BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Manajemen Sumber Daya Manusia
1. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Yohanson, et al. (2021), sumber daya manusia (SDM)
merupakan faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk dan
tujuanya, Organisasi didirikan berdasarkan visi untuk kepentingan
bersama, dan dalam pelaksanaan misinya dikelolah dan diurus oleh
manusia. Tenaga kerja atau karyawan merupakan sumber daya yang
paling berharga dalam organisasi. Tanpa adanya tenaga kerja atau
karyawan yang berkualitas mustahil tujuan organisasi dapat tercapai
dengan baik. Suasana persaingan yang ketat akan menuntut perusahaan
untuk lebih efektif dan efisien dalam mengelola sumber daya
khususnya sumber daya manusia yang dimilikinya. Akan tetapi
memiliki karyawan yang berkinerja tinggi bukan pekerjaan mudah,
tetapi merupakan suatu proses yang sinergis antara karyawan dan
manajemen perusahaan.
Menurut Magdalena, et al. (2023), manajemen sumber daya
manusia adalah rangkaian aktivitas organisasi yang diarahkan untuk
menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja yang
efektif. Manajer memiliki peran besar dalam mengarahkan orang-
orang yang berada di organisasi untuk mencapai tujuan yang
12
diharapkan, termasuk memikirkan bagaimana memiliki manajemen
sumber daya manusia (MSDM) yang mampu bekerja secara efektif
dan efisien.
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
MSDM adalah suatu disiplin manajemen yang secara khusus
memfokuskan pada studi mengenai keterkaitan dan peran manusia
dalam struktur organisasi perusahaan. MSDM menekankan bahwa
unsur utama dalam lingkupnya adalah manusia yang menjadi anggota
tenaga kerja di perusahaan tersebut. Dengan demikian, MSDM
mengkaji aspek-aspek yang berkaitan dengan tenaga kerja manusia
semata.
2. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut (Hasmin, 2021) tujuan manajemen sumber daya manusia
adalah memperbaiki kontribusi produktif tenaga kerja terhadap
organisasi dengan cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis
dan sosial. 4 (empat) tujuan MSDM adalah:
a. Tujuan Sosial
Agar organisasi atau perusahaan bertanggung jawab secara
sosial dan etis terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat
dengan meminimalkan dampak negatifnya.
b. Tujuan Organisasional
Sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi
mencapai tujuannya.
13
c. Tujuan Fungsional
Mempertahankan kontribusi departemen manajemen sumber
daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan
organisasi.
d. Tujuan Individual
Tujuan pribadi dari setiap anggota dicapai melalui aktivitasnya
dalam organisasi atau perusahaan.
3. Fungsi-Fumgsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia menurut Indah
(2021:9) yaitu:
a. Perencanaan (Planning)
Fungsi perencanaan manajemen SDM terutama adalah
untuk membantu pemimpin perusahaan mengetahui
informasi yang lengkap dan mendapatkan nasihat atau
saran yang berkaitan dengan pegawai.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Proses pengorganisasian ialah membentuk organisasi,
kemudian membaginya kedalam unit-unit yang sesuai
dengan fungsi yang berbeda-beda pada unit-unit organisasi,
tetapi mempunyai tujuan yang sama.
c. Pengarahan (Directing)
Pengarahan berarti memberi petunjuk dan mengajak para
pegawai agar mereka sadar dan mau melaksanakan
14
pekerjaan sesuai dengan memberi petunjuk-petunjuk
kepada pegawai.
d. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian berarti melihat, mengamati, dan menilai
tindakan atau pekerjaan sesuai dengan hasil atau target
yang direncanakan. Apabila ada penyimpangan dari
rencana semula, perlu diperbaiki dengan memberi
petunjuk-petunjuk kepada pegawai.
2.1.2 Kompensasi
1. Pengertian Kompensasi
Setiap perusahaan memiliki kebijakan kompensasi yang
berbeda-beda. Dimana kompensasi diberikan kepada karyawan
sebagai balas jasa atas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan
tersebut. Adapun penentu besar kecilnya kompensasi yaitu
berdasarkan Pendidikan, jabatan, kinerja maupun lamanya bekerja.
Menurut Kasmir (2022:233) bahwa “kompensasi merupakan balas
jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawannya baik yang
bersifat keungan maupun non keuangan.”
Menurut Masram dan Mu’ah dalam Yusuf dan Maliki
(2022:195) “Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para
karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Kompensasi
merupakan salah satu cara yang paling efektif bagi departemen
personalia guna meningkatkan prestasi kerja, motivasi serta kepuasan
15
kerja karyawan. Sistem kompensasi yang baik akan mampu
memberikan kepuasan bagi karyawan dan memungkinkan perusahaan
memperoleh, memperkerjakan dan mempertahankan karyawan.”
Kompensasi, yang juga disebut sebagai penghargaan,
adalah segala bentuk ucapan terima kasih yang diapresiasikan kepada
karyawan untuk imbalan atas layanan yang mereka lakukan.
Kompensasi dapat diartikan pula sebagai pembayaran oleh
perusahaan kepada personelnya dalam bentuk imbalan atas jerih
payah mereka guna mencapai tujuan organisasi.
2. Tujuan Pemberian Kompensasi
Seperti yang dikemukakan oleh Saputra & Mulia (2020),
kompensasi berfungsi sebagai penghubung kepuasan kerja,
kerjasama, motivasi, disiplin, stabilitas karyawan, pengadaan yang
efisien dan pengaruh serikat pekerja dan pemerintah.
Menurut Maryoto 1994 dalam Yusuf dan Maliki (2022:197)
berpendapat bahwa tujuan kompensasi adalah sebagai berikut:
a. Pemenuhan kebutuhan ekonomi karyawan atau sebagai jaminan
economic security bagi karyawan.
b. Mendorong agar karyawan lebih baik dan lebih giat.
c. Menunjukan bahwa perusahaan mengalami kemajuan.
d. Menunjukan penghargaan dan perlakuan adil organisasi terhadap
karyawannya
16
3. Dimensi dan Indikator Kompensasi
Menurut Kasmir (2022:240) dalam praktiknya ada banyak
jenis kompensasi yang diberikan Perusahaan. Hanya saja secara garis
besar kompensasi dibagi kedalam dua macam kompensasi yang
diberikan yaitu:
1. Kompensasi Keuangan
a) Gaji,
Pemberian gaji bersifat tetap,besarnya gaji pula ditentukan
oleh berbagai pertimbangan. Utamanya adalah dilihat dari
kinerja karyawan di samping kemampuan perusahaan.
b) Upah
Pendapatan yang diperoleh dalam melakukan suatu
pekrjaan tertentu, pemberian upah bersifat tidak tetap
diberikan secara harian, mingguan atau bulanan setelah
pekerjaan diselesaikan.
c) Bonus
Pembayaran yang dilakukan kepada seseorang atas
prestasinya atau prestasi Perusahaan secara keseluruhan.
d) Komisi
Kompensasi yang diberikan Perusahaan kepada karyawan
yang mampu memberikan keuntungan bagi Perusahaan.
e) Insentif
17
Rangsangan yang diberikan untuk mendorong peningkatan
kinerja karyawan, sehingga dengan pemberian insentif,
kinerja dapat meningkat.
2. Kompensasi Bukan Keuangan
a. Tunjangan Kesehatan
Yaitu fasilitas Kesehatan yang diberikan kepada karyawan,
suami istri atau anakanaknya, besarnya fasilitas Kesehatan
ini diberikan tergantung dari jabatan seseorang dalam
Perusahaan tersebut.
b. Tunjangan Anak/Istri
Yaitu tunjangan bagi anak biasanya berupa kesehatan
maupun pendidikan sementara tunjangan bagi istri berupa
kesehatan serta tunjangan makan.
c. Tunjangan Perumahan
Merupakan fasilitas perumahan yang diberikan kepada
karyawan. Fasilitas ini penting guna memberikan tempat
berteduh bagi karyawan dan lokasinya berdekatan dengan
tempat kerja.
d. Tunjangan Kendaraan
Yaitu tunjangan kendaraan diberikan dalam rangka untuk
memperlancar aktivitas pimpinan atau unit kerja tertentu.
e. Tunjangan Komunikasi
18
Dengan tunjangan ini diharapkan komunikasi dalam rangka
menjalankan aktivitas perusahaan menjadi lancar. Misalnya
tunjangan pulsa telpon.
f. Tunjangan Kelangkaan
Tunjangan yang diberikan kepada pekerjaan yang memiliki
keahlian khusus. Artinya, bidang pekerjaan yang tidak
semua orang memilikinya sehingga perlu diberikan
tunjangan khusus.
g. Tunjangan Kemahalan
Merupakan tunjangan yang diberikan untuk karyawan yang
ditempatkan di daerah tertentu, Dimana harga relative lebih
mahal dari daerah lainnya.
h. Tunjangan Pendidikan
Tunjangan yang diberikan dalam rangka meningkatkan
kemampuan dan keahlian karyawan dalam bidang tertentu.
Tunjangan Pendidikan diberikan dalam 2 (dua) jenis yaitu
yang bersifat informal seperti pelatihan, seminar,
workshop, serta pendidikan formal yaitu masuk
keperguruan tinggi.
i. Tunjangan Liburan
Tunjangan liburan ini biasanya diberikan setahun sekali
baik secara bersama-sama maupun secara individu.
j. Tunjangan Hari Tua
19
Tunjangan ini diberikan atas jasa-jasa yang telah diberikan
pada perusahaan dalam jangka waktu tertentu biasanya
tunjangan ini akan diberikan pada masa pensiun.
k. Tunjangan Hari Raya
Diberikan pada saat perayaan hari raya seperti hari raya idul
fitri atau imlek.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompensasi
Menurut sutrisno dalam Jafar, Aji Aprianto (2021)
organisasi atau perusahaan dalam menentukan besarnya
kompensasi sangat dipengaruhi oleh:
a. Adanya permintaan dan penawaran tenaga kerja
Permintaan tenaga kerja artinya pihak perusahaan sangat
membutuhkan tenaga kerja, maka secara otomatis kompensasi
relatif tinggi. Penawaran tenaga kerja artinya pihak individu
yang membutuhkan pekerjaan, maka tingkat kompensasi relatif
rendah.
b. Kemampuan dan kesediaan perusahaan membayar
Bahwa ukuran besar kecilnya kompensasi yang akan diberikan
kepada karyawan akan sangat tergantung kepada kemampuan
finansial yang dimiliki perusahaan, dan juga seberapa besar
kesediaan dan kesanggupan perusahaan menentukan besarnya
kompensasi untuk karyawan.
c. Produktivitas kerja /prestasi kerja karyawan
20
Kemampuan karyawan dalam menghasilkan prestasi kerja akan
sangat mempengaruhi besarnya kompensasi yang akan diterima
karyawan.
d. Biaya hidup
Tingkat biaya hidup disuatu daerah akan menentukan besarnya
kompensasi.
5. Teori Empiris
Berdasarkan penelusuran jurnal terdahulu menurut Tita
(2021:106) bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan. Kemudian menurut Bagus, et al.
(2024:214) bahwa kompensasi berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan.
2.1.3 Motivasi Kerja
1. Pengertian Motivasi Kerja
Menurut Hidayat et al. (2023) motivasi diartikan sebagai
faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau
keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan
dalam bentuk usaha yang keras atau lemah. Faktor-faktor itu sering
kali disebut dengan motivasi, sebagai tujuan yang diinginkan
mendorong orang berperilaku tertentu.
Menurut Endra et al. (2021) mendefinisikan motivasi sebagai
suatu proses pengarahan, menjaga atau memelihara dan
membangkitkan perilaku manusia agar terarah pada tujuan tertentu.
21
Nurhandayani, (2022) menyatakan bahwa motivasi merupakan
pemberi dorongan yang menciptakan semangat kerja seseorang,
mendorong mereka untuk bekerja sama, efektif dan berintegritas
dengan maksimal agar mencapai kepuasan. Motivasi adalah elemen
fundamental yang memberikan daya penggerak bagi individu dalam
menjalankan tugasnya. Secara konseptual, motivasi terbentuk karena
manusia memiliki kategori kebutuhan dasar, seperti kebutuhan
fisiologis, rasa aman, sosial, ego dan aktualisasi diri. Kebutuhan-
kebutuhan ini membentuk suatu hirarki dan masing-masing aktif ketika
kebutuhan yang lebih rendah telah terpenuhi. Kebutuhan fisiologis
mencakup hal-hal dasar seperti makanan, minuman dan tempat tinggal.
Kebutuhan rasa aman muncul setelah kebutuhan dasar terpenuhi,
seperti kebutuhan akan jaminan keamanan. Kebutuhan sosial
melibatkan aspek memberi dan menerima kasih saying serta
persahabatan. Kebutuhan ego mencakup aspek kehormatan diri dan
reputasi seseorang.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa
motivasi adalah berbagai usaha yang dilakukan oleh manusia tentunya,
untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Namun, agar keinginan
dan kebutuhannya dapat terpenuhi tidaklah mudah didapatkan apabila
tanpa usaha yang maksimal. Dalam pemenuhan kebutuhannya,
seseorang akan berperilaku sesuai dorongan yang dimiliki dan apa
yang mendasari perilakunya.
22
2. Tujuan Pemberian Motivasi
Motivasi kerja merupakan alat penggerak dan kekuatan yang
digunakan oleh perusahaan dalam mengarahkan dan mengendalikan
para karyawan agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tujuan
perusahaan secara efektif dan efisien.
Menurut Gustiawati et al. (2022) pada hakikatnya pemberian
motivasi kepada karyawan tersebut mempunyai tujuan, yang dapat
meningkatkan berbagai hal. Terdapat beberapa tujuan motivasi yaitu:
a. Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan
b. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
c. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
d. Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan
e. Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absesi
karyawan
f. Mengefektifkan pengadaan karyawan
g. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
h. Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan
i. Meningkatkan kinerja karyawan
3. Faktor-Faktor Motivasi Kerja
Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja
(Gomes dalam Khaeruman et al., 2021:31-32) sebagai berikut:
23
a. Faktor-faktor Individual
a) Tujuan-tujuan (goals);
b) Kebutuhan-kebutuhan (needs).
b. Faktor-faktor Organisasional
a) Pembayaran atau gaji (pay);
b) Keamanan pekerjaan (job security);
c) Sesama pekerja (co-workers) atau Kerjasama;
d) Pengawasan (supervision); dan
e) Pujian (praise).
4. Prinsip Motivasi Kerja
Menurut Afandi (2021:25) motivasi memiliki beberapa prinsip-
prinsip sebagai berikut:
a. Prinsip Partisipasi
Dalam motivasi kerja terdapat upaya yang perlu diberikan
kepada karyawan yaitu berupa kesempatan untuk ikut
berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai
perusahaan.
b. Prinsip Komunikasi
Segala sesuatu perlu melakukan komunikasi terutama yang
berhubungan dengan usaha pencapaian tugas dan informasi
yang jelas dengan begitu karyawan akan lebih mudah
termotivasi dalam bekerja.
24
c. Prinsip Mengakui Andil Bawahan
Yang dimana dengan mengakui adanya karyawan yang ikut
andil dalam perusahaan menczpzi tujuan. Dengan
pengakuan tersebut karyawan dapat termotivasi.
d. Prinsip Pendelegasian Wewenang
Adanya atasan yang memberikan wewenang kepada
bawahannya (karyawan) untuk sewaktu-waktu dapat
mengambil keputusan terhadap pekerjannya, hal ini
tentunya dapat meningkatkan motivasi karyawan untuk
lebih percaya dengan kemampuannya.
e. Prinsip Memberi Perhatian
Perusahaan atau organisasi dapat memberikan perhatian
terhadap karyawannya seperti mengingatkan mereka
tentang Kesehatan mereka harus lebih diprioritaskan atau
sesekali mentraktir atau mengajak makan karyawannya atau
dapat memberikan bonus atau uang tambahan kepada
karyawan, hal ini dapat membuat karyawan termotivasi
untuk lebih bersemangat dalam bekerja.
5. Jenis-Jenis Motivasi Kerja
Menurut Hasibuan (2020:150) motivasi memiliki jenis-jenis
sebagai berikut:
a. Motivasi Positif, merupakan usaha atasan untuk mempengaruhi
bawahannya untuk termotivasi atau bersemangat dalam bekerja
25
dengan cara memberikan hadiah, karena dengan pemberian
hadiah tersebut semangat bekerja bawahan akan meningkat.
b. Motivasi Negatif, merupakan usaha atasan untuk
mempengaruhi bawahannya dengan pemberian hukuman yang
standar. Dengan ini semangat bekerja bawahan dalam jangka
waktu yang pendek dapat meningkat karena mereka takut akan
hukumannya, akan tetapi jika dalam jangka waktu yang
panjang dapat berakibat fatal.
6. Dimensi Dan Indikator Motivasi Kerja
Menurut Manik dan Syafrina dalam (Hidayat et all., 2023)
motivasi diartikan sebagai faktor-faktor yang mengarahkan dan
mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu
kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras atau lemah.
Faktor-faktor itu sering kali disebut dengan motivasi sebagai tujuan
yang diinginkan mendorong orang berperilaku tertentu.
Menurut Maslow dalam Hosnawati dalam (Kusumawati et al.,
2022) indikator yang digunakan untuk mengukur motivasi kerja yaitu:
1. Kebutuhan Fisiologi
Kebutuhan fisiologi yang terdiri dari sandang, pangan, dan
papan, adalah kebutuhan dasar manusia yang paling
mendasar dan penting untuk mempertahankan hidup.
26
2. Kebutuhan Keselamatan
Kebutuhan ini ditunjukkan dengan fasilitas keamanan dan
keselamatan kerja yang diantaranya seperti jaminan sosial
tenaga kerja, dana pensiun, asuransi kesehatan, asuransi
kecelakaan dan perlengkapan keselamatan kerja lainnya.
3. Kebutuhan Sosial
Kebutuhan sosial mencakup dimensi kebutuhan akan
afiliasi (Need for Affiliation) diantaranya kebutuhan untuk
diterima di kelompok dan kebutuhan akan rasa memiliki
(Sense of Belonging) meliputi kebutuhan untuk dicintai dan
mencintai.
4. Kebutuhan Akan Penghargaan
Kebutuhan akan penghargaan mencakup dimensi seperti
pengakuan, status dan rasa dihormati yang ditunjukkan
dengan pengakuan dan penghargaan berdasarkan
kemampuannya.
7. Teori Empiris
Berdasarkan penelusuran jurnal terdahulu menurut Yunita
(2022:59) bahwa motivasi berpengaruh positif dan sterhadap kinerja
pegawai, jika motivasi kerja pegawai baik, maka artinya semakin
meningkat kinerja pegawai atau sebaliknya. Kemudian menurut
Fachrul, et al. (2024:14) dan Bagus et al. (2024:214) bahwa motivasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini
27
dapat diartikan bahwa semakin baik penerapan motivasi kerja, maka
kinerja karyawan yang dihasilkan semakin meningkat.
2.1.4 Disiplin Kerja
1. Pengertian Disiplin Kerja
Setiap perusahaan dalam mencapai suatu tujuan harus
memperhatikan disiplin kerja karyawannya, karena ketika tingkat
disiplin kerja suatu perusahaan itu tinggi maka diharapkan
karyawan akan bekerja lebih baik, sehingga produktivitas
perusahaan meningkat. Menurut Malayu S.P. Hasibuan dalam
(Ruswandi, 2022) menyatakan bahwa kedisiplinan adalah
kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan
perusahaan dan norma – norma sosial yang belaku. Peraturan yang
dimaksud termasuk absensi, terlambat masuk kerja, serta pulang
karyawan.
Sastrohadiwiryo (2023:289) menyatakan bahwa disiplin
kerja merupakan suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan
taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis
maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankan dan tidak
mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila melanggar
tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.
Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa disiplin kerja merupakan sikap menghargai
serta mematuhi seluruh aturan baik tertulis maupun lisan serta
28
dapat memberikan sanksi serta tidak menghindarinya saat tidak
mampu menjalankan tugas maupun tanggung jawabnya.
2. Tujuan Disiplin Kerja
Beberapa tujuan disiplin kerja adalah sebagai berikut:
1. Tujuan utama disiplin kerja adalah untuk mempertahankan
tujuan instansi pemerintah atau perusahaan yang bersangkutan.
2. Tujuan khusus disiplin kerja:
a. Para tenaga kerja harus mematuhi semua aturan dan
kebijakan ketenagakerjaan, termasuk aturan dan kebijakan
yang ditetapkan oleh lembaga pemerintahan dan industri.
b. Melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin dan dapat
menyediakan layanan kepada pihak-pihak tertentu yang
memiliki kepentingan dalam organisasi pemerintah atau
industri dengan bidangnya masing-masing
c. Bisa menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana
barang dan jasa dengan baik
d. Mengikuti standar yang tepat yang ditetapkan oleh
organisasi pemerintah atau industri.
e. Pekerja mencapai produktivitas kerja tinggi sesuai harapan.
f. Instansi atau industri pemerintah yang bersifat jangka
panjang atau jangka Panjang.
29
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja
Helmi dalam Adittiawan (2022:12) menyebutkan bahwa ada
faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja, yaitu:
a. Faktor Kepribadian
Faktor yang penting dalam kepribadian seseorang adalah
sistem nilai yang dianut berkaitan langsung dengan disiplin.
Sistem nilai akan terlihat dari sikap seseorang, dimana
sikap ini diharapkan akan tercermin dalam perilaku seperti
disiplin karena kepatuhan, disiplin karena identifikasi dan
disiplin karena internalisasi.
b. Faktor Lingkungan
Sikap disiplin dalam diri seseorang merupakan sikap
interaksinya dengan lingkungan, terutama lingkungan
sosial. Oleh karena itu, pembentukan disiplin tunduk pada
kadah-kaidah proses belajar. Pemimpin perlu
memperhatikan prinsipprinsip yang konsisten, adil,
bersikap positif dan terbuka.
4. Dimensi dan Indikator Disiplin Kerja
Adapun indikator disiplin kerja menurut Fauzia dalam Indriani
et al. (2023:291) sebagai berikut:
a. Tingkat kehadiran.
b. Tata cara kerja, yaitu peraturan atau ketentuan yang harus
dipatuhi oleh seluruh pegawai.
30
c. Ketaatan pada atasan, yaitu mengikuti petunjuk dari atasan
agar memperoleh hasil yang baik.
d. Kesadaran dalam bekerja, yaitu sikap seorang pegawai
yang melakukan pekerjaannya dengan baik atas
kemauannya sendiri, bukan karena paksaan.
e. Tanggung jawab, yaitu kesediaan pegawai untuk memikul
tanggung jawab atas pekerjaan, sarana dan prasarana yang
digunakan, serta tata cara kerja.
5. Bentuk-Bentuk Disiplin Kerja
Tindakan pendisiplinan kepada karyawan haruslah sama
pemberlakuaanya, tindakan disiplin berlaku bagi semua pekerja, tidak
memilih-milih dan memihak kepada siapapun. Menurut Mangkunegara
dalam (Ruswandi,2022) mengemukakan bahwa bentuk disiplin kerja
adalah sebagai berikut:
1) Disiplin Preventif
Merupakan suatu upaya untuk menggerakan pegawai untuk
mengikuti dan mematuhi pedoman kerja, aturan-aturan yang
telah digariskan oleh perusahaan.
2) Disiplin Korektif
Merupakan suatu upaya untuk menggerakan pegawai dalam
suatu peraturan dan mengarahkan untuk tetap mematuhi
peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada
perusahaan.
31
3) Disiplin Progresif
Merupakan kegiatan yang memberikan hukuman-hukuman
yang lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang
berulang.
6. Teori Empiris
Berdasarkan penelusuran jurnal terdahulu menurut Yunita
(2022:59) dan Aulia (2024:69) bahwa disiplin kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, jika disiplin kerja
pegawai baik, maka artinya semakin meningkat kinerja pegawai atau
sebaliknya. Kemudian menurut (2024:60) bahwa disiplin kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
2.1.5 Kinerja
1. Pengertian Kinerja Karyawan
Kinerja merupakan hasil finansial maupun non finansial dari
karyawan yang memiliki pengaruh langsung dengan kinerja
perusahaan. Kinerja karyawan adalah hal yang bersifat individual
karena setiap karyawan memiliki kemampuan yang berbeda tergantung
pada tingkat keterampilan dan kemampuan, usaha serta kesempatan
yang mereka miliki. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang
dicapai karyawan dalam menyelesaikan target yang ada di perusahaan
ataupun organisasi (Nurfitriani, 2022)
Kinerja dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai seseorang
dalam melakukan pekerjaan, dapat juga diartikan sebagai tingkat
32
keberhasilan seseorang dalam mengerjakan pekerjaannya dan bisa
disebut sebagai penyelesaian tugas dan tanggung jawab oleh
sekelompok orang dalam suatu perusahaan. Kinerja karyawan
merupakan prestasi kerja dari karyawan yang dilandaskan oleh
tanggung jawab karyawan dalam bekerja dan mengerjakan pekerjaan
sesuai target yang ada di perusahaan (Ruth et al., 2021)
Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dilaksanakan
demi memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dan bekerja sesuai
dengan kemampuan bidang ilmu yang dimiliki. Kinerja dapat diartikan
bahwa perilaku baik dan buruk seseorang dalam melakukan pekerjaan
serta tingkat hasil output terselesaikan didalam perusahaan. Tingkat
kinerja karyawan dalam mengerjakan pekerjaan itu berbeda-beda
tergantung dari bidang yang dikerjakan dan kemampuan yang dimiliki,
baik buruk kinerja seseorang tidak dapat disamaratakan karena antara
pekerja satu dengan yang lainnya memiliki kemampuan yang berbeda.
(Nurdin et al., 2023)
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
kinerja merupakan suatu hasil atau output yang diraih individu sesuai
dengan tanggung jawab yang diberikan dalam upaya pencapaian tujuan
yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu perusahaan sangat
bergantung pada kemampuan untuk meningkatkan kinerja
karyawannya.
33
2. Unsur-Unsur Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja yang dikemukakan Mangkunegara dalam
Khaeruman (2021:10) adalah sebagai berikut: “penilaian prestasi kerja
(performance appraisal) adalah suatu proses yang digunakan pimpinan
untuk menentukan apakah seseorang karyawan melakukan
pekerjaannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”.
Selanjutnya penilaian merupakan evaluasi yang sistematis ndari
pekerjaan dan potensi yang dapat dikembangkan. Penilaian dalam
proses penafsiran atau penentuan nilai, kualitas atau status dari
beberapa obyek orang ataupun sesuatu (barang).
Menurut Hasibuan dalam Khaeruman (2021:10), yang
dikutip oleh Astutik Mardi, kinerja dapat dikatakan baik atau dapat
dinilai dari beberapa hal yaitu:
a. Kesetiaan, yaitu tekad atau kesanggupan pegawai/karyawan
untuk menaati, melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang
telah ditetapkan dengan penuh kedaran dan tanggung jawab .
Maka seorang pegawai/karyawan dikatakan memiliki kesetiaan
jika ia melakukan tugasnya secara sungguh-sungguh san penuh
tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan organisasi.
34
b. Prestasi Kerja, yaitu hasil kerja yang dicapai pegawai/karyawan
dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Pada
umumnya prestasi kerja seorang pegawai/karyawan
dipengaruhi oleh kecakapan, keterampilan, pengalaman dan
kesanggupan pegawai/karyawan dalam melaksanakan tugas
dan fungsinya.
c. Kreativitas, yaitu kemampuan pegawai/karyawan dalam
mengembangkan kreativitas dan mengeluarkan potensi yang
dimiliki dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga bekerja
lebih berdaya guna dan berhasil guna.
d. Kerja Sama, diukur dari kesediaan pegawai/karyawan dalam
berpartisipasi dan bekerja sama dengan pegawai/karyawan lain
sehingga hasil pekerjaannya akan semakin baik.
3. Dimensi dan Indikator Kinerja Karyawan
Menurut Silaen (2021:6) ada lima indikator untuk mengukur
kinerja karyawan yaitu:
a. Kualitas Kerja
Kesempurnaan tugas pada keterampilan dan kemampuan pegawai
serta persepsi pegawai terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan
yang dinyatakan dalam kuantitas.
b. Kuantitas Kerja
35
Jumlah yang dinyatakan dalam unit dan siklus kegiatan yang
diselesaikan adalah jumlah yang dihasilkan yang dinyatakan dalam
kuantitas.
c. Ketepatan Waktu
Selesaikan aktivitas tepat waktu dan maksimalkan waktu yang
tersedia dengan aktivitas lain.
d. Efektivitas,
Meningkatkan hasil setiap unit dalam penggunaan sumber daya
dengan memaksimalkan tingkat penggunaan sumber daya
organisasi (tenaga, uang, bahan baku) yang ada.
e. Komitmen
Tingkat dimana seorang pegawai dapat melaksanakan fungsi dan
tanggung jawabnya terhadap instansi atau perusahaan disebut
komitmen.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
Menurut Sani et al. (2022), Kinerja merupakan suatu
konstruk multidimensional yang mencakup banyak faktor yang
mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
adalah:
a. Faktor personal/individual, meliputi: pengetahuan (skill),
kemampuan, kepercayaan diri, motivasi dan komitmen yang
dimiliki oleh setiap individu.
36
b. Faktor kepemimpinan, meliputi: kualitas dalam memberikan
dorongan, semangat, arahan dan dukungan yang diberikan
manajer dan team leader.
c. Faktor tim, meliputi: kualitas dukungan dan semangat yang
diberikan oleh rekan suatu tim, kepercayaan terhadap sesame
anggota tim, kekompakan dan keeratan anggota tim.
d. Faktor sistem, meliputi: sistem kerja, fasilitas kerja atau
infrastruktur yang diberikan oleh organisasi, proses organisasi
dan kultur kinerja dalam organisasi.
e. Faktor kontekstual (situasional), meliputi: tekanan dan
perubahan lingkungan ekternal dan internal.
2.2 Penelitian Sebelumnya
Penelitian sebelumnya yang digunakan adalah sebagai dasar dalam
penyususnan penelitian. Tujuannya adalah untuk mengetahui hasil yang telah
dilakukan oleh peneliti terdahulu, sekaligus sebagai perbandingan dan
gambaran yang dapat mendukung penelitian berikutnya yang sejenis. Kajian
yang digunakan yaitu mengenai kompensasi, motivasi kerja dan disiplin kerja
yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berikut adalah tabel penelitian
terdahulu yang berkaitan dengan judul penelitian.
Tabel 2.1 Ringkasan
Penelitian Sebelumnya
37
Nama Peneliti/ Variabel yang
No Metode dan Alat
Tahun/ Diteliti dan Hasil Penelitian
Analisa
Judul Penelitian Dimensinya
1 Riyanto et al Motivasi, Metode analisis -Motivasi berdampak
(2021), “Effect Of Kepuasan Kerja kuantitatif. positif kepada kinerja
Work Motivation dan Kinerja Terdapat 103 karyawan.
And Job Karyawan responden. Partial -Employee
Satisfaction On Least Square (PLS) Engagement
Employee dengan software berdampak terhadap
Petformance: Smart PLS Ver 3.0 kinerja pegawai secara
Mediating Role Of dipergunakan tidak langsung, namun
Employee sebagai metode pengaruh mediasi
Engagement.” analisis. melalui dorongan kerja
atau motivasi dapat
berpengaruh signifikan
terhadap kinerja
karyawan.
2 Prasetyo et al Kompensasi, Metode kuantitatif. -Kompensasi dan
(2021), “Effect Of Disiplin dan Pengumpulan data disiplin kerja
Compensation and Kinerja Pegawai melalui penyebaran berdampak pada
Discipline on kuesioner. 80 kinerja karyawan
Employee pegawai pada perusahaan milik
Performance: A perusahaan badan daerah. Sementara itu,
Case Study public milik daerah secara simultan
Indonesia.” menjadi sampel diperoleh hasil
penelitian diambil pengujian bahwa
dengan kompensasi dan
menggunakan disiplin kerja sama
metode sampel mempengaruhi kinerja
Purposive Sampling pegawai.
3 Asmala dan Disiplin Kerja, Analisis data: -Disiplin kerja
Noviyanti (2021) Motivasi Kerja Regresi linier berpengaruh signifikan
“The Effect of dan Kinerja berganda terhadap kinerja
Work Discipline Pegawai karyawan.
and Work -Motivasi kerja
Motivation on berpengaruh signifikan
Employee terhadap kinerja
Performance in karyawan.
PT. Struktur -Disiplin kerja dan
Pracetak Nasional motivasi kerja secara
Jakarta.” simultan berpengaruh
terhadap kinerja
karyawan.
38
Nama Peneliti/ Variabel yang
No Metode dan Alat
Tahun/ Diteliti dan Hasil Penelitian
Analisa
Judul Penelitian Dimensinya
4 Yoel Brando Motivasi, Analisis data: -Motivasi secara
Sitopul, Kevin Disiplin Kerja, Regresi linier parsial berpengaruh
Arianda Sitinjak Kompensasi dan berganda signifikan terhadap
dan Fenny Krisna Kinerja kinerja karyawan.
Marpaung (2021) Karyawan -Disiplin kerja secara
“The Influence of parsial berpengaruh
Motivation, Work signifikan terhadap
Discipline and kinerja karyawan.
Compensation on -Kompensasi secara
Employee parsial berpengaruh
Performance.” terhadap kinerja
karyawan.
-Motivasi, disiplin
kerja, kompensasi
secara signifikan
berpengaruh terhadap
kinerja karyawan.
5 Sahyunu et al. Kompensasi, Metode analisis Disiplin kerja dan
(2022) “The Effect Disiplin Kerja kuantitas terhadap kompensasi berdampak
Of Compensation dan Kinerja data kuesioner positif kepada kinerja
And Work Karyawan responden. Jumlah pegawai dengan nilai
Discipline On responden dalam Fhitung 78,006 >
Employee penelitian ini 76 Ftabel 3,12 dan nilai
Performance At orang. Teknik signifikan 0,000< 0,05.
Hotel Plaza Inn sampling jenuh
Kendari.” dipilih untuk
menetukan
responden. Hasil
dari angket yang
terkumpul
selanjutnya
dianalisis secara
kuantitatif.
6 Christian dan Disiplin Kerja, Analisis Data: -Disiplin kerja secara
Kurniawan (2021), Motivasi dan Regresi Linier parsial berpengaruh
“Pengaruh Disiplin Kinerja Berganda signifikan terhadap
Kerja dan Motivasi Karyawan kinerja karyawan.
Kerja terhadap -Motivasi kerja secara
Kinerja Karyawan parsial berpengaruh
39
Nama Peneliti/ Variabel yang
No Metode dan Alat
Tahun/ Diteliti dan Hasil Penelitian
Analisa
Judul Penelitian Dimensinya
PT. Yala Kharisma signifikan terhadap
Shipping Cabang kinerja karyawan.
Palembang.” -Disiplin kerja dan
motivasi kerja
berpengaruh signifikan
terhadap kinerja
karyawan.
7 Aqilla (2022), Kompensasi, Alat Analisis: -Koefisien determinasi
“Pengaruh Disiplin Kerja, Regresi Linier 81% secara parsial
kompensasi, Motivasi Kerja Berganda. variabel kompensasi
Disiplin kerja dan dan Kinerja dan motivasi kerja
Motivasi terhadap Karyawan berpengaruh terhadap
Kinerja Karyawan kinerja karyawan.
(Studi Kasus pada -Secara simultan
Karyawan KUD variabel kompensasi,
Soliamitra.” motivasi kerja dan
disiplin kerja
berpengaruh terhadap
kinerja karyawan.
-Secara parsial variabel
disiplin kerjatidak
berpengaruh terhadap
kinerja karyawan.
8 Caissar et al., Motivasi Kerja, Alat Analisis: Motivasi kerja dan
(2022), “Pengaruh Disiplin Kerja Regresi Linier disiplin kerja
Motivasi Kerja dan dan Kinerja Berganda berpengaruh signifikan
Disiplin Kerja Karyawan terhadap kinerja
Terhadap Kinerja karyawan
Karyawan (Studi
pada salah satu
perusahaan
BUMN di Jawa
Barat)
9 Wehantouw, Kompensasi, Alat Analisis: Semua variabel
Taroreh dan Uhing Kinerja Regresi Linier berpengaruh signifikan
(2022), “Pengaruh Karyawan dan Baerganda dan secara langsung
Kompensasi Kepuasan Kerja kompensasi
Terhadap Kinerja berpengaruh signifikan
Karyawan dengan terhadap kinerja
Kepuasan Kerja karyawan tanpa harus
40
Nama Peneliti/ Variabel yang
No Metode dan Alat
Tahun/ Diteliti dan Hasil Penelitian
Analisa
Judul Penelitian Dimensinya
sebagai Variabel melalui kepuasan kerja
Intervening pada sebagai variabel
Blackcup Coffee intervening.
and Roastery
Manado
10 Rahmadani (2023), Kompensasi, Alat Analisis: -Koefisien determinasi
“Pengaruh Disiplin Kerja, Regresi Linier 83,3%.
Kompensasi, Motivasi dan Berganda -Uji f, semua variabel
Disiplin Kerja dan Kinerja X berpengaruh
Motivasi Kerja Karyawan signifikan terhadap
Terhadap Kinerja kinerja karyawan.
Karyawan Rumah -Uji t, semua variabel
Sakit Hermina X berpengaruh
Bogor.” signifikan terhadap
Kinerja Karyawan
Sumber: Data diolah, 2025
2.3 Kerangka Pemikiran
Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian sebelumnya serta
permasalahan yang telah dikemukakan, maka sebagai dasar untuk merumuskan
hipotesis, berikut kerangka pemikiran teoritis yang dituangkan dalam model
penelitian seperti ditunjukkan pada gambar berikut :
41
Pengaruh Kompensasi, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan
PT. Anugrah Mandiri
1. Apakah terdapat pengaruh antara Kompensasi, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap
Kinerja Karyawan?
2. Apakah terdapat pengaruh antara Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan?
3. Apakah terdapat pengaruh antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan?
4. Apakah terdapat pengaruh antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan?
Kompensasi (X1): Kompensasi (X1) : Motivasi Kerja Disiplin Kerja (X3):
1. Kompensasi 1. Kompensasi (X2): 1. Tingkat
Keuangan Keuangan Kehadiran
2. Kompensasi 2. Kompensasi 1. Kebutuhan 2. Tata Cara Kerja
Bukan Bukan Keuangan Fisiologi 3. Ketaatan Pada
Keuangan 2. Kebutuhan Atasan
Keselamatan 4. Kesadaran Dalam
Kinerja Karyawan 3. Kebutuhan Bekerja
Motivasi Kerja (X2): (Y) : Sosial 5. Tanggung Jawab
1. Kebutuhan Fisiologi 1. Kualitas 4. Kebutuhan
2. Kebutuhan 2. Kuantitas Akan Kinerja Karyawan (Y)
Keselamatan 3. Pelaksanaan Penghargaan :
3. Kebutuhan Sosial tugas 1. Kualitas
4. Kebutuhan Akan 4. Tanggung 2. Kuantitas
Penghargaan jawab Kinerja 3. Pelaksanaan
Karyawan (Y) : tugas
Disiplin Kerja (X3): 1. Kualitas 4. Tanggung jawab
1. Tingkat 2. Kuantitas
Kehadiran 3. Pelaksanaan
2. Tata Cara Kerja tugas
3. Ketaatan Pada 4. Tanggung
Atasan jawab
4. Kesadaran Dalam
Bekerja
5. Tanggung Jawab
Kinerja Karyawan (Y) :
1. Kualitas
2. Kuantitas
3. Pelaksanaan tugas
4. Tanggung jawab
42
Analisis Regresi Linier Analisis Regresi Analisis Regresi Analisis Regresi
Berganda Linier Sederhana Linier Sederhana Linier Sederhana
Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dan Kesimpulan dan Kesimpulan dan
Saran Saran Saran
Sumber : Data diolah oleh penulis pada tahun 2025
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
2.4 Hipotesis
Hipotesis menurut Sugiyono (2019:99), adalah jawaban sementara
terhadap rumusan masalah penelitian dan didasarkan pada fakta-fakta empiris
yang diperoleh melalui pengumpulan data. Berdasarkan uraian dan hasil
penelitian yang dikembangkan oleh para ahli dan peneliti terdahulu di atas,
maka hipotesis simultan yang diambil oleh penulis dari penelitian ini adalah:
1. Apakah Kompensasi (X1), Motivasi Kerja (X2), dan Disiplin Kerja (X3)
berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y)?
Ho1 : Kompensasi (X1), Motivasi Kerja (X2), dan Disiplin Kerja (X3)
tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y).
Ha1 : Kompensasi (X1), Motivasi Kerja (X2), dan Disiplin Kerja (X3)
berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y).
2. Apakah Kompensasi (X1) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y)?
Ho2 : Kompensasi (X1) tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
(Y).
Ha2 : Kompensasi (X1) berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y).
43
3. Apakah Motivasi Kerja (X2) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan
(Y)?
Ho2 : Motivasi Kerja (X2) tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
(Y).
Ha2 : Motivasi Kerja (X2) berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y).
4. Apakah Disiplin Kerja (X3) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan
(Y)?
Ho2 : Disiplin Kerja (X3) tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
(Y).
Ha2 : Disiplin Kerja (X3) berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y).
Dari hipotesa yang ditetapkan tersebut, dapat dijelaskan hubungan antara
variabel kompensasi, motivasi, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan
melalui gambar 2.3 sebagai berikut :
Kompensasi
(X1)
H2
Motivasi Kerja Kinerja (Y)
(X2) H3
Disiplin Kerja H4
(X3)
H1
Sumber : Data diolah oleh penulis pada tahun 2025
Gambar 2.2 Paradigma Penelitian
44
Pada gambar diatas menjelaskan mengenai hubungan antara variabel dimana
terdapat tiga variabel independent yaitu kompensasi (X 1), motivasi kerja (X2),
disiplin kerja (X3) dan satu variabel dependen yaitu kinerja (Y), dimana
kompensasi (X1) mempengaruhi kinerja (Y) secara parsal atau individu dengan
rumusan persamaan regresi : Y = a + bx. Berikutnya kompensasi (X 1), motivasi
kerja (X2), dan disiplin kerja (X3) mempengaruhi kinerja (Y) secara simultan
dengan rumusan persamaan regresi : Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3.
45