BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembuangan sampah di sungai merupakan masalah lingkungan yang serius dan
semakin meresahkan di banyak daerah. Sungai sebagai salah satu sumber daya air yang
vital seringkali menjadi tempat pembuangan sampah, yang mengakibatkan pencemaran
air, kerusakan ekosistem, dan dampak negatif bagi kesehatan manusia.
Oleh karenanya kita mencari apa penyebab mayarakat membuang sampah di
sungai dan solusi. Pembuangan sampah ke sungai merupakan dampak serius yang
menjadi masalah lingkungan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebagai ekosistem
aliran air dan kehidupan air penting, sungai dan aliran sungai sempit sering menjadi
tempat pembuangan limbah padat dengan pemukiman manusia atau lelehan dari
permukaan sungai yang berasal dari tata kelola sampah yang buruk.
Pembuangan sampah ke dalam sungai merusak kualitas air dan memengaruhi
berbagai biota air. Dampak terburuk diberikan terhadap kehidupan akuatik balik, yang
merupakan bagian dari ekosistem vital berbagai seluk beluk aliran sungai ke laut juga
dapat membahayakan keberlanjutan perikanan wilayah. Selain itu, pembuangan sampah
ke sungai dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia yang bergantung pada
sumber air tersebut. Sedangkan prilaku ini tidak dapat dihindari karena sebagian besar
masyarakat pedesaan menggunakan sungai sebagai mandi, mencuci dan memasak serta
mencari jangkauan air bawah tanah.
Banyak sungai di Indonesia yang telah menjadi titik pembuangan sampah dan
berhasil mencemari Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(2020) menjelaskan bahwa 59% sungai di Indonesia telah tercemar berat dan tersebar di
564 titik, tercemar sedang sebanyak 26,6%, serta tercemar ringan sebanyak 8,9%.
B. Rumusan Masalah
•Apa yang menyebabkan masyarakat membuang sampah ke sungai?
•Apa dampak yang di peroleh dari membuang sampah ke sungai?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak
pembuangan sampah ke sungai terhadap kualitas air, ekosistem akuatik, dan kesehatan
lingkungan yang ada dj sekitar rumah saya.
D. Manfaat Penelitian
•Untuk Masyarakat:
1. Meningkatan kesadaran lingkungan
2. Memperbaiki kualitas air sungai
3. Mencegah terjadinya bencana alam
•Untuk Diri Sendiri:
1. Meningkatan kesadaran lingkungan
2. Mendapatkan pemahaman yang mendalam
3. Dapat mengembangkan kemampuan dalam penelitian
•Untuk Pemuda
1. Meningkatkan kesadaran lingkungan
2. Mengembangkan rasa tanggung jawab
3. Memperkuat rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pembahasan Materi
Sampah merupakan masalah yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia.
Tidak hanya di Negara-negara berkembang, tetapi juga di negara-negara maju, sampah
selalu menjadi masalah. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia
menghasilkan puluhan ton sampah. Membuang sampah sembarangan merupakan hal yang
sering kita lakukan padahal tidak jauh dari tempat itu ada tempat sampah. Sampah yang di
pinggir jalan lebih banyak daripada sampah di tong sampah. akibatnya membuang sampah
sembarangan tentu saja mengakibatkan kerugian yang tidak bisa dianggap sepele. Sampah-
sampah itu seharusnya dibuang ke tong sampah. Biar nanti diangkut petugas pengangkut
sampah yang nantinya dibawa ke TPA ( Tempat Pembuangan Akhir). Sampah yang ada di
TPA nantinya diolah, atau dihancurkan , dibentuk kembali menjadi bahan yang berguna.
Dampak membuang sampah sembarangan akan merusak pemandangan, mendatangkan
bau yang tidak sedap, mendatangkan banjir level rendah sampai yang tinggi,
mendatangkan berbagai penyakit dan dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu, mulai
sekarang marilah kita membiasakan diri untuk tidak membuang sampah. Apa sih susahnya
membuang sampah pada tempatnya? Hanya mengantongi sampah saja, membawa ke tong
sampah, itu mudah banget dan memberikan pengaruh efek kebaikan yang besar.
Pengendalian sampah yang paling sederhana dan efektif adalah dengan menumbuhkan
kesadaran dari dalam diri sendiri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah.
Mulailah tanamkan niat, bahwa, ‘’Aku harus membuang sampah pada tempatnya. Selain
itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan.
Peran Pemerintah dalam hal ini juga sangat diperlukan, dengan peraturan-peraturan dan
sangsi-sangsi yang ada, diharapkan bisa meminimalkan perusakan lingkungan oleh pihak-
pihak yang tidak bertanggung jawab. (Ahmad Saifuddin, 21 Mei 2018).
Banyaknya kebutuhan rumah tangga, menyebabkan bertumpuknya sampah.
Sehingga tak jarang ditemui banyak sekali oknum-oknum di masyarakat yang membuang
sampah sembarangan, seperti kali atau sungai. Dan tampaknya hal ini sudah menjadi suatu
hal yang biasa. Banyaknya oknum-oknum yang membuang sampah di aliran sungai atau
kali, disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya tempat untuk
pembuangan sampah. Penumpukan sampah di kali atau sungai dapat menyumbat jalannya
aliran air, sehingga hal ini akan menyebabkan banjir, mencemari lingkungan kali atau
sungai, serta menjadi sarang penyakit. Banjir terjadi karena banyaknya sampah yang
menyumbat aliran-aliran air, bahkan dapat membuat kerusakan pada turbin waduk. (Sita
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019).
B. Kerangka Pemikiran
1. Dampak Negatif Membuang Sampah di Sungai
a. Pencemaran Air
Sampah, terutama sampah plastik dan limbah kimia, mencemari air sungai. Hal ini
menyebabkan air tidak lagi layak digunakan untuk keperluan domestik seperti mandi,
mencuci, dan memasak.
b. Penyebaran Penyakit
Air sungai yang tercemar dapat menjadi sarang penyakit seperti diare, kolera, leptospirosis,
dan infeksi kulit.
c. Biaya Tinggi untuk Pembersihan dan Perbaikan
Pemerintah perlu mengeluarkan biaya besar untuk membersihkan sungai dan memperbaiki
infrastruktur yang rusak akibat banjir.
2. Penyebab Kebiasaan Membuang Sampah di Sungai
a. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang dampaknya.
Beberapa masyarakat terbiasa membuang sampah sembarangan karena menganggap
hal itu sebagai praktik normal atau warisan budaya. Hal itu juga di sebabkan karena
minimnya Edukasi Lingkungan karena banyak masyarakat yang belum mendapatkan
informasi memadai tentang bahaya membuang sampah sembarangan. Pendidikan
lingkungan yang masih kurang, terutama di daerah pedesaan atau terpencil, berkontribusi
pada rendahnya kesadaran ini.
b. Minimnya fasilitas pengelolaan sampah.
Minimnya fasilitas pengelolaan sampah di sebabkan karena keterbatasan infrastruktur,
kurangnya anggaran dan sumber daya, kurangnya perencanaan dan pengelolaan karena
pengelolaan sampah tidak di prioritaskan oleh kades kades sekitar.
C. Hipotesis
Pembuangan sampah di sungai memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap
lingkungan baik kehidupan hewan dan tumbuhan, kesehatan masyarakat, dan
perekonomian. Jika membuang sampah di sungai masih terus menerus dilakukan maka
akan lebih sering terjadi bencana alam ataupun lingkungan yang tidak sehat.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat Penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Dringu, yang berloksi di
Jl. Yos Sudarso Pabean, Kec. Dringu-Kabupaten Probolinggo. Pemilihan lokasi ini
didasarkan pada pertimbangan bahwa sekalah ini memiliki jumlah siswa yang cukup
banyak dan beragam, serta telah menerapkan program yang sama dengan topic
penelitian ini. Kegiatan penerapan ini akan berlangsung di ruang X-A. Ruang ini dipilih
karena ruang tersebut kelas asli, ruang tersebut sangat mendukung pengumpulan
penelitian tersebut.
Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan selama dua bulan, mulai dari Oktober 2024 sampai
dengan November 2024. Dalam periode ini akan melakukan pengumpulan data melalui
drive. Pengumpulan data ini akan dilakukan pada bulan November 2024, untuk
memastikan ketersediaan responden dan memudahkan kegiatan penelitian.
B. Metode Penelitian
Berdasarkan penelitian yang saya amati tentang pembuangan sampah di sungai ini.
Dari anak-anak sampai orang dewasa lebih banyak orang dewasa yang membuang
sampah disungai, karena sampah yang di hasilkan orang dewasa berasal dari sampah
rumah tangga, sedangkan sampah yang di hasilkan anak-anak tidak begitu banyak dan
mereka membuang sampah tersebut sembarangan. Hal itu juga bisa membuat orang-
orang yang di sekitar marah karena sampah-sampah yang berserakan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Membuang sampah di sungai menjadi kebiasaan yang sulit diubah karena berbagai
faktor termasuk budaya, norma sosial, dan minimnya fasilitas serta edukasi. Mengatasi
masalah ini memerlukan pendekatan holistik, pendekatan holistik adalah cara pandang
yang melihat suatu hal secara menyeluruh dan berusaha menyatukan berbagai lapisan
kaidah dan pengalaman yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pemangku
kepentingan lainnya.
Membuang sampah disungai sangat berdampak negatif pada lingkungan, kesehatan
masyarakat, dan ekonomi. Dampak negatif untuk lingkungan biasanya; Pencemaran air,
sampah yang di buang ke sungai akan mencemari air sungai yang biasanya di gunakan
untuk mengairi sawah, dll. Dampak negatif untuk kesehatan biasanya; Polusi Udara,
sampah yang membusuk di sungai menghasilkan bau tak sedap dan gas metana yang
berkontribusi pada polusi udara. Dampak negatif untuk ekonomi biasanya; Penurunan
Pendapatan, bagi masyarakat yang bergantung pada sungai untuk mencari nafkah,
seperti nelayan, pencemaran sungai menurunkan hasil tangkapan mereka.
Oleh sebab itu membuang sampah di sungai adalah tindakan yang merugikan
banyak pihak. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, dan
keberlanjutan ekosistem, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan
lembaga swadaya masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita dapat
memulihkan kualitas sungai dan menjadikannya sumber kehidupan yang bersih untuk
hewan-hewan dan tumbuhan yang hidup di sungai
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Membuang sampah di sungai memiliki dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan
dan kesehatan masyarakat. Sampah yang mencemari sungai dapat mengakibatkan
pencemaran air, serta kesehatan manusia yang bergantung pada sumber air tersebut. Selain
itu, pencemaran ini dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan merusak
habitat hewan dan tumbuhan. Masyarakat juga dapat terkena dampak negatif melalui
penyakit yang ditularkan oleh air yang tercemar.
B. Saran
Untuk mengatasi masalah pembuangan sampah di sungai, diperlukan sejumlah langkah
strategis. Pertama, edukasi masyarakat sangat penting agar mereka menyadari bahaya dari
tindakan tersebut. Kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran akan dampak negatif
pembuangan sampah. Pemerintah juga harus menyediakan lebih banyak fasilitas
pembuangan sampah yang mudah diakses di sekitar sungai. Penegakan hukum juga perlu
diperkuat dengan sanksi tegas bagi pelanggar, sehingga dapat menimbulkan efek jera.
Kegiatan bersih-bersih sungai yang melibatkan masyarakat akan membantu mengurangi
jumlah sampah sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Terakhir,
perbaikan dalam sistem pengelolaan sampah di daerah sekitar sungai sangat penting untuk
memastikan pengolahan sampah yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan langkah-
langkah ini, diharapkan kualitas air dan ekosistem sungai dapat dipulihkan dan dilindungi.