SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DIABETES MELITUS
Disusun Oleh :
Rizki Ferdian
113 121 051
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
UNIVERSITAS AL-IRSYAD CILACAP
2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELLITUS
Topik : DM
Sasaran : Ny. M
Waktu : 30 menit
Hari/Tanggal : Jumat, 21 Januari 2022
Tempat : Rumah Ny.M
A. Tujuan Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Diabetes Melitus, keluarga diharapkan
dapat mengerti tentang diabetes melitus
B. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 1x 30 menit, Ny.K dan
keluarga dapat menjelaskan tentang :
1. Pengertian DM
2. Penyebab DM
3. Tanda dan gejala DM
4. Makanan yang dihindari penderita DM
5. Penatalaksanaan penderita DM
6. Pencegahan DM
C. Materi
( Terlampir )
D. Media
1. Materi SAP
2. Leaflet
E. Pengorganisasian
1. Penanggung jawab : Akhmad Kusnaeni
2. Penyaji : Rizki Ferdian
F. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi
G. Sasaran : Ny.S
H. Kegiatan Penyuluhan
No. Kegiatan Penyuluhan Waktu Respon Peserta
1. Pembukaan 5 menit
1. Memberi salam Menjawab salam
2. Memberi pertanyaan apersepsi
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan Memberi salam
4. Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan disampaikan. Menyimak
2. Pelaksanaan 20 menit Menyimak dan memperhatikan
Menjelaskan materi secara berurutan
dan teratur.
M Materi :
1. Pengertian DM
2. Penyebab DM
3. Tanda dan gejala DM
4. Makanan yang dihindari
penderita DM
5. Penatalaksanaan penderita DM
6. Pencegahan DM
3.M Evaluasi 5 menit
1. Menyimpulkan inti penyuluhan . Memperhatikan dan menjawab
2. Menyampaikan secara singkat
materi penyuluhan .
3. Memberi kesempatan untuk
bertanya .
4. Memberi kesempatan untuk
menjawab pertanyaan yang
dilontarkan.
4. Penutup 5 menit
1. Menyimpulkan materi Menyimak dan mendengarkan
penyuluhan yang telah
disampaikan.
2. Menyampaikan terimakasih atas Menjawab
perhatian dan waktu yang telah
diberikan kepada peserta.
3. Mengucapkan salam. Menjawab salam.
Lampiran Materi
DIABETES MELLITUS
A. Pengertian
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronik yang terjadi ketika
pankreas tidak cukup dalam memproduksi insulin atau ketika tubuh tidak
efisien menggunakan insulin itu sendiri. Insulin adalah hormon yang
mengatur kadar gula darah. Hiperglikemia atau kenaikan kadar gula darah,
adalah efek yang tidak terkontrol dari diabetes dan dalam waktu panjang
dapat terjadi kerusakan yang serius pada beberapa sistem tubuh,
khususnya pada pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), mata
(dapat terjadi kebutaan), ginjal (dapat terjadi gagal ginjal) (WHO, 2011).
Diabetes Mellitus (kencing manis) adalah suatu penyakit dengan
peningkatan glukosa darah diatas normal. Dimana kadar diatur
tingkatannya oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas (Shadine,
2010).
B. Penyebab
Menurut Smeltzer 2015 Diabetes Melitus dapat diklasifikasikan kedalam 2
kategori klinis yaitu:
1. Diabetes Melitus tergantung insulin (DM TIPE 1)
a. Genetik Umunya penderita diabetes tidak mewarisi diabetes type 1
namun mewarisi sebuah predisposisis atau sebuah kecendurungan
genetik kearah terjadinya diabetes type 1. Kecendurungan genetik
ini ditentukan pada individu yang memiliki type antigen HLA
(Human Leucocyte Antigen) tertentu. HLA ialah kumpulan gen
yang bertanggung jawab atas antigen tranplantasi & proses
imunnya. (Smeltzer 2015 dan bare,2015)
b. Imunologi Pada diabetes type 1 terdapat fakta adanya sebuah
respon autoimum. Ini adalah respon abdomal dimana antibodi
terarah pada jaringan normal tubuh secara bereaksi terhadap
jaringan tersebut yang dianggapnya sebagai jaringan asing.
(Smeltzer 2015 dan bare,2015)
c. Lingkungan Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses
otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta. (Smeltzer 2015 dan
bare,2015) 26
2. Diabetes melitus tidak tergantung insulin (DM TIPE II)
Menurut Smeltzel 2015 Mekanisme yang tepat yang menyebabkan
resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II
masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam
proses terjadinya resistensi insulin.
Faktor-faktor resiko :
a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas
65 th)
b. Obesitas
c. Riwayat keluarga
3. Tanda dan Gejala
Menurut PERKENI gejala dan tanda tanda DM dapat digolongkan
menjadi 2 yaitu:
a. Gejala akut penyakit DM
Gejala penyakit DM bervariasi pada setiap, bahkan
mungkin tidak menunjukan gejala apapun sampai saat tertentu.
Pemulaan gejala yang ditunjukan meliputi:
a) Lapar yang berlebihan atau makan banyak (poliphagi)
Pada diabetes,karena insulin bermasalah pemaasukan gula
kedalam sel sel tubuh kurang sehingga energi yang
dibentuk pun kurang itun sebabnya orang menjadi lemas.
Oleh karena itu, tubuh berusaha meningkatkan asupan
makanan dengan menimbulkan rasa lapar sehingga
timbulah perasaan selalu ingin makan
b) Sering merasa haus (polidipsi)
Dengan banyaknya urin keluar, tubuh akan kekurangan air
atau [Link] mengatasi hal tersebut timbulah rasa
haus sehingga orang ingin selalu minum dan ingin minum
manis, minuman manis akan sangat merugikan karena
membuat kadar gula semakin tinggi.
c) Jumlah urin yang dikeluarkan banyak (poliuri)
Jika kadar gula melebihi nilai normal , maka gula darah
akan keluar bersama urin,untu menjaga agar urin yang
keluar, yang mengandung gula,tak terlalu pekat, tubuh
akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urin
sehingga volume urin yang keluar banyak dan kencing pun
[Link] tidak diobati maka 28 akan timbul gejala
banyak minum, banyak kencing, nafsu makan mulai
berkurang atau berat badan turun dengan cepat (turun 5-10
kg dalam waktu 2-4 minggu), mudah lelah dan bila tidak
lekas diobati, akan timbul rasa mual (PERKENI, 2015) .
b. Gejala kronik penyakit DM
Gejala kronik yang sering dialami oleh penderita DM
(PERKENI, 2015) adalah:
a) Kesemutan
b) Kulit terasa panas atau seperti tertusuk tusuk jarum
c) Rasa tebal dikulit
d) Kram
e) Mudah mengantuk
f) Mata kabur
g) Biasanya sering ganti kaca mata
h) Gatal disekitar kemaluan terutama pada wanita
i) Gigi mudah goyah dan mudah lepas
j) Kemampuan seksual menurun
k) Dan para ibu hamil sering mengalami keguguran atau
kematian janin dalam kandungan atau dengan bayi berat
lahir lebih dari 4kg
4. Makanan yang Dihindari Penderita Hipertensi
a. Roti tawar putih
b. Makanan yang terbuat dari tepung terigu
c. Sayuran yang dimasak dengan tambahan garam, keju, mentega,
dan saus dalam jumlah banyak
d. Buah-buahan kaleng yang mengandung banyak gula
e. Sayuran kaleng yang mengandung garam tinggi
f. Daging berlemak dan kulit ayam
g. Produk susu tinggi lemak
h. Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, ikan goreng,
pisang goreng, dan kentang goreng
i. Makanan dan minuman mengandung gula tinggi, seperti kue,
sirop, dan soda
C. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan diabetes dititik beratkan pada 4 pilar penatalaksanaan
diabetes, yaitu edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani, dan intervensi
farmakologis.
a. Edukasi
Tim kesehatan mendampingi pasien dalam perubahan
perilaku sehat yang memerlukan partisipasi efektif dari klien dan
keluarga klien. Tujuan utama dari pemberian edukasi pada pasien
DM dan juga pada keluarga adalah harapan diamana pasien dan
keluarga akan mengerti bagaimana cara penanganan yang tepat
dilakukan pada pasien DM. Edukasi pada pasien bisa dilakukan
meliputi pemantauan kadar gula darah, perawatan luka, kepatuhan
dalam pengansumsian obat, peningkatan aktivitas fisik,
pengurangan asupan kalori dan juga pengertian serta komplikasi
dari penyakit tersebut (Suzanna, 2014).
b. Terapi Gizi Medis
Pasien DM harus mampu memenuhi prinsip 3J pada
dietnya, meliputi (jumlah makanan yang dikonsumsi, jadwal diet
yang ketat dan juga jenis makanan apa yang dianjurkan dan
pantangan makannya) (Rendy, 2012).
c. Olahraga
Olahraga secara teratur 3-4x dalam seminggu kurang lebih
30 menit (Suzanna, 2014).
d. Intervensi farmakologis
Berupa pemberian obat Hipoglikemik oral (sulfonilurea,
biguanid/metformin, inhibitor alfa glukosidase dan insulin)
(Ernawati, 2013).
D. Pencegahan Diabetes Mellitus
1. Promosi kesehatan
2. Proteksi spesifik : menerapkan pola makan sehat
3. Diagnosis dini : screening, pemeriksaan check-up
4. Pengobatan tepat
5. Rehabilitasi : upaya perbaikan dampak lanjut diabetes melitus
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
%[Link]
[Link]
diabetes-yang-baik-dan-buruk