0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Apa Itu Routing

Routing adalah proses memindahkan informasi dari sumber ke tujuan melalui jaringan dengan menggunakan router yang menyaring lalu lintas data. Terdapat beberapa jenis routing, termasuk Dynamic Routing, RIP, IGRP, OSPF, EIGRP, dan BGP, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Router memerlukan informasi seperti alamat tujuan, sumber informasi, dan rute untuk melakukan pemilihan jalur yang optimal.

Diunggah oleh

Muhammad Sofiyudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Apa Itu Routing

Routing adalah proses memindahkan informasi dari sumber ke tujuan melalui jaringan dengan menggunakan router yang menyaring lalu lintas data. Terdapat beberapa jenis routing, termasuk Dynamic Routing, RIP, IGRP, OSPF, EIGRP, dan BGP, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan. Router memerlukan informasi seperti alamat tujuan, sumber informasi, dan rute untuk melakukan pemilihan jalur yang optimal.

Diunggah oleh

Muhammad Sofiyudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa Itu Routing ?

Routing merupakan proses pencarian path atau alur guna memindahkan informasi dari host sumber
(source address) ke host tujuan (destinations address) melalui koneksi internetwork.

Router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket
data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya
membagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi
beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir
dari satu segmen ke segmen lain. Kita akan menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan
komputer ke jaringan lain, baik jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).

Diperlukan adanya router untuk melakukan routing di dalam jaringan, dimana router membutuhkan
informasi-informasi sebagai berikut:

 Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat item yang akan dirouting
 Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router
dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
 Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.
 Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
 Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah
diketahui dan paling sering dilalui.
Dynamic Routing
Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk
meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan
rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan
bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute
pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.

Jenis-jenis Routing Dinamis


1. Routing Information Protocol (RIP)
RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung
jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan
adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port
520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison
reverse. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.

RIP memiliki 3 versi yaitu :


1. RIP v1
2. RIP v2
3. RIP ng
Kelebihan
 menggunakan metode Triggered Update
 RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi
routing.
 Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus
mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
 Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat
diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan
Kekurangan
 Jumlah host Terbatas
 RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
 RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
 Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi
lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)


IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan
oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255
dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol
routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing
berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.

Kelebihan
 support = 255 hop count
Kekurangan
Jumlah Host terbatas
3. Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior
gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau
perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak
untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya.

OSPF memiliki 3 table di dalam router :

1. Routing table
Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost
untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table
yang berbeda-beda.

2. Adjecency database
Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang
berbeda-beda.

3. Topological database
Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.

Kelebihan dan kekurangan dari OSPF :

Kelebihan
 tidak menghasilkan routing loop
 mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
 dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
 membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
 waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
Kekurangan
 Membutuhkan basis data yang besar
 Lebih rumit

4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)


EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di
adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana
EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja.

Kelebihan
 melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
 memerlukan lebih sedikit memori dan proses
 memerlukan fitur loopavoidance
Kekurangan
 Hanya untuk Router Cisco

5. Border Gateway Protocol (BGP)


Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem
autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan
dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk
Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP).

Kelebihan
 Sangat sederhana dalam instalasi
Kekurangan
 Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi.

Anda mungkin juga menyukai