0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Self Regulated Learning

Dokumen ini membahas tentang pengaruh self-regulated learning (SRL) terhadap prestasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Kota Ternate. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan belajar mandiri yang baik dapat mengoptimalkan lingkungan belajar dan mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Melalui psikoedukasi, siswa diajarkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar mereka, yang berdampak positif pada pemahaman dan kemandirian mereka dalam belajar.

Diunggah oleh

Nova
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Self Regulated Learning

Dokumen ini membahas tentang pengaruh self-regulated learning (SRL) terhadap prestasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Kota Ternate. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan belajar mandiri yang baik dapat mengoptimalkan lingkungan belajar dan mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Melalui psikoedukasi, siswa diajarkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar mereka, yang berdampak positif pada pemahaman dan kemandirian mereka dalam belajar.

Diunggah oleh

Nova
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Action Research Literate

Vol. 1, No. 1, Januari 2023


ISSN: 2808-6988 1

Self regulated learning Terhadap Prestasi Belajar untuk Siswa


SMK Negeri 1 Kota Ternate

Siti Umairah 1 , Syam Ardy Dabi 2


1,2
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun
umairahira7@[Link]

ABSTRAK
Self regulated learning (Pembelajaran mandiri) yang diatur sendiri telah
muncul sebagai konstruk baru yang penting dalam pendidikan. Pemahaman
kita tentang belajar mandiri telah diinformasikan oleh tiga aliran pemikiran:
(1) Penelitian tentang gaya metakognitif dan pengaturan, (2) Penelitian
tentang gaya belajar, dan (3) teori tentang diri, termasuk perilaku yang
diarahkan pada tujuan. Berdasarkan aliran pemikiran ini, model tiga lapis
disajikan. Seperti lapisan terdalam menangani pengaturan mode pemrosesan,
Lapisan tengah mewakili pengaturan proses pembelajaran dan lapisan terluar
menyangkut pengaturan diri. Pendidik dan peneliti akan mendapatkan
keuntungan dari integrasi ketiga kerangka acuan ini ke dalam model belajar
mandiri yang komprehensif. Psikoedukasi ini secara khusus berupaya untuk
memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi perkantoran SMK , dengan
Kata kunci: populasi peserta sebanyak 43 siswa. Siswa dengan kemampuan belajar
Self regulated learning mandiri yang lebih baik dapat mengoptimalkan lingkungan belajar dan
menjadi lebih progresif dalam hal pencapaian akademik. Hasil tersebut
Prestasi Belajar
menunjukkan bahwa SRL dapat mempengaruhi pengoptimalan lingkungan
Psikoedukasi belajar dan prestasi belajar.
Keywords:
Self-regulated learning has emerged as an important new construct in
Self regulated learning education. Our understanding of self-regulated learning has been informed
Learning Achievement by three schools of thought: (1) research on metacognitive and regulatory
Psychoeducation styles, (2) research on learning styles, and (3) theories about the self,
including goal-directed behavior. Based on these schools of thought, a three-
layer model is presented. As the innermost layer addresses the regulation of
processing modes, the middle layer represents the regulation of learning
processes and the outermost layer concerns self-regulation. Educators and
researchers will benefit from the integration of these three frames of reference
into a comprehensive self-learning model. This psychoeducation specifically
seeks to provide knowledge to vocational office students, with a participant
population of 43 students. Students with better self-learning abilities can
optimize the learning environment and be more progressive in terms of
academic achievement. The results suggest that SRL can influence the
optimization of learning environment and learning achievement.

Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA .


This is an open access article under the CC BY-SA license.

PENDAHULUAN
Zimmerman (1989) menjelaskan bahwa self-regulated learning memiliki tiga aspek, yaitu pertama
penggunaan berbagai strategi self-regulation, kedua tanggap terhadap umpan balik tentang keefektifan proses
pembelajaran dan ketiga proses motivasi. Siswa yang memiliki self-regulation akan dapat menemukan cara
untuk menjadi sukses, misalnya ketika menghadapi berbagai kendala, misalnya kondisi pembelajaran yang
tidak efisien, guru yang kebingungan dalam menjelaskan, atau kesulitan memahami buku pelajaran
(Zimmerman, 1989). Regulasi belajar digambarkan sebagai strategi yang digunakan siswa untuk mengelola
kognisi mereka (menggunakan strategi kognitif dan metakognitif) dan juga penggunaan strategi untuk
mengelola sumber daya pengetahuan (Pintrich & De Groot, 1990). Self-regulated learning merupakan suatu
proses dimana siswa mengaktifkan kognisi, perilaku dan perasaannya secara berurutan dan mampu
mengorientasikan dirinya untuk mencapai tujuan (Sari, 2018). Siswa yang belajar dalam self-regulated

Homepage: [Link]
2 ISSN: 2808-6988

learning akan mentransformasikan kemampuan mentalnya menjadi keterampilan dalam bentuk strategi
akademik (Zimmerman, 1990). Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa kebiasaan siswa yang kurang
baik antara lain mengerjakan pekerjaan rumah di kelas sebelum pelajaran dimulai.
Secara umum, siswa yang memiliki kemandirian dalam kehidupannya akan cenderung memilih dan
bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri (Nurfadilah, 2019). Kemandirian ini juga berlaku pada kemampuan
siswa dalam mengatur dirinya sendiri dalam proses belajar (Fatihah, 2016). Siswa yang mandiri dalam belajar
atau siswa yang memiliki self-regulated learning hendaknya dapat mengatur sendiri jam belajarnya, memilih
kegiatan mana yang mendukung prestasi akademiknya dan mana yang tidak mendukung prestasi akademiknya,
mengembangkan strategi belajar dan perilaku lain yang mencerminkan siswa tersebut. bertanggung jawab
terhadap pembelajarannya sehingga dapat berprestasi dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja
(Aritonang & Juhana, 2020). Keterampilan self regulated learning sangat diperlukan oleh siswa untuk dapat
mengatur dan mengarahkan dirinya sendiri, menyesuaikan diri dan mengendalikan dirinya dalam menghadapi
tugas belajar (Alfina, 2014). Secara motivasi, siswa yang memiliki self-regulated learning merasa dirinya
mampu, memiliki self-efficacy dan self-reliance (Pintrich et al., 1994). Siswa yang memiliki self-regulated
learning akan mampu membudayakan perilaku untuk memenuhi tujuan yang diinginkan dalam belajar
(Hidayat et al., 2020). Salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh siswa adalah berhasil dalam belajar dan
mendapatkan prestasi akademik yang baik. Siswa akan berhasil dalam belajar dan mendapatkan prestasi
akademik jika ada dorongan atau keinginan untuk belajar dalam diri siswa (Kusaeri & Mulhamah, 2016).
Sedangkan secara behavioral, siswa yang memiliki self-regulated learning akan memahami bagaimana
mereka harus memilih, mengatur dan mengorganisasikan lingkungannya agar lebih baik dalam belajar dan
mencapai prestasi melalui interaksi dan kebiasaan (Kristiyani, 2016). Melalui pembiasaan, siswa akan terbiasa
berperilaku sesuai dengan yang diharapkan sehingga terbentuk perilaku yang baik. Dwi Kencana Wulan (2016)
mendefinisikan pengaturan diri dalam belajar sebagai sejauh mana peserta secara aktif melibatkan metakognisi,
motivasi, dan perilaku dalam proses belajar. (Asri, 2016), berpendapat bahwa siswa yang menerapkan self-
regulation dalam pembelajarannya akan mengalami beberapa kemajuan dan perubahan dari berbagai aspek.
Menurut Zimerman, tahapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran a) Tahap pertama (perencanaan), yaitu
dimana kegiatan-kegiatan penting di dalamnya seperti rangkaian tujuan yang diinginkan atau tujuan tertentu
yang diminta setelah tugas (penetapan tujuan, perencanaan waktu/usaha dan observasi diri terhadap perilaku,
b) fase kedua (self-monitoring), yaitu membantu siswa menyadari keadaan kognisinya, misalnya memahami
bacaannya sendiri untuk melihat apakah sudah memahaminya, apakah sesuai rencana, hambatan apa ditemui,
sumber daya apa yang digunakan, c) Tahap ketiga (aktivitas kontrol) yaitu strategi pengendalian diri, menjaga
fokus, menghindari gangguan, melaksanakan tugas akademik pada suasana di kelas, d) tahap keempat (refleksi
atau evaluasi) yaitu evaluasi terhadap tugas-tugas yang dilakukan.
Menurut Sumadi (2018), “Prestasi Belajar sebagai nilai yang merupakan bentuk perumusan akhir yang
diberikan oleh guru terkait dengan kemajuan atau Prestasi Belajar siswa selama waktu tertentu”. Bukti
keberhasilan dari seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu merupakan
Prestasi Belajar yang dicapai oleh siswa dalam waktu tertentu.

METODE
Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dalam pelaksanaanya melalui beberapa tahapan yang diawali
dengan proses identifikasi, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Lokasi pelaksanaan kegiatan bertempat di
SMK Negeri 1 Ternate. Waktu pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 2 hari pada tanggal dan 21 dan 26
Juli 2023. Untuk proses tahapan identifikasi dilakukan sebelum tanggal pelaksanaan dengan tujuan mengenal
sekolah sasaran dan menemukan kesulitan yang dihadapi oleh sekolah sasaran. Tahap pelaksanaan pada hari
kedua di isi dengan beberapa kegiatan meliputi; 1). Edukasi tentang self regulated learning seperti tahapan
pelaksanaan kegiatan belajar yang terdiri dari pelaksanaan yang terdiri dari perencanaan, monitoring diri,
aktivitas control dan evaluasi untuk pencapaian prestasi akademik yang optimal 2). Self regulated learning
yang meliputi gaya belajar siswa yang sesuai seperti gaya auditori, gaya visual, gaya taktil dan gaya kinestik
yang tepat 3). Pengukuran melalui kuesioner . Tahap evaluasi dan tindak lanjut, dengan memberikan kuisioner
(Reaction sheet) dan instrument yang diberikan menggunakan skala likert kepada siswa untuk mengukur
tingkat kebermanfaatan kegiatan dan upaya tindak lanjut di waktu berikutnya. Pada sesi pelaksanaan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini menekankan pada setiap tema edukasi yang diberikan, adapun penekanan
materi bertujuan siswa sebagai target sasaran memperoleh pengetahuan, pemahaman dan mampu
mempraktekan dari materi yang diberikan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Siswa SMK N 1 Ternate yang dahulunya bernama SMEA Negeri Ternate berkedudukan di tengah Kota
Ternate Jln. Ki Hajar Dewantoro Takoma Ternate dengan Luas keseluruhan lahan 4.693 meter persegi dan
berlantai 3, kemudian memiliki beberapa program keahlian yaitu desain komunikasi visual, usaha layanan

Action Research Literate, Vol. 1, No. 1, Januari 2023


Action Research Literate ISSN: 2808-6988 3

pariwisata, akuntansi dan keuangan Lembaga, Manajemen perkantoran dan layanan bisnis, dan pemasaran.
Tahapan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di sekolah kepada manajemen perkantoran berupa a)
Tahapan persiapan : Untuk melaksanakan kegiatan dibuat group watshap yang berisi mahasiswa sebagai panitia
dan tim dosen sebagai pelaksana acara, b) Tahap pelaksanaan : kegiatan yang dijalankan yaitu ice breaking
oleh panitia untuk siswa sebelum memulai pembelajaran seperti bernyanyi dll, pembagian kuesioner pre test
untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang pengaturan diri untuk prestasi akademik sebelum
diberikan pengajaran, penyampaian materi oleh tim dosen, pertanyaan dari siswa, games untuk doorprize,
pembagian kuesioner post test setelah diberikan pengajaran, dan penutupan pelaksanaan psikoedukasi.
Beberapa penjelasan terkait strategi belajar yang diberikan saat psikoedukasi antara lain: Pengajaran yang
baik adalah pengajaran yang meliputi mengajar siswa tentang bagaimana belajar, bagaimana mengingat,
bagaimana berpikir dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri. Pembelajaran strategi lebih menekankan
pada kognitif, sehingga pembelajaran ini dapat disebut dengan strategi kognitif. Strategi belajar dapat
dibedakan menjadi empat macam, yaitu : a) Perencanaan : dimana aktivitas-aktivitas penting didalamnya
seperti serangkaian tujuan yang diinginkan atau tujuan khusus yang diminta setelah tugas (menetapkan sasaran
tujuan, merencanakan waktu/usaha dan observasi diri terhadap perilaku b) Monitoring diri : Membantu siswa
menjadi sadar atas keadaan kognisi misalnya mereka memahami bacaan mereka sendiri untuk melihat, apakah
sudah sesuai rencana, kendala apa yang ditemui, sumber daya apa yang digunakan c) aktivitas kontrol : strategi
untuk mengendalikan diri, mempertahankan fokus, menghindari distraksi, menjalankan rencana tugas-tugas
akademik, d) evaluasi : evaluasi terhadap tugas yang dikerjakan (apa perkembangan yang berhasil dicapai,
apakah ada peningkatan dari hasil belajar, apakah strategi sudah tepat.

Berdasarkan dari hasil psikoedukasi oleh 43 siswa dilihat dari aspek perencanaan jumlah siswa yang
sudah sangat baik dalam mengetahui dengan jelas tujuan belajar dan sasaran belajar. Pada aspek monitoring
terlihat dalam pretest mencapai 88,4% sebanyak 38 siswa kemudian sudah sangat baik sadar akan kognisinya
100%, siswa yang memiliki aktivitas kontrol yang baik sebanyak 40 siswa (93%) kemudian menjadi 43 siswa
(100%), dan evaluasi terjadi peningkatan perbedaan antara sebelum sebanyak 35 siswa (81,4%) dan sesudah
sebanyak 43 siswa (100%) pemberian pembelajaran oleh tim yang mana mereka dapat menggambarkan strategi
belajar yang tepat, mempertahankan fokus.
Kemudian dari hasil observasi dan wawancara bahwa siswa lebih mengutamakan gaya kinestetik dan
visual yaitu dapat mampu merencanakan pembelajaran penggunaan waktu belajarnya pada gaya belajar
kinestetik lebih mudah paham materi dengan gerakan, sehingga belajar melalui gerakan langsung atau praktik
langsung, dilihat dari mereka begitu menyukai pembelajaran dengan aktivitas seperti gerakan tubuh pada ice
breaking yang diberikan panitia untuk pembelajaran lebih menyenangkan dan siswa pada gaya visual lebih
suka melihat atau membaca teks yang berisi gambar, diagram, bagan, grafik, foto, dan sejenisnya lalu mereka
sering mencatat dengan menggunakan pensil, pulpen setelah memberikan pembelajaran, siswa percaya diri
untuk mengajukan pertanyaan yang ditandai dengan siswa mengangkat tangan.
Melatih siswa menjadi pembelajar mandiri atau self regulated learning yang mengacu pada pembelajar
yang dapat melakukan empat hal penting. Empat hal penting yang diberikan penjelasan sebagai pembelajar
mandiri atau self regulated learning adalah sebagai berikut: Secara cermat siswa dapat mendiagnosa suatu
situasi dalam pembelajaran tertentu baik untuk menghadapi ujian tahap akhir di SMK N 1 Ternate adalah a)
Self Regulated Learning
4 ISSN: 2808-6988

memilih suatu strategi tertentu untuk menyelesaikan masalah belajar, Memonitor keefektifan strategi yang
telah digunakan menghadapi ujian untuk memperoleh nilai yang bagus, b) cukup termotivasi untuk terlibat
dalam situasi belajar tersebut sampai masalah kegiatan belajar terselesaikan.

KESIMPULAN
Setelah dilakukan psikoedukasi terhadap strategi belajar self regulated learning untuk pencapaian belajar
siswa yaitu Siswa yang mengikuti psikoedukasi bertambah pengetahuan tentang pembelajaran diri sendiri
untuk menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan gaya belajar mereka masing-masing, Siswa yang
mengikuti psikoedukasi dapat mengerjakan tugas atau soal ujian yang sulit dengan hasil kerja keras dalam
belajar dan Siswa yang mengikuti psikoedukasi lebih mengutamakan gaya belajar kinestetik dan visual.

Gambar 1. Psikoedukasi kepada siswa SMK N 1 ternate (perkantoran)

Gambar 2. Ice breaking dan permainan pada siswa oleh tim panitia

Gambar 3. Ice breaking dan permainan pada siswa oleh tim panitia

Action Research Literate, Vol. 1, No. 1, Januari 2023


Action Research Literate ISSN: 2808-6988 5

Gambar 4. kuesioner dibagikan ke siswa dibantu panitia

Gambar 5. Selesai psikoedukasi dengan siswa

Gambar 6. Bersama panitia dan tim dosen

Self Regulated Learning


6 ISSN: 2808-6988

REFERENSI
Alfina, I. (2014). Hubungan Self-regulated learning dengan Prokrastinasi Akademik pada Siswa Akselerasi.
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1). [Link]
Aritonang, S., & Juhana, R. (2020). Strategi Pembelajaran dalam Menghadapi Tantangan Era Revolusi Industri
4.0. Seminar Pasca Sarjana 2019 UNNES.
Asri, D. N. (2016). PERANAN SELF-REGULATED LEARNING DALAM PENDEKATAN
KONSTRUKTIVISME DALAM KERANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM TAHUN 2013.
Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4(1). [Link]
Dwi Kencana Wulan, P. R. A. A. (2016). PENGARUH REGULASI DIRI TERHADAP PROKRASTINASI
AKADEMIK PADA SISWA SMA. Perspektif Ilmu Pendidikan, 30(2).
[Link]
Fatihah, M. Al. (2016). Hubungan Antara Kemandirian Belajar dengan Prestasi Belajar PAI Siswa Kelas III
SDN Panularan Surakarta. At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam, 1(2).
[Link]
Hidayat, M. N. A., Sumarwati, M., & Mulyono, W. A. (2020). Integritas Akademik Mahasiswa berhubungan
dengan Kemampuan dalam Mengatur Belajar Secara Mandiri. Journal of Bionursing, 2(2).
[Link]
Kristiyani, T. (2016). Self regulated learning konsep, implikasi, dan tantangannya bagi siswa di Indonesia. In
Sanata Dharma University Press, Yogyakarta.
Kusaeri, K., & Mulhamah, U. N. (2016). Kemampuan Regulasi Diri Siswa dan Dampaknya Terhadap Prestasi
Belajar Matematika. Jurnal Review Pembelajaran Matematika, 1(1).
[Link]
Nurfadilah. (2019). Kemandirian Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika. Prosiding Sesiomadika
2019, 2(1).
Pintrich, P. R., & De Groot, E. V. (1990). Motivational and Self-regulated learning Components of Classroom
Academic Performance. Journal of Educational Psychology, 82(1). [Link]
0663.82.1.33
Pintrich, P. R., Roeser, R. W., & de Groot, E. A. M. (1994). Classroom and Individual Differences in Early
Adolescents’ Motivation and Self-regulated learning. The Journal of Early Adolescence, 14(2).
[Link]
Sari, E. R. (2018). Hubungan Antara Self-regulated learning dengan Prestasi Akademik Siswa di SMK
Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 5(2).
Sumadi, S. Ph. D. (2018). Psikologi Pendidikan. In Rjawali Press (Vol. 1, Issue 1).
Zimmerman, B. J. (1989). Models of Self-regulated learning and Academic Achievement.
[Link]
Zimmerman, B. J. (1990). Self-regulated learning and Academic Achievement: An Overview. Educational
Psychologist, 25(1). [Link]

Action Research Literate, Vol. 1, No. 1, Januari 2023

Anda mungkin juga menyukai