SYSTEMS, ROLES,
AND DEVELOPMENT
METHODOLOGIES
Analisis dan Perancangan Sistem
Dipresentasikan Oleh: Hari, Tanggal:
Kelompok 1 Jumat, 20 Februari 2026
KELOMPOK 1
REVA ISWARA (240111011)
GLENN VERRELL RONALDHINO (240111012)
JIHAN MELYANASARI PUTRI (240111118)
DAFTAR ISI
01 NEED FOR SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN
02 ROLES OF THE SYSTEMS ANALYST
03 THE SYSTEMS DEVELOPMENT LIFE CYCLE
04 USING CASE TOOLS
05 OBJECT-ORIENTED SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN (O-O)
06 CHOOSING WHICH SYSTEMS DEVELOPMENT METHOD TO USE
07 DEVELOPING OPEN SOURCE SOFTWARE
PENDAHULUAN
Latar Bekakang Masalah Peran Analis Sistem
Menganalisis kebutuhan organisasi
Peran Sistem Informasi di Era Digital Jenis Sistem Informasi dalam Organisasi
dan pengguna.
Informasi = aset utama organisasi Transaction Processing System (TPS):
Menjadi konsultan dan penghubung
(setara SDM dan bahan baku). memproses transaksi harian.
Management Information System (MIS): antara teknis dan bisnis.
Informasi yang dikelola dengan baik: Mengelola perubahan sistem agar
menyajikan laporan untuk manajemen.
meningkatkan efisiensi berjalan efektif.
Decision Support System (DSS):
operasional
membantu analisis dan pengambilan Metodologi Pengembangan
mempercepat dan memperbaiki keputusan. System Development Life Cycle
pengambilan keputusan Executive Support System (ESS): (SDLC)
menciptakan keunggulan mendukung keputusan strategis Agile
kompetitif eksekutif.
Object-oriented approach
RUMUSAN 1. Mengapa systems analysis and
design diperlukan dalam
MASALAH
pengembangan sistem
informasi?
2. Apa saja tahapan dalam System
Development Life Cycle (SDLC)?
3. Apa peran systems analyst
dalam proses pengembangan
sistem?
4. Apa saja pendekatan alternatif
dalam pengembangan sistem
selain SDLC?
NEED FOR SYSTEMS
ANALYSIS AND DESIGN
Pengertian: Mengapa Penting: Faktor Keberhasilan
Proses memahami Keterlibatan pengguna selama proyek
Tanpa perencanaan yang jelas,
berlangsung.
kebutuhan organisasi dalam sistem bisa: Pengelolaan kompleksitas
mengelola data: tidak sesuai kebutuhan pengembangan software yang semakin
input → proses → penyimpanan ditolak pengguna besar dan berskala global.
→ menjadi informasi. akhirnya tidak digunakan
Dampak Perkembangan Teknologi
Bertujuan memperbaiki atau Analisis dan perancangan
Teknologi seperti Ajax dan Ruby on
membangun sistem berbasis memberi kerangka kerja Rails menuntut analisis yang lebih
komputer agar bisnis lebih terstruktur agar pengembangan mendalam dalam pengembangan
tepat sasaran. aplikasi web.
efektif.
ROLES OF THE
SYSTEMS ANALYST
[Link] Konsultan [Link] Agen Perubahan
Memberikan solusi atas masalah sistem Peran paling strategis.
informasi. Menginisiasi, merencanakan, dan mengawal
Menggunakan pendekatan terstruktur untuk perubahan sistem.
menganalisis dan merancang sistem. Menjembatani komunikasi antara pengguna dan
manajemen.
Memerlukan umpan balik pengguna agar
Membimbing organisasi saat terjadi transformasi
solusi sesuai budaya organisasi.
sistem.
[Link] Ahli Pendukung
[Link] Analis Sistem
Menjadi sumber keahlian dalam hardware dan Pemecah masalah yang sistematis.
software. Mampu berkomunikasi dengan baik.
Mendukung perubahan kecil atau keputusan di Memahami kebutuhan pengguna dan kemampuan
tingkat departemen. teknologi.
Tidak selalu memimpin proyek, tetapi menjadi Disiplin, terorganisir, beretika profesional, dan
resource bagi tim. mampu mengoordinasikan sumber daya proyek.
THE SYSTEMS
DEVELOPMENT LIFE CYCLE
1. Identifikasi masalah &
tujuan
2. Kumpulkan kebutuhan
pengguna
3. Analisis kebutuhan sistem
4. Desain sistem
5. Pengembangan (coding)
6. Testing & maintenance
7. Implementasi & evaluasi
THE SYSTEMS
DEVELOPMENT LIFE CYCLE
[Link] Human–Computer Interaction [Link] Human Information
Considerations Requirements
Human–Computer Interaction (HCI): fokus pada Menggunakan wawancara, observasi, survei,
kebutuhan pengguna.
dan prototipe.
Memperhatikan ergonomi, kemudahan penggunaan,
kognitif, estetika, dan perilaku. Memahami proses bisnis dan informasi yang
Diterapkan di seluruh Systems Development Life Cycle dibutuhkan pengguna.
agar sistem benar-benar user-centered Menjadi dasar perancangan sistem.
[Link] Problems, Opportunities, and [Link] System Needs
Objectives Menggambarkan alur proses (input–proses–
Menentukan masalah utama organisasi secara tepat.
output).
Mengidentifikasi peluang peningkatan melalui sistem
informasi.
Menyusun kamus data dan analisis keputusan.
Menyusun laporan kelayakan sebagai dasar keputusan Menghasilkan usulan sistem + analisis biaya-
manajemen. manfaat.
THE SYSTEMS
DEVELOPMENT LIFE CYCLE
[Link] and Maintaining the System
[Link] the Recommended System Pengujian dilakukan sebelum implementasi.
Merancang input, output, database, dan Kesalahan diperbaiki lebih awal untuk menekan
prosedur. biaya.
Mendesain antarmuka yang jelas, aman, dan Pemeliharaan berlanjut selama sistem
mudah digunakan. digunakan.
Menyusun spesifikasi teknis untuk
programmer. [Link] and Evaluating the System
Pelatihan pengguna dan transisi dari sistem
[Link] and Documenting Software lama ke baru.
Programmer menulis dan menguji kode. Evaluasi untuk memastikan sistem sesuai
tujuan.
Analis menyiapkan dokumentasi pengguna.
Jika ada masalah, proses dapat kembali ke
Dilakukan review untuk menjamin kualitas.
tahap sebelumnya.
THE SYSTEMS
DEVELOPMENT LIFE CYCLE
[Link] Impact of Maintenance
Mengapa perlu melakukan pemeliharaan pada sistem?
[Link] memperbaiki kesalahan pada perangkat lunak
[Link] meningkatkan kemampuan perangkat lunak sebagai
respons terhadap perubahan kebutuhan organisasi
Pemeliharaan adalah proses berkelanjutan sepanjang
siklus hidup suatu sistem informasi. Pemeliharaan
berdampak pada besarnya sumber daya yang dibutuhkan,
terutama waktu dan biaya.
Sekitar 48-60% waktu pengembangan Pemeliharaan juga meningkatkan biaya karena
dialokasikan untuk pemeliharaan, sistem yang semakin lama digunakan menjadi
sehingga membatasi pengembangan lebih kompleks dan sulit dipelihara.
sistem baru
USING CASE TOOLS
Computer-Aided Software Engineering tools adalah alat bantu perangkat lunak yang digunakan untuk
mendukung proses analisis, perancangan, dan pengembangan sistem secara lebih terstruktur dan efisien.
Microsoft Visio Visible Analyst
CASE memudahkan komunikasi antara analis dan pengguna melalui visualisasi sistem. Selain itu, CASE
menyimpan seluruh informasi proyek dalam repositori terintegrasi sehingga memudahkan pengecekan dan
pembaruan sistem.
CASE REPOSITORY
Seluruh informasi mengenai proyek disimpan dalam sebuah
ensiklopedia disebut Case Repository
UPPER CASE LOWER CASE
TOOLS TOOLS
Upper CASE Tools membantu analis membuat dan Lower CASE Tools menghasilkan kode program
memodifikasi desain sistem serta memodelkan secara otomatis, sehingga
kebutuhan organisasi. [Link] pembuatan sistem
[Link] kebutuhan sistem [Link] kesalahan
[Link] komunikasi [Link] efisien dalam pemeliharaan
[Link] risiko kesalahan desain [Link] berbagai bahasa pemrograman
[Link] lebih terstruktur [Link] hemat biaya
[Link] perencanaan proyek lebih terarah
PLANNING IMPLEMENTATION
ANALYSIS TESTING
DESIGN MAINTENANCE
THE AGILE APPROACH
Agile adalah metode pengembangan sistem secara bertahap (iteratif) yang menyesuaikan
kebutuhan pengguna melalui umpan balik berkelanjutan. Ciri utama:
Pengembangan bertahap (iteratif)
Berbasis prototipe
Umpan balik berkelanjutan
Fleksibel terhadap perubahan
Pendekatan agile didasarkan pada nilai prinsip dan praktik inti. Empat nilai utama agile meliputi
komunikasi, kesederhanaan, umpan balik, dan keberanian.
Menggunakan pengembangan iteratif (seperti model spiral)
Setiap iterasi meliputi perencanaan, analisis risiko, pengembangan, dan evaluasi
Mengurangi risiko dan mempercepat pengembangan
Pendekatan tradisional merencanakan seluruh sistem secara lengkap di awal dan berjalan secara
berurutan, sehingga cenderung kaku terhadap perubahan. Sebaliknya, pendekatan agile
mengembangkan sistem secara bertahap dan fleksibel melalui iterasi serta umpan balik pengguna
DEVELOPMENTAL PROCESS
FOR AN AGILE PROJECT
Eksplorasi
Memahami proyek, membentuk tim, menilai kemampuan,
dan menyusun user stories.
Perencanaan
Menentukan prioritas kebutuhan, ruang lingkup, dan jadwal
penyelesaian.
Iterasi menuju Rilis Pertama
Siklus uji–feedback–perbaikan hingga menghasilkan rilis awal.
Produksi
Sistem digunakan, fitur diperbarui berdasarkan umpan balik
pengguna.
Pemeliharaan
Menjaga stabilitas sistem dan menyesuaikan dengan
kebutuhan baru.
OBJECT-ORIENTED
SYSTEMS ANALYSIS AND
DESIGN (O-O)
Analisis dan perancangan sistem berorientasi Setiap objek merupakan representasi
objek (Object-Oriented/O-O) merupakan dari sesuatu atau kejadian di dunia
pendekatan yang dirancang untuk mempermudah nyata, misalnya pelanggan, barang,
pengembangan sistem agar dapat menyesuaikan pesanan, dan sebagainya. Objek-
diri dengan cepat terhadap perubahan lingkungan objek tersebut dikelompokkan ke
bisnis. Pemodelannya menggunakan standar dalam kelas, di mana setiap kelas
industri yang disebut Unified Modeling mendefinisikan atribut dan perilaku
Language (UML) untuk membantu memecah yang sama untuk seluruh objek di
sistem menjadi model use case. dalamnya.
Berikut ini merupakan langkah - langkah
mengenai proses UML
1. Menentukan model use case
Analis mencari tahu siapa saja yang akan
menggunakan sistem (aktor) dan aktivitas utama
apa saja yang mereka lakukan. Analis mulai
dengan membuat diagram sederhana
menggunakan simbol figur manusia untuk
mewakili aktor dan panah untuk menunjukkan
hubungan aktor dengan sistem. Diagram ini
disebut Use Case Diagram dan berfungsi untuk
menunjukkan alur kejadian di dalam sistem.
Analis membuat Use Case Scenario, yaitu
penjelasan tertulis mengenai langkah-langkah
yang biasanya terjadi di dalam suatu proses.
Tahap Identifikasi Masalah
Berikut ini merupakan langkah - langkah
mengenai proses UML
2. Mulai membuat diagram UML pada tahap 4. Masih pada tahap analisis, membuat
analisis sistem statechart diagram
Pada fase kedua, analis mulai membuat activity Statechart diagram membantu untuk
diagram yang menunjukkan semua aktivitas utama memahami proses yang kompleks yang
dalam sebuah use case. Analis juga membuat satu mana tidak bisa dijelaskan secara lengkap
atau lebih Sequence Diagram untuk setiap use di dalam sequence diagram. Statechart
case, gunanya untuk menunjukkan urutan aktivitas diagram juga digunakan untuk
beserta waktu terjadinya. memperbaiki dan menyempurnakan class
3. Melanjutkan tahap analisis dengan diagram, sehingga proses pemodelan UML
mengembangkan class diagram dilakukan secara berulang.
Kata benda yang muncul dalam use case bisa
dianggap sebagai objek, lalu dikelompokkan ke
dalam kelas
Tahap Analisis Sistem
Berikut ini merupakan langkah - langkah
mengenai proses UML
5. Memulai tahap perancangan sistem 6. Mengembangkan dan mendokumentasikan
dengan memodifikasi diagram UML, sistem
kemudian melengkapi spesifikasi Semakin lengkap dokumentasi dan diagram
Perancangan sistem berarti melakukan UML yang diberikan kepada tim pengembang,
perubahan atau penyempurnaan terhadap semakin cepat proses pengembangan
sistem yang sudah ada dan juga dilakukan dan semakin baik kualitas sistem
memperbarui diagram-diagram yang sudah yang dihasilkan.
dibuat pada tahap sebelumnya.
Tahap Perancangan Sistem
BAGAIMANA CARA
MENENTUKAN
METODE
PENGEMBANGAN
YANG AKAN
DIGUNAKAN
CHOOSING WHICH
SYSTEMS
Ketiga pendekatan pada dasarnya punya
langkah awal yang sama: analis harus
DEVELOPMENT
memahami organisasi, menyusun anggaran
waktu dan sumber daya, membuat proposal, lalu
METHOD TO USE
mengumpulkan data lewat wawancara,
kuesioner, laporan, dan observasi proses bisnis.
Selain itu, metodenya juga punya kesamaan:
SDLC dan berorientasi objek sama-sama butuh
perencanaan dan diagram yang detail; agile dan
berorientasi objek membangun sistem secara
bertahap; sedangkan agile dan SDLC sama-
sama fokus pada alur data dalam sistem.
DEVELOPING OPEN
SOURCE SOFTWARE
Pengembangan open source Kode ini bisa digunakan, Mereka bersama - sama
adalah proses pembuatan dimodifikasi, serta memberikan kontribusi
perangkat lunak dengan dibagikan dengan bebas dalam proyek open
menggunakan kode sumber oleh siapa saja. Cara source dengan menulis
yang bisa diakses secara kerja open source adalah kode, memperbaiki
publik. dengan berkolaborasi kesalahan (bug), dan
antar pengembang dari menambahkan fitur baru.
berbagai negara.
KEUNTUNGAN PENGEMBANGAN
OPEN SOURCE
1. Hemat Biaya 2. Kode yang Berkualitas 3. Mudah Dikustomisasi
Perangkat lunak open Perangkat lunak open source Perangkat lunak open source
source bisa digunakan, dikembangkan oleh komunitas bersifat fleksibel sehinggan
dimodifikasi, dan dibagikan pengembang yang mempunyai mudah untuk dimodifikasi dan
secara gratis. keahlian dan berkomitmen disesuaikan
4. Fleksibilitas dalam menghasilkan kode 5. Keamanan Lebih Terjaga
Perangkat lunak open yang berkualitas. Lebih aman karena terus
source bersifat fleksibel dan direview dan diuji oleh banyak
dapat diintegrasikan dengan pengembang di seluruh dunia,
perangkat lunak lain. sehingga celah keamanan
dapat lebih cepat ditemukan
dan diperbaiki.
ALAT (TOOLS) UNTUK
PENGEMBANGAN OPEN SOURCE
1. Git 2. GitHub 3. Jenkins
Git adalah sistem GitHub adalah platform Jenkins adalah server
pengelolaan versi (version berbasis web yang digunakan otomatisasi open source yang
control) yang banyak pengembang untuk dipakai untuk proses
digunakan dalam menyimpan serta mengelola membangun (build), menguji
pengembangan open proyek open source dan (testing), dan menerapkan
source. bekerja sama dengan (deploy) perangkat lunak.
4. VS Code pengembang lain
VS Code adalah editor kode
open source yang banyak
digunakan oleh pengembang
TANTANGAN DALAM
PENGEMBANGAN OPEN SOURCE
1. Kurangnya Dukungan 2. Fragmentasi 3. Pemeliharaan
Proyek open source Karena dikembangkan oleh Perangkat lunak open source
biasanya memiliki dukungan banyak orang, software open membutuhkan pemeliharaan
dan sumber daya yang lebih source bisa menjadi kurang dan pembaruan secara terus-
terbatas dibandingkan konsisten dan terpecah-pecah, menerus, sehingga dapat
software berbayar, sehingga sehingga lebih sulit digunakan. memakan waktu dan tenaga
pengguna bisa kesulitan 4. Risiko Keamanan bagi para pengembang.
mendapatkan bantuan saat Perangkat lunak open
terjadi masalah. source terkadang memiliki
celah keamanan yang baru
ditemukan setelah perangkat
lunak tersebut dirilis.
DAFTAR PUSTAKA
Kendall, K. E., & Kendall, J. E. (2011). Systems
Analysis and Design. Pearson Prentice Hall.
mobileLIVE. (2023, 17 May). Open Source
Development: Everything You Need to Know.
Medium. Diakses pada 18 Februari 2026, dari
[Link]
development-everything-you-need-to-know-
d3c86532cc11
Shelly, G. B., & Rosenblatt, H. J. (2012). Systems
Analysis and Design (Ninth ed.). Course
Technology, Cengage Learning.
TERIMA
KASIH