MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS I SD
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
A. Identitas Modul
• Satuan Pendidikan: SD
• Kelas / Fase: I / Fase A
• Mata Pelajaran: Matematika
• Topik: Pengurangan Bilangan Dua Angka (Tanpa Meminjam)
• Alokasi Waktu: 2 x 35 menit
• Semester: 2
B. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu melakukan operasi pengurangan menggunakan benda konkret yang
banyaknya sampai 100, serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengurangan
dalam konteks kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu:
• Mengenal konsep pengurangan dua angka secara mandiri.
• Menghitung hasil pengurangan bilangan dua angka menggunakan benda konkret
(seperti stik es krim atau sedotan).
• Menyelesaikan soal cerita sederhana terkait pengurangan dalam kehidupan sehari-
hari.
• Menjelaskan cara mendapatkan hasil pengurangan dengan bahasa sederhana.
D. Profil Pelajar Pancasila
• Bernalar kritis: Menganalisis cara paling mudah untuk mengurangkan benda.
• Mandiri: Mengerjakan latihan pengurangan secara personal.
• Gotong royong: Berdiskusi dalam kelompok untuk memecahkan masalah
pengurangan.
E. Pemahaman Bermakna
• Pengurangan adalah proses mengambil atau memisahkan sebagian benda dari
kelompoknya sehingga jumlahnya berkurang.
• Kemampuan menghitung sisa benda sangat berguna saat berbelanja atau berbagi
mainan.
F. Pertanyaan Pemantik
• "Jika kamu punya 25 permen dan memberikan 10 kepada temanmu, apakah
permenmu bertambah atau berkurang?"
• "Bagaimana cara cepat menghitung sisa kelereng tanpa menghitung satu per satu
dari awal?"
G. Kegiatan Pembelajaran (Pembelajaran Mendalam)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Guru menyapa siswa dan mengajak berdoa.
• Guru membawa 2 ikat lidi (isi 10 per ikat) dan 5 lidi satuan (total 25).
• Guru mengambil 1 ikat lidi dan bertanya: "Jika satu ikat ini Ibu ambil, sekarang
tinggal berapa lidi yang Ibu pegang?".
• ➡ Tujuannya: Mengaitkan konsep pengurangan dengan visualisasi konkret.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
A. Eksplorasi
• Peserta didik bekerja dalam kelompok kecil.
• Setiap kelompok mendapatkan media sedotan yang sudah diikat (puluhan) dan
lepasan (satuan).
• Peserta didik mencoba melakukan pengurangan, misalnya :
o Mengambil 2 ikat puluhan dan 8 satuan.
o Melepaskan 1 ikat puluhan dan 2 satuan.
• ➡ Tujuannya: Memahami nilai tempat (puluhan dan satuan) dalam pengurangan.
B. Elaborasi
• Guru memandu cara menuliskan pengurangan secara bersusun pendek di papan
tulis.
• Peserta didik mencocokkan hasil manipulasi benda konkret dengan angka yang
ditulis di papan.
• "Kelompok mana yang hasilnya paling tepat?".
• ➡ Tujuannya: Transisi dari konkret ke simbolik (abstrak).
C. Refleksi
• Peserta didik menceritakan bagian mana yang paling sulit (misalnya: saat
memisahkan puluhan).
• Guru memberikan penguatan bahwa mengurangkan satuan dengan satuan,
puluhan dengan puluhan adalah cara yang efisien.
• ➡ Tujuannya: Membangun komunikasi matematis dan pemahaman konsep yang
kokoh.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Peserta didik menyimpulkan bahwa pengurangan membuat jumlah benda menjadi
lebih sedikit.
• Guru memberikan apresiasi atas kerja sama kelompok.
• Penugasan: Mencari benda di rumah (seperti sendok atau buku) dan mencoba
melakukan pengurangan sederhana.
H. Asesmen Pembelajaran
1. Asesmen Diagnostik: Tanya jawab tentang pengurangan bilangan 1–10 (materi
sebelumnya).
2. Asesmen Formatif: Observasi keaktifan siswa dalam kelompok dan ketepatan
menggunakan media sedotan.
3. Asesmen Sumatif: Tes tertulis mengerjakan 5 soal pengurangan dua angka (tanpa
meminjam).
I. Kriteria Ketercapaian Tujuan
Peserta didik dikatakan tuntas jika:
• Mampu melakukan pengurangan dua angka tanpa bantuan penuh dari guru.
• Dapat menjelaskan sisa dari sebuah kelompok benda setelah dikurangi.
J. Media dan Sumber Belajar
• Media konkret: Sedotan yang diikat (puluhan), lidi, atau stik es krim.
• Papan tulis dan spidol untuk simulasi angka.
• Lembar kerja kelompok (LKK).
K. Diferensiasi Pembelajaran
• Konten: Siswa yang cepat diberikan angka yang lebih besar (hingga 50), siswa yang
lambat fokus di angka 10–20.
• Proses: Pendampingan khusus (scaffolding) bagi siswa yang belum lancar
menghitung mundur.
• Produk: Siswa boleh menunjukkan hasil pengurangan dengan gambar coretan atau
langsung angka.
L. Refleksi Guru
• Apakah penggunaan media sedotan mempermudah siswa memahami nilai tempat?
• Berapa persen siswa yang sudah mampu mengerjakan secara mandiri?
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS I SD
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
A. Identitas Modul
• Satuan Pendidikan: SD
• Kelas / Fase: I / Fase A
• Mata Pelajaran: Matematika
• Topik: Soal Cerita Penjumlahan dan Pengurangan
• Alokasi Waktu: 2 x 35 menit
• Semester: 2
B. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu memahami operasi penjumlahan dan pengurangan dalam konteks
kehidupan sehari-hari melalui soal cerita sederhana, serta menyelesaikan masalah
tersebut menggunakan strategi yang tepat.
C. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu:
• Mengidentifikasi kata kunci dalam soal cerita penjumlahan (seperti: datang lagi,
membeli lagi, jumlah).
• Mengidentifikasi kata kunci dalam soal cerita pengurangan (seperti: sisa, pecah,
hilang, diberikan).
• Mengubah soal cerita menjadi kalimat matematika.
• Menyelesaikan hasil perhitungan dengan benar melalui pengalaman konkret.
D. Profil Pelajar Pancasila
• Bernalar kritis: Menganalisis situasi dalam cerita untuk menentukan operasi hitung
yang tepat.
• Mandiri: Menyelesaikan soal cerita secara individu.
• Gotong royong: Berdiskusi memecahkan masalah dalam kelompok.
E. Pemahaman Bermakna
• Matematika membantu kita menghitung sisa barang atau jumlah belanjaan saat di
pasar.
• Memahami soal cerita melatih kita untuk lebih teliti dalam memahami keadaan
sekitar.
F. Pertanyaan Pemantik
• “Ibu membeli 10 telur, lalu 3 telur pecah. Bagaimana cara kita tahu berapa telur
yang masih utuh?”
• “Jika temanmu memberi 2 permen, apakah permenmu makin banyak atau makin
sedikit?”
G. Kegiatan Pembelajaran (Pembelajaran Mendalam)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Guru menyapa dan mengajak berdoa.
• Guru memerankan sebuah cerita singkat menggunakan benda nyata: "Ibu punya 5
pensil, lalu Andi memberikan 2 pensil lagi".
• Guru bertanya: “Apa yang terjadi dengan jumlah pensil Ibu?”
• ➡ Membangun keterkaitan antara cerita dengan simbol matematika.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
A. Eksplorasi
• Peserta didik bekerja berkelompok.
• Setiap kelompok diberikan kartu soal cerita dan benda konkret (kelereng atau stik).
• Peserta didik:
o Membaca soal cerita bersama kelompoknya.
o Mengambil benda sesuai angka yang disebutkan dalam soal.
o Mempraktikkan "menambah" atau "mengambil" benda tersebut.
• ➡ Belajar melalui pengalaman langsung untuk memahami logika soal.
B. Elaborasi
• Peserta didik menuliskan kalimat matematika di papan tulis (Contoh: 10 - 4 = 6).
• Guru menjelaskan kata kunci yang menandakan penjumlahan (+) dan pengurangan
(-).
• Peserta didik mencocokkan tindakan (mengambil/menaruh) dengan simbol angka.
• ➡ Menghubungkan konteks cerita dengan konsep abstrak matematika.
C. Refleksi
• Peserta didik menceritakan cara mereka menentukan apakah soal itu ditambah
atau dikurang.
• Guru menanyakan kesulitan dalam memahami kata-kata dalam soal.
• Guru memberikan penguatan tentang pentingnya membaca soal dengan teliti.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
• Guru dan peserta didik menyimpulkan ciri-ciri soal penjumlahan dan pengurangan.
• Guru memberikan pujian atas kerja kelompok yang kompak.
• Penugasan ringan: Membuat satu soal cerita tentang benda di rumah.
H. Asesmen Pembelajaran
1. Asesmen Diagnostik: Tanya jawab tentang sisa benda saat diambil sebagian.
2. Asesmen Formatif: Observasi saat siswa mempraktikkan soal cerita dengan benda
konkret.
3. Asesmen Sumatif: Mengerjakan lembar kerja berisi 5 soal cerita pendek.
I. Kriteria Ketercapaian Tujuan
Peserta didik dikatakan tuntas jika:
• Mampu mengubah minimal 3 dari 5 soal cerita menjadi kalimat matematika dengan
benar.
• Mampu menghitung hasil akhirnya secara akurat.
J. Media dan Sumber Belajar
• Benda konkret (stik es krim, kelereng, atau tutup botol).
• Kartu soal cerita bergambar.
• Lingkungan sekolah (kantin atau perpustakaan).
K. Diferensiasi Pembelajaran
• Konten: Soal cerita diberikan dengan tingkat kesulitan bahasa yang berbeda sesuai
kemampuan baca siswa.
• Proses: Pendampingan khusus bagi siswa yang belum lancar membaca instruksi
soal.
• Produk: Siswa boleh menjawab soal dengan bantuan gambar atau langsung angka.
L. Refleksi Guru
• Apakah siswa bisa membedakan situasi "bertambah" dan "berkurang" dalam
cerita?
• Apakah media konkret membantu mereka memahami maksud soal?