PENGEMBANGAN ALAT PERAGA SMART KEY BERBASIS
INTERNET OF THINGS PADA MATERI GELOMBANG
ELEKTROMAGNETIK
SKRIPSI
MUHAMMAD YUNAS RIANSYAH
2011090051
Jurusan Pendidikan Fisika
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
1445H/2024M
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA SMART KEY BERBASIS
INTERNET OF THINGS PADA MATERI GELOMBANG
ELEKTROMAGNETIK
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi
Syarat – Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan ([Link]) dalam Ilmu Pendidikan Fisika
Oleh
MUHAMMAD YUNAS RIANSYAH
2011090051
Pembimbing I : Indra Gunawan, M.T
Pembimbing II : Vandan Wiliyanti, [Link].,[Link]
Jurusan Pendidikan Fisika
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
1445H/2024M
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Langkah
perancangan Smart Key berbasis Internet of Things pada materi
Gelombang Eletromagnetik terkait dengan berbasis Internet of
Things yang telah dikembangkan, Untuk Mengetahui kelayakan
pengembangan alat peraga Smart Key berbasis Internet of Things
yang telah dikembangkan, dan Untuk mengetahui respon pendidik
dan mahasiswa terhadap rancangan alat peraga Smart Key berbasis
Internet of Things yang telah dikembangkan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan
pengembangan Research and Development (R&D) dengan
mengadopsi model ADDIE yang dikemukakan oleh Robert Maribe
Branch. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa program
studi sistem informasi UIN Raden Intan Lampung. Data penelitian
ini diperoleh dari hasil respon mahasiswa dan dosen, angket
validasi ahli materi dan angket validasi ahli teknologi, Teknik
analisis data pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Teknik
ini merupakan cara untuk menganalisis data dengan
mendeskripsikan atau menggambarkan data sebagaimana adanya
tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.
Hasil penelitian ini berupa produk alat peraga Smart Key
berbasis IoT untuk melatih kemampuan berpikir mahasiswa yang
sangat layak digunakan. Hal ini karena produk telah memalui uji
validasi ahli materi yang memperoleh penilaian rata-rata persentasi
sebesar 90% dan uji validasi ahli teknologi yang memperoleh
penilaian rata-rata persentasi sebesar 92,78% dengan kategori
sangat layak. Uji coba lapangan respon dari mahasiswa
memperoleh penilaian rata-rata sebesar 89,68% dan respon dari
dosen memperoleh penilaian rata-rata sebesar 83,75% dengan
kategori sangat layak. Maka dapat disimpulkan alat peraga Smart
Key berbasis IoT layak digunakan.
Kata Kunci: Alat peraga, Iot, Gelombang Elektromagnetik
ii
ABSTRACK
This study aims to determine the steps of designing an Internet
of Things-based Smart Key on Eletromagnetic Wave material
related to the Internet of Things-based that has been developed, to
determine the feasibility of developing Internet of Things-based
Smart Key teaching aids that have been developed, and to
determine the responses of educators and students to the design of
Internet of Things-based Smart Key teaching aids that
have been developed.
This research uses the Research and Development (R&D)
method by adopting the ADDIE model proposed by Robert Maribe
Branch. The subjects in this study were students of the information
systems study program at UIN Raden Intan Lampung. This
research data was obtained from the results of student and lecturer
responses, material expert validation questionnaires and
technology expert validation questionnaires, The data analysis
technique in this study is descriptive statistics. This technique is a
way to analyze data by describing or describing the data as it is
without making conclusions that apply to the public.
The results of this study are in the form of IoT-based Smart Key
props to train students' thinking skills which are very feasible to
use. This is because the product has passed the material expert
validation test which obtained an average percentage assessment
of 90% and the technology expert validation test which obtained an
average percentage assessment of 92.78% with a very feasible
category. Field trial responses from students obtained an average
rating of 89.68% and responses from lecturers obtained an average
rating of 83.75% with a very feasible category. So it can be
concluded that IoT-based Smart Key props are feasible to use.
Keywords: Teaching aids, IoT, Eletromagnetic Wave material
iii
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Muhammad Yunas Riansyah
NPM : 2011090051
Jurusan /Prodi : Pendidikan Fisika
Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan
Menyatakan skripsi yang berjudul “Pengembangan alat peraga
Smart Key berbasis Internet of pada materi Gelombang
Eletromagnetik” adalah benar-benar merupakan hasil karya
penyusunan sendiri, bukan duplikasi ataupun saduran dari karya
orang lain kecuali pada bagian yang telah dirujuk dan disebut
dalam footnote atau daftar rujukan. Apabila dilain waktu terbukti
adanya penyimpangan dalam karya ini, maka tanggung jawab
sepenuhnya ada pada penyusun.
Bandar Lampung, 4 Oktober 2024
Muhammad Yunas Riansyah
2011090051
iv
v
vi
MOTTO
ُ ُۚ اْلحْ َس
)60 :55/ان ﴾ ( الرحمن ِ ْ ﴿ هَلْ َجزَ ۤا ُء
ِ ْ اْلحْ َسا ِن ا ِ اْل
“Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?"
(Ar-Rahman/55:60)
vii
PERSEMBAHAN
Alhamdulillahirobbill’alamin, puji Syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan limpahan nikmat-Nya dan kemudahan
kepada hamba-Nya sehingga dapat terselesaikannya tugas akhir
(skripsi) ini sebagai semestinya. Shalawat beriring salam semoga
senantiasa terlimpahkan kepada suri tauladan Nabi Muhammad
SAW yang sangat dinantikan syafaatnya diakhirat kelak nanti.
Sebuah karya ini saya persembahan kepada:
1. Allah SWT. Atas segala nikmat dan Rahmat serta karunia
pertolongan-Nya selama penulis menyusun skripsi ini.
2. Kedua orang tuaku tercinta, Bapak Bahri dan ibu Masdiana
(Indo Tang) yang telah membesarkan, membimbing dan
mengasuh dengan limpahan kasih dan sayang, serta senantiasa
mendo’akanku agar terwujud cita-cita dan diberikan
kemudahan dalam setiap jalan yang diambil, serta mendukung
setiap langkah yang terjadi dalam hidup penulis mengucapkan
banyak terima kasih, walapaun beliau tidak sempat menginjak
bangku kuliah tapi tekad dan kerja keras beliau lah yang
membuat penulis dapat menyelesaikan skripsi dan menjadi
anggota keluarga pertama yang mendapatkan gelar sarjana S1.
Semoga kedua orang tuaku selalu diberikan Kesehatan,
hidayah, rezeki yang melimpah dan Rahmat Allah SWT
3. Adik-adikku Muhammad Ghafar Alfarizi dan Muhammad
Daffa Danaldi yang selalu mendoakan kakakmu ini agar cepat
menyelesaikan skripsi untuk menyelesaikan studi Pendidikan
fisika di perguruan tinggi. Kaka berharap kalian bisa menimba
ilmu di perguruan tinggi melebihi kakak mu ini dan menjadi
manusia yang bermanfaat.
4. Almameter tercinta UIN Raden Intan Lampung tempatku
dalam menempuh studi dan menimba ilmu.
viii
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama lengkap Muhammad Yunas Riansyah, lahir di
Sulawesi Selatan Kab. Wajo pada tanggal 07 February 2001, anak
pertama dari dari 3 bersaudara dari pasangan Bapak Bahri dan Ibu
Masdiana (Indo Tang).
Penulis mengawali pendidikan formal di SDN 1 Sidodadi
bandar surabaya pada tahun 2007 dan memperoleh ijazah pada
tahun 2014, lalu melanjutkan Pendidikan di SMP PGRI 1 Bandar
Surabaya sampai tahun 2016 kemudian pindah sekolah di SMPN
13 Pesawaran dan lulus pada tahun 2017 dengan kategori lulusan
terbaik di bidang Non akademi, kemudian melanjutkan Pendidikan
di SMAN 2 Punduh pidada dan selesai pada tahun 2020, ditahun
yang sama penulis melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi
UIN Raden Intan Lampung dengan program studi Pendidikan
fisika, kemudian selama penulis menjadi mahasiswa telah
melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kelurahan Purwa
Negara kecamatan Negara Batin kebupaten Way Kanan dan Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) di MAN 2 Bandar Lampung.
Selama menjalani Pendidikan formal penulis turut aktif
kegiatan organisasi dan mengemban Amanah ketua OSIS SMAN 2
Punduh Pidada pada tahun 2018-2019, Mengikuti kegiatan satu
Minggu Pelatihan Basic Training atau Latihan Kader 1 (LK 1) di
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tahun 2022 Agkatan SABER,
magang anggota departemen advokasi yang diketuai kaka Ridho
Saputra, anggota departemen Pendidikan dan Penelitian (Dikti)
yang diketuai kaka M. Vithor Alfaqih HIMAFI UIN Raden Intan
Lampung, ketua devisi III Pengawasan SEMA fakultas Tarbiyah
dan Keguruan UIN Raden Intan Lampun pada tahun 2021-2022,
ketua Umum Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) UIN Raden
Intan Lampung pada tahun 2022-2024. Selama perkuliahan
penulis mengikuti perlombaan OASE yang diadakan di UIN Ar-
Raniry banda aceh pada tahun 2021, Finalis Lomba Karya Tulis
Ilmiah Nasional Pertemuan Ilmiah Mahasiswa Fisika Indonesia
ix
HIMAFI FMIPA UNHAS 2022 dan Juara II The Most Generation
Internasional Entrepreneurship Competition Talent APP
Developper (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Philippines).
x
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirobbill’alamin, puji Syukur atas kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan Rahmat serta karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat
beriringan salam selalu tercurahkan kepada suri tauladan Nabi
Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di yaumil akhir
nanti, Aamiin yarobbal Aalaamiin. Berkat ridho dan kesempatan
yang diberikan-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan
skripsi dengan judul “Pengembangan Alat Peraga Smart Key
Berbasis Internet of Things pada materi Gelombang
Eletromagnetik”
Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk melengkapi
tugas-tugas dan memenuhi syarat dalam menyelesaikan studi untuk
program strata satu (S1) Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Guna
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan ([Link]). Skripsi ini
merupakan sebuah karya yang ditulis sejak Januari 2024 dan
diselesaikan pada Agustus 2024. Skripsi ini merupakan saksi bisu
atas perjuangan besar yang dilakukan, atas dukungan, bantuan serta
arahan dari semua pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi
ini, maka pada kesempatan ini perkenalkanlah penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. H. Wan Jamaluddin Z, [Link]., Ph.D selaku
Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
2. Ibu Prof. Hj. Nirva Diana, [Link] selaku Dekan Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden
Intan Lampung beserta jajarannya.
3. Ibu Sri Latifah, [Link] selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
xi
4. Ibu Rahma Diani, [Link] selaku Sekretaris Ketua Program
Studi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
5. Bapak Indra Gunawan, M.T selaku pembimbing I,
terima kasih atas bimbingan, masukan dan arahan yang
sangat berharga selama masa bimbingan penyelesaian
skripsi sejak awal hingga akhir.
6. Ibu Vandan Wiliyanti, [Link]., [Link] selaku pembimbing II,
terima kasih banyak atas bimbingan, ilmu, masukan dan
arahan yang sangat berharga selama membimbing
penyelesaian skripsi sejak awal hingga akhir skripsi ini
tersusun.
7. Bapak Ibu Dosen beserta staff Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan
Lampung(Khususnya Pogram Studi Pendidikan Fisika)
yang telah memberikan ilmu, mendidik, dan membimbing
selama menempuh Pendidikan di Program Studi
Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung.
8. Sahabat terbaikku Tika Mutiara Dwi Anggaraini yang
selalu menemani, membantu, mendorong dan segalanya
bisa sampai sejauh ini ku ucapkan penuh terima kasih
banyak
9. Sahabat-sahabat seperjuanganku, Nino Budi Sucahyo, M
Rifa’i, Lucky Wijayanto, Ahmad Nuryasin, Intania
Yolanda, Erni Linda Ermala, Intan Apri Wulandari dan
Poppy Meliyanti yang setiap hari hampir Bersama setiap
hari memperjuangkan skripsi. bahkan dari awal semester
sampai penghujung semester tetap Bersama.
10. Teman-teman seperjuanganku di Pendidikan Fisika.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih sangat
jauh dari kata sempurna, karena keterbatasan kemampuan yang
penulis miliki. Untuk itu segala saran dan kritik yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan skripsi
ini. Pada akhirnya, semoga skripsi ini berguna bagi diri sendiri
xii
penulis dan khususnya bagi pembaca. Atas bantuan dari berbagai
pihak dalam penyusunan skripsi ini semoga mendapat imbalan
pahala dan kebaikan dari Allah SWT. Aamiin.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabakaratuh.
Bandar Lampung, Agustus 2024
Muhammad Yunas Riansyah
2011090051
xiii
DAFTAR ISI
ABSTRAK ................................................................................. ii
ABSTRACK .............................................................................. iii
SURAT PERNYATAAN ............................................................ iv
PERSETUJUAN ........................................................................ v
PENGESAHAN ......................................................................... vi
MOTTO ..................................................................................... vii
PERSEMBAHAN ...................................................................... viii
RIWAYAT HIDUP ..................................................................... ix
KATA PENGANTAR ................................................................ xi
DAFTAR ISI .............................................................................. xiv
DAFTAR TABEL ...................................................................... xvii
DAFTAR GAMBAR ................................................................ xviii
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................. xx
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul......................................................... 1
B. Latar Belakang Masalah ............................................ 2
C. Identifikasi Masalah dan Batasan Masalah ................ 9
D. Rumusan Masalah ..................................................... 9
E. Tujuan Pengembangan ............................................... 10
F. Manfaat Pengembangan ............................................. 10
G. Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan ................ 11
H. Sistematika Penulisan ................................................ 13
BAB II LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teoritik ...................................................... 15
1. Media Pembelajaran .............................................. 15
2. Alat Peraga ............................................................ 16
3. Internet of Things (IoT) ......................................... 17
4. Arduino IDE .......................................................... 20
5. Sensor RFID .......................................................... 22
6. NodeMCU ESP32 ................................................. 24
7. Telegram ................................................................ 27
xiv
8. Gelombang Elektromagnetik ................................. 29
B. Teori-toeri Tentang Pengembangan Model ................ 39
1. Robert Maribe Branch ........................................... 39
2. Borg and Gall ........................................................ 40
3. Richey and Klein ................................................... 41
4. Thiagarajan ............................................................ 42
BAB III METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian Pengembangan............ 43
1. Tempat ................................................................... 43
2. Waktu..................................................................... 43
B. Desain Penelitian Pengembangan .............................. 43
C. Prosedur Penelitian pengembangan ........................... 44
1. Analysis (Analisis) ................................................. 45
2. Design (Desain) ..................................................... 45
3. Development (Pengembangan) .............................. 45
4. Implementation (Implementasi) ............................. 46
5. Evaluation (Evaluasi) ............................................ 46
D. Spesifikasi Produk yang dikembangkan .................... 46
1. Langkah Pembuatan Media ................................... 46
2. Desain Uji Coba .................................................... 51
E. Subjek Uji Coba Penelitian Pengembangan ............... 51
F. Instrumen Penelitian ................................................... 51
1. Teknik Pengumpulan Data ..................................... 51
2. Instrumen Penelitian .............................................. 52
3. Tujuan Instrumen Penelitian .................................. 53
G. Uji Coba Produk ........................................................ 55
1. Uji coba kelompok kecil ........................................ 55
2. Uji coba lapangan .................................................. 55
H. Teknis Analisis Data .................................................. 55
1. Menghitung skor .................................................... 56
2. Menghitung skor rata-rata...................................... 56
3. Menghitung Presentasi .......................................... 57
xv
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian Pengembangan Produk ... 59
1. Analyze (analisis) ................................................. 59
2. Design (desain) ...................................................... 62
B. Deskripsi dan Analisis Data Hasil Uji Coba............... 65
1. Uji Coba Fungsioanal ............................................ 65
2. Validasi Produk ...................................................... 68
3. Uji Coba Produk .................................................... 72
C. Kajian Produk Akhir .................................................. 77
BAB V KESIMPULAN
A. Simpulan.................................................................... 83
B. Rekomendasi ............................................................. 84
DAFTAR PUSTAKA
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Kriteria Skor Penilaian Skala Likert ........................... 53
Tabel 3. 2 Kisi-kisi Ahli Materi ................................................... 53
Tabel 3. 3 Kisi-kisi Intrumen Ahli Teknologi .............................. 54
Tabel 3. 4 Konversi skor.............................................................. 56
Tabel 3. 5 Kategori presentasi kelayakan .................................... 57
Tabel 4. 1 Komponen dan biaya operasional ............................... 61
Tabel 4. 2 Pengujian RFID .......................................................... 66
Tabel 4. 3 Hasil Validasi Ahli Materi ........................................... 69
Tabel 4. 4 Hasil Validasi Ahli Teknologi ..................................... 71
Tabel 4. 5 Hasil Respon mahasiswa kelompok kecil ................... 73
Tabel 4. 6 Hasil Respon Dosen .................................................... 75
Tabel 4. 7 Hasil respon mahasiswa kelompok lapangan .............. 76
xvii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Grafik Hasil respon mahasiswa sistem
informasi kelas D .................................................... 7
Gambar 1. 2 Grafik Hasil respon mahasiswa sistem informasi
kelas E .................................................................... 7
Gambar 2. 1Website resmi [Link] ........................................ 21
Gambar 2. 2 Software Arduino IDE ............................................ 22
Gambar 2. 3 Sensor RFID ........................................................... 24
Gambar 2. 4 Microcontroller ESP32 ........................................... 26
Gambar 2. 5 Telegram ................................................................. 28
Gambar 2. 6 perubahan medan magnet yang dapat
menghasilkan gelombang elektromagnetik. ............ 30
Gambar 2. 7 Perambatan gelombang elektromagnetik yang
tegak lurus arah medan Listrik dan magnet ............ 31
Gambar 2. 8 Alat Detektor .......................................................... 33
Gambar 2. 9 Cara produksi sinar gamma .................................... 34
Gambar 2. 10 Hasil penggunaan sinar-X (Rontgen) .................... 35
Gambar 2. 11 Penggunaan gelombang radio untuk kominkasi .... 39
Gambar 2. 12 Tahapan Model ADDIE ........................................ 40
Gambar 2. 13 Tahapan Penelitian Borg and Gall ......................... 41
Gambar 2. 14 Tahapan Metode Richei and Klein ........................ 42
Gambar 2. 15 Tahapan Model Pengembangan 4D....................... 44
Gambar 3. 1 Metode Research and Development (R&D)
menggunakan model ADDIE .................................. 47
Gambar 3. 2 Desain Smart Key ................................................... 48
Gambar 3. 3 Blok Diagram ......................................................... 48
Gambar 3. 4 Rangkaian Smart Key ............................................. 49
Gambar 3. 5 Cover depan dan belakang buku panduan ............... 62
Gambar 4. 1 Desain Tampilan luar secara keseluruhan ............... 63
Gambar 4. 2 Blok diagram rangkaian .......................................... 64
Gambar 4. 3 Rangkaian skematik Smart Key .............................. 65
Gambar 4. 4 Tampilan buku panduan cover dan isi ..................... 67
Gambar 4. 5 Tampilan pemeriksaan jaringan .............................. 67
Gambar 4. 6 Tampilan hasil pendeteksian kartu .......................... 68
xviii
Gambar 4. 7 Tampilan membuka dan menutup pintu .................. 70
Gambar 4. 8 Grafik Persentasi Hasil Validasi Ahli Teknologi ..... 72
Gambar 4. 9 Grafik Persentasi Uji Coba kelompok kecil ........... 74
Gambar 4. 10 Grafik Persentasi Respon Dosen ........................... 75
Gambar 4. 11 Grafik Persentasi Uji Coba kelompok Lapangan .. 77
xix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Instrument Pra Penelitian untuk Peserta Didik
Lampiran 2 Instrument Ahli Materi
Lampiran 3 Instrument Ahli Teknologi
Lampiran 4 Uji Coba Dosen
Lampiran 5 Instrument Respon Mahasiswa
Lampiran 6 Alur RPS Fisika Dasar
Lampiran 7 Hasil Validasi Ahli Materi
Lampiran 8 Hasil Validasi Ahli Teknologi
Lampiran 9 Hasil Uji Skala Lapangan
Lampiran 10 Hasil Uji Coba skala Kecil
Lampiran 11 Hasil Respon Dosen
Lampiran 12 Dokumentasi
Lampiran 13 Nota Dinas Pembimbing
Lampiran 14 Surat Permohonan Mengadakan Peneliitian
Lampiran 15 Lembar Pengesahan Seminar Proposal
Lampiran 16 Surat Tugas Validasi
Lampiran 17 Berita Acara Validasi
Lampiran 18 Surat Keterangan Bebas Plagiarisme Perpus Pusat
Lampiran 19 Surat Keterangan Bebas Plagiarisme
Lampiran 20 Hasil Turnitin
xx
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul
Pada tahap awal penulisan dan untuk mengantisipasi yang
tidak kita inginkan dalam memahami pengertian dari skripsi
ini. Penulis akan menjelaskan tiap kata atau kalimat yang ada
didalam judul. Judul skripsi ini adalah Pengembangan Alat
Peraga Smart Key Berbasis Internet of Things Untuk Melatih
Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. Pada judul tersebut
dapat dijabarkan istilahnya pada skripsi ini sebagai berikut:
a. Pengembangan
Pengembangan merupakan proses uji coba dari runtutan
awal hingga yang secara Bersama dengan mengasilkan
produk baru. Pengembangan salah jenis penelitian yang
berproses perkenalan pada produk dan jenis penelitian
yang sedang meningkatkan produk dalam dunia penelitian
maupun Pendidikan. 1
b. Alat Peraga
Alat peraga pembelajaran adalah seluruh benda yang bisa
kita gunakan saat pembelajaran supaya peserta dengan
mudah memahami materi Pelajaran. Salah satu fungsi alat
peraga saat proses pembelajaran adalah supaya murid tidak
mengalami yang disebut vervalisme dikarenakan metode
ceramah yang sering dilakukan guru sehingga membuat
peserta menyebutkan tanpa mengetahui maknanya. Alat
peraga untuk guru sebagai sarana media pembelajaran agar
peserta dapat melihat dan memahami materi secara
langsung dan mencegah verbalisme pada mahasiswa.
seluruh alat-alat yang sebut alat peraga yang dapat
1
Dwi Priyanto, “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis
Komputer,” Iqra 14, no. 1 (2009): 1–13.
1
2
membantu mahasiswa saat proses pembelajaran disebut
alat peraga pembelajaran.2
c. Smart Key
Smart Key merupakan dalam Bahasa Indonesia adalah
pintu cerdas yang dimana pintu ini menggunakan
pengamanan teknologi digital. Sistem keamanan tersebut
digunakan dalam pintu rumah atau brankas yang secara
otomatis terbuka yang dibuka oleh penggunanya. 3
d. Internet of Things
Internet of Things(IoT) merupakan struktur memiliki
teknologi mengirim data dengan jaringan dan dengan dua
arah dengan manusia ke manusia tanpa interaksi manusia
langsung dan langsung dari computer. IoT sesuatu alat
yang sangat cerdas dan bisa bekerja sama lewat jaringan
internet.4 Contoh kecil setiap aplikasi handphone atau
computer yang menggunakan jaringan sudah bisa disebut
IoT.5
e. Gelombang Elektromagnetik
B. Latar Belakang Masalah
Kemajuan teknologi modern banyak menginspirasi para
produsen untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi
yang inovatif bidang Internet of Things (IoT) di kalangan
Pendidikan maupun masyarakt umum. IoT diperkenalkan
2
Juwairiah, “Alat Peraga Dan Media Pembelajaran Kimia,” Visipena
Journal 4, no. 1 (2013): 1–13.
3
Erick Febriyanto and Danang Suprayogi, “Prototype Sistem Smart
Lock Door Dengan Timer Dan Fingerprint Sebagai Alat” 19, no. 1 (2019).
4
April Junaidi, “Internet Of Things, Sejarah, Teknologi Dan
Penerapannya : Review,” Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi IV, no. 3 (2015): 62–
66.
5
Vandan Wiliyanti et al., “Pengembangan Media Pembelajaran Fisika
Berbasis Mobile Learning Berbantuan Smart Apps Creator Pada Materi Fluida
Dinamis,” Seminar Nasional Pembelajaran Matematika, Sains, Dan Teknologi 3
(2023): 129–37.
3
pertama kali pada tahun 1999 yang diumumkan Kevin Asthon.
Kehadiran IoT menjadi hal yang bagus untuk dikembangkan
untuk mempermudah layanan monitoring jaringan yang dapat
diakses dari jarak jauh sehingga mempermudahkan pekerjaan
dari segala bidang.6
Perubahan teknologi setiap waktu menghasilkan dampak
yang besar pada Lembaga industri maupun Lembaga
pendidikan yang menghasilkan produk tertentu yang
diterapkan pada masyarakat.7 Teknologi yang berkembang,
khususnya di bidang IoT, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
sistem keamanan dalam suatu sistem aplikasi dalam jaringan8.
Banyak perangkat IoT yang telah dikembangkan untuk
meningkatkan sistem monitoring, sistem keamanan maupun
sistem komunikasi dalam bentuk perangkat software berupa
aplikasi dan website. Perangkat rumah pintar adalah yang
paling populer, dan kunci pintar bergantung pada smartphone
untuk meringankan tugas menjalankan kunci fisik dan melacak
status pembukaan dan penutupan pintu. Perangkat software
yang digunakan Telegram untuk mengakses dan mengatur
monitoring dari jarak jauh. Namun, masalah keamanan telah
menarik perhatian developer IoT untuk mengembangkan
sistem keaman yang dapat digunakan oleh masyarakt umum.9
Perkembangan teknologi cenderung membuat aktivitas
manusia lebih mudah, terutama di bidang perkantoran,
6
Reni Dwi Rusnawati and Tutik Sri Hariyati, “Implementasi Internet of
Things Pada Layanan Kesehatan,” Journal of Innovation Reseach and Knowledge
3471, no. 8 (2022): 569–74.
7
Jaenal Arifin and Jery Frenando, “Sistem Keamanan Pintu Rumah
Berbasis Internet of Things via Pesan Telegram Home Door Security System
Based on Internet of Things Through Telegram Message,” Telka 8, no. 1 (2022):
49–59.
8
Ade Fricticarani et al., “Strategi Pendidikan Untuk Sukses Di Era
Teknologi 5.0,” Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Teknologi Informasi (JIPTI) 4, no.
1 (2023): 56–68, [Link]
9
Miko Trenggono Hidayatullah et al., “Urgensi Aplikasi Teknologi
Dalam Pendidikan Di Indonesia” 02, no. 06 (2023): 70–73.
4
perumahan, pendidikan, dan dunia maya. 10 Contohnya
teknologi Pendidikan yang saat ini sudah berkembang lebih
jauh.
Perkembangan teknologi pendidikan yang semakin
canggih diharapkan mahasiswa termotivasi dan memudahkan
memahami ilmu mata kuliah fisika dengan belajar melalui
teknologi. Dengan adanya teknologi mahasiswa dapat
memahami sensor yang berkaitan dengan mata kuliah fisika.11
Pembelajaran di sekolah tentunya menggunakan media
teknologi untuk memudahkan mahasiswa dalam
mengaplikasikan teknologi. Teknologi pembelajaran seperti
alat peraga yang sudah menggunakan sistem jaringan internet
atau IoT, salah satu teknologi yang perlu kita perkenalkan
kepada mahasiswa agar mereka termotivasi mengenai
pembelajaran berbasis teknologi yang semakin maju.12
seharusnya alat peraga yang digunakan sudah menjadi alat
peraga berbasis teknologi dalam kemudahan untuk proses
kegiatan belajar mengajar.
Alat peraga merupakan sekumpulan objek konkret yang
dirancang, dibuat, atau disusun secara sengaja untuk
mendukung pemahaman atau pengembangan konsep-konsep
dan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran. 13. Adapun
menurut pendapat Sudjana, alat peraga adalah alat yang dapat
10
Mahlopi Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Khalidiyah
Amuntai Kalimantan Selatan, “Supervisi Pendidikan Era Teknologi 5.0,” Adiba:
Journal of Education 2, no. 1 (2022): 133–41.
11
Eka Melati et al., “Pemanfaatan Animasi Sebagai Media
Pembelajaran Berbasis Teknologi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar,”
Journal on Education 06, no. 01 (2018): 732–41.
12
Darwin Effendi and Dan Achmad Wahidy, “Pemanfaatan Teknologi
Dalam Proses Pembelajaran Menuju Pembelajaran Abad 21,” Prosiding Seminar
Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang, 2019,
125–29.
13
Nurul Aisyanah et al., “Pengaruh Model Pembelajaran Problem
Based Learning Dengan Strategi Alat Peraga Puzzle Dadu Terhadap Minat Belajar
Dan Hasil Belajar Matematika,” Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) 3, no. 2
(2017): 33–44, [Link]
5
diserap oleh telinga dan mata dan digunakan oleh guru untuk
membantu proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan
efisien.14
Alat peraga pada umumnya jarang sekali yang
menggunakan basis internet atau yang biasa kita kenal dengan
Internet of Things, oleh sebab itu Seiring berkembangnya
zaman yang semakin canggih membuat pendidik berfikir
lebih kreatif dan berinovasi kedalam media pembelajaran,
maka alat peraga yang sederhana kini sudah beralih
menggunakan sensor dan IoT.15 Sensor yang digunakan adalah
sensor Radio Frekuensi Idenfitikasi (RFID) untuk
mengidentifikasi pada gelombang elektromagnetik lalu sistem
IoT atau Software yang digunakan untuk monitoring dan
mengakses Smart Key menggunakan telegram. Telegram
menyediakan fitur pesan bot yang dapat mempermudah
menghubungkan IoT ke dalam telegram yang diproses melalui
microcontroller Esp32 dan sudah diprogran dengan Software
Arduino IDE dengan Bahasa pemprograman C++. Melalui
teknologi yang ada seperti IoT manusia dapat memanfaatkan
ilmu pengetahuan sebaik-baiknya. Sebagaimana mestinya
manusia bisa mengembangkan dan memanfaatkan teknologi.
ِ ق ُُ ِل ا ْنظُر ُْوا َما َذا ِفى السَّمٰ ٰو
ِ ْت َو ْاْلَر
ض ۗ َو َما ت ُ ْغ ِنى
١٠١ ت َوالنُّ ُذ ُر َع ْن قَ ْو ٍم َّْل ي ُْؤ ِمن ُ ْو َن ْٰ
ُ اْل ٰي
“Katakanlah (Nabi Muhammad),“Perhatikanlah apa saja
yang ada di langit dan di bumi!” Tidaklah berguna tanda-
14
Kuncoro Adi Saputro, Christina Kartika Sari, and SW Winarsi,
“Pemanfaatan Alat Peraga Benda Konkret Untuk Meningkatkan Motivasi Dan
Hasil Belajar Matematika Di Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu 5, no. 4 (2021):
1735–42.
15
Amin Akbar and Nia Noviani, “Tantangan Dan Solusi Dalam
Perkembangan Teknologi Pendidikan Di Indonesia,” Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang 2, no. 1 (2019):
18–25.
6
tanda (kebesaran Allah) dan peringatan-peringatan itu (untuk
menghindarkan azab Allah) dari kaum yang tidak beriman.”
(QS. Yunus [10]:101).
Pada ayat tersebut manusia diberi arahan untuk melakukan
penelitian dan memanfaatkan yang ada di bumi maupun luar
bumi sehingga hasil penelitian peniliti menjadi teknologi yang
bisa kita manfaatkan pada saat ini. Ayat Al-Qur’an Yunus 101
membahas tentang manusia diajarakan untuk menggunakan
teknologi karena manusia akan melakuan penelitian. Penelitian
ini akan menghasilkan teknologi-teknologi seperti IoT yang
nantinya akan sangat bermanfaat untuk manusia dalam bidang
Pendidikan khususnya alat peraga pembelajaran berbasis IoT.
Dari penjelasan tersebut diperkuat oleh hasil Obervasi dan
wawancara yang sudah dilaksanakan di UIN Raden Intan
Lampung di jurusan sistem informasi di dua kelas di semester
dua pada mata kuliah Fisika dasar bahwa mata kuliah fisika
dasar ini belum berjalan secara efektif di bidang alat peraga
untuk penerapan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Karena dari mahasiswa belum memahami bidang IoT untuk
alat peraga saat kegiatan belajar mengajar serta mahasiswa
yang sangat jarang sekali belajar menggunakan alat peraga.
Sehingga mahasiswa mengalami kesulitan memahami mata
kuliah fisika dasar dikarena kurangnya alat atau media untuk
proses belajar. Maka dari itu dibutuhkan Alat peraga untuk
membantu proses kegiatan belajar mengajar pada mata kuliah
fisika dasar.
7
Hasil responden mahasiswa terhadap alat peraga Internet of
Things kelas D jurusan sistem informasi
jumlah mahasiswa
28 21
40
8 2
20
0
Setuju Sangat kurang tidak setuju
Setuju setuju
Jumlah respon mahasiswa
Gambar 1. 1 Grafik Hasil respon mahasiswa sistem
informasi kelas D
Hasil responden mahasiswa terhadap alat peraga Internet
of Things kelas E jurusan sistem informasi
38
jumlah mahasiswa
40
30
17
20
10 4
0
0
Setuju Sangat Setuju kurang setuju tidak setuju
Jumlah respon mahasiswa
Gambar 1. 2 Grafik Hasil respon mahasiswa sistem informasi
kelas E
Hasil diagram diatas mengenai pengembangan alat peraga
IoT atau alat peraga pembelajaran yang didapat dari hasil
penyebaran kuesioner mahasiswa membutuhkan alat peraga
Smart Key saat kegiatan belajar mengajar dimata kuliah fisika
8
dasar. Pembelajaran fisika saat kegiatan belajar mengajar
dibeberapa kelas yang telah penulis teliti, para dosen
menjelaskan metode ceramah atau secara teori saja dan jika
melakulan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga
hanya alat sederhana atau seadanya saja yang ada disekitar
karena keterbatasan alat peraga dan kurang pemahaman terkait
alat peraga yang digunakan. Maka dari itu adanya alat peraga
ini yang sudah memasuki teknologi IoT mahasiswa
membutukan alat peraga berupa Smart Key berbasis IoT
menggunakan Telegram dalam melakukan kegiatan belajar
mengajar.
Dari beberapa pemaparan di atas dapat disimpulkan
mahasiswa sangat membutuhkan alat peraga tersebut dan
memiliki semangat belajar ketika mahasiswa menggunakan
alat peraga sebagai media pembelajarannya, dan oleh sebab itu
penulis memiliki ide untuk mengembangkan alat peraga
tersebut yang menolong proses kegiatan belajar mengajar pada
mata kuliah fisika dasar.
Maka dari itu terdapat perbedaan atau kebaharuan pada
peneliti ini dengan peneliti yang sudah ada yaitu berfokus pada
dua sensor mode offline dengan Pengembangan Keamanan
Pintu Kendaraan menggunakan Smart Tag dan Fingerprint
System dengan penelitian tersebut menggunakan Metode
Research and Development (R&D) yang dilakukan di Malaysia
dan didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia
dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). 16
Berdasarkan hasil yang didapat maka penulis akan melakukan
penelitian dengan mengembangkan Smart Key dengan judul
“Pengembangan alat peraga Smart Key berbasis Internet of
Things untuk melatih kemampuan berpikir kritis
mahasiswa ”.
16
Jamil Abedalrahim Jamil Alsayaydeh et al., “Development of Vehicle Door
Security Using Smart Tag and Fingerprint System,” International Journal of
Engineering and Advanced Technology 9, no. 1 (2019): 3108–14,
[Link]
9
C. Identifikasi Masalah dan Batasan Masalah
Dari penjabaran latar belakang masalah di atas, diperoleh
identifikasi masalah sebagai berikut:
1. Keterbatasan media pembelajaran sebagai dukungan untuk
pengajaran yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa
mengenai alat bantu pengajaran.
2. Terdapat kurangnya pemahaman dan kesadaran di
kalangan mahasiswa mengenai pengembangan sistem
Smart Key berbasis IoT yang menggunakan Telegram.
3. Alat peraga Smart Key menggunakan sensor RFID masih
menggunakan LCD yang belum dikembangkan kedalam
sistem Iot Via Pesan Telegram.
4. Kurang kreatiftas terkait media pembelajar tentang alat
peraga.
Peneliti menemukan batasan masalah berikut berdasarkan
uraian masalah yang diidentifikasi di atas:
1. Alat peraga yang digunakan untuk memahami
pengembangan Smart Key berbasis IoT berupa rancangan
alat yang sudah jadi.
2. Penerapan dan pengembangan pada Smart Key dengan
sensor RFID berbasis IoT dengan hasil pesan pada bot
telegram.
3. Materi yang disajikan hanya pada gelombang
elektromagnetik.
D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana Langkah-langkah perancangan Smart Key
menggunakan sensor Radio Frekuensi Idenfitikasi
(RIFD)berbasis IoT ?
2. Apakah layak Pengembangan alat peraga Smart Key
menggunakan sensor RFID berbasis IoT menggunakan
Pesan Telegram?
10
3. Bagaimana respon mahasiswa dan dosen terhadap
Pengembangan alat peraga Smart Key menggunakan
sensor RFID berbasis IoT menggunakan Pesan Telegram ?
E. Tujuan Pengembangan
Tujuan pengembangan ini adalah:
1. Untuk mengetahui langkah-langkah perancangan Smart
Key berbasis Internet of Things yang telah dikembangkan.
2. Untuk Mengetahui kelayakan pengembangan alat peraga
Smart Key berbasis Internet of Things yang telah
dikembangkan.
3. Untuk mengetahui respon pendidik dan mahasiswa
terhadap rancangan alat peraga Smart Key berbasis
Internet of Things yang telah dikembangkan.
F. Manfaat Pengembangan
1. Manfaat Teoritis
Diharapkan penelitian ini akan meningkatkan
pengamatan mahasiswa tentang desain alat peraga Smart
Key yang menggunakan sensor RFID berbasis Internet of
Things melalui pesan Telegram dan berfungsi sebagai
sumber referensi untuk studi lanjutan.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti
Memberikan pengalaman penelitian baru dan
bahan penelitian untuk peneliti selanjutnya tentang
pengembangan alat peraga Smart Key yang
menggunakan sensor RFID berbasis Internet of Things.
b. Bagi mahasiswa
Diharapkan penelitian ini akan meningkatkan
antusiasme mahasiswa dan membantu mereka
memahami cara kerja gelombang elektromagnetik pada
sensor RFID dan sistem IoT..
11
c. Bagi pendidik
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai media
pembelajaran alat peraga untuk meningkatkan hasil
belajar mahasiswa serta menghasilkan pengalaman
belajar mata pelajaran fisika yang menarik dan tidak
membosankan.
G. Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan
Studi penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian
ini termasuk:
1. Fayakun Muchlis, Dwi Sulisworo, dan Moh Toifur, dengan
judul “Pengembangan Alat Peraga Fisika Berbasis Internet
of Things untuk Praktikum Hukum Newton II”. Penelitian
ini bertujuan untuk membuat alat peraga fisika hukum II
Newton berbasis Internet of Things (IoT). Dengan
menggunakan metode penelitian pengembangan Borg and
Gall. Hasil akhir Penelitian ini menunjukkan bahwa alat
peraga fisika yang dikembangkan sangat baik dan layak
menurut ahli dikarenakan nilai percepatan antara counter
alat peraga dan Phywe memiliki Tingkat ketelitian sebesar
98,42%.17
2. Muarif Islamiah, Neneng Triyunita, dan Nanang Suwondo
Adapun judul “Pengembangan Perangkat Pengukuran
Variabel Cuaca Menggunakan Sensor Besaran Fisika
Berbasis Internet of Things” pada penelitian ini
menghasilkan 1alat peraga dapat mengukur seluruh
variable cuaca dengan menggunakan Arduino Uno dan
ESP-01. Penilaian dari ahli media untuk alat peraga stasiun
cuaca sebsar 91,4% dan kelayakan buku panduaun sebesar
85,9%. Adapun respon pengguna dari mahasiswa
mendapatkan Tingkat kelayakan sebesar 87,4%, hasil dari
17
Fayakun Muchlis, Dwi Sulisworo, and Moh Toifur, “Pengembangan Alat
Peraga Fisika Berbasis Internet of Things Untuk Praktikum Hukum Newton II,”
Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makasar 6, no. 1 (2019):
13–20.
12
uji validasi dari ahli media dan ahli materi, jadi alat peraga
buku panduan dari stasiun cuaca berbasis Internet of
Things dikatakan baik dan layak difungsikan sebabagai
media pembelajaran untuk mata kuliah ilmu kebumian dan
instrumentasi fisika.18
3. Legina Praba Ayu, Rudi Prasetya, dan Nurmala Dewi
Qadarsih dengan Judul “Pengembangan Perangkat
Pemberi Makan Kucing Otomatis Berbasis Internet of
Things” penelitian ini menggunakan metode Pressman
yang terdiri dari empat Langkah yaitu Requirements
Analysis, Design, Code Generation, dan Testing Setelah
alat ini selesai di kerjakan dan daat telah berhasildibuat
alat ini merupakan salah satu Solusi agar Kesehatan hewan
peliharaan kita terjaga dan makan dengan teratur, untuk
pemilik kucing sekarang tidak perlu lagi kawatir jika
meninggalkan hewan peliharaannya yang ditinggal selama
beberapa hari yang dikarenakan alat ini pemilik bisa
mengatur dari kejauhan dan Dimana saja hanya dengan
smartphone dan koneksi internet. 19
4. Yeyen Helinda. Dengan judul ”Pengembangan Alat Peraga
Mesin Stirling Sederhana pada pokok Bahasan
Termodinamika Kelas XI SMA”.Tujuan dari penelitian ini
adalah mengembangkan alat peraga mesin stirling
sederhana pada pokok bahasan termodinamika kleas XI
SMA dan memahami respon mahasiswa untuk alat peraga
yang dikembangkan. Adapun hasil analisis validasi ahli
materi dan validasi ahli media, media alat peraga mesin
stirling sederhana yang telah dikembangkan secara
keseluruhan sangat baik untuk digunakan sebagai media
18
Intan Diah Purwandari, Sri Rahayu, and I Wayan Dasna, “Jurnal
Pendidikan MIPA,” Jurnal Pendidikan MIPA 23, no. 2 (2022): 681–91.
19
Legina Praba Ayu, Rudi Prasetya, and Nurmala Dewi Qadarsih,
“Pengembangan Perangkat Pemberi Makan Kucing Otomatis Berbasis Internet Of
Things,” JRKT (Jurnal Rekayasa Komputasi Terapan) 1, no. 03 (2021): 163–69,
[Link]
13
alat peraga dalam pembelajaran di kelas XI SMA. Hasil
menunjukkan bahwa rata-rata 86,5% dapat dikategorikan
sangat baik, sedangkan uji coba kelompok kecil 91,9% dan
uji coba lapangan 93.1%.20
5. Qonita Arrosyidah, Fungki Oktaviyati, Detania Faridawati,
Vandaria Dewi Cahyani, Lisa Nur Afni, Alex Harijanto
dengan judul "Pengembangan Sistem Kipas Otomatis
Berbasis Internet of Things (Iot) Menggunakan Sensor
PIR Dan DHT11", Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sensor PIR dapat mendeteksi orang pada garis lurus
terlentang dan garis lurus tegap hingga sudut ± 75° dan
dapat jangkauan sampai 5,8 meter untuk mendeteksi
pergerakan. Sensor DHT11 secara efektif mendeteksi suhu
rendah, normal, dan tinggi, dan dapat segera mendeteksi
perubahan suhu dan menjalankan logic yang diterapkan
pada driver motor kipas angin. Kesesuaian dan
konektivitas sistem dengan aplikasi dan kipas angin
dikategorikan sebagai memuaskan dengan predikat sistem
yang diinginkan. 21
H. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dimaksudkan untuk membuat
susunan penataan penelitian lebih mudah dipahami. Peneliti
memberikan penjelasan sistematis tentang penulisan, yang
terdiri dari lima bab, yang masing-masing berisi hal-hal
berikut:
1. BAB I
Bab pertama memberikan penjelasan tentang latar
belakang penelitian pengembangan ini yang berkaitan
20
Yeyen Helinda, “Pengembangan Alat Peraga Mesin Stirling Sederhana
Pada Pokok Bahasan Termodinamika Kelas Xi Sma,” 2017, 1–83,
[Link]
21
Qonita Arrosyidah1 et al., “Pengembangan Sistem Kipas Otomatis
Berbasis Internet Of Things (Iot) Menggunakan Sensor PIR Dan DHT11” 16, no.
p-ISSN: 2622-8327 e-ISSN: 2089-5364 (n.d.): 647–54,
[Link]
14
dengan Alat Peraga Smart Key berbasis Internet of Things
untuk melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
2. BAB II
Bab kedua membahas teori-teori yang mendasari diskusi
secara menyeluruh. Ini mencakup penjelasan tentang Alat
Peraga, Internet of Things, dan materi dan teori mengenai
pengembangan model.
3. BAB III
Bab ketiga memberikan penjelasan tentang metodologi
yang digunakan untuk penelitian pengembangan ini.
Selanjutnya, peneliti menunjukkan langkah-langkah yang
diambil dalam penelitian pengembangan produk, serta
metode yang digunakan untuk menganalisis data.
4. BAB IV
Bab keempat membahas hasil dan diskusi penelitian
pengembangan produk.
5. BAB V
Bab kelima memberikan kesimpulan dari seluruh diskusi di
bab-bab sebelumnya.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teoritik
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Media yang berarti perantara atau pengantar yang
Bahasa latin yaitu medius. Secara Bahasaarab media
yaitu perantara atau pengantar pesan yang
mengirimkan objek kepada penerima objek tersebut 22.
Menurut Gerlach & Ely mengatakan bahwa media
apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang
membuat mahasiswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap23.
Media pembelajaran secara umum adalah sebuah
sarana mempermudah proses belajar mengajar. Alat
bantu pembelajaran saat proses pembelajaran dalam
mengajar serta sarana pembawa informasi bisa
diartikan dalam bentuk media pembelajaran24.
b. Manfaat Media Pembelajaran
Media segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan
untuk menyalurkan informasi dari pengirim dan
penerima. Secara umum manfaat media saat proses
pembelajaran interaksi antara guru dan murid supaya
pembelajaran lebih efektif dan efisien25.
22
Azhari Azhari, “Peran Media Pendidikan Dalam Meningkatkan
Kemampuan Bahasa Arab Siswa Madrasah,” Jurnal Ilmiah Didaktika 16, no. 1
(2015): 43, [Link]
23
Akip Suhendar and Zaenal Mustofa, “Media Pembelajaran Mengenal
Bentuk Dan Warna Berbasis Multimedia Pada Ra Al A’raaf,”
ProTekInfo(Pengembangan Riset Dan Observasi Teknik Informatika) 1, no.
September (2017): 68–70, [Link]
24
Widyaiswara Badan et al., “Peran Media Pembelajaran Dalam Proses
Belajar Mengajar” 3, no. 14 (2002): 12.
25
Lemi Indriyani, “Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar
Untuk,” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2, no. 1 (2019): 19.
15
16
c. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran
Adapun kelebihan dan kekurangan
mediapembelajaran dalam bentuk video yaitu :
Kelebihan
1. Banyak variasi video pembelajaran yang dapat
dirancang sendiri oleh guru
2. Menciptakan suasana yang tidak
membosankan.
3. Video pembelajaran dapat digunakan berkali-
kali.
4. Mudah di akses.
Kekurangan
1. Memerlukan banyak kuota internet untuk
mendownload video terutama yang berukuran
besar.
2. Video pembelajaran tidak interaktif karena
pembelajar tidak dapat secara langsung
menanyakan jika ada materi yang kurang
dipahami pada dalam video tersebut. 26
2. Alat Peraga
a. Pengertian alat peraga
Alat peraga menurut Sukayati 27 merupakan media
pembelajaran yang memudahkan peserta didik
memahami suatu konsep ada dan materi atau
membawakan ciri-ciri konsep yang akan dipelajari.
Menurut Sudjana28 pengertian alat peraga adalah alat
26
Dewasni Hasiru, Syamsu Qamar Badu, and Hamzah B. Uno, “Media-
Media Pembelajaran Efektif Dalam Membantu Pembelajaran Matematika Jarak
Jauh,” Jambura Journal of Mathematics Education 2, no. 2 (2021): 59–69,
[Link]
27
Procedia Economics et al., “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者
における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title,” Corporate
Governance (Bingley) 10, no. 1 (2020): 54–75.
28
Saputro, Sari, and Winarsi, “Pemanfaatan Alat Peraga Benda Konkret
Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Di Sekolah Dasar.”
17
bantu yang digunakan oleh guru dalam proses belajar
mengajar agar proses belajar mengajar mahasiswa
lebih efektif.
b. Fungsi alat peraga
Adapun enam fungsi alat peraga menurut sudjana
adalah29
1. sebagai bantuan dalam menciptakan lingkungan
belajar-mengajar yang efektif.
2. Dalam konteks mengajar secara keseluruhan,
penggunaan alat peraga sangat penting.
3. Alat peraga sangat penting untuk tujuan dan materi
pelajaran.
4. Penggunaan alat peraga untuk instruksi bukan
semata-mata hiburan
5. Untuk mempercepat proses belajar-mengajar dan
membantu mahasiswa dalam memahami apa yang
diberikan guru, penggunaan alat peraga dalam
pengajaran sangat penting.
6. Untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar,
penggunaan alat peraga sangat penting dalam
pengajaran.
3. Internet of Things (IoT)
Internet of Things (IoT) adalah arsitektur sistem
terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, dan web,
sistem embedded, yang terdiri dari gateway, diperlukan
untuk menghubungkan dan menjembatani perbedaan
protokol antara protokol web dan perangkat keras. 30
29
Tina Rosyana, Adi Nurjana, and Gida Kadarisma, “Pelatihan Pembuatan
Alat Peraga Papan Berpaku Bagi Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan
Pangalengan,” Abdimas Siliwangi 3, no. 1 (2020): 74–84.
30
Ahmad Fitra Ritonga, Syafrima Wahyu, and Frida Octavia Purnomo,
“Implementasi Internet of Things (IoT) Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa
18
Internet of Things (IoT) adalah teknologi baru yang
memanfaatkan Internet untuk menghubungkan objek
aktual, yang biasa disebut sebagai "things" (perangkat
fisik).31 Menurut Dr. Basuki Rahmat, [Link], MT., Budi
Nugroho, [Link], [Link] IoT merupakan area yang
sedang berkembang di mana bermilyaran alat pintar
berkolaborasi dengan internet untuk berbagi data,
memungkinkan setiap perangkat yang terhubung ke
internet memiliki akses ke data kapan saja dan di mana
saja.32
Teknologi sedang berkembang dengan cepat, dan
saat ini kita berada di generasi Internet of Things (IoT).
IoT terdiri dari kumpulan benda-benda, termasuk
perangkat fisik, seperti hardware atau sistem tertanam,
yang memiliki kemampuan untuk bertukar informasi
dengan operator layanan dan perangkat lainnya yang
terhubung ke sistem, sehingga meningkatkan
[Link] satu aplikasi otomatis yang dapat anda
gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sistem
smarthome yang sedang berkembang. 33
Pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran
visualisasi data dapat dilakukan oleh Internet of Things
(IoT), yang merupakan paradigma baru dalam penyediaan
SMK Jakarta 1,” Risenologi 5, no. 1 (2020): 1–8,
[Link]
31
Anggy Giri Prawiyogi and Aang Solahudin Anwar, “Perkembangan
Internet of Things (IoT) Pada Sektor Energi : Sistematik Literatur Review,” Jurnal
MENTARI: Manajemen, Pendidikan Dan Teknologi Informasi 1, no. 2 (2023):
187–97, [Link]
32
Panji Tegar Wikantama and Ratna Puspitasari, “Perancangan Perangkat
Pengukur Ketinggian Banjir Dengan ESP32 Dan Telegram Berbasis IoT,”
Elektriese: Jurnal Sains Dan Teknologi Elektro 13, no. 02 (2023): 107–14,
[Link]
33
Mardawia Mabe Parenreng, Reski Damayanti, and Asriyadi Asriyadi,
“Rancang Bangun Smart Home Berbasis Internet of Things,” Journal of Applied
Smart Electrical Network and Systems 1, no. 02 (2020): 42–46,
[Link]
19
data. Pada dasarnya Internet of Things (IoT) terdiri dari
sejumlah sensor yang terhubung melalui jaringan internet
atau intranet. Sensor-sensor ini memiliki kemampuan
untuk berkomunikasi dengan mesin atau server tanpa
intervensi manusia melalui internet Protocol (IP) address
yang dimiliki oleh masing-masing perangkat atau sistem.34
Paradigma baru dalam teknologi informasi dikenal sebagai
Internet of Things (IoT). Istilah "Internet of Things"
berasal dari kata "Internet" dan "Things". Internet Protocol
Suite (TCP/IP) merupakan sistem jaringan komputer yang
mewadahi miliaran pengguna di seluruh dunia dan terdiri
dari jaringan pribadi, publik, bisnis, pemerintah, dan
akademisi, baik lokal maupun internasional, yang
terhubung melalui berbagai teknologi jaringan elektronik,
nirkabel, dan optik saat ini. Saat ini, lebih dari 100 negara
menggunakan internet untuk bertukar data, informasi,
berita, dan pendapat. 35 Internet of Things adalah
istilah yang mengacu pada hubungan dan integrasi antara
berbagai perangkat fisik, objek, dan sistem dengan
jaringan internet. Perangkat dapat berkomunikasi satu
sama lain, berbagi data, dan bertindak sesuai instruksi
pengguna. Internet of Things terdiri dari sejumlah
komponen penting seperti36:
1. Jaringan: mencakup berbagai perangkat jaringan dan
internet, seperti Ethernet, Wi-Fi, Bluetooth, dan
jaringan seluler.
34
Hespri Yomeldi, “Decision Making in Internet of Things (IoT) : A
Systematic Literature Review,” ITEJ (Information Technology Engineering
Journals) 5, no. 1 (2020): 51–65, [Link]
35
Reski Nofrialdi, Ebit Bimas Saputra, and Farhan Saputra, “Pengaruh
Internet of Things: Analisis Efektivitas Kerja, Perilaku Individu Dan Supply
Chain,” Jurnal Manajemen Dan Pemasaran Digital 1, no. 1 (2023): 1–13,
[Link]
36
Fauzan Prasetyo Eka Putra, Selly Mellyana Dewi, and Amir Hamzah,
“Jurnal Sistim Informasi Dan Teknologi Https://[Link]/[Link] Privasi
Dan Keamanan Penerapan IoT Dalam Kehidupan Sehari-Hari : Tantangan Dan
Implikasi” 5, no. 2 (2023): 26–32, [Link]
20
2. Perangkat dan sensor: perangkat elektronik yang
memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data,
memantau sistem dan objek fisik, dan berinteraksi
dengan perangkat pemrosesan dan komunikasi.
3. Data: Data dapat mencakup informasi tentang
perangkat, tindakan pengguna, atau status lainnya.
4. Komputasi: Kemampuan untuk memproses dan
menganalisis informasi yang diperlukan
5. aplikasi dan layanan: memanfaatkan data yang
dikumpulkan oleh perangkat itu sendiri, yang
mencakup tindakan, interaksi, analisis, dan visualisasi.
Internet of Things (IoT) adalah dunia di mana
semua benda cerdas dapat terhubung satu sama lain dengan
cara yang tidak pernah ada sebelumnya. Sebagian besar
dari kita menganggap perangkat elektronik seperti server,
komputer, tablet, ponsel pintar, dan telepon sebagai
"terhubung". Sensor dan aktuator yang tertanam dalam
objek fisik, seperti jalan raya dan alat pacu jantung,
terhubung ke apa yang disebut "Internet of Things" melalui
jaringan kabel dan nirkabel. Jaringan ini biasanya
menggunakan IP Internet yang sama yang menghubungkan
Internet, dan jaringan ini mengirimkan banyak ndata ke
komputer untuk dianalisis.
4. Arduino IDE
IDE (Integrated Development Environment)
Arduino adalah berupa software processing yang
digunakan untuk menulis program ke dalam Arduino Uno.
Aplikasi Arduino IDE memiliki Bahasa yang sederhana
dan fungsi yang berkompeten . Arduino IDE memiliki
penggabungan antara Bahasa C++ dan java. Software
Arduino bisa di unduh di [Link] dan dapat di-
21
Instal di system operasi seperti Linux, Mac OS,
Windows.37
Gambar 2. 1Website resmi [Link]
([Link]
Arduino IDE adalah program komputer yang
sangat canggih yang dibuat menggunakan Java. Terdiri
dari:38
1. Editor program, sebuah window yang memungkinkan
pengguna menulis dan mengedit program dalam
bahasa Processing.
2. Compiler adalah sebuah modul yang mengubah kode
program (bahasa Processing) menjadi kode biner.
Mikrokontroler hanya dapat memahami kode biner,
tetapi bahasa Processing tidak dapat dipahami oleh
mereka. Karena itu, compiler diperlukan dalam hal ini.
37
Agung Tri Wahyudi et al., “Sistem Otomatis Pemberian Air Minum Pada
Ayam Pedaging Menggunakan Mikrokontroller Arduino Dan Rtc Ds1302,” Jurnal
Teknik Dan Sistem Komputer 1, no. 1 (2020): 15–21,
[Link]
38
Betty Rosida Sinaga, “Rancang Bangun Gerbang Dengan Menggunakan
Kontrol Android Via Bluetooth Berbasis Arduino Uno R3,” Jurnal Pendidikan
Sains Dan Komputer 2, no. 02 (2022): 312–16,
[Link]
22
3. Uploader adalah modul yang dapat digunakan pada
papan Arduino untuk memuat kode biner dari
komputer ke dalam memori papan.
Gambar 2. 2 Software Arduino IDE
5. Sensor RFID
Radio Frequency Identification (RFID) adalah
teknologi identifikasi dan pengambilan data menggunakan
barcode atau magnetic card berbasis radio, di mana
pembaca menginterogasi tag RFID dan mengidentifikasi
setiap tag melalui responsnya. Sistem RFID
memungkinkan transfer data dalam jarak dekat dengan
menggunakan frekuensi radio yang dihasilkan oleh
perangkat kecil yang disebut tag atau transponder. 39 RFID
(Radio Frequency Identification) adalah teknik identifikasi
yang menggunakan barcode atau kartu magnet dan
pembaca RFID. Sensor RFID adalah bagian penting dari
Internet of Things yang bertujuan untuk menghubungkan
setiap objek fisik ke cloud sehingga dapat bertukar
39
Fauziah and Meta Meysawati, “Purwarupa Sistem Keamanan Portal
Perumahan Menggunakan Rfid Berbasiskan Arduino Uno,” Jurnal Ilmiah Teknik
1, no. 2 (2022): 34–40, [Link]
23
informasi.40 Data RFID dikirim ke database melalui
protokol HTTP setelah diterima oleh mikrokontroler. Ini
telah banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk
manajemen rantai pasokan, pelacakan inventaris, kontrol
akses, pengumpulan tol, dan pengelolaan hewan. Karena
penggunaannya yang luas dan labelnya yang murah,
teknologi RFID baru-baru ini diperluas ke bidang-bidang
seperti layanan kesehatan dan pemantauan lingkungan,
berkat pesatnya perkembangan Internet of Things (IoT).41
Tugas utama RFID di tempat kerja otomatis adalah
untuk memastikan gambaran status dan pergerakan produk
yang akurat, serta pengendalian operasi yang dilakukan,
sehingga mengurangi insiden dan efisiensi. Keuntungan
RFID versus barcode terletak pada kemampuan membaca
tanpa visibilitas langsung dan kemampuan menulis
informasi pada pembawa data - keduanya selama
pergerakannya Perangkat membaca dan menulis bisa
stabil, tetapi juga bergerak (dipasang, misalnya, pada
efektor robot industri).42 Dalam beberapa tahun terakhir,
karena keberadaannya yang ada di mana-mana, teknologi
identifikasi frekuensi radio (RFID) telah menjadi hotspot
di bidang lokasi objek. 43
40
Muhammad Rizky Ramadhan et al., “Rancangan Teknologi RFID Gerbang
Parkir Pada UINSU Medan,” Jurnal Jurnal Sains Dan Teknologi (JSIT) 3, no. 1
(2023): 14,
[Link]
41
Xiangyu Wang et al., “A Framework for Locating Multiple RFID Tags
Using RF Hologram Tensors,” Digital Communications and Networks, 2023,
[Link]
42
Marek Vagaš et al., “Wireless Data Acquisition from Automated
Workplaces Based on RFID Technology,” IFAC-PapersOnLine 52, no. 27 (2019):
299–304, [Link]
43
Giorgia Casella, Barbara Bigliardi, and Eleonora Bottani, “The Evolution
of RFID Technology in the Logistics Field: A Review,” Procedia Computer
Science 200, no. 2019 (2022): 1582–92,
[Link]
24
Tugas utama RFID di tempat kerja otomatis adalah
untuk memastikan gambaran status dan pergerakan produk
yang akurat, serta pengendalian operasi yang dilakukan,
sehingga mengurangi insiden dan efisiensi. Keuntungan
RFID versus barcode terletak pada kemampuan membaca
tanpa visibilitas langsung dan kemampuan menulis
informasi pada pembawa data - keduanya selama
pergerakannya Perangkat membaca dan menulis bisa
stabil, tetapi juga bergerak (dipasang, misalnya, pada
efektor robot industri).44 Dalam beberapa tahun terakhir,
karena keberadaannya yang ada di mana-mana, teknologi
identifikasi frekuensi radio (RFID) telah menjadi hotspot
di bidang lokasi objek. 45
Gambar 2. 3 Sensor RFID
6. NodeMCU ESP32
Mikrokontroler ESP32 adalah penerus dari ESP8266
dan memiliki mikroprosessor XTENSA LX6. Ini memiliki
modul WiFi dan Bluetooth bawaan, sehingga sangat
bermanfaat untuk membuat sistem aplikasi Internet of
Things.46 NodeMCU ESP32 merupakan modul
pengembangan yang berasal dari platform Internet of
44
Vagaš et al., “Wireless Data Acquisition from Automated Workplaces
Based on RFID Technology.”
45
Casella, Bigliardi, and Bottani, “The Evolution of RFID Technology in the
Logistics Field: A Review.”
46
Roziq Nurrohim and Oktaf B. Kharisma, “Autonomus Call System
Berbasis ESP32 Untuk Peringatan Dini Kebakaran Rumah,” Jurnal Sistem Cerdas
6, no. 2 (2023): 134–43, [Link]
25
Things (IoT). Fungsinya serupa dengan platform modul
Arduino, tetapi berfokus pada koneksi internet. 47
NodeMCU adalah platform IoT yang bersifat opensource
yang terdiri dari firmware yang menggunakan bahasa
pemrograman C++ dan perangkat keras System On Chip
ESP8266 dan ESP32 produksi Espressif System.48
Mikrokontroller NodeMCU ESP32, inti dari proyek ,
melakukan pemrosesan dan transmisi data secara nirkabel.
Lebih khusus lagi, data dikirim ke database [Link] dan
diberikan kepada pengguna untuk melihat informasi dari
Telegram bot.49 ESP32 bekerja dengan menggunakan daya
dari adaptor 12 volt atau batterai 12 volt. Kemudian, di
stepdown, transistor lm2596 menurunkan tegangan untuk
NodeMCU esp32 menjadi 5 volt.50
Menurut Rieke Adriati Wijayanti, salah satu modul IoT
yang patut digunakan adalah ESP32. memungkinkan
peralatan elektronik entry level dan teknologi lama untuk
berkomunikasi melalui network. Banyak peralatan
teknologi modern sudah terintegrasi dengan wifi, tetapi
peralatan yang lama belum didukung oleh fasilitas koneksi
47
H A Wahid, J Maulindar, and A I Pradana, “Rancang Bangun Sistem
Penyiraman Tanaman Otomatis Aglonema Berbasis IoT Menggunakan Blynk Dan
NodeMCU 32,” Innovative: Journal Of Social … 3 (2023), [Link]
[Link]/[Link]/Innovative/article/view/1094%0A[Link]
[Link]/[Link]/Innovative/article/download/1094/818.
48
Ardiyallah Akbar et al., “IoT-Based Smart Room Using Web Server-Based
Esp32 Microcontroller,” Formosa Journal of Computer and Information Science
1, no. 2 (2022): 79–86, [Link]
49
Rizky Fenaldo Maulana et al., “Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu
Dan Kelembapan Berbasis IOT Studi Kasus Ruang Server ITTelkom Surabaya,”
Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu Dan Kelembapan Berbasis IOT Studi
Kasus Ruang Server IT Telkom Surabaya 1, no. 3 (2023): 224–31,
[Link]
50
Arif Wijayanto, “Pengembangan Kunci Pintu Otomatis Menggunakan
RFID, Keypad, Dan Smartphone,” LOGIC: Jurnal Ilmu Komputer Dan Pedidikan
1, no. 4 (2023): 866–72, [Link]
26
jaringan.51 Berikut ini adalah spesifikasi yang dimiliki
oleh mikrokontroler ESP32:52
Prosesor: Xtensa dual-core (or single-core) 32-bit LX6
microprocessor, operating at 160 or 240 MHz.
Memori: 520 KB SRAM.
Wireless connectivity: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth
v4.2 BR/EDR and BLE (shares the radio with Wi-Fi).
Peripheral I/O: 12-bit SAR ADC (up to 18 channels),
2x 8-bit DACs, 10x touch sensors (capacitive sensing
GPIOs), 4x SPI, 2x I2S interfaces, 2x I2C interfaces,
3x UART, SD/SDIO/CE-ATA/MMC/eMMC host
controller, SDIO/SPI slave controller, Ethernet MAC
interface, CAN bus 2.0, infrared remote controller
(TX/RX, up to 8 channels), motor PWM, LED PWM
(up to 16 channels), hall effect sensor, ultra low power
analog pre-amplifier.
Security : IEEE 802.11 standard security, secure boot,
flash, encryption, 1024-bit, OTP (up to 768-bit for
customers), cryptographic hardware acceleration
(AES, SHA-2, RSA, ECC), random number generator
(RNG).
Gambar 2. 4 Microcontroller ESP32
51
Wikantama and Puspitasari, “Perancangan Perangkat Pengukur Ketinggian
Banjir Dengan ESP32 Dan Telegram Berbasis IoT.”
52
Dody Wahjudi et al., “Monitoring Level Kesehatan Melalui Detak Jantung
Dan Kadar Oksigen Dengan Internet of Things Berbasis Android,” 2023.
27
Dengan clock rate hingga 240 MHz, ESP32
menggunakan mikroprosesor Tensilica Xtensa LX6 dual-
core atau single-core. Ini dilengkapi dengan switch antena
built-in, RF balun, power amplifier, low-noise receive
amplifier, filters, dan module manajemen daya. ESP32,
penerus ESP8266 yang diperkenalkan oleh Espressif
System53 yang sangat disukai untuk aplikasi IoT, memiliki
inti CPU, kecepatan Wi-Fi yang lebih cepat, lebih banyak
GPIO, dan mendukung Bluetooth Low Energy. 54 Untuk
menampilkan antarmuka kontrol dan menghasilkan output,
smartphone Android menggunakan mikrokontroler ESP32,
yang merupakan inti dari sistem operasi alat secara
keseluruhan.55
7. Telegram
Menurut Fahana dan Ridho Telegram adalah
aplikasi berbagi pesan yang berbasis cloud yang berfokus
pada fokus dan keamanan, yang memungkinkan pengguna
berbagi teks, audio, video, gambar, dan sticker dengan
aman. Aplikasi ini juga cepat dan instan.56 Telegram adalah
aplikasi perpesanan yang berfungsi sebagai media
informasi dengan fitur bot. Fitur bot adalah agen yang
sangat interaktif dan work yang diprogram untuk
53
Y B E Purba et al., “Perancangan Alat Pendeteksi Kematangan Buah
Nanas Dengan Menggunakan Mikrokontroler Dengan Metode Convolutional
Neural Network (CNN),” Jurnal Ilmiah Teknik … 2, no. 1 (2022): 13–21,
[Link]
[Link]/[Link]/methotika/article/view/43%0A[Link]
[Link]/[Link]/methotika/article/download/43/39.
54
Ageng Sanaris and Imam Suharjo, “Prototype Alat Kendali Otomatis
Penjemur Pakaian Menggunakan NodeMCU ESP32 Dan Telegram Bot Berbasis
Internet of Things ( IOT ),” Jurnal Prodi Sistem Informasi, no. 84 (2020): 17–24.
55
Hilmi Ulhadi, Joni Maulindar, and Rudi Susanto, “Pintu Pagar Geser
Otomatis Berbasis Android Menggunakan Mikrokontroller,” Journal Of Social
Science Research 3, no. 2 (2023): 7249–56.
56
Wikantama and Puspitasari, “Perancangan Perangkat Pengukur Ketinggian
Banjir Dengan ESP32 Dan Telegram Berbasis IoT.”
28
pemodelan pintar. 57 Telegram juga aplikasi yang dapat
mengirimkan pesan secara instan. Telegram mengklaim
sebagai aplikasi pesan massal tercepat dan teraman.
Aplikasi Telegram memiliki fitur Bot. Bot dapat
didefinisikan sebagai program yang dapat mengirimkan
pesan secara otomatis kepada orang lain. Nanti, pengguna
Bot Telegram ini akan dapat berinteraksi dengannya
dengan menggunakan pesan perintah yang telah diatur oleh
Bot tersebut. Program bot ini memiliki kemampuan untuk
memberikan berbagai informasi, seperti informasi tagihan,
sesuai dengan permintaan pengguna instansinya. 58 Bot
pada Telegram merupakan aplikasi pihak ketiga yang bisa
bekerja di dalam telegram, Dengan API HTTPS Telegram,
kami dapat mengontrol bot dan memungkinkan pengguna
mengirim pesan, perintah, dan permintaa n secara. 59
Gambar 2. 5 Telegram
57
Heri Khariono et al., “Pemanfaatan Bot Telegram Sebagai E-Learning
Ujian Berbasis File,” Jurnal Informatika Polinema 7, no. 4 (2021): 65–72,
[Link]
58
Rohhun Normadhoni et al., “Penggunaan Bot Telegram Sebagai
Announcemnt System Dalam Dunia Parenting,” Journal of Education and
Technology 1, no. 1 (2021): 12–21, [Link]
59
Nurrohim and B. Kharisma, “Autonomus Call System Berbasis ESP32
Untuk Peringatan Dini Kebakaran Rumah.”
29
Telegram adalah salah satu jejaring sosial dengan
banyak fitur unik, termasuk bot. Dengan fitur terbuka,
pengguna dapat menggunakan fungsi aplikasi apa pun
dengan [Link] didirikan pada tahun 2013 oleh
Nikolai dan Pavel Durov dengan tujuan untuk memberi
pengguna yang tidak terbiasa dengan teknologi sarana
pengiriman pesan yang aman. Selain itu, aplikasi ini
memungkinkan pengguna berkomunikasi dalam kelompok
dan mengirim pesan teks dan suara. 60
8. Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik Pada sekitar tahun
1860, James Clark Maxwell (1831-1878), seorang
fisikawan dari Scotlandia berhasil menemukan kaitan
antara masalah tentang listrik dan magnetisme. Kaitan
yang pertama adalah muatan listrik yang mengalir (arus
listrik) dapat menghasilkan medan magnet di sekitar kawat
berarus tersebut, seperti dijelaskan dalam Hukum Biot-
Savart atau hukum Ampere. Kaitan yang kedua adalah
perubahan medan magnet yang dapat menghasilkan gaya
gerak listrik terinduksi, seperti dijelaskan dalam Hukum
Faraday.61
Medan magnet yang berubah menghasilkan
medan Listrik yang berubah pula (Faraday). Adapun
medan Listrik yang berubah menghasilkan medan magnet
yang berubah (Maxwell). Kedua hipotesis tersebut saling
berkaitan. Medan magnet dan medan Listrik akan menjalar
ke segala arah tanpa bantuan medium. Inilah yang disebut
gelombang elektromagnetik. Menurut maxwell, gelombang
60
Mamat Mamat and Amar Nugraha, “Pemanfaatan Aplikasi Telegram
Untuk Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pembuatan Bahan Ajar Video
Melalui Smartphone,” Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar 6, no. 3 (2023): 1079–
92,[Link] “Pengembangan
Kunci Pintu Otomatis Menggunakan RFID, Keypad, Dan Smartphone.”
61
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto, Fisika Untuk SMA Kelas 10,
2009.177
30
elektromagnetik merambat dengan kelajuan c = 3×108
m/s.62
𝑐
𝜆=
f
Keterangan:
𝜆 =Panjang gelombang
C=Kelajuan
F=frekuensi
Faraday menemukan bahwa perubahan medan
magnet dapat menghasilkan gaya gerak listrik terinduksi
atau medan listrik. Maxwell berpendapat bahwa perubahan
medan listrik akan menimbulkan medan magnet.
Perubahan medan magnet dijelaskan pada Gambar 12
Perubahan magnet listrik dan medan magnet ditimbulkan
dengan cara dua bola isolator bermuatan positif dan negatif
digetarkan sehingga jaraknya berubah-ubah sesuai dengan
frekuensi getaran tersebut. Perubahan medan magnet
tersebut juga menimbulkan medan listrik. Timbulnya
medan listrik ini ditandai dengan dipancarkannya
gelombang elektromagnetik. Pada Gambar 13 ditunjukkan
perubahan medan listrik dan medan magnet yang
menimbulkan adanya gelombang elektromagnetik. 63
Gambar 2. 6 perubahan medan magnet yang dapat
menghasilkan gelombang elektromagnetik.
62
[Link]. [Link] bambang Suparmono, Grasindo Fisika
Untuk SMA/MA Kelas X, 2017.195
63
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto, Fisika Untuk SMA Kelas 10. Fisika
Untuk SMA Kelas 10, 2009. 178
31
Gambar 2. 7 Perambatan gelombang elektromagnetik
yang tegak lurus arah medan Listrik dan magnet
Pada Gambar dijelaskan bahwa arah medan
magnet selalu saling tegak lurus terhadap arah medan
listrik, sedang arah rambat gelombang elektromagnetik
selalu tegak lurus baik terhadap medan listrik mampu
terhadap medan magnet sehingga gelombang
elektromagnetik ini termasuk gelombang transversal.
Kecepatan perambatan gelombang elektromagnetik ini
ditentukan oleh mediumnya yaitu:64
1
∁0 =
√𝜇0 𝜀0
Dengan:
𝜇0 = permeabilitas ruang hampa,
𝜀0 = permitivitas ruang hampa,
∁0 = laju perambatan gelombang elektromagnetik
dalam
ruang hampa.
Di mana
𝜇0 adalah permeabilitas ruang hampa = 4𝜋 × 10−7
N/A2
𝜀0 adalah permitivitas ruang hampa = 8,854 ×10-12
F/m.
64
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto. Fisika Untuk SMA Kelas 10, 2009.
179
32
Dengan memasukkan nilai tersebut maka laju
gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa adalah
∁0 = 2,997 924 58 ×108 m/s
Yang sering dibulatkan menjadi 3 ×108 m/s. Laju
perambatan gelombang elektromagnetik dalam ruang
hampa merupakan batas maksimum laju yang dapat
dicapai di alam semesta. Sebagai ilustrasi, dalam satu
detik, gelombang elektromagnetik dapat mengelilingi bumi
sebanyak 7,5 kali. Dalam medium, laju perambatan
gelombang elektromagnetik berukurang. Dalam intan,
cahaya, yang merupakan salah satu jenis gelombang
elektromagnetik merambat dengan 1,24 ×108 m/s.65
Di dalam material, laju perambatan gelombang
elektromagnetik lebih kecil daripada dalam ruang hampa.
Secara umum, laju perambatan gelombang
elektromagnetik dalam material mememenuhi persamaan
1
∁=
√𝜇r 𝜇0 𝜀0
Di mana
𝜇r disebut permeabilitas relatif material
disebut konstanta dielektrik material
Adapun jenis-jenis gelombang elektromagnetik.
1. Sinar gamma (𝛾)
Sinar gamma termasuk gelombang
elektromagnetik yang mempunyai frekuensi antara
1020 Hz - 1025 Hz. Sinar gamma merupakan hasil reaksi
yang terjadi dalam inti atom yang tidak stabil. Sinar
gamma mempunyai daya tembus yang paling kuat
dibanding gelombang-gelombang yang masuk dalam
kelompok gelombang elektromagnetik. Sinar gamma
dapat menembus pelat besi yang tebalnya beberapa
cm. Penyerap yang baik untuk sinar gamma adalah
timbal. Aplikasi sinar gamma dalam bidang kesehatan
65
Mikrajuddin Abdullah, FISIKA DASAR II, 2017.681
33
adalah untuk mengobati pasien yang menderita
penyakit kanker atau tumor. Sumber radiasi yang
sering digunakan pada pengobatan penyakit-penyakit
ini adalah Cobalt-60 atau sering ditulis Co-60. Salah
satu alat untuk mendeteksi sinar gamma adalah
detektor Geiger – Muller.66
Gambar 2. 8 Alat Detektor
Sinar gamma dihasilkan akibat perubahan susunan
inti atom akibat peluruhan radioaktif. Seperti
diilustrasikan pada Gambar 15, ketika inti radioaktif
melakukan perubahan ke kondisi dengan enegri lebih
rendah maka dipancarkan sinar gamma. Pada
perubahah tersebut, baik nomor atom maupun nomor
massa tidak berubah. Sinar gamma juga dihasilkan
ketika terjadi reaksi nuklir, atau pemusnahan partikel
elementer. Contohnya pertemuan electron negative dan
electron positik (positron) menghasilkan sinar gamma.
66
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto, Fisika Untuk SMA Kelas 10.186
34
Sinar gamma sangat energetic dan memiliki
kemampuan penembusan yang kuat.67
Inti atom tersusun oleh proton dan neutron yang
berada pada jarak yang sangat dekat. Gaya antar
partikel-partikel tersebut luar biasa besarnya.
Akibatnya energi potensial yang dihasilkan amat besar.
Dengan demikian, perubahan sedikit saja pada
penyusunan partikel-partikel tersebut menghasilkan
perubahan energi yang sangat besar. Perubahan energi
tersebut bersesuaian dengan energi foton sinar gamma.
Oleh karena itu, transisi keadaan ini yang menuju ke
keadaan energi lebih rendah akan disertai pemancaran
sinar gamma. Sebaliknya, transisi keadaan inti ke
keadaan dengan energi lebih tinggi akan diikuti oleh
penyerapan sinar gamma. 68
Gambar 2. 9 Cara produksi sinar gamma
2. Sinar-x (Rontgen)
Sinar-X ditemukan oleh Wilhem Conrad Rontgen
pada tahun 1895 sehingga sering disebut sebagai sinar
Rontgen. Sinar-X termasuk gelombang
67
Abdullah, FISIKA DASAR II.689
68
Abdullah. FISIKA DASAR II.690
35
elektromagnetik yang mempunyai frekuensi antara
1016 Hz - 1020 Hz. Sinar-X merupakan hasil transisi
elektron-elektron di kulit bagian dalam, transisi terjadi
dalam atom. Sinar-X mempunyai daya tembus terbesar
kedua sesudah sinar gamma. Sinar-X dapat menembus
daging manusia. Sinar sering digunakan dalam bidang
kesehatan untuk mengecek pasien yang mengalami
patah tulang. Pasien yang mengalami patah tulang
diambil fotonya dengan sinar-X. Sinar-X juga
digunakan di bandara pada pengecekan barang-barang
penumpang di pesawat. Di pelabuhan digunakan untuk
mengecek barang-barang (peti kemas) yang akan
dikirim dengan kapal laut. Salah satu contoh
penggunaan sinar-X untuk pengobatan pasien di
tunjukkan pada Gambar 16.69
Gambar 2. 10 Hasil penggunaan sinar-X (Rontgen)
69
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto, Fisika Untuk SMA Kelas 10.187
36
3. Sinar Ultraviolet (UV)
Sinar ultraviolet termasuk gelombang
elektromagnetik yang mempunyai frekuensi antara
1015 Hz - 1016 Hz. Sinar ultraviolet ini merupakan hasil
transisi elektron-elektron pada kulit atom atau
molekul. Sinar ultraviolet tidak tampak dilihat oleh
mata telanjang tetapi sinar ini dapat dideteksi dengan
menggunakan pelat-pelat film tertentu yang peka
terhadap gelombang ultraviolet. Matahari merupakan
sumber radiasi ultraviolet yang alami. Sinar ultraviolet
yang dihasilkan oleh matahari tidak baik pada
kesehatan khususnya kulit jika mengenai manusia.
Manusia terlindungi dari sinar ultraviolet dari matahari
karena adanya lapisan ozon di atmosfer yang berfungsi
menyerap sinar ultraviolet ini. Aplikasi sinar
ultraviolet ini banyak dipakai di laboratorium pada
penelitian bidang spketroskopi, salah contohnya untuk
mengetahui unsur-unsur yang ada dalam bahan-bahan
tertentu.70
4. Sinar Tampak ( Cahaya)
Sinar tampak sering juga disebut sebagai cahaya.
Sinar tampak termasuk gelombang elektromagnetik
yang mempunyai frekuensi antara 4,3 x 1014 Hz - 7 x
1014 Hz. Sinar ultraviolet ini merupakan hasil transisi
elektron-elektron pada kulit atom atau molekul.
Matahari merupakan sumber cahaya tampak yang
alami. Sinar tampak ini terdiri dari berbagai warna,
dari warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan
ungu. Kita semua bisa melihat warna benda karena
benda memantulkan warna-warna ini dan masuk
kembali ke mata kita. Banyak sekali aplikasi dari
cahaya pada kehidupan kita, antara lain dengan cahaya
70
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto. Fisika Untuk SMA Kelas 10.187
37
kita bisa melihat indahnya pemandangan, kita dapat
memotret sehingga gambarnya menjadi berwarna
seperti aslinya, kita dapat melihat televisi berwarna,
dan sebagainya. Seperti juga sinar ultraviolet, sinar
tampak banyak dipakai juga dalam bidang
spektroskopi untuk mengetahui unsur-unsur yang ada
dalam bahan. 71
5. Sinar Inframerah (IR)
Sinar inframerah ini merupakan hasil transisi
vibrasi atau rotasi pada molekul. Sinar inframerah
termasuk gelombang elektromagnetik yang
14
mempunyai frekuensi di bawah 4,3 x 10 Hz sampai
sekitar 3 Ghz. Sinar inframerah tidak tampak dilihat
oleh mata telanjang tetapi sinar infra merah dapat
dideteksi dengan menggunakan pelat-pelat film
tertentu yang peka terhadap gelombang inframerah.
Pesawat udara yang terbang tinggi ataupun satelit-
satelit dapat membuat potret-potret permukaan bumi,
dengan mempergunakan gelombang inframerah.
Seperti juga sinar ultraviolet dan sinar tampak, sinar
inframerah banyak dipakai juga dalam bidang
spektroskopi untuk mengetahui unsur-unsur yang ada
dalam bahan. 72
6. Gelombang Radar (Gelombang Mikro)
Gelombang mikro (microwave) mempunyai
frekuensi 3 GHz. Gelombang mikro ini dapat
digunakan untuk alat komunikasi, memasak, dan radar.
Radar adalah singkatan dari Radio Detection and
Ranging. Antena radar dapat bertindak sebagai
pemancar dan penerima gelombang elektromagnetik.
71
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto, Fisika Untuk SMA Kelas 10.188
72
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto. Fisika Untuk SMA Kelas 10.188
38
Di pangkalan udara, antena pemancar radar dapat
berputar ke segala arah untuk mendeteksi adanya
pesawat terbang yang menuju atau meninggalkan
pangkalan udara. Dalam bidang transportasi,
gelombang radar dipakai untuk membantu kelancaran
lalu lintas pesawat di pangkalan udara atau bandara.
Gelombang radar digunakan juga pada bidang
pertahanan yaitu untuk melengkapi pesawat tempur
sehingga bisa mengetahui keberadaan pesawat
musuh.73
7. Gelombang Televisi
Gelombang televisi mempunyai frekuensi yang
lebih tinggi dari gelombang radio. Gelombang televisi
ini merambat lurus, tidak dapat dipantulkan oleh
lapisan-lapisan atmosfer bumi. Gelombang televisi
banyak dipakai dalam bidang komunikasi dan siaran.
Pada proses penangkapan siaran televisi sering
diperlukan stasiun penghubung (relay) agar
penangkapan gambar dan suara lebih baik. Untuk
televisi stasiun Jakarta, maka di wilayah Bandung
diperlukan sebuah stasiun penghubung yang terletak di
puncak gunung Tangkuban Perahu. Penayangan siaran
televisi untuk daerah yang lebih jauh lagi, misalnya
untuk Indonesia bagian timur agar kualitas gambar dan
suara bagus diperlukan sebuah satelit sebagai stasiun
penghubung. Kita harus menyewa sebuah satelit yang
bertindak sebagai stasiun penghubung, jika kita ingin
melihat siaran langsung dari luar negeri, seperti
pertandingan sepak bola, tinju, dan sebagainya. 74
73
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto, Fisika Untuk SMA Kelas 10.189
74
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto. Fisika Untuk SMA Kelas 10.189
39
8. Gelombang Radio
Gelombang radio ini dipancarkan dari antena
pemancar dan diterima oleh antena penerima. Luas
daerah yang dicakup dan panjang gelombang yang
dihasilkan dapat ditentukan dengan tinggi rendahnya
antena. Gelombang radio tidak dapat secara langsung
didengar, tetapi energi gelombang ini harus diubah
menjadi energi bunyi oleh pesawat radio sebagai
penerima. Penggunaan gelombang radio untuk
komunikasi ditunjukkan pada Gambar
Gambar 2. 11 Penggunaan gelombang radio untuk
kominkasi
Di samping hal ini, gelombang radio sering digunakan
untuk komunikasi yaitu penggunaan pesawat telepon,
telepon genggam (hand phone), dan sebagainya. 75
B. Teori-toeri Tentang Pengembangan Model
1. Robert Maribe Branch
Robert Maribe Branch mengembangkan desain
pembelajaran dengan pendekatan ADDIE, yaitu Analysis,
Design, Development, Implimentation, dan Evaluation.76
75
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto, Fisika Untuk SMA Kelas 10.190
76
Gatut Setiadi and Nurma Yuwita, “Pengembangan Modul Mata Kuliah
Bahasa Indonesia Menggunakan Model Addie Bagi Mahasiswa Iai Sunan
40
Analysis, merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan
analisis terhadap situasi yang sesuai dengan keadaan
sehingga dapat menemukan produk apa yang sesuai
dengan keadaan sehingga dapat menemukan produk apa
yang perlu dikembangkan. Design, merupakan kegiatan
perancangan produk yang disesuaikan dengan apa yang
dibutuhkan. Development, ialah kegiatan pembuatan dan
pengujian produl. Implementation, merupakan kegiatan
menggunakan produk, dan Evaluation ialah kegiatan
menilai setiap langkah kegiatan dan produk yang telah
dibuat seudah sesuai dengan standarisasi dengan
spesifikasi tertentu atau belum.
Gambar 2. 12 Tahapan Model ADDIE
2. Borg and Gall
Borg and Gall mengungkapkan bahwa siklus R&D
tersusun dalam beberapa langkah penelitian, sebagai
berikut :
Kalijogo Malang,” Akademika : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 2
(2020): 200–217, [Link]
41
Gambar 2. 13 Tahapan Penelitian Borg and Gall77
3. Richey and Klein
Metode Richey and Klein adalah desain dan
penelitian, yaitu studi sistematis tentang desain produk dan
evaluasi kinerja produk, alat dan model yang dapat
digunakan untuk pembelajaran atau non pembelajaran.78
Gambar 2. 14 Tahapan Metode Richei and Klein
77
Zulfatu Bintil Waidah and Sicilia Sawitri, “Pengembangan Modul
Elektronik Dasar Desain Sebagai Bantuan Belajar Secara Mandiri Untuk Kelas X
Smk Widya Praja Ungaran,” Fashion and Fashion Education Journal 9, no. 1
(2020): 105–10, [Link]
78
Dea Febrista and Efrizon Efrizon, “Pengembangan E-Modul Interaktif
Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika Kelas
XI Teknik Audio Vidio,” Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika Dan
Informatika) 9, no. 3 (2021): 102,
[Link]
42
4. Thiagarajan
Menurut Thiagarajan terdapat 4 langkah – langkah
penelitian dan pengembangan yang disingkat dengan 4D,
yaitu define, design, development, dan dessiminate.79
Gambar 2. 15 Tahapan Model Pengembangan 4D
79
Mohamad Bayi Tabrani, Puput Puspitorini, and Beni Junedi,
“Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android Pada Materi Kualitas
Instrumen Evaluasi Pembelajaran Matematika,” Jurnal Inovasi Teknologi
Pendidikan 8, no. 2 (2021): 163–72, [Link]
BAB V
KESIMPULAN
A. Simpulan
Hasil penelitian dan pengembangan alat peraga Smart Key
berbasis IoT untuk melatih kemampuan berpikir kritis
mahasiswa dapat disimpulkan :
1. Dalam mengembangakan alat peraga Smart Key berbasis
IoT untuk melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa
dilaksanakan menggunakan model ADDIE, yang
merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan Robert
Mabribe Branch. Tahap pertama adalah tahap analisis,
yang mencakup identifikasi masalah, pengumpulan data,
dan analisis kebutuhan produk. Tahap kedua yaitu tahap
perencanaan mendesain skematik dalam komponen alat
peraga Smart Key menggunakan fritzhing dan mendesain
Smart Key dengan aplikasi sketchup, kemudian
penyusunan buku panduan dengan Canva. Tahap ketiga
adalah tahap pengembangan dengan menyusun semua
komponen dengan tata letaknya berdasarkan desain
skematik dilanjutkan tahap pemprograman menggunakan
bahasa C++ dengan aplikasi Arduino ID, selanjutnya
pembuatan produk Smart Key atau kerangka yang
berdasarkan desain sketchup. Komponen yang telah
disusun akan diletakkan pada Smart Key sesuai tempatnya.
Setelah itu, alat peraga pintu pintar divalidasi oleh ahli
materi dan teknologi. Setelah itu, ujicoba dilakukan pada
kelompok eksperimen kecil dan di lapangan.
2. Hasil uji kelayakan alat peraga Smart Key berbasis IoT
yang telah dikembangkan dari respon validasi ahli materi
memperoleh rata-rata persentasi sebesar 90% dengan
kategori ‘Sangat Layak’. Hasil uji kelayakan dari respon
ahli teknologi memperoleh rata-rata persentasi sebesar
92,77% dengan kategori ‘Sangat Layak’.
3. Respon dosen terhadap alat peraga Smart Key berbasis IoT
untuk melatih kemampuan berpikir mahasiswa yang telah
43
44
dikembangkan memperoleh rata-rata persentasi sebesar
83,75% dengan kategori ‘Sangat Layak’. Hasil respon dari
mahasiswa uji coba kelompok kecil memperoleh presentasi
sebesar 86,031% dengan kategori ‘Sangat Layak’ dan uji
coba lapangan memperoleh rata-rata persentasi sebesar
89,68% dengan kategori ‘Sangat Layak’.
B. Rekomendasi
Setelah mendapatkan hasil penelitian, peneliti
merekomendasikan sebagai berikut untuk peneliti selanjutnya:
1. Melakukan penelitian Smart Key berbasis IoT dengan
materi selain gelombang elektromagnetik
2. Mengembangkan Smart Key dengan komponen lain
sehingga menjadi produk yang lebih canggih dan efesien.
3. Peneliti selanjutnya diharapkan alat peraga Smart Key
berbasis IoT dapat digunakan untuk melakukan penelitian
dalam Laboratorium.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Mikrajuddin. FISIKA DASAR II, 2017.
Aisyanah, Nurul, Zunaida Kurniasari, Jurusan Tadris Matematika,
and Iain Tulungagung. “Pengaruh Model Pembelajaran
Problem Based Learning Dengan Strategi Alat Peraga Puzzle
Dadu Terhadap Minat Belajar Dan Hasil Belajar
Matematika.” Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) 3, no. 2
(2017): 33–44.
[Link]
Akbar, Amin, and Nia Noviani. “Tantangan Dan Solusi Dalam
Perkembangan Teknologi Pendidikan Di Indonesia.”
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program
Pascasarjana Universitas Pgri Palembang 2, no. 1 (2019):
18–25.
Akbar, Ardiyallah, Zaenudin Zaenudin, Zaenul Mutaqin, and Lalu
Delsi Samsumar. “IoT-Based Smart Room Using Web
Server-Based Esp32 Microcontroller.” Formosa Journal of
Computer and Information Science 1, no. 2 (2022): 79–86.
[Link]
Alsayaydeh, Jamil Abedalrahim Jamil, Adam Wong Yoon Khang,
Win Adiyansyah Indra, Jaysuman Bin Pusppanathan, Vadym
Shkarupylo, A. K.M. Zakir Hossain, and Saminathan
Saravanan. “Development of Vehicle Door Security Using
Smart Tag and Fingerprint System.” International Journal of
Engineering and Advanced Technology 9, no. 1 (2019):
3108–14. [Link]
Anggy Giri Prawiyogi, and Aang Solahudin Anwar.
“Perkembangan Internet of Things (IoT) Pada Sektor Energi :
Sistematik Literatur Review.” Jurnal MENTARI: Manajemen,
Pendidikan Dan Teknologi Informasi 1, no. 2 (2023): 187–97.
[Link]
Arifin, Jaenal, and Jery Frenando. “Sistem Keamanan Pintu Rumah
Berbasis Internet of Things via Pesan Telegram Home Door
Security System Based on Internet of Things Through
Telegram Message.” Telka 8, no. 1 (2022): 49–59.
Arrosyidah1, Qonita, Fungki Oktaviyati2, Detania Faridawati3,
Vandaria, Dewi Cahyani4, Lisa Nur Afni5, and Alex
Harijanto6. “Pengembangan Sistem Kipas Otomatis Berbasis
Internet Of Things (Iot) Menggunakan Sensor PIR Dan
DHT11” 16, no. p-ISSN: 2622-8327 e-ISSN: 2089-5364
(n.d.): 647–54.
[Link]
Ayu, Legina Praba, Rudi Prasetya, and Nurmala Dewi Qadarsih.
“Pengembangan Perangkat Pemberi Makan Kucing Otomatis
Berbasis Internet Of Things.” JRKT (Jurnal Rekayasa
Komputasi Terapan) 1, no. 03 (2021): 163–69.
[Link]
Ayun, Qurrota, Siti Hardiyanti Hasasiyah, Bambang Subali, and
Putut Marwoto. “Profil Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Smp Dalam Pembelajaran Ipa Pada Materi Tekanan Zat.”
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) 9, no. 2 (2020):
1804–11. [Link]
Azhari, Azhari. “Peran Media Pendidikan Dalam Meningkatkan
Kemampuan Bahasa Arab Siswa Madrasah.” Jurnal Ilmiah
Didaktika 16, no. 1 (2015): 43.
[Link]
Badan, Widyaiswara, Pengembangan Sumber, Daya Manusia,
Provinsi Riau, Pekan Baru, and Provinsi Riau. “Peran Media
Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar” 3, no. 14
(2002): 12.
Casella, Giorgia, Barbara Bigliardi, and Eleonora Bottani. “The
Evolution of RFID Technology in the Logistics Field: A
Review.” Procedia Computer Science 200, no. 2019 (2022):
1582–92. [Link]
Daryanes, Febblina, Darmadi Darmadi, Khusnul Fikri, Irda Sayuti,
M. Arli Rusandi, and Dominikus David Biondi Situmorang.
“The Development of Articulate Storyline Interactive
Learning Media Based on Case Methods to Train Student’s
Problem-Solving Ability.” Heliyon 9, no. 4 (2023): e15082.
[Link]
Economics, Procedia, Albitar Khaldoon, Alqatan Ahmad, Huang
Wei, Imran Yousaf, Shuja Shoaib Ali, Muhammad Naveed,
et al. “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者におけ
る 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.”
Corporate Governance (Bingley) 10, no. 1 (2020): 54–75.
Effendi, Darwin, and Dan Achmad Wahidy. “Pemanfaatan
Teknologi Dalam Proses Pembelajaran Menuju Pembelajaran
Abad 21.” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program
Pascasarjana Universitas Pgri Palembang, 2019, 125–29.
Fauziah, and Meta Meysawati. “Purwarupa Sistem Keamanan
Portal Perumahan Menggunakan Rfid Berbasiskan Arduino
Uno.” Jurnal Ilmiah Teknik 1, no. 2 (2022): 34–40.
[Link]
Febrista, Dea, and Efrizon Efrizon. “Pengembangan E-Modul
Interaktif Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Penerapan
Rangkaian Elektronika Kelas XI Teknik Audio Vidio.”
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika Dan Informatika)
9, no. 3 (2021): 102.
[Link]
Febriyanto, Erick, and Danang Suprayogi. “Prototype Sistem
Smart Lock Door Dengan Timer Dan Fingerprint Sebagai
Alat” 19, no. 1 (2019).
Fenaldo Maulana, Rizky, Muhammad Akbar Ramadhan, Wiranti
Maharani, and Iqbal Maulana. “Rancang Bangun Sistem
Monitoring Suhu Dan Kelembapan Berbasis IOT Studi Kasus
Ruang Server ITTelkom Surabaya.” Rancang Bangun Sistem
Monitoring Suhu Dan Kelembapan Berbasis IOT Studi Kasus
Ruang Server IT Telkom Surabaya 1, no. 3 (2023): 224–31.
[Link]
Fricticarani, Ade, Amalia Hayati, Ramdani R, Irva Hoirunisa, and
Gina Mutiara Rosdalina. “Strategi Pendidikan Untuk Sukses
Di Era Teknologi 5.0.” Jurnal Inovasi Pendidikan Dan
Teknologi Informasi (JIPTI) 4, no. 1 (2023): 56–68.
[Link]
Hasiru, Dewasni, Syamsu Qamar Badu, and Hamzah B. Uno.
“Media-Media Pembelajaran Efektif Dalam Membantu
Pembelajaran Matematika Jarak Jauh.” Jambura Journal of
Mathematics Education 2, no. 2 (2021): 59–69.
[Link]
Helinda, Yeyen. “Pengembangan Alat Peraga Mesin Stirling
Sederhana Pada Pokok Bahasan Termodinamika Kelas Xi
Sma,” 2017, 1–83.
[Link]
Heri Khariono, Rizky Parlika, Haidar Ananta Kusuma, and Dimas
Arif Setyawan. “Pemanfaatan Bot Telegram Sebagai E-
Learning Ujian Berbasis File.” Jurnal Informatika Polinema
7, no. 4 (2021): 65–72. [Link]
Hidayat, Fitria, and Muhamad Nizar. “Model Addie (Analysis,
Design, Development, Implementation and Evaluation)
Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” Jurnal
Inovasi Pendidikan Agama Islam (JIPAI) 1, no. 1 (2021): 28–
38. [Link]
Hidayatullah, Miko Trenggono, Masduki Asbari, Muhammad
Iqbal, and Ibrahim Ahmad. “Urgensi Aplikasi Teknologi
Dalam Pendidikan Di Indonesia” 02, no. 06 (2023): 70–73.
Indriyani, Lemi. “Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Proses
Belajar Untuk.” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2,
no. 1 (2019): 19.
Junaidi, April. “Internet Of Things, Sejarah, Teknologi Dan
Penerapannya : Review.” Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
IV, no. 3 (2015): 62–66.
Juwairiah. “Alat Peraga Dan Media Pembelajaran Kimia.”
Visipena Journal 4, no. 1 (2013): 1–13.
[Link]
Karyono. dwi satya palupi. suharyanto. Fisika Untuk SMA Kelas
10, 2009.
Mabe Parenreng, Mardawia, Reski Damayanti, and Asriyadi
Asriyadi. “Rancang Bangun Smart Home Berbasis Internet of
Things.” Journal of Applied Smart Electrical Network and
Systems 1, no. 02 (2020): 42–46.
[Link]
Mamat, Mamat, and Amar Nugraha. “Pemanfaatan Aplikasi
Telegram Untuk Peningkatan Kompetensi Guru Dalam
Pembuatan Bahan Ajar Video Melalui Smartphone.” Jurnal
Didaktika Pendidikan Dasar 6, no. 3 (2023): 1079–92.
[Link]
Melati, Eka, Ayyesha Dara Fayola, I Putu Agus Dharma Hita, Andi
Muh Akbar Saputra, and Anita Ninasari. “Pemanfaatan
Animasi Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Teknologi
Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar.” Journal on
Education 06, no. 01 (2018): 732–41.
Muchlis, Fayakun, Dwi Sulisworo, and Moh Toifur.
“Pengembangan Alat Peraga Fisika Berbasis Internet of
Things Untuk Praktikum Hukum Newton II.” Jurnal
Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makasar 6,
no. 1 (2019): 13–20.
Munawwarah, Muzayyanatun, Nurul Laili, and Mohammad Tohir.
“Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Dalam
Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan
Keterampilan Abad 21.” Alifmatika: Jurnal Pendidikan Dan
Pembelajaran Matematika 2, no. 1 (2020): 37–58.
[Link]
Nofrialdi, Reski, Ebit Bimas Saputra, and Farhan Saputra.
“Pengaruh Internet of Things: Analisis Efektivitas Kerja,
Perilaku Individu Dan Supply Chain.” Jurnal Manajemen
Dan Pemasaran Digital 1, no. 1 (2023): 1–13.
[Link]
Normadhoni, Rohhun, Salsabila Putri Dewanti, Wikan Cahyo
Namaskara, Dannie Yusfi Akhadi, and Ragil Fauzi.
“Penggunaan Bot Telegram Sebagai Announcemnt System
Dalam Dunia Parenting.” Journal of Education and
Technology 1, no. 1 (2021): 12–21.
[Link]
Nurdyansyah, Bahak Udin, and Mochammad Alfan Rosid.
“Pengembangan Media Alat Peraga Edukatif Interaktif (
APEI ) Laboratorium Bengkel Belajar Berbasis Custom By
User.” Jurnal Teknologi Pendidikan 6, no. 1 (2021): 54–71.
[Link]
Nurrohim, Roziq, and Oktaf B. Kharisma. “Autonomus Call
System Berbasis ESP32 Untuk Peringatan Dini Kebakaran
Rumah.” Jurnal Sistem Cerdas 6, no. 2 (2023): 134–43.
[Link]
Prameswari, Salvina Wahyu, Suharno Suharno, and Sarwanto
Sarwanto. “Inculcate Critical Thinking Skills in Primary
Schools.” Social, Humanities, and Educational Studies
(SHEs): Conference Series 1, no. 1 (2018): 742–50.
[Link]
Prasetyo Eka Putra, Fauzan, Selly Mellyana Dewi, and Amir
Hamzah. “Jurnal Sistim Informasi Dan Teknologi
Https://[Link]/[Link] Privasi Dan Keamanan
Penerapan IoT Dalam Kehidupan Sehari-Hari : Tantangan
Dan Implikasi” 5, no. 2 (2023): 26–32.
[Link]
Priyanto, Dwi. “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis
Komputer.” Iqra 14, no. 1 (2009): 1–13.
Purba, Y B E, N F Saragih, A P Silalahi, and ... “Perancangan Alat
Pendeteksi Kematangan Buah Nanas Dengan Menggunakan
Mikrokontroler Dengan Metode Convolutional Neural
Network (CNN).” Jurnal Ilmiah Teknik … 2, no. 1 (2022):
13–21. [Link]
[Link]/[Link]/methotika/article/view/43%0Ahttps:/
/[Link]-
[Link]/[Link]/methotika/article/download/43/39.
Purwandari, Intan Diah, Sri Rahayu, and I Wayan Dasna. “Jurnal
Pendidikan MIPA.” Jurnal Pendidikan MIPA 23, no. 2
(2022): 681–91.
Ramadhan, Muhammad Rizky, Reza Kurnia Lesmana, Fahreza
Shiddiq Siregar, Rasyid Ridho, Muhammad Hafi, and Isfahan
Isnan. “Rancangan Teknologi RFID Gerbang Parkir Pada
UINSU Medan.” Jurnal Jurnal Sains Dan Teknologi (JSIT)
3, no. 1 (2023): 14.
[Link]
33/jsit.v3i1.464.
Ritonga, Ahmad Fitra, Syafrima Wahyu, and Frida Octavia
Purnomo. “Implementasi Internet of Things (IoT) Untuk
Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK Jakarta 1.”
Risenologi 5, no. 1 (2020): 1–8.
[Link]
Rosyana, Tina, Adi Nurjana, and Gida Kadarisma. “Pelatihan
Pembuatan Alat Peraga Papan Berpaku Bagi Guru Sekolah
Dasar Di Kecamatan Pangalengan.” Abdimas Siliwangi 3, no.
1 (2020): 74–84.
Rusnawati, Reni Dwi, and Tutik Sri Hariyati. “Implementasi
Internet of Things Pada Layanan Kesehatan.” Journal of
Innovation Reseach and Knowledge 3471, no. 8 (2022): 569–
74.
Sanaris, Ageng, and Imam Suharjo. “Prototype Alat Kendali
Otomatis Penjemur Pakaian Menggunakan NodeMCU ESP32
Dan Telegram Bot Berbasis Internet of Things ( IOT ).”
Jurnal Prodi Sistem Informasi, no. 84 (2020): 17–24.
Saputro, Kuncoro Adi, Christina Kartika Sari, and SW Winarsi.
“Pemanfaatan Alat Peraga Benda Konkret Untuk
Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Di
Sekolah Dasar.” Jurnal Basicedu 5, no. 4 (2021): 1735–42.
[Link]
Saregar, Yuberti dan Antomi. Pengantar Metodologi Penelitian
Pendidikan Matematika Dan Sains, 2020.
———. Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika
Dan Sains, 2020.
———. Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan Matematika
Dan Sains, 2020.
———. Pengantar Metologi Penelitian Pendidikan Matematika
Dan Sains, 2020.
Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai
Kalimantan Selatan, Mahlopi. “Supervisi Pendidikan Era
Teknologi 5.0.” Adiba: Journal of Education 2, no. 1 (2022):
133–41.
Setiadi, Gatut, and Nurma Yuwita. “Pengembangan Modul Mata
Kuliah Bahasa Indonesia Menggunakan Model Addie Bagi
Mahasiswa Iai Sunan Kalijogo Malang.” Akademika : Jurnal
Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 2 (2020): 200–217.
[Link]
Sinaga, Betty Rosida. “Rancang Bangun Gerbang Dengan
Menggunakan Kontrol Android Via Bluetooth Berbasis
Arduino Uno R3.” Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer 2,
no. 02 (2022): 312–16.
[Link]
Sugiono. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D,”
2020.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D,
2020.
Suhendar, Akip, and Zaenal Mustofa. “Media Pembelajaran
Mengenal Bentuk Dan Warna Berbasis Multimedia Pada Ra
Al A’raaf.” ProTekInfo(Pengembangan Riset Dan Observasi
Teknik Informatika) 1, no. September (2017): 68–70.
[Link]
Suparmono, [Link]. [Link] bambang. Grasindo
Fisika Untuk SMA/MA Kelas X, 2017.
Tabrani, Mohamad Bayi, Puput Puspitorini, and Beni Junedi.
“Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android
Pada Materi Kualitas Instrumen Evaluasi Pembelajaran
Matematika.” Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan 8, no. 2
(2021): 163–72. [Link]
Ulhadi, Hilmi, Joni Maulindar, and Rudi Susanto. “Pintu Pagar
Geser Otomatis Berbasis Android Menggunakan
Mikrokontroller.” Journal Of Social Science Research 3, no.
2 (2023): 7249–56.
Vagaš, Marek, Alena Galajdová, Dušan Šimšík, and Daniela
Onofrejová. “Wireless Data Acquisition from Automated
Workplaces Based on RFID Technology.” IFAC-
PapersOnLine 52, no. 27 (2019): 299–304.
[Link]
Wahid, H A, J Maulindar, and A I Pradana. “Rancang Bangun
Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Aglonema Berbasis
IoT Menggunakan Blynk Dan NodeMCU 32.” Innovative:
Journal Of Social … 3 (2023). [Link]
[Link]/[Link]/Innovative/article/view/1094%0Aht
tps://j-
[Link]/[Link]/Innovative/article/download/1094/8
18.
Wahjudi, Dody, Eko Sudaryanto, Tegar Suprayitno, and Isra Nuur
Darmawan. “Monitoring Level Kesehatan Melalui Detak
Jantung Dan Kadar Oksigen Dengan Internet of Things
Berbasis Android,” 2023.
Wahyudi, Agung Tri, Yoga Wahyu Hutama, Muhammad Bakri,
and Sampurna Dadi Rizkiono. “Sistem Otomatis Pemberian
Air Minum Pada Ayam Pedaging Menggunakan
Mikrokontroller Arduino Dan Rtc Ds1302.” Jurnal Teknik
Dan Sistem Komputer 1, no. 1 (2020): 15–21.
[Link]
Waidah, Zulfatu Bintil, and Sicilia Sawitri. “Pengembangan Modul
Elektronik Dasar Desain Sebagai Bantuan Belajar Secara
Mandiri Untuk Kelas X Smk Widya Praja Ungaran.” Fashion
and Fashion Education Journal 9, no. 1 (2020): 105–10.
[Link]
9.
Wang, Xiangyu, Jian Zhang, Shiwen Mao, Senthilkumar CG
Periaswamy, and Justin Patton. “A Framework for Locating
Multiple RFID Tags Using RF Hologram Tensors.” Digital
Communications and Networks, 2023.
[Link]
Wijayanto, Arif. “Pengembangan Kunci Pintu Otomatis
Menggunakan RFID, Keypad, Dan Smartphone.” LOGIC:
Jurnal Ilmu Komputer Dan Pedidikan 1, no. 4 (2023): 866–
72. [Link]
Wikantama, Panji Tegar, and Ratna Puspitasari. “Perancangan
Perangkat Pengukur Ketinggian Banjir Dengan ESP32 Dan
Telegram Berbasis IoT.” Elektriese: Jurnal Sains Dan
Teknologi Elektro 13, no. 02 (2023): 107–14.
[Link]
Wiliyanti, Vandan, Sri Latifah, Muhammad Ridho Syarlisjiswan,
and Adek Erni Kurnia. “Pengembangan Media Pembelajaran
Fisika Berbasis Mobile Learning Berbantuan Smart Apps
Creator Pada Materi Fluida Dinamis.” Seminar Nasional
Pembelajaran Matematika, Sains, Dan Teknologi 3 (2023):
129–37.
Yomeldi, Hespri. “Decision Making in Internet of Things (IoT) : A
Systematic Literature Review.” ITEJ (Information
Technology Engineering Journals) 5, no. 1 (2020): 51–65.
[Link]