Penyusunan Dokumen
Rencana Pengamanan
Air Minum (RPAM)
1
Modul 1
Pembentukan Tim RPAM
2
Capaian Pembelajaran Modul 1
Setelah mengikuti materi, ini peserta mampu:
1 Menganalisis kompetensi personil yang akan menjadi tim RPAM
Membentuk formasi Tim RPAM yang berpengalaman dan multi disiplin, sesuai
2 dengan tupoksinya di PDAM
3 Menyusun jadwal penyusunan dan pelaksanaan RPAM yang komprehensif
4 Menganalisis daftar pemangku kepentingan terkait sepanjang komponen SPAM
Sumber: Kementerian PUPR-WHO Indonesia-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2020
3
Siklus RPAM = Perbaikan Berkelanjutan
1
11
10 Perencanaan
Pengkajian
Pengkajian Rencana
10/11
Pemeriksaan Pelaksanaan 5
Verifikasi 6 Pengoperasian
7
8
9
Sumber: Kementerian PUPR-WHO-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2020
4
Cakupan Pembahasan
1. Tim RPAM?
2. Langkah-langkah Modul 1
3. Rangkuman
4. Pembelajaran lapangan
5. Hal-hal/masalah yg sering ditanyakan/ditemukan
6. Tugas kelompok
Sumber: Kementerian PUPR-WHO Indonesia-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2020
5
1. Tim RPAM?
6
Mengapa Tim RPAM Dibutuhkan?
• Kelompok individu multidisiplin
→ memahami semua komponen pasokan air → tangkapan air hingga konsumen
• Menyediakan kepemimpinan, keahlian (teknis & manajerial) dan wewenang untuk
→ berhasil menyusun & menerapkan RPAM
→ mendukung perubahan yang diperlukan di dalam organisasi terkait RPAM
• Berperan penting dalam memastikan
→ pendekatan RPAM dipahami & diterima
→ oleh semua pemangku kepentingan yang peduli dengan pengamanan air minum
7
Tim RPAM
Tim RPAM bertanggung jawab
untuk:
• penyusunan dokumen & Melibatkan SDM yang kompeten dan
program pendukung RPAM berpengalaman dalam SPAM, mulai
• pelaksanaan kegiatan dari proses pengolahan hingga
• menginternalisasikan kegiatan pendistribusian
pada setiap pekerjaan rutin
penyelenggara SPAM
8 Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2021
Karakter Tim yang Diperlukan?
• Pengetahuan menyeluruh mengenai SPAM (dari daerah tangkapan air
sampai ke konsumen)
• Pemahaman tentang hubungan antara kesehatan masyarakat, kualitas air
dan penyediaan air minum secara umum
• Otoritas untuk membuat keputusan terutama mengenai SDM
& keuangan, dan perubahan sistem
• Tanggung jawab & kemampuan untuk melakukan pengelolaan dan
menghindari risiko
Tim yang terdiri dari lintas keahlian akan membantu menyeimbangkan
antara aspek keteknikan dengan kesehatan masyarakat
Sumber: Kementerian PUPR-WHO-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2020
9
Tim Multidisiplin?
Tipikal
• Manager (Manajemen Senior)
• Insinyur Teknik
• Staf yang terlibat dalam pengambilan sampel dan pengujian kualitas air
• Staf Teknik yang terlibat O & M SPAM sehari-hari
• Dll….
Mendorong pelibatan perempuan dalam Tim RPAM
Sumber: Kementerian PUPR-WHO-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2020
10
Ketua Tim
• Kepemimpinan yang kuat dan aktif menjadi kunci dalam pelaksanaan RPAM
• Penting peranannya dalam pengembangan dan pelaksanaan RPAM
• Mampu berperan dalam mengarahkan dan menjamin fokus proses penyusunan dan pelaksanaan
RPAM
• Memiliki otoritas dan keahlian berorganisasi serta kemampuan berhubungan secara
interpersonal untuk menjamin keberhasilan proses penyusunan dan pelaksanaan RPAM
• Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang SPAM dan pengelolaan SPAM itu sendiri
• Memiliki akses yang memadai terhadap manajemen puncak (direksi) dan pemangku kepentingan
di luar penyelenggara SPAM
• Mampu bertindak sebagai fasilitator saat Tim dihadapkan pada permasalahan yang dapat
mennghambat jalannya pelaksanaan RPAM
• Mempunyai jabatan dibawah langsung Manajemen Puncak
Sumber: Kementerian PUPR-WHO-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2020
11
2. Langkah - Langkah
12
Langkah-langkah
Komitmen penyelenggara Tim RPAM yang multidisiplin,
1 2
SPAM untuk melaksanakan kompeten, kompak, dan
RPAM secara kontinu bertanggung jawab
3 Tersedia jadwal pelaksanaan 4 Daftar pemangku
RPAM kepentingan yang terlibat
Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2021
13
3. Poin Utama
External Sourcess?
14
Langkah 1:
Memperoleh Komitmen Institusi
Penyelenggara SPAM
15
1. Memperoleh Komitmen
Contoh Komitmen Manajemen
Puncak Insitusi Penyelenggara
SPAM
Komitmen manajemen di level atas sangat
vital dalam keberhasilan pelaksanaan RPAM
Besarnya dukungan dari manajemen puncak
akan menjamin ketersediaan sumber daya
manusia & finansial yang dibutuhkan
Memiliki Lembar Komitmen yang lengkap (berisi visi,
misi, tujuan penerapan RPAM, dan komitmen internal &
eksternal) dan sudah ditandatangani/disahkan oleh
manajemen puncak
16 Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2017
Dasar Untuk Memperoleh Komitmen
a. Regulasi-regulasi yang memandatkan pelaksanaan RPAM oleh
penyelenggara SPAM
b. Dokumen RPJMN 2020-2024 yang menargetkan cakupan layanan air
minum layak 100% (termasuk 15% akses air minum aman)
c. Dokumen target dari sistem manajemen internal → International
Organization for Standardization (ISO) 9001 dan 14001
d. Contoh-contoh baik penyelenggaraan SPAM untuk meyakinkan
manajemen
17
Langkah 2:
Membentuk Tim RPAM
18
2. Membentuk Tim RPAM
Dilakukan melalui 3 langkah sbb:
1. Mengidentifikasi personil yang
kompeten
2. Membuat formasi tim
3. Mendefinisikan uraian pekerjaan
Membentuk tim RPAM dan semua anggota tim
terkini (anggota baru sudah ditambahkan dan/atau
anggota yang pensiun/mengundurkan diri/tidak
menempati jabatannya lagi sudah dihapus)
Tim RPAM terdiri dari lintas keahlian yang
memperlihatkan keseimbangan keahlian antara
aspek keteknikan dengan kesehatan masyarakat
(teknikal, kesehatan/lab, operasional, SDM, dan
manajerial)
19 Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2017
1) Mengidentifikasi Personil yang Kompeten
Tim RPAM tipikal sebaiknya terdiri dari
Pegawai PDAM dan wakil dari pemangku kepentingan terpilih, termasuk:
• Staf teknik yang terlibat dalam sistem O & M SPAM sehari-hari
• Sarjana teknik yang mempunyai pengetahuan tentang perencanaan, desain, dan konstruksi
• Staf manajemen
• Staf yang mempunyai pengetahuan teknis tentang aspek kesehatan masyarakat dari keamanan air minum
(misalnya keamanan mikrobiologis, keamanan bahan kimia)
• Staf yang terlibat dalam pengambilan dan pengujian sampel air
• Perwakilan dari dinas lingkungan hidup (catchment area, sumber air), dinas pengelola air minum (SPAM),
dinas SDA (sumber air, iklim) atau tenaga ahli terkait
• Perwakilan dari dinas kesehatan termasuk yang bertanggungjawab terhadap surveilans (monitoring
pemenuhan kualitas air) dan/atau edukasi konsumen; dan kelompok pengguna & non pengguna; atau
tenaga ahli terkait
Blue highlight: anggota eksternal (tim adhoc), tidak termasuk dalam tim inti RPAM
Yellow highlight: penting untuk memiliki apresiasi yang baik terhadap aspek kesehatan masyarakat dari keamanan air minum
Green highlight: baik untuk dimiliki, dalam tim (tim eksternal) atau sebagai bagian dari kelompok konsultatif Tim RPAM
20 Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2021
2) Formasi Tim
• Perbedaan pemikiran dan sudut pandang
Contoh Struktur Tim RPAM
individu merupakan hal lumrah
• Perlu ketua Tim RPAM yang bijak, dan mampu
mengatasi konflik yang terjadi dalam
penyusunan & pelaksanaan RPAM
• Struktur organisasi Tim RPAM mencantumkan jabatan
dalam organisasi penyelenggara SPAM
• Tim RPAM memiliki 3 sub tim, yaitu: 1) Sub Tim Analisis
Risiko; 2) Pemantauan; 3) Manajemen & Komunikasi
• Ketua Tim RPAM berasal dari level manajemen senior dan
memiliki akses terhadap manajemen puncak (Direksi) -
dilihat dari garis koordinasi pada struktur organisasi
• Terdiri atas manajemen puncak & senior, staf unit produksi,
pengolahan, distribusi & pelayanan
Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2017
21
2) Formasi Tim
• Telah mempertimbangkan faktor keadilan (equity), dengan memberikan akses yang setara
kepada laki-laki dan perempuan, penyandang disabilitas (GEDSI)
• Terdiri dari pihak internal dan ahli eksternal (otoritas sumber air baku, penyediaan air minum,
PUPR, KLHK, pakar)
• Ahli eksternal berfungsi sebagai tim konsultatif dan tidak termasuk ke dalam tim inti RPAM,
serta terdapat perjanjian pekerjaan konsultatif
• Setiap mentor (ketua sub tim) memiliki sertifikat pelatihan dengan mencantumkan muatan
pelatihan
• Setiap anggota tim memiliki sertifikat/surat keterangan pelatihan dengan mencantumkan
muatan pelatihan, serta bukan berasal dari auditor internal (SPI)/eksternal/ISO
Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2017
22
3) Mendefinisikan Uraian Pekerjaan
Mendefinisikan secara detail tugas dan
tanggung jawab setiap anggota penting
Terdapat dokumen daftar uraian pekerjaan
dilakukan; untuk menghindari pekerjaan setiap individu Tim RPAM yang memuat nama,
yang tumpang tindih, dan menjaga fokus jabatan dalam Tim RPAM, keahlian, peran
dalam Tim RPAM & tupoksinya
pekerjaan tiap individu
Contoh Format Pembagian Peran Tim RPAM
Sumber: Kementerian PUPR-WHO-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2021
23
Langkah 3:
Menyusun Jadwal Pelaksanaan
24
3. Menyusun Jadwal Pelaksanaan
• Jadwal pelaksanaan RPAM harus didokumentasikan
agar kemajuannya dapat mudah dipantau (WHO, 2016)
• Setiap uraian aktivitas juga dilengkapi dengan Menyusun Jadwal pelaksanaan RPAM
penanggung jawab lengkap: tertulis aktivitas, penanggung
jawab kegiatan dan rencana pelaksanaan
untuk 1 tahun berjalan
Contoh Jadwal Pelaksanaan RPAM
Aktifitas Penanggung Jawab
Waktu (Tahun….Bulan…)
Jan Feb Mar Apr dst
Isi rencana aktivitas
Isi penanggung jawab aktivitas Isi waktu rencana pelaksanaan aktivitas
pengembangan RPAM
Direktur Teknik yang akan
Pembentukan Tim RPAM
ditugaskan sebagai Ketua
Identifikasi pemangku Direktur Teknik yang akan
kepentingan ditugaskan sebagai Ketua
Dst
25 Sumber: WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2021
Langkah 4:
Mengidentifikasi Pemangku
Kepentingan
26
Mengidentifikasi Pemangku Kepentingan yang Dapat
Berkontribusi pada Perencanaan Keamanan Air
• Orang/badan/
institusi yang
dipengaruhi atau
Pemangku kepentingan internal potensial
memengaruhi (berada di dalam penyelenggara SPAM)
kualitas air yang
diproduksi
• Memudahkan Tim
RPAM untuk
mengimplementasi Pemangku kepentingan eksternal potensial
tindakan
pengendalian risiko (berada di luar penyelenggara SPAM)
27
Mengidentifikasi Pemangku Kepentingan yang Dapat
Berkontribusi pada Perencanaan Keamanan Air
Pemangku kepentingan internal potensial (berada di dalam ranah penyelenggara SPAM yang
memengaruhi RPAM)
Bisa dikelola sendiri oleh Penyelenggara SPAM dan/atau pihak luar/ ketiga (outsourcing)
Contoh komponen pekerjaan:
• Pelatihan
• Manajemen organisasi (misalnya manajemen lingkungan,
kesehatan dan keselamatan)
Jika dikelola oleh pihak luar
• Teknologi informasi (SPAM, manajemen asset, keuangan)
• Pengadaan (misalnya bahan kimia)
• Desain dan konstruksi sistem
• Operasi dan pemeliharaan sistem
28
Mengidentifikasi Pemangku Kepentingan yang Dapat
Berkontribusi pada Perencanaan Keamanan Air
Pemangku kepentingan eksternal potensial (berada di luar ranah penyelenggara SPAM)
• Pengguna lahan di daerah tangkapan air (mis. pertanian, industri)
• Pengelola daerah tangkapan air & perlindungan lingkungan (mis. lembaga yang mengelola
penggunaan lahan, pembuangan industri, SDA)
• Pemantau independen kualitas air minum (mis. lembaga surveilans, laboratorium analitik pihak
ketiga)
• Kelompok pengguna & masyarakat sipil (mis. organisasi non pemerintah, kelompok perempuan,
disabilitas, etnis, dan marginal lainnya) → isu GEDSI
• Perubahan iklim dan kesehatan masyarakat (mis. ahli iklim, hidrologi, epidemiologi, perencana
tanggap darurat, adaptasi/perlindungan sipil)
• Infrastruktur perkotaan lainnya (mis. saluran pembuangan, jalan)
• Lembaga penelitian/akademik
29
4. Daftar Pemangku Kepentingan
Sumber: : Kementerian PUPR-WHO-LPPM Itenas Bandung, 2021; WHO, 2019; Kementerian PUPR, 2021
30
Hal-hal/Masalah
yang Sering
Ditanyakan/Ditemukan
31
Hal-hal/Masalah yang Sering
Ditanyakan/Ditemukan
• Ada berapa sub-Tim dalam Tim RPAM?
• SPI masuk Tim RPAM?
?
• Memperoleh komitmen atau Tim RPAM dahulu?
• Nama tercantum dalam struktur organisasi
• Menemukan personel yang kompeten
• Mengorganisasikan beban kerja
• Mengidentifikasi stakeholders
• Menggunakan sumber daya luar
• Memelihara kebersamaan tim
• Berkomunikasi secara efektif
32
Daftar Pustaka
• World Health Organization (WHO), Water safety plan manual: step-by-step risk management for drinking-water
suppliers, 2023
• Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) – World Health Organization (WHO) Indonesia –
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung,,
WEBINAR Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), 1-5 Maret 2021
• Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Draft Pedoman Pelaksanaan Rencana Pengamanan
Air Minum untuk Sistem Jaringan Perpipaan, 2021
• World Health Organization (WHO), Virtual Training, Water Safety Planning Introduction to Principles and Steps, 29
October 2020
• World Health Organization (WHO), Strengthening National Initiatives on Water Safety Plan (WSP) Implementation.
Final Report, September 2019.
• Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Satuan Kerja
Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Petunjuk Teknis Rencana Pengamanan Air Minum, 2017
• Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)-2, Evaluasi Rencana Pengamanan Air Minum
(RPAM) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Malang, 2014
• Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU)-3, Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum
33 (RPAM) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Malang, 2013
TERIMA KASIH
34