0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan38 halaman

5.4 Contoh RKT-RKAM

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMA PLUS QURAN NAHDLATUL WATHAN untuk tahun 2025-2028 disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengelolaan sekolah. RKT ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Dokumen ini mencakup analisis kondisi sekolah, rencana program kegiatan, serta anggaran yang diperlukan untuk mencapai visi dan misi sekolah.

Diunggah oleh

irwanchi2025
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan38 halaman

5.4 Contoh RKT-RKAM

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMA PLUS QURAN NAHDLATUL WATHAN untuk tahun 2025-2028 disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengelolaan sekolah. RKT ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Dokumen ini mencakup analisis kondisi sekolah, rencana program kegiatan, serta anggaran yang diperlukan untuk mencapai visi dan misi sekolah.

Diunggah oleh

irwanchi2025
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA TAHUNAN

(RKT)
TAHUN 2025-2028

Disusun Oleh :

Tim Pengembang SMA PLUS QURAN NAHDLATUL WATHAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS PLUS QURAN NAHDLATUL

WATHAN

Jl. Raya Ummu Juwairiyah, Kampung Montor Sugia, Desa Toya, Kec. Aikmel, Lombok

Timur, Nusa Tenggara Barat. 83653

Tahun 2026

1
LEMBAR PENGESAHAN

Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini telah disahkan dalam Rapat Pleno Sekolah yang dihadiri oleh
Kepala SMA PLUS NAHDLATUL WATHAN, Guru, Pengurus Komite dan Tokoh Masyarakat,
Pada : Acara Rencana Kerja Tahunan (RKT)
Hari : Senin
Tanggal : 15 Juli 2026
Jam : 13:30 WITA
Tempat : Lapangan Ummu Juwairiyah
Kecamartan : Aikmel
Kabupaten : Lombok Timur

Aikmel, 15 Juni 2026

Ketua Komite Kepala Sekolah

BPK. SUHAEIDI H. HUSNUL HAETAMI, [Link].

Mengetahui,
Ketua Pengurus Yayasan Pengawas Sekolah

MUHAMMAD AMIN, [Link]. AZMANUDDIN, SC. [Link],

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan segala Rahmat dan Hidayahnya kepada kami semua, sehingga kami
dapat menyusun dan menyelesaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) SMA PLUS
QURAN NAHDLATUL WATHANuntuk Tahun 2025-2028 .

Kami semua menyadari bahwa Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang kami
susun masih sangat jauh dari sempurna, untuk itu dengan penuh kerendahan hati
kami mengharapkan masukan, kritik maupun saran dari berbagai pihak yang
berkompeten dan berkepentingan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di SMA
PLUS NAHDLATUL WATHAN, untuk perbaikan penyusunan Rencana Kerja
Tahunan (RKT) di masa yang akan datang .

Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah ikut meluangkan waktu, tenaga atau sumbangan pemikiran-pemikirannya dalam
proses penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini.

Akhirnya kami berharap semoga Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini dapat
menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan di SMA PLUS QURAN
NAHDLATUL WATHANuntuk Tahun Pelajaran 2025/2026 dan juga untuk kurun
waktu 4 (empat) tahun ke depan, sehingga Visi dan Misi SMA PLUS QURAN
NAHDLATUL WATHAN dapat dicapai/di wujudkan dengan baik. Semoga, aamiin.

Aikmel, 10 Juli 2025

Tim Penyusun

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................i
Halaman Pengesahan.............................................................................................ii
Kata Pengantar.......................................................................................................iii
Daftar Isi................................................................................................................iv

BAB I : PENDAHULUAN...............................................................................1
A. Latar Belakang ................................................................................................1
B. Tujuan .............................................................................................................2
C. Manfaat............................................................................................................2
D. Landasan Hukum.............................................................................................2

BAB II: PROFIL SEKOLAH...........................................................................3


A. Identitas Sekolah..............................................................................................3
B. Visi Sekolah.....................................................................................................3
C. Misi Sekolah....................................................................................................4
D. Tujuan Sekolah................................................................................................4
E. Peserta Didik....................................................................................................5
F. Pendidik dan Tenaga Kependidikan................................................................5
G. Sarana dan Prasarana.......................................................................................5
H. Lingkungan Sosial dan Budaya.......................................................................6

BAB III: ANALISIS KONDISI SEKOLAH...................................................8


A. Evaluasi Diri Sekolah......................................................................................8
B. Raport Pendidikan.........................................................................................10
C. Analisis Lingkungan Strategis.......................................................................16

BAB I V : RENCANA KERJA SEKOLAH...................................................17


A. Sasaran Program Kegiatan Sekolah...............................................................17
B. Rencana Program Sekolah.............................................................................21
C. Indikator Keberhasilan...................................................................................23
D. Rencana Kerja Tahunan.................................................................................25

BAB V: RENCANA ANGGARAN SEKOLAH............................................32


Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah................................................................32

BAB VI: PENUTUP.........................................................................................34


Penutup ...............................................................................................................34

Lampiran

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah sebenarnya merupakan


jawaban dari semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh Sekolah
sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan di Madeasah.

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat tersebut, Sekolah diharapkan memiliki


alternatif kebijakan / langkah yang dapat diterima oleh masyarakat. Segala potensi yang
ada di Sekolah dioptimalkan agar menjadi Sekolah yang berprestasi, berdisiplin,
berbudaya, dilandasi iman dan taqwa.
Untuk mewujudkan tujuan di atas perlu dilaksanakan berbagai macam kegiatan yang
antara lain:
1. Pemantapan pelaksanaan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan orang tua murid.
2. Peningkatan jumlah jenis dan mutu layanan sebagai peningkatan dan pemerataan
pelayanan pendidikan.
3. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sebagai usaha pelayanan pendidikan
yang merata.
4. Peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu
pembelajaran dan hasil evaluasi belajar (output) serta dapat bersaing dengan satuan
pendidikan lainnya pada jenjang pendidikan selanjutnya (outcome)
Kegiatan – kegiatan tersebut di atas harus ditunjang dengan pelayanan administrasi
Sekolah yang terencana, teratur, terarah, dan berkesinambungan yang dituangkan
dalam bentuk rencana kerja Sekolah (RKS).
Rencana kerja Sekolah ini dimaksudkan agar dapat dipergunakan sebagai kerangka
acuan oleh Kepala Sekolah dalam mengambil kebijakan dan sebagai pedoman
dalam pengelolaan Sekolah.

B. Tujuan
Pada dasarnya tujuan penyusunan RKS ini adalah:

1. Membantu Sekolah menjalankan program-programnya secara terencana.


2. Membantu Sekolah dalam membelanjakan anggaran secara bijaksana untuk meningkatkan
kualitas pendidikan dalam satu tahun.
3. Membantu Sekolah dalam merespon tuntutan partisipasi masyarakat, dan
4. Membantu Sekolah dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas.

1
C. Manfaat
1. Sebagai acuan bagi Sekolah untuk mencapai target–target peningkatan kualitas
pendidikan yang akan dicapai dalam jangka pendek.
2. Dapat digunakan sebagai panduan bagi Sekolah dalam memanfaatkan anggaran
baik anggaran dari pemerintah maupun masyaraka.
3. Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga Sekolah dalam meningkatkan
kualitas pendidikan dan pembelajaran, dan
4. Sebagai tolok ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program peningkatan
mutu pendidikan di Sekolah.

D. Landasan Hukum
1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Pengelolaan dan pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efisiensi,
transparansi dan akuntabilitas publik).
2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
pasal 53 (Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang
merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan
pendidikan yang meliputi masa 4 tahun).
3. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
dinyatakan bahwa sekolah/Sekolah membuat (1) Rencana Kerja Jangka Menengah
yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu 4 tahun yang
berkaitan dengan mutu khususnya yang ingin dicapai dan perbaikan komponen
yang mendukung peningkatan mutu lulusan, dan
4. (2) Rencana Kerja Tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAM) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka
Menengah.
5. PMA Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah.

2
BAB II

PROFIL SEKOLAH

A. Identitsas Sekolah
1. Nama Sekolah : SMA PLUS QURAN NAHDLATUL WATHAN
2. Alamat / desa : Toya, Aikmel, Lombok Timur
3. Kabupaten : Lombok Timur
4. Propinsi : Nusa Tenggara Barat
5. [Link] : 087883503522
6. Nama Yayasan : YPP Baqiatussalaf Rumah Quran NW Lombok
7. Status Sekolah : Belum Terakreditasi
8. SK Kelembagaan : 643-865-966-98
9. NSM : 121235250004
10. Tahun didirikan : 2025
11. Status Tanah : Sertifikat
12. Luas Tanah : 1.892 m²
13. Nama Kepala Sekolah : H. Husnul Haetami, [Link].
14. [Link] Kepala Sekolah : 753/98/090
15. Masa Kerja Kepala Sekolah : 5 tahun

B. Visi Sekolah

Visi Sekolah adalah imajinasi moral yang dijadikan dasar atau rujukan dalam
menentukan tujuan atau keadaan masa depan Sekolah yang secara khusus diharapkan
oleh Sekolah. Visi Sekolah merupakan turunan dari Visi Pendidikan Nasional, yang
dijadikan dasar atau rujukan untuk merumuskan Misi, Tujuan sasaran untuk
pengembangan Sekolah dimasa depan yang diimpikan dan terus terjaga
kelangsungan hidup dan perkembangannya.
Adapun visi SMA Plus Quran Nahdlatul Wathan yaitu :“ TERWUJUDNYA
PENDIDIKAN SEKOLAH YANG RELIGIUS DAN BERKUALITAS”

Indikator Visi:
 Religiusitas:
1. Peserta didik dan seluruh warga Sekolah menjalankan ibadah sesuai dengan
ajaran agama secara disiplin dan konsisten.
2. Terciptanya lingkungan Sekolah yang mendukung pengembangan nilai-nilai
keagamaan dalam keseharian, seperti adanya kegiatan rutin keagamaan
(pengajian, shalat berjamaah, dzikir, dll).
3. Peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama oleh peserta didik
melalui pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.
3
 Kualitas Pendidikan:
1. Meningkatnya prestasi akademik peserta didik di tingkat lokal, regional, dan
nasional.
2. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan
pengembangan profesional.
3. Peningkatan fasilitas pembelajaran yang mendukung proses pendidikan
berkualitas, termasuk sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
4. Meningkatnya tingkat kelulusan dan angka partisipasi peserta didik dalam
pendidikan lanjutan.

C. Misi Sekolah
1. Menanamkan nilai-nilai agama dalam seluruh aspek kehidupan Sekolah.
2. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
3. Mengembangkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
4. Meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam pengembangan
pendidikan Sekolah.
D. Tujuan Sekolah:
1. Menghasilkan Lulusan yang Berakhlak Mulia dan Taat Beragama:
 Lulusan yang mampu menjalankan ajaran agama secara baik dalam
kehidupan sehari-hari.
 Lulusan yang memiliki integritas dan tanggung jawab moral sebagai warga
negara dan anggota masyarakat.
2. Meningkatkan Prestasi Akademik dan Non-Akademik:
 Lulusan dengan kemampuan akademik yang unggul dan mampu bersaing di
tingkat lokal, regional, dan nasional.
 Lulusan yang memiliki keterampilan non-akademik seperti kepemimpinan,
komunikasi, dan kolaborasi.
3. Mewujudkan Lingkungan Pendidikan yang Kondusif:
 Lingkungan Sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar
mengajar.
 Fasilitas pendidikan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan peserta
didik.

4
C. Peserta Didik
Data Peserta didik Pada 4 Tahun terakhir adalah sebagai berikut:
Tapel Kelas X Kelas XI Kelas XII Jumlah

2022-2023

2023-2024

2024-2025

Total

D. Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Data Pendidikan dan Tenaga Kependidikan


Jumlah
Tipe Guru Jml
L P
1. Pegawai Negeri Sipil
2. Guru Tetap Yayasan
3. Guru Tidak Tetap
4. Tata Usaha
5. Pustakawan
6. Laboran
7. Operator Sekolah
8. ...................
9.
Total

E. Sarana dan Prasarana


No Jenis Barang Jumlah Status Ket
/
Luas
1 Papan Kalender Pendidikan 2 Milik Sendiri Baik
2 Papan Struktur Organisasi 2 Milik Sendiri Baik
3 Papan Fungsi dan Tugas Pengelola 1 Milik Sendiri Baik
4 Papan Program Kegiatan 3 Milik Sendiri Baik
5 Papan Pembagian Tugas Mengajar 1 Milik Sendiri Baik

F. Lingkungan Sosial dan Budaya

5
Masyarakat Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur dan sekitarnya secara etnik
bersifat pluralistik. Kebanyakan mereka berasal dari daerah Bungah dan daerah kecamatan
kabupaten Lombok Timur serta berasal dari luar kabupaten Lombok Timur bahkan luar
Jawa. Kehidupan sosial mereka secara umum di pengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang
diperoleh lewat pendidikan agama terutama adanya pesantren dan Sekolah diniyah dan TPQ.
Ketatnya pendidikan agama baik ditingkat keluarga maupun masyarakat itu membawa
nuansa kehidupan masyarakat yang agamis, sehingga Bungah Lombok Timur lebih dikenal
dengan kota santri. Kondisi sosial keagamaan yang demikian tentu memberikan iklim yang
baik dalam pemantauan pendidikan akhlak, moral di SMA Plus Quran Nahdlatul
WathanPerkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi yang telah merambah
keseluruh lapisan masyarakat, menjadikan suatu keuntungan bagi yang bisa menfaatkan
namun bagi yang belum bisa memanfaatkan akan mengalami dampak negatif di bidang
ekonomi, sosial, budaya bahkan moral. Untuk itu SMA Plus Quran Nahdlatul Wathanselalu
mewaspadai dan membekali warga sekolah untuk senantiasa mempelajari dan
mengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan.

Ciri utama masyarakat Kabupaten Lombok Timur yaitu masyarakat yang kental
dengan semangat islamnya baik secara keagamaan maupun budayanya yang telah
diwariskan atau ditanamkan oleh pendahulunya. Warisan budaya yang berkembang saat ini
bersifat visual dalam bentuk Arkeologi, sedangkan yang bersifat abstrak diantaranya adalah
nilai dan tradisi. Budaya keislaman inilah yang pada akhirnya mewarnai pemandanagan
suatu sikap hidup sehari-hari, terutama dalam ungkapan-ungkapan rasa batin seperti olah
budaya masyarakat yang sangat kental dengan budaya keislaman.

6
BAB III

ANALISIS KONDISI SEKOLAH

A. Evaluasi Diri Sekolah


Kode Aspek SKPM Hasil Rekomendasi
A Budaya 71 Baik Budaya Kedisiplinan Sekolah BAIK.
kedisiplinan bagi Sekolah perlu mempertahankan kinerja
warga Sekolah tersebut dan memilih program dan kegiatan
yang berkaitan dengan standar kompetensi
lulusan (SKL), standar isi (SI), standar
proses (SPR), standar penilaian (SPN),
standar sarana dan prasarana (SSP), standar
pendidik dan tenaga kependidikan (SPTK),
dan standar pengelolaan (SPL) untuk
mempertahankan atau meningkatkan mutu
Sekolah menjadi SANGAT BAIK. Pilihlah
daftar program/ kegiatan untuk
dianggarkan dalam RKAM
B Budaya melakukan 57 Cukup Budaya untuk pengembangan diri bagi
pengembangan diri pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah
bagi guru dan terkategori CUKUP. Sekolah perlu
tenaga memprioritaskan program dan kegiatan
kependidikan yang berkaitan dengan pendidik dan tenaga
kependidikan, standar proses (SPR),
standar pendidik dan tenaga kependidikan
(SPTK), standar pengelolaan (SPL),
standar pembiayaan (SB) untuk
meningkatkan mutu Sekolah. Pilihlah
daftar program/ kegiatan untuk
dianggarkan dalam RKAM
C Budaya guru 69 Baik Budaya melaksanakan proses pembelajaran
melakukan yang benar kategori BAIK. Sekolah perlu
penyiapan, mempertahankan kinerja tersebut dan
pelaksanaan dan memilih program dan kegiatan yang
penilaian atas berkaitan dengan standar kompetensi
proses lulusan (SKL), standar isi (SI), standar
pembelajaran proses (SPR), standar penilaian (SPN),
standar sarana dan prasarana (SSP), standar
pengelolaan (SPL) untuk mempertahankan
atau meningkatkan mutu Sekolah menjadi
SANGAT BAIK. Pilihlah daftar program/
kegiatan untuk dianggarkan dalam RKAM
D Budaya Sekolah 75 Baik Budaya menyediakan dan merawat sarana
menyediakan dan prasarana pembelajaran di Sekolah
sarana belajar BAIK. Sekolah perlu mempertahankan
untuk guru dan kinerja tersebut dan memilih program dan
siswa kegiatan yang berkaitan dengan standar isi
(SI),standar proses (SPR), standar
penilaian (SPN), standar sarana dan

8
prasarana (SSP), standar pengelolaan
(SPL) untuk mempertahankan atau
meningkatkan mutu Sekolah menjadi
SANGAT BAIK. Pilihlah daftar program/
kegiatan untuk dianggarkan dalam RKAM
E Budaya Sekolah 95 Sangat Budaya merencanakan dan mengelola
melakukan Baik sumber dana/biaya yang transparan dan
pengelolaan akuntabel di Sekolah SANGAT BAIK.
anggaran yang Sekolah perlu memprioritaskan program
transparan dan dan kegiatan yang berkaitan dengan
berorientasi pada standar pendidik dan tenaga kependidikan
peningkatan mutu (SPTK), standar sarana dan prasarana
(SSP), standar pengelolaan (SPL), standar
pembiayaan (SB) untuk mempertahankann
mutu Sekolah. Pilihlah daftar program/
kegiatan untuk dianggarkan dalam RKAM

9
B. Rekomendasi Raport Pendidikan

No Identifikasi Capaian Skor Akar Masalah Kegiatan Benahi Inspirasi Kegiatan Benahi
Indikator prioritas Indikator yang mempengaruhi Contoh kegiatan yang dapat Contoh kegiatan yang lebih spesifik
yang capaian indikator prioritas (2 akar diterapkan di Satdik Anda.
menggambarkan masalah utama per indikator
kualitas Satdik Anda. prioritas).
Level 1 Level 2
Indikator Subindikator akar
utama masalah
1 A.1 Kemampuan Sedang (69,57% 69,57 A.1 A.1.2 Kompetensi Peningkatan kompetensi guru 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
literasi peserta didik Kemampuan membaca teks dan kebijakan yang mempelajari tentang teks sastra sebagai
sudah mencapai literasi sastra menunjang kompetensi bagian dari kemampuan literasi
kompetensi membaca teks sastra 2. Pendidik mengimplementasikan
minimum) pengetahuan tentang teks sastra untuk
memperbaiki proses pembelajaran literasi
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan kemampuan teks sastra di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran
2 A.1 Kemampuan Sedang (69,57% 69,57 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
literasi peserta didik Kepemimpinan satuan pendidikan dan kebijakan yang mempelajari tentang perumusan,
sudah mencapai instruksional menunjang penyusunan dan penyampaian, dan penerapan visi-misi
kompetensi implementasi visi-misi sekolah untuk mendukung kemampuan
minimum) sekolah literasi
2. Kepala satuan pendidikan merumuskan
visi-misi sekolah untuk memperbaiki
proses pembelajaran literasi peserta didik
dengan melibatkan seluruh warga sekolah
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan visi-misi sekolah di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran

10
3 A.2 Kemampuan Baik (73,91% 73,91 A.2 A.2.3 Kompetensi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
numerasi peserta didik Kemampuan pada domain dan kebijakan yang mempelajari domain geometri sebagai
sudah mencapai numerasi Geometri menunjang kemampuan bagian dari kemampuan numerasi
kompetensi numerasi pada domain 2. Pendidik mengimplementasikan
minimum) Geometri pengetahuan tentang peningkatan
kompetensi pada domain geometri untuk
memperbaiki proses pembelajaran
numerasi peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan terhadap kompetensi pada
domain geometri di satuan pendidikan
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran

4 A.2 Kemampuan Baik (73,91% 73,91 A.1 A.1.2 Kompetensi Peningkatan kompetensi guru 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
numerasi peserta didik Kemampuan membaca teks dan kebijakan yang mempelajari tentang teks sastra untuk
sudah mencapai literasi sastra menunjang kompetensi mendukung kemampuan numerasi
kompetensi membaca teks sastra 2. Pendidik mengimplementasikan
minimum) pengetahuan tentang teks sastra untuk
memperbaiki proses pembelajaran
numerasi peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan kemampuan teks sastra di
satuan pendidikan melalui program,
kebijakan, dan penganggaran

11
5 D.4 Iklim keamanan Baik 75,87 D.4 Iklim D.4.9 Pemahaman Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
satuan pendidikan keamanan dan sikap guru dan kebijakan yang mempelajari mempelajari tentang definisi,
satuan tentang rokok, menunjang pemahaman dan ragam kasus, serta sikap terkait rokok,
pendidikan minuman keras, sikap guru terhadap narkoba minuman keras, dan narkoba, serta
dan narkoba pencegahan dan penanganannya, sebagai
bagian dari ikim keamanan satuan
2. Pendidik mengimplementasikan
pengetahuan tentang definisi, ragam kasus,
serta sikap terkait rokok, minuman keras,
dan narkoba, serta pencegahan dan
penanganannya, untuk memperbaiki
proses pembelajaran peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap guru
tentang pencegahan dan penanganan
rokok, minuman keras, dan narkoba
melalui program, kebijakan, dan
penganggaran

6 D.4 Iklim keamanan Baik 75,87 E.5 Program E.5.5 Program Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
satuan pendidikan dan kebijakan dan Kebijakan dan kebijakan yang mempelajari tentang program dan
satuan mengenai mendukung terlaksananya kebijakan mengenai kesetaraan gender di
pendidikan kesetaraan gender program dan kebijakan satuan pendidikan untuk mendukung iklim
sekolah terkait kesetaraan keamanan
gender 2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang program dan kebijakan mengenai
kesetaraan gender di satuan pendidikan
untuk memperbaiki proses pembelajaran
peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan program, kebijakan, dan
penganggaran mengenai kesetaraan gender
di satuan pendidikan

12
7 D.8 Iklim Baik 76,96 D.8 Iklim D.8.1 Toleransi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
Kebinekaan Kebinekaan agama dan dan kebijakan yang mempelajari konsep dan praktik terkait
budaya menunjang terciptanya toleransi agama dan budaya sebagai
toleransi agama dan budaya bagian dari iklim kebinekaan
2. Pendidik mengimplementasikan
pengetahuan tentang toleransi agama dan
budaya untuk memperbaiki proses
pembelajaran peserta didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan penerapan toleransi agama dan
budaya di satuan pendidikan melalui
program, kebijakan, dan penganggaran

8 D.8 Iklim Baik 76,96 D.6 Iklim D.6.1 Pemahaman Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
Kebinekaan Kesetaraan dan sikap warga dan kebijakan yang mempelajari tentang konsep, pemahaman,
Gender satuan pendidikan menunjang pemahaman dan dan sikap warga sekolah terkait kesetaraan
terhadap sikap warga sekolah terhadap gender untuk mendorong iklim kebinekaan
kesetaraan gender kesetaraan gender di satuan pendidikan
2. Pendidik mengintegrasikan pengetahuan
tentang pemahaman dan sikap warga
sekolah terkait kesetaraan gender untuk
memperbaiki proses pembelajaran peserta
didik
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan pemahaman dan sikap warga
sekolah terkait kesetaraan gender di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran

13
9 A.3 Karakter Baik 62,45 A.3 Karakter A.3.4 Nalar Kritis Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
dan kebijakan yang mempelajari tentang Profil Pelajar
mendukung sikap bernalar Pancasila untuk dimensi Nalar Kritis
kritis sebagai bagian dari penguatan karakter
2. Pendidik mampu mengimplementasikan
pembelajaran berbasis projek penguatan
Profil Pelajar Pancasila dimensi Nalar
Kritis
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan dimensi Nalar Kritis melalui
program, kebijakan, dan penganggaran
untuk pelaksanaan projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila
10 A.3 Karakter Baik 62,45 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
Kepemimpinan satuan pendidikan dan kebijakan yang mempelajari tentang perumusan,
instruksional menunjang penyusunan dan penyampaian, dan penerapan visi-misi
implementasi visi-misi sekolah untuk mendukung penguatan
sekolah karakter
2. Kepala satuan pendidikan merumuskan
visi-misi sekolah untuk memperbaiki
proses pembelajaran yang mendukung
penguatan karakter peserta didik dengan
melibatkan seluruh warga sekolah
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan visi-misi sekolah di satuan
pendidikan melalui program, kebijakan,
dan penganggaran
11 D.1 Kualitas Baik 67,81 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
pembelajaran pembelajaran pembelajaran dan kebijakan yang mempelajari metode pembelajaran
menunjang aktivasi kognitif interaktif sebagai bagian dari kualitas
pembelajaran
2. Pendidik mengimplementasikan
pengetahuan tentang metode pembelajaran
interaktif untuk memperbaiki proses
pembelajaran
3. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan metode pembelajaran melalui
program, kebijakan dan penganggaran

14
12 D.1 Kualitas Baik 67,81 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan kompetensi GTK 1. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
pembelajaran Kepemimpinan satuan pendidikan dan kebijakan yang mempelajari tentang perumusan,
instruksional menunjang penyusunan dan penyampaian, dan penerapan visi-misi
implementasi visi-misi sekolah untuk mendukung peningkatan
sekolah kualitas pembelajaran
2. Kepala satuan pendidikan merumuskan
visi-misi sekolah untuk memperbaiki
proses pembelajaran peserta didik dengan
melibatkan seluruh warga sekolah
3. Kepala satuan pendidikan dan pendidik
meningkatkan kesehatan peserta didik
dalam aspek gizi, fisik, dan cakupan
imunisasi sebagai bagian dari visi satuan
pendidikan yang sehat
4. Kepala satuan pendidikan mendorong
perbaikan dan implementasi visi-misi
sekolah melalui program, kebijakan, dan
penganggaran

15
C. Analisis Lingkungan Strategis
1. Analisis Lingkungan Internal
Kondisi obyektif menunjukkan bahwa keberadaan Sekolah bila ditinjau pada aspek
Standar Nasional Pendidikan sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Kondisi Obyektif: Lulusan SMA PLUS QURAN NAHDLATUL WATHANmemiliki
kompetensi spiritual yang baik dan nilai-nilai moral yang kuat. Namun, masih
terdapat tantangan dalam mencapai kompetensi akademik dan keterampilan abad
21 (kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah).
Strategi:
Meningkatkan kualitas pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan
abad 21.
Mengadakan pelatihan guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang inovatif.
2. Standar Isi
Kondisi Obyektif: Kurikulum yang digunakan sudah mengacu pada kurikulum
nasional, tetapi perlu penyesuaian untuk lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan
tren global.
Strategi:
Melakukan revisi kurikulum untuk mengintegrasikan kearifan lokal dan isu-isu global.
Menambahkan materi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan terbaru.
3. Standar Proses
Kondisi Obyektif: Proses pembelajaran di SMA PLUS QURAN NAHDLATUL
WATHANmasih cenderung tradisional dengan pendekatan ceramah dominan.
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih kurang.
Strategi:
Mengimplementasikan model pembelajaran aktif, kreatif, dan kolaboratif seperti
metode Discovery Learning dan Project-Based Learning.
Melakukan pendampingan dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan
dalam menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif.
4. Standar Penilaian
Kondisi Obyektif: Penilaian yang dilakukan cenderung berfokus pada aspek kognitif,
sementara penilaian aspek afektif dan psikomotorik kurang mendapatkan perhatian.
Strategi:
Mengembangkan instrumen penilaian yang lebih holistik, meliputi aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
Melakukan pelatihan bagi guru dalam penerapan penilaian autentik.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kondisi Obyektif: Sebagian besar pendidik sudah memiliki kualifikasi akademik yang
memadai, namun masih ada kebutuhan untuk pengembangan profesional yang
berkelanjutan.
Strategi:
Mengadakan program pelatihan dan pengembangan profesional secara rutin untuk
meningkatkan kompetensi guru.
Mendorong partisipasi guru dalam seminar dan workshop untuk meningkatkan
17
pengetahuan dan keterampilan mereka.
6. Standar Sarana dan Prasarana
Kondisi Obyektif: Sarana dan prasarana di SMA PLUS QURAN NAHDLATUL
WATHANcukup memadai, tetapi masih ada kekurangan dalam hal fasilitas
teknologi dan laboratorium yang mendukung pembelajaran berbasis sains dan
teknologi.
Strategi:
Meningkatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi di sekolah.
Mengusulkan pembangunan atau renovasi laboratorium sains yang lebih lengkap.
7. Standar Pengelolaan
Kondisi Obyektif: Manajemen Sekolah sudah berjalan dengan baik, namun masih perlu
ditingkatkan dalam hal keterbukaan informasi dan pelibatan semua pemangku
kepentingan.
Strategi:
Mengimplementasikan sistem manajemen yang lebih transparan dan partisipatif.
Meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam pengambilan keputusan
strategis.
8. Standar Pembiayaan
Kondisi Obyektif: Pembiayaan pendidikan di SMA PLUS QURAN NAHDLATUL
WATHANcukup stabil, namun ada tantangan dalam memperoleh sumber dana
tambahan untuk program pengembangan sekolah.
Strategi:
Menggali sumber dana alternatif melalui kerjasama dengan pihak swasta atau alumni.
Meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran untuk mendukung program prioritas
Sekolah.

18
BAB IV

RENCANA KERJA SEKOLAH

A. Sasaran Program Kegiatan Sekolah


Sasaran adalah tantangan utama yang akan dicapai Sekolah dalam waktu 4
tahun ke depan dan telah disesuaikan dengan faktor kesiapan Sekolah. Penetapan
sasaran Sekolah ini bertujuan untuk dijadikan panduan dalam menyusun program dan
kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu guna merealisasikan alternatif
pemecahan tantangan yang telah dirumuskan.
Berikut ini kami uraikan sasaran program kerja Sekolah benagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
 Meningkatkan integrasi nilai-nilai agama dalam setiap pembelajaran, sehingga
100% lulusan memiliki kompetensi spiritual yang kuat dan dapat menerapkan
nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
 Meningkatkan capaian akademik siswa, dengan target 85% lulusan memperoleh
nilai ujian nasional di atas rata-rata nasional dalam 3 tahun.
 Mengembangkan program ekstrakurikuler yang mendukung penguatan karakter
religius, seperti kajian Al-Qur'an dan hadits.
2. Standar Isi
 Menyusun kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan mata
pelajaran umum, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten
secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam.
 Meningkatkan kualitas materi ajar dengan menambahkan muatan lokal yang
relevan dengan konteks keagamaan dan sosial budaya setempat.
 Mengembangkan modul pembelajaran berbasis teknologi yang juga
menanamkan nilai-nilai agama dalam setiap pelajaran.
3. Standar Proses
 Menerapkan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dengan
target 100% guru menggunakan pendekatan aktif, kreatif, dan kolaboratif dalam
pembelajaran.
 Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran hingga 95% melalui
penerapan metode pembelajaran berbasis proyek yang terkait dengan nilai-nilai
religius.
 Melakukan supervisi pembelajaran secara berkala untuk memastikan bahwa
proses pembelajaran berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan
mendukung visi Sekolah.
4. Standar Penilaian
19
 Mengembangkan sistem penilaian autentik yang menilai aspek kognitif, afektif,
dan psikomotorik dengan penekanan pada internalisasi nilai-nilai agama.
 Menyusun instrumen penilaian yang mencakup pengukuran kompetensi spiritual
siswa, dengan target 90% siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman
dan penerapan nilai-nilai agama.
 Melakukan evaluasi berkala terhadap sistem penilaian untuk memastikan
relevansi dan keberlanjutannya dalam mendukung pencapaian visi Sekolah.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
 Mengembangkan kompetensi guru secara berkelanjutan melalui pelatihan dan
workshop yang fokus pada pengajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai agama
dan metode pembelajaran berpusat pada siswa.
 Mendorong 90% guru untuk mengikuti program sertifikasi dan pengembangan
profesional yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran yang religius
dan berpusat pada peserta didik.
 Meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dalam manajemen pendidikan
yang efektif dan efisien untuk mendukung tercapainya visi Sekolah.
6. Standar Sarana dan Prasarana
 Meningkatkan ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran, termasuk
laboratorium sains dan perpustakaan, dengan penambahan literatur keagamaan
yang relevan.
 Mengembangkan ruang-ruang ibadah dan fasilitas keagamaan lainnya di
lingkungan Sekolah untuk mendukung penguatan karakter religius siswa.
 Menyediakan akses teknologi yang memadai di Sekolah dengan tujuan
mendukung pembelajaran berbasis teknologi yang tetap mengedepankan nilai-
nilai religius.
7. Standar Pengelolaan
 Meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam pengambilan
keputusan strategis terkait pengembangan Sekolah, dengan target partisipasi
80% dalam program pengembangan Sekolah.
 Mengimplementasikan sistem manajemen berbasis IT yang mendukung
transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Sekolah, serta memudahkan
pelaporan ke masyarakat dan pemangku kepentingan.
 Mengembangkan program kerja sama dengan lembaga-lembaga keagamaan dan
pendidikan untuk memperkuat posisi Sekolah dalam komunitas.
8. Standar Pembiayaan
 Meningkatkan sumber pendanaan Sekolah melalui kerjasama dengan pihak
ketiga yang mendukung program pendidikan religius dan berkualitas, dengan

20
target peningkatan 30% dalam 2 tahun.
 Mengalokasikan dana secara efisien untuk program-program yang mendukung
tercapainya visi Sekolah, seperti peningkatan kompetensi guru dan
pengembangan sarana prasarana.
 Mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan Sekolah
yang transparan dan akuntabel.

B. Rencana Program Sekolah


Merumuskan program adalah menggabungkan alternatif-alternatif pemecahan
tantangan utama yang memiliki karakteristik yang saling mendukung, saling
tergantung, atau saling berkaitan
Berikut ini kami uraikan program Sekolah sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Program 1: Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Agama
 Tujuan: Meningkatkan kompetensi spiritual dan moral siswa.
 Kegiatan:
o Pembiasaan ibadah harian seperti sholat berjamaah dan pembacaan Al-
Qur'an.
o Program mentoring keagamaan dengan tokoh agama setempat.
o Pengembangan modul pendidikan karakter yang terintegrasi dengan mata
pelajaran umum.
Program 2: Peningkatan Capaian Akademik
 Tujuan: Meningkatkan prestasi akademik siswa.
 Kegiatan:
o Bimbingan belajar intensif untuk mata pelajaran UN dan Ujian Sekolah.
o Pelatihan keterampilan abad 21 seperti problem-solving dan critical thinking.
o Kompetisi akademik tingkat lokal dan regional.
2. Standar Isi
Program 3: Revisi Kurikulum Berbasis Nilai Agama dan Kearifan Lokal
 Tujuan: Menyusun kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan
mata pelajaran umum.
 Kegiatan:
o Workshop pengembangan kurikulum bersama guru dan ahli kurikulum.
o Penerbitan buku ajar yang mengintegrasikan muatan lokal dan nilai-nilai
religius.
o Pengembangan materi ajar berbasis teknologi dengan konten religius.
Program 4: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Digital

21
 Tujuan: Memperkuat pengajaran dengan teknologi digital yang sesuai dengan
nilai-nilai agama.
 Kegiatan:
o Pelatihan guru dalam pengembangan dan penggunaan modul digital.
o Implementasi platform e-learning yang berisi materi ajar berbasis agama.
o Monitoring dan evaluasi penggunaan modul digital dalam pembelajaran.
3. Standar Proses
Program 5: Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Siswa
 Tujuan: Meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
 Kegiatan:
o Pelatihan guru dalam penggunaan metode pembelajaran aktif, kreatif, dan
kolaboratif.
o Implementasi Discovery Learning dan Project-Based Learning dalam setiap
mata pelajaran.
o Supervisi pembelajaran untuk memastikan efektivitas metode yang
digunakan.
Program 6: Integrasi Nilai Agama dalam Pembelajaran
 Tujuan: Meningkatkan internalisasi nilai-nilai agama dalam proses
pembelajaran.
 Kegiatan:
o Pembuatan rencana pelajaran yang memasukkan aspek religius dalam setiap
materi.
o Diskusi kelompok dan kajian agama yang terkait dengan materi pelajaran.
o Evaluasi pembelajaran yang mengukur pemahaman siswa terhadap nilai-nilai
agama.
4. Standar Penilaian
Program 7: Pengembangan Sistem Penilaian Autentik
 Tujuan: Meningkatkan kualitas penilaian yang holistik.
 Kegiatan:
o Pelatihan guru dalam pengembangan instrumen penilaian autentik.
o Implementasi penilaian formatif yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
o Penyusunan laporan kemajuan siswa yang komprehensif dan transparan.
Program 8: Evaluasi Berkala Sistem Penilaian
 Tujuan: Memastikan sistem penilaian selalu relevan dan efektif.
 Kegiatan:
o Pengumpulan feedback dari siswa dan orang tua terkait sistem penilaian.
22
o Revisi instrumen penilaian berdasarkan hasil evaluasi.
o Pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam penerapan penilaian autentik.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Program 9: Pengembangan Profesional Guru Berkelanjutan
 Tujuan: Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.
 Kegiatan:
o Workshop dan pelatihan berkala tentang metode pembelajaran berbasis siswa
dan integrasi nilai agama.
o Program sertifikasi guru dalam bidang keahlian masing-masing.
o Pelibatan guru dalam seminar dan konferensi pendidikan.
Program 10: Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan
 Tujuan: Meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga kependidikan.
 Kegiatan:
o Pelatihan manajemen sekolah berbasis IT untuk tenaga kependidikan.
o Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam administrasi dan
layanan siswa.
o Pengembangan sistem evaluasi kinerja tenaga kependidikan.
6. Standar Sarana dan Prasarana
Program 11: Peningkatan Fasilitas Pembelajaran
 Tujuan: Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.
 Kegiatan:
o Renovasi laboratorium sains dan penambahan alat-alat praktikum.
o Pengadaan perangkat teknologi seperti komputer dan proyektor untuk setiap
kelas.
o Pengembangan perpustakaan digital yang dilengkapi literatur keagamaan dan
akademik.
Program 12: Pengembangan Fasilitas Keagamaan
 Tujuan: Mendukung penguatan nilai-nilai religius melalui fasilitas yang
memadai.
 Kegiatan:
o Pembangunan dan perawatan masjid serta ruang ibadah di lingkungan
Sekolah.
o Penyediaan ruang untuk kegiatan keagamaan seperti kajian dan diskusi
agama.
o Penambahan fasilitas pendukung untuk kegiatan ibadah siswa dan guru.
7. Standar Pengelolaan
Program 13: Penguatan Manajemen Sekolah Berbasis IT
23
 Tujuan: Meningkatkan efektivitas dan transparansi manajemen Sekolah.
 Kegiatan:
o Implementasi sistem informasi manajemen Sekolah berbasis IT.
o Pelatihan bagi tenaga kependidikan dalam penggunaan sistem manajemen
digital.
o Monitoring dan evaluasi pelaksanaan manajemen berbasis IT.
Program 14: Peningkatan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat
 Tujuan: Meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam
pengembangan Sekolah.
 Kegiatan:
o Program kerjasama dengan orang tua dalam pengembangan kurikulum dan
kegiatan siswa.
o Forum diskusi rutin antara Sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk
perbaikan kualitas pendidikan.
o Kampanye dan sosialisasi pentingnya peran serta masyarakat dalam
pendidikan.
8. Standar Pembiayaan
Program 15: Diversifikasi Sumber Pendanaan
 Tujuan: Meningkatkan sumber pendanaan Sekolah untuk keberlanjutan program
pendidikan.
 Kegiatan:
o Penggalangan dana melalui kerjasama dengan alumni dan pihak swasta.
o Pembuatan proposal untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah dan
lembaga donor.
o Pengembangan program kewirausahaan Sekolah untuk mendukung
pendanaan mandiri.
Program 16: Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel
 Tujuan: Memastikan pengelolaan keuangan yang efisien dan transparan.
 Kegiatan:
o Penyusunan laporan keuangan yang terperinci dan akuntabel.
o Audit internal dan eksternal secara berkala untuk memastikan akuntabilitas
keuangan.
o Pelatihan bagi staf keuangan dalam manajemen keuangan yang efektif.

C. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan program adalah ukuran yang digunakan untuk menilai

24
apakah program yang dirumuskan berhasil atau tidak. Apabila indikator keberhasilan
telah dapat dicapai, maka program dapat dikatakan berhasil; sebaliknya apabila
indikator keberhasilan belum dapat dicapai, maka program dapat dikatakan belum
berhasil. Indikator harus ditentukan agar program yang ditetapkan dapat diukur
keberhasilannya. Indikator keberhasilan setiap program bisa berkaitan dengan proses
dan dapat juga berkaitan langsung dengan hasil akhir. Indikator keberhasilan dapat
bersifat kuantitatif atau kualitatif, yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara
spesifik, operasional, dan dalam bentuk kalimat pernyataan.
Berikut adalah contoh indikator keberhasilan untuk setiap program yang telah
direncanakan bagi MA Nurul Fatah:
1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
Program 1: Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Agama
 Indikator Keberhasilan:
o 100% siswa secara rutin mengikuti kegiatan keagamaan di Sekolah.
o 90% siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap religius berdasarkan
evaluasi karakter.
o Terdapat peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler
keagamaan hingga 85%.
Program 2: Peningkatan Capaian Akademik
 Indikator Keberhasilan:
o 85% siswa mencapai nilai ujian di atas rata-rata nasional.
o Jumlah siswa yang berpartisipasi dalam kompetisi akademik meningkat
hingga 50%.
o Terdapat peningkatan rata-rata nilai ujian siswa sebesar 10% dibanding tahun
sebelumnya.
2. Standar Isi
Program 3: Revisi Kurikulum Berbasis Nilai Agama dan Kearifan Lokal
 Indikator Keberhasilan:
o 100% mata pelajaran telah mengintegrasikan nilai-nilai agama dan kearifan
lokal.
o Modul pembelajaran baru digunakan oleh 100% guru dalam proses
pembelajaran.
o Adanya feedback positif dari guru dan siswa mengenai relevansi kurikulum
baru.
Program 4: Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Digital
 Indikator Keberhasilan:
o 80% siswa menggunakan modul digital dalam pembelajaran.
25
o 100% guru telah dilatih dan menerapkan modul digital dalam pengajaran.
o Peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis digital sebesar
20%.
3. Standar Proses
Program 5: Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Siswa
 Indikator Keberhasilan:
o 90% guru menggunakan metode pembelajaran aktif dan kreatif dalam proses
belajar mengajar.
o Peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran hingga 95%.
o Supervisi menunjukkan bahwa 85% pembelajaran berjalan sesuai dengan
metode yang ditetapkan.
Program 6: Integrasi Nilai Agama dalam Pembelajaran
 Indikator Keberhasilan:
o 100% rencana pelajaran telah mencantumkan nilai-nilai agama dalam setiap
materi.
o 90% siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai
agama setelah integrasi.
o Adanya peningkatan dalam hasil evaluasi yang mencerminkan internalisasi
nilai-nilai agama oleh siswa.
4. Standar Penilaian
Program 7: Pengembangan Sistem Penilaian Autentik
 Indikator Keberhasilan:
o 100% guru menggunakan instrumen penilaian autentik dalam evaluasi siswa.
o 90% siswa menunjukkan kemajuan dalam aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
o Sistem penilaian menunjukkan ketercapaian kompetensi siswa yang lebih
holistik.
Program 8: Evaluasi Berkala Sistem Penilaian
 Indikator Keberhasilan:
o Feedback dari siswa dan orang tua mengenai sistem penilaian adalah 80%
positif.
o Revisi sistem penilaian dilakukan minimal dua kali dalam setahun
berdasarkan hasil evaluasi.
o Peningkatan kepuasan orang tua terhadap laporan kemajuan siswa sebesar
15%.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Program 9: Pengembangan Profesional Guru Berkelanjutan
26
 Indikator Keberhasilan:
o 100% guru mengikuti pelatihan dan workshop yang relevan setiap tahun.
o 90% guru telah memiliki sertifikasi dalam bidang keahlian masing-masing.
o Peningkatan kualitas pengajaran yang diukur melalui evaluasi supervisi guru.
Program 10: Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan
 Indikator Keberhasilan:
o 100% tenaga kependidikan telah mengikuti pelatihan manajemen berbasis IT.
o Peningkatan efisiensi dalam administrasi sekolah hingga 20% berdasarkan
evaluasi internal.
o 90% tenaga kependidikan menunjukkan peningkatan kompetensi dalam
layanan kepada siswa.
6. Standar Sarana dan Prasarana
Program 11: Peningkatan Fasilitas Pembelajaran
 Indikator Keberhasilan:
o 100% ruang kelas dilengkapi dengan perangkat teknologi yang memadai.
o Laboratorium sains digunakan secara optimal oleh 100% siswa sesuai
jadwal.
o Peningkatan jumlah literatur akademik dan keagamaan di perpustakaan
sebesar 30%.
Program 12: Pengembangan Fasilitas Keagamaan
 Indikator Keberhasilan:
o Fasilitas ibadah digunakan oleh 100% siswa secara rutin.
o Adanya peningkatan jumlah kegiatan keagamaan di Sekolah hingga 50%.
o Terdapat feedback positif dari siswa mengenai kenyamanan fasilitas ibadah
yang disediakan.
7. Standar Pengelolaan
Program 13: Penguatan Manajemen Sekolah Berbasis IT
 Indikator Keberhasilan:
o 100% data manajemen Sekolah terintegrasi dalam sistem IT.
o Peningkatan efisiensi manajemen sekolah hingga 25% berdasarkan evaluasi
kinerja.
o Adanya peningkatan transparansi dalam pengelolaan Sekolah yang diukur
melalui audit internal.
Program 14: Peningkatan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat
 Indikator Keberhasilan:
o Partisipasi orang tua dalam kegiatan Sekolah meningkat hingga 80%.
o Peningkatan jumlah kerjasama dengan masyarakat dan lembaga lokal sebesar
27
30%.
o 90% kegiatan pengembangan Sekolah melibatkan partisipasi aktif dari orang
tua dan masyarakat.

7. Standar Pembiayaan
Program 15: Diversifikasi Sumber Pendanaan
 Indikator Keberhasilan:
o Peningkatan sumber pendanaan dari pihak ketiga hingga 30%.
o Terdapat minimal 3 kerjasama baru dengan alumni dan pihak swasta setiap
tahun.
o Dana kewirausahaan Sekolah bertambah sebesar 25% dalam 2 tahun.
Program 16: Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel
 Indikator Keberhasilan:
o 100% laporan keuangan dipublikasikan secara transparan kepada
stakeholders.
o Audit internal menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan Sekolah bebas
dari penyimpangan.
o Efisiensi penggunaan anggaran Sekolah meningkat sebesar 15% berdasarkan
evaluasi tahunan.

28
29
D. Rencana Kerja Tahunan

Kegiatan Strategis/ Pengembangan Semester 1 Semester 2


Sasaran Program Indikator Kegiatan Penanggungjawab 7 8 9 1 1 1 1 2 3 4 5 6
0 1 2
Penguatan Pendidikan Jumlah seminar dan v
Peningkatan karakter Seminar dan Workshop Kepala Sekolah, Guru
Karakter Berbasis workshop yang
religius siswa Pendidikan Karakter Agama
Agama dilaksanakan
Peningkatan hasil Peningkatan Capaian Peningkatan nilai ujian Program Remedial dan v v
belajar akademik
Kepala Sekolah, Guru
Akademik dan hasil remedial Pengayaan
Penyempurnaan Penyusunan dan v
Revisi Kurikulum BerbasisKurikulum baru disetujui Kepala Sekolah, Tim
kurikulum Sosialisasi Kurikulum
berbasis agama Nilai Agama dan diterapkan Kurikulum
Baru
Pengembangan Pengadaan dan v
Pengembangan Modul Modul digital tersedia Kepala Sekolah, IT
teknologi Pengembangan E-
pembelajaran Pembelajaran Digital dan digunakan Support
Learning
Penerapan Metode Pelatihan Guru untuk v
Penerapan metode Guru terlatih dan metode
pembelajaran aktif
Pembelajaran Metode Kepala Sekolah, Guru
diterapkan di kelas
Berbasis Siswa Pembelajaran Aktif
Integrasi nilai agama Materi berbasis nilai Pengembangan Materi v v
Integrasi Nilai Agama Kepala Sekolah, Guru
dalam agama diterapkan di Pembelajaran
pembelajaran dalam Pembelajaran Agama
pembelajaran Berbasis Nilai Agama
Sistem penilaian autentikWorkshop Penilaian dan v v
Pengembangan sistemPengembangan Sistem Kepala Sekolah, Tim
penilaian autentik
digunakan secara Pembuatan
Penilaian Autentik Penilaian
efektif Instrumen Penilaian
Evaluasi efektivitas Evaluasi Berkala Sistem Hasil evaluasi dan tindak Evaluasi Internal dan Kepala Sekolah, Tim v v
penilaian Penilaian lanjut diperoleh Tindak Lanjut Evaluasi
Pengembangan Jumlah guru yang v v
Peningkatan Pelatihan dan Sertifikasi
keterampilan guru
Profesional Guru mengikuti pelatihan Kepala Sekolah
Guru
Berkelanjutan dan sertifikasi
Tenaga kependidikan v v
Kompetensi tenaga Peningkatan Kompetensi Workshop dan Pelatihan Kepala Sekolah,
kependidikan
terlatih dengan
Tenaga Kependidikan Tenaga Kependidikan Pengawas
kompetensi baru
30
PeningkatanFasilitas pembelajaran v
Peningkatan fasilitas
Fasilitas Pengadaan Sarana Kepala Sekolah, Komite
untuk
Pembelaj
diperbarui dan
pembelajaran Belajar Fasilitas
aran ditingkatkan
Pengembang v
an Mushola direnovasi dan Renovasi Mushola dan
Peningkatan fasilitas Kepala Sekolah, Komite
keagamaan
Fasilitas sarana ibadah Pengadaan Sarana
Keagama Keagamaan
tersedia Ibadah
an
Penguatan v
ManajemSistem IT berfungsi Pengembangan Sistem
Manajemen Sekolah en Kepala Sekolah, IT
berbasis IT Sekolah
dengan baik dan Informasi dan
Support
Berbasis efisien Database Sekolah
IT
Peningkatan v
PartisipaJumlah program Program Kemitraan
Keterlibatan orang
si Orang Kepala Sekolah, Komite
tua dan
Tua dan
kemitraan yang dengan Orang Tua
masyarakat Kemitraan
Masyara dilaksanakan dan Masyarakat
kat
Diversifikasi v v
Diversifikasi sumber Sumber Jumlah dana yang Penggalangan Dana dan
pendanaan Pendana
Kepala Sekolah, Pengurus
berhasil digalang Sponsor
an
Kegiatan Rutin
Sasaran Program Indikator Kegiatan Penanggungjawab

Pembayaran gaji dan v v v v v v v v v v v v


Kesejahteraan tenaga Pembayaran Gaji dan Pembayaran gaji dan Kepala Sekolah,
tunjangan tepat
kependidikan Tunjangan tunjangan Bendahara
waktu
Pembayaran gaji dan v v v v v v v v v v v v
Kesejahteraan tenaga Pembayaran Gaji dan Pembayaran gaji dan Kepala Sekolah,
tunjangan tepat
kependidikan Tunjangan tunjangan Bendahara
waktu
Ketersediaan alat tulis Pengadaan Alat Tulis Alat tulis dan bahan Pengadaan alat tulis Kepala Sekolah, v v v v v v v v v v v v

31
dan bahan kantor dan Bahan Kantor kantor tersedia dan bahan kantor Bendahara
Ketersediaan akses Kuota internet Fasilitas Internet yang Kepala Sekolah, v v v v v v v v v v v v
Penbayaran Internet
internet tercukupi memadahi Bendahara
Ketersediaan listrik Pembayaran listrik Pembayaran tagihan Kepala Sekolah, v v v v v v v v v v v v
Pembayaran Utilitas
dan air dan air tepat waktu listrik dan air Bendahara
Pengadaan jasa v v v v v v v v v v v v
Pemeliharaan Pengelolaan Kebersihan Sekolah Kepala Sekolah,
kebersihan dan
kebersihan Sekolah Kebersihan terjaga dengan baik Petugas Kebersihan
peralatan

32
BAB V
RENCANA ANGGARAN SEKOLAH
:
PENDAPATAN BELANJA
No Uraian Jumlah No Uraian Jumlah
(Rp)
1 BOS APBN 100.000.000,00 Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Peningkatan Capaian Akademik 7.000.000,00
2 Dana Komite 30.000,000,00 Pengembangan Modul Pembelajaran Digital 10.000.000,00
Pengembangan Sistem Penilaian Autentik 4.000.000,00
3 Donaatur 20.000.000,00r Evaluasi Berkala Sistem Penilaian 3.000.000,00
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan 5.000.000,00
Penguatan Manajemen Sekolah Berbasis IT 9.000.000,00
Pengelolaan Keuangan yang Transparan 3.000.000,00
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Agama 9.000.000,00
Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Siswa 7.000.000,00
Pembayaran gaji dan tunjangan 25.000.000,00
Pengadaan alat tulis dan bahan kantor 5.000.000,00
Fasilitas Internet yang memadahi 3.000.000,00
Pembayaran tagihan listrik dan air 7.000.000,00
Pengadaan jasa kebersihan dan peralatan 2.000.000,00

Dana Komite
Pengembangan Profesional Guru Berkelanjutan 7.000.000,00
Peningkatan Fasilitas Pembelajaran 11.000.000,00
Peningkatan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat 4.000.000,00
Revisi Kurikulum Berbasis Nilai Agama 8.000.000,00

Dana Donatur 4.000.000,00


III
Integrasi Nilai Agama dalam Pembelajaran 13.000.000,00
Pengembangan Fasilitas Keagamaan 3.000.000,00
Diversifikasi Sumber Pendanaan
Jumlah Pendapatan 107.000.000, 107.000.00
00 0,00
33
Lombok Timur, 12 Juli 2024
Mengetahui Menyetujui Dibuat oleh
Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara / Guru

BPK. SUHAEDI H. HUSNUL HAETAMI, QH., [Link]. ERIKA MAHARANI

34
BAB V
PENUTUP

Berdasarkan program dan pendanaan rencana kerja Sekolah, dapat


disimpulkan :
1. Profesionalisme para pelaksana pendidikan adalah faktor penting untuk
tercapainya peningkatan mutu seperti yang diprogramkan dalam Rencana
Kerja Sekolah (RKM).
2. RKM dibuat untuk menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di
Sekolah.
3. Manajemen Sekolah yang transparan, akomodatif dan demokratif mutlak
diperlukan untuk pengembangan Sekolah ke arah yang lebih baik.
4. Keterlibatan dan dukungan para stakeholder Sekolah akan sangat membantu
meningkatkan mutu pendidikan.

35
LAMPIRAN :
1. SK Tim Pengembang Sekolah (TPM)
2. Dokumentasi Penyusunan RKT-RKAM

36

Anda mungkin juga menyukai