Bab Ii
Bab Ii
LANDASAN TEORI
(Airyq et al., 2023) kompetensi sumber daya manusia juga berkaitan dengan kemampuan
seseorang untuk menyesuaikan diri dengan peran tertentu di dalam organisasi, yang melibatkan
pengalaman, pengembangan keterampilan interpersonal, dan motivasi yang tepat. Oleh karena
itu, pengembangan kompetensi sumber daya manusia sangat penting dalam meningkatkan
performa dan produktivitas karyawan di suatu organisasi
1. Motivasi (motives), sesuatu yang secara konsisten menjadi dorongan, dipikirkan, atau
diinginkan seseorang untuk kemudian menjadi penyebab munculnya suatu tindakan.
2. Bawaan (trait) merupakan suatu kecenderungan untuk secara konsisten merespons situasi
atau informasi yang diterima individu.
3. Konsep diri (self concept), perilaku, nilai, sifat, yang menggambarkan pribadi seorang
individu.
4. Pengetahuan (knowledge), kealian yang dimiliki seorang individu berdasarkan informasi
yang dimiliki pada suatu bidang tertentu.
5. Keterampikan (skill), kepandaian atau kemampuan untuk melakukan suatu aktivitas mental
maupun fisik tertentu pada organisasi. Kompetensi skill mental terdiri atas berpikir analisis
dan berpikir konseptual.
Michael Zwell sebagaimana dikutip oleh Wibowo (2013) memberikan lima macam
kompetensi, yang terdiri dari:
1. Task achievement merupakan kategori kompetensi yang berhubungan dengan kinerja baik.
Kompetensi yang berkaitan dengan Task achievement ditunjukkan oleh: orientasi pada hasil,
mengelola kinerja, mempengaruhi inisiatif, efisiensi produksi, fleksibilitas, inovasi, peduli
pada kualitas, perbaikan berkelanjutan, dan keahlian teknis.
2. Relationship merupakan kategori kompetensi yang berhubungan dengan komunikasi dan
bekerja baik dengan orang lain dan memuaskan kebutuhannya. Kompetensi yang
berhubungan dengan Relationship meliputi kerjasama, orientasi pada pelayanan, kepedulian
antar pribadi, kecerdasan organisasional, membangun hubungan, penyelesaian konflik,
perhatian pada komunikasi dan sensitivitas lintas budaya.
3. Personal attribute merupakan kompetensi intrinsik individu dan menghubungkan bagaimana
orang berfikir, merasa, belajar, dan berkembang. Personal attribute merupakan kompetensi
yang meliputi: integritas dan kejujuran, pengembangan diri, ketegasan, kualitas keputusan,
manajemen stress, berpikir analitis, dan berpikir konseptual.
4. Managerial merupakan kompetensi yang secara spesifik berkaitan dengan pengelolaan,
pengawasan dan mengembangkan orang. Kopetensi manajerial berupa: memotivasi,
memberdayakan, dan mengembangkan orang lain.
5. Leadership merupakan kompetensi yang berhubungan dengan memimpin organisasi dan
orang untuk mencapai maksud, visi, dan tujuan organisasi. Kompetensi berkenaan dengan
leadership meliputi: kepemimpinan visioner, berpikir strategis, orientasi kewirausahaan,
manajemen perubahan, membangun komitmen organisasional, membangun focus dan
maksud, dasar-dasar, dan nilai-nilai.
Michael Zwell sebagaimana yang dikutip oleh Wibowo (2013) mengungkapkan bahwa
terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang, yaitu
sebagai berikut:
1. Pengembangan diri
Kemampuan untuk melakukan perubahan dalam segala bidang, terutama perilaku
dan kemampuan mengembangkan diri.
2. Profesional.
Kemampuan dalam memahami setiap pekerjaan yang diberikan dan siap
melakukan pengembangan kemampuan yang dimiliki.
3. Penguasaan teknologi
Kemampuan dalam mengusai teknologi dalam proses pekerjaan.
4. Jenjang pendidikan
Kemampuan untuk memiliki pengetahuan atau latar belakang pendidikan yang
sesuai dalam melaksanakan bidang pekerjaan.
5. Keahlian
Kemampuan untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara detail dan
juga memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah secara efektif dan efisien.
Sedangkan indikator kompetensi sumber daya manusia menurut Bukit (2017) adalah :
1. Keterampilan Sesuatu yang dimiliki individu untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan
yang dibebankan kepadanya.
2. Pengetahuan Merupakan kesadaran dalam biang kognitif, karyawan harus mengetahui
cara melakukan identifikasi belajar dan bagaimana melakukan pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan perusahaan.
3. Atribut Personal / sikap Perasaan tau reaksi terhadap sesuatu yang datang dari luar.
Dalam dunia moderen saat ini kita mengenal dengan adanya sebuah istilah tentang
kebanjiran informasi, hal ini merupakan istilah yang dibuat manusia untuk megukapkan
fenomena moderen hari ini yang sangat pesat akan arus informasi, tentu hal itu didukung dengan
berkembangnya teknologi informasi sehingga segala bentuk informasi yang kian menyebar
seperti wabah di masyrakat, hal ini merupakan sebuah kemajuan pesat dalam perkembangan
sejarah umat manusia.
Tentu kita ketahui bersama bahwa alat – alat telekomonikasi yang sering digunakan telah
berstransformasi menjadi alat – alat modren yang memiliki banyak manfaatnya. Kata "teknologi"
berasal dari bahasa Yunani "technologia" atau "techno," yang menunjukkan pengetahuan dan
keahlian. Oleh karena itu, tehnologi umumnya didefinisikan sebagai keahlian atau pengetahuan
yang terkait. Definisi ini biasanya terbatas pada bendabenda berwujud seperti peralatan atau
mesin (Ahmad Taufik, 2022). Perkembangan teknologi informasi (TI ) sangat berpengaruh
terhadap kehidupan manusia, membantu manusia dan mempermudah manusia dalam melakukan
berbagai pekerjaan. Menurut Oxford English Dictionary (OED) : Teknologi informasi mencakup
perangkat keras dan perangkat lunak, serta jaringan dan telekomunikasi dalam konteks bisnis.
Menurut (Kaunang et al., 2021:3) teknologi informasi merupakan alat untuk membantu
pekerjaan manusia dalam pengelolaan, pemberitahuan, penyimpanan sebuah informasi atau
pesan sehingga pada proses itu akan lebih cepat dan tersimpan dengan baik dalam Perkembangan
teknologi informasi dalam membantu kerja – kerja manusia sudah pastinya sangat membantu di
anataranya pekerjaan kantoran, bisnis, atau organisasi yang menghubungkan dan melibatkan
orang banyak. Secara keseluruhan, teknologi informasi memainkan peran penting dalam
meningkatkan efisiensi, inovasi, dan keunggulan kompetitif dalam berbagai aspek kehidupan.
Pemahaman yang mendalam tentang teknologi ini sangat penting bagi bisnis dan individu untuk
beradaptasi dan memanfaatkan manfaat yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi
informasi. Teknologi informasi sendiri telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern,
memainkan peranan krusial dalam membentuk masa depan bisnis dan komunikasi. Dalam era
digital, teknologi informasi terus berkembang dan memiliki peran penting dalam meningkatkan
efisiensi, inovasi, dan keunggulan kompetitif.
Menurut (Purba et al., 2020:4) teknologi informasi memiliki peran penting dalam kehidupan
yaitu :
Ketersediaan infrastruktur teknologi (seperti koneksi internet dan perangkat keras) dan
kemampuan ekonomi untuk mengaksesnya adalah fondasi dasar pemanfaatan teknologi.
Menurut Sutarman (dalam Purba et al., 2020:8) tujuan dari penggunaan teknologi
informasi :
Menurut Wahyudi & Salim ( 2023 ) untuk mengalisis pemanfaatan Teknologi Informasi
dapat diukur dengan indikator sebagai berikut :
1. Kemudahan Penggunaan.
Pegawai dengan mudah menggunakan alat teknologi informasi untuk melakukan
serangkaian pekerjaan guna menunjang keberhasilan dalam organisasi.
2. Kegunaan Teknologi.
Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan pegawai menggunakan alat tekknologi informasi
untuk mempermudah dan mempercepat menyelesaikan tugas dan pekerjaan, serta
menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
3. Intens penggunaan Teknologi
semakin tinggi penguasaan teknologi informasi maka semakin tinggi pula kinerja yang
dihasilkan oleh pegawai.
4. Sedangkan menurut ( Son & Handayani 2024 ). Indikator pemanfataan teknologi informasi
dapat di ukur dengan :
a. Kemudahan Penggunaan
b. Kegunaan Teknologi.
1. Kpribadian (personality), pengalaman masa lalu yang mencakup nilai – nilai, lata belakang
dan pengalamannya dalam mempengaruhi gaya kepemimpinan
2. Harapan dan perilaku atasan
3. Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya
kepemimpinan
4. Kebutuhan tugas, setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin
5. Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahaan
6. Harapan dan perilaku rekan
1. Pengalaman Pribadi.
2. Nilai dan kepercayaan
3. Kepribadian dan karakteristik pribadi.
4. Konteks dan tugas kepemimpinan”.
Berikut penejelasan terkait faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan
transformasional:
1. Pengalaman Pribadi
Pengalaman hidup dan kerja seorang individu dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan.
Pengalaman sebagai anggota tim, pengalaman dalam menghadapi tantangan kepemimpinan,
dan pengalaman belajar dari pemimpin sebelumnya dapat membentuk prefrensi dan
pendekatan kempemimpinan individu
2. Nilai dan kepercayaan
Nilai-nilai dan kepercayaan seseorang juga berperan dalam pemilihan gaya
kepemimpinan. Nilai-nilai seperti integritas, keadalian dan keberlanjutan dapat
mempengaruhi pilihan seseorang dalam mengembangkan gaya kepemimpinan yang
konsisten dengan nilai-nilai tersebut
3. Kepribadian dan karakteristik
pribadi Kepribadian individu memiliki peran penting dalam pemilihan gaya
kepemimpinan. Sifat-sifat kepribadian seperti kepercayaan diri, ekstroversi, kebijaksanaan
dan orientasi terhadap tugas atau hubungan dapat membentuk preferensi dan gaya
kepemimpinan seseorang
4. Konteks dan tugas kepemimpinan
Konteks organisasi, tugas kepemimpinan, dan karakteristik tim yang dipimpin juga
mempengaruhi pemilihan gaya kepemimpinan. Situasi yang membutuhkan pengambilan
keputusan cepat mungkin mengarah pada gaya kepemimpinan otoriter, sementara situasi
yang memerlukan inovasi dan partisipasi dapat mengarah pada gaya kepemimpian
demokratis.
1. Tipe otokratik, yaitu seorang yang sangat egois. Egonya yang sangat besar menumbuhkan
dan mengembangkan persepsinya bahwa tujuan organisasinya identik dengan tujuan
pribadinya
2. Tipe paternalistik, yaitu pemimpin yang bersifat kebapakan dan dapat dijadikan sebagai
tempat bertanya untuk memperoleh petunjuk
3. Tipe kharismatik, yaitu seorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para
pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tertentu itu
dikagumi
4. Tipe laissez faire, yaitu seorang pemimpin yang melihat perannya sebagai “polisi lalulitnas”
dan cenderung memilih peranan yang pasif serta membiarkan organisasi berjalan menurut
temponya sendiri
5. Tipe demokratik, yaitu pemimpin yang memandang perannya selalu koordinator dan
integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi sehingga bergerak sebagai suatu
totalitas.
1. Pengaruh yang ideal adalah membuat bahawan sadar akan visi dan tujuan, membangkitkan
rasa bangga kepada mereka, dan membantu mereka dalam mengembbangkan pola pikir yang
penuh kepercayaan dan rasa hormat.
2. Motivasi Inspiratif, yang melibatkan penetapan standar tinggi dan penggunaan simbol untuk
mengerahkan pekerjaan dan menyampaikan tujuan utama dengan jelas dengan cara yang
mudah.
3. Perhatian Individual, yaitu menghadirkan setiap orang waktu dan perhatian yang
diperlukannya serta membantu , mengarahkan, dan mendidiknya secara individu.
4. Stimulasi intelektual, yang meliputi pemecahan masalah secara cermat dan peningkatan
logika.
Semakin baik gaya kepemimpinan transformasional yang digunakan pemimpin dalam
bekerja, maka semakin tinggi kinerja pegawai.
2.4. Kinerja
Nurjaya (2021) menyatakan bahwa kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas
pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka
mewujudkan tujuan perusahaan.
Putri (2020) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil-hasil fungsi pekerjaan seseorang
atau kelompok dalam suatu organisasi pada periode waktu tertentu yang merefleksikan seberapa
baik seseorang atau kelompok tersebut memenuhi persyaratan sebuah pekerjaan dalam usaha
pencapaian tujuan organisasi.
Lilyana, De Yusa, dan Yatami (2021) menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang
telah dicapai dengan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dalam
jangka waktu tertentu.
Dari beberapa penjelasan terkait definisi kinerja, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa
kinerja merupakan hasil dari sebuah pekerjaan yang di jalankan organisasi ataupun perusahaan,
dan hasil ini sangat berpengaruh terhadap keberadaan perusahaan atau organisasi, jika kinerja
yang di hasilkan oleh karyawan atau pegawai buruk maka akan sangat berpengaruh signifikan
terhadap kenyamanan dan keberadaan sebuah organisasi ataupun perusahaan. Citra dan nama
baik sebuah organisasi di lihat dari seberapa loyal kinerjanya.
1. Kemampuan dan keahlian merupakan kemampuan atau skil yang dimiliki seseorang dalam
melakukan suatu pekerjaan.
2. Pengetahuan merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan secara
baik
3. Rancangan kerja merupakan rancangan pekerjaan yang akan memudahkan karyawan
dalam mencapai tujuannya.
4. Kepribadian yaitu kepribadiaan seseorang atau karakter yang dimiliki seseorang.
5. Motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan.
6. Kepemimpinan merupakan perilaku seseorang pemimpin dalam mengatur, mengelolah
dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan sesuatu tugas dan tanggung jawab yang
diberikannya.
7. Gaya kepemimpinan merupakan gaya atau sikap seseorang pemimpin dalam menghadapi
atau memerintahkan bawahannya.
8. Budaya organisasi merupakan kebiasaan-kebiasaan atau norma yang berlaku dan dimiliki
oleh suatu organisasi atau perusahaan
9. Kepuasan kerja merupakan perasaan senang atau gembira atau perasaan suka seseorang
sebelum dan setelah melakukan suatu pekerjaan.
10. Lingkungan kerja merupakan suasana atau kondisi disekitar lokasi tempat bekerja.
11. Loyalitas merupakan kesetiaan karyawan untuk tetap bekerja dn membela perusahaan
dimana tempatnya bekerja.
12. Komitmen merupakan kepatuhan karyawan untuk menjalankan kebijakan atau peraturan
perusahaan dalam bekerja.
13. Disiplin kerja merupakan usaha karyawan untuk menjalankan aktivitas kerjanya secara
sunguh-sungguh. Disiplin kerja dalam hal ini dapat berupa waktu, misalnya masuk kerja
selalu tepat waktu
14. Kompensasi berkaitan dengan harapan dan kenyataan terhadap sistem kompensasi
Nurjaya (2021) menyatakan bahwa tujuan dari penilaian kinerja karyawan adalah sebagai
berikut:
1. Manajer melakukan evaluasi yang objektif terhadap kinerja karyawan pada masa lalu
yang digunakan untuk membuat keputusan di bidang SDM di masa yang akan datang.
2. Manajer memerlukan alat yang memungkinkan untuk membantu karyawannya
memperbaiki kinerja, merencanakan pekerjaan, mengembangkan kemampuan dan
keterampilan untuk perkembangan karier dan memperkuat kualitas hubungan antar
manajer yang bersangkutan dengan karyawannya.
Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dapat dicapai pegawai baik individu
maupun kelompok dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab yang
diberikan organisasi dalam mencapai visi, misi dan tujuan organisasi dengan kemampuan
menyelesaikan masalah sesuai dengan waktu yang ditentukan dan tidak melanggar hukum.
( Menik et al., 2022 ). Kinerja pegawai diukur dengan indikator :
1. Kuantitas
2. Kualitas
3. Ketetapan Waktu
4. Kehadiran
5. Kemampuan Kerjasama
1. Persamaan : persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya ialah sama- sama
meneliti tentang penggunaan teknologi terhadap kebutuhan kinerja karyawan, serta sama-
sama menggunakan metode penelitian Kuantitatif.
2. Perbedaan : Perbedaannya dengan penelitian sekarang ialah terletak pada jumlah
responden,lokasi penelitian dan objek penelitian yang akan diteliti oleh penulis.
1. Persamaan : keterkaitan dalam penelitian ini ialah bagaimana peneliti meneliti penggunaan
teknologi informasi dalam memudahkan pekerjaan karyawan, dengan menggunakan metode
kuantitatif.
2. Perbedaan : perbedaannya terletak pada lokasi, tempat penelitian dan objek penelitian yang
akan di telititi penulis, serta variabel – variabel independen yang digunakan oleh penelitian
sekarang dengan menambahkan, kompetensi sdm dan kepemimpinaan transformasional
yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja.
1. Persamaan : penelitian ini memiliki kesamaan diantaranya sama – sama meniliti tentang
pengaruh kompetensi sdm, pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja ASN dengan
menggunakan metode penelitian yang sama yaitu kuantitatif.
2. Perbedaan : penelitian ini dengan penelitian sekarang memiliki perbedaan yaitu penellitian
sebelumnya menggunakan metode penelitian regresi berganda, sedangkan penelitian
sekarang menggunakan penelitian kuantitatif.
1. Persamaan : kesamaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah meniliti
gaya kepemimpinan transformasional dan penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja
karyawan.
2. Perbedaan : perbedaan pada penelitian ini dengan penelitian sekarang terletak pada
objek,lokasi, dan tempat penelitian, serta Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan
penelitian sekarang.
Kompetensi SDM ialah sebuah kemampuan karyawan atau pegawai yang bekerja sesuai
keahliaannya, kompetensi SDM sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan kinerja, dalam hal
ini dapat melancarkan pekerjaan sebuah organisasi dalam menyelesaikan pekerjaannya secara
efektif, organisasi harusnya bertanggung jawab atas kompetensi setiap pegawainya. Suatu
keadaan dimana kemampuan dan keterampilan seseorang mampu menyelesaikan tanggung
jawab dan tugasnya dengan benar dan sesuai harapan.
Penggunaan Teknologi informasi yang tepat dalam membantu dan memudahkan para
penggunanya dalam melaksanakan tugas, sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan dari
para penggunanya (Handayani et al., 2018) Jadi dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa hal
yang mempengaruhi kinerja karyawan salah satunya yaitu teknologi informasi. (Azizah & Nur,
2022). Penelitian yang dilakukan oleh (Suryani et al., 28 2021) menunjukan adanya pengaruh
Penggunaan teknologi terhadap Kinerja Karyawan.
Kinerja ( Y )
Penerapan Teknologi
Informasi ( X2 )
Gaya Kepemimpinan
Transformasional ( X3 )
2.8. Hipotesis
Berdasarkan hasil kajian penulis terhadap rumusan masalah dan penelitian terdahulu yang
relevan sebagai dasar pikir, maka penulis merumuskan hipotesis atau dugaan sementara sebagai
berikut. :
H1 : diduga bahwa Kompetensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja ASN Dinas
Informsi dan komonikasi Kabupaten seram bagian barat.
H2 : diduga bahwa Penerapan Teknologi Informasi berpengaruh terhadap kinerja ASN Dinas
Infokom Kabupaten seram barat.
H3 : diduga bahwa Kepemimpinan Transformasional berpengaruh terhadap kinerja ASN Dinas
Infokom Kabupaten seram barat.