstruksi) pengetahuan bersifat final
oleh manusia itu sendiri,
sementara manusia mengalami
peristiwa yang baru, maka
pengetahuan itu tidak stabil,
selalu berkembang
14 Siswa diminta bertanggungjawab Guru adalah penentu
memonitor dan mengembangkan jalannya pembelajaran.
pembelajaran mereka
masingmasing
15 Penghargaan terhadap Pembelajaran tidak memperhatikan
pengalaman siswa sangat pengalaman siswa
diutamakan
16 Hasil belajar diukur dengan Hasil belajar hanya diukur dengan
berbagai cara: proses bekerja, tes.
hasil karya, penampilan,
rekaman, tes, dll.
17 Pembelajaran terjadi di berbagai Pembelajaran hanya terjadi di
tempat, konteks, dan setting dalam kelas.
18 Penyesalan adalah hukuman dari Sanksi adalah hukuman dari
perilaku jelek perilaku jelek
19 Perilaku baik Perilaku baik berdasarkan motivasi
berdasarkan motivasi Ekstrinsik
intrinsik.
20 Seseorang berperilaku baik Seseorang berperilaku baik karena
karena dia yakin itulah yang dia terbiasa melakukan begitu.
terbaik dan bermanfaat. Kebiasaan itu dibangun dengan
hadiah yang menyenangkan
Sumber: (Nurhadi, dkk; 2004:35-36)
Zahorik (1995 : 14 -22) ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam
praktek dalam pembelajaran kontekstual

1) Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating


knowledge)
2) Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) 3)
Pemahaman pengetahuan ( understanding knowledge)
4) Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman (applying knowledge)
5) Melakukan refleksi (reflecting knowledge)

Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran merupakan rencana


kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang
apa yang akan dilakukan bersama siswanya.

B. Implementasi Materi Pembelajaran Operasi Hitung Bilangan Bulat degan


Pendekatan CTL

Materi yang diajarkan pada operasi bilangan bulat di SD kleasn V yaitu:

Standar Kompetensi

1. Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah


Kompetensi Dasar

1.2 Melakukan operasi hitung campuran

Adapun materi yang dijarkan adalah sebagai berikut:

Operasi Hitung Bilangan Bulat


1, 2, 3, 4, 5 merupakan bilangan bilangan bulat positif dan –5, – 4, –3, – 2,
–1 merupakan bilangan-bilangan bulat negatif. Sedangkan 0, 1, 2, 3, 4, 5
merupakan bilangan-bilangan bulat tidak negatif atau bilangan-bilangan
cacah. selanjutnya 1, 2, 3, ... dinamakan bilangan-bilangan bulat positif,
dan ..., –3, –2, –1 dinamakan bilangan-bilangan bulat negatif, dan ..., –3, –
2, –1, 0, 1, 2, 3, ... dinamakan bilangan-bilangan bulat.

Mengnal Bilangan Bulat Positif dan Negatif


• 6 dibaca positif enam atau enam
• - 6 dibaca negatif enam
• Bilangan negatif satu ditulis -1
• Bilangan satu/ positif satu dulis 1
a. Penulisan dengan garis bilangan.

= 4 (empat) = - 4 (negatif empat)

b. Model alat peraga gari bilangan

Untuk merepresentasikan bilangan positif (+) mobil bergerak maju


Contoh 1 : +5 dari posisi 0 maju ke posisi bilangan 5
BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. Subjek Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Murtajih 1 yang beralamatkan


Desa Timahan, kecamatan PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN. Adapun
pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada kelas V tahun pelajaran 2023/2024
dengan jumlah siswa 20 anak.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini antara lain:

1. Hasil pekerjaan siswa pada tes awal dan tes akhir.


2. Hasil observasi untuk mengamati kegiatan di kelas selama kegiatan
pembelajaran
berlangsung.
3. Rekaman hasil wawancara dengan subyek penelitian untuk menggali
pemahaman
materi.
4. Hasil pencatatan lapangan selama proses pelaksanaan penelitian.
5. Angket digunakan untuk menelusuri sikap, minat, respon dan motivasi siswa.

B. Deskripsi Per Siklus

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus
dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Tiap - tiap siklus direncanakan
berkesinambungan, artinya proses dan hasil siklus I akan ditindak lanjuti dalam
siklus 2. Prosedur penelitian tindakan kelas ini setiap siklus meliputi; (1)
Perencanaan (Planing); (2) Tindakan (acting); (3) Observasi (observing); (4)
Refleksi (reflecting) .
Alur pelaksanaan tindakan kelas diasajiakan seperti dalam bagan berikut:
Rencana tindakan
(planing)

Analisis &
refleksi
Siklus 1

observasi

Pelaksanaan
tindakan

Perbaikan
rencana tindakan

Analisis & refleksi

Siklus 2

Pelaksanaan observasi
tindakan

Dst.

Gambar 3.1 :Alur Pelaksaan PTK Model Kemmis dan Taggart


(Wiriaatmaja, 2003: 19)

1. Siklus I
Pada siklus ini terdiri dari beberapa hal yang dapat menunjang tercapainya
belajar mengajar yaitu :

a. perencanaan (planing)
1) Menyusun rencana pembelajaran dan skenario pembelajaran dengan
pendekatan contextual teaching and learning menggunakan kartu mainan
2) Menyiapkan alat Bantu mengajar dan mengumpulkan data 3) Menyiapkan
alat peraga gambar persegi panjang dan segitiga.
4) Menyusun alat evaluasi.
b. Tindakan (acting)
1) Guru melakukan apersepsi dengan metode Tanya jawab tentang
penjumlahan dan pengurangan dengan tujuan:
a) mengingat kembali konsep penjumlahan
b) agar siswa memehami materi dengan tepat
c) pencapaian materi tepat waktu yang direncanakan
d) memusatkan perhatian pada situasi belajar.
2) Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang materi yang akan
diajarkan
3) Proses tranformasi materi
a) Guru memperagakan soal cerita yang mengandung pengerjaan
hitung campuran dengan media kartu mainan .
b) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyelesaikan
soal cerita yang mengandung penjumlahan dan pengurangan.
c) Setelah menyelesaikan soal siswa diminta guru, untuk menulis hasil
kerjanya dipapan tulis. Dengan bimbingan guru siswa diharapkan
dapat menarik kesimpulan dari materi yang sedang dipelajari.
d) Guru memberi tes siklus
c. Observasi (observing)
1) Tehnik pengumpulan data
a) Peneliti mengamati jalannya proses pembelajaran dan kemampuan
siswa dalam menyelesaikan lembar kerja siswa.
b) Observer mengamati dan memberikan penilaian proses pembelaran
dari awal hingga akhir.

2) Alat pengumpulan data


a) Tes siklus I dilaksanakan setelah selesai siklus I untuk memperoleh
data kuantitatif di akhir siklus I
b) Instrumen data kuantitatif observasi guru di kelas

4. Refleksi (reflecting)
Hasil refelksi merupakan landasan untuk menentukan tindakan pada siklus
meliputi :
a) Mengetahui kemampuan hasil belajar siswa
b) Mengetahui kreativitas siswa dalam menyelesaikan permasalahan dengan
pendekatan Contextual teaching and learning
2. Siklus II
1. Perencanaan ( planing)
Rencana yang dibuat pada prinsipnya sama dengan siklus I, hanya materinya
diganti dengan pembagian dan perkalian
2. Tindakan (acting)
a. Guru melakukan apersepsi dengan metode Tanya jawab tentang
pembagian dan perkalian dengan tujuan:
1. mengingat kembali konsep penjumlahan
2. agar siswa memahami materi dengan tepat
3. pencapaian materi tepat waktu yang direncanakan
4. memusatkan perhatian pada situasi belajar.
b. Guru memberikan motivasi kepada siswa tentang materi yang akan
diajarkan
c. Proses tranformasi materi
1. Guru memperagakan soal cerita yang mengandung pengerjaan hitung
campuran dengan media kartu mainan .
2. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyelesaikan soal
cerita yang mengandung pembagian dan perkalian.
3. Setelah menyelesaikan soal siswa diminta guru, untuk menulis hasil
kerjanya dipapan tulis. Dengan bimbingan guru siswa diharapkan
dapat menarik kesimpulan dari materi yang sedang dipelajari.
4. Guru memberi tes siklus II

3. Observasi (observing)Tehnik pengumpulan data


a. Peneliti mengamati jalannya proses pembelajaran dan kemampuan siswa
dalam menyelesaikan lembar kerja siswa.
b. Observer mengamati dan memberikan penilaian proses pembelaran dari
awal hingga akhir.
c. Alat pengumpulan data
d. Tes siklus I dilaksanakan setelah selesai siklus I untuk memperoleh data
kuantitatif di akhir siklus I
e. Instrumen data kuantitatif observasi guru di kelas
3. Refleksi (reflecting)
Pada tahap ini dilakukan analisis data dan pembahasannya. Kegiatan ini untuk
melihat sejauh mana efektivitas kegiatan belajar dengan menggunakan alat peraga
kartu mainan dengan pendekatan Contextual teaching and learning pada pokok
bahasan soal cerita hitung campuran serta untuk mengetahui perubahan - perubahan
yang terjadi baik pada siswa, suasana kelas, maupun guru. C. Indikator keberhasilan

1. Tes.
Skor hasil tes siswa dalam mengerjakan soal-soal meliputi skor hasil tes
pengetahuan pra syarat yang diberikan sebelum tindakan, hasil tes setiap akhir
tindakan, dan hasil pekerjaan siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Hasil tes tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan
pencapaian
hasil belajar siswa.
Salah satu contoh penggunaan rumus prosentase ketuntasan klasikal adalah:

%X= 100%

%X = Persentase ketuntasan klasikal.


X1 = Jumlah siswa yang tuntas individu.
N = Jumlah siswa seluruh kelas.
Nilai ketercapain hasil belajar/pemahaman siswa mempunyai rentang antara 0
– 100 yang diketegorikan dalam lima taraf keberhasilan yaitu:
0 – 24 = Sangat kurang 65 – 79 = Baik
25 – 49 = Kurang 80 – 100 = Sangat baik
50 – 64 = Cukup (Arwan, 2003)
2. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas siswa dan guru selama kegiatan
pembelajaran di kelas berlangsung. Observasi dimaksud untuk mengetahui
adanya kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tindakan serta untuk
menjaring data aktifitas siswa. Observasi dilakukan oleh peneliti dan teman
sejawat/observer dengan menggunakan lembar observasi. Kriteria keberhasilan
proses ditentukan dengan menggunakan lembar observasi yang dilakukan oleh
observer. Hasil observasi dapat dimasukkan dalam rumus fleksibel:

Nilai rata –rata (NR) = X 100%


4 = Sangat baik 2 = Cukup baik
3 = Baik 1 = Kurang baik
(Suharsimi Arikunto, 1997)
Kriteria taraf keberhasilan tindakan dapat ditentukan sebagai berikut:
75% < NR ≤ 100% : Sangat baik, 25% < NR ≤ 50% : Cukup baik
50% < NR ≤ 75% : Baik, 0% < NR ≤ 25% : Kurang baik
3. Wawancara
Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara
lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara
langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan (dalam Narbuko,
2003:83). Wawancara dilakukan untuk menelusuri dan menggali pemahaman
siswa tentang materi yang diberikan, yang mungkin sulit diperoleh hasil
pekerjaan siswa maupun melalui observasi. Selain itu wawancara juga
digunakan untuk mengetahui pendapat siswa saat proses belajar mengajar.
4. Angket
Angket adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai suatu
masalah atau bidang yang akan diteliti. Angket digunakan untuk mendeteksi
sikap, minat, respon dan motivasi siswa terhadap pembelajaran.
Contoh angket yang memiliki pertanyaan positif sebagai berikut:
Setiap jawaban “Ya” diberi skor 2, jawaban “Tidak” diberi skor 1 dan apabila
tidak menjawab diberi skor 0. Analisis data angket dilakukan dengan mengkaji
setiap pertanyaan.

Skor rata-rata =

1,75 < skor rata-rata ≤ 2,00 : sangat positif


1,50 < skor rata-rata ≤ 1,75 : positif
1,25 < skor rata-rata ≤ 1,50 : negatif
1,00 < skor rata-rata ≤ 1,25 : sangat negatif

5. Catatan Lapangan

Pencatatan lapangan dimaksudkan untuk melengkapi data yang tidak terekam


dalam instrumen pengumpul data yang ada. Dengan demikian diharapkan tidak
ada data penting yang terlewatkan dalam kegiatan penelitian ini.
Pemeriksaan keabsahan data didasarkan pada metode-metode tertentu untuk
menjamin kepercayaan data yang diperoleh pada penelitian, yaitu: (1)
perpanjangan keikutsertaan, (2) ketekunan pengamat, dan (3) triangulasi data.
(1) Perpanjangan keikutsertaan
Perpanjangan keikutsertaan peneliti, sangat menentukan dalam pengumpulan
data. Keikutsertaan tersebut tidak dilakukan dalam waktu singkat, tetapi
memerlukan waktu keikutsertaan yang panjang pada latar penelitian.
Dengan cara seperti ini, dapat meningkatkan tingkat kepercayaan data yang
dikumpulkan. Penpanjangan keikutsertaan peneliti dilakukan dengan
menguji kebenaran data atau informasi yang diperoleh kepada seluruh
pihak yang terkait dalam penelitian ini stelah selesainya waktu penelitian.
(2) Ketekunan pengamat
Ketekunan pengamat bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unur dalam
situasi yang sangat relefan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari
dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci
(Moleong, 2000:177).
(3) Triangulasi data
Triangulasi sumber data adalah pemerikasaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu (Moleong, 2000:178).
Trangulasi sumber data dilakukan dengan cara menanyakan kebenaran data
tertentu dari penelitian kepada dosen lain yang membidangi masalah pada
penelitian ini.

Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian
kualitatif, maka data yang tekumpul dalam penelitian dianalisis dengan
mengunakan metode analis data kualitatif.
Setiap tindakan dikatakan berhasil apabila memenuhi dua kriteria keberhasilan
yaitu kriteria keberhasilan proses dan kriterian keberhasilan hasil belajar. Kriteria
keberhasilan proses ditinjau dari penilaian observasi pada aktifitas guru maupun
siswa menunjukkan skor 50% < NR ≤ 75% atau kriteria positif. Sedangkan
kriteria keberhasilan hasil belajar dapat ditinjau dari hasil tes, berdasarkan SKBM
(Standar Ketuntasan Belajar MiNIPum) SDN Murtajih 1 meneapkan syarat
ketuntasan
diantaranya: (1) ketuntasan inidividual: skor ≥ 70, (2) ketuntasan klasikal :
75%. Tolok ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat
dilihat dari :
1. Nilai rata - rata kelas miNIPal 70
2. Presentase siswa yang memperoleh skor ≥ 70 adalah 75 % dari 20 siswa yang
ada.
3. Keaktifan belajar siswa meningkat.
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Untuk dapat menyajikan data hasil penelitian, maka peneliti melakukan kegiatan-
kegiatan penelitian yang dipaparkan sebagai berikut:

1. Kegiatan Pra Tindakan.

Sebelum melaksanakan penelitian terlebih dahulu peneliti mengadakan observasi


awal yaitu untuk mengetahui tentang keadaan pembelajaran Matematika dan
aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung di SDN Murtajih 1 Kecamatan
PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN. Oleh kerena itu pada hari Senin tanggal
20 September 2023 peneliti meminta izin kepada Ibu SAKRANI, [Link] selaku
kepala SDN Murtajih 1 untuk melakukan penelitian.

Ternyata setelah peneliti melakukan observasi diketahui bahwa siswa kelas V


mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran Matematika khususnya materi
operasi hitung bilangan bulat. Untuk itu peneliti mencoba untuk melaksanakan
pembelajaran dengan menerapkan metode pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) untuk materi operasi hitung bilangan bulat dengan harapan terjadi
peningkatan prestasi belajar siswa.

Selain itu, selama ini siswa dalam belajar lebih banyak secara individu dari pada
kelompok. Sehingga menyebabkan kurangnya interaksi dan komunikasi siswa
dengan teman maupun guru. Hal ini mengakibatkan siswa takut atau enggan
mengemukakan pendapat, ide, pertanyaan maupun saran, dan kalaupun ada yang
berani itu hanya pada siswa tertentu saja, biasanya siswa-siswi yang pandai dan
menonjol dalam kelas tersebut.

Beberapa hal yang dilakukan pada kegiatan pratindakan diantaranya:

a. Peneliti bersama observer merumuskan permasalahan secara operasional,


relevan dengan rumusan masalah penelitian.

b. Peneliti bersama observer merumuskan hipotesis tindakan. Penelitian tindakan


lebih menitikberatkan pada pendekatan naturalistik, sehingga hipotesis tindakan
yang dirumuskan bersifat tentative yang mungkin mengelami perubahan sesuai
dengan keadaan lapangan.
c. Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan yang didalamnya meliputi:
• Menetapkan indikator desain pembelajaran kontekstual.
• Menyusun metode dan alat perekam data yang berupa catatan lapangan,
pedoman wawancara, pedoman analisis dokumentasi, dan catatan harian.
• Menyusun rencana pengolahan data, baik yang bersifat kualitatif maupun
kuantitatif.
d. Membuat soal tes awal / pre tes.

Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa tentang operasi hitung
bilangan bulat perlu diadakan tes awal.
e. Menentukan sumber data.

Sumber data yang digunakan adalah siswa kelas V SDN Murtajih 1 Kecamatan
PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN tahun pelajaran 2023/2024 yang
berjumlah 20 siswa.

f. Melakukan tes awal / pre tes.

Pada hari Senin tanggal 20 September 2023 dimulai pukul 07.30 WIB
dilaksanakan tes awal / pre tes. Hasil tes ini digunakan untuk mengetahui
sejauh mana pemahaman siswa mengenai operasi hitung bilangan bulat yang
nantinya digunakan untuk menentukan strategi apa yang tepat untuk
pembelajaran oprasi hitung bilngan bulat.

g. Mentukan subyek wawancara.

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SDN Murtajih 1 Kecamatan


PADEMAWU Kabupaten PAMEKASAN. Untuk mempermudah dalam proses
pengamatan dengan melihat hasil tes awal/pre tes maka diambil 3 siswa dengan
nilai terendah, nilai sedang dan nilai tinggi.

2. kegiatan Pelaksanaan Tindakan

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang dipaparkan
sebagai berikut:

a. Siklus I

1. Perencanaan Tindakan.
Berdasarkan temuan pada tahap kegiatan pra tindakan, disusunlah rencana
tindakan dan perbaikan atas masalah-masalah yang ditemukan dalam proses
pembelajaran. Rencana dari tindakan ini disesuaikan dengan hasil observasi
yang dilakukan peneliti pada tempat penelitian. Adapun rencana yang
dilakukan pada perencanaan tindakan ini adalah:
1) Menyusun rencana tindakan berupa rencana pembelajaran.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini disesuaikan
dengan metode yang akan digunakan yaitu pembelajaran melalui
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan
bulat.
2) Membuat lembar observasi.
Pada hari Rabu 22 September 2023 peneliti membuat lembar observasi.
Berdasarkan penelitian yang akan dilakukan makan disusun dua lembar
observasi yaitu:
• Lembar observasi yang digunakan untuk mengobservasi kegiatan guru
pada waktu mengajar, sebagai observernya adalah guru kelas IV.
• Lembar observasi yang digunakan untuk mengobservasi kegiatan siswa
pada proses belajar mengajar. (lembar observasi terlampir).

3) Membuat LKS.

LKS ini dibuat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar


tentang materi operasi operasi hitung bilangan bulat. Pembuatan LKS ini
disesuaikan dengan metode pembelajaran yang akan peneliti gunakan
yaitu Contextual Teaching and Learning. LKS ini diharapkan dapat
membantu sisws mempermudah pemahaman tentang materi operasi
hitung bilangan bulat.

4) Membuat Soal atau Tes

Pembuatan soal atau tes ini disesuaikan dengan metode


pembelajaran yang digunakan oleh peneliti yaitu CTL. Soal tes ini terdiri
dari soal kelompok dan soal tes indidu di akhir kegiatan.

2. Pelaksanaan Tindakan.
Di dalam pelaksanaan tindakan siklus I yaitu pada hari Rabu , 22
September 2023. Pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan pada siklus I
adalah sebagai berikut:

No. Kegiatan Guru Kegiatan siswa Komponen


A. Pendahuluan
1. Guru memberikan salam dan mendata siswa Siswa membalas
yang hadir salam guru
2 Guru mengingatkan kembali tentang Siswa memperha-tikan Tanya
penjumlahan dan pengurangan (aperspsi) apa yang disampaikan jawab
oleh guru
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Siswa memperhatikan
yaitu agar siswa mampu menyelesaikan penjelasan guru
masalah dalam kehidupan sehari-hari yang
berhubungan dengan penjumlahan dan
pengurangan.
4. Guru memotivasi siswa agar melaksanakan Siswa memper-siapakan
kegiatan dengan penuh semangat diri untuk melaksanakan
pembe-lajaran
5. Guru menginformasikan pokok bahasan Siswa menyimak
dalam pembelajaran hari ini informasi guru
B. Kegiatan Inti

1. Guru menejelaskan sifat – sifat operasi Siswa memperhatikan Ceramah


hitung. keterangan guru
2. Guru mendemonstrasikan alat peraga berupa Siswa memperhatikan Modelling
mobil - mobilan. demonstrasi guru
3. Guru memberikan informasi jika Siswa mengembangkan Inquiry
Mobil bergerak maju artinya itu adalah pengetahuannya,
operasi penjumlahan, dan jika mundur kemudian bila ada siswa
adalah pengurangan. yang dapat
menghubungkannya
maka siswa diminta
untuk menjawabnya.
6. Guru membentuk 4 kelompok dari 20 siswa Siswa membetuk Learning
yang hadir tiap Kelompok beranggotakan : kelompok dan melak- community
• beranggotakan 5 siswa. sanakan kegiatan
• Membuat model pembelajajan dari
papan yang diberi tanda nomer dan
mobil mainan.
7. Guru membagikan LKS berserta peralatan Siswa memperhatikan Learning
kerja kelompok Guru memberikan petunjuk petunjuk guru. community
pengisian LKS serta cara menggunakan
mainan/ alat peraga.
8. Guru mengawasi kerja tiap kelompok dan Kelompok bekerja Learning
membimbing kelompok yang mengalami dibawah bimbingan community
kesulitan. guru.
9. Guru mempersilahkan wakil kelompok Wakil kelompok
untuk mengerjakan hasil kerja kelompok di mempresentasikan hasil
depan kelas. kerja kelompoknya.
10 Guru mengoreksi hasil kerja kelompok Siswa ikut mengoreksi
berserta dengan siswa yang lain jawaban yang
dikerjakan oleh
rekannya di depan
kelas.
11. Guru memberikan pujian kepada kelompok Siswa memberikan
yang berhasil menyelesaikan LKS dengan tepuk tangannya
benar sebagai penguatan.
C Penutup
1. Guru membimbing siswa membuat Siswa menjawab Reflection
kesimpulan. pertanyaan siswa.
“Jika operasi penjumlahan maka mobil pada
papan peraga harus bergerak maju, dan
sebaliknya. Dan jika bilangan tersebut
positif maka mobil tidak berputar arah dan
jika bilangan itu negatif maka mobil harus
berputar arah”.(terlampir dalam ringkasan
materi.)
2. Guru menanyakan apakah siswa dapat Siswa menjawab – Reflection
memahami materi yang telah diberikan? pertanyaan guru dengan
mantap
3. Guru menanyakan apakah pelajaran hari ini Siswa memperhatikan
sangat menyenangkan dan bila diberikan pesan guru.
pada pembelajaran yang akan datang apakah
siswa bersedia!
4. Guru mengingatkan materi pembelajaran Siswa memperhatikan
yang akan dilakukan besok kepada siswa pesan guru.
dan apa yang harus dipersiapkan besok!.
5. Guru menutup pelajaran dengan Siswa menjawab salam
salam guru

Sebelum pelaksanaan tindakan guru menjelaskan terlebih dahulu tentang


operasi hitung penjumlahan dan pengurangan (pada bilangan positif dan negatif).
Pada saat guru menjelaskan materi kepada siswa, siswa kelihatan tegang. Apabila
guru memberikan pertanyaan secara lesan kepada siswa terlihat beberapa siswa
diam dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru hal itu dilihat dari
data yang terangkum mengenai partisipasi siswa, dalam pembelajaran siswa antara
lain ;
1) Banyak siswa yang aktif 25 % dari jumlah siswa
2) Banyak siswa yang kurang terlibat dan tidak aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran 25% atau 5 siswa.
3) Siswa yang memperoleh nilai > 7,5 sebanyak 11 dari 20 siswa.
(berdasarkan nilai pada tes kelompok)
Dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa siswa merasa takut untuk
bertanya kepada guru hal itu menyebabkan ketidak aktifan siswa dalam
pembelajaran. Selanjutnya guru dan siswa melaksanakan skenario yang telah di
tentukan , yakni guru menjelaskan operasi hitung bilangan bulat Sehingga anak
benar-benar faham tentang konsep operasi hitung.

3. Hasil pengamatan

Pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pada tahap ini


peneliti bertindak sebagai pengajar, sedangkan yang bertindak sebagai observer
adalah guru kelas IV SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten
PAMEKASAN.
 Observasi untuk guru
Dari hasil observasi yang telah dilakukan terlihat bahwa:
- Guru kurang jelas dalam penyampaian materi.
- Guru dalam menjelaskan dan dalam memberikan tugas belum
menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
- Guru kurang dapat memberikan motivasi pada siswa.
- Guru kurang memberi waktu siswa untuk mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya.
- Guru tidak memberi kesempatan siswa yang belum mengerti untuk
bertanya.
- Guru belum mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan.
 Observasi untuk siswa

Dari hasil observasi yang telah dilakukan terlihat bahwa:

- Banyak siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru (kurang antusias)


- Siswa ramai dan bermai dengan teman sebangkunya.

- Siswa masih malu untuk bertanya kepada guru tentang materi yang kurang
jelas.
- Siswa sulit jika disuruh untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya.
- Siswa masih malas dalam membuat rangkuman.

4. Refleksi

 Hasil analisis mengunakan metode Contektual Teaching and Learning.


Hasil observasi pembelajaran di kelas selama proses belajar mengajar pada
siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan (2 X 35 menit) yang
dikemas dalam lembar observasi. Lembar observasi ini terdiri dari dua
lembar observasi yaitu observasi untuk guru dan observasi untuk
siswa(terlampir). Dalam siklus I ini lembar observasi secara ringkas
dipaparkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.1: Data hasil observasi guru dalam proses pembelajaran pada siklus I

No. Nama Observer Jumlah Skor Skor maks

1. Sulistyani ,[Link] 38 56

Berdasarkan data observasi guru terdapat 14 aspek pengamatan sehingga diperoleh


skor maksimal adalah 56 (4 x 14 item pengamatan)
56
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%

= 67,85%

 Analisa Data Observasi Siswa


Hasil pengamatan terhadap aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses
pembelajaran pada siklus I disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.2: Data hasil observasi aktivitas dan keterlibatan siswa selama
proses
pembelajaran pada siklus I

No. Nama Observer Jumlah Skor Skor maks

1. Sulistyani ,[Link] 34 52

Berdasarkan data observasi guru terdapat 12 aspek pengamatan sehingga diperoleh


skor maksimal adalah 52 ( 4 x 13 item aspek pengamatan).

52
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%

= 65,38%

Nilai NR di atas jika dikonversikan ke dalam kriteria taraf keberhasilan tindakan,


maka aktivitas dan ketrlibatan siswa selama proses pembelajaran dengan
menggunakan mendia manik yang dilaksanakan oleh guru termasuk kriteria
“Baik” ( kisaran NR :
50% < NR ≤ 75%).

 Analisa Hasil Tes Siswa


Pada langkah perencanaan sebelum melaksanakan tes, guru telah
menetapkan nilai batas ketuntasan yang harus dicapai siswa sebagai batas
pencapaian ketuntasan individual siswa, yaitu nilai 65 dengam persentase
ketuntasan kelas miNIPal yang ingin dicapai sebesar 75% dari jumlah siswa.
Selain itu sebelum melakukan tindakan guru juga telah melakukan tes,
tujuannya untuk mengetahui prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah
tindakan pada siklus I disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.3 : Data hasil test siswa pada sebelum siklus dan siklus I
No. Nama Responden Nilai Keterangan
ketuntasan Individual
Sebelum Sebelum
Siklus I Siklus I
Siklus Siklus
1. Aqil Ramadhan 40 80 TT T
2. Bayu Anggara 60 80 TT T
3. Bery Nuranto 60 80 TT T
4. Feni Maliya 40 60 TT TT
5. Gita Ramadant 40 40 TT TT
6. Heny Irawati 70 80 T T
7. Herik Julian 70 80 T T
8. Jepri Mustaim 50 80 TT T
9. Khairina Mahrani 60 80 TT T
10. Mery Astuti 50 40 TT TT
11. Mustakim 70 80 T T
12. Nopa Rayani 70 80 T T
13. Rendi Puspita 40 40 TT TT
14. Rini Rindiani 60 60 TT TT
15. Sri Rahayu 70 80 T T
16. Surianti Dewi 60 80 TT T
17. Suryadi 40 40 TT TT
18. Taufik Hidayat 60 60 TT TT
19. Tia Nadira 70 80 T T
20. Wahyudiansyah 70 80 T T
TT = 13 TT = 7
Jumlah 1150 1380 T = 13
T =7
Rata-rata 57,5 69
Ketuntasan kelas 35 % 65%
Keterangan: KKM ≥ 65
TT = Tidak Tuntas
T = Tuntas

Persentase ketuntasan kelas yang diperoleh:

1. Sebelum siklus

Persentase ketuntasan kelas

Berdasarkan standar ketuntasan kelas yang telah ditetapkan sebelumnya, maka


nilai test siswa pada sebelum siklus dianggap “Tidak Tuntas (TT)”
2. Siklus I

Berdasarkan standar ketuntasan kelas yang telah ditetapkan sebelumnya, maka


nilai test siswa pada sebelum siklus dianggap “Tidak Tuntas (TT)”

4. Refleksi

Dari pengamatan dan analisa data selama pelaksanaan siklus I dapat


direfeksikan sebagai berikut:

1. Dalam peningkatan kualitas pembelajaran berdasarkan hasil penilaian


partisipan terhadap 14 butir pengamatan terhadap ketrampilan guru yang perlu
dicermati, ada beberapa butir yang tidak terlaksana dengan baik.
2. Kemampuan operasi hitung bilangan bulat siswa kelas V SDN Murtajih 1
pada siklus I masih rendah, ketuntasan kelas 75 % dari siswa yang telah
ditetapkan belum tercapai.

Hasil refleksi pada siklus I ini akan direfeksikan pada siklus II, dengan lebih
memusatkan pada aspek-aspek yang belum terlaksana dengan baik disamping
tetap mempertahankan yang sudah terlaksana dengan baik dan peningkatan
prestasi belajar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

b. Siklus II
1. Perencaan tindakan
Berdasarkan refleksi pada siklus I disusunlah rencana tindakan perbaikan atas
kekurangan-kekurangan yang ditemukan. Rencana tindakan ini merupakan
persiapan untuk melakukan tindakan sehingga pada saat melaksanakan tindakan
tidak mengalami hambatan dan kesulitan. Adapun rencana tindakan 2 adalah
membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat soal post tes,
menyiapkan lembar obsevasi guru dan lembar observasi siswa.(terlampir)

2. Pelaksanaan tindakan

Di dalam pelaksanaan siklus II terdapat satu kali pertemuan yaitu pada hari
Jumat, 01 Oktober 2023. Pada pertemuan ini peneliti tetap menggunakan metode
CTL. Yaitu permasalahan yang diberikan adalah permasalahan yang akrap dengan
siswa dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pada pertemuan ini,
peneliti melaksanakan tindakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah
dibuat sebagai berikut:
No. Kegiatan Guru Kegiatan siswa Komponen
A. Pendahuluan
1. Guru memberikan salam dan Siswa membalas
mendata siswa yang hadir salam guru
2. Guru mengingatkan kembali Siswa Tanya
tentang: operasi oenjumlahan memperhatikan apa jawab
bilangan bulat posif dan negatif.
yang disampaikan
oleh
guru
3. Guru menyampaikan tujuan Siswa
pembelajaran yaitu agar siswa memperhatikan
mampu menyelesaikan masalah
dalam kehidupan sehari-hari yang penjelasan
berhubungan dengan penjumlahan guru.
dan pengurangan.

4. Guru memotivasi siswa agar Siswa


melaksanakan kegiatan dengan mempersiapakan
penuh semangat diri untuk
melaksanakan
pembelajaran
5. Guru menginformasikan pokok Siswa menyimak
bahasan dalam pembelajaran hari ini informasi guru
B. Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan unsur-unsur Siswa Ceramah
penting dalam oprasi bilangan bulat. memperhatikan
keterangan guru

2. Guru mendemonstrasikan alat Siswa Modelling


peraga berupa mobil –mobilan yang memperhatikan
yang digerakkan maju jika operasi demonstrasi guru

penjumlahan dan mundur jika


terdapat operasi pengungan. Mobil
berputar arah jika bilangan bulat
adalah negatif dan terus (tidak
berputar) apabila pada bilangan
positif. (terlampir dalam materi)
3. Guru mengajak siswa untuk Siswa mulai Questioning
berfikir/merenungkan demonstrasi memikirkan
keterangan guru.

4. Guru mendemonstrasikan lagi alat Siswa ikut Modelling +


peraga agar pemahaman siswa benar mendemonstrasikan inquiry
– benar kuat. alat peraga.
6. Guru membentuk 4 kelompok Siswa membentuk Learning
belajar siswa dari 20 siswa yang kelompok dan community

hadir. Setiap kelompok terdiri dari 5 melaksanakan


siswa. Selain itu guru juga kegiatan
menyiapkan
LKS untuk masing-masing kelompok
7. Guru memberikan petunjuk Siswa memper- Learning
pengisian LKS serta cara community
hatikan
menggunakan peralatan kerja
petunjuk
berupa: penggaris, gunting, alat
guru
tulis, karton
8. Guru mengawasi kerja tiap Kelompok Learning
kelompok dan membimbing bekerja Community
kelompok yang mengalami kesulitan dibawah bimbingan
guru.
9. Guru mempersilahkan wakil Wakil kelompok
kelompok untuk mengerjakan hasil Mempresentasikan
kerja kelompok di depan kelas.
hasil kerja
kelompoknya
10. Guru mengoreksi hasil kerja Siswa ikut
kelompok berserta dengan siswa mengoreksi
yang lain jawaban yang
dikerjakan oleh
rekannya di depan
kelas

11. Guru memberikan pujian kepada Siswa memberikan


kelompok yang berhasil tepuk tangannya.
menyelesaikan LKS dengan benar
sebagai penguatan

C. Penutup

1. Guru membimbing siswa membuat Siswa membuat


simpulan. simpulan dibantu
oleh guru
2. Guru memberikan tes singkat secara Siswa mengerjakan
individual tes singkat dengan
antusias
3. Guru menanyakan apakah siswa Siswa menjawab Reflection
dapat memahami materi yang telah pertanyaan siswa.
diberikan?
4. Guru menanyakan apakah pelajaran Siswa menjawab Reflection
hari ini sangat menyenangkan dan pertanyaan guru
bila diberikan pada pembelajaran dengan mantap
yang akan datang apakah siswa
bersedia!

5. Guru mengingatkan materi Siswa


pembelajaran yang akan dilakukan memperhatikan
besok kepada siswa dan apa yang pesan guru.
harus dipersiapkan besok!

6. Guru menutup pelajaran dengan Siswa menjawab


salam salam guru

3. Pengamatan

Pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pada tahap ini


peneliti bertindak sebagai pengajar, sedangkan yang bertindak sebagai observer
adalah guru kelas IV SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten
PAMEKASAN.
• Observasi untuk guru
Dari hasil observasi yang dilakukan terlihat bahwa:
- Guru agak jelas dalam penyampaian materi operasi hitung bilangan bulat.
- Guru dalam menjelaskan dan dalam memberikan tugas sudah
menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari.(kontektual)
- Guru sudah memberikan motivasi kepada siswa.
- Guru sudah memberi waktu siswa untuk mempresentasikan hasil kerjanya.
• Observasi untuk siswa.

Dari hasil observasi yang tekah dilakukan terlihat bahwa:


- Pada siklus II ini siswa sudah mulai memperhatikan penjelasan guru.
- Siswa sudah menunjukkan antusias dalam belajar.
- Siswa sudah melai berani bertanya kepada guru tentang materi luas persegi
panjang dan segitiga yang menurutnya kurang jelas.
- Siswa mulai tumbuh minat jika disuruh untuk mempresentasikan hasil
pekerjaannya.
- Siswa mau membuat rangkuman.

4. Refleksi
a. Hasil analisis penggunaan metode Contextual Teaching and Learning hasil
observasi proses pembelajaran di kelas selama porses belajar mengajar pada siklus
II dilaksanakan dalam satu kali pertemuan yang dikemas dalam lembar observasi.
Lembar observasi ini terdiri dari dua lembar observasi yaitu observasi untuk guru
dan observasi untuk siswa. Dalam siklus II ini lembar observasi secara ringkas
dipaparkan dalam tabel berikut : (data terlampir)

tabel 4.4 tabel taraf keberhasilan guru pada siklus II


Skor yang Prosentase taraf
Skor maks. diperoleh keberhasilan(%) Taraf keberhasilan

56 48 85,71 Sangat Baik


Berdasarkan data observasi guru terdapat 14 aspek pengamatan sehingga
diperoleh skor maksimal adalah 56 (4 x 14 item pengamatan)

56
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%

= 85,71%

 Analisa Data Observasi Siswa


Hasil pengamatan terhadap aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses
pembelajaran pada siklus II disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.2: taraf keberhasilan siswa pada siklus II


Skor yang Prosentase taraf
Skor maks. diperoleh keberhasilan(%) Taraf keberhasilan

52 48 92,30 Sangat Baik


Berdasarkan data observasi siswa terdapat 13 aspek pengamatan sehingga
diperoleh skor maksimal adalah 52 (4 x item pengamatan)

52
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%

= 92,30%

 Analisa Data Observasi Siswa


Hasil pengamatan terhadap aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses
pembelajaran pada siklus I disajikan pada tabel berikut:
Keterangan:

Dari tabel diatas diperoleh kriteria keberhasilan guru mencapai 85,71% dengan
taraf keberhasilan sangat baik. Dan kriteria keberhasilan siswa mencapai 92,30%
dengan taraf keberhasilan “sangat baik”. Dari kedua hal tersebut diperoleh
kesimpulan bahwa taraf keberhasilan guru dan siswa belum mencapai maksimal,
sehingga masih diperlukan tindakan selanjutnya.

b. Hasil Analisis Ketuntasan Kelas dan Tingkat Pemahaman(data terlampir)


ketuntasan kelas dan tingkat pemahaman ini dapat diukur dengan cara
menganalisis hasil tes, hasil tes itu terdapat dua macam yaitu post tes pada siklus I
dan post tes pada siklus II. Hasil post tes tersebut peneliti paparkan sebagai
berikut:
tabel 4.6 : Tabel ketuntasan kelas dan tingkat pemahaman(terlampir)
Jenis Tes Jumlah Siswa Jumlah Seluruh Prosentase
yang tuntas Siswa Ketuntasan dan
Indivudual Pemahaman
Post Test Siklus I 13 20 65 %
Post Test Siklus II 17 20 85 %

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ketuntasan siswa pada siklus I dan siklus II
mengalami kenaikan 25 %. Meskipun begitu nilai dari tes akhir (Post Test) siklus
II sudah memuaskan karena ketuntasan kelas sebesar 85 %, di atas standar
ketuntasan klasikal yang ditentukan yaitu 75%.
 Analisa Hasil Tes Siswa
Seperti pada pelaksanaan siklus I, pada siklus II ini sebelum melaksanakan
tes, guru juga menetapkan nilai batas ketuntasan yang harus dicapai siswa
sebagai batas pencapaian ketuntasan individual siswa, yaitu nilai 70 dengam
persentase ketuntasan kelas yang ingin dicapai sebesar 70% dari jumlah
siswa. Hasil tes evaluasi siswa pada siklus I dan setelah dilaksanakannya
siklus II disajikan pada tabel berikut:

Tabel 4.7: Data hasil test siswa pada siklus I dan siklus II
No. Nama Responden Keterangan ketuntasan
Nilai
Individual
Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II

1. Aqil Ramadhan 80 80 T T
2. Bayu Anggara 80 100 T T
3. Bery Nuranto 80 80 T T
4. Feni Maliya 60 100 TT T
5. Gita Ramadant 40 60 TT TT
6. Heny Irawati 80 100 T T
7. Herik Julian 80 80 T T
8. Jepri Mustaim 80 80 T T
9. Khairina Mahrani 80 80 T T
10. Mery Astuti 40 100 TT T
11. Mustakim 80 100 T T
12. Nopa Rayani 80 80 T T
13. Rendi Puspita 40 60 TT TT
14. Rini Rindiani 60 60 TT TT
15. Sri Rahayu 80 100 T T
16. Surianti Dewi 80 80 T T
17. Suryadi 40 80 TT T
18. Taufik Hidayat 60 80 TT T
19. Tia Nadira 80 100 T T
20. Wahyudiansyah 80 100 T T
Jumlah 1380 1680
TT = 7 TT = 3
Rata-rata 69 84
T = 13 T = 17
Ketuntasan kelas 65% 85%
Keterangan: TT = Tidak Tuntas, T = Tuntas

Dari hasil observasi dan nilai siswa pada siklus II ini bisa dilihat bahwa motivasi
belajar siswa kelas V sudah mulai meningkat dibandingkan dengan motivasi
belajar siswa yang diperoleh pada siklus I. Hasil test yang diperoleh juga
meningkat dibandingkan dengan hasil test pada siklus I. Selain itu juga masih
terdapat kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki, diantaranya adalah guru
kurang jelas dalam penyampaian materi, guru kurang memberi waktu siswa untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa ramai dan bermain dengan
teman sebangkunya, dan siswa masih sulit jika disuruh untuk mempresentasikan
hasil kerjanya.

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa
pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL) pada materi Opersi Hitung Bilangan Bulat telah
mampu membawa perubahan pada motivasi dan hasil belajar siswa yang
ditunjukkan dari data peningkatan persentase ketuntasan klasikal dan rata – rata
nilai, meskipun masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam penerapannya.
Dalam keadaan sebelum diberi tindakan pelaksaan siklus I dan siklus II terjadi
peningkatan motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan sikap semangat
dan antusias siswa dalam mengikutu proses pembelajaran Contextual Teaching
and Learning (CTL) ini. Selain itu dilihat dari hasil wawancara dan data angket
yang diberikan kepada siswa siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) ini, siswa banyak yang
sangat senang dan menyukai model pembelajaran ini.
Peningkatan motivasi belajar siswa ini dimungkinkan karena adanya suasana baru
dalam pembelajaran, misalnya dengan belajar berdiskusi bersama teman dalam
satu kelompok dalam menyelesaikan soal-soal telah meNIPbulkan rasa kepuasan
tersendiri. Kemudian hasil pekerjaan tersebut dipresentasikan ke depan kelas telah
menumbuhkan rasa kebanggaan pada diri siswa. Hal ini membuat siswa menjadi
antusias serta suasana kelas tidak monoton dan siswa menjadi aktif. Dengan
terciptanya suasana belajar yang baru ini, maka siswa akan merasa senang dan
termotivasi untuk giat belajar dan berusaha secara maksimal demi keberhasilan
mereka.
1) Siklus I.
Pada siklus I guru kurang jelas dalam penyampaian materi, guru kurang dapat
memberikan motivasi pada siswa, guru kurang memberi waktu siswa untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, dan guru belum dapat mengatur
alokasi waktu dengan baik. Selain itu pada siklus I masih banyak siswa yang tidak
memperhatikan penjelasan guru, siswa ramai dan bermain dengan teman
sebangkunya, siswa masih malu untuk bertanya kepada guru tentang materi yang
kurang jelas, siswa sulit jika disuruh untuk mempresentasikan hasil pekrjaannya,
siswa masih malas dalam membuat rangkuman juga masih ragu untuk menjawab
pertanyaan guru jika guru bertanya kepada siswa.
Mengenai kurangnya kurangnya aktifitas dan antusias siswa saat proses diskusi
kelompok karena tidak terbiasa belajar kelompok, dan terkadang ada siswa yang
tidak senang dengan teman kelompoknya.
Dari permasalahan inilah kemudian peneliti berusaha memperbaikinya dengan
memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan belajar kelompok dalam
menyelesaikan suatu masalah/soal. Dalam hal ini peneliti menggunakan alat
peraga yang kontektual yaitu mobil – mobilan agar anak merasa senang selama
pembelajaran. Bahwa dengan belajar kelompok mereka yang tidak mengerti bisa
minta bantuan anggota kelompok lain untuk memberi pengertian, terkadang siswa
malu / enggan untuk bertanya kepada guru dan penjelasan dari teman dengan
bahasa dan cara penyampaian yang lebih sederhana akan lebih mudah dimengerti.
Mengenai masalah penyampaian materi dengan metode Contextual Teaching and
Learning (CTL) diharapkan dapat menumbuhkan jiwa dan kebiasaan siswa untuk
aktif bergelut dengan ide-ide, tidak mudah putus asa ketika mengalami kesulitan
dalam menyelesaikan masalah/soal, dengan menemukan suatu ide/teori.
Berdasarkan hasil observasi mengenai penggunaan Contextual Teaching and
Learning (CTL) yang diamati selama berlangsungnya pembelajaran pada siklus I
keberhasilan yang diperoleh peneliti (guru) adalah 67,85% yang dikategorikan
“baik”.
Dan keberhasilan yang diperoleh siswa adalah 65,38% dengan kategori “baik”.

2) Siklus II

Pada siklus II terjadi peningkatan kebehasilan yang diperoleh peneliti (guru)


adalah 85,71% dengan kategori “sangat baik”. Dan keberhasilan yang diperoleh
siswa adalah 92,30 % dengan kategori “sangat baik”.(terlampir)

Berdasarkan refleksi pada siklus I diperoleh bahwa adanya siswa yang belum
tuntas belajar disebabkan siswa belum termotivasi untuk belajar melalui
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), dan siswa kurang
memahami materi secara keseluruhan karena masih bingung dengan pelaksanaan
metode Contextual Teaching

and Learning (CTL) yaitu siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran
siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi dan saling mengoreksi,
ketrampilan dikembangkan atas dasar pemahaman. Pada siklus II peneliti (guru)
berusaha untuk menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa dalam
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan menjelaskan
pelaksanaan metode pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu
siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri dengan pantauan guru.

Dari pembahasan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan


Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan menggunakan media mobil –
mobilan pada meteri opersi hitung bilanagn bulat merupakan salah satu alternatif
yang bisa digunakan meningkatkan prestasi belajar siswa. Peningkatan hasil
belajar siswa yang terekam melalui nilai post tes soal individu yang mengalami
peningkatan per siklus nya tersaji dalam grafik di bawah ini:
Grafik 4.8 : Grafik nilai siswa per siklus
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan pada pembahasanhasil penelitian siklus I dan siklus II dapat


disimpulkan bahwa dengan menggunakan alat peraga mobil – mobilan pada
materi operasi hitung bilangan bulat hitung dengan pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL), dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini
terbukti: Pada siklus I jumlah siswa yang Tuntas pada pokok operasi hitung
bilangan bulat hitung (penjumlahan dan pengurangan) dengan pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah 65 % atau 13 dari 20 siswa.
Pada siklus II prosentase ketuntasan siswa mengalamai peningkatan dengan
pendekatanContextual Teaching and Learning (CTL) yaitu sebanyak 85 % atau
17 dari 20 siswa.
B. Saran

Setelah dilaksanakan PTK dikelas V SDN Murtajih 1 Kecamatan Kamapak


Kabupaten PAMEKASAN pada tahun paelajaran 2023 / 2024 bahwa salah satu
cara meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep penjumlahan, pengurangan
(operasi bilangan bulat) dapat digunakan pembelajaran menggunakan alat peraga
mobil - mobilan atau papan operasi hitung, hal ini merupakan pembelajaran yang
sangat kontektual dengan dunia anak. Dengan pendekatan Contextual Teching and
Learning (CTL) terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa khusunya materi
bilangan bulat, maka dari pada itu penggunaan alat peraga mobil – mobilan ini
bisa menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran bilangan bulat.
DAFTAR PUSTAKA

Afifudin, dkk. 1988. Psikologi Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar. Solo:
Harapan Masa.

Andayani. Dkk. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta. Universitas


Terbuka.
2023.

Anggoro, Toha. 2002. Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.


2001.

Chotimah, Husnul. [Link]. Dra. 2007. Model-Model Pembelajaran untuk PTK.


Malang:
Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Dasna, I.W. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Negeri


Malang.

Departemen Pendidikan Nasioanal. 2002. Pendekatan Kontekstual (Contextual


Teaching and Learning (CTL)). Jakarta: Depdiknas.

Hobri. 2007. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Guru dan Praktisi. Jember:
UPTD Balai Pengembangan Pendidikan BPP Dinas Pendidikan Kabupaten
Jember.

Hudoyo, Herman. 1990. Strategi Mengajar Belajar Matematika. Malang: IKIP


Malang .
Ibrahim, H.M., dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas
Negeri Surabaya.

JL Moleong, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja


Rosdakarya.

Johnson, Elani. 2002. Contextual Teaching and Learning .:MLS.

Pasaribu dan Simanjuntak. 1983. Proses Belajar Mengajar.: Tarsito.

Tim Bina Karya Guru. 2008. Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas V.
Jakarta: Erlangga.
Wardhani, IGAK. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Winataputra, Udin. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Unversitas
Terbuka.
Lampiran 1
Format Kesediaan Sebagai Teman Sejawat dalam
Penyelenggaraan PKP

Kepada
Kepala UPBJJ 74 Malang
Di Malang

Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa:


Nama : SULISTYANI, [Link]
NIP : 19650317 199201 2 001
Tempat Mengajar : SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten
PAMEKASAN
Alamat Sekolah : RT/RW 02/01 Desa Timahan Kecamatan PADEMAWU
Kabupaten PAMEKASAN
Telp. :-
Menyatakan bahwa bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam
pelaksanaan PKP atas nama:
Nama : DEFIKA ROLIN, [Link]
NIP : 19880626 202321 2 009
Tempat mengajar : SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten
PAMEKASAN
Alamat Sekolah : RT/RW 02/01 Desa Timahan Kecamatan PADEMAWU
Kabupaten PAMEKASAN
Telp. :-

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.


PAMEKASAN, 22 September 2023
Mengetahui,
Kepala Sekolah Teman Sejawat,
SDN Murtajih 1

MUNARYATI,[Link] SULISTYANI, [Link]


NIP : 19560617 197703 2 001 NIP : 19650317 199201 2 001
Lampiran 2

SURAT PERYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : DEFIKA ROLIN, [Link]

NIP : 19880626 202321 2 009

Menyatakan bahwa :

Nama : SULISTYANI, [Link]

Tempat Mengajar :SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU Kabupaten


PAMEKASAN

Guru Kelas : IV

Adalah teman teman sejawat yang akan membantu dalam dalam pelaksanaan
perbaikan pembelajaran, yang merupakan tugas Mata Kuliah PDGK 4501
Pemantapan Kemampuan Profesioanal (PKP).

Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

PAMEKASAN, 22 September 2023

Yang membuat peryataan


Teman Sejawat, Mahasiswa

SULISTYANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP : 19650317 199201 2 001 NIP : 19880626 202321 2 009
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Alokasi Waktu : 2 X 35 menit
Materi Pokok : Bilangan Bulat
+

STANDAR KOMPETENSI
2. Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

A. KOMPETENSI DASAR

1.2 Melakukan operasi hitung campuran

B. INDIKATOR

1. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui penjelasan dan diskusi siswa dapat:

 Melakukan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat dengan benar

D. MATERI POKOK

Bilangan Bulat

E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pengorganisasian
No Langkah Kegiatan
Kelas Waktu

1. Pra kegiatan Klasikal 5 menit


a. Mengucapkan salam
b. Mengatur/memimpin siswa berdoa
c. Memeriksa kehadiran siswa
2. Kegiatan awal 10 menit

a. Apersepsi : Klasikal
Tanya jawab tentang perkalian:
Guru : “Anak – anak, apabila ibu Guru mempunyai 25 buah
buah mangga, kemudian Ani meminta 19. Tinggal berapa buah
mangga yang ibu guru punya? klasikal
d. menyampaikan tujuan yang akan dicapai siswa selama
pembelajaran, yaitu:

 melakukan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan


bulat dengan benar.
3. 40 menit
Kegiatan inti
a. Penjelasan singkat tentang bilangan bulat. klasikal
b. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok 5 klasikal
siswa.
c. Siswa menyelesaikan lembar kerja secara kelompok (diskusi Kelompok

kelompok). .(guru mendampingi dan membinbing siswa dalam


kerja kelompok).
Kelompok
d. Tiap kelompok melaporkan hasil kerjanya dalam diskusi kelas.
e. Menyimpulkan hasil diskusi kelas.
Kelompok
f. Pemajangan hasil kerja kelompok yang sudah direvisi. Klasikal
g. Selama kegiatan diadakan penilian dalam proses dengan lembar
pengamatan.

4. 15 menit
Kegiatan akhir
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang Klasikal
tentang materi yang telah dipelajari. Individu
b. Evaluasi: Guru memberikan tes tulis kepada siswa.
c. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam klasikal

F. METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah/penjelasan.
2. Tanya jawab.
3. Latihan
4. Diskusi.
5. Pemberian tugas.
6. Penugasan
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN

 Kontextual Learning
H. MEDIA / ALAT ATAU SUMBER

a. Media alat :
a. Garis bilangan
b. Mobil – mobilan serta papan garis.
b. Sumber belajar:
KTSP 2008(Kurikulum SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU
Kabupeten Ternggalek)
Sidik, Hasnun, dkk. Terampil Berhitung Jilid 5 untuk sekolah Dasar,
Jakarta:
Penerbit Erlangga, 2007. Hal. 1 - 13
Tim Matematika. Cerdas Matematika untuk Kelas V, Jakarta: Penerbit
Yudistira, 2007. Hal. 1 - 11
Silabus
Program Semester
I. PENILAIAN
1. Penilaian Proses :
a. Jenis : Keaktifan siswa
b. Bentuk : Kinerja siswa
c. Alat : Lembar Pengamatan
d. Prosedur : Dilakukan selama proses pembelajaran

2. Penilaian Hasil :
a. Jenis : Tes tulis

b. Bentuk : Subyektif

c. Alat : Lembar soal

d. Prosedur : Dilakukan pada akhir pembelajaran


PAMEKASAN, 22 September 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
Ringkasan Materi
Operasi Hitung Bilangan Bulat
1, 2, 3, 4, 5 merupakan bilangan bilangan bulat positif dan –5, – 4, –3, – 2,
–1 merupakan bilangan-bilangan bulat negatif. Sedangkan 0, 1, 2, 3, 4, 5
merupakan bilangan-bilangan bulat tidak negatif atau bilangan-bilangan
cacah. selanjutnya 1, 2, 3, ... dinamakan bilangan-bilangan bulat positif,
dan ..., –3, –2, –1 dinamakan bilangan-bilangan bulat negatif, dan ..., –3, –
2, –1, 0, 1, 2, 3, ... dinamakan bilangan-bilangan bulat.

A. Membaca dan Menulis Bilangan Bulat


• 2 dibaca positif dua atau dua
• - 2 dibaca negatif dua
• Positif 5 ditulis dengan +5 atau 5
• Negatif lima dapat ditulis -5
B. Letak Bilangan Bulat pada Garis Bilangan.

Garis bilangan di atas menggambarkan letak bilangan bulat mulai -10

sampai dengan 10 pada suatu garis. 34

= 4 (empat) = - 4 (negatif empat)


C. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan Alat Peraga yang
Kontektual

• Penjumlahan Bilangan Bulat


Alat peraga yang dimaksud diberi nama “Papan Operasi Hitung Bilangan
Bulat”, seperti tampak pada Gambar

Bahan yang diperlukan :


1. Balok kayu dengan panjang 84 cm, lebar 3 cm dan tinggi 3 cm
2. Mobil mainan anak-anak dengan ukuran panjang maksimum 4 cm.
Cara Membuat :
1. Balok kayu dibagi rata menjadi 21 bagian yang sama, kemudian
ditulis bilangan bulat mulai dari –10 sampai dengan 10, (lihat
gambar 8).
2. Mobil mainan dapat di buat menggunakan balok kayu atau membeli
di toko terdekat.
 Sebelum menggunakan alat peraga, yang perlu diperhatikan adalah
perbedaan tanda +, – sebagai tanda suatu bilangan dan +, − sebagai
operasi :
1. 5 + (–3) dibaca “lima ditambah negatif tiga”
2. – 6 + (–2) dibaca “negatif enam ditambah negatif dua”
Penggunaan Alat
1. Posisi awal mobil berada di bilangan nol dan menghadap ke arah
bilangan
positif

2. Untuk merepresentasikan bilangan positif (+) mobil bergerak maju


Misal : +5 dari posisi 0 maju ke posisi bilangan 5

3. Untuk merepresentasikan bilangan negatif (–) mobil bergerak mundur


Misal : –4 , dari posisi 0 mobil mundur ke posisi –4
4. Untuk merepresentasikan operasi penjumlahan mobil bergerak terus
dari sebelumnya. Misal :
a. 5 + 4, mobil bergerak maju 5 satuan kemudian terus maju 4 satuan

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama


(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada.
Hasil peragaan : 5 + 4 = 9
b. 6 +(–3), mobil maju 6 satuan, kemudian terus mundur 3 satuan

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama


(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada.
Hasil peragaan : 6 +(–3) = 3
c. –5 + 3, mobil mundur 5 satuan, kemudian maju 3 satuan

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama


(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada.
Hasil peragaan : – 5 + 3) = – 2
d. – 4 + (–3) , mobil mundur 4 satuan, kemudian terus mundur lagi 3 satuan

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama


(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada.
Hasil peragaan : – 4 +(–3) = – 7

 Pengurangan Bilangan Bulat

Sebelum menggunakan alat peraga, yang perlu diperhatikan adalah


perbedaan tanda +, – sebagai tanda suatu bilangan dan +, − sebagai
operasi :
1. 5 − (–3) dibaca “lima dikurangi negatif tiga”
2. – 6 − (– 2) dibaca “negatif enam dikurangi negatif dua”
Penggunaan Alat Peraga
1. Posisi awal mobil berada di bilangan nol dan menghadap kearah
bilangan
positif

2. Untuk merepresentasikan bilangan positif (+) mobil bergerak maju


Contoh 1 : +5 dari posisi 0 maju ke posisi bilangan 5

3. Untuk merepresentasikan bilangan negatif (-) mobil bergerak mundur


Contoh 2 : – 4 , dari posisi 0 mobil mundur ke posisi – 4.
4. Untuk mempresentasikan operasi pengurangan, mobil berbalik arah.
Misalnya :
a. 7 – 4 (positif tujuh dikurangi positif empat) mobil maju 7 satuan,
kemudian berbalik arah dan maju 4 satuan.

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama, berbalik


arah
(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 3, jadi 7 – 4 = 3
b. 6 – (– 3) (positif enam dikurangi negative tiga), mobil maju 6 satuan,
kemudian berbalik arah dan mundur 3 satuan.

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama, berbalik


arah
(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 9, jadi 6 – (–3) = 9
c. – 5 – (–5) (negatif lima dikurangi negatif lima), mobil mundur 5
satuan, kemudian berbalik arah dan mundur 5 satuan.

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama, berbalik


arah
(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 0, jadi – 5 – (– 5) =
0
LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS I)

Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

Jawablah pertanyaan berikut dengan alat peraga.


1. 5 + (-2) = ...

2. – 3 + 6 = ....

3. – 3 + - 4

Tuliskan operasi penjumlahan bilangan bulat yang ditunjukkan pada


gambar peragaan berikut :
4

5.
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS
I)

Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

1. 5 + (-2) = 3
2. -3 + -6 = 3
3. – 3 + - 4 = -7
4. – 5 + 8
5. 4 + (- 6 )
DAFTAR NILAI LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

Keterangan
NO Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT

1 Aqil Ramadhan 4 80 √ -
2 Bayu Anggara 4 80 √ -
3 Bery Nuranto 4 80 √
4 Feni Maliya 3 60 -
5 Gita Ramadant 2 40 -
6 Heny Irawati 3 60 -
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 3 60 -
10 Mery Astuti 2 40 -
11 Mustakim 4 80 √ -
12 Nopa Rayani 4 80 √ √
13 Rendi Puspita 2 40 - √
14 Rini Rindiani 4 80 - √
15 Sri Rahayu 4 80 √ -
16 Surianti Dewi 4 80 √ √
17 Suryadi 2 40 - √
18 Taufik Hidayat 3 60 - √
19 Tia Nadira 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah 3 60 - √
Jumlah 1340 11 9

Rata – rata 67
KKM ≥ 65
Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas

Kriteria Penilaian:
• Setiap Soal benar bernilai 1
• Salah bernilai 0
• Skor maksmal 5

Nilai Akhir = Skor Perolehan x 100


Skor maksimal (5)

PAMEKASAN, 22 September 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
ANALISIS SOAL KELOMPOK (SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1 Mata Pelajaran
: Matematika
Kelas / Semester : V/1
Materi Pokok : Bilangan Bulat
Ket
Soal Nomor Sko
NO Nama Siswa Nilai
r (5) T TT
1 2 3 4 5
1 Aqil Ramadhan - √ √ √ √ 4 80 √ -
2 Bayu Anggara √ √ √ √ - 4 80 √ -
3 Bery Nuranto √ √ √ √ √ 4 80 - √
4 Feni Maliya √ √ - - √ 3 60 √ -
5 Gita Ramadant √ - - √ - 2 40 - √
6 Heny Irawati √ √ √ - √ 4 80 √ -
7 Herik Julian √ √ √ √ - 4 80 √ -
8 Jepri Mustaim √ √ √ √ - 4 80 √ -
9 Khairina Mahrani √ √ √ √ 4 80 √ -
10 Mery Astuti √ √ - - - 2 40 - √
11 Mustakim √ √ √ - √ 4 80 √ -
12 Nopa Rayani √ √ - √ √ 4 80 √ √
13 Rendi Puspita - √ - √ - 2 40 - √
14 Rini Rindiani √ √ √ - - 3 60 - √
15 Sri Rahayu √ √ √ √ - 4 80 √ -
16 Surianti Dewi √ √ √ √ - 4 80 - √
17 Suryadi √ √ - - - 2 40 √ -
18 Taufik Hidayat √ √ - √ - 3 60 - √
19 Tia Nadira √ √ √ - √ 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah √ √ √ √ - 4 80 √ -
Keterangan : T = Tuntas TT = Tidak Tuntas

PAMEKASAN, 22 September 2023


Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009

SOAL INDIVIDU
(SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

Hitunglah!
1. 5 + (-6) =...
2. – 8 + (- 4) = ....
3. 10 – 12 = .....
4. -15 + 5 = ....
5. 20 + (- 9) = ...
KUNCI JAWABAN SOAL INDIVIDU
(SIKLUS I)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

1. 1
2. – 12
3. – 2
4. – 10
5. 11
DAFTAR NILAI SOAL INDIVIDU SISWA
(SIKLUS I)

Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1 Mata Pelajaran


: Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Rabu, 22 September 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

Keterangan
NO Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT

1 Aqil Ramadhan 4 80 √
2 Bayu Anggara 4 80 √
3 Bery Nuranto 4 80 √
4 Feni Maliya 3 60 -
5 Gita Ramadant 2 40 -
6 Heny Irawati 4 80 √
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 4 80 √
10 Mery Astuti 2 40 -
11 Mustakim 4 80 √
12 Nopa Rayani 4 80 √
13 Rendi Puspita 2 40 -
14 Rini Rindiani 3 60 -
15 Sri Rahayu 4 80 √
16 Surianti Dewi 4 80 -
17 Suryadi 2 40 √
18 Taufik Hidayat 3 60 -
19 Tia Nadira 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah 4 80 √ -
Jumlah 1380 13 7

Rata – rata 69

Ketuntasan klasikal 65%


KKM ≥ 65

Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas

Kriteria Penilaian:

• Setiap Soal benar bernilai 1


• Salah bernilai 0
• Skor maksmal 5

Nilai Akhir = Skor Perolehan x 100


Skor maksimal (5)

PAMEKASAN, 22 September 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
ANALISIS SOAL INDIVIDU (SIKLUS I)
Satuan Pendidikan
: SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester
: V/1
Alokasi Waktu
: 2 X 35 menit

Materi Pokok: Bilangan Bulat

NO Nama Siswa Soal Sko Nilai Ket


Nomor r (5) T TT
1 2 3 4 5
1 Aqil Ramadhan - √ √ √ √ 4 80 √ -
2 Bayu Anggara √ √ √ √ - 4 80 √ -
3 Bery Nuranto √ √ √ √ √ 4 80 √ -
4 Feni Maliya √ √ - - √ 3 60 - √
5 Gita Ramadant √ - - √ - 2 40 - √
6 Heny Irawati √ √ √ - √ 4 80 √ -
7 Herik Julian √ √ √ √ - 4 80 √ -
8 Jepri Mustaim √ √ √ √ - 4 80 √ -
9 Khairina Mahrani √ √ √ √ 4 80 √ -
10 Mery Astuti √ √ - - - 2 40 - √
11 Mustakim √ √ √ - √ 4 80 √ -
12 Nopa Rayani √ √ - √ √ 4 80 √ √
13 Rendi Puspita - √ - √ - 2 40 - √
14 Rini Rindiani √ √ √ - - 3 60 - √
15 Sri Rahayu √ √ √ √ - 4 80 √ -
16 Surianti Dewi √ √ √ √ - 4 80 √ -
17 Suryadi √ √ - - - 2 40 - √
18 Taufik Hidayat √ √ - √ - 3 60 - √
19 Tia Nadira √ √ √ - √ 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah √ √ √ √ - 4 80 √ -
Keterangan : T = Tuntas TT = Tidak Tuntas

PAMEKASAN, 22 September 2023


Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(SIKLUS II)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023
Alokasi Waktu : 2 X 35 menit
Materi Pokok : Bilangan Bulat

STANDAR KOMPETENSI
1. Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

A. KOMPETENSI DASAR

1.2 Melakukan operasi hitung campuran

B. INDIKATOR

1. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui penjelasan dan diskusi siswa dapat:

 Melakukan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat dengan benar

D. MATERI POKOK

Bilangan Bulat

E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pengorganisasian
No Langkah Kegiatan
Kelas Waktu

1. Pra kegiatan Klasikal 5 menit


e. Mengucapkan salam
f. Mengatur/memimpin siswa berdoa
g. Memeriksa kehadiran siswa
2. Kegiatan awal Klasikal 10 menit

a. Apersepsi :
Tanya jawab tentang perkalian:
Guru : “Anak – anak, apabila ibu memegang mobil – mobilan
ini maju, maka artinya kita harus menggunakan operasi hitung.
penjumlahan?
b. menyampaikan tujuan yang akan dicapai siswa selama klasikal

pembelajaran, yaitu:

 melakukan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan


bulat dengan benar.
3. 40 menit
Kegiatan inti
a. Penjelasan singkat tentang bilangan bulat(merespon ingatan klasikal
siswa). klasikal
b. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Kelompok
c. Siswa memperagakan papan operasi hitung / alat peraga satu Kelompok

persatu. (guru mengamati jika masih ada yang belum guru


menjelaskan)
klasikal
d. Guru memberikan penguatan tentang penggunaan papan
operasi hitung.
klasikal
e. Siswa berlatih mengerjakan soal yang diberikan guru..
klasikal
f. Selama kegiatan diadakan penilian dalam proses dengan lembar
pengamatan.

4. 15 menit
Kegiatan akhir
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang Klasikal
tentang materi yang telah dipelajari. Individu
b. Evaluasi: Guru memberikan tes tulis kepada siswa.
c. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam klasikal

F. METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah/penjelasan.
2. Tanya jawab.
3. Latihan
4. Diskusi.
5. Pemberian tugas.
6. Penugasan
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN

 Kontextual Learning
H. MEDIA / ALAT ATAU SUMBER

a. Media alat :
c. Garis bilangan
d. Papan peraga / papan operasi bilangan bulat.
b. Sumber belajar:

KTSP 2008(Kurikulum SDN Murtajih 1 Kecamatan PADEMAWU


Kabupeten Ternggalek)

Sidik, Hasnun, dkk. Terampil Berhitung Jilid 5 untuk sekolah Dasar,


Jakarta:
Penerbit Erlangga, 2007. Hal. 1 - 13

Tim Matematika. Cerdas Matematika untuk Kelas V, Jakarta: Penerbit


Yudistira, 2007. Hal. 1 - 11

Silabus

Program Semester

I. PENILAIAN
1. Penilaian Proses :
e. Jenis : Keaktifan siswa
f. Bentuk : Kinerja siswa
g. Alat : Lembar Pengamatan
h. Prosedur : Dilakukan selama proses pembelajaran

2. Penilaian Hasil :
e. Jenis : Tes tulis
f. Bentuk : Subyektif

g. Alat : Lembar soal

h. Prosedur : Dilakukan pada akhir pembelajaran


PAMEKASAN, 01 Oktober 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
Ringkasan Materi

Operasi Hitung Bilangan Bulat

A. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan Alat Peraga yang


Kontektul
 Penjumlahan Bilangan Bulat
1. Untuk merepresentasikan operasi penjumlahan mobil bergerak terus
dari sebelumnya. Misal :
a. 5 + 4, mobil bergerak maju 5 satuan kemudian terus maju 4 satuan

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama


(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada.
Hasil peragaan : 5 + 4 = 9
b. 6 +(–3), mobil maju 6 satuan, kemudian terus mundur 3 satuan

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama


(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada.
Hasil peragaan : 6 +(–3) = 3

c. –5 + 3, mobil mundur 5 satuan, kemudian maju 3 satuan


(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama
(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan (3) Anak
panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada.
Hasil peragaan : – 5 + 3) = – 2
d. – 4 + (–3) , mobil mundur 4 satuan, kemudian terus mundur lagi 3 satuan

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama


(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil lanjutan
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir mobil berada. Hasil
peragaan : – 4 +(–3) = – 7

 Pengurangan Bilangan Bulat

1. Posisi awal mobil berada di bilangan nol dan menghadap kearah


bilangan
positif

2. Untuk merepresentasikan bilangan positif (+) mobil bergerak maju


Contoh 1 : +5 dari posisi 0 maju ke posisi bilangan 5

3. Untuk merepresentasikan bilangan negatif (-) mobil bergerak mundur


Contoh 2 : – 4 , dari posisi 0 mobil mundur ke posisi – 4.
4. Untuk mempresentasikan operasi pengurangan, mobil berbalik arah.
Misalnya :
a. 7 – 4 (positif tujuh dikurangi positif empat) mobil maju 7 satuan,
kemudian berbalik arah dan maju 4 satuan.

(1) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama, berbalik


arah
(2) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(3) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 3, jadi 7 – 4 = 3
b. 6 – (– 3) (positif enam dikurangi negative tiga), mobil maju 6 satuan,
kemudian berbalik arah dan mundur 3 satuan.

(4) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama, berbalik

arah
(5) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(6) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 9, jadi 6 – (–3) = 9
c. – 5 – (–5) (negatif lima dikurangi negatif lima), mobil mundur 5
satuan, kemudian berbalik arah dan mundur 5 satuan.

(4) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil pertama, berbalik

arah
(5) Anak panah yang menunjukkan gerakan mobil kedua
(6) Anak panah yang menunjukkan hasil akhir yaitu 0, jadi – 5 – (– 5) =
0
LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS II)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023

Jawablah pertanyaan berikut dengan memperhatikan alat peraga (papan operasi hitung)!
1. 7 - 2 = ...

2.
4 – (- 3) = ....

3. – 3 –( - 7)

Tuliskan operasi penjumlahan bilangan bulat yang ditunjukkan pada


gambar peragaan berikut :
4

5.
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS II)

Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023

1. 5
2. 7
3. 4
4. – 5 + 9 = 4 (mobil berhenti di titik 4)
5. 4 – 6 = - 2 (mobil berhenti di titik -2)
DAFTAR NILAI LEMBAR KERJA KELOMPOK (SIKLUS II)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

Keterangan
NO Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT

1 Aqil Ramadhan 4 80 √ -
2 Bayu Anggara 4 80 √ -
3 Bery Nuranto 5 100 √
4 Feni Maliya 3 60 -
5 Gita Ramadant 3 60 -
6 Heny Irawati 3 60 -
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 3 60 -
10 Mery Astuti 3 60 -
11 Mustakim 4 80 √ -
12 Nopa Rayani 4 80 √ -
13 Rendi Puspita 3 60 - √
14 Rini Rindiani 4 80 √ -
15 Sri Rahayu 4 80 √ -
16 Surianti Dewi 4 80 √ -
17 Suryadi 2 40 - √
18 Taufik Hidayat 4 80 √ -
19 Tia Nadira 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah 3 60 - √
Jumlah 1440 12 8

Rata – rata 72
KKM ≥ 65
Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas

Kriteria Penilaian:
• Setiap Soal benar bernilai 1
• Salah bernilai 0
• Skor maksmal 5

Nilai Akhir = Skor Perolehan x 100


Skor maksimal (5)

PAMEKASAN, 01 Oktober 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
ANALISIS SOAL KELOMPOK (SIKLUS II)
Satuan Pendidikan
: SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester
: V/1
Alokasi Waktu
: 2 X 35 menit

Materi Pokok: Bilangan Bulat

NO Nama Siswa Soal Sko Nilai Ket


Nomor r (5) T TT
1 2 3 4 5
1 Aqil Ramadhan - √ √ √ √ 4 80 √ -
2 Bayu Anggara √ √ √ √ - 4 80 √ -
3 Bery Nuranto √ √ √ √ √ 5 100 √ -
4 Feni Maliya √ √ - - √ 3 60 - √
5 Gita Ramadant √ - - √ - 3 60 - √
6 Heny Irawati √ - √ - √ 3 60 - √
7 Herik Julian √ √ √ √ - 4 80 √ -
8 Jepri Mustaim √ - √ √ √ 4 80 √ -
9 Khairina Mahrani √ - √ √ 3 60 - √
10 Mery Astuti √ √ - √ - 3 60 - √
11 Mustakim √ √ - √ √ 4 80 √ -
12 Nopa Rayani √ √ - √ √ 4 80 √ √
13 Rendi Puspita √ √ - √ - 3 60 - √
14 Rini Rindiani √ √ √ - √ 4 80 √ -
15 Sri Rahayu √ √ √ √ - 4 80 √ -
16 Surianti Dewi √ √ √ √ - 4 80 √ -
17 Suryadi - √ √ - - 2 40 - √
18 Taufik Hidayat - √ √ √ - 4 80 √ -
19 Tia Nadira √ √ √ - √ 4 80 √ -
20 Wahyudiansyah √ √ √ - - 3 60 - √
Keterangan : T = Tuntas TT = Tidak Tuntas

PAMEKASAN, 01 Oktober 2023


Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
LEMBAR KERJA INDIVIDU
(SIKLUS II)

Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

Kerjakan soal dibawah ini!

1. 10 – 13 =........
2. 49 – 25 = ...........
3. – 19 + 6 = .........
4. – 20 – 30 = .......... 5. – 10 – (-12) = ...........
KUNCI JAWABAN SOAL INDIVIDU
(SIKLUS II)

Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

1. -3
2. 24
3. -13
4. -50
5. -22
DAFTAR NILAI SOAL INDIVIDU SISWA
(SIKLUS II)

Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023
Materi Pokok : Bilangan Bulat

NO Keterangan
Nama Siswa Skor (5) Nilai
T TT

1 Aqil Ramadhan 4 80 √
2 Bayu Anggara 5 100 √
3 Bery Nuranto 4 80 √
4 Feni Maliya 5 100 √
5 Gita Ramadant 3 60 -
6 Heny Irawati 5 100 √
7 Herik Julian 4 80 √
8 Jepri Mustaim 4 80 √
9 Khairina Mahrani 4 80 √
10 Mery Astuti 5 100 √
11 Mustakim 5 100 √ -
12 Nopa Rayani 4 80 √ -
13 Rendi Puspita 3 60 - √
14 Rini Rindiani 3 60 - √
15 Sri Rahayu 5 100 √ -
16 Surianti Dewi 4 80 √ -
17 Suryadi 4 80 √ -
18 Taufik Hidayat 4 80 √ -
19 Tia Nadira 5 100 √ -
20 Wahyudiansyah 5 100 √ -
Jumlah 1680 17 3

Rata – rata 84

Ketuntasan klasikal 85%


KKM ≥ 65
Keterangan :
T = Tuntas TT
= Tidak Tuntas
Kriteria
Penilaian:

• Setiap Soal benar bernilai 1


• Salah bernilai 0
• Skor maksmal 5

Nilai Akhir = Skor Perolehan x 100


Skor maksimal (5)

PAMEKASAN, 01 Oktober 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
LEMBAR PENSKORAN SOAL INDIVIDU (SIKLUS II)
Satuan Pendidikan : SDN Murtajih 1
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : V/1
Hari / Tanggal : Jumat, 01 Oktober 2023

Soal Nomor Sko Ket


No. Nama Siswa r (5) Nilai T TT
1 2 3 4 5

1 Aqil Ramadhan √ √ √ √ - 4 80 √ -

2 Bayu Anggara √ √ √ √ √ 5 100 √ -

3 Bery Nuranto √ √ √ √ - 4 80 √ -

4 Feni Maliya √ √ √ √ √ 5 100 √ -

5 Gita Ramadant √ - √ √ - 3 60 - √

6 Heny Irawati √ √ √ √ √ 5 100 √ -

7 Herik Julian √ √ √ √ - 4 80 √ -

8 Jepri Mustaim √ √ √ √ - 4 80 √ -

9 Khairina Mahrani √ √ - √ √ 4 80 √ -

10 Mery Astuti √ √ √ √ √ 5 100 √ -

11 Mustakim √ √ √ √ √ 5 100 √ -

12 Nopa Rayani √ √ √ - √ 4 80 √ -

13 Rendi Puspita √ - √ - √ 3 60 - √

14 Rini Rindiani √ √ √ - - 3 60 - √

15 Sri Rahayu √ √ √ √ √ 5 100 √ -

16 Surianti Dewi √ √ √ √ - 4 80 √ -

17 Suryadi √ √ √ √ √ 4 80 √ -

18 Taufik Hidayat √ √ √ √ - 4 80 √ -

19 Tia Nadira √ √ √ √ √ 5 100 √ -

20 Wahyudiansyah √ √ √ √ √ 5 100 √ -

Jumlah 1680 17 3
Rata - rata 84 -
KKM ≥ 65
Keterangan : T = Tuntas TT = Tidak Tuntas

Kriteria Penilaian:
 Setiap jawaban benar bernilai 1, skor maksimal5

NA = Jumlah Skor X 100 = ...

Skor Maksimal (5)

PAMEKASAN, 01 Oktober 2023

Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
SEBARAN NILAI TES PRESTASI BELAJAR SISWA
Nilai
No. Nama Responden Sebelum
Siklus I Siklus II
Siklus
1. Aqil Ramadhan 40 80 80
2. Bayu Anggara 60 80 100
3. Bery Nuranto 60 80 80
4. Feni Maliya 40 60 100
5. Gita Ramadant 40 40 60
6. Heny Irawati 70 80 100
7. Herik Julian 70 80 80
8. Jepri Mustaim 50 80 80
9. Khairina Mahrani 60 80 80
10. Mery Astuti 50 40 100
11. Mustakim 70 80 100
12. Nopa Rayani 70 80 80
13. Rendi Puspita 40 40 60
14. Rini Rindiani 60 60 60
15. Sri Rahayu 70 80 100
16. Surianti Dewi 60 80 80
17. Suryadi 40 40 80
18. Taufik Hidayat 60 60 80
19. Tia Nadira 70 80 100
20. Wahyudiansyah 70 80 100
Jumlah 1150 1380 1680
Rata-rata 57,5 69 84
Ketuntasan Kelas / Klasikal 35% 65% 85%
PAMEKASAN, 05 Oktober 2023
Mengetahui,
Kepala Sekolah SDN Murtajih 1 Guru Kelas V/C,

SAKRANI, [Link] DEFIKA ROLIN, [Link]


NIP. 19680105 199003 1 008 NIP: 19880626 202321 2 009
LEMBAR OBSERVASI GURU PADA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CTL
SIKLUS I
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Bilangan bulat

Penilaian: Nyatakan penilaian anda dengan memberikan cek list (√) pada kolom
yang sesuai.
Skor
No. Aspek yang Dinilai
1 2 3 4
1. Kemampuan menarik perhatian siswa - √ - -
2. Kemapuan menumbuhkan minat dan motivasi siswa - - √ -
3. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran - - - √
4. Memberikan pengarahan (pelaksanaan dan aturan - - √
diskusi)
5. Pelaksanaan diskusi sesuai dengan aturan yang ditetapkan - - √
6. Kemapuan memperjelas masalah dan uraian pendapat - - √
7. Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap
peserta diskusi untuk mengeluarkan - √ - -
gagasan/pendapatnya.
8. Mengendalikan pembeicaraan tetap pada masalah yang
dibahas. - - √ -

9. Kemampuan mengalisis pandangan siswa. - - √ -


10. Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan
sesuai hasil diskusi. - √ - -

11. Kemampuan menggali gagasan/pendapat kepada seluruh


peserta diskusi sebagai umpan balik. - - √ -

12. Kemampuan menutup diskusi. - - √ -


13. Kemapuan mengelola waktu. - √ - -
14. Kemampuan mengevaluasi siswa - √ - -
Jumlah 0 9 22 7
Jumlah Total 38
Keterangan: 1) Kurang baik, 2) Cukup, 3)Baik, 4) Sangat baik
PAMEKASAN, 22 September 2023
Pengamat,
SITI AISIYAH, [Link]
NIP: 19640515 198504 2 004
Pedoman Pemberian Skor dan Analisa Hasil Observasi
• Data hasil observasi atas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
kontektual, pada setiap aspek yang diamati diberi skor 1 – 4, dengan
rincian sebagai berikut:
Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik
Skor 2 = cukup baik
Skor 1 = kurang baik
• Skor yang didapat dari observer atau pengamat kemudian dicari
persentase nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus:

Persentase nilai rata-rata (NR) = X 100%

Keterangan = Skor maksimal : jumlah aspek yeng diamati x skor


tertinggi (Skor 4)
• Persentase NR dikonversi ke dalam kriteria keberhasilan tindakan yang
dapat ditentukan sebagai berikut:
75% < NR ≤ 100% : Sangat Baik
50% < NR ≤ 75% : Baik
25% < NR ≤ 50% : Cukup Baik
0% < NR ≤ 25% : Kurang Baik

Observasi Pertama (Siklus I)

Skor maksimal 4 x 14 = 56

56
Persentase Nilai Rata-rata (NR) = X 100%

= 67,85% (Baik)
LEMBAR OBSERVASI GURU PADA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CTL
SIKLUS II
Mata Pelajaran : Matematika
Pokok Bahasan : Operasi Hitng Bilangan bulat
Penilaian: Nyatakan penilaian anda dengan memberikan cek list (√) pada kolom
yang sesuai.
No. Aspek yang Dinilai Skor

1 2 3 4
1. Kemampuan menarik perhatian siswa - - √ -
2. Kemapuan menumbuhkan minat dan motivasi siswa - - - √
3. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran - - - √
4. Memberikan pengarahan (pelaksanaan dan aturan - - √ -
diskusi)
5. Pelaksanaan diskusi sesuai dengan aturan yang ditetapkan - - - √
6. Kemapuan memperjelas masalah dan uraian pendapat - - - √
7. Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap
peserta diskusi untuk mengeluarkan - - - √
gagasan/pendapatnya.
8. Mengendalikan pembeicaraan tetap pada masalah yang
dibahas. - - √ -

9. Kemampuan mengalisis pandangan siswa. - - √ -


10. Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan
sesuai hasil diskusi. - - √ -

11. Kemampuan menggali gagasan/pendapat kepada seluruh


peserta diskusi sebagai umpan balik. - - √ -

12. Kemampuan menutup diskusi. - - - √

13. Kemapuan mengelola waktu. - - √ -


14. Kemampuan mengevaluasi siswa - - √ -
Jumlah - - 24 24
Jumlah Total 48
Keterangan: 1) Kurang baik, 2) Cukup, 3)Baik, 4)Sangat baik
PAMEKASAN, 01 Oktober 2023
Pengamat,

SULISTYANI, [Link]
NIP: 19650317 199201 2 001
Pedoman Pemberian Skor dan Analisa Hasil Observasi
• Data hasil observasi atas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
kontektual, pada setiap aspek yang diamati diberi skor 1 – 4, dengan
rincian sebagai berikut:
Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik
Skor 2 = cukup baik
Skor 1 = kurang baik
• Skor yang didapat dari observer atau pengamat kemudian dicari
persentase nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus:

Persentase nilai rata-rata (NR) = X 100%

Keterangan = Skor maksimal : jumlah aspek yeng diamati x skor tertinggi


(Skor 4)
• Persentase NR dikonversi ke dalam kriteria kebrhasilan tindakan yang
dapat ditentukan sebagai berikut:
75% < NR ≤ 100% : Sangat Baik
50% < NR ≤ 75% : Baik
25% < NR ≤ 50% : Cukup Baik
0% < NR ≤ 25% : Kurang Baik

Observasi Kedua (Siklus II)


Data hasil observasi guru dalam proses pembelajaran dengan pendekatan CTL
Skor maksimal 4 x 14 =56

56
= X 100%
Persentase Nilai Rata-rata (NR)
= 85,71% (Sangat Baik)
LEMBAR OBSERVASI SISWA PADA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CTL
(Siklus I)
Mata Pelajaran :Matematika
Pokok Bahasan : Operasi Hitung Bilangan Bulat

Penilaian: berilah tanda cek list pada kolom yang tepat.


No. Aspek yang Dinilai Skor

1 2 3 4
1. Kelengkapan siswa (buku dan alat tulis, buku pegangan - √ - -
2. Memperhatikan penjelasan guru - - √ -
3. Antusias dan minat siswa dalam belajar - √ - -
4. Memprhatikan masalah yang akan dibahas dalam diskusi - - √ -
5. Memperhatikan pengarahan(bagaimana menyajikan
- √ - -
tujuan yang ingin dicapai dan aturan main dalam diskusi)
6. Melaksanakan diskusi sesuai aturan main - - - √
7. Keaktifan memberikan pendapat/gagasan dalam diskusi - - - √
8. Keaktifan siswa dalam berdiskusi - - √ -
9. Siskap siswa dalam menanggapi pendapat orang lain - √ - -
10. Keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapatnya - √ - -
11. Bersama-sama membuat kesimpulan hasik diskusi - √ - -
12. Ketertiban dalam melaksanakan evaluasi yang diberikan
guru untuk mengetahui pemahaman siswa - - √ -

13. Aktifitas belajar secara keseluruhan - √ - -


Jumlah - 14 12 8

Jumlah Total 34
Keterangan: 1) Kurang baik, 2) Cukup, 3) Baik, 4) Sangat baik
PAMEKASAN, 22 September 2023
Pengamat,

SULISTYANI, [Link]
NIP : 19650317 199201 2 001

Pedoman Pemberian Skor dan Analisa Hasil Observasi


• Data hasil observasi atas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
kontektual, pada setiap aspek yang diamati diberi skor 1 – 4, dengan
rincian sebagai berikut:
Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik
Skor 2 = cukup baik
Skor 1 = kurang baik
• Skor yang didapat dari observer atau pengamat kemudian dicari
persentase nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus:

Persentase nilai rata-rata (NR) = X 100%

Keterangan = Skor maksimal : jumlah aspek yeng diamati x skor


tertinggi (Skor 4)
• Persentase NR dikonversi ke dalam kriteria kebrhasilan tindakan yang
dapat ditentukan sebagai berikut:
75% < NR ≤ 100% : Sangat Baik
50% < NR ≤ 75% : Baik
25% < NR ≤ 50% : Cukup Baik
0% < NR ≤ 25% : Kurang Baik

Observasi Pertama (Siklus I)


Data hasil hasil observasi aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses
pembelajaran dengan pendekatan CTL
Skor maksimal 4 x 13 =52 Persentase Nilai

Rata-rata (NR) = X 100%

52
= 65,38% (Baik)
LEMBAR OBSERVASI SISWA PADA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CTL
(SIKLUS II)
Mata Pelajaran :Matematika
Pokok Bahasan : Operasi Hitung Bilangan Bulat

Penilaian: Berilah tanda cek list pada kolom yang tepat.


No. Aspek yang Dinilai Skor

1 2 3 4
1. Kelengkapan siswa (buku dan alat tulis, buku pegangan - - √ -
2. Memperhatikan penjelasan guru - - √ -
3. Antusias dan minat siswa dalam belajar - - - √
4. Memprhatikan masalah yang akan dibahas dalam diskusi - - - √
5. Memperhatikan pengarahan(bagaimana menyajikan
- - - √
tujuan yang ingin dicapai dan aturan main dalam diskusi)
6. Melaksanakan diskusi sesuai aturan main - - - √
7. Keaktifan memberikan pendapat/gagasan dalam diskusi - - √
8. Keaktifan siswa dalam berdiskusi - - √ -
9. Siskap siswa dalam menanggapi pendapat orang lain - - - √
10. Keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapatnya - - - √
11. Bersama-sama membuat kesimpulan hasik diskusi - - - √
12. Ketertiban dalam melaksanakan evaluasi yang diberikan
guru untuk mengetahui pemahaman siswa - - √ -

13. Aktifitas belajar secara keseluruhan - - - √


Jumlah - - 12 36
Jumlah Total 48
Keterangan: 1) Kurang baik, 2) Cukup, 3) Baik, 4) Sangat baik
PAMEKASAN, 01 Oktober 2023
Pengamat,

SULISTYANI, [Link]
NIP : 19650317 199201 2 001
Pedoman Pemberian Skor dan Analisa Hasil Observasi
• Data hasil observasi atas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
kontektual, pada setiap aspek yang diamati diberi skor 1 – 4, dengan
rincian sebagai berikut:
Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik
Skor 2 = cukup baik
Skor 1 = kurang baik
• Skor yang didapat dari observer atau pengamat kemudian dicari
persentase nilai rata-ratanya dengan menggunakan rumus:

Persentase nilai rata-rata (NR) = X 100%

Keterangan = Skor maksimal : jumlah aspek yeng diamati x skor tertinggi


(Skor 4)
• Persentase NR dikonversi ke dalam kriteria kebrhasilan tindakan yang
dapat ditentukan sebagai berikut:
75% < NR ≤ 100% : Sangat Baik
50% < NR ≤ 75% : Baik
25% < NR ≤ 50% : Cukup Baik
0% < NR ≤ 25% : Kurang Baik

Observasi Kedua (Siklus II)


Data hasil hasil observasi aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses
pembelajaran:
Skor maksimal 4 x 13 =52 Persentase Nilai

Rata-rata (NR) = X 100%

52
= 92,30% (Sangat Baik)
ANGKET RESPON SISWA
PADA PEMBELAJARAN OPERSI HITUNG BILANGAN BULAT DENGAN
PENDEKATAN CTL
No. Responden : 14
Nama : Rini Riandari
Hari / Tanggal : 01 Oktober 2023 Petunjuk :
1. Berilah tanda (√ ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan yang kamu alami
atau rasakan!
2. Jawablah dengan jujur!

NO PERTANYAAN YA TIDAK

1. Saya senang belajar berhitung √ -


2. Saya senang belajar matematika √ -
3. Matematika itu penting untuk di pelajari √ -
4. Matematika itu ilmunya banyak di gunakan dalam
kehidupan sehari-hari √ -

5. Matematika itu pelajaran yang menyenangkan - √


6. Matematika itu pelajaran yang membosankan √ -
7. Matematika itu pelajaran yang menantang √ -
8. Matematika itu pelajaran yang sulit - √
9. Matematika itu bisa membuat kita stress √ -
10. Pelajaran matematika itu penuh dengan rumus-rumus - √
11. Memahami setiap materi dalam matematika itu
√ -
memerlukan waktu yang lama
12. Saya senang belajar secara berkelompok √ -
13. Saya senang belajar secara individu - √
14. Saya senang jika pembelajaran di dalam kelas itu
terdapat diskusi kelas - √

15. Saya senang belajar di tempat yang tenang - √


16. Saya senang belajar di tempat yang terbuka - √
17. Saya senang belajar di dalam ruangan - -
18. Saya senang belajar di tempat yang ramai (banyak orang) √ -
19. Saya senang belajar sambil melihat televisi - √
20. Saya senang belajar sambil mendengarkan musik √ -

Anda mungkin juga menyukai