0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan23 halaman

Andreas

Laporan praktikum ini membahas teknik budidaya tanaman pakcoy dan sawi, yang merupakan produk hortikultura penting di Indonesia. Praktikum dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau untuk memahami pertumbuhan tanaman dan parameter keberhasilannya. Laporan ini juga mencakup latar belakang, tujuan, dan manfaat dari praktikum yang dilakukan.

Diunggah oleh

mhdaidilmuzakki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan23 halaman

Andreas

Laporan praktikum ini membahas teknik budidaya tanaman pakcoy dan sawi, yang merupakan produk hortikultura penting di Indonesia. Praktikum dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau untuk memahami pertumbuhan tanaman dan parameter keberhasilannya. Laporan ini juga mencakup latar belakang, tujuan, dan manfaat dari praktikum yang dilakukan.

Diunggah oleh

mhdaidilmuzakki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

hLAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA I

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa subsp.


Chinensis) DAN TANAMAN SAWI (Brassica chinensis var. parachinensis)

OLEH:

ANDRE SATRIA
234110201

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM RIAU

FAKULTAS PERTANIAN

PEKANBARU

2025
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan pada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan ridho
dan rahmatnya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
praktikum dengan judul teknik budidaya tanaman pakcoy (brassica rapa subsp.
chinensis) dan tanaman dalam memperoleh ilmu sawi (brassica chinensis var.
parachinensis).

Praktikum mata kuliah teknologi produksi tanaman hortikultura I merupakan sebuah


praktikum yang membantu mahasiswa dalam teknik budidaya tanaman pakcoy
(brassica rapa subsp. chinensis) dan tanaman sawi (brassica chinensis var.
parachinensis). Pratikkan diberi kesempatan untuk mempraktikan budidaya tanaman
pakcoy dan tanaman sawi di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam
Riau. Laporan ini dibuat sebagai persyaratan dari mata kuliah teknologi produksi
tanaman hortikultura I dan sebagai bukti telah mengikuti dilakukannya pratikum ini.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Ir. T. Edy Sabli, [Link] Selaku Dosen Pengasuh mata kuliah teknologi
produksi tanaman hortikultura I
2. Bapak Noer Arif Hardi, SP., MP Selaku Asisten Dosen Mata Kuliah teknologi
produksi tanaman hortikultura I

Pekanbaru, 11 Juli 2025

Andre Satria
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ii
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN........................................................................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................................................1
B. Tujuan Pratikum...............................................................................................................5
C. Manfaat Praktikum...........................................................................................................5
BAB II........................................................................................................................................6
TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................................................6
BAHAN DAN METODE...............................................................................................................8
A. Tempat dan Waktu..........................................................................................................8
B. Alat dan Bahan................................................................................................................8
C. Pelaksanaan Praktikum....................................................................................................8
BAB IV.....................................................................................................................................12
KESIMPULAN DAN SARAN......................................................................................................12
A. kesimpulan.....................................................................................................................12
B. Saran..............................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................13
Lampiran 2 dokumentasi 1................................................................................................16
Lampiran 3. Biodata Penulis 1............................................................................................19

DAFTAR TABEL

A. Umur Muncul Tunas .............................................


iii

[Link] Berbunga ......................................................

C. Banyak Tongkol Pertanaman (buah) .....................

D. Tinggi Tanamam (cm) ...........................................

E. Banyak Tongkol Perbedengan (buah) ...................

F. Berat Tongkol Pertanaman (gram) .........................

G. Panjang Daun Terpanjang (cm) .............................

[Link] Batang Tongkol (cm) ...................................................................................... 22

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. kegiatan praktikum ................................................................................ 16


iv

Lampiran 2 dokumentasi ............................................................................................


16

Lampiran 3. Biodata Penulis ...................................................................................... 18


1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanaman sayuran merupakan salah satu produk hortikultura yang menjadi unggulan
dalam sektor pertanian karena merupakan produk yang banyak diminati oleh
masyarakat. Tanaman sayuran memiliki kandungan gizi bagi kesehatan, salah satu
jenis sayur-sayuran yang banyak dibudidayakan petani dan diminati oleh sebagian
besar masyarakat Indonesia adalah tanaman sawi.

Berbagai sawi yang saat ini banyak dikonsumsi masyarakat antara lain : sawi hijau,
sawi putih, sawi jepun dan sawi pakcoy. Keempat sawi tersebut, sawi pakcoy
termasuk sawi yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini, karena sawi pakcoy
memiliki batang dan daun yang lebih lebar daripada sawi hijau biasa sehingga
membuat sawi jenis ini lebih banyak dibudidayakan oleh petani. Hal ini dapat
memiliki prospek bisnis yang cukup cerah bagi para petani sawi pakcoy (Yuliani,
2008)

Berdasarkan data BPS dan Direktorat Jenderal Hortikultura (2017), kebutuhan


konsumsi sawi pakcoy di Indonesia pada tahun 2015 dan 2016 yaitu 532,370 ton dan
539,800 ton, sedangkan produksi sawi pakcoy di Indonesia pada tahun 2015 dan 2016
adalah 10,23 ton/ha dan 9,92 ton/ha. Data tersebut menunjukkan bahwa setiap tahun
terjadi peningkatan konsumsi sawi pakcoy, sedangkan produksi sawi pakcoy
mengalami penurunan setiap tahun. Rendahnya produksi sawi pakcoy disebabkan
oleh teknik budidaya yang kurang intensif, iklim yang kurang mendukung dan
berkurangnya kesuburan tanah. Salah satu penyebab penurunan kesuburan tanah
adalah penggunaan pupuk kimia secara terus menerus (Akmal dan Bistok, 2019).

Pakcoy adalah salah satu jenis tanaman sayuran yang mudah


dibudidayakan,batang dan daunnya yang lebih lebar dari sawi hijau biasa, membuat
sawi jenis ini lebih sering digunakan masyarakat dalam berbagai menu masakan. Hal
ini memberikan prospek bisnis yang cukup cerah bagi para petani pakcoy karena
2

budidayanya mudah, sayuran berdaun hijau ini termasuk tanaman yang tahan
terhadap hujan dan dapat dipanen sepanjang tahun tidak tergantung dengan musim.

Menurut Haryanto, (2003) tanaman pakcoy telah dibudidayakan sejak 2.500


tahun lalu dan termasuk ke dalam famili Brassicaceae. Tanaman ini berasal dari
daerah subtropis, yaitu China (Tiongkok) dan Asia Timur, kemudian menyebar ke
Taiwan dan Filipina. Tanaman pakcoy memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan cocok
dikembangkan di daerah subtropis maupun tropis. Bagian pakcoy yang dikonsumsi
adalah bagian daunnya atau seluruh bagian tanaman yang berada di atas permukaan
tanah.

Tanaman Sawi (Brassica juncea) merupakan salah satu jenis sayuran famili
kubis-kubisan (Brassicaceae) yang diduga berasal dari negeri China. Sawi masuk ke
Indonesia sekitar abad ke -17, namun sayuran ini sudah cukup populer dan diminati
di kalangan masyarakat (Darmawan, 2009).

Tanaman Sawi rasanya enak serta mempunyai kandungan gizi yang dibutuhkan
tubuh manusia seperti energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, Fosfor, zat Besi,
Natrium, Kalium dan sumber vitamin A. Kandungan gizi serta rasanya yang enak,
membuat sawi menjadi salah satu produk pertanian yang diminati masyarakat,
sehingga mempunyai potensi serta nilai komersial tinggi (Rukmana, 2005).

Menurut Rosmarkam dan Yuwono (2002), penggunaan pupuk kimia yang


berlebih dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, yaitu dapat
merusak kesuburan tanah dan menghambat pertumbuhan mikrobia yang memiliki
peran penting yaitu membantu menguraikan bahan organik di dalam tanah agar
senyawa yang terkandung dalam bahan organik mudah diserap oleh tumbuhan. Jika
hal tersebut terus menerus terjadi maka tumbuhan tidak dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut
adalah dengan menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. Seperti
yang dilaporkan Parwata [Link] (2019) bahwa aplikasi pupuk organik dapat
meningkatkan pertumbuhan dan hasil dua tanaman yang ditumpangsarikan, yaitu
3

selada dan kelor. Bahkan penggunaan pupuk organik berupa pupuk kandang dapat
mengurangi penggunaan pupuk anorganik N-PK Phonska dalam budidaya tanaman
cabai merah (Jaya, [Link], 2021).

Pupuk merupakan salah satu komponen utama dalam sistem budidaya pertanian
modern yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman. Salah satu
jenis pupuk fosfat yang banyak digunakan adalah Triple Super Phosphate (TSP).
Pupuk TSP mengandung kadar fosfor (P₂O₅) yang tinggi, yaitu sekitar 44–46%, dan
umumnya digunakan untuk mendukung pertumbuhan akar, pembungaan, serta
pembentukan buah dan biji pada tanaman (Sutanto, 2020).

Menurut Syamsulbahri (1996), untuk memperbaiki keadaan fisika, kimia dan


biologi tanah, secara umum pemupukan dilakukan melalui tanah dengan memberikan
pupuk buatan, pupuk hijau, 88 CORE Metadata, citation and similar papers at
[Link] Provided by Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung Wijaksono:
Pengaruh Lama Fermentasi pada Kualitas Pupuk.

kompos dan pupuk kandang. Lebih jauh Hartatik dkk. (2005) menjelaskan
penggunaan pupuk kandang dapat menambah hara, memperbaiki sifat fisik dan
biologi tanah. Menurut Effi (2004), pupuk kandang merupakan pupuk organik dari
hasil fermentasi kotoran padat dan cair (urine) hewan ternak. Pupuk kandang
mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman seperti Nitrogen (N), Fosfor
(P), dan Kalium (K) serta mengandung unsur mikro seperti Kalsium (Ca),
Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).

Tanaman memerlukan unsur hara terutama N, P, K saat fase vegetatif dan


generatif. Unsur N berperan untuk pembentukan karbohidrat, protein, lemak dan
persenyawaan organik lain dan unsur P berperan dalam pembentukan bagian generatif
tanaman (Mulyani 2008). Unsur K berperan dalam memacu translokasi karbohidrat
dari daun ke organ tanaman. Penggunaan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil
telah terbukti efektif hanya dalam beberapa tahun, menurut penggunaan yang
konsisten berdasarkan jangka panjang (Stephen et al. 2014).
4

Tanaman memerlukan unsur hara terutama N, P, K saat fase vegetatif dan


generatif. Unsur N berperan untuk pembentukan karbohidrat, protein, lemak dan
persenyawaan organik lain dan unsur P berperan dalam pembentukan bagian generatif
tanaman (Mulyani 2008). Unsur K berperan dalam memacu translokasi karbohidrat
dari daun ke organ tanaman. Penggunaan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil
telah terbukti efektif hanya dalam beberapa tahun, menurut penggunaan yang
konsisten berdasarkan jangka panjang (Stephen et al. 2014).

Pupuk KCl (Kalium Klorida) merupakan salah satu jenis pupuk anorganik yang
mengandung unsur hara makro kalium (K) dalam bentuk K ⁺ dan Cl ⁻. Kandungan
kalium dalam pupuk KCl umumnya mencapai 60-62%, menjadikannya salah satu
sumber kalium paling efisien untuk tanaman (Fageria, 2019). Kalium berperan
penting dalam aktivasi enzim, fotosintesis, transpor air dan nutrien, serta
meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik.

Kalium berperan dalam regulasi tekanan osmotik sel, pembukaan stomata,


sintesis protein, dan pembentukan pati. Menurut Marschner & Marschner (2022),
kekurangan kalium dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, klorosis
pada daun tua, dan menurunnya efisiensi fotosintesis. Selain itu, kalium memperkuat
dinding sel sehingga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen.

Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen
dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama
carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai
adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamide, carbonyldiamine (Ernawanto, 2011).

Urea merupakan pupuk nitrogen dengan kandungan 46% yang memiliki karakter
mudah larut dalam air dan tidak mempunyai residu garam sesudah dipakai untuk
tanaman (Demir, 2014). Selain itu urea tidak bersifat mengionisir dalam larutan,
sehingga mudah mengalami pencucian karena tidak mudah terjerap oleh koloid tanah.
Sehingga untuk dapat diserap oleh akar tanaman, urea harus mengalami proses
ammonifikasi dan nitrifikasi lebih dahulu (Effendi, 2010). Cepat dan lambatnya
perubahan bentuk amide dari urea ke bentuk senyawa N yang dapat diserap oleh
5

tanaman sangat bergantung pada beberapa faktor yaitu keadaan populasi, aktivitas
mikroorganisme, kadar air dari tanah, temperatur tanah dan banyaknya pupuk urea
yang diberikan bagi tanaman (Hardjowigeno, 2013). Unsur hara nitrogen yang
terkandung dalam pupuk urea memiliki kegunaannya bagi tanaman yaitu, membuat
daun lebih banyak mengandung klorofil (zat hijau daun), dapat mempercepat
pertumbuhan tanaman, dapat menambah kandungan protein tanaman dan dapat
dipakai untuk semua jenis tanaman (Al-Jabri [Link]. 2011).

B. Tujuan Pratikum
1. Mahasiswa dapat memahami dan mempelajari teknik budidaya tanaman pakcoy
dan tanaman sawi

2. Mengetahui parameter pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman,jumlah


daun,panjang akar,dan bobot tanaman sebagai indicator keberhasilan budidaya.

C. Manfaat Praktikum
1. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai pratikum 2.
Hasil pratikum sebagai referensi bagi yang berminat

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pakcoy termasuk tanaman sayuran daun berumur pendek yang diintroduksi dari
Cina. Saat ini banyak diminati masyarakat, sehingga perlu pengembangan yang lebih
luas ke daerah medium (Firmansyah, 2009). Tanaman pakcoy dapat diklasifikasikan
sebagai berikut : Kingdom: Plantae; Divisi: Spermatophyta; Kelas: Dicotyledonae;
6

Ordo: Brassicales; Family: Brassicaceae; Genus: Brassica; Spesies: Brassica rapa L.


(Simanjuntak, 2012). Menurut Suwarno et al. (2019), peningkatan produktivitas
jagung di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, antara lain penggunaan
varietas unggul yang belum merata, pengelolaan lahan yang kurang optimal, serta
serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, penelitian-penelitian mutakhir banyak
difokuskan pada pengembangan varietas jagung toleran cekaman abiotik seperti
kekeringan dan tanah marginal (Maulana & Sugiharto, 2020).

Tanaman pakcoy termasuk tanaman berumur pendek dan memiliki kandungan


gizi yang diperlukan tubuh. Kandungan betakaroten pada pakcoy dapat mencegah
penyakit katarak. Selain mengandung betakaroten yang tinggi, pakcoy juga
mengandung banyak gizi diantaranya protein, lemak nabati, karbohidrat, serat, Ca,
Mg, Fe, sodium, vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, serat,
fosfor, tembaga dan protein (Simanjuntak, 2012).

Kelopak daun memanjang yang mirip dengan daun selada, daun duduk (sesil)
agak berkerut, kasar, rapuh dan berambut halus dengan tulang daun utama berwarna
cerah. Kedudukan daun sawi berpola roset membentuk batangnya menjadi beruas-
ruas dengan sangat pendek (Zulkarnain, 2013). Bungannya tersusun dalam malai
yang tumbuh memanjang dan bercabangcabang. Setiap kuntum bunga terdiri atas
empat helai kelopak (sepal), empat helai daun mahkota (petal) berwarna kuning
cerah, empat helai benang sari (filamen) dan satu kepala putik berongga dua. Buah
sawi berupa polong, panjang dan didalam setiap polong terdapat 2-8 biji-bijian kecil
berbentuk bulat, berdiameter 0,5-2,0 mm, berwarna coklat kehitaman dan sistem
perakarannya tergolong akar tunggang dengan cabang-cabang akar yang menyebar
kesemua arah pada kedalaman 5-30cm (Zulkarnain, 2013).

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan tanaman semusim atau tanaman


hortikultura yang tergolong marga Brasssica. Tanaman sawi yang dimanfaatkan
adalah daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun
diolah (Zairoh, 2012). Menurut sejarahnya, sawi (kelompok Brassica campestris)
diperkirakan berasal dari kawasan Mediterania dan daerah Timur Dekat, Afghanistan,
7

Iran, dan Pakitastan Barat. Bukti lain menunjukkan bahwa tanaman ini bersal dari
Cina dan Asia bagian Timur (Zulkarnain, 2013).

Klasifikasi dari tanaman sawi yaitu sebagai berikut: Divisi: Spermatophyta;


Subdivisi: Angiospermae; Kelas: Dicotyledonae; Ordo: Rhoeadales (Brassicales);
Famili: Cruciferae (Brassicaceae); Genus: Brassica; Spesies: Brassica juncea (Zairoh,
2012). Tanaman sawi merupakan salah satu jenis sayuran daun yang memiliki Pro
vitamin A dan asam askorbat yang tinggi. Tanaman sawi dapat tumbuh di dataran
rendah maupun di dataran tinggi (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, 2014).

Morfologi tanaman sawi sangat mirip dengan kubis atau kol. Kedudukan daun
yang berpola roset membentuk batangnya menjadi beruas-ruas dan sangat pendek.
Sistem perakarannya tergolong akar tunggang dengan cabang-cabang akar yang
menyebar ke semua arah pada kedalaman 30-50 cm. bunganya tersusun dalam malai
yang tumbuh memanjang dan bercabang-cabang. Setiap kuntum bunga terdiri atas
empat helai daun kelopak (sepal), empat helai daun mahkota (petal) berwarna kuning
cerah, empat helai benang sari (filamen) dan satu kepala putih yang berongga dua
(Zulkarnain, 2013). Dari sisi media tanam, jagung tumbuh baik pada tanah yang
memiliki struktur remah, bertekstur lempung berpasir, serta memiliki pH antara 5,5–
7,0. Tanah yang terlalu asam dapat menyebabkan ketersediaan unsur hara makro
seperti fosfor dan kalium menurun (Sari et al., 2021). Oleh karena itu, pengapuran
dapat dilakukan untuk meningkatkan pH tanah jika diperlukan.

BAB III

BAHAN DAN METODE


8

A. Tempat dan Waktu

Pratikum dilakukan dikebun percobaan fakultas Pertanian Universitas Islam Riau,


Jalan Kaharuddin Nasution Km 11, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya,
Kota Pekanbaru. Dimulai dari 28 Mei hingga 7 Juli 2025.

B. Alat dan Bahan


Bahan-bahan yang digunakan dalam pratikum ini yaitu benih pakcoy (brassica
chinensis l.) dan tanaman sawi manis (brassica juncea l.). NPK 16-16-16, Urea,
Kotoran Kambing.
Sedangkan Alat-alat yang digunakan dalam pratikum ini adalah cangkul, gembor,
karung Goni atau plastik, garu ,gerobak, kamera, timbangan, meteran, dan alat-alat
tulis.
C. Pelaksanaan Praktikum

1. Parameter Pengamatan

A. Tanaman yang hidup


Polybag Pakcoy 1 4 Tanaman 0 Kematian 100%

Polybag Pakcoy 2 4 Tanaman 0 Kematian 100%

Polybag Sawi 3 6 Tanaman 0 Kematian 100%

Polybag Sawi 4 4 Tanaman 2 Kematian 70%

[Link] tanaman setiap polybag


Polybag Pakcoy 1 4 Tanaman 0 Kematian

Polybag Pakcoy 2 4 Tanaman 0 Kematian

Polybag Sawi 3 6 Tanaman 0 Kematian


9

Polybag Sawi 4 4 Tanaman 2 Kematian

[Link] keseluruhan tanaman


Pakcoy 1 4 Tanaman 298.00 gr

Pakcoy 2 4 Tanaman 371.00 gr

Sawi 3 6 Tanaman 219.00 gr

Sawi 4 4 Tanaman 265.0 Gr

[Link] tanaman per polybag


Pakcoy 1 1 Sampel 15 cm

Pakcoy 2 1 Sampel 14 cm

Sawi 3 1 Sampel 25 cm

Sawi 4 1 Sampel 30 cm

[Link] akar per polybag


Pakcoy 1 1 Sampel 9 cm

Pakcoy 2 1 Sampel 8 cm

Sawi 3 1 Sampel 7 cm
10

Sawi 4 1 Sampel 15 m

F..Jumlah daun per tanaman


Pakcoy 1 1 Sampel 6 Helai

Pakcoy 2 1 Sampel 7 Helai

Sawi 3 1 Sampel 5 Helai

Sawi 4 1 Sampel 10 Helai

2. Jadwal Praktikum Mei Sampai Juli


Bulan
No Kegiatan
Mei Juni Juli

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pembukaan
Lahan
2 Persiapan
Benih
3 Pemasangan
label
4 Penanaman

5 A. Pupuk
kotoran
kambing

B. Pupuk
NPK
[Link]

6. Panen
11

7. Pengamatan

8. Laporan

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. kesimpulan

Praktikum teknologi produksi tanaman hortikultura I yang dilakukan di lahan


percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau membuktikan bahwa teknik
budidaya tanaman pakcoy dan sawi dapat dilaksanakan dengan baik menggunakan
media polybag dan pemupukan yang tepat. Tanaman pakcoy menunjukkan hasil yang
lebih optimal dibandingkan tanaman sawi, baik dari segi persentase hidup, berat
tanaman, maupun pertumbuhan tinggi dan jumlah daun. Hal ini membuktikan bahwa
pemilihan jenis tanaman serta teknik pemeliharaan seperti pemberian pupuk organik
dan anorganik secara tepat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
Praktikum ini juga menunjukkan bahwa teknik budidaya yang benar dapat
meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam produksi sayuran hortikultura.
12

B. Saran

Untuk praktikum dan budidaya selanjutnya, disarankan agar dilakukan evaluasi


lebih lanjut terhadap dosis dan jenis pupuk yang digunakan, serta faktor lingkungan
seperti kelembaban dan pencahayaan. Penting juga melakukan pemantauan rutin
terhadap kondisi tanaman untuk menghindari kematian seperti yang terjadi pada
tanaman sawi di beberapa polybag. Selain itu, perlu ditingkatkan dokumentasi serta
pencatatan data agar hasil pengamatan lebih akurat dan dapat dijadikan acuan
penelitian selanjutnya. Diharapkan praktikum seperti ini terus dilakukan untuk
meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang agronomi secara aplikatif.

DAFTAR PUSTAKA

Akmal, & Bistok, H. (2019). Pengaruh Teknik Budidaya terhadap Produksi Sayuran.
Jurnal Hortikultura Tropika, 5(1), 15–21.

Al-Jabri, M., Sulaiman, H., & Rahmat, R. (2011). Efektivitas Urea dalam
Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Hortikultura. Jurnal Agrivita, 33(2), 112–118.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau. (2014). Teknologi Budidaya Sawi di


Lahan Rendah. Pekanbaru: BPTP Riau.

Darmawan, A. (2009). Sayuran Daun Populer dan Teknik Budidayanya. Jakarta:


Penebar Swadaya.
13

Demir, M. (2014). The Effect of Urea on Soil and Plant Nutrition. Journal of Plant
Nutrition, 37(3), 471–482.

Effendi, A. (2010). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Bumi Aksara.

Effi, E. (2004). Manfaat Pupuk Kandang pada Tanaman Hortikultura. Jurnal Agrotek,
9(1), 21–26.

Ernawanto, E. (2011). Urea: Senyawa Kimia dan Manfaatnya dalam Pertanian.


Bandung: CV Agri Center.

Fageria, N. K. (2019). The Use of Potassium in Crop Production. Advances in


Agronomy, 153, 77–110.

Firmansyah, D. (2009). Teknik Budidaya Sayuran di Lahan Pekarangan. Malang:


Universitas Brawijaya Press.

Hartatik, W., et al. (2005). Pengaruh Pupuk Kandang terhadap Sifat Tanah dan
Produksi Tanaman. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 6(1), 23–29.

Haryanto, T. (2003). Pakcoy: Sayuran Bernilai Ekonomis Tinggi. Surakarta:


AgroMedia.

Jaya, I. N., et al. (2021). Penggunaan Pupuk Organik untuk Mengurangi Pemakaian
Pupuk Kimia pada Tanaman Cabai Merah. Jurnal Pertanian Tropika, 6(2), 45–52.

Mulyani, A. (2008). Kebutuhan Unsur Hara NPK dalam Pertumbuhan Tanaman.


Jurnal Tanah dan Iklim, 27, 45–53.

Parwata, I. G. N., et al. (2019). Pengaruh Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan


Selada dan Kelor. Jurnal Agrotropika, 24(1), 13–19.
14

Rosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2002). Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta:


Kanisius.

Rukmana, R. (2005). Sawi: Sayuran Daun Bernilai Ekonomis Tinggi. Yogyakarta:


Kanisius.

Sari, D., et al. (2021). Pengaruh pH Tanah terhadap Pertumbuhan Jagung di Lahan
Masam. Jurnal Agroekoteknologi, 10(1), 25–32.

Stephen, P., Mahmud, A., & Widodo, H. (2014). Efektivitas Pupuk Anorganik
terhadap Hasil Tanaman dalam Jangka Panjang. Jurnal Agronomi Indonesia, 42(3),
157–164.

Sutanto, R. (2020). Pupuk TSP dan Peranannya dalam Fase Pembungaan Tanaman.
Jurnal Hortikultura Indonesia, 3(2), 30–36.

Suwardi, & Simanjuntak, M. (2012). Klasifikasi dan Kandungan Gizi Pakcoy. Jurnal
Gizi dan Pangan, 7(1), 66–72.

Syamsulbahri. (1996). Dasar-Dasar Ilmu Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Yuliani, D. (2008). Prospek Budidaya Sawi Pakcoy dalam Dunia Agribisnis. Jurnal
Agribisnis Indonesia, 2(1), 12–17.

Zairoh, S. (2012). Budidaya Tanaman Sawi dan Manfaatnya. Malang: Universitas


Muhammadiyah Malang.

Zulkarnain, A. (2013). Morfologi dan Anatomi Tanaman Sawi. Jurnal Biologi Tropis,
13(2), 92–98.
15

Lampiran 2 dokumentasi 1
16
17
18

Lampiran 3. Biodata Penulis 1

nama andre satria asal dumai lahir pada tahun 2004-10-01 tepatnya di kota dumai
penulis merupakan anak kedua dari bapak sakirin dan ibu asnah yang terdiri dari 5
bersaudara Pendidikan terakhir di pondok pesantren nurul hidayah kabupaten
bengkalis kemudian melanjutkan Pendidikan strata 1 di universitas islam riau fakultas
pertanian prodi agroteknologi pada tahun 2023 hingga saat ini mengapa penulis
mengambil jurusan ini di karena saya ingin menjadi seorang bintang dalam arti kata
seorang yang ahli dalam bidang teknologi pertanian karena saya bukanlah seorang
pewaris tetapi hanyalah seorang perintis.
Pesan: negri ini seharusnya ekspor dalam bidang pertanian bukan malah impor saat
panen raya tiba.

Anda mungkin juga menyukai