Basic Machine Element BME
Basic Machine Element BME
Dengan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
kesempatan dan kemampuan kepada kami, sehingga buku pegangan “Basic
Machine Element” untuk junior mekanik & calon mekanik bisa tersusun.
Harapan kami semoga buku ini bisa bermanfaat bagi junior mekanik & calon
mekanik dalam mengikuti training Basic Mahine Element dan memudahkan dalam
memahami cara penggunaan material suplement yang benar sesuai dengan
prosedur serta peraturan keselamatan kerja. Dengan demikian bisa diaplikasikan
dengan baik setelah berada di lapangan nanti.
Seperti pepatah mengatakan, ”Tiada Gading Yang Tak Retak”, dengan kerendahan
hati maka kami menyadari bahwa buku ini masih kurang sempurna. Untuk itu kami
sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca, demi
kesempurnaan buku pegangan di waktu yang akan datang.
Akhirnya penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu sehingga terselesaikannya buku ini
Desember 2022
Team Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PERISTILAHAN / GLOSSARY
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
A. Deskripsi .................................................................................................................... 1
B. Prasyarat .................................................................................................................... 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul...................................................................................... 1
D. Tujuan Akhir ............................................................................................................... 2
E. Kompetensi ................................................................................................................ 3
BAB II PEMBELAJARAN ..................................................................................................... 5
A. Rencana Belajar Peserta............................................................................................ 5
B. Kegiatan Belajar Peserta Diklat .................................................................................. 6
Kegiatan Belajar [Link] Materials ................................................................................. 7
Coating Materials ............................................................................................................ 7
Rangkuman Materi ....................................................................................................... 16
Kegiatan Belajar 2. Fasteners ......................................................................................... 17
Definisi Fasteners, Bolt, Nut, Screw, Rivet, Stud, Washer ............................................ 18
Key, Flat Metal Lock, Pin, Lock, Spring Clip, Snap Ring ............................................... 34
Cable & Tube, Plastik Strap, Clamp, Spacer & Shim ................................................... 39
Rangkuman Materi 2 .................................... ................................................................. 42
Kegiatan Belajar 3. Bearing .............................................................................................. 43
Bearing ......................................................................................................................... 44
Rangkuman Materi 3........................................................................................... ...48
Kegiatan Belajar 4. Seal dan Gasket ................................................................................ 49
Seals & Gaskets ........................................................................................................... 50
Pemasangan Seals & Gaskets ..................................................................................... 58
Rangkuman Materi .......................................................................................................... 6 6
Bearing: berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat
bagian yang saling berputar.
Belt: Pemindah tenaga melalui kontak antara belt dengan pulley penggerak dan pulley yang
digerakkan.
Bolt: fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut.
Clamp: digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam.
Fasteners: pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa parts atau
komponen menjadi suatu komponen assembly.
Gasket: mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang kontaknya terhadap
komponen yang dirakit dan bersifat static.
Key: pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft.
Leverage/Mechanical lever : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah
gerakan dan gaya.
Nut: merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt.
Pin: digunakan sebagai fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci
(lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan.
O-ring: berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada.
Screw: merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt
atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil.
Seal: digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan
terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan.
Snap ring: merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau
penahan (retainer),
Stud: merupakan salah satu jenis fasteners berupa steel rod yang memiliki thread pada
kedua ujungnya.
Tensile strength: Kekuatan tarik dari suatu bahan.
Thread: Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine
thread).
Washer: merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts
atau komponen yang diikat.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul Basic Machine Element membahas tentang pengetahuan dasar elemen mesin
yang harus dimiliki oleh seorang calon mekanik khususnya mekanik di bidang alat berat.
Tujuan dari modul ini adalah agar mekanik memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam
membentuk kompetensi mengetahui nama , lokasi, serta fungsi elemen-elemen mesin.
Modul ini terdiri dari 6 kegiatan belajar meliputi:
1. Coating Material
2. Fasteners
3. Bearing
4. Seal & Gasket
B. Prasyarat
Sebelum memulai modul ini, anda harus sudah menyelesaikan modul-modul yang harus
dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul.
D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini
peserta diharapkan:
“Mampu mendeskripsikan nama, fungsi, lokasi, serta aplikasi penggunaan
komponen / elemen dengan tepat dan benar”
E. Kompetensi
Modul ini membantu peserta dalam membentuk kompetensi mengetahui nama,
lokasi, serta fungsi elemen-elemen dengan tepat dan benar.
Kriteria Kelulusan
Kehadiran minimal 90 % dari total jam pembelajaran.
Evaluasi akhir
a. Nilai minimal test teori : 70
b. Nilai minimal test praktek : 70
Pemberian Sertifikat
Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.
Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat
kehadiran minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.
F. Daftar Pustaka
2. Fasteners
3. Bearing
KEGIATAN BELAJAR I
Tujuan Kegiatan Belajar 1
Coating Materials
Ranah
Elemen Kegiatan Kompetensi
Indikator Keberhasilan
Kompetensi Pembelajaran
P K S
Dapat menjelaskan definisi,
Coating
Coating Materials fungsi, jenis-jenis coating material
Materials
serta aplikasi penggunannya
A. Adhesive
Adalah bahan perekat yang tujuannya untuk merekatkan dua material agar terikat
dengan kuat. Dalam dunia alat berat adhesive sangat dibutuhkan untuk
mendapatkan kekuatan ikatan suatu part (misal: kekencangan bolt pada drive
shaft, dsb) dengan beban getaran dan puntiran yang sangat kuat agar ikatan bolt tidak
mudah terlepas. Untuk menjamin ikatan kekencangan suatu bolt digunakan thread lock.
Dibawah ini beberapa contoh dari thread lock yang sering dipergunakan pekerjaan
remove & install.
1. Product Komatsu :
a. LT-1A
Digunakan untuk mencegah rubber gaskets, rubber cushions, dan cock plug agar
tidak terlepas
Gambar 1. 2 LT-1A
7
Gambar 1. 3 LT-2
Gambar 1. 4 LT-4
f. Holtz MH (750-790-126-9120)
Digunakan sebagai penyekat anti panas pada saat memperbaiki engine
g. Three bond 1735 (790-129-9140)
Perekat dengan tipe cepat mengeras. Waktu pengeringan : antara 5 detik
sampai 3 menit. Digunakan sebagai perekat bahan metal, karet, plastic, dan kayu.
Gambar 1. 9 LG -1
b. LG-3 (790-129-9070)
Fitur : Tahan terhadap panas. Digunakan sebagai penyekat untuk permukaan
10
Gambar 1. 10 LG -4
d. LG-5 (790-129-9080)
Digunakan sebagai penyekat untuk bermacam-macam thread (ulir), sambungan
pipa, dan flange. Digunakan sebagai penyekat untuk plugs yahg berbentuk tirus,
elbows (siku), nipples dari pipa hidrolik.
e. LG-6 (09940-00011)
Fitur: berbentuk silicon, tahan terhadap panas dan dingin. Digunakan sebagai untuk
permukaan flange, thread (ulir). Digunakan sebagai penyekat untuk oil pan, final
drive case, dll. Tidak bisa digunakan pada cooper alloy. Operating temperature:
-60 °C s.d. 230 °C
Gambar 1. 11 LG -6
11
Gambar 1. 12 LG – 7
12
13
14
3. Jangan Menggerakkan cover setelah dipasang karena liquid gasket dapat rusak.
4. Berikan lagi liquid gasket bila cover kemudian dilepas lalu dipasang kembali.
15
5. Gasket sealant Menutup kebocoran dan lebih efektif dari pada gasket biasa, karena
kontak metal ke metal lebih rapat, hanya mengisi jalur yang bocor.
16
Fasteners Key, flat metal lock, Dapat menjelaskan Key, flat metal
pin, snap ring, spring lock, pin, snap ring, spring clip
clip. serta aplikasi penggunaannya
17
A. Bolt
Gambar 2. 1 Bolt
Bagian-bagian Bolt:
Bolt mempunyai jenis ulir yang berbeda yaitu ulir halus dan ulir kasar. Bolt dibuat dari
bahan-bahan dan kekuatan yang berbeda, ukuran pitch dengan cara mencetak baja
beraturan. Secara umum bolt dibuat dari sebatang baja, baja tahan karat (stainless steel)
atau kuningan dimana salah satu ujungnya mempunyai drat dan ujung lainnya
mempunyai kepala. Kepala bolt mempunyai standard ukuran sesuai urutan kunci agar
bolt dapat diputar dengan menggunakan kunci.
18
19
1. Bolt Identification:
a. Unified.
20
1
20 UNC - 24 x 3
2
b. Metric.
Pada standarisasi metric, ukuran ulir ditentukan dengan ukuran jarak antara puncak
ulir terdekat. Notasi yang digunakan untuk menyatakan ukuran ulir metric adalah
sebagai berikut:
21
½” x 1 ½ = ¾” (minimum)
22
5. Jenis-jenis Bolt
a. Drilled End Bolt
Drilled End Bolt mempunyai sebuah lubang pada ujung bolt, Castelled nut, Cotter
pin, spacer atau washer. Karakteristik Drilled End Bolt sama dengan Standard
bolt, tambahan pada drilled end bolt adalah sebuah lubang menembus dekat ujung
bolt, lubang adalah bagian dari ulir bolt. Lubang ini memberikan gambaran type dari
bolt.
23
Alat pengancing ini digunakan bilamana nut dan bolt dikencangkan pada minimum
torque atau di sana ada bahaya jika nut dapat kendor selama operasi. Bolt ditaruh
melalui komponen-komponen yang akan dipegang dan sebuah castelled nut atau
slotted hex nut dipasang pada ujung bolt dan dikencangkan sesuai torque yang
benar, jika lubang pada bolt tidak sebaris dengan slots pada nut, nut dikencangkan
lagi hingga keduanya satu baris (sejajar).
Kemudian cotter pin dipasang melalui lubang pada ujung bolt dan slot pada nut
kemudian salah satu atau kedua ujung cotter pin dilipat atau dibengkokkan terhadap
nut, hal ini akan memegang nut tetap pada posisi yang sama pada bolt jika di sana
timbul getaran selama operasi.
Note: Gunakan drilled end bolt dengan ukuran yang benar untuk pekerjaan yang akan dilakukan.
Jangan mengendorkan castellated atau slotted nut untuk mensejajarkan antara slot dan lubang
pada ujung bolt. Untuk mendapatkan kelurusannya harus dengan mengencangkan nut. Gunakan
24
c. Plow Bolt
Plow bolt mempunyai kepala bundar bila dilihat dari atas. Bagian atas kepala
mempunyai permukaan rata atau membusur. Ada juga mempunyai sisi tirus dari
ujung atas menuju bagian yang ada ulir. Di bagian bawah sisi tirus ada sisi rata
empat persegi. Sisi-sisi empat persegi secara umum mempunyai panjang yang
sama dengan diameter bolt. Panjang grip diukur dari pinggir atas kepala bolt ke
permulaan ulir. Panjang bolt diukur dari pinggir atas kepala bolt ke ujung bolt.
Panjang kepala bolt diukur dari pinggir atas ke bagian bawah sisi empat persegi.
Gambaran dari sebuah Plow bolt akan mengingatkan gambaran standard bolt plus
diameter kepala, ukuran sisi empat persegi, panjang dan sudut tirus dari kepala bolt.
Alat pengikat jenis ini digunakan untuk menjaga agar permukaan bebas dari kepala
bolt yang besar. Sebagai contoh adalah pengikat cutting edge motor grader. Tanah
harus menggulung halus di atas bagian bagian yang dikancing.
Dalam komponen pertama dimana Plow bolt dimasukan harus mempunyai lubang
dengan sisi tirus dan bawahnya empat persegi cocok atau pas dengan kepala plow
bolt. Lubang ini tidak akan memperbolehkan plow bolt ikut berputar saat dikunci dan
bagian atas kepala bolt tidak dapat dipegang dengan kunci. Pembuatan plow bolt
dan nut Caterpillar adalah di heat treated untuk tambahan kekuatan. Hardened
washer secara umum digunakan dengan plow bolt.
25
Alat pengikat ini digunakan dalam pemakaian dimana tidak cukup tempat untuk
kunci-kunci dan type bolt-bolt lainnya, juga dapat digunakan dalam lubang atau
pemakaian lainnya dimana ukuran kepala bolt yang kecil adalah suatu
[Link] hex socket atau allen wrench (kunci L) yang cocok dengan lubang
hex dalam kepala bolt dapat digunakan untuk memutar hex Socket hex Bolt.
Note : Gunakan Hex socket head bolt ukuran yang benar untuk pekerjaan yang
dilakukan. Yakinkan bahwa kunci hex yang digunakan masuk ketat ke dalam
lubang hex dalam kepala bolt. Jangan gunakan Hex socket head bolt jika ada
B. NUT
1. Hex Nut
Hex Nut biasanya dibuat dari steel, stainless steel, atau brass. Sebuah lubang bulat
tembus melalui bagian tengah nut mempunyai ulir (internal thread). Sisi sisi Hex nut
mempunyai enam permukaan persegi empat. Ukuran dari hex nut adalah sama dengan
kepala bolt dimana dia dipakai. Untuk menemukan jarak ulir (thread pitch) dari sebuah
hex nut adalah dengan menggunakan alat ukur ulir (thread pitch gauge).
Tepi sisi-sisi luar bagian atas dan bawah bolt di chamfer. Beberapa nut mempunyai
permukaan washer kecil. Hex nut adalah type yang paling umum digunakan pada
peralatan Caterpillar. Hex nut digunakan pada ujung bolt atau stud. Komponen-
komponen dipegang diantara bolt atau stud dan nut bilamana nut diputar dikencangkan
nut akan menekan mereka. Permukaan washer kecil dari nut harus menahan
komponen-komponen yang dipegang oleh nut. Nut harus dikencangkan sesuai torque
yang benar dan bila nut dikencangkan, satu atau dua ulir bolt harus keluar dari
permukaan nut untuk kekuatan maksimum.
2. Wing Nut
Wing nut mempunyai badan dengan dua sayap pada sisi yang berlawanan. Kedua
sayap ini harus cukup besar untuk dapat memutar nut kencang dengan menggunakan
jari-jari. Kedua sayap biasanya membentuk garis grafik menjauh dari komponen yang
dipegang oleh Wing nut. Lubang dan ulir dibuat melalui bagian tengah body wing nut.
Biasanya alat pengikat ini digunakan untuk memegang komponen - komponen
penutup dimana dibuka secara teratur untuk service oleh operator.
27
Wing nut dapat digunakan hanya untuk pemakaian dimana jumlah torque pada
pengikatan adalah tidak penting. Wing nut hanya dikancing sekuat tangan. Suatu
keuntungan dari wing nut adalah tidak membutuhkan peralatan untuk membuka.
Kebersihan ulir adalah sangat penting bila menggunakan wing nut.
3. Acorn Nut
Acorn nut adalah sangat menyerupai hex nut dengan sebuah penutup di atasnya.
Bagian atas nut mempunyai tutup bundar (dome) tanpa lubang, mempunyai enam sisi-
sisi rata dan pada bagian bawah mempunyai permukaan washer. Sebuah lubang bulat
dengan ulir adalah dibuat melalui bagian bawah nut, lubang tersebut tidak tembus ke
bagian atas acorn nut. Alat pengikat ini digunakan bilamana ujung sebuah bolt atau
stud harus pakai tutup. Acorn nut hanya dapat diputar hingga ujung bolt menyentuh
bagian tutup lubang dalam nut. Untuk alasan ini, bolt atau stud harus cukup pendek
sehingga acorn nut akan dapat dikencangkan menahan komponen- komponen yang
dipegang tanpa menyentuh ujung lubang. Nut ini dapat membantu mencegah hal yang
merugikan bilamana ujung bolt dipukul. Acorn nut dapat juga melindungi ulir pada ujung
bolt.
28
5. Self-Locking Nut
Self locking nut secara umum serupa dengan hex nut dengan di sekitar bagian atasnya
banyak menyerupai castellated nut, pada bagian atas nut dapat dipotong sebagian
melingkar agar bagian atas nut dapat ditekuk sedikit terhadap pertengahan nut. Type
kedua dari self locking nut adalah mempunyai bahan elastic tanpa ulir di bagian atas
nut. Type ketiga dari self locking nut adalah memakai out-of-round hole mengganti
bentuk dari ulir bolt sesuai nut jika dikencangkan.
Type dari nut akan memegang bolt atau stud sehingga tidak akan berputar
sementara beroperasi. Bilamana sedang menggunakan sebuah self-locking nut adalah
bukan berarti alat alat pengikat lainnya umumnya perlu menggunakan locking. Nut-nut
ini akan digunakan pada suatu pemakaian dimana tidak akan dapat terjadi
kelonggaran atau lebih kencang. Nut-nut ini akan tetap dalam satu posisi dimana
mereka dipasangkan.
29
Alat pengancing ini digunakan untuk memegang bagian-bagian metal yang tidak
mempunyai beban yang tinggi. Dengan thread forming screw, lubang screw tidak
membutuhkan ulir (internal thread) sebelum di-assemble. Diameter dari lubang harus
sedikit lebih kecil dari pada diameter screw. Ulir dalam akan dibuat sesuai screw bila
screw diputar masuk ke dalam lubang. Bilamana menggunakan lubang dengan ulir
akan membuat thread forming screw lebih mudah masuk dengan lurus.
2. Set Screw
Set screw dibuat dari baja heat treated. Screw umumnya mempunyai kepala persegi,
hex head atau tanpa kepala. Set screw tanpa kepala mempunyai sebuah slot atau hex
socket pada satu ujung. Ujung yang lain mempunyai bentuk yang cocok sesuai
penggunaan set screw. Bentuknya dapat bulat, rata, cup atau cone. Diantara kedua
ujung set screw ada ulir external.
30
Alat pengikat ini digunakan untuk memegang dua atau lebih komponen- komponen
bersama-sama dengan beban yang kecil dan komponen yang paling ujung harus
mempunyai lubang dengan ulir yang sama dengan ulir screw yang digunakan. Nut, lock
washer dan flat washer dapat digunakan dengan machine screw.
D. Rivet
Gambar 2. 27 Rivet
Rivet adalah dibuat dari metal lunak (soft metal rod), mempunyai satu kepala di satu ujung
rivet dan ujung lainnya adalah lurus (shank end). Ukuran atau size dari rivet akan
ditentukan berdasarkan diameter dari shank, panjang shank dan bentuk kepala. Alat
pengikat ini digunakan untuk memegang dua atau lebih komponen secara bersama-
sama. Rivet dipasang melalui lubang-lubang yang telah disediakan dalam komponen-
komponen kemudian ujung rivet yang lurus dikeling atau dibentuk menyerupai kepala
rivet. Sebuah riveting machine, rivet set atau ball peen hammer dapat digunakan untuk
membentuk ujung shank hingga rivet akan mempunyai dua kepala dan memegang
komponen-komponen dengan pas. Suatu assembly yang tidak pas (kuat) akan dapat
menyebabkan rivet menjadi patah.
31
Gambar 2. 28 Stud
Stud digunakan untuk memegang dua atau lebih komponen bersama-sama. Satu ujung
stud dapat diputar masuk ke dalam lubang berulir dalam satu komponen, umumnya ujung
stud yang masuk ke dalam komponen adalah yang berbentuk taper . Bila stud sudah
kencang masuk di dalam lubang berulir pada komponen, komponen kedua dengan lubang
tanpa ulir dapat masuk kemudian ditahan dengan nut pada ujung stud.
Biasanya penggunaan stud adalah pada bagian atas dari cylinder block sebuah engine
dan pada bagian exhaust dari sebuah cylinder head. Beberapa stud tidak berbentuk
taper (tirus) dan dipegang kuat dalam satu komponen sebab diameter ulir stud sedikit
lebih besar dari diameter lubang berulir, type stud ini disebut “Interference fit“ stud.
Note: Selalu gunakan peralatan yang benar untuk memasang dan membuka stud.
Yakinkan bahwa stud yang digunakan adalah benar pada masing-masing pemakaian.
Beberapa stud mempunyai karakter khusus seperti Drilled hole, Special material dan
F. Washer
1. Flat Washer
Flat washer adalah sebuah metal rata dipotong berbentuk bulat. Di tengah
washer ada lubang bulat. Sifat-sifat dari flat washer adalah bervariasi sesuai material,
kekerasannya, kehalusan, kualitas dan ukurannya. Secara umum material dari Flat
washer dibuat dari steel, brass atau aluminium. Ketebalan dari washer adalah jarak
antara kedua sisi yang datar, lebar washer adalah diukur diameter luar dari washer.
Ukuran dari bolt yang digunakan dengan Washer adalah sama sesuai dengan
gambaran ukuran lubang dalam washer.
32
Hard washer digunakan sama dengan penggunaan flat washer lainnya, dapat juga
digunakan bilamana diameter lubang lebih besar dari diameter bolt yang melaluinya,
hard washer tidak akan bengkok seperti soft washer bila torque pada bolt atau nut
benar. Hard washer harus digunakan pada bolt atau nut yang dikencangkan pada
torque yang tinggi.
3. Lock Washer
33
Pada sisi luar shaft ada axial groove sebagai keyslot dan pada sisi dalam lubang
komponen yang akan dipegang, ada juga groove sebagai keyway. Komponen
dipasang ke shaft hingga keyslot dan keyway adalah sejajar. Kemudian bar key dapat
dimasukkan ke dalam keyslot dan keyway. Sebuah hammer lunak dapat digunakan
untuk memasang bar key pada posisinya.
34
35
Roll pin adalah sebuah baja bulat kecil memanjang. Pin ini melingkar dan terbuka satu
sisinya, tidak solid pin, dia dapat dibuat lebih kecil melingkar. Roll pin mempunyai
tenaga spring melingkar ,mempunyai chamfer pada kedua ujung roll pin. Roll pin
digunakan untuk menahan komponen komponen supaya tidak pindah atau berubah
arah dari roll pin. Roll pin adalah dipegang oleh satu atau lebih lubang- lubang.
Dan diameter lubang-lubang ini harus lebih kecil dari diameter roll pin sebelum dipress.
Sebuah hammer lunak dapat digunakan untuk memasukan roll pin ke lubang. Untuk
membuka sebuah roll pin dapat menggunakan drift punch yang diameternya sedikit
lebih kecil dari diameter luar roll pin.
2. Clevis Pin
Clevis pin adalah sebuah metal bulat memanjang dan salah satu ujungnya mempunyai
kepala bundar dan sisi ujungnya rata, pada ujung lainnya ada lubang bulat dibor dekat
ujung pin. Tepi ujung pin mempunyai chamfer. Panjang clevis pin diukur dari bawah
kepala pin hingga ujung pin.
Clevis pin digunakan untuk memegang dua komponen bersama-sama dimana salah
satu komponen harus bebas bergerak di sekitar pin. Komponen-komponen yang
dipegang mempunyai lubang lubang yang sejajar. Clevis pin dengan diameter yang
cocok dimasukkan melalui lubang, kepala pin akan menahan satu sisi komponen dan
satu sisi lainnya sebelah ujung pin dapat ditahan dengan cotter pin.
36
Pengikat ini digunakan untuk memegang dua komponen bersama-sama. Taper pin
umumnya dapat memegang lebih ketat dari pada type pin lainnya. Bentuk taper dapat
membantu kesejajaran (alignment) dari komponen-komponen untuk assembly. Sebuah
taper pin harus didorong ketat masuk ke dalam lubang pin. Membuka atau mencabut
taper pin dapat menggunakan sebuah pin punch dari ujung yang lebih kecil. Taper pin
dapat dipakai berulang kali, asalkan masih cocok dan pas.
4. Dowel Pin
Dowel pin dibuat dari sebagian dari sebatang metal (metal rod), diameter pin adalah
sama di semua lokasi dari ujung ke ujung pin dan sisi–sisi pin dibuat halus, kedua
ujung pin umumnya ada chamfer. Ukuran atau size dari dowel pin ditentukan melalui
diameter dan panjang pin.
Dowel pin adalah digunakan untuk membantu dalam kesejajaran dari bagian- bagian
komponen. Pin adalah dipress ketat ke dalam lubang-lubang dalam satu komponen.
Komponen kedua dengan lubang sedikit lebih besar akan dapat masuk membuat
sejajar melalui pin. Dowel pin umumnya tidak cabut dari satu komponen yang
mana dimasukkan dengan cara dipress.
37
Cotter pin dibuat dari metal lunak, mempunyai dua kaki parallel (prong) dan sebuah
mata pada satu ujung. Prong dapat dibuat sama atau berbeda panjang, dapat juga
dibuat satu mata atau lebih dalam satu cotter pin. Ukuran atau size dari cotter pin akan
dapat digambarkan sesuai diameter lubang dimana cotter pin digunakan, panjangnya
diukur dari bawah mata hingga ujung prong yang terpendek dan bentuk ujung prong.
Cotter pin adalah digunakan dengan “ drilled end bolt dan clevis pin”. Cotter pin
dipasang melalui lubang dalam sebuah drilled end bolt atau clevis pin. Cotter pin
didorong hingga mata cotter pin berhubungan dengan pinggir lubang, kemudian ujung
prong ditekuk menahan pengikat. Prong harus diluruskan bila hendak mencabut cotter
pin.
D. Snap Ring
Snap ring dibuat dari baja per (spring steel) berbentuk lingkaran (circle) yang tidak tertutup
di satu lokasi. Rings yang cocok masuk ke dalam external grooves adalah external
snap rings dan ring yang cocok masuk ke dalam internal grooves adalah internal snap
ring. Beberapa snap ring mempunyai sebuah lubang kecil pada masing- masing sisi ujung
ring, lubang kecil ini dibuat agar supaya pliers snap ring dapat digunakan untuk membuka
dan memasang snap ring. Alat pengikat ini digunakan untuk memegang atau membatasi
gerakan dari pin atau shaft. Sebuah external snap ring akan cocok masuk di sebuah
groove di sekeliling sebuah pin atau shaft dan internal snap ring akan cocok masuk
dalam sebuah groove di sekeliling sebuah lubang. Snap ring expansion atau compression
akan digunakan untuk memasang snap ring dalam posisinya.
38
Alat pengikat ini digunakan untuk memegang pin pada posisinya, pin mempunyai parit
(groove) di lokasi dimana dia dipegang oleh spring clip. Spring didorong pas masuk ke
dalam groove dalam pin. Spring clip dengan satu prong lurus digunakan bila pin
mempunyai lubang (drilled hole) dan prong lainnya memegang pada bagian luar pin.
39
B. Plastic Strap
Plastic strap atau wrap tie adalah flexible plastic strap dengan sebuah mata pada satu
ujung, di bagian dalam mata ada lock metal yang membolehkan strap masuk melalui mata
hanya satu arah. Setelah plastic strap ditarik pada posisi yang diinginkan, strap tidak akan
dapat ditarik lagi kembali keluar atau dikendorkan. Plastic strap mudah dipotong dengan
diagonal plier.
Plastic strap dapat digunakan untuk mengikat beberapa wire atau cable dipegang berupa
group. Plastic dipasang melalui mata dan ditarik hingga kuat melingkari wire.
C. Clamps
Clamp digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam, clamp
digunakan sebagai pengikat agar tidak terjadi kebocoran cairan atau udara, clamp ini
disebut hose clamp. Bentuk clamp lain yang digunakan adalah wire rope clamp yang
digunakan sebagai clamp untuk penyambungan wire rope. Gambar berikut menunjukkan
berbagai jenis clamp.
Gambar 2. 47 Clamp
40
Gambar 2. 48 Spacer
Spacers dan Shim digunakan untuk memberikan jarak tertentu antara dua komponen
yang diikat bersama-sama. Beberapa spacer atau shim dengan ketebalan yang
berbeda dapat digunakan bersama-sama untuk mendapatkan jarak tertentu yang
dibutuhkan. Sebelum spacer atau shim digunakan harus diyakinkan bersih dan tidak
bengkok. Material dari luar yang nempel pada permukaan shim dapat menyebabkan
ketebalan yang tidak merata. Bila beberapa shims akan digunakan biasanya yang tipis
ditaruh diantara yang lebih tebal.
41
42
Ranah
Elemen Kegiatan Kompetensi
Indikator Keberhasilan
Kompetensi Pembelajaran
P K S
Dapat menjelaskan definisi,
Bearing Bearing fungsi, jenis jenis bearing, serta
cara pemasangan bearing
43
Gambar 3. 1 Bearing
Bearing adalah suatu komponen yang berfungsi untuk mengurangi gesekan pada
machine atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu
dengan yang lainnya. Bila gerakan dua permukaan yang saling berhubungan
terhambat, maka akan menimbulkan panas. Hambatan ini dikenal sebagai gesekan
(friction). Gesekan yang terus-menerus akan menyebabkan panas yang makin lama
semakin meningkat dan menyebabkan keausan pada komponen tersebut. Gesekan yang
tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada komponen dan alat tidak bisa bekerja.
A. FUNGSI BEARING
1. Mengurangi gesekan, panas dan aus.
2. Menahan beban shaft dan machine.
44
45
a. Ball Bearing
Ball bearing hanya memiliki dua macam race yaitu split race dan continous race
bearing. Ball bearing memiliki 4 macam race yaitu:
1) Conrad bearing
2) Full type bearing
3) Split race bearing2
4) Angular contact bearing race
46
c. Needle Bearing
Needle Bearing memiliki elemen gelinding berdiameter kecil atau berbentuk jarum,
karena bentuknya tersebut maka needle bearing banyak digunakan untuk tempat
dengan ruang terbatas.
Jenis needle bearing meliputi:
1) Radial Load Bearing
2) Thrust Load Bearing
Bearing adalah suatu komponen yang berfungsi untuk mengurangi gesekan pada
machine atau komponen-komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu
dengan yang lainnya
FUNGSI BEARING
Mengurangi gesekan, panas dan aus.
Menahan beban shaft dan machine.
Menahan radial load dan thrust load.
Menjaga toleransi kekencangan.
Mempermudah pergantian dan mengurangi biaya operasional.
48
Ranah
Elemen Kompetensi
Kegiatan Pembelajaran Indikator Keberhasilan
Komptenesi
P K S
Seal dan Gasket Dapat menjelaskan definisi,
fungsi dan jenis seals serta
Seals dan
gasket
Gasket
Pemasangan seal dan Dapat menjelaskan aplikasi
gasket penggunaan seal dan cara
pemasangan gasket
49
Gambar 4. 1 Seal
Untuk memperhalus pengoperasian dan mengurangi keausan, hampir semua gear dan
bearing memerlukan pelumasan yang terus-menerus. Maka untuk menjaga keberadaan
pelumas di sekeliling komponen-komponen yang bergerak dan menjaga agar cairan
pelumas tersebut jangan sampai keluar dan menjaga agar kotoran dan debu jangan
masuk ke sistem maka diperlukan seal.
A. Fungsi Seal
1. Menjaga kebocoran pelumas (lubrikasi).
2. Menjaga kotoran dan material lain masuk ke sistem.
3. Memberikan batasan cairan supaya tidak tercampur.
4. Lebih fleksibel terhadap komponen yang bergerak dan tidak bocor.
5. Melapisi permukaan yang tidak rata.
6. Komponen tidak cepat rusak.
50
51
3. Double Lip: Lip seal menghadap berlawanan arah dengan tambahan spring loaded
pada kedua sisi atau salah satu sisi saja. Seal ini digunakan sebagai sealing terhadap
cairan pada lip yang dilengkapi spring loaded, sedangkan sisi lip yang lain melakukan
saling terhadap debu atau partikel.
4. Dual Lip: Lip seal menghadap berlawanan arah dan memiliki spring loaded pada kedua
sisinya. Digunakan sebagai sealing terhadap pelumas kental pada salah satu sisi dan
sebagai sealing terhadap cairan pada sisi yang lain.
52
Packing dibedakan atau digolongkan menjadi dua tipe yaitu compression packing dan
molded packing.
1. Compression packing membentuk ketika packing tersebut dipasang dan tertekan
antara alur poros dan housing. Gaya tekan mengakibatkan packing mengambang
sealing terhadap alur pada poros maupun terhadap housing. Terdapat tiga jenis
compression packing yaitu: fabric (serat), metallic dan plastic. Gambar berikut
menunjukan bentuk compression packing.
2. Molded packing merupakn dynamic seal, terdiri dari dua tipe yaitu Lip Type dan
Squeeze Type. Jenis-jenis Lip type yaitu flange, cup, u-cup, u-ring, dan v-ring. Jenis
Squeeze type adalah o-ring dalam berbagai bentuk. Lip type packing melakukan
sealing karena adanya gaya tekan fluida atau udara yang menyebabkan lip
mengembang. Gambar berikut menunjukan contoh u-cup packing.
53
D. O-Ring
Sebuah O-ring adalah bentuk cincin yang sangat lunak yang terbuat dari bahan alami
atau karet synthetic atau plastik. O – ring berfungsi sebagai seal akibat tertekan
(squeezed) akibat proses pemasangan dan proses sealing terjadi akibat tekanan cairan
menekan o-ring. Static o-ring memberikan sealing terhadap komponen static (tidak)
bergerak untuk mencegah cairan fluida atau udara.
Untuk penyekat pada aplikasi yang bertekanan tinggi di atas 5500 kPa (800 psi)
sering O-ring ditambahkan dengan back-up ring untuk mencegah kebocoran
yang ditimbulkan oleh adanya celah antara dua permukaan. Pressure back-up ring
biasanya terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk memperpanjang usia O-ring.
Pada saat pemasangan O-ring seal, yakinkan semua permukaan bersih dari kotoran
dan debu. Periksa O-ring seal dari kotoran, debu, goresan (screth) dan cacat
lainnya yang akan menyebabkan kebocoran.
54
E. Gasket
55
56
F. Floating Seal
Floating seal dibuat untuk menjaga kotoran tidak masuk ke dalam sistem dan menjaga
kebocoran cairan pelumas pada area yang luas. Floating seal harus bisa menahan karat
yang lebih lama dengan sedikit perawatan Floating seal lebih bisa menahan
kebengkokan shaft, end play dan beban yang tiba-tiba. Floating seal terdiri dari dua ring
yang biasanya terbuat dari karet, dipasangkan pada dua groove metal retaining ring.
57
1. Pasang seal dengan main lip menghadap ke sisi oli ( hydraulic side )
2. Pastikan bahwa permukaan shaft yang akan contact dengan seal terbebas dari karat
dan scratch.
3. Lakukan pemasangan seal dengan cara press fit menggunakan tool yang sesuai.
58
4. Berikan adhesive atau sealant pada bagian press fit dari oil seal. Untuk housing yang
terbuat dari cast iron harus digunakan pipe sealant untuk mencegah kebocoran.
5. Perhatikan saat pemasangan oil seal tidak boleh miring.
6. Berikan grease pada daerah lip setelah pemasangan.
59
7. Hati-hati pada sisi tajam karena dapat memotong dan merusak permukaan seal
8. Backup ring dipasang pada sisi yang berlawanan dengan arah tekanan
60
C. Pemasangan Gasket
- Gunakan baut yang bersih dan dalam kondisi baik saat memasang komponen.
- Baut yang aus dan berkarat dapat merusakkan ulir dan menyebabkan kehilangan
gaya pengencangan (Clamping force) sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.
- Yakinkan lubang pada gasket tidak menutupi lubang cairan pelumas, perhatikan
tanda pada gasket seperti FRONT dan TOP.
- Jangan pergunakan gasket yang bengkok dan ada tanda tekukan karena daerah
yang memiliki tanda tekukan akan bocor saat mengalami tekanan.
61
- Periksa kekencangan semua baut menggunakan torque wrench setelah semua baut
dikencangkan
62
1. Floating seal harus selalu dipasang dengan pasanganya yang sesuai, yaitu, ring yang
keduanya baru atau dua ring yang telah berputar bersama-sama.
2. Setiap assembling, harus menggunakan o-ring (Toric ring) yang baru.
3. Jangan pernah menjatuhkan atau memukul seal ring dengan benda keras, karena
seal terbuat dari cast iron dan sangat getas.
4. Untuk seal ring bekas pakai, ia dapat dipakai kembali bila memenuhi kriteria sbb:
- X > Y/2 (ketebalan bagian colarnya tidak kurang dari ½ tebal semula.
- A > 0.5 mm (Lebar dari bagian yang tidak mengkilap tidak kurang dari 0.5 mm
ketika bagian yang mengkilap tersebut mencapai diameter dalam.
- Pastikan bahwa permukaan seal (seal surface) harus terbebas dari debu, scratch
(baret), chiping (cuil) atau retak.
63
6. O-ring dengan kuat menahan dan menekan floating seal dengan gaya memilin dalam
arah sesuai tanda panah pada gambar dibawah. Ketika oli masuk, O-ring akan
tergelincir dan gaya tekan yang sesuai tidak dapat dihasilkan, sehingga
dapat menyebabkan kebocoran.
7. Saat pemasangan O-ring ke seal ring, pastikan o-ring tidak terpuntir dan duduk
tertahan oleh retaining lip dari seal ring ramp. Gunakan lampu senter kecil
sebagai pandauan untuk meemriksa o-ring tersebut terpuntir atau tidak selama
assembling. Sinar lampu senter harus lurus dan seragam di sekeliling O-ring
tersebut.
8. Saat memasang satu bagian seal ring assy ke housingnya, berikan tekanan
secara tiba-tiba dan meratauntuk mendorong o-ring masuk masuk
melalui retaining lip dari housingnya. Jika diperlukan sedikit adjustment,
jangan gunakan tool yang ujungnya tajam sebagai penekan.
64
Variasi
ketinggian
10. Berikan lapisan oli yang tipis pada masing-masing permukaan seal ring dan dengan
menggunakan jari tangan oli ke seluruh permukaan seal ring. Pastikan tidak ada
oli yang mengenai o-ring atau permukaan yang kontak dengan o-ring.
65
Floating seal dibuat untuk menjaga kotoran tidak masuk ke dalam sistem dan menjaga
kebocoran cairan pelumas pada area yang luas. Floating seal harus bisa menahan karat yang
lebih lama dengan sedikit perawatan. Floating seal terdiri dari dua ring yang biasanya
terbuat dari karet, dipasangkan pada dua groove metal retaining ring
66
Modul Basic Machine Element ini termasuk ke dalam salah satu materi pelatihan Basic
Mechanic Course (BMC). Peserta diharapkan mengerti dan memahami secara detail agar
dapat membantu pemahaman dalam tingkatan training selanjutnya seperti Preventive
Maintenance Unit, Component Overhaul dan Remove Install Component pada unit.
Akhir kata, semoga modul ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
67