CAPAIAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM MERDEKA (KBC)
Nama Madrasah : MIN 2 SUMBAWA
Nama Penyusun : Edy Sukran
NIP : 198106032025211008
Mata pelajaran : Akidah Akhlak
Fase A, Kelas / Semester : I (Satu) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
AKIDAH AKHLAK
A. Rasional Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran sebagai bagian dari kurikulum
Pendidikan Agama Islam (PAI) pada madrasah. Akidah berkaitan dengan rukun iman
sebagai pokok keimanan seseorang yang tersimpan dalam hati dan diwujudkan dengan
lisan dan perbuatan. Akidah mendorong seseorang melakukan amal saleh, berakhlak
karimah dan taat hukum. Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan. Akhlak
menekankan pada bagaimana membersihkan diri (tazkiyatun nufus) dari perilaku tercela
(madzmumah) dan menghiasi diri dengan perilaku mulia (mahmudah) melalui latihan
kejiwaan (riyadah) dan upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri (mujahadah).
Sasaran utama pendidikan akhlak adalah hati nurani, karena baik buruknya perilaku
tergantung kepada baik dan berfungsinya hati nurani.
Akidah Akhlak memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian peserta
didik. Oleh karena itu, Akidah Akhlak secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk
menuntun peserta didik menjadi pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu
Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar
agama Islam untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman, dan
merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia berdasarkan Al-Quran dan Hadis melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, dan pembiasaan.
Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi dengan sikap menghormati
penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat beragama dan persatuan
bangsa. Akidah Akhlak membekali peserta didik agar memiliki cara pandang
keberagamaan yang moderat, inklusif, toleran, dan bersikap religius-holistik-integratif
yang berorientasi kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks
kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka
Tunggal Ika.
Akidah Akhlak mengarusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama
melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan, pembudayaan, dan keteladanan.
Iklim akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi
wahana bagi persemaian paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia,
budaya antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara yang baik
bagi masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang
beragam, tidak hanya ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang
berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada
keingintahuan dan penemuan (inquiry and discovery learning), berbasis pada
pemecahan masalah (problem based learning), berbasis proyek nyata dalam kehidupan
(project based learning), dan kolaboratif (collaborative learning).
Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif,
kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga melahirkan pemahaman yang
benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang
menyimpang dan liberal. Untuk mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam
empat elemen keilmuan yaitu akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah
Akhlak diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan
mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan akhlak terpuji dan
menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting
untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu,
bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif
dari era globalisasi dan krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki
kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya profil pelajar Pancasila sebagai
pembelajar sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi) yang beriman dan bertakwa, serta
berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran yang penting
dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan
berkepribadian yang kuat dan memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan
bergotong royong.
B. Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak
pada paham Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik dalam akidah Islam;
2. Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisis perbedaan
pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan benar, sesuai dengan
kemajemukan bangsa Indonesia melalui sikap wasathiyah meliputi tawasuth, itidal,
tasamuh, dan tawazun;
3. Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri
dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan diri dari perilaku tercela
(madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui
mujahadah dan riyadah;
4. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat
menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan sebangsa
dan senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah
basyariyah).
C. Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kurikulum mata pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian: akidah terkait dengan penanaman
keimanan dan tauhid dan akhlak terkait dengan penanaman karakter melalui
pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak
mulia.
2. Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah Ahlus
Sunnah wal Jamaah, dan keimanan peserta didik, sebagai dasar, landasan, dan
motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi.
3. Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani
peserta didik berfungsi dengan baik, memiliki keyakinan iman yang kuat untuk
menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan
tumbuh kembangnya kesalehan individu dan sosial.
4. Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat
dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh-sungguh (mujahadah), dan
melatih kejiwaan (riyadah) melalui keteladanan guru dan kisah-kisah orang saleh.
5. Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekedar apa yang harus dipelajari
peserta didik, namun juga mengarusutamakan kepada pendampingan peserta didik
dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu
oleh kecerdasan logika di bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua
situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
6. Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan
dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan penghayatan dan penyadaran
bagaimana nilai-nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi
warna dan inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah
dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
7. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati
dan kejiwaan peserta didik sebagai fokus utama. Oleh karena itu, pengkondisian
suasana kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih
sayang yang jauh dari amarah dan kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta
didik dipandang dengan pandangan kasih sayang (ain al-rahmah).
8. Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt.
(mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-materealistis, sehingga
memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
9. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada
pemahaman keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan dalam
kehidupan bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang
baik bagi orang lain melalui proses keteladanan guru, pembudayaan, dan
pemberdayaan lingkungan madrasah.
10. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar peserta didik dengan memberi waktu yang cukup untuk
mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan
peran caturpusat pendidikan (madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
D. Elemen-elemen Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Mata pelajaran Akidah Akhlak mencakup elemen keilmuan yang meliputi akidah, akhlak,
adab, dan kisah keteladanan. Elemen-elemen mata pelajaran Akidah Akhlak:
Elemen Deskripsi
Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang
memperkokoh keimanan peserta didik dengan melakukan
kajian mendalam agar memperoleh pemahaman yang
baik, benar, dan komprehensif. Akidah inilah yang
kemudian menjadi landasan dan motivasi melakukan amal
saleh dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara yang akan bernilai ibadah dan berdimensi
ukhrawi.
Akhlak Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan (akidah).
Akhlak akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan
elemen dalam akidah akhlak. Ilmu Akhlak mengantarkan
peserta didik dalam memahami akhlak mulia (mahmudah)
dan tercela (madzmumah), agar bisa menjauhkan diri dari
Elemen Deskripsi
perilaku tercela dan membiasakan diri dengan perilaku
mulia dalam kehidupan sehari-hari baik dalam konteks
pribadi maupun sosial yang dilandasi atas kecintaan
kepada Allah Swt. (mahabbah fillah).
Adab Adab sebagai wujud implementasi akhlak secara
operasional berupa tata krama dan sopan santun dalam
kehidupan sehari-hari baik secara individu maupun sosial
yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Kisah Keteladanan Kisah keteladanan menguraikan kehidupan nabi, rasul,
sahabat nabi, dan orang-orang saleh sebagai teladan dan
pelajaran (ibrah) bagi peserta didik. Pembelajaran kisah
keteladanan menekankan pada kemampuan menganalisis
dan mengambil hikmah dari kehidupan masa lalu yang
menginspirasi peserta didik untuk menyikapi dan
menyelesaikan fenomena dan permasalahan kehidupan
masa kini dan yang akan datang.
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Fase A (Kelas I dan II Madrasah Ibtidaiyah)
Pada akhir fase A, pada elemen akidah, peserta didik mampu mengenal Allah Swt. melalui
pemahaman dua kalimat syahadat, rukun iman, sifat wajib Allah Swt., dan nama-namaNya
yang Agung (al-Asma’ al-Husna). Pada elemen akhlak, peserta didik diarahkan dan
dibimbing untuk memahami nilai-nilai mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui ungkapan
positif dan kebiasaan berperilaku baik dan menghindari akhlak tercela. Pada elemen adab,
peserta didik mampu memahami norma yang berkaitan dengan perilaku sehari-hari.
Sedangkan pada elemen kisah keteladanan, peserta didik mampu memahami kisah
keteladanan nabi dan rasul dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Elemen Capaian Pembelajaran
Akidah Memahami dua kalimat syahadat, enam rukun iman, sifat
wajib Allah Swt., iman kepada malaikat Allah, dan al-Asma' al
Husna (ar-Rahman, ar-Rahim, al-Malik, al-Quddus, As-Salam,
al-Mukmin, al-Muhaimin, al-Aziz)..
Akhlak Memahami kalimah tayyibah (basmalah, hamdalah, dan
ta'awudz) serta pola hidup sehat dan bersih, sikap jujur, rasa
terima kasih, rendah hati, dan cara menghindari sikap malas,
perkataan kasar, dan berbohong.
Adab Memahami adab belajar, mandi, berpakaian, bersin, menguap,
makan, dan minum dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah Keteladanan Memahami keteladanan Nabi Muhammad Saw. dan Nabi Nuh
a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
Mengetahui, Bageloka, Januari 2026
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Syamsul Bahri [Link] Edy Sukran, [Link].I
NIP. 197210042005011001 NIP. 198106032025211008
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (KBC)
Nama Madrasah : MIN 2 SUMBAWA
Nama Penyusun : Edy Sukran
NIP : 198106032025211008
Mata pelajaran : Akidah Akhlak
Fase A, Kelas / Semester : II (Dua) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
AKIDAH AKHLAK
A. Rasional Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran sebagai bagian dari kurikulum
Pendidikan Agama Islam (PAI) pada madrasah. Akidah berkaitan dengan rukun iman
sebagai pokok keimanan seseorang yang tersimpan dalam hati dan diwujudkan dengan
lisan dan perbuatan. Akidah mendorong seseorang melakukan amal saleh, berakhlak
karimah dan taat hukum. Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan. Akhlak
menekankan pada bagaimana membersihkan diri (tazkiyatun nufus) dari perilaku tercela
(madzmumah) dan menghiasi diri dengan perilaku mulia (mahmudah) melalui latihan
kejiwaan (riyadah) dan upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri (mujahadah).
Sasaran utama pendidikan akhlak adalah hati nurani, karena baik buruknya perilaku
tergantung kepada baik dan berfungsinya hati nurani.
Akidah Akhlak memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian peserta
didik. Oleh karena itu, Akidah Akhlak secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk
menuntun peserta didik menjadi pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu
Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar agama
Islam untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman, dan merealisasikannya dalam
perilaku akhlak mulia berdasarkan Al-Quran dan Hadis melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, latihan, dan pembiasaan.
Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi dengan sikap menghormati
penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa.
Akidah Akhlak membekali peserta didik agar memiliki cara pandang keberagamaan yang
moderat, inklusif, toleran, dan bersikap religius-holistik-integratif yang berorientasi
kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Akidah Akhlak mengarusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama
melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan, pembudayaan, dan keteladanan. Iklim
akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi wahana
bagi persemaian paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia, budaya
antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara yang baik bagi
masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang
beragam, tidak hanya ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang
berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada keingintahuan
dan penemuan (inquiry and discovery learning), berbasis pada pemecahan masalah
(problem based learning), berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based
learning), dan kolaboratif (collaborative learning).
Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif,
kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga melahirkan pemahaman yang
benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang
menyimpang dan liberal. Untuk mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam
empat elemen keilmuan yaitu akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah Akhlak
diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan
mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan akhlak terpuji dan
menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting
untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu,
bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari
era globalisasi dan krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki
kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya profil pelajar Pancasila sebagai
pembelajar sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi) yang beriman dan bertakwa, serta
berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran yang penting
dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan
berkepribadian yang kuat dan memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan
bergotong royong.
B. Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak
pada paham Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik dalam akidah Islam;
2. Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisis perbedaan
pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan benar, sesuai dengan
kemajemukan bangsa Indonesia melalui sikap wasathiyah meliputi tawasuth, itidal,
tasamuh, dan tawazun;
3. Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri
dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan diri dari perilaku tercela
(madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui
mujahadah dan riyadah;
4. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat
menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan sebangsa dan
senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah
basyariyah).
C. Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kurikulum mata pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian: akidah terkait dengan penanaman
keimanan dan tauhid dan akhlak terkait dengan penanaman karakter melalui
pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak
mulia.
2. Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah Ahlus
Sunnah wal Jamaah, dan keimanan peserta didik, sebagai dasar, landasan, dan
motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi.
3. Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani
peserta didik berfungsi dengan baik, memiliki keyakinan iman yang kuat untuk
menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan
tumbuh kembangnya kesalehan individu dan sosial.
4. Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat
dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh-sungguh (mujahadah), dan
melatih kejiwaan (riyadah) melalui keteladanan guru dan kisah-kisah orang saleh.
5. Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekedar apa yang harus dipelajari
peserta didik, namun juga mengarusutamakan kepada pendampingan peserta didik
dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu
oleh kecerdasan logika di bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua
situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
6. Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan
dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan penghayatan dan penyadaran
bagaimana nilai-nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi
warna dan inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah
dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
7. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati dan
kejiwaan peserta didik sebagai fokus utama. Oleh karena itu, pengkondisian suasana
kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih sayang yang
jauh dari amarah dan kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta didik dipandang
dengan pandangan kasih sayang (ain al-rahmah).
8. Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt.
(mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-materealistis, sehingga
memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
9. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman
keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan dalam kehidupan
bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang
lain melalui proses keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan
madrasah.
10. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar peserta didik dengan memberi waktu yang cukup untuk
mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran
caturpusat pendidikan (madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
D. Elemen-elemen Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Mata pelajaran Akidah Akhlak mencakup elemen keilmuan yang meliputi akidah, akhlak,
adab, dan kisah keteladanan. Elemen-elemen mata pelajaran Akidah Akhlak:
Elemen Deskripsi
Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang memperkokoh
keimanan peserta didik dengan melakukan kajian mendalam agar
Elemen Deskripsi
memperoleh pemahaman yang baik, benar, dan komprehensif.
Akidah inilah yang kemudian menjadi landasan dan motivasi
melakukan amal saleh dalam beragama, bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara yang akan bernilai ibadah dan
berdimensi ukhrawi.
Akhlak Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan (akidah). Akhlak
akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam
akidah akhlak. Ilmu Akhlak mengantarkan peserta didik dalam
memahami akhlak mulia (mahmudah) dan tercela (madzmumah),
agar bisa menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan
diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam konteks pribadi maupun sosial yang dilandasi atas
kecintaan kepada Allah Swt. (mahabbah fillah).
Adab Adab sebagai wujud implementasi akhlak secara operasional
berupa tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari
baik secara individu maupun sosial yang mencerminkan nilai-nilai
Islam.
Kisah Keteladanan Kisah keteladanan menguraikan kehidupan nabi, rasul, sahabat
nabi, dan orang-orang saleh sebagai teladan dan pelajaran (ibrah)
bagi peserta didik. Pembelajaran kisah keteladanan menekankan
pada kemampuan menganalisis dan mengambil hikmah dari
kehidupan masa lalu yang menginspirasi peserta didik untuk
menyikapi dan menyelesaikan fenomena dan permasalahan
kehidupan masa kini dan yang akan datang.
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Fase A (Kelas I dan II Madrasah Ibtidaiyah)
Pada akhir fase A, pada elemen akidah, peserta didik mampu mengenal Allah Swt. melalui
pemahaman dua kalimat syahadat, rukun iman, sifat wajib Allah Swt., dan nama-namaNya
yang Agung (al-Asma’ al-Husna). Pada elemen akhlak, peserta didik diarahkan dan
dibimbing untuk memahami nilai-nilai mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui ungkapan
positif dan kebiasaan berperilaku baik dan menghindari akhlak tercela. Pada elemen adab,
peserta didik mampu memahami norma yang berkaitan dengan perilaku sehari-hari.
Sedangkan pada elemen kisah keteladanan, peserta didik mampu memahami kisah
keteladanan nabi dan rasul dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Elemen Capaian Pembelajaran
Akidah Memahami dua kalimat syahadat, enam rukun iman, sifat wajib
Allah Swt., iman kepada malaikat Allah, dan al-Asma' al
Husna (ar-Rahman, ar-Rahim, al-Malik, al-Quddus, As-Salam,
al-Mukmin, al-Muhaimin, al-Aziz)..
Akhlak Memahami kalimah tayyibah (basmalah, hamdalah, dan
ta'awudz) serta pola hidup sehat dan bersih, sikap jujur, rasa
terima kasih, rendah hati, dan cara menghindari sikap malas,
perkataan kasar, dan berbohong.
Adab Memahami adab belajar, mandi, berpakaian, bersin, menguap,
makan, dan minum dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah Keteladanan Memahami keteladanan Nabi Muhammad Saw. dan Nabi Nuh
a.s. dalam kehidupan sehari-hari.
Mengetahui, Bageloka, Januari 2026
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Syamsul Bahri [Link] Edy Sukran, [Link].I
NIP. 197210042005011001 NIP. 198106032025211008
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (KBC)
Nama Madrasah : MIN 2 SUMBAWA
Nama Penyusun : Edy Sukran
NIP : 198106032025211008
Mata pelajaran : Akidah Akhlak
Fase B, Kelas / Semester : III (Tiga) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
AKIDAH AKHLAK
A. Rasional Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran sebagai bagian dari kurikulum
Pendidikan Agama Islam (PAI) pada madrasah. Akidah berkaitan dengan rukun iman
sebagai pokok keimanan seseorang yang tersimpan dalam hati dan diwujudkan dengan
lisan dan perbuatan. Akidah mendorong seseorang melakukan amal saleh, berakhlak
karimah dan taat hukum. Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan. Akhlak
menekankan pada bagaimana membersihkan diri (tazkiyatun nufus) dari perilaku tercela
(madzmumah) dan menghiasi diri dengan perilaku mulia (mahmudah) melalui latihan
kejiwaan (riyadah) dan upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri (mujahadah).
Sasaran utama pendidikan akhlak adalah hati nurani, karena baik buruknya perilaku
tergantung kepada baik dan berfungsinya hati nurani.
Akidah Akhlak memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian peserta
didik. Oleh karena itu, Akidah Akhlak secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk
menuntun peserta didik menjadi pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu
Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar agama
Islam untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman, dan merealisasikannya dalam
perilaku akhlak mulia berdasarkan Al-Quran dan Hadis melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, latihan, dan pembiasaan.
Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi dengan sikap menghormati
penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa.
Akidah Akhlak membekali peserta didik agar memiliki cara pandang keberagamaan yang
moderat, inklusif, toleran, dan bersikap religius-holistik-integratif yang berorientasi
kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Akidah Akhlak mengarusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama
melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan, pembudayaan, dan keteladanan. Iklim
akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi wahana
bagi persemaian paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia, budaya
antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara yang baik bagi
masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang
beragam, tidak hanya ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang
berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada keingintahuan
dan penemuan (inquiry and discovery learning), berbasis pada pemecahan masalah
(problem based learning), berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based
learning), dan kolaboratif (collaborative learning).
Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif,
kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga melahirkan pemahaman yang
benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang
menyimpang dan liberal. Untuk mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam
empat elemen keilmuan yaitu akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah Akhlak
diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan
mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan akhlak terpuji dan
menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting
untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu,
bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari
era globalisasi dan krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki
kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya profil pelajar Pancasila sebagai
pembelajar sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi) yang beriman dan bertakwa, serta
berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran yang penting
dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan
berkepribadian yang kuat dan memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan
bergotong royong.
B. Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak
pada paham Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik dalam akidah Islam;
2. Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisis perbedaan
pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan benar, sesuai dengan
kemajemukan bangsa Indonesia melalui sikap wasathiyah meliputi tawasuth, itidal,
tasamuh, dan tawazun;
3. Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri
dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan diri dari perilaku tercela
(madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui
mujahadah dan riyadah;
4. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat
menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan sebangsa dan
senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah
basyariyah).
C. Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kurikulum mata pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian: akidah terkait dengan penanaman
keimanan dan tauhid dan akhlak terkait dengan penanaman karakter melalui
pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak
mulia.
2. Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah Ahlus
Sunnah wal Jamaah, dan keimanan peserta didik, sebagai dasar, landasan, dan
motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi.
3. Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani
peserta didik berfungsi dengan baik, memiliki keyakinan iman yang kuat untuk
menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan
tumbuh kembangnya kesalehan individu dan sosial.
4. Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat
dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh-sungguh (mujahadah), dan
melatih kejiwaan (riyadah) melalui keteladanan guru dan kisah-kisah orang saleh.
5. Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekedar apa yang harus dipelajari
peserta didik, namun juga mengarusutamakan kepada pendampingan peserta didik
dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu
oleh kecerdasan logika di bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua
situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
6. Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan
dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan penghayatan dan penyadaran
bagaimana nilai-nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi
warna dan inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah
dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
7. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati dan
kejiwaan peserta didik sebagai fokus utama. Oleh karena itu, pengkondisian suasana
kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih sayang yang
jauh dari amarah dan kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta didik dipandang
dengan pandangan kasih sayang (ain al-rahmah).
8. Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt.
(mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-materealistis, sehingga
memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
9. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman
keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan dalam kehidupan
bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang
lain melalui proses keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan
madrasah.
10. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar peserta didik dengan memberi waktu yang cukup untuk
mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran
caturpusat pendidikan (madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
D. Elemen-elemen Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Mata pelajaran Akidah Akhlak mencakup elemen keilmuan yang meliputi akidah, akhlak,
adab, dan kisah keteladanan. Elemen-elemen mata pelajaran Akidah Akhlak:
Elemen Deskripsi
Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang memperkokoh
keimanan peserta didik dengan melakukan kajian mendalam agar
Elemen Deskripsi
memperoleh pemahaman yang baik, benar, dan komprehensif.
Akidah inilah yang kemudian menjadi landasan dan motivasi
melakukan amal saleh dalam beragama, bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara yang akan bernilai ibadah dan
berdimensi ukhrawi.
Akhlak Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan (akidah). Akhlak
akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam
akidah akhlak. Ilmu Akhlak mengantarkan peserta didik dalam
memahami akhlak mulia (mahmudah) dan tercela (madzmumah),
agar bisa menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan
diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam konteks pribadi maupun sosial yang dilandasi atas
kecintaan kepada Allah Swt. (mahabbah fillah).
Adab Adab sebagai wujud implementasi akhlak secara operasional
berupa tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari
baik secara individu maupun sosial yang mencerminkan nilai-nilai
Islam.
Kisah Keteladanan Kisah keteladanan menguraikan kehidupan nabi, rasul, sahabat
nabi, dan orang-orang saleh sebagai teladan dan pelajaran (ibrah)
bagi peserta didik. Pembelajaran kisah keteladanan menekankan
pada kemampuan menganalisis dan mengambil hikmah dari
kehidupan masa lalu yang menginspirasi peserta didik untuk
menyikapi dan menyelesaikan fenomena dan permasalahan
kehidupan masa kini dan yang akan datang.
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Fase B (Kelas III dan IV Madrasah Ibtidaiyah)
Pada akhir fase B, pada elemen akidah, peserta didik mampu mengenal Allah Swt. melalui
pemahaman materi al-Asma' al Husna, mengenal kitab-kitab Allah Swt., nabi dan rasul Allah
Swt. Pada elemen akhlak, peserta didik diarahkan dan dibimbing untuk memahami nilai-nilai
mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui ungkapan positif dan kebiasaan berperilaku baik
dan menghindari akhlak tercela. Pada elemen adab, peserta didik mampu memahami norma
yang berkaitan dengan perilaku santun kepada orang tua, guru, dan teman. Sedangkan pada
elemen kisah keteladanan, peserta didik mampu memahami perilaku taat dari kisah
keteladanan nabi dan rasul.
Elemen Capaian Pembelajaran
Akidah Memahami sifat- sifat Allah melalui alAsma' al-Husna (al-
Halim, al-Wahhab, alKabir, al- 'Adhim, as-Sami’, al-Bashir,
alWaliy, dan al-'Alim), iman kepada kitabkitab Allah Swt.,
serta nabi dan rasul-Nya.
Akhlak Memahami kalimah tayyibah (Subhanallah, Allahu Akbar,
Masya Allah), sikap bersyukur, pantang menyerah, pemberani,
tolong-menolong, amanah, cara menghindari sikap serakah,
kikir, dan kufur nikmat.
Adab Memahami adab kepada kedua orang tua, guru, dan teman
dalam kehidupan sehari-hari..
Kisah Keteladanan Memahami perilaku taat melalui kisah Nabi Ibrahim a.s. dan
Nabi Ismail a.s.
Mengetahui, Bageloka, Januari 2026
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Syamsul Bahri [Link] Edy Sukran, [Link].I
NIP. 197210042005011001 NIP. 198106032025211008
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (KBC)
Nama Madrasah : MIN 2 SUMBAWA
Nama Penyusun : Edy Sukran
NIP : 198106032025211008
Mata pelajaran : Akidah Akhlak
Fase B, Kelas / Semester : IV (Empat) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
AKIDAH AKHLAK
A. Rasional Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran sebagai bagian dari kurikulum
Pendidikan Agama Islam (PAI) pada madrasah. Akidah berkaitan dengan rukun iman
sebagai pokok keimanan seseorang yang tersimpan dalam hati dan diwujudkan dengan
lisan dan perbuatan. Akidah mendorong seseorang melakukan amal saleh, berakhlak
karimah dan taat hukum. Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan. Akhlak
menekankan pada bagaimana membersihkan diri (tazkiyatun nufus) dari perilaku tercela
(madzmumah) dan menghiasi diri dengan perilaku mulia (mahmudah) melalui latihan
kejiwaan (riyadah) dan upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri (mujahadah).
Sasaran utama pendidikan akhlak adalah hati nurani, karena baik buruknya perilaku
tergantung kepada baik dan berfungsinya hati nurani.
Akidah Akhlak memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian peserta
didik. Oleh karena itu, Akidah Akhlak secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk
menuntun peserta didik menjadi pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu
Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar agama
Islam untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman, dan merealisasikannya dalam
perilaku akhlak mulia berdasarkan Al-Quran dan Hadis melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, latihan, dan pembiasaan.
Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi dengan sikap menghormati
penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa.
Akidah Akhlak membekali peserta didik agar memiliki cara pandang keberagamaan yang
moderat, inklusif, toleran, dan bersikap religius-holistik-integratif yang berorientasi
kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Akidah Akhlak mengarusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama
melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan, pembudayaan, dan keteladanan. Iklim
akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi wahana
bagi persemaian paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia, budaya
antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara yang baik bagi
masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang
beragam, tidak hanya ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang
berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada keingintahuan
dan penemuan (inquiry and discovery learning), berbasis pada pemecahan masalah
(problem based learning), berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based
learning), dan kolaboratif (collaborative learning).
Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif,
kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga melahirkan pemahaman yang
benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang
menyimpang dan liberal. Untuk mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam
empat elemen keilmuan yaitu akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah Akhlak
diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan
mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan akhlak terpuji dan
menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting
untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu,
bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari
era globalisasi dan krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki
kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya profil pelajar Pancasila sebagai
pembelajar sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi) yang beriman dan bertakwa, serta
berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran yang penting
dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan
berkepribadian yang kuat dan memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan
bergotong royong.
B. Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak
pada paham Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik dalam akidah Islam;
2. Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisis perbedaan
pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan benar, sesuai dengan
kemajemukan bangsa Indonesia melalui sikap wasathiyah meliputi tawasuth, itidal,
tasamuh, dan tawazun;
3. Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri
dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan diri dari perilaku tercela
(madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui
mujahadah dan riyadah;
4. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat
menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan sebangsa dan
senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah
basyariyah).
C. Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kurikulum mata pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian: akidah terkait dengan penanaman
keimanan dan tauhid dan akhlak terkait dengan penanaman karakter melalui
pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak
mulia.
2. Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah Ahlus
Sunnah wal Jamaah, dan keimanan peserta didik, sebagai dasar, landasan, dan
motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi.
3. Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani
peserta didik berfungsi dengan baik, memiliki keyakinan iman yang kuat untuk
menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan
tumbuh kembangnya kesalehan individu dan sosial.
4. Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat
dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh-sungguh (mujahadah), dan
melatih kejiwaan (riyadah) melalui keteladanan guru dan kisah-kisah orang saleh.
5. Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekedar apa yang harus dipelajari
peserta didik, namun juga mengarusutamakan kepada pendampingan peserta didik
dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu
oleh kecerdasan logika di bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua
situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
6. Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan
dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan penghayatan dan penyadaran
bagaimana nilai-nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi
warna dan inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah
dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
7. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati dan
kejiwaan peserta didik sebagai fokus utama. Oleh karena itu, pengkondisian suasana
kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih sayang yang
jauh dari amarah dan kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta didik dipandang
dengan pandangan kasih sayang (ain al-rahmah).
8. Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt.
(mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-materealistis, sehingga
memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
9. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman
keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan dalam kehidupan
bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang
lain melalui proses keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan
madrasah.
10. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar peserta didik dengan memberi waktu yang cukup untuk
mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran
caturpusat pendidikan (madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
D. Elemen-elemen Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Mata pelajaran Akidah Akhlak mencakup elemen keilmuan yang meliputi akidah, akhlak,
adab, dan kisah keteladanan. Elemen-elemen mata pelajaran Akidah Akhlak:
Elemen Deskripsi
Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang memperkokoh
keimanan peserta didik dengan melakukan kajian mendalam agar
Elemen Deskripsi
memperoleh pemahaman yang baik, benar, dan komprehensif.
Akidah inilah yang kemudian menjadi landasan dan motivasi
melakukan amal saleh dalam beragama, bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara yang akan bernilai ibadah dan
berdimensi ukhrawi.
Akhlak Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan (akidah). Akhlak
akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam
akidah akhlak. Ilmu Akhlak mengantarkan peserta didik dalam
memahami akhlak mulia (mahmudah) dan tercela (madzmumah),
agar bisa menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan
diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam konteks pribadi maupun sosial yang dilandasi atas
kecintaan kepada Allah Swt. (mahabbah fillah).
Adab Adab sebagai wujud implementasi akhlak secara operasional
berupa tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari
baik secara individu maupun sosial yang mencerminkan nilai-nilai
Islam.
Kisah Keteladanan Kisah keteladanan menguraikan kehidupan nabi, rasul, sahabat
nabi, dan orang-orang saleh sebagai teladan dan pelajaran (ibrah)
bagi peserta didik. Pembelajaran kisah keteladanan menekankan
pada kemampuan menganalisis dan mengambil hikmah dari
kehidupan masa lalu yang menginspirasi peserta didik untuk
menyikapi dan menyelesaikan fenomena dan permasalahan
kehidupan masa kini dan yang akan datang.
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Fase B (Kelas III dan IV Madrasah Ibtidaiyah)
Pada akhir fase B, pada elemen akidah, peserta didik mampu mengenal Allah Swt. melalui
pemahaman materi al-Asma' al Husna, mengenal kitab-kitab Allah Swt., nabi dan rasul Allah
Swt. Pada elemen akhlak, peserta didik diarahkan dan dibimbing untuk memahami nilai-nilai
mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui ungkapan positif dan kebiasaan berperilaku baik
dan menghindari akhlak tercela. Pada elemen adab, peserta didik mampu memahami norma
yang berkaitan dengan perilaku santun kepada orang tua, guru, dan teman. Sedangkan pada
elemen kisah keteladanan, peserta didik mampu memahami perilaku taat dari kisah
keteladanan nabi dan rasul.
Elemen Capaian Pembelajaran
Akidah Memahami sifat- sifat Allah melalui alAsma' al-Husna (al-
Halim, al-Wahhab, alKabir, al- 'Adhim, as-Sami’, al-Bashir,
alWaliy, dan al-'Alim), iman kepada kitabkitab Allah Swt.,
serta nabi dan rasul-Nya.
Akhlak Memahami kalimah tayyibah (Subhanallah, Allahu Akbar,
Masya Allah), sikap bersyukur, pantang menyerah, pemberani,
tolong-menolong, amanah, cara menghindari sikap serakah,
kikir, dan kufur nikmat.
Adab Memahami adab kepada kedua orang tua, guru, dan teman
dalam kehidupan sehari-hari..
Kisah Keteladanan Memahami perilaku taat melalui kisah Nabi Ibrahim a.s. dan
Nabi Ismail a.s.
Mengetahui, Bageloka, Januari 2026
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Syamsul Bahri [Link] Edy Sukran, [Link].I
NIP. 197210042005011001 NIP. 198106032025211008
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (KBC)
Nama Madrasah : MIN 2 SUMBAWA
Nama Penyusun : Edy Sukran
NIP : 198106032025211008
Mata pelajaran : Akidah Akhlak
Fase C, Kelas / Semester : V (Lima) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
AKIDAH AKHLAK
A. Rasional Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Akidah Akhlak merupakan salah satu mata pelajaran sebagai bagian dari kurikulum
Pendidikan Agama Islam (PAI) pada madrasah. Akidah berkaitan dengan rukun iman
sebagai pokok keimanan seseorang yang tersimpan dalam hati dan diwujudkan dengan
lisan dan perbuatan. Akidah mendorong seseorang melakukan amal saleh, berakhlak
karimah dan taat hukum. Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan. Akhlak
menekankan pada bagaimana membersihkan diri (tazkiyatun nufus) dari perilaku tercela
(madzmumah) dan menghiasi diri dengan perilaku mulia (mahmudah) melalui latihan
kejiwaan (riyadah) dan upaya sungguh-sungguh untuk mengendalikan diri (mujahadah).
Sasaran utama pendidikan akhlak adalah hati nurani, karena baik buruknya perilaku
tergantung kepada baik dan berfungsinya hati nurani.
Akidah Akhlak memiliki peran yang penting dalam pembentukan kepribadian peserta
didik. Oleh karena itu, Akidah Akhlak secara bertahap dan holistik diarahkan untuk
menyiapkan peserta didik agar berakidah yang benar dan kokoh, berakhlak mulia untuk
menuntun peserta didik menjadi pribadi yang saleh spiritual dan saleh sosial. Selain itu
Akidah Akhlak juga diarahkan agar peserta didik memiliki pemahaman dasar-dasar agama
Islam untuk mengenal, memahami, menghayati rukun iman, dan merealisasikannya dalam
perilaku akhlak mulia berdasarkan Al-Quran dan Hadis melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, latihan, dan pembiasaan.
Keimanan yang benar terhadap agama Islam harus dibarengi dengan sikap menghormati
penganut agama lain agar tercipta kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa.
Akidah Akhlak membekali peserta didik agar memiliki cara pandang keberagamaan yang
moderat, inklusif, toleran, dan bersikap religius-holistik-integratif yang berorientasi
kesejahteraan duniawi sekaligus kebahagiaan ukhrawi dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Akidah Akhlak mengarusutamakan pada pembentukan sikap dan perilaku beragama
melalui kontekstualisasi ajaran agama, pembiasaan, pembudayaan, dan keteladanan. Iklim
akademis-religius perlu diciptakan sedemikian rupa sehingga madrasah menjadi wahana
bagi persemaian paham keagamaan yang moderat, internalisasi akhlak mulia, budaya
antikorupsi, model kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara yang baik bagi
masyarakat. Untuk itu, pembelajaran Akidah Akhlak memerlukan pendekatan yang
beragam, tidak hanya ceramah, namun juga diskusi-interaktif, proses belajar yang
berpusat pada peserta didik (student-centered learning) yang bertumpu pada keingintahuan
dan penemuan (inquiry and discovery learning), berbasis pada pemecahan masalah
(problem based learning), berbasis proyek nyata dalam kehidupan (project based
learning), dan kolaboratif (collaborative learning).
Berbagai pendekatan ini memberi ruang bagi tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif,
kecakapan berkomunikasi, dan berkolaborasi sehingga melahirkan pemahaman yang
benar, komprehensif, moderat (wasathiyah) agar terhindar dari pemahaman yang
menyimpang dan liberal. Untuk mencapai itu, materi Akidah Akhlak disajikan dalam
empat elemen keilmuan yaitu akidah, akhlak, adab, dan kisah keteladanan. Akidah Akhlak
diharapkan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan
mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan melakukan akhlak terpuji dan
menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak terpuji ini sangat penting
untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu,
bermasyarakat, dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari
era globalisasi dan krisis multidimensional. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki
kontribusi penting dalam menguatkan terbentuknya profil pelajar Pancasila sebagai
pembelajar sepanjang hayat (minal mahdi ilal lahdi) yang beriman dan bertakwa, serta
berakhlak mulia. Selain itu, pembelajaran Akidah Akhlak memiliki peran yang penting
dalam mewujudkan peserta didik sebagai bagian dari penduduk dunia dengan
berkepribadian yang kuat dan memiliki kompetensi global, mandiri, kreatif, kritis, dan
bergotong royong.
B. Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Pada praktiknya, pembelajaran Akidah Akhlak ditujukan untuk:
1. Memberikan bimbingan kepada peserta didik agar kokoh dalam akidah yang berpijak
pada paham Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik dalam akidah Islam;
2. Mengkonstruksi kemampuan nalar kritis peserta didik dalam menganalisis perbedaan
pendapat dan mengekspresikan akidah Islam dengan benar, sesuai dengan
kemajemukan bangsa Indonesia melalui sikap wasathiyah meliputi tawasuth, itidal,
tasamuh, dan tawazun;
3. Membentuk peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghiasi diri
dengan perilaku terpuji (mahmudah), dan menghindarkan diri dari perilaku tercela
(madzmumah) dalam kehidupan sehari-hari dengan latihan kejiwaan melalui
mujahadah dan riyadah;
4. Membentuk peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan sehingga dapat
menguatkan persaudaraan seagama (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan sebangsa dan
senegara (ukhuwah wathaniyah, dan juga persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah
basyariyah).
C. Karakteristik Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kurikulum mata pelajaran Akidah Akhlak dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki dua bagian: akidah terkait dengan penanaman
keimanan dan tauhid dan akhlak terkait dengan penanaman karakter melalui
pembersihan hati dari penyakit dan kotoran hati lalu menghiasinya dengan akhlak
mulia.
2. Pembelajaran Akidah secara khusus diarahkan untuk memperkokoh akidah Ahlus
Sunnah wal Jamaah, dan keimanan peserta didik, sebagai dasar, landasan, dan
motivasi beraktivitas sehari-hari sehingga semua perilaku dan aktivitasnya bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi.
3. Pembelajaran Akidah Akhlak diarahkan pada bagaimana menjadikan hati nurani
peserta didik berfungsi dengan baik, memiliki keyakinan iman yang kuat untuk
menghalau pengaruh buruk dari luar, dan berkarakter kuat sehingga memungkinkan
tumbuh kembangnya kesalehan individu dan sosial.
4. Belajar Akidah Akhlak adalah bagaimana memahami hakikat ajaran petunjuk syariat
dalam mensucikan diri, menerapkannya secara sungguh-sungguh (mujahadah), dan
melatih kejiwaan (riyadah) melalui keteladanan guru dan kisah-kisah orang saleh.
5. Mengembangkan kurikulum Akidah Akhlak bukan sekedar apa yang harus dipelajari
peserta didik, namun juga mengarusutamakan kepada pendampingan peserta didik
dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri, penguasaan-kelola hawa nafsu
oleh kecerdasan logika di bawah kontrol kejernihan hati, dalam merespon semua
situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
6. Penanaman nilai-nilai akhlak kepada peserta didik sebisa mungkin tidak dilakukan
dengan paksaan yang mekanistik, namun dengan penghayatan dan penyadaran
bagaimana nilai-nilai positif dari ajaran akhlak terinternalisasi dalam diri, menjadi
warna dan inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah
dalam praksis pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
7. Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses pendidikan yang menjadikan hati dan
kejiwaan peserta didik sebagai fokus utama. Oleh karena itu, pengkondisian suasana
kebatinan proses pembelajaran yang harmonis dengan pendekatan kasih sayang yang
jauh dari amarah dan kekerasan harus diutamakan. Kenakalan peserta didik dipandang
dengan pandangan kasih sayang (ain al-rahmah).
8. Hubungan guru dengan peserta didik dibangun dengan ikatan cinta karena Allah Swt.
(mahabbah fillah), bukan hubungan transaksional-materealistis, sehingga
memungkinkan tumbuh kembangnya perilaku berakhlak mulia dalam iklim akademik.
9. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman
keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan dalam kehidupan
bersama di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang
lain melalui proses keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan
madrasah.
10. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan
pengalaman belajar peserta didik dengan memberi waktu yang cukup untuk
mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran
caturpusat pendidikan (madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
D. Elemen-elemen Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Mata pelajaran Akidah Akhlak mencakup elemen keilmuan yang meliputi akidah, akhlak,
adab, dan kisah keteladanan. Elemen-elemen mata pelajaran Akidah Akhlak:
Elemen Deskripsi
Akidah Akidah berkaitan dengan prinsip kepercayaan yang memperkokoh
keimanan peserta didik dengan melakukan kajian mendalam agar
Elemen Deskripsi
memperoleh pemahaman yang baik, benar, dan komprehensif.
Akidah inilah yang kemudian menjadi landasan dan motivasi
melakukan amal saleh dalam beragama, bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara yang akan bernilai ibadah dan
berdimensi ukhrawi.
Akhlak Akhlak merupakan buah ilmu dan keimanan (akidah). Akhlak
akan menjadi mahkota yang mewarnai keseluruhan elemen dalam
akidah akhlak. Ilmu Akhlak mengantarkan peserta didik dalam
memahami akhlak mulia (mahmudah) dan tercela (madzmumah),
agar bisa menjauhkan diri dari perilaku tercela dan membiasakan
diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam konteks pribadi maupun sosial yang dilandasi atas
kecintaan kepada Allah Swt. (mahabbah fillah).
Adab Adab sebagai wujud implementasi akhlak secara operasional
berupa tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari
baik secara individu maupun sosial yang mencerminkan nilai-nilai
Islam.
Kisah Keteladanan Kisah keteladanan menguraikan kehidupan nabi, rasul, sahabat
nabi, dan orang-orang saleh sebagai teladan dan pelajaran (ibrah)
bagi peserta didik. Pembelajaran kisah keteladanan menekankan
pada kemampuan menganalisis dan mengambil hikmah dari
kehidupan masa lalu yang menginspirasi peserta didik untuk
menyikapi dan menyelesaikan fenomena dan permasalahan
kehidupan masa kini dan yang akan datang.
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Fase C (Kelas V dan VI Madrasah Ibtidaiyah)
Pada akhir fase C, pada elemen akidah, peserta didik mampu memahami al-Asma' al-Husna,
peristiwa hari akhir, qada dan qadar. Pada elemen akhlak, peserta didik mampu
mengungkapkan kalimah tayyibah, menerapkan sifat-sifat terpuji, dan menghindari sifat
tercela dalam kehidupan sehari-hari. Pada elemen adab, peserta didik mampu memahami
nilai-nilai kesopanan dan tata krama terhadap sesama manusia (hablum minannas). Sedangkan
pada elemen kisah keteladanan, peserta didik mampu memahami kisah nabi dan rasul dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari..
Elemen Capaian Pembelajaran
Akidah Memahami al-Asma' al-Husna (al-Qawiyy, al Khabir, al-
Muhyi, al-Mumit, al-Ba'its, al Wahid, al-Ahad as-Samad, al-
Ghaffar, dan al-Waasi’), iman kepada hari akhir (kiamat), qada
dan qadar.
Akhlak Memahami kalimah tayyibah (istighfar, hauqalah, tarji', dan
tahlil) dan akhlak terpuji (sabar, taubat, disiplin, mandiri,
pemaaf, tanggung jawab, adil, dan bijaksana, menyayangi
hewan dan tumbuhan), dan cara menghindari akhlak tercela
(pemarah, fasik, pilih kasih, iri hati, dan egois)..
Adab Memahami adab bertamu, adab kepada tetangga, dan
lingkungan.
Kisah Keteladanan Memahami sikap teguh pendirian, dermawan, tawakkal melalui
kisah Nabi Musa a.s. dan sikap sabar melalui kisah Nabi Isa
a.s.
Mengetahui, Bageloka, Januari 2026
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Syamsul Bahri [Link] Edy Sukran, [Link].I
NIP. 197210042005011001 NIP. 198106032025211008