Sari Surya
Persediaan
– Merupakan komponen modal kerja yang tingkat likuiditasnya paling rendah yang
jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan
Jumlah dan jenis persediaan tergantung kepada besar dan bentuk perusahaan
Tujuan perusahaan memiliki persediaan:
• Untuk menjamin kelancaran proses produksi
• Untuk menjaga agar aktivitas perusahaan berjalan normal
• Dapat mengatur kegiatan pengadaan, produksi dan penjualan agar lebih fleksibel
• Menjembatani kegiatan pembelian, produksi dan penjualan
• Agar dapat dijangkau oleh dana yang tersedia
• Dapat menghindari terjadinya fluktuasi harga yang meningkat
• Memperkecil kegagalan tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan
• Dapat memanfaatkan kesempatan memperoleh diskon dari supplier
• Dapat mengurangi biaya (efisiensi biaya)
Manajemen persediaan
– Perencanaan dan pengendalian atas persediaan yang dimiliki perusahaan
Tujuan manajemen persediaan:
• Menyediakan persediaan yang diperlukan guna menjamin kelangsungan
operasi perusahaan pada tingkat biaya yang minimal
• Dapat menentukan jumlah pembelian persediaan yang optimal
Biaya yang dipertimbangkan dalam menentukan persediaan optimal:
– Biaya pesan (Ordering Cost)
– Biaya simpan (Carrying Cost)
– Biaya kehabisan persediaan (Stockout Cost)
Trade-off antara resiko, keuntungan, biaya
Biaya pesan (Ordering cost)
Ø Semua biaya yang timbul sebagai akibat pemesanan, yaitu biaya sejak dilakukan
pemesanan hingga pesanan itu sampai digudang
Biaya pesan terdiri atas:
◦ Biaya persiapan (biaya selama proses pemesanan)
◦ Biaya pengiriman dan penanganannya
◦ Biaya penerimaan
◦ Biaya pengecekan
◦ Biaya penempatan bahan kedalam gudang,
◦ Biaya proses pembayaran
◦ Biaya lainnya hingga persediaan siap untuk diproses
Biaya pemesanan jumlahnya tetap setiap kali pemesanan dilakukan
Semakin besar jumlah barang yang dipesan, semakin kecil frekuensi pemesanan,
maka biaya pesan akan semakin kecil pula
Biaya simpan (carring cost)
Ø Biaya modal atas dana yang terikat pada persediaan, yang timbul akibat menyimpan
persediaan selama periode tertentu
Biaya simpan terdiri atas:
Ø Biaya penyimpanan dan penanganan persediaan
§ Biaya sewa gudang
§ Biaya pemeliharaan bahan di gudang
Ø Biaya asuransi
Ø Pajak atas persediaan
Ø Biaya penyusutan/keusangan barang
Biaya simpan berubah seiring dengan perubahan rata-rata persediaan yang
disimpan
Biasanya dinyatakan dalam persentase tertentu dari nilai persediaan
Biaya kehabisan persediaan (stockout cost/cost of running short)
Ø Biaya yang timbul pada saat perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan karena persediaan
yang tidak cukup,
Biaya kehabisan persediaan terdiri dari :
Ø Biaya pesan secara cepat
Ø Biaya produksi karena adanya operasi ekstra
Ø Biaya kehilangan keuntungan karena langganan memutuskan untuk pindah kepada perusahaan
pesaing
Ø Kehilangan goodwill pelanggan
Ø Biaya akibat kemacetan jadwal produksi
Semakin kecil jumlah persediaan semakin besar kehabisan persediaan, dan sebaliknya,
asumsi faktor lain tetap
Biaya kehabisan persediaan =
Ø biaya kehabisan persediaan per unit x jumlah unit persediaan yang habis x probabilitas kehabisan
persediaan dalam 1 periode x perputaran persediaan per tahun
Economical Order Quantity (EOQ)
– Metode untuk menentukan tingkat persediaan yang optimal.
– Jumlah persediaan yang harus dipesan dengan biaya yang minimal
Asumsi:
– permintaan akan bahan di masa datang dapat diketahui dengan relatif pasti
dan konstan dari waktu ke waktu
– lead time (waktu tunggu) dapat diketahui pasti.
Dengan demikian, EOQ ini mengabaikan biaya kehabisan bahan
(stockout cost)
EOQ (jumlah pesanan ekonomis)
2SO
Q
C
Dimana:
◦ Q = EOQ (jumlah pesanan ekonomis)
◦ C = biaya simpan per unit
◦ S = kebutuhan setiap periode
◦ O = biaya pesan
• Total biaya persediaan / Total Inventory Cost (TIC):
Q S
Total Biaya TIC C O
2 Q
• Dimana:
– Q/2 = Rata-rata persediaan
– (Q/2) C = Total biaya simpan
– S/Q = Banyaknya/frekuensi pemesanan dalam 1
periode)
– (S/Q) O = Total biaya pesan
• Semakin banyak jumlah pemesanan, biaya simpan akan semakin tinggi, sebaliknya, biaya
pesan lebih kecil
• Semakin sedikit jumlah pemesanan, biaya simpan juga akan semakin kecil, tetapi biaya
pesan semakin besar
• Jadi, TIC mula-mula akan turun dengan semakin besarnya jumlah pemesanan, tetapi pada
sampai pada 1 titik, total biaya akan meningkat
• Titik pada saat TIC terendah menunjukkan besarnya jumlah persediaan yang optimal (EOQ)
Reorder Point (ROP/titik pemesanan kembali)
– yaitu saat dimana harus diadakan pemesanan lagi.
Perusahaan akan melakukan reorder point bila persediaan yang ada hanya cukup untuk beroperasi
selama waktu menunggu (lead time) hingga pesanan tiba.
2 Faktor yang menentukan Reorder Point:
• Penggunaan bahan selama lead time.
Merupakan masa tunggu sejak pesanan dilakukan sampai bahan tersebut tiba di perusahaan”.
• Safety stock; persediaan minimal yang ada dalam perusahaan
ROP = Penggunaan persediaan setiap hari x Lead Time
ROP = (Q / jumlah hari persediaan) x Lead Time
Jumlah hari persediaan = 360 hari / frekuensi pemesanan dalam setahun
Q akan habis sebanyak sekian hari. Di titik persediaan sejumlah tertentu
(ROP), perusahaan akan memesan persediaan sebanyak Q dan
menunggu selama sekian hari (Lead time). Pada saat persediaan selama
masa tunggu (LT) habis, persediaan baru (Q) datang.
Apabila setiap periode tidak pasti, maka perusahaan perlu
mempertahankan persediaan pengaman (safety stock) agar
ketidakpastian atau keterlambatan datangnya pesanan yang baru dan
pemakaian bahan tidak mengganggu operasi perusahaan.
Model EOQ dapat digunakan dengan asumsi:
Jumlah penjualan atau kebutuhan persediaan dalam 1
periode dapat diketahui pasti
Biaya penyimpanan per unit per periode tetap
Biaya pemesanan untuk setiap kali pesan tetap
Harga per satuan barang tetap
Barang yang dipesan datang tepat waktu
Barang yang dibutuhkan harus selalu tersedia di pasar
Metode ABC
– Metode ini menggolongkan persediaan berdasarkan nilai (Rp) dan
kuantitas (jumlah)
Just In Time (JIT)
– metode yang bertujuan meminimalkan nilai persediaan (hingga nol
unit)
– dalam metode ini, persediaan datang hanya beberapa jam sebelum
masuk proses produksi
Sistem pengendalian komputer (komputerisasi)
Outsourcing