Drama SMK: Antara Tawa dan Air Mata
Logline
Cerita dimulai dari April yang berdiri termenung di tengah panggung. Beberapa siswa lewat
berseragam SMK yang membuat April terhanyut ke dalam rasa rindu. Dia membuka arsip foto foto
semasa SMK di hpnya. Cerita masuk ke flashback kejadian kejadian pada saat April SMK bersama
teman temannya. Di akhir cerita, menceritakan April tidak lulus sekolah, lalu teman teman lain masuk
menyemangati.
SCENE 1.
April berdiri di tengah panggung terlihat lelah dan sedih. Narrator masuk panggung.
Narrator keluar panggung.
Beberapa siswa lewat menggunakan seragam SMK. April memandangi mereka.
April (pelan lirih)
“Dulu... Aku pernah di sana”
April membuka HP. Mala, Jun muncul mengangkat pop up kertas besar berisi foto foto sambil
tersenyum konyol. April dan property keluar panggung. Narrator masuk panggung.
Radja
(Melambaikan tangan tipis) “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Wah, masya Allah rame
juga ya. Gimana? Udah siap liat drama kehidupan orang lain hari ini?"
Cantika
"Iya, selamat datang ya! Anggap aja lagi nonton temen sendiri lagi curhat, soalnya cerita kali ini
beneran sedeket itu sama kita semua."
Radja
"Ssst... bu, liat deh. Itu tadi si April kenapa lagi? Bengongnya estetik bener, kayak lagi nunggu antrean
bansos tapi nggak dateng-dateng."
Cantika
(Menyikut Radja) "Hush! Sembarangan kamu, pak. Itu namanya ekspresi puitis. Dia itu lagi galau,
terjebak dalam nostalgia masa-masa SMK."
Radja
"Bener juga. SMK itu emang paket lengkap, ada tawa dan air matanya, bakal bikin kangen bgt.
Apalagi momen sama teman teman”
Cantika
"Bener bgt lagi, pak. Pas dijalanin pengennya cepet lulus, tapi pas udah lulus, malah momen bareng
mereka yang paling dicari. Kayak yang dirasain April sekarang nih..."
Radja
“Jadi penasaran bagaimana sih masa SMK April. Ayo kita masuk ke masa dimana April masih pakai
seragam dan duduk di bangku kelas 12 SMK. Di sinilah semua cerita itu dimulai...”
SCENE 2.
In flashback Posisi April dan Echa stand by, Echa lagi ngulek di dapur dengan properti meja dan
ulekan. Sedangkan April tidur di kamar beralaskan matras. Echa berdiri dekat meja dan memasang
headphone yang sudah ada di lehernya. Lalu tiba tiba berubah jadi energik sambil joget
SFX:
Saat mendengarkan music, adzan berkumandang
SFX:
Adzan
Echa terkejut centil.
Echa (Centil)
“Astaga naga sudah adzan, sholat dulu cin~ ”
Echa keluar panggung
April terbangun sebentar, dgn muka bantal kepalanya menoleh melihat sekeliling, dan melanjutkan
tidurnya lagi
Echa masuk kepanggung lagi dengan menggunakan mukena hanya hijabnya saja. Echa
membangunkan April, April merespon risih.
Echa (Mamanya April)
“Bangun nak, sudah subuh “
April masih tertidur pulas
Echa
“nak bangun, bangun nak. Duh, nih anak tidurnya kaya kebo. Nak bangun…. (suara menjerit
melengking)
Echa membangunkan sambil mukul pantat April
April (Nada ngantuk dan kesal)
“Hmmm...”
Beridiri sambil menggelengkan kepala dan kedua lengannya memegang pinggangganya dan Echa
keluar panggung.
SFX:
Suara pagi hari, ayam berkokok dan jam weakker.
April scratching. Lagu mulai muncul. Lalu April berdiri
SFX:
Lagu bangun tidur ku terus mandi.
April lipsing dan memperagakan lirik lagu. 2 orang cewe masuk ke panggung sebagai backdancer.
Lirik:
Lagu bangun tidur
Ku terus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi ku tolong ibu
Membersihkan tempat tidurku
Gerakan:
Lagu bangun tidur → pura-pura tidur lalu bangun & stretching
Ku terus mandi → ambil handuk, gerakan mandi
Tidak lupa menggosok gigi → pakai sikat gigi (properti), gosok gigi sambil goyang
Habis mandi ku tolong ibu → gerakan menyapu/beres-beres
Membersihkan tempat tidurku → rapikan kasur (tepuk-tepuk bantal)
IMPROVISASI
Pegang sikat gigi jadi mikrofon
Lipsync sambil jalan ke depan
Ambil cermin → gaya lucu (kedip, senyum, pose imut)
Bisa interaksi dengan teman (tunjuk / ajak)
Echa masuk kepanggung sambil membawa bekal untuk April.
Echa
”April cantik anak mami yang imut imut, ini bekalnyaa (Nada manis)”
April
“Pasti tempe lagi tempe lagi, bosan tau, coba pizza kek, spaghetti kek”
Echa
“dih, ni anak sok sok an bnget, makan aja masih bekacak pake tangan” (sambil semperagakan tangan
yang seakan mengacak nasi”
April
“Nyenyenyenyenye..” (ekspresi mengolok)
Echa
Sudah sana, cepat ke sekolah. Jangan sampai telat. (sambil mengusap wajah April)
April mencium tangan echa dan mengambil bekalnya dan langsung keluar panggung, disusul Echa di
belakangnya. Properti di bawa keluar panggung.
SCENE 2
SFX:
Bising suasana pagi di lingkungan sekolah. Dan muncul lagu instrument santai vibes anak remaja
gaul.
Farid, Yhesar, Reza masuk panggung atur posisi. Figuran Jijah & Amel masuk panggung. Para cowok-
cowok menggoda dan meng-catcalling. Andin, April, Jun, Adel dan semua talent jalan dari pintu kiri ke
masuk ke pintu kanan. Saat melewati Bubuhan Farid, mereka dicatcalling oleh cowo cowo. Para cewe
bereaksi jutek.
Reza
“Cewe…”
Yhesar
“Kiw kiw..”
Farid
“Bisa kali…”
April
“Apaansih, dasar cowok-cowok genit”
April dan gengnya maju ke panggung depan dan berjoget serta lipsing dengan music/soundtrack yang
menyinidr Farid dan kawna-kawan.
Reza
“Apaann dahh baperann gitu doang”
April
“Sok ganteng kamu begitu”
Yhesar
“Lah memang ganteng”
Farid
“Huuuuu”
April dan yhesar maju dan adu mulut, teman-teman yang lain saling bersorak di belakang April dan
yhesar menyemangati mereka. Adegan perkelahian pun dimulai.
Radja masuk panggung untuk melerai perkelahian, namun karena yhesar terlalu bersemngat hingga
yhesar juga memukul ustad tanpa ia sadari.
Radja
“Astagfirullahalazim, ingin kenapa bisa ribut kayak ini.!?
Yhesar (sambil menunjuk April)
“Dia duluan Tad”
April (Nada marah merengut)
“Enak aja, Dia yang duluan tad”
Radja
“tad tad tad, ikam nih nyambatin aku buntat kah!?”
“Handak ku sabat pake surban ajaib ku ini kah? Surban ku ni kawa jadi (memainkan dan surbannya)
rhoma irama, superman, Naruto, miss universe (melambaikan tangan) ibu-ibu pejabat,
“Kawa jua mengafani bubuhan ikam ini lah” (mengaikatan sorban seperti tali pocong dan memberi
tatapan tajam)
SFX : Soundtrack lagu opick
Seluruh anak-anak terjatuh terlutut lemas dan sedih
April
“Ampun tad ampun,, bukan gitu tad, pian ni ustad lok, jadi wajar lah kalo kami manggil pian tuh
ujung tad”
Radja
(mengangguk dan kemudian melanjutkan perkataannya)
“Janganlah sesekali kalian termakan emosi hingga akhirnya bertikai antar sesama. Sesungguhnya..”
Tiba-tiba cantik keluar dan memotong ucapan dari ustad
Cantika
"Yah, begitulah anak muda. Di usia mereka, emosi masih sangat labil, mudah meledak seperti
kembang api, dan sering kali terjebak dalam ego yang belum stabil dan akhirnyaaa..."
Radja
“"hoi! Kam ni kada kawa badiam setumat ? Aku nih balum ampih bepandir!”
(Sambil marah nunjuk Cantika.)
Cantika
"Waduh hehe maaf tad, tetap STAY IN CHARACTER tad, pian ustad lok. lanjut Tad...”
Radja
“Astagfirullahalazim. Jadi, sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu
damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat Rahmat
seperti yang tertulis pada ”QS. Al-Hujurat ayat 10. Sekarang saling bermaafan dan jagalah hati
kalian”
SFX:
Lagu Satu Satu
adegan maafan maafan dan qilah maju dan melakukan sedikit koreografi. Para talent yang ada di
panggung atur posisi untuk choreo lagu.
Talent keluar panggung. Narrator maju ke depan
Cantika
“Hari ini merupakan hari yang sangat penting, karena hari ini adalah hari ujian sekolah. Tapi tenang
karena mereka itu sangat berpotensi pak..”
Radja
“Berpotensi apa bu ?”
Cantika
“Berpotensi untuk tidak lulus pak,, ha haha ha ha…”
Radja
“Astagfirullah ibu, ga boleh gitu dong masa calon Ustadza begitu, kita harusnya ngasih semangat
kepada anak-anak bu..”
Cantika
“Hah? Apah? Seeemangaatttt? Semangat yang seperti ini pak ustad ?”
SFX Musik Cheerleader
Tim cheerleader masuk (Arip, Ardiman, Yhesar, Aliya, Mita) masuk dan choreo cheerleader.)
Radja
(Sambil menahan tawa) “Astagfirullah, bukan seperti itu maksud saya bu, semangat yang saya
maksud itu kita memberikan semngat secara moral dan mendukung mereka untuk menghadapi ujian
yang pasti membuat anak-anak takut dan menjadi beban pikiran mereka.
Cantika
“oh seperti itu ya pak. Saya yakin anak-anak pasti bisa melalui ujian sekolah ini pak, dengan doa dan
usaha belajar mereka pasti bisa melalui ujian sekolah ini dengan lancar”
Radja dan cantika pun pergi dan keluar panggung.
SCENE 3
Adegan berganti, suasana di dalam kelas yang sedang menunggu guru sebelum ujian dimulai. Salmiah,
seluruh talent yang berperan jadi murid duduk di kursi untuk bersiap ujian. Saat duduk, semua talent
langsung mangambil pulpen di tasnya. Aurel (Guru) masuk menggunakan baju guru, sambil membawa
kertas, tablet/jurnal.
Aurel
“Mari kita berdoa dulu sebelum memulai ujian hari ini. Ketua kelas pimpin doa ya”
Intan
“Before we start exam today, lets pray together, pray begin. … done”
SFX:
Instrument mellow/slow
Aurel
“Kadang ujian itu bukan cuma soal jawaban…
tapi soal rasa takut, capek, dan ragu yang datang bareng.
Kita mungkin ngerasa nggak bisa…
tapi tetap jalan, tetap berusaha, walau pelan.
Dan mungkin itu yang paling berarti.
Karena kelulusan nanti bukan cuma soal nilai…
tapi tentang sadar,
“ternyata aku bisa sampai sini.”
SFX:
Suara berisik kelas, dan backsound.
soal ujian dibagikan, anak-anak mengerjakan ujian. Lalu ujian selesai dan langsung dilanjutkan dengan
pengumuman hasil ujian.
Aurel
“Anak-anak, harap tenang. Sekarang ibu akan membagikan hasil ujian kalian.”
SFX:
Suara bisik gelisah kelas. Satu per satu anak-anak menerima surat hasil ujian dan menunjukkan
ekspresi dan gestur kebahagiaan karena lulus.”
menyisakan April sebagai siswi terakhir yang menerima surat hasil ujian dgn ukuran yg sangat besar.
Ia membuka surat itu yg bertuliskan TIDAK LULUS dan ditujukan ke penonton.
April (Nada lemas, shock, muka sedih)
” …gak lulus…”
SFX:
Lagu Takut
SFX:
Lagu Satu Satu.
Guru (menenangkan)
“April, ini bukan akhir segalanya. Kamu masih punya kesempatan. Sabar ya nak, tetap semangatt”
April menunjukkan kesedihannya, guru menyemangatinya kemudian guru pergi dan disusul April
meninggalkan panggung.
SCENE 4
lanjut mama menunggu April dengan perasaan harap dan cemas, April dtng memberitahukan jika ia
tidak lulus membuat ibunya marah dan kecewa.
April
“mama maaf (April sambil duduk jongkok) Aku engga lulus”
Echa marah dan terkejut Ketika mendengar kabar tersebut. Lalu Echa menangis tersedu sedu sambil
Echa
“Mama kecewa sama kamu! ”
April (menangis)
“Maaf maaa maaff”
Sambil mendorong dorong April yang memohon mohon.
April memohon dan meminta maaf namun mama sangat sedih dan kecewa padanya hingga ustad dan
ustadza datang menghampiri memberikan motivasi dan menenangkan suasana.
Radja dan cantika masuk
Radja
"Istighfar, Bu, Tenangkan hati dulu. Jangan biarkan amarah menguasai diri ibu. Masalah sebesar apa
pun, kuncinya ada di sabar."
Cantika (Mengelus pundak Mama)
"Ibu, kecewa itu manusiawi, tapi tolong jangan tutup pintu maaf. Kasih sayang ibu itu jauh lebih besar
dari kesalahan anak. April ini anak yang sangat ibu saying kan"
April (Sesenggukan)
"Maafin April, Ma... April janji mau berubah."
Lalu teman-teman April datang dan menyemangati April. Qilla pun maju dan bernyanyi.
SFX:
Lagu Satu Satu.
Kemudian seluruh talent berbaris menjadi 1 barisan di belakang, ustad dan ustadza maju kedepan
untuk memberikan amanat ataupun Kesimpulan pada penonton
Radja
“Hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kadang kita jatuh… dan itu wajar.”
Cantika
“Tapi kegagalan bukan akhir. Itu hanya bagian dari proses untuk jadi lebih kuat.”
Radja
“Ingat, selalu ada orang yang peduli dan siap mendukung kita.”
Cantika
“Jadi jangan menyerah, teruslah melangkah.”
Radja & Cantika
“Karena setiap perjuangan, pasti punya harapan.”
Cantika
“Sampai jumpa di pertunjukan kami selanjutnya, dadah….”
(seluruh talent melambaikan tangan)
Kemudian semua nya mundur membentuk 1 baris dan menari Bersama. Kemudian 2 per 2 pemain
maju (ujung barisan ketemu ujung barisan) dengan pose bebas/Gerakan kolaborasi bebas sambil
menunjukkan kertas bertuliskan nama masing-masing.