0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Pengaruh Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah Di Shopee (Studi Pada Mahasiswa Feb Unisri)

Penelitian ini menganalisis pengaruh influencer marketing, ulasan pelanggan online, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk Wardah di Shopee, dengan data dari 100 responden mahasiswa FEB UNISRI. Hasil menunjukkan bahwa semua faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan p-value masing-masing di bawah 0,05. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi pemasaran digital dan peran influencer dalam menarik konsumen di industri kecantikan.

Diunggah oleh

sitiina055
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Pengaruh Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah Di Shopee (Studi Pada Mahasiswa Feb Unisri)

Penelitian ini menganalisis pengaruh influencer marketing, ulasan pelanggan online, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk Wardah di Shopee, dengan data dari 100 responden mahasiswa FEB UNISRI. Hasil menunjukkan bahwa semua faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan p-value masing-masing di bawah 0,05. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi pemasaran digital dan peran influencer dalam menarik konsumen di industri kecantikan.

Diunggah oleh

sitiina055
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS

P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

PENGARUH INFLUENCER MARKETING, ONLINE CUSTOMER REVIEW


DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK
WARDAH DI SHOPEE (STUDI PADA MAHASISWA FEB UNISRI)

Chassa Rena Kamila1, Mutya Paramita Pratita 2

Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia1


Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia2

Email: renakamila03@gmail.com1

Abstract: This study aims to analyze the influence of influencer marketing, online customer
reviews, and price perception on the purchase decision of Wardah products on Shopee. The data
used in this study is quantitative. The data source is primary data. Data collection in this study
used a questionnaire distributed to respondents. The sample in this study consisted of 100
respondents who use Wardah products (Study on FEB UNISRI Students), with purposive sampling,
or sampling based on certain characteristics. The analytical methods used in this study were
descriptive analysis, multiple linear regression analysis, t-test, F-test (model fit test), and
coefficient of determination (R2) test. The results of the t-test showed that influencer marketing
significantly influenced the decision to purchase Wardah products on Shopee with a p-value of
0.000 < 0.05. Online customer reviews significantly influenced the decision to purchase Wardah
products on Shopee with a p-value of 0.001 < 0.05. Price perception significantly influenced the
decision to purchase Wardah products on Shopee with a p-value of 0.000 < 0.05.

Keywords: Influencer Marketing, Online Customer Reviews, Price Perception, Purchase


Decisions

Abstrak: Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing,
online customer review dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk Wardah di
Shopee. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Sumber data yang
dugunakan yaitu data primer. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang
disebarkan kepada responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden pengguna
produk Wardah (Studi pada Mahasiswa FEB UNISRI), dengan jenis pengambilan sampel, yaitu
purposive sampling atau pengambilan sampel dengan karakteristik tertentu. Metode analisis yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F
(uji ketepatan model) dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil uji t penelitian menunjukkan bahwa
influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Wardah di
Shopee dengan p-value = 0,000 < 0,05, online customer review berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian produk Wardah di Shopee dengan p-value = 0,001 < 0,05 dan persepsi harga
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Wardah di Shopee dengan p-value
= 0,000 < 0,05.

Kata kunci: Pemasaran Influencer, Ulasan Pelanggan Online, Persepsi Harga,


Keputusan Pembelian

PENDAHULUAN

Dewasa ini penampilan fisik yang menarik menjadi hal yang diperhatikan oleh masyarakat. Hal ini
dikarenakan seseorang dengan penampilan fisik yang menarik memiliki kecenderungan mendapat
respon positif dari lingkungan sekitarnya (Solnick, 2021). Fenomena ini cukup mencuri perhatian
masyarakat terutama bagi kaum wanita yang memiliki kepedulian yang tinggi dalam menjaga
penampilan fisik, sehingga membuat beberapa diantaranya meyakini bahwa dengan menjadi cantik
dapat meningkatkan kepercayaan diri dan dinilai sebagai modal dasar dalam bersosialisasi.

Menurut Ratniasih (2022) kecantikan merupakan kebutuhan primer saat ini bagi wanita, karena
dengan menjadi cantik dapat menunjang rasa percaya diri mereka dalam setiap aktivitas. Banyak
wanita yang memiliki masalah dalam penampilan fisik mereka seperti wajah terlihat kusam,
berjerawat, bibir pecah-pecah serta berwarna gelap, kantung mata yang menghitam dan lain-lain.
Pemakaian produk kecantikan memanglah diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengatasi

Page | 1818
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

masalah-masalah tersebut. Hal ini menimbulkan peningkatan penggunaan produk kecantikan di


kalangan wanita.

Banyak dari produk-produk kecantikan yang beredar sekarang ini, semakin banyak pula minat
masyarakat Indonesia terhadap produk kecantikan yang semakin beragam dengan mengikuti
tingginya permintaan pasar, oleh karena itu industri bidang kecantikan cenderung menghasilkan
lebih banyak uang. Hal ini dapat dilihat dengan data perkiraan pendapatan di industri bidang
kecantikan dan produk perawatan diri di Indonesia Tahun 2014 – 2027.

Tabel 1 Perkiraan Pendapatan Produk Kecantikan Dan Perawatan Diri Di Indonesia

Tahun Pendapatan Miliar Dolar Pendapatan Triliun Rupiah


2014 5,91 94,56
2015 5,52 88,32
2016 5,86 93,76
2017 6,15 98,40
2018 6,11 97,76
2019 6,5 104,00
2020 5,93 94,88
2021 6,34 101,44
2022 7,23 115,68
2023 7,95 127,20
2024 8,32 133,12
2025 8,7 139,20
2026 9,09 145,44
2027 9,59 153,44
Sumber: [Link], 2025.

Berdasarkan Tabel I, menjelaskan bahwa perkiraan pendapatan di sektor kecantikan dan


perawatan diri mencapai 9,59 miliar dolar AS atau setara dengan Rp153,44 trilliun (kurs Rp16.000)
pada tahun 2027. Sektor ini diperkirakan mengalami kenaikan tahunan sebesar 4,15% CAGR
(compound annual growth rate) selama periode 2014 hingga 2027.

Saat ini industri pada produk kecantikan perkembangannya jauh meningkat pesat mengikuti
berbagai macam kebutuhan untuk mengatasi permasalahan seputar kecantikan yang kian muncul
di masyarakat (Pangaribuan, 2022). Dapat dilihat dari banyaknya brand produk kecantikan yang
muncul sebagai solusi dari banyaknya permasalahan yang ada dengan menyajikan beraneka ragam
jenis, fungsi produk dan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan target pasar. Hal ini membuat
masyarakat memiliki banyak pilihan produk yang ingin dibeli. Namun, disisi lain hal ini juga
menimbulkan dilema bagi masyarakat dalam memilih dan membuat keputusan pembelian produk
kecantikan tersebut dikarenakan hadirnya produk-produk terbaru membuat mereka semakin
memilih secara terus menerus mana yang lebih baik untuk dibeli (Tatap, 2022).

Perusahaan industri kecantikan sekarang ini banyak memunculkan produk-produk baru yang
menarik perhatian konsumen, salah satunya adalah Wardah dari brand kecantikan yang berusaha
menampilkan produk-produk kecantikan yang mempunyai kualitas yang baik dan unggul serta
aman untuk digunakan oleh semua jenis kalangan dan jenis kulit. Menurut Yunianto, (2025)
Wardah merupakan produk kecantikan yang diproduksi oleh PT Paragon Technology and
Innovation, yang memberikan setiap produknya memiliki inovasi dan keunikan yang berbeda untuk
memenuhi setiap kebutuhan para konsumen (Sinaga & Hutapea, 2022). Sebagaimana perusahaan
yang memproduksi wardah memberikan variasi produk yang memiliki kelebihan dalam kebutuhan
yang keunikannya menjadi keputusan pembelian konsumen. Produk Wardah yang sangat
bervariasi, mulai dari skincare, make up, hingga perawatan tubuh inilah yang semakin banyak
menjadi kebutuhan para konsumen semakin luas. Selain itu, dengan produk kecantikan pertama
yang bersertifikat Halal, menjadikan kontribusi bagi Wardah untuk menjadikan wanita memiliki
kecantikan secara alami dan murni (Yunianto, 2025).

Tabel 2 Brand Perawatan Dan Kecantikan Terbaik Di E-Commerce

No Nama Brand
Tahun 2022 Tahun 2023 Tahun 2024
1 MS. Glow Skintific Skintific
2 Scarlett MS. Glow Wardah
3 Wardah Wardah The Originate

Page | 1819
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

4 Skintific Maybelline MS. Glow


5 Maybelline The Originate Maybelline
6 Somethinc Scarlett Somethinc
7 L’Oreal Somethinc Glad2Glow
8 Garnier Garnier Hanasui
9 Implora Hanasui Azarine
10 Hanasui Azarine Garnier
Sumber: GoodStats, diakses pada 2025.

Berdasarkan Tabel II, menjelaskan bahwa pada tahun 2024 menjadi pergeseran posisi yang
kembali mengubah lanskap persaingan. Skintific mempertahankan dominasinya di peringkat
pertama, menegaskan posisinya sebagai salah satu brand paling dicari di platform e-commerce.
Wardah menunjukkan lonjakan signifikan dengan naik ke posisi kedua, membuktikan kekuatan
brand ini dalam memenangkan loyalitas konsumen.

Menjelaskan pada tahun 2024 penjualan Wardah berada di posisi keempat, dengan penjualan
sebanyak 456.781 jumlah produk. Keunggulan dari Wardah memiliki produk yang terjangkau atas
kualitasnya dan halal. Berdasarkan target konsumen yang diawali dengan wanita berhijab, tetapi
dengan tujuan awal yang membuat kesadaran merek peduli bahwasanya menggunakan produk
wardah tidak harus berhijab (Yunianto, 2025), dapat dilihat pada tabel III.

Tabel 3 Penjualan Brand Kecantikan Dan Perawatan 2024

No Nama Brand Kuantitas Produk


1 Hanasui 813.932
2 PinkFlash 557.214
3 Oh My Glam 459.606
4 Wardah 456.606
5 Maybelline 439.888
6 O Two O 313.018
7 Focallure 294.916
8 Somethinc 168.181
9 Make Over 139.860
10 Skintific 126.096

Sumber: CNBC Indonesia, diakses 2025.

Pemilihan Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta sebagai objek
penelitian ini dikarenakan berdasarkan pra survei dengan mewawancarai 5 Mahasiswa Fakultas
Ekonomi dan Bisnis yang menyatakan bahwa mereka sering membeli skincare secara online.
Skincare adalah barang yang wajib dibawa kemana-mana dan menjadi barang pokok seorang
perempuan selain itu banyak mahasiswa terpengaruh oleh influencer dan content creator di Shopee
yang mereka ikuti.

Dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa FEB UNISRI lebih banyak membeli skincare secara online
dibandingkan secara offline, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti, harga yang lebih
murah, banyak promo, tidak perlu datang langsung ke tokonya. Shopee memberikan informasi
tentang skincare atau kecantikan melalui video, dimana video tersebut memberikan informasi
tentang produk skincare atau kecantikan, cara penggunaan, dan manfaatnya, dapat dilihat pada
tabel IV.
Tabel 4 Hasil Wawancara

No Nama Mahasiswa Hasil Wawancara


1 Amanda Fatmawati selalu membeli skincare secara online khususnya di Shopee
dikarenakan harganya lebih murah.
2 Afifah Nur Hidayah selalu membeli skincare secara online pada Shopee
dikarenakan tidak perlu harus datang ke tokonya langsung.
3 Dinda Nuraini kadang membeli skincare secara offline tetapi lebih sering
membeli secara online pada Shopee.
4 Putri Maharani selalu membeli skincare secara online pada Shopee
dikarenakan banyak promo dan gratis ongkir.

Page | 1820
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

5 Jessika Stifani Putri selalu membeli skincare online pada Shopee dikarenakan
harganya lebih murah.
Sumber: Data Primer, 2025.

Dalam proses membuat keputusan pembelian, tahap-tahap yang dilewati oleh konsumen adalah
pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan membeli dan tingkah
laku setelah pembelian (Kotler & Amstrong, 2018: 158). Menurut Tjiptono, (2019: 21) Keputusan
pembelian merupakan suatu proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi
mengenai produk atau merek tertentu. Pengertian ini menjelaskan bahwa keputusan pembelian
adalah kegiatan konsumen sebelum menggunakan produk atau belum melakukan pembayaran.
Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara seleksi lalu evaluasi, yaitu dengan menyeleksi
berbagai macam produk kecantikan yang tersedia, untuk kemudian dibeli dan timbullah keputusan
pembelian.

Konsumen dalam memilih produk dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu influencer
marketing. Influencer marketing adalah seseorang yang bisa memengaruhi orang lain untuk
melakukan keputusan pembelian karena seorang influencer marketing dapat membantu orang lain
dalam penentuan spesifikasi produk dan memberi informasi produk sebagai evaluasi alternatif
(Kotler & Armstrong, 2019: 178).

Pemakaian influencer marketing juga melalui beberapa pertimbangan seperti tingkat popularitas
dan yang dapat mewakili karakter produk yang dipromosikan, manfaat pemakaian influencer
marketing dirasa lebih mudah dalam memengaruhi konsumen untuk memutuskan pembelian
melalui suatu produk, karena melibatkan daya tarik tersendiri yang memiliki hal unik (Karinda &
Ariandi, 2024). Influencer biasanya membuat konten dengan me-review ataupun memposting
suatu produk melalui berbagai platform media sosial yang mereka miliki. Review dan unggahan
tersebut ternyata mampu menarik perhatian calon konsumen untuk melakukan keputusan
pembelian (Backaler, 2018: 131).

Wardah menggunakan strategi digital untuk mempromosikan produknya dengan memanfaatkan


seorang influencer. Wardah menggunakan influencer dengan jumlah pengikut yang cukup besar
untuk menghasilkan keuntungan dengan mencapai target penjualannya. Influencer yang ikut serta
mempromosikan produk Wardah yaitu Yasmin Napper. Kelebihan dari Yasmin Napper adalah
memiliki pengikut di Instagram sebanyak 2.7 juta followers, dan juga Yasmin Napper masih
menjadi BA Wardah sampai sekarang. Memanfaatkan jasa influencer juga dilakukan oleh Wardah,
yaitu strategi endorsement. Wardah dalam memanfaatkan influencer untuk mempromosikan
produknya karena agar mudah tersebar dan dapat diperhatikan oleh masyarakat serta dengan
influencer tersebut strategi pemasarannya dapat berjalan dengan baik karena konsumen lebih suka
dan tertarik dengan review-review produk yang dilakukan oleh influencer dibandingkan iklan yang
dibuat oleh brand Wardah itu sendiri dengan begitu akan membuat konsumen untuk melakukan
keputusan pembelian (Yunianto, 2025).

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Karinda & Ariandi, (2024), Khoirunnisa et al., (2024) dan
Yuliansyah et al., (2022) menyatakan bahwa influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pratiwi & Sidi,
(2022) menyatakan bahwa influencer marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan konsumen dalam menentukan keputusan pembelian yaitu
online customer review. Online customer review menjadi semakin penting karena konsumen saat
ini lebih cenderung mencari informasi mengenai produk melalui platform media sosial atau
marketplace (Mulyansyah, 2021). Ulasan pelanggan dianggap relevan, sebab diberikan oleh
konsumen secara suka rela. Online customer review tergolong ke dalam salah satu wujud dari
strategi E-WOM. Seorang konsumen akan mendapat informasi tentang produk dari ulasan dari
konsumen yang telah membeli produk tersebut. Seorang pembeli dapat melihat online customer
review pada platform Shopee (Ngadimen & Widyastuti, 2021).

Konsumen dapat memberikan review positif atau negatif mengenai produk yang komsumen
gunakan, dan review tersebut dapat diakses oleh seluruh orang. Akibatnya, konsumen bisa
membuat putusan yang baik ketika membeli, dengan memperhatikan online customer review pada
Shopee, brand kecantikan dapat memperbaiki kekurangan produk dan meningkatkan kualitas
produk secara terus menerus sehingga dapat memenangkan kepercayaan konsumen dan menjadi
pilihan utama dalam industri kecantikan (Kurdi et al., 2022).

Page | 1821
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

Terciptanya kepercayaan konsumen terhadap produk Wardah dapat menimbulkan semakin


tingginya keputusan pembelian yang dilakukan. Memperhatikan review konsumen, Wardah mampu
memperbaiki kekurangan produk dan meningkatkan kualitas produk secara terus menerus. Selain
itu, online customer review juga memainkan peran penting dalam membentuk citra Wardah di mata
konsumen. Konsumen yang memberikan review positif dapat menjadi pengiklan gratis bagi
Wardah, sementara review negatif dapat berdampak buruk pada citra perusahaan. oleh karena itu,
kualitas dan layanan terbaik selalu diberikan oleh Wardah agar menjaga hubungan yang baik
dengan konsumen (Ovirya & Saputri, 2023).

Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ovirya & Saputri, (2023), Karinda & Ariandi, (2024) dan
Shafwah et al., (2024) menyatakan bahwa online customer review berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rosalinda &
Suryani, (2023) menyatakan bahwa online customer review tidak berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian.

Faktor lainnya yang memengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian yaitu persepsi
harga. Menurut Kotler & Keller, (2018: 76) Harga adalah produk atau jasa yang ditukarkan dengan
sejumlah uang. Sementara itu menurut Swastha, (2016: 82) Harga mengacu pada nilai dari
mengkonsumsi suatu produk dan tingkat penetapan harga dan metode di pasar industri dapat
menciptakan sikap positif atau negatif dalam benak konsumen sehingga memengaruhi keputusan
pembelian dan pilihan konsumen terhadap suatu produk.

Menurut Peter & Olson, (2017: 226) Persepsi harga berkaitan dengan bagaimana informasi harga
dipahami seluruhnya oleh konsumen. Persepsi juga dapat diartikan sebagai proses yang digunakan
oleh konsumen untuk memilih, menginterpretasikan masukan informasi guna menciptakan sebuah
gambaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kotler & Keller, (2016: 88) bahwa keputusan
pembelian didasarkan pada bagaimana konsumen memandang harga.

Menurut Tjiptono, (2020: 138) Persepsi harga memiliki dua peranan utama dalam proses
pengambilan keputusan pembelian, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi, yaitu yang
pertama peranan alokasi dan harga yaitu fungsi harga dalam membantu para konsumen untuk
memperoleh manfaat tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya belinya. Harga dapat membantu
para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan daya belinya pada berbagai jenis barang
dan jasa. Hal ini dapat dikatakan bahwa dengan memperhatikan faktor harga, konsumen dapat
mempertimbangkan setiap rupiah yang mereka keluarkan sebanding tidaknya dengan manfaat
yang mereka peroleh dari suatu produk (Kaihatu, 2022). Harga yang ditetapkan pada produk yang
dijual merupakan faktor yang sangat memengaruhi konsumen dalam membuat keputusan untuk
membeli produk tersebut. Sebab sebagian konsumen melihat harga sebagai acuan untuk menilai
kualitas dan manfaat produk yang akan dibeli (Zahra & Sari, 2022).

Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Stanley, (2025), Sinaga & Hutapea, (2022)
dan Khoirunnisa et al., (2024) menyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yuliansyah et al.,
(2022) menyatakan bahwa persepsi harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian jenis survei yang dilakukan pada konsumen yang melakukan
pembelian produk Wardah di Shopee dengan maksud untuk mengetahui faktor-faktor influencer
marketing, online customer review, persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk Wardah
di Shopee. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif. Sumber data yakni data primer.
Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet
Riyadi Surakarta yang berjumlah 100 Mahasiswa. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian
ini sebanyak 100 responden dengan menggunakan rumus Lemeshow. Penelitian ini menggunakan
non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Kriteria-kriteria yang dijadikan sampel
pada penelitian ini antara lain konsumen yang melakukan pembelian produk Wardah di Shopee
minimal dua kali dalam waktu 6 bulan terakhir dan mengetahui influencer Yasmin Napper, usia
dewasa yang sudah bisa membeli sendiri minimal 18 tahun ke atas, konsumen yang melihat online
customer review terlebih dahulu sebelum membeli produk Wardah di Shopee. Teknik pengumpulan
data pada peneltiian ini menggunakan kuesioner dengan intrumen pengumpulan data mengunakan
skala Likert 1-5. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25.

Page | 1822
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

HASIL PENELITIAN

Hasil Uji Validitas

Tabel 5 Hasil Uji Validitas Variabel


Influencer Marekting (X1)

Item Pernyataan ρ-value Kriteria (α) Keterangan


X1.1 0,000 0,05 Valid
X1.2 0,000 0,05 Valid
X1.3 0,000 0,05 Valid
X1.4 0,000 0,05 Valid
X1.5 0,000 0,05 Valid
Sumber: Data Primer diolah, 2025

Tabel diatas menunjukkan hasil uji vadilitas variabel persepsi harga (X1), bahwa untuk pernyataan
X1.1 sampai dengan X1.5 diperoleh nilai signifikansi (ρ-value) = 0,000 < 0,05 maka semua item
pernyataan variabel influencer marketing valid.

Tabel 6 Hasil Uji Validitas Variabel


Online Customer Review (X2)

Item Pernyataan ρ-value Kriteria (α) Keterangan


X2.1 0,000 0,05 Valid
X2.2 0,000 0,05 Valid
X2.3 0,000 0,05 Valid
X2.4 0,000 0,05 Valid
X2.5 0,000 0,05 Valid
X2.6 0,000 0,05 Valid
Sumber: Data Primer diolah, 2025

Tabel diatas menunjukkan hasil uji validitas variabel kulalitas produk (X2), bahwa untuk pernyataan
X2.1 sampai dengan X2.6 diperoleh nilai signifikansi (ρ-value) = 0,000 < 0,05 maka semua item
pernyataan variabel online customer review valid.

Tabel 7 Hasil Uji Validitas Variabel


Persepsi Harga (X3)

Item Pernyataan ρ-value Kriteria (α) Keterangan


X3.1 0,000 0,05 Valid
X3.2 0,000 0,05 Valid
X3.3 0,000 0,05 Valid
X3.4 0,000 0,05 Valid
X3.5 0,000 0,05 Valid
Sumber: Data Primer diolah, 2025

Tabel diatas menunjukkan hasil uji validitas variabel influencer marketing (X3), bahwa untuk
pernyataan X3.1 sampai dengan X3.5 diperoleh nilai signifikansi (ρ-value) = 0,000 < 0,05 maka
semua item pernyataan variabel persepsi harga valid.

Tabel 8 Hasil Uji Validitas Variabel


Keputusan Pembelian (Y)

Item Pernyataan ρ-value Kriteria (α) Keterangan


Y1 0,000 0,05 Valid
Y2 0,000 0,05 Valid
Y3 0,000 0,05 Valid
Y4 0,000 0,05 Valid
Y5 0,000 0,05 Valid
Sumber: Data Primer diolah, 2025

Page | 1823
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

Tabel diatas menunjukkan hasil uji validitas variabel keputusan pembelian (Y), bahwa
untuk pernyataan Y.1 sampai dengan Y.5 diperoleh nilai signifikansi (ρ-value) = 0,000 < 0,05 maka
semua item pernyataan variabel keputusan pembelian valid.

Hasil Uji Reliabilitas

Tabel 9 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Nilai Kritis Keterangan


Alpha
Persepsi Harga 0,809 0,60 Reliabel
Kualitas Produk 0,735 0,60 Reliabel
Influencer Marketing 0,769 0,60 Reliabel
Keputusan Pembelian 0,770 0,60 Reliabel
Sumber : Data Primer diolah, 2025

Tabel diatas menunjukkan hasil uji reliabilitas diketahui bahwa variabel influencer marketing (X1)
= 0,809, online customer review (X2) = 0,735, persepsi harga (X3) = 0,769, dan keputusan
pembelian (Y) = 0,770, memiliki nilai Cronbach’s Alpha, yaitu > 0,60, maka dikatakan reliabel.
Kuesioner yang digunakan tersebut sudah stabil dan lolos uji reliabilitas.

Hasil Uji Asumsi Klasik

Hasil Uji Multikolinieritas

Tabel 10 Hasil Uji Multikolinieritas

Variabel Nilai Kriteria VIF Kriteria


Tolerance
Influencer Marketing 0,382 0,10 2,619 10
Online Customer Review 0,522 0,10 1,916 10

Persepsi Harga 0,379 0,10 2,641 10


Sumber: Data Primer diolah, 2025

Tabel diatas menunjukkan hasil uji multikolinieritas , bahwa nilai tolerance untuk variabel
influencer marketing (X1) = 0,382, online customer reviw (X2) = 0,522 dan persepsi harga (X3) =
0,379 > 0,10, dan nilai VIF variabel influencer marketing (X1) = 2,619, online customer review (X2)
= 1,916 dan persepsi harga (X3) = 2,641 < 10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi
multikolinieritas atau model regresi tersebut lolos uji multikolinearitas.

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Tabel 11 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Beta
Error
1 (Constant) 2,503 0,720 3,475 0,001
Influencer Marketing - 0,048 -0,058 - 0,720
0,017 0,360
Online Customer Review - 0,037 -0,230 - 0,099
0,061 1,668
Persepsi Harga 0,022 0,049 0,073 0,452 0,652
a. Dependent Variable: abresid
Sumber : Data Primer diolah, 2025

Berdasarkan diatas hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan p-value (signifikansi) variabel,


variabel influencer marketing (X1) = 0,720, online customer review (X2) = 0,099 dan persepsi harga

Page | 1824
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

(X3) = 0,652 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data ini tidak terjadi heteroskedastisitas (lolos
uji heteroskedastisitas).

Hasil Uji Normalitas


Tabel 12 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean 0,0000000
Std. Deviation 1,41645955
Most Extreme Differences Absolute 0,068
Positive 0,068
Negative -0,045
Test Statistic 0,068
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber :Data Primer diolah, 2025

Tabel ini menunjukkan hasil pengujian normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov diperoleh
p-value (signifikansi) sebesar = 0,200 > 0,05 menunjukkan keadaan yang tidak signifikan, maka
residual berdistribusi secara normal atau lolos uji normalitas.

Analisis Regresi Linier Berganda

Tabel 13 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Beta
Error
1 (Constant) 2,688 1,204 2,232 0,028
Influencer Marketing 0,311 0,080 0,342 3,875 0,000
Online Customer Review 0,202 0,062 0,247 3,277 0,001
Persepsi Harga 0,334 0,083 0,357 4,033 0,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Data Primer diolah, 2025

Tabel diatas menunjukkan hasil uji analisis regresi linier berganda, diperoleh persamaan regresi
sebagai berikut :
Y = 2,688 + 0,311 X1 + 0,202 X2 + 0,334 X3 + e
Interpretasi dari persamaan regresi sebagai berikut :
a = 2,688 (positif) artinya jika influencer marketig (X1), online customer review (X2), persepsi
harga (X3) konstan maka keputusan pembelian (Y) adalah positif.
b1 = 0,311 (pengaruh positif) influencer marketing berpengaruh positif terhadap keputusan
pembelian, artinya jika influencer marketing meningkat maka keputusan pembelian (Y) akan
menigkat, dengan asumsi variabel online customer review (X2) dan persepsi harga (X3)
konstan atau tetap.
b2 = 0,202 (pengaruh positif) online customer review berpengaruh positif terhadap keputusan
pembelian, artinya jika online customer review meningkat maka keputusan pembelian (Y)
akan menigkat, dengan asumsi variabel influencer marketing (X1) dan persepsi harga (X3)
konstan atau tetap.
b3 = 0,334 (pengaruh positif) persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian,
artinya jika persepsi harga meningkat maka keputusan pembelian (Y) akan menigkat, dengan
asumsi variabel influencer marketing (X1) dan online customer review (X2) konstan atau tetap.

Page | 1825
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

Uji T

Tabel 14 Hasil Uji t

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Beta
Error
1 (Constant) 2,688 1,204 2,232 0,028
Influencer Marketing 0,311 0,080 0,342 3,875 0,000
Online Customer Review 0,202 0,062 0,247 3,277 0,001
Persepsi Harga 0,334 0,083 0,357 4,033 0,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber : Data Primer diolah, 2025

Tabel diatas diperoleh hasil uji t sebagai berikut :


1) UJI t Variabel Influencer Marketing (X1)
Diperoleh nilai ρ-value (signifikansi) = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya
influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hipotesis 1 yang
menyatakan bahwa influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian produk Wardah di Shopee terbukti kebenarannya.
2) UJI t Variabel Online Customer Review (X2)
Diperoleh nilai ρ-value (signifikansi) = 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya
online customer review berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hipotesis 2
yang menyatakan bahwa online customer review berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian produk Wardah di Shopee terbukti kebenarannya.
3) UJI t Variabel Persepsi Harga (X3)
Diperoleh nilai ρ-value (signifikansi) = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya
persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hipotesis 3 yang
menyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
produk Wardah di Shopee terbukti kebenarannya.

Uji F

Tabel 15 Hasil Uji F

ANOVAa
Model Sum of Df Mean Square F Sig.
Squares
1 Regression 498,361 3 166,120 80,288 0,000b
Residual 198,629 96 2,069
Total 696,990 99
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
b. Predictors: (Constant), Persepsi Harga, Online Customer Review, Influencer Marketing
Sumber : Data Primer diolah, 2025

Tabel menunjukkan hasil perhitungan tabel ANOVA menunjukkan bahwa model regresi ini memiliki
nilai F hitung 80,288 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan
Ha diterima, artinya model regresi tepat digunakan untuk memprediksi pengaruh variabel
independen influencer marketing (X1), online customer review (X2) dan persepsi harga (X3)
terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y).

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Tabel 16 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 0,846a 0,715 0,706 1,438
a. Predictors: (Constant), Persepsi Harga, Online Customer Review, Influencer Marketing
b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber : Data Primer diolah, 2025

Page | 1826
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil koefisien determinasi (adjusted R2) untuk model ini adalah
sebesar 0,706, artinya besarnya sumbangan pengaruh independen X1 (influencer marketing), X2
(online customer review) dan X3 (persepsi harga) terhadap Y (keputusan pembelian) sebesar 70,6
%. Sisanya (100% - 70,6 %)= 29,4 % diterangkan oleh variabel lain diluar model misalnya kualitas
produk, brand image, diskon dan social media marketing.

PEMBAHASAN

1. Pengaruh influencer marketing terhadap keputusan pembelian Produk Wardah di Shopee


(Studi Pada Mahasiswa FEB UNISRI)

Hasil analisis diperoleh nilai ρ-value (signifikansi) = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima,
artinya influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hipotesis 1
yang menyatakan bahwa influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian produk Wardah di Shopee terbukti kebenarannya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Kotler et al., (2020:178) yang
menyatakan bahwa Influencer marketing adalah seseorang yang bisa mempengaruhi orang lain
untuk melakukan keputusan pembelian, karena influencer dapat membantu orang lain dalam
menentukan spesifikasi produk dan memberikan informasi produk. Melalui ulasan, testimoni,
maupun konten kreatif yang dibuat oleh influencer, konsumen mendapatkan informasi, penilaian,
dan pengalaman tidak langsung terkait produk Wardah. Hal ini dapat mempermudah konsumen
dalam mengambil keputusan pembelian. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan
oleh Karinda & Ariandi, (2024), Khoirunnisa et al., (2024) dan Yuliansyah et al., (2022) menyatakan
bahwa influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Implikasi pada penelitian ini agar variabel influencer marketing meningkatkan keputusan pembelian
produk Wardah di Shopee, maka influencer marketing produk Wardah di Shopee sebaiknya
semakin dapat dipercaya (trustwuthiness) sehingga influencer yang mempromosikan produk
Wardah semakin dipercaya menyampaikan informasi secara jujur. Influencer marketing produk
Wardah di Shopee hendaknya selalu memiliki keahlian (expertise) dengan cara influencer yang
digunakan oleh Wardah selalu memberikan penjelasan mengenai manfaat produk Wardah dengan
jelas dan baik.

2. Pengaruh Online Customer Review terhadap keputusan pembelian Produk Wardah di Shopee
(Studi Pada Mahasiswa FEB UNISRI)

Hasil analisis Diperoleh nilai ρ-value (signifikansi) = 0,001 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya online customer review berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hipotesis 2
yang menyatakan bahwa online customer review berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian produk Wardah di Shopee terbukti kebenarannya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Wandira & Rahman
(2021:333) yang menyatakan bahwa online customer review merupakan informasi yang disajikan
dalam ulasan dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen lain, baik secara positif
maupun negatif. Ulasan yang positif akan menimbulkan persepsi baik terhadap kualitas dan
kepuasan produk, sehingga meningkatkan niat dan keputusan pembelian. Sebaliknya, ulasan
negatif dapat menimbulkan keraguan dan menurunkan minat beli. Hasil penelitian ini juga
mendukung penelitian yang dilakukan oleh Ovirya & Saputri, (2023), Karinda & Ariandi, (2024)
dan Shafwah et al., (2024) menyatakan bahwa online customer review berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian.

Implikasi pada penelitian ini agar variabel online customer review meningkatkan keputusan
pembelian produk Wardah di Shopee, maka produk Wardah di Shopee sebaiknya semakin berusaha
untuk meningkatkan quality arqument (kualitas argumen) karena ulasan yang memuat informasi
rinci seperti tekstur, hasil pemakaian, atau efek samping akan semakin memberikan pertimbangan
tambahan dalam membeli produk Wardah. Online customer review produk Wardah di Shopee
hendaknya selalu menjaga persepsi kemudahan karena ulasan online selalu membantu
memudahkan dalam pengambilan keputusan sebelum membeli produk Wardah.

Page | 1827
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

3. Pengaruh Persepsi Harga terhadap keputusan pembelian Produk Wardah di Shopee (Studi Pada
Mahasiswa FEB UNISRI)

Hasil analisis diperoleh nilai ρ-value (signifikansi) = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima,
artinya persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hipotesis 3 yang
menyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk
Wardah di Shopee terbukti kebenarannya.

Hasil penelitian ini mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Kotler & Armstrong (2019:123)
yang menyatakan bahwa persepsi harga adalah tentang memahami informasi harga disukai oleh
konsumen dan membuatnya bermakna. Mengenai informasi harga, konsumen dapat
membandingkan harga publish dengan harga produk yang dibayangkan atau kisaran harga,
persepsi harga akan membentuk persepsi masyarkat akan harga yang pantas atas suatu produk.
Ketika harga produk dianggap sesuai dengan manfaat dan kualitas yang diterima (value for
money), maka konsumen akan menilai harga tersebut sebagai “wajar” atau “pantas”. Hal ini
memperkuat persepsi positif dan dapat mendorong niat hingga keputusan pembelian. Sebaliknya,
jika harga dirasa terlalu tinggi atau tidak sebanding dengan kualitas produk, konsumen cenderung
ragu atau mengalihkan pilihannya ke produk lain. Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian
yang dilakukan oleh Stanley, (2025), Sinaga & Hutapea, (2022) dan Khoirunnisa et al., (2024)
menyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Implikasi pada penelitian Agar variabel persepsi harga meningkatkan keputusan pembelian produk
Wardah di Shopee, maka produk Wardah di Shopee sebaiknya semakin meningkatkan harga daya
saing harga sehingga harga yang ditawarkan produk Wardah semakin mampu bersaing dengan
produk kecantikan lainnya. Produk Wardah di Shopee hendaknya tetap selalu menjaga
keterjangkauan harga sehingga harga produk Wardah selalu
terjangkau dan tidak memberatkan secara finansial.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dari analisis data yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut :
1. Influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Wardah di
Shopee.
2. Online customer review berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk
Wardah di Shopee.
3. Persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Wardah di
Shopee.

SARAN
1. Bagi Produk Wardah

1. Influencer marketing produk Wardah di Shopee sebaiknya semakin trustwuthiness (dapat


dipercaya) sehingga influencer yang mempromosikan produk Wardah semakin dipercaya
menyampaikan informasi secara jujur. Influencer marketing produk Wardah di Shopee
hendaknya selalu memiliki expertise (keahlian) dengan cara influencer yang digunakan oleh
Wardah selalu memberikan penjelasan mengenai manfaat produk Wardah dengan jelas dan
baik.
2. Produk Wardah sebaiknya semakin berusaha untuk meningkatkan quality arqument (kualitas
argumen) karena ulasan yang memuat informasi rinci seperti tekstur, hasil pemakaian, atau
efek samping akan semakin memberikan pertimbangan tambahan dalam membeli produk
Wardah.
3. Produk Wardah di Shopee sebaiknya semakin meningkatkan harga daya saing harga sehingga
harga yang ditawarkan produk Wardah semakin mampu bersaing dengan produk kecantikan
lainnya. Produk Wardah di Shopee hendaknya tetap selalu menjaga keterjangkauan harga
sehingga harga produk Wardah selalu terjangkau dan tidak memberatkan secara finansial.
4. Produk Wardah di Shopee sebaiknya semakin berusaha agar konsumen semakin
merekomendasi kepada orang lain karena produk Wardah di Shopee memiliki kualitas yang
semakin bagus dan karena biasanya konsumen dalam membeli produk Wardah dikarenakan
adanya saran dari orang lain dan hendaknya produk yang dijual selalu sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan konsumen.
2. Bagi penelitian selanjutnya

Page | 1828
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

1. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah variabel lain seperti promosi, brand image,
kualitas produk dan motivasi konsumen serta variabel lain diluar penelitian ini.
2. Penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dan informasi bagi produk Wardah sebagai upaya
untuk memberikan strategi pemasaran yang lebih baik dalam waktu jangka panjang.
3. Penelitian dapat dilakukan dengan objek dan populasi yang berbeda, misalnya masyarakat
umum atau pengguna Shopee dari daerah lain, untuk melihat konsistensi hasil dalam konteks
yang lebih luas.
3. Bagi pembaca

1. Pembaca diharapkan dapat memahami bahwa keputusan pembelian di era digital sangat
dipengaruhi oleh aspek pemasaran digital, termasuk peran influencer, ulasan pelanggan, dan
persepsi harga.
2. Informasi dari penelitian ini dapat menjadi referensi bagi konsumen agar lebih bijak dalam
menilai promosi produk di e-commerce, serta lebih selektif dalam mempercayai ulasan atau
rekomendasi dari media sosial.
3. Diharapkan pembaca juga lebih kritis dalam memahami strategi pemasaran, sehingga dapat
membedakan antara promosi yang informatif dan yang manipulatif.

DAFTAR PUSTAKA
Agesti, N., Mohammad., Ridwan, S., & Budiarti, E. (2021). The Effect of Viral Marketing, Online
Customer Review, Price Perception, Trust on Purchase Decisions with Lifestyle as Intervening
Variables in the Marketplace Shopee in Surabaya City. International Journal of Multicultural
and Multireligious Understanding, 8(2), 496–507.

Alma, B. (2018). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran jasa. Alfabeta. Bandung.

Astuti, M., & Matondang, N. (2020). Manajemen Pemasaran UMKM dan Digital Sosial Media.
Deepublish. Yogyakarta.

Backaler, J. (2018). Digital Influence: Unleashing the Power of Influencer Marketing Your Global
Business Ebook. Palgrave, Glendale. USA.

Banjarnahor, A. R., Purba, B., & Sudarso, A. (2021). Manajemen Komunikasi Pemasaran. Yayasan
Kita Menulis. Sumatera.

Devi, A. C., & Fadli, U. M. (2023). Analisis Keputusan Pembelian Produk E-Commerce Shopee Di
Kalangan Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang. Journal of Student Research
(JSR), 1(5), 113–123.

Dini, A. M., & Abdurrahman, A. (2023). The Influence of Social Media Marketing on Purchasing
Decisions is Influenced by Brand Awareness In Avoskin Beauty Products. International Journal
of Science, Technology & Management, 4(1), 1009–1014.

Febriyanti, A., & Ratnasari, I. (2024). Pengaruh Live Streaming, Online Customer Review Dan Flash
Sale. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Februari, 2024(4), 50–57.

Firmansyah, A. (2020). Pemasaran Produk dan Merek. Penerbit Qiara Media. Pasuruan.

Ghassani, A., Nurhajati, & Basamalah, M. R. (2022). Pengaruh Instagram Influencer Marketing dan
Inovas Produk dalam mempengaruhi Keputusan Pembelian Customers (Studi Kasus pada
Brand Erigo). Elektronik Jurnal Riset Manajemen, 11(17), 39–47.

Ghozali, I. (2017). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas
Diponegoro. Semarang.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 25. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro. Semarang.

Hartanto, B., & Indriyani, L. (2022). Minat Beli di Market Place Shopee. PT Inovasi Pratama
Internasional. Padang.

Heri, S. (2020). Buku Ajar Manajemen Pemasaran. CV. Pustaka Abadi. Jember.

Page | 1829
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

Indrasari. (2019). Pemasaran dan Kepuasan Pelanggan. Unitomo Press. Surabaya.

Kaihatu, T. S. (2022). Kepuasan Konsumen yang Dipengaruhi Oleh Kualitas Layanan Dan Brand
Image Sebagai Variabel Perantara Studi Kasus Pada Konsumen Rumah Sakit Swasta di Kota
Surabaya. Mitra Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 3(2), 200–210.

Karinda, R. M., & Ariandi, F. (2024). Pengrauh Influencer Dan Online Customer Review Terhadap
Keputusan Pembelian Pada Produk Skincare Skintific di Tiktok. Journal of Information
System, Applied, Management, Accounting and Research, 8(4), 815–823.

Khoirunnisa, Y. N., Sutarjo, & Utami, W. Y. (2024). Pengaruh Harga, Influencer Marketing, Dan
Kepercayaan Merek Terhadak Keputusan Pembelian Serum Somethinc Di Kabupaten
Tangerang. Ekonomi Bisnis, 30(1), 35–43.

Khotimmah, N., Giningroem, D. S. W. P., & Pitoyo, B. S. (2024). Pengaruh Citra Merek, Kualitas
Produk, Online Customer Review, Dan Online Customer Rating Terhadap Keputusan
Pembelian Produk Skincare Madame Gie (Studi Kasus Pada Mahasiswa Prodi Manajemen
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Angkatan 2020). Indonesian Journal of Economics and
Strategic Management (IJESM, 2(1), 826–844.

Kotler, & Keller. (2021). Intisari Manajemen Pemasaran Edisi Keenam. Andy. Yogyakarta.

Kotler, P., & Amstrong. (2018). Prinsip-Prinsip Marketing (Edisis ke). salemba empat. Jakarta.

Kotler, P., Amstrong, G., Harris, L., & He, H. (2020). Principles of Marketing Eight European An
Edition. Perason Education Limited. Harlow.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2019). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi 2. Jilid 1. Terjemahan Bob
Sabran. Erlangga. Yogyakarta.

Kotler, P., & Keller. (2016). Marketing Management. Edition 15 Pearson Education Limited. New
Jersey.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2018). Manajemen Pemasaran. Edisi 2. Jilid 2. PT. Indeks. Jakarta.

Kurdi, B. A., Alshurideh, M., Akour, I., ALzoubi, H. M., Obeidat, B., & Alhamad, A. (2022). The Role
of Digital Marketing Channels On Customer Buying Decisions Through Ewom in the Jordanian
Marlkets. International Journal of Data and Network Science, 6(4), 1175–1185.

Labib, M., & Abdurrahman, A. (2024). Pengaruh Karakteristik Influencer Marketing terhadap Niat
Beli Online Konsumen pada Platform Tiktok. 03(01), 121–131.

Lengkawati, A. S., & Saputra, T. Q. (2021). Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Keputusan
Pembelian (Studi Pada Elzata Hijab Garut). Jurnal Pengembangan Manajemen, Bisnis,
Keuangan Dan Perbankan, 18(1), 33–38.

Lestari, R., & Suryani, L. (2022). The Effect of Brand Image, Price Perception, and Product Quality
on the Purchase Decision of Ms Glow Skincare on Students of the National University of
Jakarta Selatan. Budapest International Research and Critics Institute Journal, 5(2), 11755–
11761.

Mahardini, S., Singal, V. G., & Hidayat, M. (2022). Pengaruh Content Marketing Dan Influencer
Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Pada Pengguna Aplikasi Tik-Tok Di Wilayah Dki
Jakarta. Ikraith-Ekonomika, 6(1), 180–187. [Link]
ekonomika.v6i1.2480.

Mahartriana. (2023). Pengaruh Online Customer Review, Kualitas Produk, Dan Kepercayaan
Terhadap Keputusan Pembelian Produk Somethinc Pada Platform E-Commerce. Seminar
Inovasi Manajemen Bisnis Dan Akuntansi 5, September 2023, 89.

Martianto, I. A., Iriani, S. S., & Witjaksono, A. D. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Keputusan Pembelian. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 7(3), 1370–
1385.

Mulyansyah, G. T. (2021). Pengaruh Digital Marketing Berbasis Sosial Media Terhadap Keputusan
Pembelian Kuliner di Kawasan G-Walk Surabaya. Jurnal Pendidikan Tata Niaga, 9(1), 1097–

Page | 1830
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

1193.

Ngadimen, A. N., & Widyastuti, E. (2021). Pengaruh Sosial Media Marketing, Online Customer
Review, dan Religiusitas Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Shopee di Masa Pandemi
Covid-19 Dengan Minat Beli Sebagai Variabel Intervening. JOurnal of Management and Digital
Business, 1(2), 122–134.

Ovirya, N., & Saputri, M. E. (2023). Pengaruh Sosial Media Marketingn dan Customer Online Review
Terhadap Keputusan Pembelian Somethinc. Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, 5(3), 1049–
1054.

Pangaribuan, L. (2022). Efek Samping Kosmetik dan Penanganannya Bagi Kaum Perempuan.
15(2), 145–157.
Peter, J. P., & Olson, J. C. (2017). Consumer Behavior and Marketing Strategy. McGraw-Hill. New
York.

Pratiwi, C. S., & Sidi, A. P. (2022). Pengaruh Kualitas Produk, Harga Dan Influencer Marketing
Terhadap Keputusan Pembelian Scarlett Body Whitening. Relasi Jurnal Ekonomi, 18(1), 192–
204.

Ratniasih, N. L. (2022). Rancang Bangun Sistem Informasi Pemasaran Produk Kecantikan Berbasis
Web. Konferensi Nasional Sistem Dan Informatika, 532–538.

Rosalinda, & Suryani, W. (2023). Pengaruh Online Customer Review dan Motivasi Konsumen
Terhadap Keputusan Pembelian Skincare Wardah di Tiktok Shop (Pada Orang Muda Katolik
Paroki Aekkanopan). INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(2), 7001–7012.

Saidah, I. K., Sutikno, B., & Erwantiningsih, E. (2024). Pengaruh Persepsi Harga Dan Kualitas
Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare The Originote di Kota Pasuruan.
Revenue Manuscript, 2(4), 337–344.

Satiawan, A., Hamid, R. S., & Maszudi, E. (2023). Pengaruh Content Marketing, Influencer
Marketing, Online Custumer Review Terhadap Keputusan Pembelian dan Kepuasan
Konsumen Di Tiktok. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 9(1), 1–14.
[Link]

Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2018). Perilaku Konsumen. Edisi 7. Alih Bahasa Zoelkifl. Indeks.
Jakarta.

Shafwah, A. D., Fauzi, A., Caesar, L. A., Octavia, A., Indrajaya, B. L., Endraswari, J. I., & Yulia, M.
N. (2024). Pengaruh Pemasaran Digital dan Online Customer Review Terhadap Keputusan
Pembelian Pada Produk Skincare di E-Commerce Shopee (Literature Review Manajemen
Pemasaran). Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (JIMT), 5(3), 135–147.

Shukmalla, D., Savitri, C., & Pertiwi, W. (2023). Pengaruh Content Marketing Dan Influencer
Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Lokal di Tiktok Shop (Studi Pada
Mahasiswa Manajemen Universitas Buana Perjuanagan Karawang). Jurnal Mirai Management
, 8(3), 326–341.

Sinaga, R. P. Y. B., & Hutapea, J. Y. (2022). Analisis Pengaruh Brand Image, Harga, dan Review
Product Terhadap Keputusan Pembelian Skincare Wardah Pada Mahasiswa UNAI. Intelektiva,
3(8), 12–25.

Solnick, S. J. (2021). The Influence Of Physical Attractiveness and Gender on Ultimatum Game
Decisions. Organization Behavior and Human Decision Proceseses, 79(3), 199–215.

Stanley, H. (2025). Pengaruh Persepsi Harga Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian
Skincare Hanasui pada Shopee. JKPIM: Jurnal Kajian Dan Penalaran Ilmu Manajemen, 3(1),
117–130.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Page | 1831
JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS
P-ISSN 2620-9551
E-ISSN 2622-1616
JAMBURA: Vol 8. No 3. Januari 2026
Website Jurnal: [Link]

Swastha, B. (2016). Manajemen Pemasaran Modern. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Jambi.

Tapaningsih, W. I. D. A., Rijal. S., Esso. A. S & Sari, D.I. (2022). Manajemen Pemasaran. Sada
Kurnia Pustaka. Banten.

Tatap, E. Y. (2022). Fenomena Iklan Terhadap Kaum Muda. Forum Filsafat Dan Teologi, 49(227–
235).

Tjiptono, F (2019). Strategi Pemasaran Prinsip dan Penerapan. Andi Offset. Yogyakarta.

Tjiptono, F. (2020). Strategi Pemasaran. Andi Offset. Yogyakarta.

Utami, F. W., & Istiyanto, B. (2024). Pengaruh Online Customer Review, Harga dan Citra Merek
Terhadap Keputusan Pembelian Produk Hand and Body Lotion Vaseline (Studi Kasus Pada
Konsumen Hand and Body Lotion Vaseline di Solo Raya). Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan
Manajemen, 2(1), 756–769.

Wandira, A., & Rahman, T. (2021). Islamic Branding, Viral Marketing, Online Consumer Review,
and Purchasing Decision: The Mediating Role of Purchase Intention. Annual International
Conference on Islamic Economics and Business (AICIEB), 1, 323–337.
[Link]

Wijoyo, H. (2021). Manajemen Pemasaran. Insan Cendikia Mandiri. Sumatera.

Wongkar, K., Lumanauw, B., & Kawet, R. C. (2023). Pengaruh Viral Marketing, Food Quality Dan
Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kokumi Manado. Jurnal EMBA : Jurnal
Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 11(3), 431–441.
[Link]

Yasinta, K. L., & Romauli Nainggolan. (2023). Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Keputusan
Pembelian Somethinc Di Surabaya Dimediasi Oleh Brand Image. Performa, 8(6), 687–699.
[Link]

Yuliansyah, F. P., Wahono, B., & Khoirul, M. (2022). Pengaruh Influencer Marketing, Online
Customer Review, Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian The Originote
Hyalucera Moisturizer (Studi Pada Mahasiswa FEB UNISMA Angkatan 2020). E- Jurnal Riset
Manajemen, 13(1), 1115–1123.

Yunianto, M. A. V. T. (2025). Strategi Marketing Influencer Pada Produk Wardah Dalam


Meningkatkan Brand Awareness Melalui Instagram. Nivedana: Jurnal Komunikasi Dan
Bahasa, 6(1), 98–117.

Zahra, K. F., & Sari, L. (2022). Pengaruh Celebrity Endorser, Electronic Word Of Mouth. Administrasi
Bisnis, 10(1), 132–140.

Zed, E. Z., Ratnaningsih, Y. R., & Kartini, T. M. (2023). Pengaruh Online Customer Review Dan
Online Customer Rating Terhadap Keputusan Pembelian Di E-Commerce pada Mahasiswa
Universitas Pelita Bangsa Cikarang. Mirai Management, 1(1), 14–23.

Zusrony, E. (2021). Perilaku Konsumen di Era Modern. Yayasan Prima Agus Teknik. Semarang.

Page | 1832

Anda mungkin juga menyukai