Problem Based Learning Inquiri: HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
Problem Based Learning Inquiri: HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
1 Tahun 2017
Oleh:
Rosdiana, Djono, Akhmad Arif Musadad
S2 Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret
ABSTRACT
This research aims to find out: (1) The difference of effect between Problem Based
Learning, Inquiry, and Conventional model on learning achievement history, (2) The
difference effect between students who have high interest and low interest of learning
achievement history, (3) the interaction effect between the uses of learning model with
interest in learning achievement [Link] research is quantitative research with
experimental method. The populations in this study are all students of SMA Negeri in
Bima regency NTB in 2015/2016 Academic Year. Sampling was done by cluster random
sampling technique. The research sample are 84 students, they are: 30 students of
experiment class Problem Based Learning, 24 students of experimental class Inquiry in
SMA Negeri 1 Madapangga and 30 Conventional control class in SMA Negeri 1 Bolo.
The instrument uses to collect the data are questionnaires interest and learning
achievement history [Link] Hypothesis test is use two-way analysis of variance 3x2
with different cells. The results of the research show that: (1) There is differences
between the effects of the use of learning model Problem Based Learning (PBL), Inquiry
learning model, and conventional learning on the learning achievement history. This is
evidenced by Fcount >Ftable(5.562 > 2.33) at the 5% significance level.(2) The difference
effect between students who have high interest and low interest of learning achievement
[Link] is evidenced by Fcount > Ftable(103.243 > 2.33) at the 5% significance level.(3)
There is no significant interaction between the learning model and interest in learning
achievement of history. This is evidenced by Fcount> Ftable(1.577 < 2.33) at the 5%
significance level.
42
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan efek antara masalah
berbasis belajar, permintaan, dan konvensional model belajar sejarah prestasi, (2) efek
perbedaan antara siswa yang memiliki bunga tinggi dan rendah minat belajar sejarah
prestasi, (3) efek interaksi antara penggunaan belajar model dengan minat dalam
mempelajari sejarah prestasi. Penelitian ini adalah kuantitatif penelitian dengan metode
eksperimental. Populasi dalam studi ini adalah seluruh siswa SMA Negeri di Kabupaten
Bima NTB pada tahun 2015/2016 tahun akademik. Sampling dilakukan oleh klaster
teknik sampel acak. Sampel penelitian mahasiswa 84, mereka adalah: 30 siswa
percobaan kelas Problem Based Learning, 24 siswa dari eksperimental kelas
penyelidikan di SMA Negeri 1 Madapangga dan kelas kontrol konvensional 30 di SMA
Negeri 1 Bolo. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah kuesioner dan tes sejarah
prestasi belajar. Tes hipotesis ini menggunakan analisis dua arah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan antara efek dari pemanfaatan pembelajaran
model masalah Based Learning (PBL), model pembelajaran permintaan dan
konvensional belajar pada belajar sejarah prestasi. Hal ini dibuktikan oleh F count > F
table(5.562 > 2.33) di tingkat kepentingan 5%. (2) pengaruh perbedaan antara siswa
yang memiliki nilai tinggi dan nilai yang rendah. Hal ini dibuktikan oleh F count > Ft
able(103.243 > 2.33) di tingkat kepentingan 5%. (3) ada interaksi tidak signifikan antara
model pembelajaran dan minat dalam mempelajari pencapaian sejarah. Hal ini dibuktikan
oleh F count > F table(1.577 < 2.33) di tingkat kepentingan 5%.
A. PENDAHULUAN
Di Indonesia pendidikan Sejarah merupakan salah satu
merupakan sarana paling penting dan bidang studi yang kurang diminati siswa
efektif untuk membekali siswa dalam dan keberadaannya dianggap kurang
menghadapi masa depan. Proses pentingdi mata siswa, orang tua dan
pembelajaran yang bermakna sangat sekolah. Pengajaran sejarah disekolah
menentukan sumber daya manusia yang memunculkan kesan tidak menarik,
berkualitas. Sumber daya manusia bahkan cenderung membosankan
berkualitas yang dimaksud adalah karena dalam pembelajaran guru masih
manusia yang beriman dan bertaqwa menggunakan model konvensional
kepada Tuhan Yang Maha Esa, (metode ceramah, tanya jawab dan
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, pemberian tugas). Hal ini menyebabkan
kreatif, mandiri, berdaya saing, menjadi siswa tidak aktif dalam proses
warga negara yang demokratis dan pembelajaran. Model pembelajaran
peka terhadap tantangan zaman. Oleh konvensional kurang memfasilitasi
karena itu, pendidikan merupakan kerjasama tim antar siswa satu dengan
kegiatan yang dilakukan dengan yang lain, sehingga siswa cenderung
sengaja agar anak didik memiliki sikap individual di dalam pembelajaran dan
dan kepribadian yang baik. kurang mempersiapkan materi
43
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
pembelajaran, serta siswa kurang yang sedang belajar, salah satu faktor
berminat pada pelajaran. ekstern siswa adalah model
Di sekolah minat memegang pembelajaran. Dengan demikian, faktor
peranan penting dalam belajar karena intern dan faktor ekstern tersebut sangat
minat merupakan unsur yang berpengaruh dalam menentukan
mengerakkan motivasi seseorang kualitas prestasi belajar siswa.
sehingga orang tersebut dapat Salah satu faktor yang
berkosentrasi terhadap suatu benda mempengaruhi rendahnya prestasi
atau kegiatan tertentu. Dengan adanya belajar sejarah siswa adalah proses
unsur minat belajar pada siswa, maka pembelajaran yang merupakan inti dari
siswa akan memusatkan perhatiannya proses pendidikan format di sekolah
pada kegiatan belajar tersebut. Dengan yang di dalamnya terdapat interaksi
demikian, minat merupakan faktor yang antara guru, materi dan siswa. Proses
sangat penting untuk menunjang pembelajaran sejarah masih kurang
kegiatan belajar siswa. Kenyataan ini efektif karena belum ada kerjasama
juga diperkuat oleh pendapat Sardiman yang baik antara guru dan siswa. Guru
yang menyatakan bahwa proses belajar masih menggunakan ketuntasan materi
akan berjalan lancar kalau disertai dan kurang mengoptimalkan aktivitas
dengan minat. belajar siswa. Siswa hanya menerima
Oleh karena itu, faktor minat penjelasan dari guru dan kurang aktif
merupakan faktor yang akan dalam pembelajaran. Hal ini
berpengaruh secara signifikan terhadap mengakibatkan pembelajaran sejarah
keberhasilan belajar (Susanto, 2013:66- hanya terfokus pada kegiatan menghafal
67). Keberhasilan proses pembelajaran konsep, sehingga penguasaan dan
dapat dilihat dari prestasi siswa yang pemahaman siswa rendah. Hal ini
bersangkutan. Prestasi belajar siswa menyebabkan prestasi belajar siswa
dalam pembelajaran dipengaruhi oleh cenderung rendah.
beberapa faktor. Slameto (2013:54-71), Prestasi yang dicapai oleh peserta
menyatakan bahwa faktor-faktor yang didik setelah mengikuti kegiatan
mempengaruhi belajar siswa dapat pembelajaran sejarah pada umumnya
digolongkan menjadi dua golongan saja, dijadikan tolak ukur keberhasilan
yaitu faktor intern dan faktor ekstern. pembelajaran sejarah. Sampai saat ini
Faktor intern adalah faktor yang ada kondisi pengajaran sejarah memang
dalam diri induvidu yang sedang belajar, belum seperti yang diharapkan. Hal ini
salah satu faktor intern siswa adalah ditandai dengan rendahnya prestasi
minat belajar. Sedangkan faktor ekstern belajar siswa. Berdasarkan observasi
adalah faktor yang ada di luar induvidu awal yang dilakukan peneliti di kelas XI
44
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
45
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
ini harus didukung oleh investigasi, dapat menumbuhkan sikap percaya diri
eksplorasi, pencarian dan penyelidikan. (selfbelief). Ketiga, tujuan dari
Menurut Madjid (2014:222), penggunaan strategi pembelajaran
menyatakan bahwa strategi inquiri adalah mengembangkan
pembelajaran inquiri merupakan kemampuan intelektual sebagai bagian
rangkaian kegiatan pembelajaran yang dari proses mental, akibatnya dalam
menekankan pada proses berpikir kritis pembeajaran inquiri siswa tidak hanya
dan analitis untuk mencari dan dituntut agar menguasai pelajaran, akan
menemukan sendiri jawaban dari suatu tetapi bagaimana mereka dapat
masalah yang dipertanyakan. Melalui menggunakan potensi yang dimilikinya
inquiri diharapkan prestasi belajar (Anwar, dkk, 2014:238).
sejarah dapat lebih baik dan meningkat. Peran guru dalam pembelajaran
Hal tersebut mengacu pada hasil inquiriadalah sebagai motivator,
penelitian yang dilakukan oleh Ali Abdi fasilitator, penanya, administrator,
(2014:37-41) yang menyatakan bahwa pengarah, manajer, dan rewarder.
siswa yang diajarkan melalui Sintaks dalam pembelajaraninquiri, yaitu
pembelajaran Inquiry-based Learning menyajikan pertanyaan/masalah,
mencapai prestasi yang lebih tinggi membuat hipotesis, merancang
dibandingkan siswa yang diajarkan percobaan, melakukan percobaan untuk
dengan metode tradisional memperoleh informasi, mengumpulkan
Sanjaya (2008) menyatakan bahwa ada dan menganalisis data, dan membuat
beberapa hal yang menjadi ciri utama kesimpulan. Diharapkan dengan
strategi pembelajaran inquiri. Pertama menggunakan model pembelajaran ini
strategi inquiri menekankan kepada dapat meningkatkan partisispasi dan
aktifitas siswa secara maksimal untuk prestasi belajar sejarah siswa. Selain itu
mencari dan menemukan, artinya diharapkan bisa membantu siswa dalam
pendekatan inquiri menempatkansiswa memahami suatu pelajaran sehingga
sebagai subjek belajar. Kemudian dalam output yang dihasilkan menjadi output
proses pembelajaran, siswa tidak hanya yang berkualitas, baik dalam ranah
berperan sebagai penerima pelajaran kognitif, afektif dan psikomotor.
melalui penjelasan guru secara verbal, Penelitian ini bertujuan untuk
tetapi mereka berperan untuk mengetahui (1) Ada tidaknya perbedaan
menemukan sendiri inti dari materi pengaruh antara penggunaan model
pelajaran. Kedua, seluruh aktivitas yang pembelajaran Problem Based Learning,
dilakukan diarahkan untuk mencari dan Inquiridan Konvensional terhadap
menemukan sendiri dari sesuatu yang prestasi belajar sejarah. (2) Ada
dipertanyakan, sehingga diharapkan tidaknya perbedaan pengaruh antara
46
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
siswa yang memiliki minat belajar tinggi menggunakan desain faktorial 3x2
dan minat belajar rendah terhadap (factorial design).
prestasi belajar sejarah. (3) Ada Populasi dalam penelitian ini
tidaknya interaksi pengaruh penggunaan adalah seluruh siswa SMA Negeri Se-
model pembelajaran dengan minat Kabupaten Bima-NTB tahun ajaran
belajar terhadap prestasi belajar 2015/2016. Pengambilan sampel
sejarah. dilakukan dengan teknik cluster random
Berdasarkan penjelasan di atas sampling. Sampel penelitian ini
dapat dirumuskan hipotesis sebagai berjumlah 84 siswa, dengan rincian 30
berikut: (1) Terdapat perbedaan siswa kelas eksperimen Problem Based
pengaruh antara penggunaan model Learning, 24 siswa kelas eksperimen
pembelajaran Problem Based Learning, Inquiry di SMA Negeri 1 Madapangga
Inquiri dan konvensional terhadap dan 30 siswa kelas kontrol Konvensional
prestasi belajar sejarah pada siswa di di SMA Negeri 1 Bolo.
SMA Negeri se-Kabupaten Bima-NTB. Variabel dalam penelitian ini ada
(2) Terdapat perbedaan pengaruh dua, yaitu variabel terikat dan variabel
antara siswa yang memiliki minat belajar bebas. Variabel terikatnya adalah
tinggi dan minat belajar rendah terhadap prestasi belajar sejarah dan variabel
prestasi belajar sejarah pada siswa di bebasnya adalah model pembelajaran
SMA Negeri se-Kabupaten Bima-NTB. dan minat belajar siswa. Penelitian ini
(3) Terdapat interaksi pengaruh antara menggunakan model pembelajaran
model pembelajaran dengan minat Problem Based Learning untuk
belajar terhadap prestasi belajar sejarah eksperimen pertama, inquiry untuk
pada siswa di SMA Negeri se- eksperimen kedua,dan Konvensional
Kabupaten Bima-NTB. untuk kelas kontrol. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini
B. METODE PENELITIAN berupa teknik non tes (angket) untuk
Penelitian ini dilaksanakan di SMA mencari data mengenai tingkat minat
Negeri se-Kabupaten Bima Propinsi belajar siswa dan teknik tes untuk
Nusa Tengara Barat tahun ajaran mengukur prestasi belajar sejarah.
2015/2016. Waktu penelitian dilakukan Adapun teknik analisis data yang
pada semester 1selama 3 bulan yaitu digunakan untuk menguji hipotesis
bulan Oktober sampai bulan Desember. dalam penelitian ini adalah analisis
Penelitian ini merupakan penelitian variansi dua jalan dengan sel tak sama.
kuantitatif dengan menggunakan Sebelum kelas diberikan perlakuan,
metode eksperimen. Rancangan analisis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat
terhadap data kemampuan awal siswa
47
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
48
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
49
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
50
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
51
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
52
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
Interaksi pengaruh antara model intern dan faktor ekstern. faktor intern
pembelajaran dengan minat belajar adalah faktor yang ada dalam diri
terhadap prestasi belajar sejarah. induvidu yang sedang belajar yang
Berdasarkan hasil perhitungan terdiri dari faktor jasmaniah, faktor
analisis Two-Way Anova diperoleh nilai psikologis dan faktor kelelahan,
Fhitung<Ftabel = 1,577 < 2,33 dan nilai sedangkan faktor ekstern adalah faktor
signifikansi sebesar 0,213 lebih besar yang ada di luar induvidu terdiri dari
dari 0,05, maka H0AB diterima, sehingga faktor keluarga, faktor sekolah dan
tidak ada interaksi antara model faktor masyarakat (Slameto, 2013:54-
pembelajaran dengan minat belajar 71). Dengan demikian, banyak indikator
terhadap prestasi belajar sejarah. Hal ini rupanya yang mempengaruhi prestasi
berarti, perbandingan antara belajar siswa dalam pembelajaran
penggunaan model pembelajaran sejarah.
Problem Based Learning, inquiry dan Tidak adanya interaksi dikarenakan
konvensional untuk setiap tingkat minat realitas pembelajaran sejarah di
belajar siswa mengikuti perbandingan lapangan, dimana guru belum terbiasa
marginalnya. Dengan memperhatikan menggunakan metode inovatif dan
rataan masing-masing sel dan rataan mengandalkan metode konvensional
marginalnya dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran sejarah, sehingga
penggunaan Problem Based Learning siswa cenderung pasif. Para guru
dan inquiry menghasilkan hasil belajar sejarah terbiasa menggunakan metode
sejarah yang lebih baik dibandingkan konvensional sehingga berdampak pada
dengan penggunaan model siswa yang kurang bersemangat ketika
pembelajaran konvensional, baik secara dituntut untuk aktif mengkonstruk
umum maupun untuk tingkat minat pengetahuan sendiri.
belajar. Dengan demikian, siswa dengan
minat tinggi mempunyai hasil belajar D. KESIMPULAN
sejarah yang lebih baik dibandingkan Berdasarkan hasil analisis data dan
dengan siswa yang mempunyai tingkat pembahasan hasil penelitian, maka
minat belajar rendah. dapat diambil beberapa kesimpulan
Tidak adanya interaksi antara sebagai berikut:
model pembelajaran dan minat terhadap 1. Terdapat perbedaan pengaruh antara
prestasi belajar disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran
beberapa hal. Diantaranya disebabkan Problem Based Learning, Inquiri dan
karena keberhasilan belajar mengajar konvensional terhadap prestasi
untuk meningkatkan prestasi belajar itu belajar sejarah pada siswa di SMA
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor Negeri se-kabupaten Bima-NTB.
53
HISTORIKA, Vol. 20, No. 1 Tahun 2017
Hasil belajar siswa pada mata lebih baik daripada siswa yang
pelajaran sejarah dengan model memiliki minat belajar rendah.
Problem Based Learning, dan 3. Tidak terdapat interaksi antara model
Inquirilebih baik daripada siswa yang pembelajaran dan minat belajar
menggunakan model konvensional. terhadap prestasi belajar sejarah
2. Terdapat perbedaan pengaruh antara pada siswa di SMA Negeri se-
siswa yang memiliki minat belajar kabupaten Bima-NTB. Karena tidak
tinggi dan minat belajar rendah ada interaksi antara model
terhadap prestasi belajar sejarah pembelajaran dan minat belajar
pada siswa di SMA Negeri se- siswa, maka model Problem Based
kabupaten Bima-NTB. Hasil belajar Learning (PBL), dan Inquiri lebih
siswa pada mata pelajaran sejarah efektif dibandingkan dengan model
yang memilki minat belajar tinggi pembelajaran konvensional.
REFERENSI
Kuhlthau, C.C., Maniotes, L.K & Caspari A.K. 2007. Guided Inquiry Learning in the 21st
Century. United States of America: Greenwood Publishing Group, Inc.
Syah, Muhibbin. 2014. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Slameto. 2013. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Ali Abdi. 2014. The Efect of Inquiry-based Learning Method on Students’ Academic
Achievemen in Science Course. Universal Journal of Educational Research, 2(1).
Anwar, dkk. 2014. Penerapan Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri Untuk
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Keperdulian Lingkungan
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Jurnal EduBio
Tropika. Vol. 2, No. 2.
54