Modul Ajar 6
Modul Ajar 6
KURIKULUM MERDEKA
INFORMASI UMUM
IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Lia Dewi Wahyuni Alokasi Waktu : 18 X 40 Menit
Satuan : SMPS Al-Asri Tahun : 2024
Pendidikan Penyusunan
Kelas / Semester : VIII/Genap Fase : D
Mata Pelajaran : IPA Elemen Mapel : Pemahaman Sains
KOMPETENSI AWAL
Mendeskripsikan lapisan-lapisan penyusun bumi berupa wujud, kandungan di dalamnya, suhu
dan kedalamannya
Membuat model struktur bumi dengan menggunakan skala ketebalan dan perbandingan suhu
Mengenal 10 lempeng tektonik besar di dunia
Mengidentifikasi lempeng tempat pelajar tinggal
Mengumpulkan informasi sebagai bukti teori Pangaea
Mendeskripsikan tiga tipe pergerakan lempeng
Menjelaskan bagaimana lempeng dapat bergerak disertai bukti-buktinya
Menyelesaikan masalah sesungguhnya tentang pembangunan PLTN terkait pengetahuan
tentang pergerakan lempeng
Mengenal istilah-istilah yang berhubungan dengan gempa bumi, termasuk satuan dalam
mengukur kekuatan gempa
Mendeskripsikan jenis-jenis gempa berdasarkan penyebabnya
Menjelaskan penyebaran gempa dari segi perambatan gelombang
Mengumpulkan informasi mengenai bangunan yang tahan gempa
Mendeskripsikan terjadinya tsunami sebagai bencana setelah gempa
Mengenal kawasan cincin api Pasifik
Menentukan apabila ada gunung berapi di wilayah pelajar tinggal beserta status gunung tersebut
Mengidentifikasi bagian-bagian gunung api
Menentukan suhu lava berdasarkan warna melalui gambar saat erupsi gunung berapi
Menggali potensi daerah yang memiliki gunung api
Membuat kampanye mitigasi bencana gempa/ gunung berapi
MODEL PEMBELAJARAN
Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi
Kegiatan Sebelum pelajaran dimulai, guru mempersiapkan telur rebus atau pisang yang belum
Inti dikupas kulitnya, atau bisa juga menggunakan benda lain untuk mengilustrasikan lapisan-
(90 lapisan bumi.
Menit) Pelajar diminta mengingat kembali pelajaran SD tentang lapisan bumi sambil
memperhatikan guru mengupas kulit telur rebus. Guru mengajukan pertanyaan: apakah
hubungan lapisan bumi dengan kulit telur rebus ini? Telur kemudian dibagi menjadi 2, lalu
guru kembali mengajukan pertanyaan: bagaimana dengan bagian ini, apakah dapat
dihubungkan dengan struktur bumi?
Pelajar diminta untuk melihat gambar struktur bumi pada halaman 182 untuk mengecek
ingatan dan jawaban mereka.
Setelah itu pelajar melakukan aktivitas 6.1 Ayo Selidiki Lapisan Bumi Untuk aktivitas ini,
apabila tersedia akses internet di sekolah, disarankan pelajar diberi kebebasan untuk
mengeksplorasi jawaban dari berbagai website. Apabila tidak ada internet, gunakan buku-
buku atau ensiklopedia di perpustakaan mengenai struktur bumi. Apabila tidak ada sumber
internet dan buku, maka pelajar dapat menggunakan buku siswa halaman 182-187 sebagai
sumber belajar.
Setelah mereka mengisi informasi dalam tabel, guru dapat mengadakan diskusi kelas
tentang apa yang mereka peroleh. Pelajar didorong untuk berbicara tanpa selalu melihat
buku (bukan membaca tetapi menjelaskan) dengan menggunakan istilah-istilah yang
sesuai.
Pelajar lalu membaca Fakta Sains pada halaman 184, kemudian mengerjakan Aktivitas 6.2
Ayo Bandingkan pada halaman 185. Pada bagian ini pelajar dapat diingatkan lagi tentang
betapa kecilnya manusia dibandingkan alam semesta yang amat besar. Bahkan usaha
manusia untuk menembus kerak bumi belum membuahkan hasil, usaha penggalian
terdalam baru sampai sepertiganya.
Setelah memperoleh gambaran utuh mengenai lapisan-lapisan penyusun bumi, guru
kembali menanyakan pertanyaan apersepsi.
Pelajar kemudian diminta melihat lagi tabel TIS, untuk menambahkan hal-hal yang
mungkin baru mereka pahami pada kolom kedua dan ketiga
Sebagai penutup aktivitas ini, pelajar ditugaskan membuat model 3D dari struktur bumi
(Bagian Mari Uji Kemampuanmu halaman 187-188) dengan menggunakan skala
ketebalan lapisan yang tertera dalam tabel atau memperkecil dengan perbandingan tetap.
Skala harus digunakan agar pelajar dapat melihat secara visual perbandingan antara tempat
mereka tinggal (kerak) dengan lapisan lain di dalamnya. Dengan memahami ketebalan
lempeng, pelajar akan memahami efek pergerakan lempeng, misal gempa bumi.
Penutup (10 Menit)
1. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
2. Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
3. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar
dan diakhiri dengan berdoa.
Pertemuan Ke-3
Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan kesiapan peserta didik,
memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, kerapihan posisi, dan tempat duduk peserta didik.
2. Mengatur posisi duduk peserta didik dan mengondisikan kelas agar proses pembelajaran berlangsung
menyenangkan.
3. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pemebelajaran
4. Guru mempersiapan segala peralatan yang akan digunakan pembelajaran
5. Guru melakukn apersepsi dapat mengajak peserta didik mengingat objek-objek mengesankan yang
pernah mereka lihat dan dan menanyakan hal-hal penting yang mereka ingat dari objek yang
menarik.
Kegiatan Sebelum pelajaran dimulai, guru mempersiapkan telur rebus atau pisang yang belum
Inti dikupas kulitnya, atau bisa juga menggunakan benda lain untuk mengilustrasikan lapisan-
(90 lapisan bumi.
Menit) Pelajar diminta mengingat kembali pelajaran SD tentang lapisan bumi sambil
memperhatikan guru mengupas kulit telur rebus. Guru mengajukan pertanyaan: apakah
hubungan lapisan bumi dengan kulit telur rebus ini? Telur kemudian dibagi menjadi 2,
lalu guru kembali mengajukan pertanyaan: bagaimana dengan bagian ini, apakah dapat
dihubungkan dengan struktur bumi?
Pelajar diminta untuk melihat gambar struktur bumi pada halaman 182 untuk mengecek
ingatan dan jawaban mereka.
Setelah itu pelajar melakukan aktivitas 6.1 Ayo Selidiki Lapisan Bumi Untuk aktivitas ini,
apabila tersedia akses internet di sekolah, disarankan pelajar diberi kebebasan untuk
mengeksplorasi jawaban dari berbagai website. Apabila tidak ada internet, gunakan buku-
buku atau ensiklopedia di perpustakaan mengenai struktur bumi. Apabila tidak ada sumber
internet dan buku, maka pelajar dapat menggunakan buku siswa halaman 182-187 sebagai
sumber belajar.
Setelah mereka mengisi informasi dalam tabel, guru dapat mengadakan diskusi kelas
tentang apa yang mereka peroleh. Pelajar didorong untuk berbicara tanpa selalu melihat
buku (bukan membaca tetapi menjelaskan) dengan menggunakan istilah-istilah yang
sesuai.
Pelajar lalu membaca Fakta Sains pada halaman 184, kemudian mengerjakan Aktivitas
6.2 Ayo Bandingkan pada halaman 185. Pada bagian ini pelajar dapat diingatkan lagi
tentang betapa kecilnya manusia dibandingkan alam semesta yang amat besar. Bahkan
usaha manusia untuk menembus kerak bumi belum membuahkan hasil, usaha penggalian
terdalam baru sampai sepertiganya.
Setelah memperoleh gambaran utuh mengenai lapisan-lapisan penyusun bumi, guru
kembali menanyakan pertanyaan apersepsi.
Pelajar kemudian diminta melihat lagi tabel TIS, untuk menambahkan hal-hal yang
mungkin baru mereka pahami pada kolom kedua dan ketiga
Sebagai penutup aktivitas ini, pelajar ditugaskan membuat model 3D dari struktur bumi
(Bagian Mari Uji Kemampuanmu halaman 187-188) dengan menggunakan skala
ketebalan lapisan yang tertera dalam tabel atau memperkecil dengan perbandingan tetap.
Skala harus digunakan agar pelajar dapat melihat secara visual perbandingan antara tempat
mereka tinggal (kerak) dengan lapisan lain di dalamnya. Dengan memahami ketebalan
lempeng, pelajar akan memahami efek pergerakan lempeng, misal gempa bumi.
Penutup (10 Menit)
1. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
2. Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
3. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar
dan diakhiri dengan berdoa.
Pertemuan Ke-3
Pendahuluan (10 Menit)
Pertemuan Ke-3
Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan kesiapan peserta didik,
memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, kerapihan posisi, dan tempat duduk peserta didik.
2. Mengatur posisi duduk peserta didik dan mengondisikan kelas agar proses pembelajaran berlangsung
menyenangkan.
3. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pemebelajaran
4. Guru mempersiapan segala peralatan yang akan digunakan pembelajaran
5. Guru melakukn apersepsi dapat mengajak peserta didik mengingat objek-objek mengesankan yang
pernah mereka lihat dan dan menanyakan hal-hal penting yang mereka ingat dari objek yang
menarik.
Kegiatan Guru kemudian menceritakan penemuan teori pergerakan lempeng dengan menggunakan
Inti pemahaman guru sendiri atau menggunakan deskripsi berikut: ”teori pergerakan lempeng
(90 ditemukan persis seperti yang kalian lakukan. Seseorang bernama Alfred Wagener, ahli
Menit) astronomi pada tahun 1911 mengamati peta dunia di Afrika dan Amerika Selatan (benua
yang baru saja kalian amati). Ia punya dugaan bahwa kedua benua ini sepertinya pernah
menjadi kesatuan. Ia juga mengamati penyebaran tanaman dan hewan di beberapa belahan
dunia dan menemukan kesamaan pada tempat-tempat yang letaknya berjauhan. Wegener
lalu mencari bukti-buktinya untuk memperkuat dugaan/hipotesisnya sehinggga pada tahun
1915 (empat tahun setelah ia mengamati peta), ia menulis buku dan menyatakan bahwa
300 juta tahun yang lalu, semua benua adalah suatu kesatuan daratan yang disebut sebagai
Pangaea, suatu kata Yunani yang artinya satu bumi. Pangaea bergerak, terpisah sehingga
bergerak menjauh satu sama lain dan membentuk benua. Pada waktu itu, teori Wegener
disebut teori pergerakan benua. Apakah teorinya diterima secara luas waktu itu? Ternyata
tidak semudah itu.
Pelajar lalu diajak membaca buku siswa halaman 189-190 tentang teori tektonik lempeng,
dilanjutkan dengan teori pergerakan lempeng pada halaman 190-193.
Pelajar kemudian diminta berkelompok untuk membuat simulasi pergerakan lempeng
dengan benda-benda yang ada di sekitar mereka atau dengan tubuh mereka sendiri.
Mereka perlu diingatkan untuk tidak membuat seseorang cedera atau merusakkan barang.
Setiap kelompok kemudian mempresentasikan simulasi mereka. Pemikiran kreatif
diharapkan muncul di sini selain mengembangkan keterampilan berkolaborasi. Aktivitas
6.4 dapat dilakukan sebagai alternatif, jika kegiatan di atas tidak dapat dilaksanakan.
Guru kemudian dapat mengingatkan kembali cerita penemuan teori pergerakan benua
yang telah disampaikan. Teori Wegener yang semula dinamakan Teori Pergerakan Benua
kemudian diperbaharui menjadi Teori Pergerakan Lempeng. Mengapa demikian? Ajak
pelajar untuk berpikir: Bagaimana lempeng bisa bergerak? Pelajar dapat menghubungkan
dengan percobaan yang dilakukan saat kegiatan apersepsi di subbab. Pelajar boleh
mendiskusikan pertanyaan ini dalam kelompok kemudian membagikan hasil diskusinya
pada kelas dengan hanya menyebutkan kata-kata kunci saja. Kelompok lain menebak hasil
diskusi kelompok tersebut dari kata-kata kunci yang diberikan.
Guru dapat meminta siswa mengklarifikasi pendapat mereka dengan membaca bagian
buku siswa “Mengapa Lempeng dapat bergerak” halaman 194-196.
Penutup (10 Menit)
1. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
2. Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
3. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar
dan diakhiri dengan berdoa.
Pertemuan Ke-4
Pendahuluan (10 Menit)
1 Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
. kehadiran, kerapihan pakaian, kerapihan posisi, dan tempat duduk peserta didik.
2 Mengatur posisi duduk peserta didik dan mengondisikan kelas agar proses pembelajaran berlangsung
. menyenangkan.
Pertemuan Ke-4
Pendahuluan (10 Menit)
3 Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pemebelajaran
.
4 Guru mempersiapan segala peralatan yang akan digunakan pembelajaran
.
5 Guru melakukn apersepsi dapat mengajak peserta didik mengingat objek-objek mengesankan yang
. pernah mereka lihat dan dan menanyakan hal-hal penting yang mereka ingat dari objek yang menarik.
Kegiatan Setelah itu guru mengajak pelajar bekerja dalam kelompok untuk mengumpulkan
Inti informasi, mendiskusikan temuan informasi dan membuat bahan presentasi untuk
(90 menjawab pertanyaan berikut. Setiap kelompok mendapat satu poin pertanyaan di bawah
menit) ini.
- Bagaimana cara para ahli mengetahui titik hiposentrum dan episentrum?
- Mengapa gempa dapat mengakibatkan kerusan bahkan di daerah yang jauh dari
episentrum? Bagaimana hubungannya dengan perambatan gelombang?
- Bagaimana cara kita mengukur kekuatan gempa? Apakah perbedaan antara skala
Richter dengan Magnitudo gempa?
- Apakah kaitan antara gempa dan tsunami? Gempa bumi yang seperti apakah yang
memungkinkan terjadinya tsunami?
- Kapan sajakah terjadi gempa bumi besar di Indonesia? Di manakah itu dan bagaimana
kaitannya dengan pergerakan lempeng?
- Di mana sajakah daerah rawan gempa yang ada di Indonesia? Mengapa demikian?
Pelajar diberikan waktu yang cukup untuk mengali informasi secara mandiri dari berbagai
sumber terpercaya. Informasi yang diberikan harus detail dan dapat dimenegrti oleh
kelompok lain. Guru dapat memberikan bimbingan dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan yang lebih spesifik ketika meninjau diskusi tiap kelompok. Pelajar didorong
untuk menggunakan gambar dan video dalam presentasi mereka agar lebih mudah
dimengerti dengan selalu mencantumkan sumber pengambilan (referensi) gambar dan
video tersebut (dimasukkan ke dalam rubrik penilaian).
Setiap kelompok kemudian mempresentasikan jawaban mereka terhadap pertanyaan yang
mereka dapatkan.
Selama presentasi, kelompok lain diminta untuk menilai berdasarkan rubrik penilaian yang
telah disusun dan disepakati bersama. Pelajar juga ditantang untuk memberikan pertanyaan
yang sulit (bukan pertanyaan yang hanya mengulang informasi yang telah disampaikan).
Penanya yang mengemukakan pertanyaan berkategori sulit (namun relevan) akan
mendapatkan poin tambahan.
Setelah semua presentasi dilakukan, guru mengajak pelajar dalam setiap kelompok untuk
membuat miniatur bangunan tahan gempa dengan menggunakan sumber
belajar:[Link]
plans/earthquake_resistant_buildings#materials dan video YouTube mengenai
Earthquake-Resistant Building Lesson Plan with Google’s Science Journal app dari
Science Buddies.
Penutup (10 Menit)
1. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
2. Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
3. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar
dan diakhiri dengan berdoa.
Pertemuan Ke-5
Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
kehadiran, kerapihan pakaian, kerapihan posisi, dan tempat duduk peserta didik.
2. Mengatur posisi duduk peserta didik dan mengondisikan kelas agar proses pembelajaran berlangsung
menyenangkan.
Pertemuan Ke-5
Pendahuluan (10 Menit)
3. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pemebelajaran
4. Guru mempersiapan segala peralatan yang akan digunakan pembelajaran
5. Guru melakukn apersepsi dapat mengajak peserta didik mengingat objek-objek mengesankan yang
pernah mereka lihat dan dan menanyakan hal-hal penting yang mereka ingat dari objek yang
menarik.
Kegiatan Pelajar memberikan keterangan pada gambar bagian-bagian gunung berapi (Gambar 6.19)
Inti di buku catatan. Mereka dapat mencari informasi tentang bagian gunung berapi melalui
(90 internet atau buku di perpustakaan.
Menit) Ketika mereka menyebutkan bagian-bagian ini, hubungkanlah dengan gunung berapi yang
telah mereka buat saat aktivitas pemantik. Tidak semua bagian ada pada gunung berapi yang
mereka buat. Oleh karena itu mereka dapat menambahkan bagian-bagian tersebut.
Pelajar kemudian diajak untuk mengenal apa saja zat yang keluar dari gunung berapi selama
erupsi serta mendalami hubungan antara warna lava dengan suhu dari lava tersebut. Mereka
kemudian membandingkan erupsi beberapa gunung berapi di Indonesia melalui Gambar
6.20 dan menganalisis suhu lava yang dikeluarkan
Pelajar kemudian diberikan waktu untuk membaca pengantar tentang erupsi gunung
Krakatau dan manfaat adanya gunung berapi bagi lingkungan di sekitarnya pada buku siswa
halaman 207-208.
Dalam kelompok mereka kemudian mengumpulkan data mengenai erupsi gunung berapi
besar di dunia dan manfaat yang diperoleh warga sekitar setelah gunung meletus. Setiap
kelompok mendapatkan 1 gunung, yang berbeda dari kelompok lainnya. Pelajar diberikan
waktu yang cukup untuk menggali informasi yang diperlukan dari berbagai sumber
terpercaya. Hasil temuan dan diskusi kelompok disajikan dalam sebuah poster. Pelajar
didorong untuk menggunakan gambar dan grafik dalam presentasi mereka agar lebih mudah
dimengerti dengan selalu mencantumkan sumber pengambilan (referensi) gambar dan grafik
tersebut (dimasukkan ke dalam rubrik penilaian). Letusan terbesar di dunia dapat diakses
pada tautan berikut: [Link] science/discovery/bintaran-
sukmatama/letusan-gunung-berapi-yang-paling-mempengaruhi-dunia-exp-c1c2/7
Poster yang dihasilkan oleh setiap kelompok dibuat sebagai display di dinding kelas,
kemudian guru memfasilitasi waktu mempelajari poster kelompok-kelompok lain dan
menuliskan intisari dengan menggunakan metode gallery walk.
Penutup (10 Menit)
1. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
2. Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian proses
pembelajaran dan perbaikan.
3. Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan
diakhiri dengan berdoa.
A. ASESMEN/PENILAIAN
Penilaian Pertemuan 1
Rubrik penilaian untuk model struktur bumi dapat dibuat oleh guru dengan diskusi bersama
pelajar atau menggunakan rubrik berikut. Sangat disarankan menggunakan barang bekas.
Penilaian Pertemuan 2
Penilaian formatif ketika siswa menjawab soal-soal pada bagian Mari Uji Kemampuanmu
Penilaian Pertemuan 3
Penilaian kelompok selama presentasi yang dibuat dalam rubrik yang disepakati oleh pelajar
dan guru.
Penilaian Pertemuan 4
Penilaian formatif ketika pelajar menjawab soal-sol pada bagian Mari Uji Kemampuanmu.
1. Penilaian Sumatif
Kriteria dan Deskripsi Penilaian Proyek Akhir
Aspek yang
Poin 1-3 Poin 4-6 Poin 7-10
dinilai
Latar belakang Kamu mencoba Kamu menyebutkan Kamu menjelaskan
(Informasi Sains) memberikan penjelasan letak daerahmu dari pengaruh letak daerahmu
letak daerahmu segi lempeng tektonik terhadap potensi bencana
3. Penilaian Teman
Rancangan percobaan yang saya nilai adalah milik: ........................................
Hal-hal yang baik yang telah dia lakukan
dalam rancangan percobaannya
Hal-hal yang perlu dia tingkatkan dalam
rancangan percobaannya
Berdasarkan kriteria penilaian di atas, maka menurut saya level yang diraihnya
adalah: .......................
2. Remedial
Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian kompetensi dasarnya (KD)
belum tuntas
Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas
Guru akan memberikan tugas kepada peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk
pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok, belajar tutor sebaya bagi
peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai analisis penilaian.
A. Refleksi Guru:
1. Apakah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik?
2. Apa momen paling berkesan saat proses kegiatan pembelajaran?
3. Apa tantangan yang dihadapi saat proses kegiatan pembelajaran?
4. Bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut?
A. LKPD Pembelajaran 1
Buatlah model lapisan-lapisan bumi sesuai dengan urutan dan ketebalan lapisan yang telah kamu
pelajari. Gunakan skala perbandingan seperti di bawah ini untuk modelmu. Kamu juga dapat
menambahkan warna untuk menunjukkan perbedaan suhu pada tiap lapisan. Modelmu tidak harus
berbetuk bulat. Kamu dapat memilih bentuk segitiga (seperti pada Gambar 6.7), kotak, atau
bentuk-bentuk lainnya. Perhatikan tabel berikut untuk membantumu membuat skala yang sesuai.
Kamu boleh memperkecil atau memperbesar skala dalam tabel.
Lapisan Bumi km mm cm
Kerak 300 30 3
Mantel 2900 290 29
Inti luar 2250 225 22.5
Inti dalam 1300 130 13
B. LKPD Pembelajaran 2
1. Mengapa Alfred Wagener mengajukan teori Pangea? Apakah teorinya langsung
diterima oleh pada ilmuwan? Uraikan bukti-bukti dari teorinya ini.
2. Jelaskan arus konveksi yang menyebabkan pergerakan lempeng kepada adik, kakak,
orang tua, atau saudaramu.
3. Perhatikan gambar peta bumi di bawah ini. Tanda panah menunjukkan gerakan
lempeng. Identifikasilah di bagian mana sajakah gerakan lempeng konvergen,
divergen, dan transform yang terjadi.
C. LKPD Pembelajaran 3
1. Buatlah tabel berisi daftar kata yang kamu pelajari pada subbab 6.3 ini.
2. Carilah informasi mengenai struktur bangunan yang tahan gempa.
3. Jepang adalah salah satu negara yang menggunakan tenaga nuklir sebagai sumber energi
listrik. Terdapat 21 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang menyebar di beberapa
kota di negara ini. Pada tanggal 11 Maret 2011 terjadi gempa bumi dan tsunami besar di
Jepang yang mengakibatkan bencana nuklir Fukushima. Carilah informasi mengenai
kerusakan yang terjadi di PLTN Fukushima pada waktu tersebut. Seperti apa akibat yang
ditimbulkan dan bagaimana pemerintah Jepang mengatasi hal ini?
D. LKPD Pembelajaran 4
1. Deskripsikanlah hubungan antara gunung berapi dan gempa bumi!
2. Bayangkan jika di daerah tempatmu tinggal, ada sebuah gunung berapi yang terlihat
menunjukkan aktivitas erupsi dalam beberapa hari ke depan. Sebagai seorang seismolog,
kamu harus membuat presentasi untuk menjelaskan kepada para kepala desa agar
masyarakat di sekitar gunung berapi segera mengungsi.
2. Kerak Bumi
Bagian terluar merupakan lapisan yang paling tipis dibandingkan lapisan-lapisan lainnya.
Lapisan ini terdiri atas tanah dan batuan yang mudah pecah dan mengandung berbagai unsur
kimia, seperti oksigen, silikon, besi, alumunium, kalsium, magnesium, natrium, dan juga
kandungan batuan berharga seperti emas, perak, platinum, atau karbon dalam bentuk berlian
dan grafit. Ada dua macam lapisan kerak bumi, yaitu kerak benua yang terdapat di daratan
dan kerak samudera yang merupakan dasar laut. Ketebalan kerak benua antara 30-70 km
sedangkan kerak samudera 6-11 km.
Suhu pada kerak bumi bervariasi, apabila kalian menggali makin dalam, maka suhu makin
tinggi. Bahkan pada suatu bagian terdalam di kerakbumi, suhu mencapai 870°C.
3. Mantel Bumi
Lapisan ini merupakan lapisan yang paling tebal, yaitu 2.900 km dan paling berat di antara
lapisan lainnya. Sebenarnya mantel bumi juga terdiri dari dua lapisan seperti inti bumi, yaitu
lapisan mantel luar dan mantel bawah atau dalam. Lapisan mantel luar lebih tipis, yaitu hanya
sekitar 35-410 km, sedangkan lapisan mantel dalam 410-2.900 km. Lapisan mantel luar dan
kerak bumi membentuk litosfer. Suhu pada lapisan mantel paling luar sekitar 250°C. Lapisan
mantel berbentuk padatan, terdiri dari batuan-batuan silikat yang mengandung besi dan
magnesium yang bersifat mudah bergerak, terutama pada lapisan mantel dalam. Hal ini
disebabkan oleh suhu lebih tinggi yang mencapai 2500°C sehingga walaupun berbentuk
padatan namun bersifat mudah bergerak atau plastis dikarenakan mengandung logam-logam
cair. Karena banyak mengandung batuan inilah, lapisan mantel lebih rapat (bermassa jenis
lebih tinggi) dibandingkan kerak bumi.
B. Lempeng Tektonik
Litosfer adalah bagian kerak bumi dan mantel luar. Litosfer berasal dari dua kata Bahasa Yunani,
yaitu lithos yang artinya batuan dan sphaira yang artinya lapisan. Jadi litosfer adalah lapisan batuan.
Litosfer dalam kegiatan apersepsi di atas adalah kertas karton tebal sebelum kalian potong-potong.
Setelah dipotong, maka disebut lempeng litosfer atau lempeng tektonik. Seperti kamu saksikan
dalam kegiatan awal tadi, lempeng tektonik mengapung di atas cairan panas dari mantel dalam dan
inti luar karena lempeng tektonik memiliki kerapatan (atau massa jenis) yang lebih kecil
dibandingkan bagian mantel dalam dan inti luar bumi. Lempeng ini selalu bergerak. Namun perlu
diingat bahwa cairan yang terdapat pada lapisan inti luar bumi pekat karena mengandung lelehan
logam-logam, sehingga tidak seperti air, karena itulah lempeng bergerak lambat. Lapisan mantel
yang berisi cairan magma itu disebut sebagai astenosfer.
Pada awalnya bumi ini merupakan satu daratan besar yang merupakan gabungan dari seluruh benua.
Hal ini dikemukakan pertama kali oleh Alfred Wegener, ahli meteorologi dari Jerman pada tahun
1915. Ia menyebutkan satu daratan ini sebagai Pangaea, berasal dari kata Yunani yang artinya ‘satu
bumi’. Beberapa sumber menyebut juga dengan Pangea. Menurut Alfred Wegener berjuta-juta
tahun yang lalu, Pangaea terpecah untuk menjadi dua daratan besar. Daratan pertama yaitu
Gondwana, yang terdiri dari Australia, Antartika, Amerika Selatan, Afrika, dan India. Daratan
kedua yaitu Laurasia yang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, dan sebagian besar negara Asia. Kedua
daratan besar ini kemudian terbagi-bagi lagi. Teori Wagener disebut sebagai teori tektonik
lempeng. Pergerakan lempeng terjadi sangat lambat, waktunya kira-kira sama dengan kecepatan
pertumbuhan kuku manusia, yaitu rata-rata 1 cm per tahun.
1. Mengapa lempeng dapat bergerak?
Ketika cairan dipanaskan, maka bagian cairan yang panas karena terkena penghantaran panas
dari api (cairan bagian bawah) mengalami penurunan kerapatan atau densitas sehingga akan
naik ke bagian atas cairan tersebut. Ingatlah bahwa cairan yang berdensitas lebih rapat akan
mengambil tempat di bawah cairan yang berdensitas kurang rapat. Pada gambar di atas,
pergerakan cairan panas ditunjukkan dengan anak panah berwarna merah. Setelah beberapa
lama berada di bagian atas, cairan akan menjadi dingin dan bertambah densitasnya sehingga
turun ke bagian bawah lagi. Sementara itu, cairan yang terkena panas akan naik lagi. Pada
gambar, pergerakan cairan yang lebih dingin ditunjukkan oleh anak panah berwarna biru.
Naik turunnya cairan panas dan dingin ini terjadi terus menerus selama cairan terkena
penghantar panas. Pergerakan cairan inilah yang disebut arus konveksi. Arus konveksi seperti
ini juga terjadi pada lapisan bumi yang cair, atau disebut dengan istilah astenosfer. Astenosfer
adalah lapisan yang berisi cairan pekat karena di dalamnya mengandung lelehan batuan.
Letak astenosfer tepat di bawah litosfer.
C. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah bencana yang dapat membawa kerusakan besar, baik pada bangunan, jalan,
jembatan, alam, bahkan hingga merenggut nyawa manusia. Sesungguhnya dalam satu tahun terjadi
10.000-30.000 gempa bumi akibat pergerakan lempeng, baik secara konvergen, divergen, dan
transform. Ketebalan lempeng dan kekuatan akibat pergerakan lempeng itulah yang menyebabkan
kerusakan pada lapisan kerak bumi yang kita tinggali. Walaupun terjadi sangat sering namun kita
tidak merasakan semua gempa tersebut, terutama apabila kekuatannya kecil.
Seperti kamu ketahui gempa bumi terjadi karena adanya gerakan lempeng bumi atau disebut juga
gempa tektonik. Gempa bumi juga dapat terjadi karena pergerakan magma dalam gunung berapi
akibat tekanan gas, yang disebut sebagai gempa vulkanik. Peristiwa alam lain yang dapat
menyebabkan gempa yaitu tanah longsor, yang disebut sebagai gempa runtuhan. Selain itu gempa
juga dapat disebabkan oleh jatuhnya benda langit yang berukuran besar dan berat contohnya
meteorit dan asteroid. Gempa seperti ini disebut gempa tumbukan. Gempa bumi juga bisa dibuat
oleh manusia apabila kita mengunakan bahan peledak berskala besar, misalnya untuk meruntuhkan
gedung-gedung tinggi. Gempa seperti ini disebut gempa buatan. Selain gempa tektonik, akibat
gempa biasanya hanya dirasakan di wilayah tempat terjadinya bencana atau penggunanaan alat
peledak, tidak meluas. Pem belajaran berikut ini lebih banyak membahas gempa tektonik.
Sumber di dalam bumi, tempat terjadinya gempa atau titik pusat gempa disebut hiposentrum.
Hiposentrum berlokasi dekat permukaan kerak bumi, namun dapat juga berlokasi di kedalaman
hingga ratusan kilometer. Kekuatan gempa tidak bergantung pada kedalaman gempa. Daerah di
bagian kerak bumi atau permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum disebut episentrum.
Gempa biasanya dirasakan pertama kali dan paling merusak di titik episentrum ini.
Gempa bumi melepaskan energi dalam bentuk getaran, yang disebut sebagai gelombang seismik,
yang merambat, baik di dalam lempeng bumi dan juga di kerak atau permukaan bumi. Posisi
hiposentrum gempa dapat diketahui dengan menggunakan pengukuran gelombang seismik. Kamu
telah mempelajari tentang gelombang pada bab sebelumnya jadi kamu pasti sudah mengenal jenis
gelombang dan mengetahui bahwa gelombang merambat dengan membawa energi. Kedua jenis
gelombang, yaitu gelombang transversal dan gelombang longitudinal pun terjadi pada lempeng
bumi.
Alat untuk mengukur besarnya getaran gempa bumi disebut sebagai seismograf. Alat ini mengukur
energi gempa bumi di episentrum. Diagram hasil pengukuran seismograf disebut seismogram.
Ketika gempa bumi terjadi, semua seismograf di berbagai tempat menghitung waktu tibanya
gelombang ke tempat seismograf berada. Gelombang P dan S tiba pada waktu yang berbeda.
Perbedaan inilah yang digunakan untuk mengukur titik hiposentrum gempa. Diperlukan setidaknya
pengukuran seismogram di tiga titik untuk menentukan letak hiposentrum secara tepat.
Kekuatan gempa bumi diukur dalam Skala Richter (SR). Skala ini diusulkan oleh seorang ahli
Fisika dari Amerika bernama Charles Richter pada tahun 1935. Angka yang digunakan mulai dari
0, kenaikan satu angka menunjukkan penambahan kekuatan gempa 10 kali lipat dan penambahan
energi gempa sebesar 30 kali lipat. Contoh gempa 7 SR berkekuatan 10 kali lipat lebih besar, kuat,
dan memiliki rambatan energi 30 kali lebih besar dibandingkan gempa berukuran 6 SR.
Metode pengukuran dengan menggunakan Skala Richter memiliki keterbatasan dalam hal frekuensi
dan jarak. Dengan makin banyaknya seismograf yang digunakan di berbagai belahan dunia maka
skala yang digunakan untuk mengukur gempa secara tepat adalah skala Momen Magnitudo (M).
SR mendasarkan perhitungan pada amplitudo gelombang sedangkan M mendasarkan perhitungan
pada frekuensi. Sejak tahun 2008 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah
tidak menggunakan SR dan mengganti pengukuran kekuatan gempa dengan ukuran Momen
Magnitudo.
1. Bencana yang Terjadi Setelah Gempa
a. Gempa Susulan
Setelah terjadi gempa utama yang bermagnitudo besar, lempeng bumi yang telah
bergerak karena saling bertumbukan atau bergesekan membutuhkan waktu untuk
kembali ke posisi stabil. Pergerakan kembalinya lempeng bumi ke posisi stabil setelah
gempa utama ini yang menyebabkan gempa susulan. Kekuatan gempa susulan
biasanya lebih kecil dibandingkan gempa utama. Walaupun kekuatan gempa lebih
kecil, namun dapat merusak bangunanbangunan yang rangkanya telah rusak akibat
gempa utama. Oleh karena itu setelah terjadi gempa, selama beberapa waktu kita tidak
disarankan untuk masuk ke dalam bangunan dan menunggu di ruang terbuka, karena
dikhawatirkan masih terjadi gempa susulan.
b. Tsunami
Tsunami dapat terjadi saat episentrum gempa terletak di dasar laut sehingga
menyebabkan gelombang besar. Walaupun pada awalnya gelombang yang terjadi
hanya setinggi 2 meter, namun dengan pergerakan yang sangat cepat hingga
800km/jam, saat mencapai perairan dangkal, ketinggian gelombang meningkat pesat.
Gelombang yang sangat cepat ini memiliki energi yang sangat tinggi untuk
menghancurkan apapun yang dilewatinya.
D. Gunung Berapi
Kebanyakan gunung berapi terletak pada batas lempeng tektonik karena terbentuk dari pergerakan
lempeng secara konvergen. Tekanan akibat tumbukan lempeng mendorong lelehan batuan (magma)
ke atas. Magma terdapat dalam gunung berapi, karena berbentuk cairan, magma akan menyebar dan
menembus batuan, celah-celah, atau tanah di sekitarnya untuk naik ke permukaan bumi. Magma
yang naik ke permukaan bumi disebut sebagai lava.
Pada saat letusan terjadi, keluarlah lava, debu, dan awan yang sangat panas, serta gas hidrogen
sulfida, peristiwa ini disebut sebagai erupsi gunung berapi. Suhu lava tergantung pada warnanya.
Lava berwarna hitam memiliki suhu kurang dari 500°C, lava warna merah memiliki suhu 500-
900°C, warna oranye memiliki suhu 900-1.000°C, lava kuning lebih panas yaitu antara 1.000-
1.150°C, dan yang paling panas adalah lava berwarna putih dengan suhu lebih dari 1.150°C
(Rickard, et al, 2009 p.309).
1. Manfaat Memiliki Banyak Gunung Berapi
Memiliki banyak gunung berapi tidak selalu berarti bencana, sesungguhnya ada beberapa
manfaat yang diperoleh dengan adanya gunung berapi, antara lain:
Banyak sumber mineral dalam bentuk batuan bijih logam yang terletak pada batas
lempeng. Sumber mineral ini berasal dari bagian magma yang sudah mengeras. Mineral
logam yang biasanya dihasilkan pada gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi yaitu
tembaga, emas, perak, timbal, dan seng.
Sumber energi berupa minyak bumi yang berasal dari fosil yang mengalami dekomposisi
dalam jangka waktu berjuta-juta tahun sehingga membentuk hidrokarbon dan
membentuk minyak bumi. Kandungan ini banyak terdapat pada daerah batas antara
lempeng karena adanya kondisi tekanan dan panas yang sesuai untuk pem bentukan
minyak bumi.
Tidak hanya berupa minyak bumi, sumber energi lain yang dapat dimanfaatkan adalah
gas bumi atau yang disebut sebagai energi geotermal. Bentuk energi ini dapat menjadi
alternatif sumber energi karena kan dungan energi minyak bumi di negara kita sudah
mulai menipis. Diharapkan kalianlah yang akan memanfaatkan kekayaan gas bumi bagi
pengembangan sumber energi baru di Indonesia.
Materi yang dikeluarkan oleh gunung berapi, ter masuk debu vulkanik akan
terdekomposisi dan mengalami perubahan sehingga lamakelamaan membentuk tanah
yang paling subur di bumi ini. Tanah hasil erupsi gunung berapi dapat menghasilkan
panen yang melimpah sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan hidup
masyarakat di sekitar gunung berapi.
Gunung berapi juga menyuguhkan keindahan alam sebagai salah satu daya tarik
pariwisata suatu daerah. Faktanya, Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi
menjadi wilayah yang digemari sebagai tempat penelitian tentang kegunungapian.
Lampiran 3 : Glosarium
Lempeng tektonik, gempa, gunung api, tsunami