0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan40 halaman

MPPH

Dokumen ini membahas dasar-dasar penelitian hukum, termasuk definisi, karakteristik, dan perbedaan antara penelitian hukum dan non-hukum. Penelitian hukum dilakukan secara metodologis dan sistematis untuk menganalisis sumber hukum dan fakta kehidupan masyarakat, dengan berbagai pendekatan dan tipologi penelitian. Langkah-langkah penelitian mencakup penyusunan proposal, pengumpulan data, analisis, dan penyusunan laporan akhir.

Diunggah oleh

Ghaly Wima atmaja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan40 halaman

MPPH

Dokumen ini membahas dasar-dasar penelitian hukum, termasuk definisi, karakteristik, dan perbedaan antara penelitian hukum dan non-hukum. Penelitian hukum dilakukan secara metodologis dan sistematis untuk menganalisis sumber hukum dan fakta kehidupan masyarakat, dengan berbagai pendekatan dan tipologi penelitian. Langkah-langkah penelitian mencakup penyusunan proposal, pengumpulan data, analisis, dan penyusunan laporan akhir.

Diunggah oleh

Ghaly Wima atmaja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan I :Dasar-dasar dalam penelitian hukum

Terminologi “penelitian”:
Re, artinya kembali
Search, artinya mencari
Kenapa begitu? Karena harus mencari tahu apa dasar hukumnya.

Pengertian penelitian
● Penelitian adalah proses mencari kembali kebenaran objektif terhadap fenomena atau fakta
dengan melakukan penelaahan dan penyelidikan secara metodologis, sistematis, dan
konsisten
● Hasil penelitian adalah simpulan atau rekomendasi yang mendukung, menolak,
memperbarui, menciptakan, dan/atau merancang temuan yang bermanfaat

Karakteristik Penelitian menurut Prof. Soerjono Soekanto

Karakter Penjelasan

metodologis Mempunyai metode ilmiah dalam konsep yang dipertanggungjawabkan,


berdasarkan standar dan sistem akademik tertentu, tidak didasarkan pada
imajinasi yang tidak valid, harus berbasiskan pada dalil, asumsi, hipotesis ilmiah
didukung data valid, akurat, dan akuntabel

Sistematis Disusun dalam suatu konsep yang bertahap, berjenjang, dan sistematis mulai
dari segi data teori sampai pada pengolahan dan penganalisaan data

Konsisten Setiap rumusan antara pemaparan data dan penganalisisannya dirangkaikan


secara konsisten, dan tidak saling bertentangan

Penelitan Hukum
Kegiatan ilmiah dalam bidang hukum secara metodologis, sistematis, dan konsisten untuk
mempelajari peristiwa hukum dalam pelaksanaan sumber hukum tertulis dan/atau dalam fakta
kehidupan hukum masyarakat dengan jalan mengidentifikasi masalah dan menganalisisnya untuk
memberikan pendapat atau penyelesaiannya berdasarkan teori hukum tertentu.

Lingkup penelitian hukum

Pelakanaan sumber hukum tertulis Fakta Kehidupan Hukum Masyarakat

1. Peraturan perundang-undangan dan 1. Persepsi masyarakat terhadap


peraturan administrasi keberlakuan hukum
2. Putusan 2. Perilaku masyarakat Dalam
3. Doktrin atau pendapat ahli menjalankan hukum tidak tertulis

Luqyana A (FH UI 2019)


4. Perjanjian atau kontrak 3. Etika sosial keagamaan dan
5. Traktat atau dokumen hukum kepercayaan, serta keyakinan yang
internasional tumbuh dalam masyarakat
6. Kebiasaan
7. Kesadaran hukum masyarakat yang
disepakati bersama

Perbedaan penelitian hukum terhadap sumber hukum dan fakta kehidupan


masyarakat

Perbandingan Penelitian sumber hukum Penelitian fakta kehidupan hukum


masy.

Ruang Lingkup Peristiwa hukum dalam sumber Persepsi atau perilaku hukum
hukum tertulis dan/atau fakta masyarakat yang dipengaruhi oleh latar
dalam kehidupan hukum belakang sosial, ekonomi, budaya, agama,
masyarakat berdasarkan 7 dan kehidupan masyarakat.
sumber hukum tertulis

Bentuk data Data sekunder Data primer


Persepsi: Wawancara responden
Perilaku: Pengamatan

Bentuk Yuridis normatif Yuridis normatif dan


Penelitian yuridis empiris: persepsi hukum
Yuridis sosiologis: perilaku hukum

Penelitian hukum dan non-hukum


- Penelitian hukum selalu didasarkan pada kaidah hukum, sehingga penelusuran dan
pengolahan datanya selalu didasarkan pada sumber hukum dan/atau fakta kehidupan
hukum masyarakat, baik dalam bentuk penelitian yuridis-normatif maupun bentuk
penelitian yuridis-empiris, dan yuridis-sosiologis.
- Penelitian non-hukum didasarkan kaidah sosial seperti kehidupan individu seperti
kepuasan taraf hidup, kelompok seperti kepemimpinan dan organisasi, masyarakat
menyangkut struktur sosial, dan lingkungan menyangkut pertumbuhan ekonomi dan
kemiskinan.

Penelitian Hukum dan Non-Hukum

Penelitian Hukum Penelitian Non-Hukum

Masalah dan analisis berdasarkan kaidah Masalah dan analisis berdasarkan kaidah sosial
hukum berupa sumber hukum atau fakta berupa kehidupan individu, kelompok,

Luqyana A (FH UI 2019)


kehidupan hukum masyarakat masyarakat, dan/atau lingkungan sosial

Menganalisis fakta hukum terhadap kebenaran Menganalisis fakta sosial terhadap realitas
atas tujuan hukum kebutuhan masyarakat

Dapat menggunakan data sekunder berupa Harus menggunakan data primer, baik
bahan hukum wawancara dengan responden ataupun
pengamatan

Lingkup Penelitian / Bentuk penelitian dalam penelitian hukum

Yuridis normatif Yuridis empiris Yuridis sosiologis

Penelitian bertujuan untuk Penelitian bertujuan untuk Penelitian bertujuan


menelaah asas-asas hukum mengetahui efektivitas mengetahui penerapan hukum
dan sumber hukum tertulis peraturan perundang- tidak tertulis
undangan atau sumber hukum
tertulis dalam masyarakat

Menggunakan data sekunder Menggunakan data primer Menggunakan data primer


melalui penelusuran sumber melalui wawancara dengan melalui pengamatan, baik
hukum primer, tersier responden, menggunakan terlibat atau tidak terlibat,
skema populasi, subpopulasi, yang tercatat secara sistematis
target sasaran, dan metode dan konsisten
sampling

Memahami norma dan sifat Memahami persepsi hukum Memahami perilaku hukum
hukum sumber hukum tertulis masyarakat terhadap sumber masyarakat terhadap
hukum tertulis keberlakuan hukum tidak
tertulis

Identifikasi peraturan dan Efektifitas per-UU-an Identifikasi hukum tidak


keputusan tertulis tertulis

Data sekunder Data primer wawancara Data primer pengamatan


terhadap responden

Dapat melakukan wawancara Responden gunakan sampel Tidak langsung atau langsung
dengan informan dan
narasumber

Tipologi penelitian
→ Perspektif peneliti dalam melaksanakan penelitian yang akan menentukan tata cara penelitian dan
tujuan penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tipenya
Tipologi penelitian hukum terdiri dari sudut: (tidak semuanya digunakan, kembali kepada pokok
permasalahan di proposal, memungkinkan kombinasi)
1. Sifatnya 2. bentuknya;

Luqyana A (FH UI 2019)


3. Penerapan; 5. Disiplin ilmu
4. Tujuan

Sudut tipologi jenis

Sifatnya 1. Eksploratoris → penelitian untuk memperoleh keterangan, penjelasan,


dan data mengenai hal yang belum diketahui guna memperdalam
informasi tertentu. Hal ini disebabkan data mengenai hal yg diteliti belum
ada atau kurang
2. Deskriptif → penelitian menggambarkan apa adanya pelaksanaan suatu
hal atau keadaan
3. Eksplanatoris → penelitian yang memperkuat atau menguji hasil
penelitian atau keadaan hukum yang sudah ada, sehingga dapat
menyempurnakan, dan memberikan nuansa baru dalam penerapan teori
atau norma hukum

Bentuknya 1. Diagnostik → penelitian untuk mendapatkan keterangan sebab


terjadinya suatu gejala hukum tertentu
2. Preskriptif → penelitian untuk menggambarkan masalah hukum dan
mengusulkan saran penyelesaiannya
3. Evaluatif → penelitian untuk menilai dan menguji hal tertentu, serta
memberikan rumusan penguatan atau peningkatannya

Penerapan 1. Murni → penelitian dasar yang menekankan pada teori hukum yang
umum atau pengetahuan hukum yang umum, misalnya terhadap asas
hukum umum
2. Terapan → penelitian yang langsung dapat diterapkan dan praktis
diterapkan sehingga bersifat operasional dalam suatu masalah hukum
tertentu
3. Fokus masalah → penelitian yang aktual yang menjadi perhatian umum
dan masih menjadi tren

Tujuan 1. Fact finding → penelitian untuk menemukan fakta hukum guna


menyampaikan dalil hukum atau hipotesis
2. Problem finding → penelitian untuk merumuskan masalah saja
3. Identification → penelitian untuk menyusun daftar masalah hukum dan
merekomendasikan penyelesaiannya

Disiplin ilmu 1. Monodisipliner → penelitian yang hanya dianalisis dan diolah datanya
pada satu ilmu saja, misalnya ilmu hukum saja
2. Interdisipliner → penelitian yang diolah dan dianalisis dengan
pendekatan anar-sub ilmu, misal hukum pidana dan han.
3. Multidisipliner → penelitian yang diolah dan dianalisis dengan
pendekatan antar ilmu, misalnya ilmu hukum dan ilmu ekonomi

Luqyana A (FH UI 2019)


Penggunaan data penelitian

Yuridis Normatif Yuridis Empiris Yuridis Sosiologis

Data utama yang digunakan Data utama yang digunakan Data utama yang digunakan
adalah data sekunder adalah data primer berupa adalah data primer berupa
wawancara dengan responden. pengamatan
(tidak semua wawancara
merupakan data primer)

Dapat menggunakan Wawancara responden harus Pengamat merupakan proses


wawancara hanya kepada disertai dengan penjelasan yang tercatat dan tersistem
informan dan narasumber, mengenai: atas obyek tertentu untuk
jika diperlukan a. Populasi memperoleh kebenaran
b. Subpopulasi informasi yang meyakinkan
c. Target sasaran dan memadai secara ilmiah
d. Metode sampling dan obyektif

Informan adalah orang yang Tetap membutuhkan dan harus menggunakan data sekunder juga
memberikan informasi
sesuai dengan pekerjaan,
pengalaman
Narasumber adalah orang
yang mempunyai
pengetahuan secara
kepakaran atau akademisi

Jenis Data

Data Primer Data Sekunder

Data yang diperoleh langsung dari objek Data yang diperoleh melalui penelusuran
penelitian dengan skema dan rumusan yang literatur atau kepustakaan atau melalui
relevan, andal, dan valid pendalaman kepada pihak tertentu untuk
memperoleh informasi lanjutan

Yang termasuk data primer: Data sekunder terdiri atas:


1. Wawancara (hanya) kepada responden 1. Bahan hukum primer
2. pengamatan 2. Sekunder
3. Tersier

Pendalaman data sekunder berupa:


1. Wawancara terhadap informan
2. narasumber

Luqyana A (FH UI 2019)


Bahan Hukum

Bahan Hukum Primer Bahan Hukum Sekunder Bahan Hukum Tersier

Bahan hukum yang Bahan hukum yang Bahan hukum yang


mempunyai kekuatan hukum menjelaskan, menganalisis, memberikan petunjuk dan
mengikat secara umum atau dan menerangkan lebih lanjut pedoman dalam menelusuri
kepada pihak tertentu norma dan teori dalam bahan bahan hukum primer dan
hukum primer bahan hukum sekunder

1. Peraturan perundang- 1. Buku 1. Kamus


undangan 2. Artikel ilmiah 2. Peta
2. Putusan pengadilan 3. Artikel berita 3. Ensiklopedia
dan yurisprudensi 4. Naskah akademik dan 4. Buku telepon
3. Peraturan Rancangan peraturan 5. Indeks
administrasi: surat Perundang-undangan 6. Bibliografi
edaran dll 7. Otobiografi
4. perjanjian/kontrak 8. Buku pedoman atau
petunjuk

Pendekatan dalam Penelitian-Penelitian Hukum


1. Pendekatan perundang-undangan → penelitian dengan mengidentifikasi secara holistik
seluruh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan topik bahasan
2. Pendekatan kasus → penelitian dengan menelaah satu atau beberapa kasus dalam putusan
pengadilan dalam satu topik yang sama kemudian menyusun matriks hukumnya secara
teoritis
3. Pendekatan sejarah, penelitian dengan mengidentifikasi masalah tertentu dari awal
pembentukan atau keberadaannya, memahami latar belakangnya dan kemudian
merumuskan maksud dan falsafahnya
4. Pendekatan perbandingan, penelitian dengan membandingkan sesuatu hal dengan sistem
hukum lainnya di luar negeri untuk ditelaah best practice-nya
5. Pendekatan konseptual, penelitian menelaah dari doktrin atau ide mengenai konsep
hukum tertentu, kemudian ditelaah argumentasinya dan konsistensi penerapannya dalam
praktik hukum.

Pendekatan dalam Penelitian Hukum

Penelitian Doktrinal Penelitian Non-Doktrinal

Penelitian yang menggunakan asas, nilai, Penelitian yang menggunakan variabel


prinsip serta teori hukum dalam peristiwa masyarakat dalam memahami peristiwa
hukum konkret, sehingga dapat ditemukan hukum, sehingga dapat ditemukan hukum
hukum telah diterapkan sesuai dengan kaidah sesuai dengan kebutuhan dan pengharapan
hukumnya masyarakat

Luqyana A (FH UI 2019)


Menggunakan data sekunder Menggunakan data primer berupa wawancara
dengan responden dan/atau pengamatan

Kualitatif Kuantitatif

Pertemuan 2

Langkah-langkah penelitian
1. Penyusunan dokumen awal
a. Usul penelitian (research proposal; Proposal Penelitian)
Meyakinkan bahwa penelitian ini dapat dilakukan. Biasanya dipergunakan untuk
memperoleh sponsor/bantuan pembiayaan lainnya kepada pihak lain.
Usulan kegiatan penelitian secara sistematis, konsisten, dan metodologis mengenai
topik, masalah, dan analisis tertentu untuk menemukan jawaban yang relevan, andal,
dan valid sesuai dengan ilmu pengetahuan.
b. Rancangan penelitian (research design)
Pedoman kerja seorang peneliti dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan
mengkonstruksikan data
● Pokok masalah
● Kerangka konseptual
● Tipe rancangan penelitian
● Tata cara pemilihan data sekunder dan penentuan responden
● Pedoman kerja
2. Pengumpulan data
3. Pengolahan dan analisis data
4. Penyusunan dokumen akhir; Laporan Penelitian

Perbandingan antara

Proposal Design

a. Pendahuluan a. Pokok masalah


b. Tujuan penelitian b. Kerangka konseptual
c. Tinjauan pustaka c. Tipe rancangan penelitian
d. Kerangka konseptual d. Tata cara pemilihan data sekunder dan
e. Metode penelitian penentuan responden
f. Kegunaan teoritis dan praktis e. Pedoman kerja
g. Biaya

Disampaikan kepada eksternal peneliti; Disampaikan kepada eksternal dan internal


Proposal skripsi tidak perlu biaya

Biaya penelitian (disusun min. 10 jeti)

Luqyana A (FH UI 2019)


→ menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan
untuk keperluan penelitian/proyek dimaksud
dengan memperhitungkan:
1. Honor SDM (untuk penelitian
kelompok)
2. Alat ulis (stationary)
3. Pengumpulan data (primer dan
sekunder)
4. Transportasi
5. Perlengkapan
6. Penggandaan
7. Biaya lain yang relevan dengan penelitia

Perumusan pokok masalah


1. Dirumuskan sebelum peneliti merumuskan judul penelitian
2. Pokok masalah dirumuskan dengan kalimat tanya → maksimal 3
Sumber untuk perumusan masalah
a. Pengalaman pribadi
b. Bahan kepustakaan
c. Diskusi dengan para ahli
d. Politik hukum pemerintah → biasanya dari berbagai peraturan peruuan

Struktur rumusan masalah


- Gunakan kalimat pertanyaan
- Rumuskan dengan kata tanya: bagaimana, bagaimanakah, dan mengapa
- Hindari menggunakan kata tanya: apa, apakah, dan sejauh mana, bisakah, sudahkah
- Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian, yang akan dianalisis, bukan asal kata tanya
yang sudah jelas jawabannya
- Selalu berikan rujukan pada sumber hukum berupa peraturan peruuan, putusan pengadilan,
atau perjanjian/kontrak (tujuan: mencari kebenaran)
- Cukup 2-3 rumusan.

Contoh:
1. Mengapa penandatanganan perjanjian kartu kredit dengan perjanjian standar termasuk
perbuatan melawan hukum berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor
321K/MA/2011?
2. Bagaimana menentukan wanprestasi dalam hal salah satu pihak berada dalam pengampuan
menurut Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 23P/2011?
3. Bagaimanakah perbuatan melawan hukum korupsi dikaitkan dengan pencucian uang
menurut UU No. 31 Tahun 1999

Luqyana A (FH UI 2019)


Perumusan judul penelitian
1. Dilakukan setelah peneliti mengetahui dan merumuskan pokok masalah
2. Judul bersifat tentatif
3. Judul merupakan refleksi dari permasalahan yang diteliti
4. Judul dirumuskan secara sederhana dan mudah dimengerti
5. Menggunakan bahasa yang didasarkan pada gramatika yang baik dan benar
6. Jika penelitian bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara satu gejala dengan gejala
yang lain atau untuk menguji hipotesa, judul tersebut terdiri dari:
a. Independent variable
b. Dependent variable
KATA: maksimal 23 dan minimal 8. Kalau lebih, pake anak judul.
Tidak perlu menggunakan tinjauan yuridis, hukum, analisis yuridis.

Penelitian hukum gaperlu hipotesa, tapi empiris. Soalnya selalu dilandaskan oleh peraturan yang
sudah jelas.

ISTILAH
- Variable → karakteristik atau ciri-ciri dari orang, benda atau keadaan
- Independent variable → hal-hal yang diduga merupakan sebab dari timbulnya gejala
- Dependent variable → hal-hal yang diduga merupakan akibat dari gejala tersebut

Perumusan Latar Belakang Masalah


→ diuraikan dalam bentuk essay (bersifat perspektif yuridis) berisi:
1. Situasi atau keadaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti
2. Alasan mengapa peneliti ingin meneliti masalah tersebut
(alasan ilmiah, misalnya adanya suatu fenomena yang menunjukkan kurang efektifnya
keberlakuan suatu undang2)
3. Hal-hal yang telah dan atau belum diketahui peneliti tentang masalah yang ditelitinya
(ceritakan yang sudah kelihatan dan belum, isinya semacam prediksi atau wawasan tentang
bagaimana di masa depannya)
4. Ada catatan kaki → harus sudah didasarkan oleh referensi
Jadi rumusan masalah dulu → judul

Konstruksi Latar Belakang


ü Thesis statement, ide pokok atau gagasan dan alasannya (hanya 2 kalimat saja)
ü Supporting idea, kalimat pendukung dari buku, per-UU-an, teori, fakta putusan, dll.
ü Research direction, apa isi masalah penelitian dan judulnya.

Perumusan Tujuan Masalah


1. Tujuan dirumuskan dengan menggunakan kalimat pernyataan (kalimat deklaratif)
2. Tujuan harus sinkron dengan pokok masalah

Luqyana A (FH UI 2019)


3. Perumusan tujuan dimulai dengan tujuan yang bersifat umum, diikuti dengan tujuan yang
bersifat khusus

Kerangka konseptual
pengarah atau pedoman yang lebih konkret dari kerangka teori dan mencakup batasan operasional.
Kalau tidak ditemukan kerangka konseptual, maka tidak perlu, tapi sertakan deskripsi apalah gt lupa
(misalnya deskripsi dewasa)
Syarat definisi
1. Harus lebih jelas dari istilah yang didefinisikan
2. Tidak boleh berlebihan atau kurang
3. Hindari pengulangan kata yang sama
4. Hindari bentuk pengingkaran
5. Jangan pakai kata yang umum lingkupnya
6. Diterapkan hanya untuk acuan yang menjadi titiik tolak definisi tersebut

Metode perumusan definisi


1. Metode pokok
a. Metode definisi
- Definisi ostensif → menggambarkan suatu konsep dengan mengucapkannya,
menunjuknya, atau mengisyaratkan.
- Definisi Biverbal (Definisi Nominal) → definisi yang berupa sinonim atau
paduan kata.
- Definisi ekstensif (definisi meluas) → Penafsiran ekstensif atau restriktif,
yaitu penafsiran dengan cara memperluas atau mempersempit ketentuan di
dalam undang-undang.
- Definisi sintesis → tulisan utuh dan baru mengenai rangkuman dari berbagai
sumber rujukan mengenai pengertian atau pendapat
- Definisi metaforis → Dalam kamus linguistik karya Lewandowski (1985: 708)
dijelaskan bahwa metafora adalah pengalihan makna atas dasar kesamaan
bentuk, fungsi, dan kegunaan. Pengalihan makna tersebut merupakan wujud
dari perbandingan dua hal secara implisit. Maka dari itu metode definisi
metaforis adalah metode yang menggunakan definisi yang makna sebenarnya
dialihkan atas dasar kesamaan bentuk, fungsi, dan kegunaan. Pengalihan
makna tersebut merupakan wujud dari perbandingan dua hal secara implisit.
- Definisi analitis → suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau
memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang
telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat
kesimpulan yang berlaku untuk umum.
- Definisi fungsional → definisi yang berusaha memberikan penjelasan yang
menekankan kepada segi kemanfaatan/fungsi/tujuan.
b. Metode parafrase → pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam
bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya.

Luqyana A (FH UI 2019)


Suatu kata dijelaskan dengan metode paraphrase kalau digunakan dalam satu kalimat
itu diganti dengan kalimat lain.
c. Metode individuasi → membuat list atau daftar yang berkaitan dengan pengertian
tertentu, misal kata bank dicari pengertian tentang bank sebanyak2nya.
Penjelasan nama-nama kesatuan individual. Metode ini diterpaka pada kata-kata
individual. Suatu nama dijelaskan dengan individuasi, apabila diberi suatu indikasi
dengan membedakan nama yang bersangkutan dari nama lain yang mungkin
mengacaukan. Pada individuasi sering digunakan tempat atau waktu.
2. Metode tambahan
a. Metode representasi → permisalan dengan gambar-gambar yang mewakilinya.
b. Metode sinonimasi → cara menjelaskan kata tertentu dengan kata lain yang dianggap lebih
dipahami atau dimengerti. Misalnya, hak adalah wewenang, kewajiban adalah tugas, pidana
adalah hukuman, dan seterusnya.
Dengan sinonimasi, sebuah kata “X” dijelaskan apabila sebuah kata “Y” disebut yang mempunyai
arti sama Metode parafrase menuju kepada sinomisasi kalimat-kalimat penuh
c. Metode penerjemahan → cara sebuah proses penerjemahan dilakukan sesuai dengan
tujuan penerjemah, yakni opsi global yang berdampak pada teks bahasa sasaran secara
keseluruhan (Morina dan Hurtado Albir, 2002).
Terjemahan merupakan bentuk khusus sinomisasi kata “X” dan “Y” yang berasal dari dua
bahasa.
d. Metode antitesis → antitesis adalah hasil sebuah riset ilmiah yang menggambarkan
keterbaikan atau sangkalan atas tesis yang yang ada sebelumnya dengan maksud
menuluruhkan tesis itu.
Dengan kata “X” dijelaskan apabila disebut kata “Y” yang artinya contradictoir dengan
kata “X”. metode parafrase menuju kepada antitese kalimat penuh
e. Metode paralelisme → Gorys Keraf (2002: 127) berpendapat bahwa paralelisme adalah
semacam gaya bahasa yang berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata-kata atau
frasa-frasa yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama. Kesejajaran
tersebut dapat berbentuk anak kalimat yang bergantung pada sebuah induk kalimat yang sama.
Sementara itu, Ade Nurdin, Yani Maryani, dan Mumu (2004: 22-23) paralelisme adalah gaya
bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi, terdiri dari anafora
(pengulangan pada awal kalimat) dan epidofora (pengulangan pada akhir kalimat).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan mengenai gaya bahasa paralelisme.
Paralelisme adalah gaya bahasa yang mengulang kata atau yang menduduki fungsi gramatikal
yang sama untuk mencapai suatu kesejajaran. Contoh: Sangat ironis kedengaran bahwa ia
menderita kelaparan dlam sebuah daerah yang subur dan kaya serta mati terbubuh dalam
sebuah negeri yang sudah ratusan hidup dalam ketentraman dan kedamaian. Sumber:
[Link]
Dengan paraleli kata “X” dijelaskan apabila dibandingkan dengan kata “Y” dan
ditunjukan perbedaan dan persamaannya. Paraleli banyak digunakan untuk
menjelaskan kata-kata dengan arti materil
f. Metode perluasan dan penyempitan → perluasan dan penyempitan suatu makna atau
istilah. Dengan retriksi (penyempitan) kata “X” dijelaskan apabila kepada “X” diberi arti yang
lebih sempit daripada kata “Y” . terjadi retriksi apabila sebuah “barang” itu disebut “benda”
apabila mempunyai nilai bagi manusia dan oleh hukum dianggap sebagai satu kesatuan.

Luqyana A (FH UI 2019)


Dengan ampliasi (perluasan) kata “X” dijelaskan apabila kepada “X” diberi arti yang lebih luas
25 daripada kepada “Y”. terjadi ampliasi apabila termasuk benda adalah hak
g. Metode menapis asali → (reduction to the root) Suatu istilah tertentu dijelaskan dengan
mencari kata asalnya, misalnya, yang terrugikan berasal dari kata rugi
h. Metode deskripsi → metode yang digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat
suatu fenomena yang dimulai dari mengumpulkan data, menganalisis data, dan
menginterpretasikan nya. Metode ini dalam pelaksanaannya dilakukan melalui: teknik survey;
studi kasus; studi komparatif;studi tentang waktu dan gerak; analisis tingkah laku; dan analisis
dokumenter
[Link]
[Link]
Dengan deskripsi suatu kata dijelaskan apabila genus yang tertinggi dan terdekat disebutkan
dan suatu rangkian sifat-sifat yang membedakan dari klas yang sama. Bedanya dengan definisi
hanyalah disebut satu sifat sedangkan dalam deskripsi lebih banyak, definisi adalah deskripsi
singkat sedangkan deskripsi adalah definisi yang diperluas
i. Metode enumerasi → metode penjabaran, yaitu suatu kata dijelaskan dengan penjabaran
ciri-ciri tertentu dari artinya.
Cara ini menitik beratkan kepada wewenang yang telah ditentukan dalam peraturan
perundang undangan mengenai apa yang merupakan kompetensi PTUN berdasarkan
kewenangan atributif, yaitu kewenangan yang telah ditetapkan/ diberikan berdasarkan
bidangnya masing masing. Dalam teori ini Hakim hanya tinggal menerapkan saja wewenang
yang telah ditentukan itu di dalam sengketa secara in conreto. ([Link]
[Link]/id/eprint/7505/1/gabung%20HAPTUN%[Link])
Dengan enumerasi sebuah kata dijelaskan apabila klas atau individu disebutkan semuannya
yang termasuk di dalammnya.
j. Metode archetype → teori dari Carl Jung. fenomena yang berhubungan dengan kekuatan
ghaib atau magis (occult) yang diturunkan oleh leluhur bisa dan memang berpengaruh pada
kehidupan manusia atau sering pula disebut dengan ketidaksadaran kolektif.
Dengan archetipasi sebuah kata dengan arti immaterial dijelaskan apabila 26 ditambahkan
gambaran tertentu tentang dunia benda
k. Metode ilustrasi → Menurut Keraf (1981) Ilustrasi adalah suatu metode untuk mengadakan
gambaran atau penjelasan yang khusus dan konkrit atas suatu prinsip umum atau suatu
gagasan umum. Dalam ilustrasi pengarang ingin menjelaskan suatu prinsip umum atau suatu
kaidah yang lebih luas lingkupnya dengan mengutip atau menunjukkan suatu pokok yang
khusus yang tercakup dalam prinsip umum atau kaidah yang lebih luas cakupannya itu. (Keraf,
Gorys. 1981. Eksposisi dan Deskripsi. Jakarta: Gramedia.)
Ilustrasi adalah setiap metode verbal untuk menjelaskan arti kata.

Unsur Metode penelitian


1. Bentuk penelitian
a. Penelitian normatif → Penelitian Hukum Normatif merupakan penelitian hukum yang dilakukan
dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Pada penelitian hukum jenis ini, seringkali hukum
dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang- undangan atau hukum dikonsepkan
sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku manusia yang dianggap pantas. Atau
menurut Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), hlm. 86 “suatu
penelitian hukum yang dikerjakan dengan tujuan menemukan asas atau doktrin hukum positif yang
berlaku”.

Luqyana A (FH UI 2019)


b. Penelitian empiris → penelitian hukum empiris atau sosiologis adalah penelitian hukum dengan data
primer atau suatu data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Dalam penelitian empiris, hal yang
diteliti terutama adalah data primer. Penelitian empiris menurut Sri mamudji, 2005 dalam bukunya
Metode Penelitian dan Penulisan Hukum. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia
adalah penelitian yang mengkaji tentang keberlakuan, pelaksanaan, dan keberhasilan dalam pelaksanaan
hukum. Jadi, “kajian penelitian ini meliputi pengetahuan masyarakat, kesadaran masyarakat dan
penerapan hukum dalam masyarakat”

2. Tipologi penelitian
a. Sifatnya d. Penerapannya
b. Bentuknya e. Ilmu yang digunakan
c. Tujuannya
3. Jenis data
a. Primer
b. Sekunder
1) Sumber primer
2) Sumber sekunder
3) Sumber tertier
4. Jenis Bahan Hukum
5. Alat pengumpulan data
a. Studi dokumen c. Pengamatan
b. Wawancara 1) Terlibat
1) Narsum atau informan 2) Tidak terlibat
2) responden
6. Metode Analisis data
a. Kualitatif
b. Kuantitatif
7. Bentuk hasil penelitian

Pertemuan 3: Tata Cara Penyusunan Proposal

Proposal Penelitian
- Proposal berasal dari kata propose, yang berarti mengajukan; mengusulkan
- Proposal penelitian merupakan usulan kegiatan penelitian secara sistematis, konsisten, dan
metodologis mengenai topik, masalah, dan analisis tertentu untuk menemukan jawaban yang
relevan, andal, dan valid sesuai dengan ilmu pengetahuan.
→ dalam proposal penelitian belum perlu ada simpulan atau kesimpulan karena proposal penelitian
merupakan usulan kegiatan saja dan simpulan/kesimpulan sudah bersifat finalisasi
→ jawaban yang relevan, andal, dan valid berarti menjawab pokok permasalahannya
PROPOSAL penelitian berarti “rencana penelitian yang dimuat dalam bentuk rancangan kerja, untuk
memperoleh sponsor untuk pembiayaan, atau memperoleh persetujuan untuk dilanjutkan”
- Kalau melakukan penelitian bisa untuk mendapat biaya, dan saat mempropose ke
pembimbing harus ada rincian biaya

Luqyana A (FH UI 2019)


- Kalau bukan penelitian cth skripsi, yang dilakukan untuk memperoleh persetujuan yang
diajukan adalah sistematika penulisan bukan rancangan biaya

Karakteristik proposal penelitian

Relevan Andal Valid (mutakhir)

Proposal penelitian akan Proposal penelitian disusun Proposal penelitian disusun


menganalisis jawaban masalah secara komprehensif terhadap dan dilaksanakan dengan data
penelitian yang akan putusan, kasus, dan simulasi dan informasi yang benar,
membantu menyelesaikan peristiwa hukum tertentu tidak fiktif, berdasarkan teori
masalah di masa lalu, masa datanya diandalkan dan hukum atau sumber hukum
sekarang, dan masa akan analisisnya dilakukan dengan yang dapat diverifikasi
datang dalam situasi yang metode penelitian tertentu kebenarannya.
sama yang benar.

Proposal penelitian dan rancangan penelitian

Perbandingan Proposal penelitian Rancangan Penelitian

manfaat Digunakan untuk memperoleh sponsor atau Digunakan untuk peneliti


bantuan pembiayaan lainnya kepada pihak lain dalam melakukan
penelitian sebagai panduan
atau pedoman

Sistematika a. Latar belakang permasalahan A. Latar belakang


b. Rumusan masalah Permasalahan
c. Tujuan penelitian (umum dan khusus) B. Rumusan masalah
d. Kerangka konsep (definisi) C. Tujuan dan manfaat
e. Tinjauan pustaka penelitian
f. Metode penelitian D. Kerangka konsep
g. Biaya E. Metode penelitian
h. Daftar Pustaka (kl tugas kelompok F. Jadwal
minimal 20) G. Daftar pustaka

Proposal penelitian, rancangan penelitian, dan proposal penelitian skripsi

Proposal Penelitian Rancangan penelitian Proposal Penelitian Skripsi

Digunakan untuk memperoleh Digunakan untuk peneliti Digunakan untuk


sponsor atau bantuan dalam melakukan penelitian mendaftarkan dimulainya
pembiayaan lainnya kepada sebagai panduan atau penelitian tugas akhir sebagai
pihak lain pedoman panduan pembimbing dan
mahasiswa

Luqyana A (FH UI 2019)


a. Latar belakang a. Latar belakang A. Latar belakang
permasalahan permasalahan Permasalahan
b. Rumusan masalah b. Rumusan masalah B. Rumusan Masalah
c. Tujuan penelitian c. Tujuan dan manfaat C. Tujuan dan Manfaat
(umum dan khusus) penelitian Penelitian
d. Kerangka konsep d. Kerangka teori D. Definisi Operasional
(definisi operasional) e. konsep/definisi E. Metode Penelitian
e. Tinjauan pustaka operasional F. Sistematika penulisan
f. Metode penelitian f. Metode penelitian Daftar pustaka
g. Biaya g. Jadwal penelitian
Daftar Pustaka Daftar pustaka

Tata cara penyusunan proposal penelitian


Proposal penelitian merupakan proses awal yang diperlukan sebagai perencanaan dan awal
pelaksanaan penelitian, dengan tahapan sebagai berikut:
1. Identifikasi dan pemilihan rumusan masalah melalui penelusuran literatur dahulu
2. Perumusan judul
3. Memformulasikan dan mengharmonisasikan rumusan masalah dan tujuan umum dan khusus
penelitian
4. Menetapkan manfaat teoritis dan praktis
5. merumuskan definisi operasional
6. Menetapkan metode penelitian
7. Menyusun sistematika penulisan.

Proposal penelitian hukum


Tujuan proposal penelitian hukum menurut Prof. Soerjono soekanto dalam pengantar penelitian
hukum: menguji dan mengembangkan kebenaran atas suatu peristiwa hukum untuk
a. Mendapatkan pengetahuan gejala hukum, sehingga diperoleh masalah hukum atau
memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam lagi, sehingga dirumuskan masalah hukum
lanjutan
b. Mengembangkan secara lengkap aspek hukum dari suatu keadaan, perilaku pribadi, dan
kelompok
c. Mendapatkan keterangan mengenai frekuensi peristiwa hukum atau memperoleh data
mengenai keterkaitan antara satu gejala hukum dengan peristiwa hukum tertentu

Perumusan pokok permasalahan


→ Dirumuskan sebelum merumuskan judul penelitian karena judul bisa berubah dan judul sifatnya
tentatif
→ dirumuskan dengan kalimat pertanyaan, bukan pernyataan

Sumber acuan perumusan masalah


- Bahan pustaka; Dalam 20 daftar pustaka harus ada: Sumber hukum primer, Sekunder, tersier

Luqyana A (FH UI 2019)


- Politik hukum pemerintah
- Diskusi dengan para ahli/rekan
- Pengalaman pribadi

Syarat perumusan masalah


- Menarik perhatian peneliti
- Peneliti mempunyai pengetahuan tentang hal yang akan diteliti
- Ketersediaan informasi atau data

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah


1. Kemampuan peneliti
2. Waktu yang tersedia
3. biaya

Perumusan judul penelitian


- Judul dirumuskan setelah perumusan pokok permasalahan
- Merupakan refleksi permasalahan yang akan diteliti

Syarat perumusan judul


- Tidak terlalu umum
- Tidak terlalu panjang (kalau judul panjang buat judul utama dan sub judul)
- Menggunakan tata bahasa yang baku
- Untuk penelitian yang menggambarkan hubungan sebab akibat harus mempunyai
independent dan dependent variable

Pertemuan 4: Sumber Hukum dalam Penelitian Hukum

Sumber hukum dalam penelitian hukum


- Penelitian hukum sebagai penelitian terhadap sumber hukum merupakan penelitian yang
diarahkan untuk memahami aspek teori dan praktiknya
- Penelitian yuridis normatif seperti law in books, yaitu berdasarkan sumber hukum tertulis
dan tersistem secara formal → books secara luas bukan hanya buku, tetapi berbagai peraturan
perUUan juga
- Penelitian yuridis empiris dan yuridis sosiologis sebagai law in action, yaitu berdasarkan
sumber hukum tidak tertulis, informal, tetapi sistematis. → yang ada pada masyarakat
(keberlakuan, masalah yang terjadi, positif negatifnya)
- Selama ini, penelitian hukum cenderung kurang melihat perbedaan (the discrepancy) antara
hukum sebagai aturan dan praktik hukumnya secara formal. → hukum selain diteliti sebagai
aturan, hukum juga bisa dilihat praktik di lapangan

Luqyana A (FH UI 2019)


Makna sumber hukum
Sumber hukum adalah segala sesuatu yang melahirkan hukum. Sumber hukum dapat pula disebut
asal muasal hukum yang terbagi dua, yaitu sumber hukum formal dan sumber hukum materil.

Sumber hukum materiil adalah sumber hukum yang memengaruhi isi atau materi muatan hukum.
Misalnya budaya hukum, keyakinan masyarakat à pelaksanaan dari bunyi peratutan peruuan

Sumber hukum formal adalah sumber hukum yang menentukan hukum dibentuk, berlaku dan
diterapkan ditaati dan dikenakan sanksi. Misalnya UU, perda.

Sumber hukum dalam penelitian hukum

BEDAKAN TEORI DAN PENDAPAT → teori sudah diuji dan diikuti sejak lama

Luqyana A (FH UI 2019)


Pohon hukum sebagai pembagian objek penelitian hukum

Makna pohon hukum dan penelitian hukum


a. Bagian akar:
1. Sejarah hukum
2. Perbandingan hukum
3. Filasafat hukum
4. Sosiologi
5. Antropologi
6. psikologi
b. Bagian batang:
1. Dogmatik hukum
a. Ilmu tentang kaidah (normwissenschaft atau sollenwissenschaft)
b. Ilmu tentang pengertian (begriefen wissenchaft)
2. Ilmu tentang kenyataan (tatschenwissenschaft atau seinwissenschaft)
c. Bagian leher:
1. Politik hukum
d. Bagian cabang:
1. Han
2. Htn
3. Hukum pidana (materiil dan formil)
4. Hukum perdata (materiil dan formill)
5. Hukum internasional
Kebenaran itu absolut, bukan pada peraturan perundang-undangan, tapi pada teori hukum dan
filsafat hukum, apalagi praktik penegakan hukum itu benar, apabila bertentangan dengan teori dan

Luqyana A (FH UI 2019)


filsafat hukum. JANGAN MENJADIKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PRAKTIK
PENEGAKAN HUKUM SEBAGAI KEBENARAN ABSOLUT.
à KALAU ANGGAPAN DEMIKIAN, LEGALISTIK-POSITIVISTIS

Penelitian hukum
Gijssels dan van hoecke mengatakan ilmu hukum (jurisprudence) merupakan suatu ilmu
pengetahuan yang secara sistematis dan terorganisasikan mengenai gejala hukum, struktur
kekuasaan , norma-norma, hak-hak dan kewajiban sehingga wajar penelitian ilmu hukum tidak
bersifat empiris atau menilai efektivitas.
Namun, penelitian hukum dapat juga bersifat empiris dengan memahami hukum sebagai aturan
sosial yang berlaku dan diterapkan atau tidak. Misalnya, persepsi masyarakat terhadap UU Ciptaker
dan perilaku masyarakat dalam mematuhi peraturan mengenai penggunaan masker.

Penelitian hukum sebagai jurisprudence


Jurisprudence berasal dari kata jus, juris yang artinya hukum atau hak dan kata prudence berarti
mempunyai keahlian
Eropa kotinental :.. | Anglo saxon : suatu yang berkaitan dengan hukum
à Jurisprudence adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan menguasai ilmu hukum

Ilmu hukum dan penelitiannya


Purnadi purbacaraka dan soerjono soekanto Menyatakan ilmu hukum jika diteliti mencakup
1. Penelitian tentang kaidah atau norma yaitu penelitian yang menelaah hukum sebagai kaidah
dengan dogmatik hukum dan sistematik hukum
2. Penelitian tentang pengertian hukum seperti penelitian subjek hukum, kejadian hukum dan
peristiwa hukum
3. Penelitian tentang kenyataan yang menyoroti hukum sebagai perilaku dan sikap manusia
mencakup sosiologi hukum, antropologi hukum dan fisiologi hukum

Penelitian hukum normatif


● Penelitian hukum normatif tidak dimaksudkan menilai norma hukum tertulis sebagai yang
paling benar, tetapi juga menganalisis apakah suatu sumber hukum tertulis yang formal telah
memenuhi tujuan hukum, kepastian hukum (legal certainty) , keadilan (justice), dan
kemanfaatan (benefit; doelmatigheid)
→ penelitian hukum normatif tidak sama dengan penelitian kepustakaan
● Makna UU atau peraturan perundang-undangan tidak dapat disamakan sebagai hukum
● UU lebih merupakan justifikasi kepentingan pembentuknya, sedangkan hukum merupakan
justifikasi atas kebenaran yang objektif, bukan kepentingan tertentu
● Jadi, penelitian hukum normatif adalah penelitian mengenai kritik terhadap benar salahnya
perumusan sumber hukum tertulis secara objektif dengan memperhatikan tujuan hukum
● Misalnya, penelitian terhadap UU Ciptaker yang diteliti adalah pasal-pasal atau materi
muatan apakah sesuai dengan tujuan hukum: kepastian, keadilan, dan kemanfaatan? Jadi
bukan membahasnya secara deskriptif saja

Luqyana A (FH UI 2019)


Jenis penelitian hukum normatif
1) Penelitian terhadap asas-asas hukum
2) Penelitian terhadap sistematika hukum
3) Penelitian terhadap taraf sinkronisasi vertikal dan horizontal
4) Perbandingan hukum
5) Sejarah hukum

Asas-Asas Sistematika Hukum Taraf Sinkronisasi Perbandingan Hukum Sejarah Hukum


Hukum
Pikiran atau Pembagian atau Penyelarasan dan Membandingkan Menelaah hukum
nilai dasar yang perumusan norma penyerasian dengan cara mencari berkembang dan
terdapat dalam peraturan berbagai peraturan perbedaan dan mengapa tetap bertahan
dalam peraturan perundang- perundang- persamaan antara atau berubah. Sejarah
perundang- undangan atau undangan yang sistem hukum yang hukum berhubungan
undangan atau di putusan, perjanjian terkait dengan berlaku dalam satu erat dengan
luar peraturan yang dinilai peraturan atau beberapa negara perkembangan
perundang- kelogisan dan perundang- ataupun masyarakat peradaban dan diatur
undangan rasionalitasnya undangan yang untuk dijadikan best dalam konteks sejarah
telah ada mengatur practice dan lesson kehidupan manusia
bidang tertentu learned secara keseluruhan dan
pengaruh apa saja,
sehingga hukum tetap
bertahan atau berubah
dalam
perkembangannya

Jenis penelitian hukum empiris


1. Penelitian tentang identifikasi hukum tidak tertulis
2. Penelitian efektivitas peraturan perundang-undangan

Dalam proposal skripsi, rincian biaya penelitian diganti dengan sistematika penulisan

Pertemuan 5: Etika Penelitian dan Struktur Organisasi Penelitian

Etika penelitian sering menjadi pembahasan yang menarik karena menjadi ukuran baik buruknya
jenis penelitian yang akan dilakukan. Oleh karena itu, perlu pemahaman yang

Kenapa penting?
1. Norma mempromosikan tujuan penelitian, seperti pengetahuan, kebenaran, dan
menghindari kesalahan. Misalnya, larangan mengarang, memalsukan, atau salah
mengartikan data penelitian mempromosikan kebenaran dan menimbulkan kesalahan

Luqyana A (FH UI 2019)


2. Karena peneliti banyak bekerja sama dan koordinasi dengan banyak orang di berbagai
disiplin ilmu dan institusi. Etika penting untuk menjaga kerja kolaboratif, seperti rasa
kepercayaan, akuntabilitas, saling menghormati, dan keadilan. Misalnya, banyak norma etika
dalam penelitian, seperti pedoman untuk kepenulisan, kebijakan hak cipta dan paten,
kebijakan berbagi data, dan aturan kerahasiaan dalam tinjauan sejawat, dirancang untuk
melindungi kepentingan kekayaan intelektual sekaligus mendorong kolaborasi. Kebanyakan
peneliti ingin menerima penghargaan atas kontribusi mereka dan tidak ingin ide-ide mereka
dicuri atau diungkapkan sebelum waktunya.
3. Banyak norma etika membantu memastikan bahwa peneliti dapat dimintai
pertanggungjawaban kepada publik misalnya, kebijakan federal tentang pelanggaran
penelitian, konflik kepentingan, perlindungan subjek manusia, dan perawatan dan
penggunaan hewan diperlukan untuk memastikan bahwa peneliti yang didanai oleh uang
publik dapat dimintai pertanggungjawaban.
4. Norma etika dalam penelitian juga membantu membangun dukungan publik untuk
penelitian. Orang lebih cenderung mendanai proyek penelitian jika mereka dapat
mempercayai kualitas dan integritas penelitian
5. Banyak norma penelitian mempromosikan berbagai nilai moral dan sosial penting lainnya
seperti tanggung jawab sosial, HAM, kesejahteraan hewan, kepatuhan terhadap hukum serta
kesehatan dan keselamatan masyarakat. Penyimpangan etika dalam penelitian dapat secara
signifikan merugikan subjek manusia dan hewan, siswa, dan masyarakat. Misalnya, seorang
peneliti yang mengarang data dalam uji klinis dapat membahayakan atau bahkan membunuh
pasien, dan seorang peneliti yang gagal mematuhi peraturan dan pedoman yang berkaitan
dengan radiasi atau keselamatan biologis dapat membahayakan kesehatan dan
keselamatannya atau kesehatan dan keselamatan staf dan siswa.

MORAL ETIKA
Nilai moral membentuk pemikiran seseorang • Etika adalah standar "baik dan buruk" yang
tentang benar dan salah. Etika berbeda dari dibedakan oleh "komunitas tertentu" atau
moral karena jauh lebih praktis. Kode etik tidak pengaturan sosial.
harus bermoral. Itu hanya seperangkat aturan • Etika adalah apa yang kita anggap moral dan
untuk diikuti orang. Beberapa organisasi benar. Etika adalah bagian besar dari
profesional (seperti American Bar Association pekerjaan penelitian apa pun, karena itu
dan American Medical Association) telah bisa menjadi pembeda antara berhasil dan
membuat kode etik khusus untuk bidangnya gagal.
masing-masing. • Mendefinisikan cara "etika" berfokus pada
standar studi disiplin ilmu, seperti filsafat,
teologi, hukum, psikologi, atau sosiologi.
• Etika juga dapat didefinisikan sebagai
metode, prosedur, perspektif untuk
menganalisis masalah dan isu yang
kompleks.
Lebih kepada interaksi dengan orang lain,
bahkan di setiap kelompok masyarakat dapat
berbeda.
Ada kelompok masy A: melarang alkohol
di kelompok masy B: bahkan anggur adalah instrumen ibadah

Luqyana A (FH UI 2019)


di kelompok A: boleh poligami di kelompok B: malah tidak boleh mungkin Etik itu standar di
kelompok masyarakat tertentu
Bisa jadi etika di suatu kelompok, dicibir oleh kelompok masyarakat lain
etik di kelompok masyarakat kedokteran atau kelompok masy advokat mungkin masih sulit
diterima masyarakat umum: advokat kok membela orang salah?
Hal ini mungkin saja bahwa masyarakat belum paham. Misalnya saja ada orang yang benar,
dikriminalkan.

Pengertian / definisi etika penelitian


● Etika penelitian adalah prinsip moral yang mengatur bagaimana
peneliti seharusnya melaksanakan . pekerjaannya. Prinsip-
prinsip ini digunakan untuk membentuk peraturan penelitian
yang disepakati oleh kelompok-kelompok seperti badan
pengelola universitas, masyarakat atau pemerintah. Semua
peneliti harus mengikuti semua peraturan yang berlaku untuk
pekerjaan mereka. semua peraturan yang berlaku untuk
pekerjaan mereka.
● Etika juga dapat didefinisikan sebagai metode, prosedur
perspektif untuk menganalisis masalah isu yang kompleks

Etika Penelitian
● Pedoman etika yang berlaku untuk setiap kegiatan penelitian, termasuk sikap dan perilaku
peneliti
● Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan
keterampilan yang dikuasai (etika dan profesional)
● Perilaku peneliti, seorang peneliti harus:
○ Menunjukkan integritas dan profesionalisme, taat kaidah ilmiah, serta menjunjung
tinggi nama baik institusi yang diwakilinya
○ Mengutamakan kejujuran, keadilan, dan tidak diskriminatif
○ Mempertahankan hak cipta yang dimiliki peneliti
○ Menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat dalam penelitian dengan prinsip
menghargai martabat manusia
● Etika adalah norma perilaku yang membedakan antara perilaku yang dapat diterima dan
yang tidak dapat diterima
● Etika adalah prinsip dan pedoman yang membantu kita menjunjung tinggi hal yang kita
hargai
● Etika penelitian adalah seperangkat prinsip di seluruh dunia yang mengatur cara penelitian
apapun yang melibatkan interaksi antara peneliti dan manusia lain atau jaringan manusia
atau data yang berkaitan dengan manusia, dirancang, dikelola, dan dilakukan.
● Rigor, respect, responsibility.

Luqyana A (FH UI 2019)


Kode etika penelitian secara universal

Rigour: Ajeg respect: menghargai Responsible: tanggung jawab

● Terampil dan memelihara - Pastikan - Didiskusikan masalah


pengetahuan mutakhir, penelitian sains
tidak bersifat dogmatik dibenarkan - Jangan menyesatkan;
kecuali filsafat hukum yang - Meminimalkan memberikan bukti
bersifat dogmatik dampak negatif yang benar
● Mencegah tindakan korupsi terhadap sesama
● Menghormati dan manusia, hewan,
menghargai karya ilmuwan dan lingkungan
lain hidup

Basic principles of research ethics


1. Minimising the risk of harm
2. Obtain informed consent
3. Protecting anynymity and confidentiality
4. Avoiding deceptive practices
5. Providing the right to withdraw

Dalam penelitian, sejumlah prinsip etika dapat diidentifikasi


- Orang-orang yang terlibat dalam penelitian harus dilindungi dari bahaya atau stress fisik,
emosional dan psikologis.
- Privasi dan kerahasiaan peserta penelitian harus dilindungi
- Orang harus memberikan, tanpa paksaan, persetujuan mereka untuk mengambil bagian
dalam penelitian
- Partisipan penelitian tidak boleh tertipu, termasuk tentang hakikat penelitian tsb, kecuali
keadaannya luar biasa
- Penelitian tidak boleh membuat orang mlakukan tindakan yang ilegal atau mengurangi harga
diri merkela
- Penelitian harus melindungi hak orang untuk menentukan nasib sendiri
- Risiko penggunaan penelitian yang “negatif” harus diminimalkan
- Peserta penelitian harus diperlakukan dengan adil, penuh perhatian, dan hormat

Prinsip-prinsip etika penelitian


1. Penelitian harus dirancang, ditinjau dan dilakukan dengan cara yang menjamin integritas dan
kualitasnya
2. Staf dan subjek penelitian harus diberitahu sepenuhnya tentang tujuan, metode, dan
kemungkinan penggunaan penelitian, apa yang ditimbulkan oleh partisipasi mereka dalam

Luqyana A (FH UI 2019)


penelitian dan resiko apa, jika ada, yang terlibat. Beberapa variasi diperbolehkan dalam
konteks penelitian yang sangat spesifik dan luar biasa
3. Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh subjek penelitian dna anonimitas responden
harus dihormati
4. Partisipan penelitian harus berpartisipasi secara sukarela, bebas dari paksaan apapun
5. Membahayakan partisipan penelitian harus dihindari
6. Independensi dan ketidakberpihakan peneliti harus jelas dan setiap konflik kepentingan atau
keberpihakan harus eksplisit

Prinsip & Isu Etika Penelitian


PENELITI PESERTA
Integritas Keadilan
Kompetensi Harga Diri
Tanggung Jawab Kerahasiaan
Kejujuran Pribadi
Non-Maleficence/Melarang tindakan yang membahayakan
Beneficence/Kemurahan hati
Kemandirian

Beneficence Nonmaleficence Beneficence mengacu pada


Beneficence mengacu pada Nonmaleficence berasal dari tindakan membantu orang
tindakan yang dilakukan untuk pepatah Latin primum non lain. Nonmaleficence tidak
kepentingan orang lain. nocere yang berarti "pertama, membahayakan. Dengan
Tindakan yang bermanfaat jangan membahayakan". demikian, perbedaan utama
dapat membantu mencegah Dengan demikian, antara kemurahan hati dan
atau menghilangkan bahaya nonmaleficence pada dasarnya non-kemalangan adalah
atau hanya untuk memperbaiki berarti tidak membahayakan. bahwa kebaikan meminta
situasi orang lain. Dengan kata Contoh nonmaleficence Anda untuk membantu
lain, tindakan baik termasuk termasuk tidak mengatakan hal- orang lain sedangkan
menyelamatkan seseorang dari hal yang menyakitkan kepada nonmaleficence meminta
bahaya atau bahaya atau orang lain dan tidak Anda untuk tidak menyakiti
membantu seseorang untuk memberikan obat-obatan orang lain. Kedua konsep ini
memperbaiki situasinya. berbahaya. Dalam praktik secara bersama-sama
Contoh-contoh kebaikan kedokteran, contoh menyatakan bahwa Anda
tertentu termasuk nonmaleficence termasuk harus bertindak dengan
menyelamatkan seseorang dari menghentikan obat yang cara yang bermanfaat bagi
tenggelam, mendorong terbukti berbahaya atau yang lain dan pada saat
seseorang untuk berhenti menolak memberikan yang sama, Anda tidak
merokok, membangun rumah pengobatan yang belum boleh merugikan mereka.
bagi seorang tunawisma, terbukti efektif..
mendidik orang tentang sanitasi
umum, dll.. Banyak orang menganggap
bahwa nonmaleficence adalah
Seperti disebutkan di atas, pertimbangan utama etika
kedua istilah ini sebagian besar karena lebih penting untuk
terkait dengan etika medis. tidak membahayakan pasien
Dalam konteks ini, kebaikan daripada melakukan kebaikan

Luqyana A (FH UI 2019)


mengacu pada mengambil bagi mereka. Karena banyak
tindakan yang melayani metode perawatan melibatkan
kepentingan terbaik pasien. Ini beberapa tingkat kerusakan,
melibatkan kewajiban untuk konsep nonmaleficence akan
membantu mereka yang berada menyiratkan bahwa kerusakan
dalam kesulitan, dan tidak boleh tidak proporsional
melindungi hak-hak pasien, dengan manfaat perawatan.
menyediakan perawatan bagi
mereka yang membutuhkannya,
mencegah komplikasi lebih
lanjut, dll. Kelaikan dianggap
sebagai nilai inti dari etika
perawatan kesehatan.

Isu etika dalam tahapan penelitian


1. Permasalahan penelitian
- Apakah [penelitian ini signifikan bermanfaat bagi orang lain?
- Apakah menggunakan dana masyarakat
- Sudahkah melakukan tinjauan pustaka yang menyeluruh untuk melihat apakah
penelitian sudah dilakukan
- Apakah etis untuk mengulang penelitian (mengkonfirmasi, memperluas,
menyanggah)
2. Pertanyaan penelitian
- Apakah mengekspos seseorang dengan resiko privasi terganggu
- Mengidentifikasi dengan jelas tujuan penelitian kepada peserta penelitian
3. perencanaan/rancangan penelitian
- Apakah pilihan dalam studi anda merupakan pilihan etis?
- Observasi versus intervensi
- Rasio manfaat/risiko
- Apakah secara metodologis terdengar?
- Apakah anda memiliki keahlian untuk melakukannya?
4. Pengumpulan data
- Menghormati peserta, lokasi
- Menghormati privasi dan kerahasiaan
- pemantauan
5. analisi/pengolahan data
- Bagaimana melindungi anonimitas peserta?
- Bagaimana menganalisis data, apakah memiliki pengalaman?
- Berapa lama menyimpan data setelah dianalisis, di mana, dan bagaimana
menyimpannya?
6. Diseminasi penelitian
- Kepengarangan (siapa yang akan melakukannya apa dan kapan, urutan
kepengarangan benturan kepentingan, finansial)
- Pelaporan (fabrikasi, falsifikasi, plagiarism)

Luqyana A (FH UI 2019)


- Menyalin tanpa mengutip, paraphrase tanpa pengutip, menggunakan ide orang lain

Praktik tidak etis yang harus dihindari saat mempublikasikan penelitian:


1. Masalah pemalsuan data 4. Konflik pengarang
2. Plagiarisme 5. Pengiriman duplikat
3. Konflik kepentingan

Soejono soekanto (hal 36 bukmer)


● Hal-hal yang menjadi perhatian di dalam melaksanakan penelitian yang terkait dengan etika
penelitian, yaitu berkaitan dengan hibah dan sponsor (kewenangan peneliti, misal hak
publikasi, HAKI, dll)
● Berkaitan dengan data
● Berkaitan dengan sumber data, satun, memperhatikan budaya
● Berkaitan dengan sesama peneliti
● Berkaitan dengan sifat konfidensial dan anonimitas

Ethical issues regarding copyright


- You need permission to use figure and tables from other published sources
- Quotes are okay if properly referenced.
- Usually, it is no problem getting permission for education purposes.
- Bottom line is that bad things may happen to you if you are intentionally unethical
- Respondent: Comfort and Confidentiality of Participant – informed consent, confidentiality,
anonymity
- Relationship among researcher
- Integrity
- Compliance with University Policy
- Reputation issues
- Regarding copyright
- Area of scientific dishonesty

Respondents/Participant
• Informed consent
• understands what’s involved
• knows what will be done with the data
• can freely choose to take part or not
• Confidentiality; anonymity
• whether or not assurances given
• n.b. data protection implications
• Risk of other disadvantage or harm
• distress, embarrassment, loss

Researchers

Luqyana A (FH UI 2019)


• Some respondents or data collection environments may pose risks to the researcher (or other
data gatherers)
• Aim is not zero risk, but rather a plan that foresees possible risks and provides a means of
managing those risks

Integrity of Research
• Research should be designed to meet clear objectives honestly
• Should not be subject to undue or improper influences…
• including conflicts of interest
• …or falsified, or contain plagiarised material, or presented in ways that are designed to
mislead

Compliance With Codes, Policies, etc.


• Some specialised University codes and policies directly relevant to the ethics of research
design, e.g.:
• Data protection
• Information protection
• Ethics
• Health and Safety
• n.b. also other codes relevant to the researcher

Reputational Issues
• Legitimate concern in University-supervised research: damage to reputation may have
adverse effects across the whole institution
• Essential to think through in advance
• especially where researchers are relatively inexperienced (e.g. student dissertations)

Area ketidakjujuran / Area of Scientific Dishonesty


1. Plagiarism: menggunakan karya orang lain tanpa mengakui kontribusinya
2. Fabrikasi dan pemalsuan: fabrikasi membuat hasil dan pencatatan pelaporan mereka. Ini
terkadang disebut sbg “drylabbing”. Pemalsuan adalah memanipulasi bahan, peralatan, atau
proses penelitian atau mengubah atau menghilangkan data atau hasil sehingga penelitian
tidak terwakili secara akurat data, catatan penelitian
3. Non Publikasi data. Data disembunyikan
4. Kesalahan pengumpulan data (Faulty data gathering)
Jika mesin tidak dikalibrasi dengan benar, jika subjek tidak mengikuti prosedur dengan
benar, jika asisten peneliti yang tidak terlatih digunakan (mungkin memberikan instruksi
berbeda), jika pengujian dilakukan pada waktu yang berbeda pada hari itu.
5. Keterbatasan data (Poor data storage and retention)
Harus tersedia untuk verifikasi lainnya
6. Misleading authorship kesalahan pengertian berkaitan dengan ha pengarang

Luqyana A (FH UI 2019)


Orang-orang mengambil kredit yang benar-benar memberikan kontribusi yang sangat kecil
untuk penelitian ini. Jika sesama mahasiswa pascasarjana membantu Anda, mereka
seharusnya tidak mengharapkan nama itu. Hal yang sama berlaku dengan penasihat fakultas
kecuali mereka telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk studi (yang sering
terjadi!)

Rights in Research: You have a right to information about:


q Why the research study is being done?
q What will happen during the research study?
q Whether any study procedures, drugs, or devices are different from taking part in the
study.
q The possible benefits from taking part in the study
q Other treatment choices and their risks and benefits
q Medical treatment in care complications.
q Decide not to take part in the study, or decide to drop out, at any time.
q Decide whether to take part without any pressure.
q Ask questions at any time.
q Receive a copy of consent form

Etika riset UI

Pembudayaan Riset harus disertai dengan kesadaran etika periset maupun pemangku kepentingan.
Olah karenanya riset harus berpedoman pada etika riset yang sudah disepakati dan berlaku,
termasuk di dalamnya etika perilaku periset.

Ketetapan MWA UI: (SK MWA No. 002/SK/MWA-UI/2010 dan SK MWA No.
007/SK/MWA-UI/2005)
a. Kaidah dan prinsip dasar riset
Setiap periset UI harus memenuhi kaidah keilmuan berlandaskan hati nurani, moral, kejujuran,
kebebasan dan tanggung jawab serta semua dengan peraturan ketentuan yang berlaku
b. Prinsip dasar dalam riset
a. Riset yang dilakukan merupakan upaya untuk memajukan ilmu pengetahuan,
meningkatkan kesejahteraan, martabat, peradaban manusia, dan menghindari terjadinya
kerugian dan bahaya terhadap kepentingan manusia
b. Menghentikan riset, jika riset tersebut berpotensi menimbulkan kerugian, bahaya,
kerusakan, dan/atau kecelakaan bagi kepentingan manusia (dimensi fisik, psikologik,
sosial) dan lingkungannya
c. Perilaku Periset:
ü Menunjukan integirtas dan profesionalisme, taat kaidah keilmuan, serta menjunjung
tinggi nama baik UI

Luqyana A (FH UI 2019)


ü Mengutamakan kejujuran dan keadilan, tidak diskriminatif, serta memberikan bantuan
bila diperlukan
ü Mengkaji, memahami, dan dapat menjelaskan keungungan atau manfaat, serta risiko riset
ü Mempertahankan hak yang dimiliki seseorang sebagai objek sebagai obyek riset dalam
menjaga kerahasiaan pribadinya
ü Menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat dalam riset

MALALAKU (MISCONDUCT)
- Rekaan
pemalsuan data, atau tindakan lai yang menyimpang dari praktik yang lazim berlaku dalam
komunitas ilmiah termasuk dalam mengusulkan, melakukan dan melaporkan riset
- Plagiarism
tindakan periset yang mengemukakan kalimat, kata, data atau ide orang lain dengan
implikasi hal tersebut merupakan karya ilmiah miliknya tanpa menyebutkan dalam bentuk
yang sesuai dengan sumbernya, dan ketentuan ini juga berlaku untuk tinjauan pustaka bagian
metodologi dan latar belakang/historis pada makalah riset hasil riset asli dan interprestasi
- Autoplagiarism
tindakan periset yang mengutip kembali kalimat, kata, data atau ide karya tulis yang telah
dipublikasikan sebelumnya tanpa mengkiuti format menunuk yang baku.
- Kegagalan menaati ketentuan peraturan perundangan yang mengatur perlindungan peneliti,
sebagai subyek manusia atau publik
- Kegagalan memenuhi persyaratan hukum yang menyangkut penelitian

Struktur organisasi penelitian (tidak semuanya harus ada, sesuai penelitian)


- Nara sumber
- Konsultan penasehat
- Penanggung jawab
- Proyek penelitian
- Penelitian
- Administrasi
- Staf ahli
- Koordinator peneliti
- Peneliti
- Asisten peneliti
- Petugas lapangan
- supervisor/penyelia
- Ketua kelompok
- Spot-checker → mengecek pekerja lapangan apakah benar2 bekerja mewawancarai
narsum dll
- Enumerator - surveyor - interviewer
- Penunjang (sopir, penjaga ruang, dsb)

Luqyana A (FH UI 2019)


Pertemuan 6: Penulisan Karya Tulis Ilmiah

A. Topik
Topoi = pokok pembicaraan
Landasan untuk menyampaikan maksud seorang penulis

Syarat2 perumusan topik


1. Menarik perhatian penulis
2. Diketahui oleh penulis → mempunyai latbel pengalaman
3. Topik yang dipilih seyogyanya
a. Tidak terlalu baru karena kadang tidak ada landasan hukumnya
b. Tidak terlalu teknis (mengatur sebagai buku pegangan)

Sifat tulisan
- Kisahan (naratif) → hanya mengisahkan berupa sejarah atau cerita
- Persian (deskriptif) →
- Argumentatif→ ada argumen yang berkaitan dengan yg ditulis efektif atau tidak efektid
- Eksposisi → penulisan disertasi

B. Tema
1. Berasal dari kata tithenai
2. Punya 2 pengertian:
a. Suatu pesan utama yang disampaikan oleh penulis melalui tulisannya
b. Perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dna tujuan yang ingin
dicapai

C. Judul

Perumusan judul:
1. Harus relevan dengan masalah yang dibahas
2. Menimbulkan keinginan membaca (provokatif) à provokatif dari judul itu sendiri dengan
membaca judul yang disampaikan membuat seseorang ingin tahu tulisannya dalam artian ni
judul harus menarik
3. Jangan terlalu panjang jika panjang dibuat judul utama dan judul tambahan (tanda kurung
atau font nya lebih kecil)
4. Pada penulisan yg menggambarkan hubungan sebab akibat harus ada variabel bebas
(independent variable) dan variabel terikat (dependent variable)

Luqyana A (FH UI 2019)


D. Kerangka Karangan (out line)

Kegunaan:
1. Menyusun karangan secara teratur
2. Membantu menciptakan klimaks yang berbeda (jangan monoton)
3. Menghindari penguraian topik secara berulang (manfaat membuat outline jd di bab 2 jangan
diulang lg di bab 3)
4. Memudahkan mencari materi pembantu/referensi

Cara merumuskan kerangka karangan


1. Kerangka kalimat
2. Kerangka topik → bentuknya spt daftar isi, sebaiknya diuraikan

Bentuk lahiriah skripsi/tesis/disertasi


1. Bagian awal
a. Halaman sampul
b. Halaman judul → nama pengarang npm, logo ui/fh, disusun sebagai prasyarat
c. Halaman pernyataan orisinalitas → orisinil bukan plagiat
d. Halaman pengesahan → ttd para pembimbing dan penguji
e. Kata pengantar termasuk ucapan makasih →
f. Halaman pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah
g. Abstrak → 2 bahasa
h. Daftar isi
i. Daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lain (jika ada)

2. Bagian isi
a. Pendahuluan
b. Isis skripsi/tesis/disertasi (jumlah bab tergantung ruang lingkup penulisan)
c. Penutup: simpulan (dan saran kalau ada)

3. Bagian akhir
a. Daftar pustaka
b. Lampiran → sifatnya khusus atau khas

Teknik penulisan
1. Ukuran kertas A4, kalo soft copy dalam bentuk pdf
2. Warna cover: S1 putih, S2 coklat tua
3. TNR 12
4. Margin/pias 4-3-3-3
5. Spasi/kait 1,5 (kecuali untuk kutipan lebih dr 3 baris, catatan kaki dan daftar pustaka 1,0)
6. Tinta hitam
7. pemisahan/pemenggalan kata: mengikuti kaedah tata bahasa Indonesia

Luqyana A (FH UI 2019)


8. Nomor halaman: huruf romawi kecil untuk bagian pendahuluan, huruf arab untuk bagian isi,
mulai BAB I sd bagian akhir (dafpus), ditulis di sudut kanan atas atau sudut kanan bawah
9. Judul bab menggunakan huruf kapital, judul subbab hanya huruf pertama setiap kata saja
yang menggunakan huruf kapital
10. Huruf miring: berfungsi menggantikan garis bawah, penulisan judul buku, judul jurnal, dan
judul peraturan
11. Penulisan angka: angka tidak dapat mengawali kalimat, angka yang kurang dari 2 digit ditulis
dengan huruf
12. Penulisan kutipan: kutipan langsung dan tidak langsung
13. Penulisan sumber kutipan: menggunakan pola Turabian (Chicago Manual/Pedoman
Penulisan FHUI)
14. Penulisan dafpus: menggunakan pola Turabian (chicago manual of style/pedoman penulisan
FHUI)

Penulisan kutipan
● Bila naskah asli ada kesalahan beri tanda [sic!]
● Bila ada yang dihilangkan, ganti dengan tanda elipsis (...), kalau di akhir kalimat harus ada 4
titik karena menambahkan titik untuk akhir kalimat.

Cara mengutip
1. Kutipan langsung (dikutip dari sumber/referensi seperti apa adanya)
a. Kurang dr 4 baris → diintegrasikan dengan naskah, jarak 1.5 spasi, diapit tanda kutip,
diberi nomor urut kutipan (footnote)

b. 4 baris atau lebih → dipisahkan 3 spasi dari naskah, diketik menjorok ke dalam 5-7
ketuk sejajar dengan alinea baru, jarak 1 spasi, tidak perlu diapit tanda kutip

Luqyana A (FH UI 2019)


2. Kutipan tidak langsung → kutipan sudah dimodifikasi atau diterjemahkan (diintegrasikan
dengan naskah, jarak 1,5 spasi, tidak diapit tanda kutip, diberi nomor urut kutipan)

Tes uji kemiripan (turnitin) mhs S1 maks. 30%, S2 maks. 25%

Penulisan sumber kutipan


- American psychological association manual (APA): sumber kutipan ditulis di antara tanda
kurung langsung setelah kutipan → kurang informatif

Luqyana A (FH UI 2019)


- Modern language association handbook (MLA): sumber kutpan ditulis di akhir bab (end note)
- Chicago manual of style (Kate L turabian): sumber kutipan ditulis di kaki halaman (foot note)

Penomoran footnote dimulai baru pada setiap babnya (mulai dari nomor 1 lagi)
Penulisan nama “Hasan bin Yusuf” di dafpus tidak dibalik, tetap Hasan bin Yusuf
Penulisan nama cina dan korea “Gouw Giok Siong” → marganya adalah Gouw sehingga di dafpus
ditulis “Gouw, Giok Siong”

Contoh Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka Buku (Kate L. Turabian)

Luqyana A (FH UI 2019)


Pertemuan 7: Lanjutan

E. Editor (penyunting) / penghimpun;

F. Terjemahan/saduran

Luqyana A (FH UI 2019)


Penulisan singkatan halaman → Boleh hal, boleh hlm asal konsisten

G. Bab/chapter dari buku yang merupakan kumpulan karangan

Judul chapternya ditulis dengan tanda petik, judul bukunya italic


Yg ditulis miring hanya judul buku, jurnal, surat kabar.

H. Badan Korporasi

Cara Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka Artikel


a. Majalah

Luqyana A (FH UI 2019)


Gelar tidak perlu ditulis
Kenapa di dafpus chapter dan majalah ditaro halaman jg?
→ untuk menunjukkan penulis hanya membaca dan menggunakan referensi dari halaman2 tersebut.
Secara jujur mengakui tidak membaca artikel2 lainnya, melainkan hanya artikel yang bersangkutan

b. Harian

Kalau di korannya artikelnya bersambung di halaman lain, ditulis dengan “dan”, misal hlm. 6 dan 15.

Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka Skripsi/Tesis/Disertasi

Luqyana A (FH UI 2019)


Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka Makalah

Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka Peraturan Perundang-Undangan

Luqyana A (FH UI 2019)


Penulisan Catatan Kaki dan Daftar Pustaka INTERNET

Pengulangan
- Ibid
→ singkatan dari ibidem yang artinya pada tempat yang sama (digunakan jika kutipan
diambil dari sumber yang sama dengan sumber kutipan sebelumnya, tanpa disisipi sumber
lain)
Contoh:

Ibid harus berada di 1 bab yang sama, pada setiap bab baru catatan kaki harus mulai dr 1 lg
- Op. cit. dan Loc. cit → tidak digunakan lagi tetapi diganti dengan short title

Hanya nama belakang pengarang, judul buku juga yg awal2 aja.

Luqyana A (FH UI 2019)


REVIEW SEBELUM UTS (PAR)

Beda Empiris dan Sosiologis


• Empiris mengumpulkan persepsi responden, sedangkan kalau sosiologis mengumpulkan
perilaku yang diamati.
• Data primer, tetapi persepsi-perilaku.
• Yuridis-normatif-tidak pakai wawancara bisa, hanya literatur.
Teknis Penulisan
• Impresum adalah lokasi, nama penerbit, tahun terbit, ada dalam terbitan buku
• Cara menulis catatan kaki dan daftar pustak berbeda.
• FHUI menggunakan konsep footnote, harvard style.
• Tidak menggunakan [Link] dan [Link] lagi

Luqyana A (FH UI 2019)

Anda mungkin juga menyukai