0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Tugas 3 Ham Meri Aryani

Dokumen ini membahas hubungan antara hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, menekankan pentingnya konversi perjanjian internasional ke dalam konstitusi dan penegakan HAM. Selain itu, dijelaskan perkembangan sejarah HAM di dunia, termasuk peristiwa penting seperti Magna Charta, Revolusi Amerika, dan Revolusi Prancis. Juga dibahas mengenai perlindungan anak melalui undang-undang di Indonesia, termasuk sanksi bagi pelanggar hak anak.

Diunggah oleh

Muhammad Hakiki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Tugas 3 Ham Meri Aryani

Dokumen ini membahas hubungan antara hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, menekankan pentingnya konversi perjanjian internasional ke dalam konstitusi dan penegakan HAM. Selain itu, dijelaskan perkembangan sejarah HAM di dunia, termasuk peristiwa penting seperti Magna Charta, Revolusi Amerika, dan Revolusi Prancis. Juga dibahas mengenai perlindungan anak melalui undang-undang di Indonesia, termasuk sanksi bagi pelanggar hak anak.

Diunggah oleh

Muhammad Hakiki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PKNI4317

HAK ASASI MANUSIA

MERI ARYANI
858 111 263
KELAS 3A
1. Hubungan antara hukum dan HAM , dimaksud setiap negara yang
menghormati HAM merupakan negara hukum dalam arti materiil atau
substansial. Apa maksudnya? Jelaskan argumen saudara!

Jawaban :

Hubungan antara hukum dan HAM, dimaksud setiap negara yang


menghormati HAM merupakan negara hukum dalam arti materiil atau
substansial artinya yaitu secara substansial negara hukum telah mengkonversi
Perjanjian Internasional terkait Hak Asasi Manusia didalam konstitusi negara,
sedangkan secara materiil artinya bagaimana upaya-upaya penegakan Hak
Asasi Manusia oleh Negara. Secara subtansial negara Indonesia sebagai negara
hukum telah mengkonversi perjanjian internasional terkait Hak Asasi Manusia
sebagai bentuk penghormatan Hak Asasi Manusia. Di dalam Pasal 1 Ayat (3)
Undang-undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945) menyatakan bahwa negara
Indonesia adalah Negara Hukum. Salah satu ciri dari Negara Hukum yaitu
adanya hak asasi manusia (HAM) dalam penyelenggaraan negara Indonesia.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Negara Indonesia telah menegaskan
pembelaannya terhadap hak asasi manusia sebagaimana ternyata dalam klausul
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan dalam batang tubuh UUD 1945
yakni pada pasal 27-34. Pada masa pemerintahan Presiden Habibie, Presiden
bersama DPR meratifikasi konvensi PBB yang menentang penyiksaan dan
perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau
merendahkan harkat dan martabat manusia kedalam UU No. 5 Tahun 1998.
Kemudian MPR juga mengeluarkan Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998
tentang HAM, yang ditindaklanjuti dengan keluarnya UU No. 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
2. Dinamika perkembangan HAM baik dalam ranah internasional dan
nasional merupakan perjalanan penting bagaimana HAM ditegakkan dan
diterima sebagai perlindungan bagi setiap individu diseluruh dunia tanpa
terkecuali. Jelaskan perkembangan HAM yang anda ketahui di beberapa
negara di dunia!

Jawaban :

Sejarah HAM atau Hak Asasi Manusia berawal dari dunia Barat
(Eropa).Serorang Filsuf Inggris pada abad ke 17 ,John Locke,merumuskan
adanya hak alamiah (natural right) yang melekat pada setiap manusia,yaitu hak
atas hidup,hak kebebasan dan hak milik. Pada masa itu,hak masih terbatas pada
bidang sipil (pribadi) dan bidang politik. Sejarah perkembangan HAM ditandai
dengan adanya tiga peristiwa penting di dunia Barat, yaitu :

1. MAGNA CHARTA (1215)

Piagam perjanjian anatara Raja John dari Inggris dengan para bangsawan
disebut Magna Charta. Isinya adalah pemberian jaminan beberapa hak oleh raja
kepada para bangsawan beserta keturunannya,seperti hak untuk tidak
dipenjarakan tanpa adanya pemeriksaan pengadilan. Jaminan itu diberikan
sebagai balasan atas bantuan biaya pemerintahan yang telah diberikan oleh para
bangsawan. Sejak saat itu,jaminan hak tersebut berkembang dan menjadi
bagian dari sistem konstitusional Inggris.

[Link] Amerika (1776)

Perang kemerdekaan rakyat Amerika Serikat saat melawan penjajahan Inggris


disebut Revolusi Amerika. Declarational of Independence (Deklarasi
Kemerdekaan) dan Amerika Serikat menjadi negara merdeka pada tanggal 4
Juli 1776 merupakan hasil dari revolusi itu.
3. Revolusi Prancis (1789)

Revolusi Prancis adalah bentuk perlawanan rakyat Prancis kepada rajanya


sendiri (Louis XVI) yang telah bertindak sewenang-wenang dan absolut.
Declaration droits de fhomme et du citoyen (Pernyataan Hak-Hak Manusia dan
Warga Negara) dihasilkan Revolusi Prancis. Pernyataan ini memuat tiga hal:
hak atas kebebasan (liberty), kesamaan (egality), dan persaudaraan (fraternite).
Dalam perkembangannya, pemahaman mengenai HAM makin luas. Sejak
permulaan abad ke-20, konsep hak asasi berkembang menjadi empat macam
kebebasan (The Four Freedom). Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh
Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Rooselvelt.

3.) Reformasi konstitusi khususnya mengenai HAM menegaskan secara


eksplisit bahwa Indonesia adalah negara hukum. Di dalamnya diatur
pengakuan terhadap prinsip supremasi hukum dan konstitusi serta
adanya jaminan-jaminan hak asasi manusia. Jelaskan pendapat saudara!

Jawaban :

Menurut pendapat saya, Negara Indonesia sangat mendukung setiap langkah-


langkah penegakkan hak asasi manusia (HAM). Dukungan ini dapat di lihat
dengan adanya komisi nasional hak asasi manusia (KOMNAS HAM ) akan
tetapi masih ada yang perlu di atur dan di benahi dalam penegakkan HAM di
Indonesia terutama hak Dasar yaitu , hak hidup< karena Negara Indonesia
masih menerapkan hukuman mati yang masih disoroti oleh badan HAM
internasional .
4. Penyelesaian kasus atau sebuah pelanggaran internasional hingga pada
proses pengadilan yaitu melalui beberapa tahapan. Tahapan ini harus
diikuti oleh pihak-pihak yang terlibat dalam peradilan HAM
Internasional. Demikian juga, Beberapa pihak berhak mengadukan kasus
pelanggaran HAM internasional. Pihak-pihak mana yang dianggap
memiliki hak? Jelaskan pendapat saudara!

Jawaban :

Pihak-pihak yang mempunyai hak untuk mengadukan kasus terjadinya


pelanggaran HAM internasional adalah pihak yang mengetahui secara langsung
dugaan pelanggaran HAM ataupun pihak yang mengetahui secara tidak
langsung mengenai dugaan pelanggaran HAM. Sehingga pihak-pihak yang
dapat engadukan kasus terjadinya pelanggaran HAM internasional adalah:

Semua negara anggota yang telah meratifikasi piagam HAM PBB.

Pihak dari organisasi non pemerintah.

Pelaror dari pihak perorangan atau individu.

Pihak dari kelompok masyarakat.


5. Indonesia telah banyak menetapkan peraturan perundangan yang
berspektif HAM dan dilakukan ratifikasi instrumen HAM internasional
yaitu berupa undang-undang, keputusan dan instruksi presiden. Salah
satunya adalah ratifikasi Undang-undang perlindungan untuk anak.
Undang-undang apa saja yang memberi perlindungan anak? Bagaimana
isi Undang-undang ini mengatur?

Jawaban :

Perlindungan anak menurut definisi undang-undang yang berlaku adalah segala


kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat
hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan
harkat martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi(pasal 1 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan
Anak).

Pasal 80 UU Perlindungan Anak

Dalam pasal 80 UU PA memuat sanksi kurungan dan administratif bagi


siapapun yang terbukti melakukan kekejaman, kekerasan, dan ancaman
kekerasan pada anak, dari yang menimbulkan luka berat hingga menyebabkan
anak meninggal dunia.

Pasal 81 UU Perlindungan Anak

Di pasal 81 pada UU PA, mengatur sanksi pidana dan denda bagi siapapun yang
memberikan ancaman kekerasan, membujuk, memberikan tipu muslihat untuk
melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain kepada anak di
bawah umur.

Pasal 82 UU Perlindungan Anak


Pada pasal ini memuat hukuman kepada para pelaku yang melakukan atau
membiarkan tindakan pencabulan kepada anak di bawah umur.

Anda mungkin juga menyukai