Proposal
Proposal
PROPOSAL
Oleh :
Disusun oleh :
JAINUN SULFA RUMODAR
NIM. 1317104007
Pembimbing I Pembimbing II
Mengetahui,
Ketua Program Studi, Ketua Pengelola,
Pariwisata PDD Masohi
i
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................29
3.1 Lokasi Penelitian......................................................................................29
3.2 Jenis data dan Sumber data......................................................................29
3.2.1 Jenis Data......................................................................................29
3.2.2 Sumber Data..................................................................................29
3.3 Populasi dan Sampel................................................................................30
3.3.1 Populasi.........................................................................................30
3.3.2 Sampel...........................................................................................30
3.4 Teknik pengumpulan data........................................................................31
3.4.1 Metode observasi...................................................................31
3.4.2 Metode wawancara................................................................31
3.4.3 Studi kepustakaan..................................................................32
3.4.4 Metode Angket (kuesioner)...................................................32
3.5 Operasional variabel................................................................................33
3.5.1 Variabel bebas.......................................................................33
3.5.2 Variabel terikat......................................................................33
3.6 Teknik pengolahan data...........................................................................36
3.6.1 Editing ..............................................................................36
3.6.2 Classifying (Klasifikasi)........................................................37
3.6.3 Pemberian Skor atau Nilai.....................................................37
3.6.4 Tabulasi..................................................................................37
3.6.5 Concluding (Kesimpulan)......................................................38
3.7 Teknik analisis data.................................................................................38
3.7.1 Uji Validitas...........................................................................38
3.7.2 Uji Realibilitas.......................................................................39
3.7.3 Uji Asumsi Klasik..................................................................40
[Link] Uji Normalitas...........................................................40
3.7.4 Uji Hipotesis..........................................................................40
[Link] Uji Parsial T...............................................................40
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Maluku merupakan Negara kepulauan yang kaya akan Sumber Daya Alam serta budaya
dan sejarahnya. Potensi kepariwisataan dalam suatu wilayah sering kali dimanfaatkan
sebagai suatu Aset yang mendatangkan penghasilan yang cukup besar. Maluku memiliki
pesona wisata yang banyak dan kaya akan kualitas terbaik. Sebagai daerah Kepulauan,
maluku memiliki potensi wisata alam yang beraneka ragam. Salah satu jenis wisata yang
dimiliki maluku adalah wisata bahari yang terkenal dari pelosok hingga mancanegara.
Objek dan daya tarik wisata Maluku tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota, salah satunya
kabupaten Maluku tengah.
Desa Saleman merupakan salah satu wilayah yang terletak di Kecamatan Seram Utara
Barat, Kabupaten Maluku Tengah yang merupakan desa dengan berbagai Objek wisata
bahari yang menjadi wisata paling diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Desa saleman memiliki cukup banyak potensi wisata alam seperti wisata ( tebing batu /
hatupia, pantai air belanda / hatumalulohon, goa laut, puncak gunung roulessi, goa
hatussaka, air terjun, dan puncak gunung kelinanti serta pantai ora beach). Semua objek
wisata bahari cocok untuk berselancar dan berski air, berfoto, diving, snorkeling,
memancing, berdayung dengan perahu lokal. Bukan hanya mengenai potensi wisata alam
namun desa saleman juga kaya akan keunikan tradisi adat budaya seperti tari-tarian, acara
adat, kebiasaan-kebiasaan yang turun menurun, dan yang lainnya. Namun, wisata di desa
saleman belum terkelola dengan baik karena masih terbatasnya keterlibatan pemerintah
daerah dan pemerintah negeri. Sehingga menimbulkan Kurangnya pembaruan terkait
informasi destinasi Wisata. akhirnya meni mbulkan tingkat promosi pariwisata yang ada di
desa saleman dinilai masih amat rendah, padahal dengan adanya informasi yang uptodate
akan menambah daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata yang ada
ataupun hanya melepas penat untuk mengabadikan momen saja. Promosi berperan penting
dalam pariwiasata, terutama segmen pasar utama yang berupaya melestarikan produk-
produk wisata secara kesinambungan. Untuk memperkenalkan objek wisata ke seluruh
indonesia bahkan dunia, diperlukan promosi yang efektif. Objek wisata tidak dapat dikenal
khalayak luas tanpa adanya rancangan strategi promosi yang baik. Tentu saja tingkat
kunjungan wisatawan pun pasti akan rendah. Sehingga Indikator dari suksesnya promosi
pariwisata adalah jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat dari tahun ke tahun.
Tabel 1.1
Kunjungan Wisatawan Maluku Tengah
Tahun 2018 – 2021
TAHUN WISMAN WISNUS
Sarana koordinasi tercipta dalam penerapan strategi promosi, untuk itu para pemangku
kepentingan pariwisata yakni wisatawan, pengusaha, masyarakat atau komunitas,
2
pemerintah, media dan akademi harus saling bersinergi dan berkalaborasi untuk
mengoptimalkan pengalaman wisatawan yang berkunjung. Pemangku kepentingan
pariwisata ini memiliki tanggung jawaban terhadap objek-objek wisata dan mempunyai
tujuan yang sama yaitu dalam upaya pengembangan promosi serta pengelolaan destinasi
pariwisata di desa saleman salah satunya Air Belanda. Menurut Tjiptono (2008), Bauran
promosi berkaitan dengan upaya untuk mengarahkan seseorang agar dapat mengenal
produk, kemudian memahami produk tersebut, dan akhirnya membeli produk tersebut.
Dalam objek penelitian ini, pembelian produk dapat diartikan sebagai minat kunjungan.
Air belanda adalah salah satu objek wisata yang hanya terkenal jika ada wisatwan
yang ingin ke Ora Beach Resort, Air Belanda merupakan pertemuan aliran mata air dari
hutan manusela dengan air laut. Nama Air Belanda diambil karena dahulu banyak tentara
kolonial Belanda mandi di sumber mata air tersebut. Namun bukan saja mengenai airnya
lokasi ini memiliki pasir putih yang indah serta pasir yang timbul di daerah pantai inilah
yang menjadi ciri khas serta pemandangannya yang menarik, sebagai tempat singahan bagi
pelaku wisatawan (pelancong) dan masuk dalam paket tour yang dibuat oleh parah pelaku
wisata sekitar mengharuskan Air Belanda ini memiliki banyak peminat namun kurangnya
promosi yang dilakukan hanya seebatas dari mulut ke mulut serta media sosial yang dipakai
seperti (facebook) menjadikan lokasi ini terlihat seperti biasa-biasa saja serta kurangnya
penanganan dari pemerintah daerah maupun pemerintah negeri desa saleman.
Kondisi sekarang mengenai objek wisata yaitu, sudah ada pengembangan oleh
masyarakat dari desa sendiri, yang dimana di sekitaran lokasi Air Belanda sudah disediakan
beberapa penginapan seperti ( Luman Nalan Home Stay, Surya Resort, Air Belanda Resort,
Air Belanda Guest House, dan Kaka Tua Bungalow). Namun Permasalahan dalam
penelitian ini bahwa lokasi wisata ini belum terkenal sepenuhnya seperti objek wisata Ora
Beach Resort sehingga diperlukan adanya promosi yang unik yang bukan saja hanya
mengandalkan satu aplikasi namun juga strategi yang matang, hal ini juga akan muncul
peluang minat wisatawan untuk berkunjung serta kembali lagi untuk merasakan keindahan
dari objek wisata Air Belanda. Padahal, objek wisata Air Belanda tidak memberikan biaya
3
bagi para wisatawan yang berkunjung seperti biaya masuk atau tiket. Terkecuali wisatawan
menggunakan fasilitas yang diusahakan atau dikelolah oleh masyarakat sekitar seperti
penginapan dan tour. Permasalahan dalam minat atau tidak minatnya wisatawan dilihat
dari Sumber daya manusia berupa Pelayanan yang merupakan bentuk fisik dari objek
wisata, ketepatan, keramahan antara pengelola dan masyarakat yang berada di Air
Belanda. Kebersihan dalam bentuk layanan dan ketersediaan tempat sampah, toilet bersih,
makanan/minuman higenis, alat makan/minum bersih dan tidak membuang sampah
sembarangan serta Aksesibilitas yang memadai maka Semua hal tersebut menjadi faktor
yang memotivasi wisatawan berminat atau tidak untuk berkunjung ke air belanda.
4
3. Bagaimanakah pengaruh bauran promosi terhadap minat kunjungan wisata ke Air
Belanda Desa Saleman?
1.3 Ruang Lingkup
Agar penulis terfokus maka penulis membatasi masalah hanya sebatas pengaruh bauran
promosi terhadap minat kunjungan wisata ke air belanda desa saleman.
5
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau saran bagi
perusahaan dalam melakukan bauran promosi yang akan berpengaruh pada
minat kunjungan wisata.
d. Bagi pembaca
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan
pembuatan jenis penelitian yang serupa yaitu mengenai pengaruh bauran
promosi terhadap minat kunjungan wisata.
6
BAB V : PENUTUP
Bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran atau rekomendasi
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teoritis
Menurut arti katanya, pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua
kata yaitu kata Pari dan kata Wisata. Pari berarti penuh, seluruh, atau semua dan kata
wisata berarti perjalanan. Menurut Yoeti dalam “Pengantar Industri Pariwisata”, syarat
suatu perjalanan disebut sebagai perjalanan pariwisata apabila:
a. Perjalanan dilakukan dari suatu tempat ke tempat yang lain, di luar tempat
kediaman orang tersebut biasa tinggal
b. Tujuan perjalanan semata-mata untuk bersenang-senang, dan tidak mencari
nafkah di tempat negara yang dikunjunginya
c. Semata-mata sebagai konsumen di tempat yang dikunjungi. Menurut Wahab
dalam “Pengantar Industri Pariwisata” pariwisata mengandung tiga unsur antara
lain:
a. Manusia, yakni sebagai unsur insani sebagai pelaku kegiatan pariwisata.
b. Tempat, yakni unsur fisik sebenarnya tercakup oleh kegiatan pariwisata.
c. Waktu, yakni unsur tempo yang dihabiskan dalam perjalanan tersebut dan
selama berdiam di tempat tujuan.
Jadi, definisi pariwisata adalah salah satu dari industri baru yang mampu meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dengan cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup,
dan dalam hal mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan.
Pariwisata yaitu kegiatan yang dilakukan seseorang dari tempat satu dan berkunjung ke
tempat lain dalam waktu tertentu yang mempunyai tujuan bermacam-macam, mulai dari
menikmati keindahan tempat, mengembangkan kepribadian, maupun mempelajari keunikan
yang terdapat di suatu daerah wisata tersebut. Seseorang atau kelompok orang yang
melakukan suatu perjalanan wisata disebut dengan wisatawan (tourist), jika lama
8
tinggalnya sekurang-kurangnya 24 jam di daerah atau negara yang dikunjungi. Apabila
mereka tinggal di daerah atau negara yang dikunjungi dengan waktu kurang dari 24 jam
maka mereka disebut pelancong (excursionist). Pengunjung (visitor) yaitu setiap orang
yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain dan biasanya dengan maksud apapun
kecuali untuk melakukan pekerjaan yang menerima upah.
9
wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah
pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya diilindungi oleh undang-
undang
d. Wisata Konvensi Yaitu dapat diartikan sebagai wisata yang aktivitasnya
merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan
sekelompok orang secara bersama-sama, rangkaian kegiatannya dalam
bentuk meetings, incentive travels, conventions, congresess, conference,
dan exhibition
e. Wisata Pertanian (Agrowisata)
Filosofi agrowisata adalah meningkatkan pendapatan kaum tani, dan
meningkatkan kualitas alam pedesaan menjadi hunian yang benar-benar
dapat diharapkan sebagai hunian yang berkualitas, memberikan
kesempatan masyarakat untuk belajar kehidupan pertanian yang
menguntungkan dan ekosistemnya.
f. Wisata Buru
Jenis ini banyak dilakukan di negeri-negeri yang memang memiliki daerah
atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan
digalakkan oleh berbagai agen atau biro perjalanan.
g. Wisata Ziarah
Jenis wisata ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat
istiadat dan kepercayaan umat atau kelopok masyarakat. Wisata ziarah
banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat-tempat suci,
ke makam-makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan, bukit
atau gunung yang dianggap keramat, tempat pemakaman tokoh atau
pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda.
Jika ditinjau dari arti kata “wisatawan” yang berasal dari kata “wisata” maka
sebenarnya tidaklah tetap sebagai pengganti kata “tourist” dalam bahasa inggris. Kata itu
berasal dari bahasa Sansekerta “wisata” yang berarti “perjalanan” yang sama atau dapat
10
disamakan dengan kata “travel” dalam bahasa inggris. Jadi orang melakukan perjalanan
dalam pengertian ini, maka wisatawan sama artinya dengan kata “traveler” karena dalam
bahasa Indonesia sudah merupakan kelazimanmemakai akhiran “wan” untuk menyatakan
orang dengan profesinya, keahliannya, keadaanya, jabatannya dan kedudukan seseorang.
Wisatawan merujuk kepada orang atau subyek. Orang yang berkunjung, menikmati,
mempelajari tempat wisata, bahkan untuk melakukan tujuan bisnis disebut
wisatawan.24Wisatawan dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
a. Wisatawan Nusantara, adalah wisatawan yang berasal dari dalam negeri dan bisa
disebut dengan wisatawan domestik.
b. Wisatawan Mancanegara, adalah wisatawan yang berasal dari luar negeri yang
berkunjung ke Indonesia.
11
penjual, promosi penjualan, hubungan masyarakat (humas), pameran, penjualan via pos/on
line dan sebagainya.
Promosi adalah suatu kegiatan atau cara untuk memperkenalkan produk dan
membujuk konsumen agar tertarik terhadap produk yang dibuat. Dengan adanya promosi
tersebut diharapkan konsumen dapat membeli suatu produk yang telah dipasarkan.
Promosi adalah mengkomunikasikan informasi antara oenjual dan pembeli
potensial atau orang lain dalam saluran untuk memengaruhi sikap dan perilaku. Bagian
promosi dalam bauran pemasaran melibatkan pemberitahuan kepada pelanggan target
bahwa produk yang tepat tersedia di tempat dan pada harga yang tepat. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa kegiatan promosi bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi
antara perusahaan dan konsumen melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi
konsumen dalam kegiatan pembelian sesuai keinginan dan kebutuhannya. Hal ini dilakukan
dengan menggunakan alat-alat promosi. Promosi menjadi salah satu dari berbagai aspek
pengembangan pariwisata yang dapat dilakukan dalam menunjang pertumbuhan pariwisata.
Promosi dalam pemasaran produk pariwisata mempunyai peran sebagai sarana pendukung
transaksi dengan menginformasikan, mengingatkan, membujuk, dan membedakan produk
pariwisata yang sudah dipromosikan dengan produk pariwisata lainnya.
Dengan promosi diharapkan dapat mengarahkan calon wisatawan atau pihak
lembaga untuk melakukan pertukaran (jual beli) dalam pemasaran produk wisata. Jika
promosi dapat berjalan dengan baik maka akan terwujudnya perkembangan pariwisata,
sehingga berpengaruh bagi kepariwisataan dalam meningkatkan daya tarik dan kunjungan
wisatawan serta mempercepat pertumbuhan wisata itu sendiri. Bagaimana dengan produk
wisata? Produk wisata adalah segala jenis produk, baik berbentuk barang atau jasa yang
merupakan komoditas pariwisata. Menurut batasan ini maka produk wisata adalah semua
bentuk pelayanan yang dinikmati wisatawan sejak berangakat meninggalkan tempat
tinggalnya hingga kembali pulang. Adapun unsurunsur dari industri kreatif atau produk
wisata yang merupakan suatu paket yang tidak terpisah, yaitu:
a. Objek wisata yang terdapat pada daerah-daerah tujuan wisata yan menjadi
daya tarik orang-orang untuk datang bearkunjung ke daerah tersebut
12
b. Fasilitas yang diperlukan di tempat tujuan tersebut, seperti: akomodasi,
restoran, bar, entertainment, dan rekreasi.
c. Transportasi yang menghubungkan negara asal wisatawan dengan daerah
tujuan wisatawan seperti tarnsportasi di tempat tujuan ke objek-objek
wisata.
13
Sedangkan mengingat bertujuan untuk mengingatkan pembeli bahwa produk yang
bersangkutan dibutuhkan dalam waktu dekat, mengingatkan pembeli akan tempat-tempat
penjualan produk, membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan dan
menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan.
Tjiptono (2004) menyatakan bahwa tujuan dari promosi dari sudut pandang ilmu
ekonomi adalah menggeser kurva permintaan akan produk perusahaan ke kanan dan
membuat permintaan menjadi inelastic (dalam kasus harga naik) dan elastis (dalam kasus
harga turun).
Menurut Prayitno (1999) mengklasifikasikan tujuan promosi sebagai efek dari
komunikasi sebagai berikut:
a. Menumbuhkan persepsi konsumen terhadap suatu kebutuhan (category need).
b. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada
konsumen (brand awareness).
c. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude).
d. Membujuk konsumen untuk membeli suatu produk (brand purchase intention).
e. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase facilitation).
f. Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning).
14
memilikinya. Bagi calon pembeli merasa mampu (dalam hal harga,cara
pemakaiannyan dan sebagainya),maka rasa ingin memilikinya ini semakin besar
dan diikuti oleh suatu keputusan untuk membeli.
Pengertian gaya hidup dalam menetukan pemasaran bagi konsumen. Menurut
Hendry Simamora (2001, 754) ada beberapa alasan para pemasar melakukan promosi:
a. Menyediakan informasi pembelidan penjual dapat manfaat dari fungsi
informasional yang sanggup dilakukan oleh promosi. Para pembeli menemukan
program baru yang dapat membantunya dan para penjual dapat
menginformasikan kepada calon pelanggan tentang barang dan jasa.
b. Merangsang permintaan para pemasar menginginkan konsumen membeli
produknya dan mereka menggunakan promosi untuk membuat konsumen
melakukan permintaan.
c. Membedakan produk organisasi-organisasi mencoba membedakan mereka dan
produknya melalui penggunaan promosi,khususnya produk yang tidak banyak
berbeda dari para pesaingnya.
15
1. Sales promotion
Jenis promosi ini mungkin sering anda temukan dalam bentuk diskon, flash sale
atau penawaran lainnya.
2. Advertising
Jenis promosi ini bisa dikatakan sebagai periklanan berbayar atau bersponsor yang
digunakan untuk mendapatkan pengunjung yang lebih banyak secara online.
Periklanan ini bisa anda temukan di media sosial, Televisi, atau papan iklan di
jalanan.
3. Personal Selling
Promosi jenis ini dilakukan dengan menggunakan sumber daya manusia, dengan
tujuan membangun hubungan lebih dekat dengan para pelanggan atau calon
pelanggan. Biasanya promosi ini menggunakan sales, agen atau yang lainnya untuk
terjun ke lapangan dan melakukan kegiatan pemasaran secara langsung.
4. Direct Marketing
Promosi ini adalah promosi secara langsung kepada pelanggan atau calon pelanggan
melalui alat komunikasi seperti SMS, pesan WA, atau email marketing. Meskipun
kegiatan promosi ini dilakukan dari jarak jauh, akan tetapi pelanggan dan calon
pelanggan tetap bisa berkomunikasi secara personal dan langsung dengan
perusahaan.
5. Public Relation
Biasanya, jenis promosi ini dilakukan dengan cara mengadakan event, mengikuti
event, kolaborasi atau yang lainnya. Tentu, cara ini bisa meningkatkan suatu brand
dengan mengenalkannya kepada publik.
16
a. Advertising (Periklanan)
Menurut Northcote Porkison, iklan adalah promosi produksi atau pelayanan non
individu yang dilakukan oleh sponsor (perusahaan atau perorangan) tertentu yang
bisa diidentifikasi dan yang membayar biaya komunikasi ini. Sedangkan menurut
Basu Swastha, periklanan adalah komunikasi non individu, dengan sejumlah biaya,
melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga, non lembaga, non
laba, serta individu-individu.
Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan, iklan merupakan suatu bentuk
komunikasi pemasaran dari produsen ke konsumen melalui media komunikasi massa,
misalnya radio, surat kabar, majalah, dan sebagainya. Sehingga advertising
mempunyai sifat nonpersonal dan merupakan suatu alat untuk mempromosikan
produk atau jasa tanpa mengadakan kontak langsung serta si pemasang iklan harus
membayar dengan ketentuan berlaku. Fungsi-fungsi periklanan menurut Basu
Swastha ada lima yaitu:
1. Memberikan Informasi Periklanan dapat menambah nilai pada suatu barang dengan
membrikan informasi kepada konsumen. Iklan dapat memberikan informasi lebih
banyak daripada lainnya, baik tentang barangnya, harganya, ataupun informasi lain
yang mempunyai kegunaan bagi konsumen. Nilai yang diciptakan oleh periklanan
tersebut dinamakan faedah informasi.
2. Membujuk atau Memengaruhi Periklanan tidak hanya bersifat memberitahu saja,
tetapi juga bersifat membujuk terutama kepada pembeli-pembeli yang potensial
dengan menyatakan bahwa suatu produk adalah lebih baik daripada produk yang
lain. Dalam hal ini iklan yang bersifat membujuk tersebut lebih baik dipasang pada
mediamedia seperti televisi atau majalah.
3. Menciptakan Kesan (Image) Dengan sebuah iklan orang akan mempunyai kesan
tertentu tentang apa yang diiklankan. Dalam hal ini, pemasang iklan selalu berusaha
untuk menciptakan iklan yang sebaikbaiknya, misalnya dengan menggunakan
warna, ilustrasi, bentuk, dan layout yang menarik. Kadang-kadang pembelian
sebuah barang tidak dilakukan secara rasional atau memperhatikan nilai
17
ekonomisnya, tetapi lebih terdorong untuk mempertahankan atau meningkatkan
gengsi.
4. Memuaskan Keinginan Kadang-kadang orang juga ingin dibujuk untuk melakukan
sesuatu yang baik bagi mereka atau bagi masyarakat. Misalnya, dibujuk untuk
menggosok gigi, membantu fakir miskin, penderita bencana, atau dibujuk untuk
memperoleh pendidikan yang lebih baik. Jadi, periklanan merupakan suatu alat
yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan, dan tujuan itu sendiri berupa pertukaran
yang saling memuaskan.
5. Periklanan Merupakan Alat Komunikasi Periklanan adalah suatu alat untuk
membuka komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli, sehingga keinginan
mereka dapat terpenuhi dalam cara yang efisien dan efektif. Dalam hal ini
komunikasi dapat menunjukkan cara-cara untuk mengadakan pertukaran yang
saling memuaskan.
b. Promosi penjualan
Promosi penjualan adalah suatu perencanaan untuk membantu atau melengkapi
koordinasi periklanan dan penjualan pribadi. Adapun pengertian promosi penjualan
lainnya adalah kumpulan kiat insentif yang dilakukan perusahan dalam jangka waktu
pendek, didesain untuk membujuk konsumen membeli sekarang atau lebih cepat dalam
jumlah yang besar terhadap produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen akhir.
Menurut William J. Stanton, promosi penjualan adalah kegiatan-kegiatan di luar
penjualan perseorangan, periklanan dan publisitas yang menstimulasi pembelian oleh
konsumen dan keefektifan dealer, misalnya pameran, pertunjukan, demonstrasi serta
berbagai kegiatan penjualan luar biasa yang bukan kerja rutin biasa. Sedangkan menurut
Philip Kotler mengemukakan, bahwa sarana-sarana promosi penjualan dapat berupa
promosi konsumen (contoh/sampel gratis, kupon, premi, stiker dagang, memberikan
kepada konsumen penghematan di luar harga biasa), promosi dagang (tunjangan
pembeli, keringanan dagang, tunjangan iklan, barang gratis, dan sebagainya), promosi
pramuniaga (misalnya: kontes, undian, permainan, dan kontes dagang. Akibat merk-
18
merk baru di pasar maka kegiatan promosi penjualan semakin dirasa penting. Dimana
promosi penjualan yang mengarahkan pada konsumen atau pemakai akhir biasanya
digunakan untuk meningkatkan permintaan atau mempercepat waktu pembelian,
sedangkan promosi penjualan yang diarahkan pada distributor biasanya digunakan untuk
mendorong pembelian yang berjumlah lebih besar. Di samping itu promosi penjualan
akan menghasilkan penjualan yang lebih cepat ketimbang periklanan dan promosi
penjualan juga banyak digunakan untuk menghabiskan kelebihan persediaan dalam masa
resesi. Penjualan dengan bertemu muka ini hanya merupakan satu dari beberapa fungsi
penting lainnya. Fungsi-fungsi lain tersebut adalah:
1. Mengadakan analisa pasar
2. Menentukan calon konsumen
3. Mengadakan komunikasi
4. Memberikan pelayanan
5. Memajukan langganan
6. Mempertahankan langganan
7. Mendefinisikan masalah
8. Mengatasi masalah
9. Mengatur waktu
10. Mengalokasikan sumber-sumber
11. Meningkatkan kemampuan diri
c. Publicity (Publisitas)
Publisitas adalah promosi terakhir, dimana kegiatan promosi untuk memancing
nasabah melalui kegiatan seperti pameran, pembukaan stan di pusat pembelanjaan,
sponsorship kegiatan, kegiatan amal dll. Publisitas tidak dibayar oleh sponsor. Publisitas
dapat berdampak positif maupun negative Dalam dunia perbankan publisitas adalah
kegiatan bank dalam rangka mengenalkan ke publik dengan media-media yang dikenal
non komersial. Bagi bank publisitas dapat ditempuh dengan menyelenggarakan suatu
kegiatan yang melibatkan masyarakat umum dan cenderung bukan merupakan ajang
19
penjualan produk dan periklanan, sehingga mampu menarik perhatian wartawan media
massa untuk meliputi dan menyiarkannya sebagai berita publik. Meskipun mempunyai
kesamaan dengan iklan yaitu disiarkan diberitakan dalam media massa, publisitas lebih
netral karena tidak memuat pesan-pesan propaganda untuk mengkonsumsi produk.
Masyarakat akan menilai publisitas akan media massa sebagai informasi, berita yang
layak diketahui oleh masyarakat secara umum dan luas. Oleh karena itu publisitas sangat
diinginkan oleh pengunjung karena biaya rendah namun cakupan informasinya luas dan
persepsi beritanya bersifat netral. Dengan karakteristik seperti ini, publisitas menjadi
pilihan promosi yang cocok untuk membangun citra dengan dimensi jangka panjang.
Kegiatan-kegiatan yang biasanya mampu memancing peliputan media massa untuk
disiarkan sebagai berita adalah :
i. Kegiatan amal (charity), seperti pengumpulan dana untuk di sumbangkan
kepada fakir miskin, yatim piatu, korban bencana alam, pemuda putus sekolah,
dan bea siswa untuk keluarga miskin.
ii. Kegiatan bhakti sosial, seperti pengobatan gratis untuk masyarakat pelosok
desa tertingal, penghijauan dan penanaman kembali area tandus, dan lain-lain.
iii. Sponsor ship kegiatan, beberapa bank bersedia menjadi pendukung dana atau
sponsor bagi suatu kegiatan, apakah itu kegiatan olahraga, pentas musik,
pagelaran seni budaya.
Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller bauran promosi (bauran komunikasi
pemasaran) terdiri dari iklan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan
masyarakat dan publisitas, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut
ke mulut dan penjualan personal.
Menurut Lizar Alfansi, metode bauran promosi tradisional yaitu penjualan
perorangan, periklanan, promosi penjualan, dan publisitas. Akan tetapi seiring perubahan
lingkungan menyebabkan perubahan fundamental dalam metode komunikasi pemasaran.
Menurut Cowles dan Kiecker menyebutkan perubahan lingkungan komunikasi pemasaran
jasa yang berpengaruh terhadap metode komunikasi pemasaran adalah peran pemasaran
langsung dan pemasaran interaktif yang lebih besar dan signifikan serta kecenderungan
20
penerapan pemasaran berbasis hubungan dan komunikasi pemasaran terpadu.
Kata minat berasal dari bahasa Inggris yaitu interest, yang memiliki makna
dorongan untuk bertingkah laku terarah terhadap objek kegiatan atau pengalaman
tertentu, sehingga minat kunjung kembali adalah dorongan seseorang untuk
melakukan kegiatan berkunjung kembali ke tujuan yang pernah didatangi.
Teori reasoned action and planed behavior merupakan model yang paling
sering digunakan untuk memperdiksi perilaku sejak awal 1980. Keinginan untuk
melakukan perjalanan di masa depan dipengaruhi oleh sikap mereka terhadap
pengalaman masa lalunya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat kunjung
kembali yaitu:
a. Kualitas pelayanan: kesan kualitas pelayanan yang diterima oleh wisatawan
akan mempengaruhi perilaku wisatawan yang datang. Semakin memuaskan
kualitas pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa, maka semakin besar
minat kunjungan kembali.
b. Citra destinasi: penghargaan yang diperoleh obyek wisata karena
keunggulan-keunggulan yang dimiliki obyek wisata dapat mempengaruhi
minat kunjung kembali. Semakin baik citra destinasi semakin besar minat
kunjung ulang.
c. Daya tarik wisata: hal-hal yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke
suatu obyek wisata mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung
21
kembali. Semakin bagus daya tarik suatu objek wisata, semakin besar minat
kunjungan kembali.
d. Promosi: berfungsi menciptakan image atau kesan tentang apa yang
dilakukan. Semakin bagus promosi yang dilakukan maka akan menarik
wisatawan untuk berkunjung kembali.
2.1.9 Hubungan Antara Bauran Promosi dengan Minat Berkunjung
22
2. Karmila Sari “Pengaruh bauran Penelitian ini bertujuan untuk
(2021) pemasaran terhadap minat menilai Produk, Harga, Promosi,
kunjungan wisatawan pada Tempat, Orang, Proses, Bukti Fisik
obyek wisata bantimurung Dan Minat Kunjungan pada obyek
kabupaten maros” wisata Bantimurung Kabupaten
Maros. Hasilnya Produk
berpengaruh signifikan terhadap
minat berkunjung, tingkat harga
berpengaruh negative, tingkat
promosi berpengaruh negative, dan
tingkat tempat berpengaruh
signifikan terhadap minat
berkunjung, orang berpengaruh
signifikan terhadap minat, proses
berpengaruh signifikan terhadap
minat berkunjung, bukti fisik
berpengaruh signifikan terhadap
minat berkunjung .
23
interactive marketing, word of
mouth marketing, dan personal
selling terhadap tingkat kunjungan
wisatawan pada objek wisata alam
di Kabupaten Pangkep dan unsur
bauran promosi yang paling
dominan berpengaruh terhadap
tingkat kunjungan wisatawan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa bauran
promosi secara simultan
berpengaruh nyata (25,2%)
terhadap tingkat kunjungan
wisatawan pada objek wisata alam
di Kabupaten Pangkep, sedangkan
secara parsial hanya advertising dan
word of mouth marketing yang
berpengaruh nyata terhadap tingkat
kunjungan wisatawan pada objek
wisata alam di Kabupaten Pangkep.
24
mempengaruhi dapat di
pertahankan serta ditingkatkan dari
setiap variabel adalah Produk
( Desain dan Objek ), Tempat
( Mudah diakses dan Tingkat
Keamanan ), Orang ( Etika / Tata
Krama dan Profesional kerja ).
25
berpengaruh signifikan terhadap
minat berkunjung kembali di Objek
Wisata Ruang Terbuka Hijau
Taman Hutan Kota Langsa
10 Siska Nadia Pengaruh lokasi wisata dan 1. Secara parsial dapat diketahui
dan Lie bauran promosi terhadap bahwa bauran promosi mempunyai
Othman minat berkunjung pada pengaruh signifikan terhadap minat
(2021) objek wisata croco lityre berkunjung. Dimana semakin baik
waterpark desa sungai lala bauran promosi yang dilakukan
kecamatan sungai lala oleh Croco Lityre Waterpark maka
kabupaten indragiri hulu akan meningkatkan minat
berkunjung.
26
2 Secara simultan dapat diketahui
bahwa lokasi wisata dan bauran
promosi mempunya pengaruh yang
signifikan terhadap minat
berkunjung.
Periklanan
X1
(X)
Bauran
promosi Promosi
X2 Minat Kunjungan
(X) penjualan
(Y)
X3 Hubungan
masyarakat
27
2.4 Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah, landasan teori dan kerangka pikir yang telah diuraikan
sebelumnya maka hipotesis atau jawaban sementara yang dikemukakan oleh peneliti adalah
sebagai berikut :
H1: Diduga Ada Pengaruh periklanan (X1) Terhadap Minat Kunjungan (Y) Wisatawan
Ke Air Belanda Desa Saleman Kabupaten Maluku Tengah.
H2 : Diduga Ada Pengaruh Promosi penjualan (X2) Terhadap Minat Kunjungan (Y)
Wisatawan Ke Air Belanda Desa Saleman Kabupaten Maluku Tengah.
H3 : Diduga Ada Pengaruh hubungan masyarakat (X3) Terhadap Minat Kunjungan (Y)
Wisatawan Ke Air Belanda Desa Saleman Kabupaten Maluku Tengah.
Ho: Diduga Tidak Ada Pengaruh Bauran Promosi (X) Terhadap Minat Kunjungan (Y)
Wisatawan Ke Air Belanda Desa Saleman Kabupaten Maluku Tengah.
BAB III
28
METODE PENELITIAN
29
Populasi dan sampel dalam suatu penelitian yang perlu ditetapkan dengan tujuan agar
penelitian yang di lakukan benar-benar mendapatkan data sesuai yang diharapkan. Dengan
adanya populasi dan sampel maka penelitian ini memang benar dan layak untuk diteliti.
Adapun pembahasan mengenai populasi, dan sampel sebagai berikut:
3.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian merupakan wilayah yang ingin di teliti oleh peneliti.
Seperti menurut Sugiyono (2011) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya.”
Pendapat di atas menjadi salah satu acuan bagi penulis untuk menentukan populasi.
Populasi dari penelitian ini yaitu terdiri 100 orang, diantaranya pengunjung yang
berada di lokasi objek wisata.
3.3.2 Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin di teliti oleh peneliti.
Menurut Sugiyono (2011) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut.” sampel merupakan bagian dari populasi yang ada,
sehingga untuk pengambilan sampel harus menggunakan cara tertentu yang didasarkan
oleh pertimbangan-pertimbangan yang ada. Dalam teknik pengambilan sampel penulis
menggunakan teknik sampling purposive. Sugiyono (2011) menjelaskan bahwa:
“Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.”
Dari pengertian diatas agar memudahkan penelitian, penulis menetapkan sifat-sifat dan
katakteristik yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel yang akan digunakan
peneliti memiliki ketentuan, pengunjung tahun 2022, berjenis kelamin laki-laki dan
perempuan yang berusia antara 18 tahun sampai dengan 30 tahun.
Menurut Arikunto (2006) mengatakan bahwa “apabila subjeknya kurang
dari seratus, lebih baik diambil semua sehingga penelitianya merupakan populasi.
Tetapi, jika jumlah subjek besar, dapat diambil antara 10-15% atau 15- 25% atau
30
lebih.” Pendapat tersebut sesuai menurut Sugiyono (2011) “ ukuran sampel yang layak
dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500.” Dari keseluruhan populasi
semuanya berjumlah 100 orang, maka sesuai pendapat diatas jumlah sampel dalam
penelitian ini dapat diambil 25% dari keseluruhan jumlah populasi. Sehingga didapat
jumlah sampel untuk penelitian ini berjumlah 25 orang.
31
situasi dan kondisi lapangan. Wawancara dilakukan kepada para pengelola objek
wisata air belanda, raja pemerintahan negeri saleman, dan pengunjung yang berada di
lokasi objek wisatawan.
32
No Pilihan Skor
1 Sangat Setuju 5
2 Setuju 4
3 Netral 3
4 Tidak Setuju 2
33
Minat kunjungan wisata didefinisikan keinginan seseorang baik sendiri maupun
kelompok untuk melakukan kunjungan wisata di daerah tujuan wisata karena
adanya dorongan kognisi (mengenal), emosi (perasaan), dan konasi (kehendak),
sehingga wisatawan tertarik untuk melakukan perjalanan pada obyek wisata ke air
belanda desa saleman.
Tabel 3.2
Operasionalisasi variabel
Variabel Defenisi Indikator
34
atau masing-masing
produknya.
Periklanan (X) Iklan adalah bentuk komunikasi 1. Pesan yang tersirat dalam
tidak langsung, yang didasari iklan dapat memberikan
pada informasi tentang informasi secara jelas
keunggulan atau keuntungan (informative).
suatu produk, yang disusun 2. Iklan produk bersifat
sedemikian rupa, sehingga menarik sehingga mampu
menimbulkan rasa mempengaruhi konsumen
menyenangkan yang akan (persuading).
mengubah pikiran seseorang 3. Iklan ditampilkan
untuk melakukan pembelian berulang-ulang untuk
(Swastha, 2004) mengingatkan konsumen
akan produk (reminding).
35
(Y) adalah perasaan ingin keinginan individu atau
mengunjungi akan suatu tempat organisasi dalam membeli
yang menarik untuk dikunjungi. barang atau jasa.
minat berkunjung merupakan 2) Minat preferensial ialah
tindakan konsumen dalam perilaku dimana individu
memilih atau memutuskan atau organisasi menjadikan
berkunjung pada suatu obyek suatu produk sebagai
wisata berdasarkan pada preferensi utama.
pengalaman dalam berwisata 3) Minat eksploratif yakni
Kotler dan Keller (2014). perilaku seseorang yang
selalu mencari informasi
terkait barang atau jasa
yang diminati.
Pengolahan data adalah suatu proses dalam memperoleh data ringkasan atau angka
ringkasan dengan menggunakan cara- cara atau rumus-rumus tertentu. Pengolahan data
bertujuan mengubah data mentah dari hasil pengukuran menjadi data yang lebih halus
sehingga memberikan arah untuk pengkajian lebih lanjut (Sudjana, 2001). Teknik
pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan penghitungan program SPSS
( statistical product and service solution ) karena program ini memiliki kemampuan analisis
statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis menggunakan
menu-menu dekriptif dan kotak-kotak dialog sederhana, sehingga mudah dipahami cara
pengoperasiannya (Sugianto, 2007).
36
melakukan proses editing terhadap hasil data obeservasi, wawancara dan
kuesioner yang telah di bagikan.
1.6.2 Classifying (Klasifikasi)
Classifying adalah proses pengelompokan semua data baik yang berasal dari
hasil wawancara dengan subyek penelitian, pengamatan dan pencatatan
langsung di lapangan atau observsi. Seluruh data yang didapat tersebut dibaca
dan ditelaah secara mendalam, kemudian digolongkan sesuai kebutuhan. Hal
ini dilakukan agar data yang telah diperoleh menjadi mudah dibaca dan
dipahami, serta memberikan informasi yang objektif yang diperlukan oleh
peneliti. Kemudian data-data tersebut dipilah dalam bagian-bagian yang
memiliki persamaan berdasarkan data yang diperoleh pada saat wawancara dan
observasi serta data yang diperoleh dari dokumen.
1.6.3 Pemberian skor atau nilai
Dalam pemberian skor digunakan skala Likert yang merupakan salah satu cara
untuk menentukan skor. Kriteria penilaian ini digolongkan dalam empat
tingkatan dengan penilaian sebagai berikut:
1.6.4 Tabulasi
Tabulasi adalah pembuatan tabel-tabel yang berisi data yang telah diberi kode
sesuai dengan analisis yang dibutuhkan. Dalam melakukan tabulasi diperlukan
ketelitian agar tidak terjadi kesalahan. Tabel hasil Tabulasi dapat berbentuk:
a. Tabel pemindahan, yaitu tabel tempat memindahkan kode-kode dari
kuesioner atau pencatatan pengamatan. Tabel ini berfungsi sebagai arsip.
37
b. Tabel biasa, adalah tabel yang disusun berdasar sifat responden tertentu dan
tujuan tertentu.
c. Tabel analisis, tabel yang memuat suatu jenis informasi yang telah dianalisa
(Hasan, 2006: 20)
38
Keterangan:
rxy : koefisien korelasi
X : skor item
Y : skor total
N : banyaknya subyek
Sumber: Arikanto, (2010)
Pengujian validitas menggunakan alat ukur berupa program komputer yaitu SPSS
(statistical package for the social science) dan jika suatu alat ukur mempunyai korelasi
yang signifikan antara skor item terhadap skor totalnya maka dikatakan alat skor
tersebut adalah valid (Ghozali, 2006).
Keterangan:
39
r = Koefisien korelasi
k = Banyaknya belahan tes
Si = Varians belahan tes
Dalam melakukan perhitungan alpha, digunakan alat bantu program komputer
yaitu SPSS (statistical package for the social science) dengan menggunakan model
alpha. Sedangkan dalam pengambilan keputusan reliabilitas, suatu instrumen
dikatakan reliabel jika nilai alpha lebih besar dari 0,6 (Ghozali, 2006).
40
DAFTAR PUSTAKA
Anita Evi Mahardhika (2017). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Minat Berkunjung
Kembali Wisatawan Domestik Ke Pantai Parangtritis (Studi Pada Mahasiswa
Strata 1 Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta).
Fakultas Ekonomi UST, Yogyakarta. Jurnal Ekobis Dewantara Vol. 1 No. 8
Agustus 2018
Cici Safitasari Dan Ida Maftukhah (2017). Pengaruh Kualitas Layanan, Promosi Dan Citra
Destinasi Terhadap Kepuasan Melalui Keputusan Pengunjung. Management
Analysis Journal, Vol 6 No 3 (2017)
Dhiejang Dwi Suryani (2017). Pengaruh promosi dan kualitas pelayanan terhadap minat
kunjung kembali wisatawan di pulau pahawang lampung ( studi kasus pada
wisatawan pecinta snorkeling di pulau pahawang lampung). Universitas Sanata
Dharma, Yogyakarta.
Denada batari basuki (2020). Pengaruh Promosi Dan Kualitas Pelayanan Terhadapa Minat
Berkunjung Wisatawan Objek Wisata Kambo Highland. Universitas
Muhammadiyah Palopo. Di Unduh Pada 12 November 2020.
Erna Areks, Muh Nadjib, Syaifullah Cangara (2015). Pengaruh Penggunaan Bauran
Promosi Terhadap Tingkat Kunjungan Wisatawan Pada Objek Wisata Alam Di
Kabupaten Pangkajene Dan Kepualauan. Universitas Hassanudin, Jurnal
Komunikasi KAREBA
Effendi Latuconsina, [Link],[Link], (2019). Profil Potensi Peluang Investasi Tahun 2019
Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Maluku
Tengah. DPMPTSP, Maluku Tengah.
[Link] diunduh pada 28 Juni 2018.
[Link] diunduh pada tahun 2014.
[Link] diunduh pada 24 Desember 2021.
[Link]
1535094847312012612 diunduh pada 21 Agustus 2018.
41
[Link] Published January 22,
2018.
I Gede Artha Suartama, Ida Bagus Ketut Astina, Fany Maharani Suarka (2020). Pengaruh
Bauran Promosi Terhadap Keputusan Wisatawan Backpacker Dalam Memilih
Budget Hotel Di Kabupaten Badug. Universitas Udayana, Denpasar.
Imelda Wien Lung (2020). Pengaruh Daya Tarik Dan Promosi Terhadap Minat
Kunjungan Kembali Wisatawan Di Tebing Breksi Yogyakarta. Universitas Sanata
Dharma, Yoyakarta.
I Ketut Suwena, I Gst Ngr Widyatmaja (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata.
Pustaka Larasan, Denpasar. Isbn 978-602-5401-04-6, Cetakan Edisi Revisi 2017.
Karmila Sari (2021). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan
Pada Objek Wisata Bantimurung Kabupaten Maros. Universitas Muhammadiyah,
Makkasar.
Muh Agil Anugra (2018). Pengaruh Bauran Promosi Terhadappengaruh Keputusan
Konsumen Membeli Produk Pada PT. Bosowa Berlian Motor. Universitas
Muhammadiyah Makkasar, Makassar.
Ni Putu Ayu Sintya Wati, Putu Yudy Wijaya dan Luh Adisti Abiyoga (2021), Pengaruh
Strategi Promosi dan Fasilitas Pariwisata terhadap Minat Berkunjung Wisatawan.
Jurnal Manajemen, Kewirausahaan dan Pariwisata, Vol 2 No 3 Agustus (2022).
Pandi Franata Hidayat dan Aminar Sutra Dewi (2019). Pengaruh Implementasi Bauran
Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Wisatawan Mengunjungi Objek Wisata
Pulau Pasumpahan. Ilmu Ekonomi KBP, Padang.
Siska Nadia Dan Lie Othman (2017). Pengaruh Lokasi Wisata Dan Bauran Promosi
Terhadap Minat Berkunjung Pada Objek Wisata Croco Lityre Waterpark Desa
Sungai Lala Kecamatan Sungai Lala Kabuapten Indragiri Hulu. Fakultas Ilmu
Sosial Dan Ilmu Politik, Pekan Baru28293.
Sandra Dewi Septika (2018). Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Berkunjung
Wisatawan Museum Malang Tempo Doelo. [Link], Malang
42
Tengku Putri Lindung Bulan, M. Lutfi Azmi (2018). Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran
Terhadap Minat Berkunjung Kembali Di Objek Wisata Ruang Terbuka Hijau
Taman Hutan Kota Langsa. Universitas Samudra. Jurnal Manajemen Dan
Keuangan, Vol 8, No 3, Desember 2019
Vesia Kriskaritta Novena (2013). Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan
Kunjungan Konsumen Pariwisata ( Studi Pada Objek Wisata Umbul SidomuktI)
Kabupaten Semarang. Universitas Diponegoro.
43