0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan20 halaman

Chapter 2

Dokumen ini membahas hipertensi, termasuk pengertian, etiologi, klasifikasi, gejala, faktor risiko, komplikasi, dan pengendalian hipertensi. Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal. Selain itu, diet yang tepat seperti Diet Mediterania dan DASH dapat membantu dalam pengelolaan hipertensi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan20 halaman

Chapter 2

Dokumen ini membahas hipertensi, termasuk pengertian, etiologi, klasifikasi, gejala, faktor risiko, komplikasi, dan pengendalian hipertensi. Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal. Selain itu, diet yang tepat seperti Diet Mediterania dan DASH dapat membantu dalam pengelolaan hipertensi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Hipertensi

1. Pengertian Hipertensi

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang

menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal sehingga memiliki

risiko penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal. Tekanan darah merupakan

tekanan yang digunakan untuk mengedarkan darah di pembuluh darah

dalam tubuh. Jantung yang berperan sebagai pompa otot menyuplai tekanan

tersebut untuk menggerakan darah dan juga mengedarkan darah ke seluruh

tubuh. pembuluh darah arteri memiliki dinding-dinding yang elastis dan

menyediakan resistensi yang sama terhadap aliran darah. Oleh karena itu,

ada tekanan dalam system peredaran darah, bahkan detak jantung.

Hipertensi atau penyakit “darah tinggi” merupakan kondisi ketika

seseorang mengalami kenaikan tekanan darah baik secara lambat atau

mendadak. Hipertensi didefinisikan oleh Joint National Committe On

Detection, Evaluation And Treatment of High Blood Pressure (JNC-V)

sebagai peningkatan tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan

diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari

tekanan darah (TD) normal, tinggi, sampai hipertensi maligna.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang

prevalensinya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menurut Rahajeng

& Tuminah (2009), pada abad ke-21 diperkirakan terjadi peningkatan


insiden dan prevalensi PTM secara cepat, yang merupakan tantangan

masalah utama dimasa yang akan datang. Beberapa studi menunjukkan

bahwa seseorang yang mengalami kelebihan berat badan lebih dari 20% dan

mengalami hiperkolesterol mempunyai risiko yang lebih besar terkena

hipertensi. Faktor risiko tersebut pada umumnya disebabkan oleh pola hidup

yang kurang sehat, yaitu konsumsi makanan yang tidak sehat dan kurangnya

aktivitas fisik.

2. Etiologi

Hipertensi merupakan suatu penyakit dengan kondisi medis yang

beragam. Pada kebanyakan pasien etiologi patofisiologi-nya tidak diketahui

(essensial atau hipertensi primer). Hipertensi primer ini tidak dapat

disembuhkan tetapi dapat di kontrol. Kelompok lain dari populasi dengan

persentase rendah mempunyai penyebab yang khusus, dikenal sebagai

hipertensi sekunder. Banyak penyebab hipertensi sekunder; endogen

maupun eksogen. Bila penyebab hipertensi sekunder dapat diidentifikasi,

hipertensi pada pasien-pasien ini dapat disembuhkan secara potensial.10


3. Klasifikasi Hipertensi

Berdasarkan pedoman The Seventh Joint National Comittee (JNC7),

tekanan darah dan hipertensi dikelompokkan sesuai tabel dibawah ini.11

Tabel 2.1 Pengelompokan tekanan darah berdasarkan JNC7

Tekanan Darah
Tekanan Darah
Diastolik Kategori
Sistolik (mmHg)
(mmHg)
< 120 80 Normal
120 – 139 80 – 89 Prehipertensi
≥ 140 90 Hipertensi
140 – 159 90 – 99 Hipertensi Grade 1
≥ 160 100 Hipertensi Grade 2

4. Gejala Hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala.

masa laten ini menyelubungi perkembangan hipertensi sampai terjadi

kerusakan organ yang spesifik. Gejala-gejala hipertensi yang umumnya

dijumpai antara lain: sakit kepala, pusing, mudah marah, telinga berdenging,

sulit tidur, sesak nafas, rasa berat di tengkuk, mudah lelah, mata berkunang-

kunang.

Pada hipertensi berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala

antara lain: sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, nafas

pendek, gelisah, pandangan menjadi kabur, mata berkunang-kunang, mudah

marah, telinga berdengung, sulit tidur, rasa berat ditengkuk, nyeri didaerah

kepala bagian belakang, nyeri didada, otot lemah, pembengkakan pada kaki

dan pergelangan tangan, keringat berlebih, kulit tampak pucat dan

kemerahan, denyut jantung yang kuat, cepat dan tidak teratur, impotensi,
darah di urine, mimisan (jarang di laporkan). Kadang pada hipertensi berat

mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena pembengkakan

otak. Keadaan yang disebut Ensefalopati Hipertensif ini memerlukan

penanganan medis secepat mungkin.

5. Faktor Risiko Hipertensi

Seseorang yang menderita hipertensi akan memiliki penderitaan yang

lebih berat lagi jika semakin banyak faktor risiko yang menyertai. Hampir

90% penderita hipertensi tidak diketahui penyebab dengan pasti. Para ahli

membagi dua kelompok faktor risiko pemicu timbulnya hipertensi yaitu

faktor risiko yang tidak dapat dikontrol dan faktor risiko yang dapat

dikontrol.12

a. Faktor yang tidak dapat dikontrol

1) Keturunan

Sekitar 70-80% penderita hipertensi Esensial ditemukan riwayat

hipertensi didalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan

pada kedua orang tua maka dugaan hipertensi esensial lebih besar.

2) Jenis kelamin

Wanita penderita hipertensi diakui lebih banyak dari pada laki-laki.

Tetapi wanita lebih tahan dari pada laki-laki tanpa kerusakan jantung

dan pembuluh darah. Pria lebih banyak mengalami kemungkinan

menderita hipertensi dari pada wanita. Pada pria hipertensi lebih

banyak disebabkan oleh pekerjaan, seperti perasaan kurang nyaman

terhadap pekerjaan. Sampai usia 55 tahun pria beresiko lebih tinggi

terkena hipertensi dibandingkan wanita. Menurut Edward D.


Frohlich seorang pria dewasa akan mempunyai peluang lebih besar

yakni satu di antara untuk mengidap hipertensi.

3) Umur

Pada umumnya, hipertensi menyerang pria pada usia diatas 31 tahun.

Tetapi di atas usa tersebut, justru wanita (setelah mengalami

monopouse) yang berpeluang lebih besar. Para pakar menduga

perubahan hormonal berperan besar dalam terjadinya hipertensi

dikalangan wanita usia lanjut.25 Berdasarkan pra survey, dari 24

sampel berusia 20 – 75 tahun, jika diambil nilai tengah atau median,

maka didapatkan usia antara dewasa ≤ 45 dan usia lanjut ≥ 46 tahun.

b. Faktor yang dapat dikontrol

1) Kegemukan

Obesitas merupakan cirri khas penderita hipertensi. Walaupun

belum diketahui pasti hubungan antara hipetensi dengan obesitas,

tatapi terbukti bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume

darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinngi

dibandingakan dengan orang dengan barat badan normal.

2) Diet tidak seimbang

Konsumsi gula berlebih berpengaruh terhadap tekanan darah,

sedangkan banyak mengkonsumsi serat banyak dapat membantu

menjaga tekanan darah dalam batas normal. Konsumsi makanan

yang tidak seimbang banyak mengandung lemak disertai tinggi

garam, meningkatkan risiko hipertensi.


3) Konsumsi garam berlebih

Garam mempunyai sifat menahan air. Konsumsi garam yang

berlebihan dengan sendirinya akan menaikkan tekanan darah.

Sebaiknya hindari pemakaian garam yang berlebihan atau makanan

yang diasinkan. hal itu tidak berarti menghentikan pemakaian garam

sama sekali dalam makanan. Namun, sebaiknya penggunaan garam

dibatasi seperlunya saja.

4) Aktifitas fisik (olahraga)

Faktor makanan dan kurangnya aktivitas fisik yang memadai

merupakan hal penting ke dua sebagai penyebab kematian yang

dapat dicegah, setelah penggunaan tembakau. Orang yang kurang

aktif berolahraga pada umumnya cenderung mengalami

kegemukan. Olahraga isotonic seperti bersepeda, jogging, dan

aerobic yang teratur dapat memerlancar peredaran darah sehingga

dapat menurunkan tekanan darah. Olahraga jaga dapat mengurangi

atau mencegah obesitas, mengurangi asupan garam kedalam tubuh.

garam akan keluar dari tubuh bersama keringat, mengurangi depresi

dan kecemasan, memperbaiki adaptasi terhadap stress,

memperbaiki kualitas tidur, dan menaikkan mood, ercaya diri serta

penampilan.

5) Merokok dan konsumsi alkohol

Rokok merupakan penyebab terpenting mordibilitas dan kematian

dini di Negara berkembang yang dapat dicegah. Rokok mempunyai

dua kali lipat resiko penyakit jantung. Kebiasaan merokok, minum


minuman beralkohol dapat mempengaruhi peningkatan tekanan

darah. Rokok mempunyai beberapa pengaruh langsung yang

membahayakan jantung. Hipertensi dirangsang aleh adanya nikotin

dalam batang rokok yang dihisap oleh seseorang . Efek dari konsumsi

alkhohol juga merangsang hipertensi karena adanya peningkatan

sintesis katekholamin yang dalam jumlah besar dapat memicu

kenaikan tekanan darah.

6) Stress

Stress juga di yakini berubungan dengan hipertensi , yang diduga

melalui aktifitas syaraf simpatis. Peningkatan aktifitas syaraf

simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara tidak menentu.

Stres dapat mengakibatkan tekanan darah naik untuk sementara

waktu, Jika stress telah berlalu, maka tekanan darah akan kembali

normal.

6. Komplikasi Hipertensi

a. Stroke

Stroke merupakan kerusakan target organ pada otak yang diakibatkan

oleh hipertensi. Stroke timbul karena perdarahan, tekanan intra kranial

yang meninggi, atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh non

otak yang terpajan tekanan tinggi. Stroke dapat terjadi pada hipertensi

kronik apabila arteri-arteri yang mendarahi otak mengalami hipertropi

atau penebalan, sehingga aliran darah ke daerah- daerah yang

diperdarahinya akan berkurang. Arteri-arteri di otak yang mengalami


arterosklerosis melemah sehingga meningkatkan kemungkinan

terbentuknya aneurisma.

b. Kardiovaskular

Beban kerja jantung akan meningkat pada hipertensi. Jantung yang

terus-menerus memompa darah dengan tekanan tinggi dapat

menyebabkan pembesaran ventrikel kiri sehingga darah yang dipompa

oleh jantung akan berkurang. Apabila pengobatan yang dilakukan tidak

tepat atau tidak adekuat pada tahap ini, maka dapat menimbulkan

komplikasi gagal jantung kongestif. Demikian juga hipertropi ventrikel

dapat menimbulkan perubahan-perubahan waktu hantaran listrik saat

melintasi ventrikel sehingga terjadi disritmia, hipoksia jantung, dan

peningkatan risiko pembentukan bekuan.

c. Gagal Ginjal

Dapat terjadi gagal ginjal karena kerusakan progresif akibat tekanan


tinggi pada kapiler-kapiler ginjal, glomerolus. Dengan rusaknya
glomerolus, darah akan mengalir ke unit-unit fungsional ginjal, nefron
akan terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksik dan kematian,
dengan rusaknya membran glomerous, protein akan keluar melalui urin
sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang menyebabkan
edema yang sering dijumpai pada hipertensi kronik.
d. Ensefalopati (Kerusakan Otak)

Enefalopati (kerusukan otak) dapat terjadi, terutama pada hipertensi


maligna (hipertensi yang meningkat cepat). Tekanan yang sangat tinggi
pada kelainan ini menyebabkan peningkatan tekanan kapiler dan
mendorong ke dalam ruang interstisium diseluruh susunan saraf pusat.
7. Pengendalian Hipertensi
Pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner yang dapat saling

berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi, hanya terbatas pada faktor risiko yang

dapat diubah, dengan usaha-usaha sebagai berikut :

a. Mengatasi obesitas / menurunkan kelebihan berat badan

Obesitas bukanlah penyebab hipertensi, akan tetapi prevalensi

hipertensi pada obesitas jauh lebih besar. Risiko relatif untuk menderita

hipertensi pada orang-orang gemuk 5 kali lebih tinggi dibandingkan

dengan seorang yang badannya normal. Sedangkan, pada penderita

hipertensi ditemukan sekitar 20-33% memiliki berat badan lebih

(overweight). Dengan demikian obesitas harus dikendalikan dengan

menurunkan berat badan.

b. Mengurangi asupan garam di dalam tubuh

Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan makan

penderita. Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit

dilaksanakan. Batasi sampai dengan kurang dari 5 gram (1 sendok teh)

per hari pada saat memasak.

c. Olahraga teratur

Berolahraga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit

sebanyak 3-4 kali dalam seminggu, diharapkan dapat menrnbah

kebugaran dan memperbaiki metabolisme tubuh yang ujungnya dapat

mengontrol tekanan darah.


d. Berhenti merokok

Merokok dapat menambah kekakuan pembuluh darah sehingga dapat

memperburuk hipertensi. Zat-zat kimia beracun seperti nikotin dan

karbon monoksida yang dihisap melalui rokok yang masuk ke dalam

aliran darah dapat merusak lapisan endotel pembuluh darah arteri, dan

mengakibatkan proses artereosklerosis, dan tekanan darah tinggi.

Merokok juga meningkatkan denyut jantung dan kebutuhan oksigen

untuk disuplai ke otot-otot jantung. Merokok pada penderita tekanan

darah tinggi semakin meningkatkan risiko kerusakan pada pembuluh

darah arteri.

B. Diet Hipertensi

1. Diet Mediterania

Diet Mediterania merupakan diet tradisional masyarakat Eropa yang

berada di wilayah Mediterania. Karakteristik diet ini adalah tinggi minyak

zaitun, buah, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan sereal; cukup ikan dan

daging unggas; rendah produk susu, daging merah, daging olahan dan

makanan manis (permen, gula-gula, kue kering); dan konsumsi wine dengan

intensitas sedang.

Diet kaya buah, sayuran, kacangkacangan, dan sereal, dengan

minyak zaitun sebagai satu-satunya sumber lemak, konsumsi sedang anggur

merah saat makan, dan rendahnya konsumsi daging merah telah terbukti

bermanfaat dalam menurunkan angka kejadian penyakit di negara industri

maupun non-industri. Sebuah meta-analisis melaporkan bahwa terdapat


penurunan risiko yang signifikan pada semua keadaan klinis utama

sebanding dengan tingkat kepatuhan terhadap diet Mediterania, dimana

delapan penelitian menilai risiko kematian secara keseluruhan, empat

penelitian menilai mortalitas kardiovaskular, enam penelitian menilai

kejadian atau kematian neoplasma, dan tiga penelitian menilai kejadian

penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.

2. Diet Rendah Garam

Diet rendah garam bukan hanya membatasi konsumsi garam dapur,

tetapi mengkonsumsi makanan rendah sodium atau natrium. Tujuan diet

rendah natrium ialah <100 mmol (5,8 gram)/ hari atau <6 gram NaCL/ hari.

Ada 3 macam diet rendah garam yaitu:

a. Diet rendah garam I (200-400 mgNa)

b. Diet rendah garam II (600-1200 mgNa)

c. Diet rendah Garam III (1000-1200 mgNa)

3. Dietary Approach To Stop Hiypertension (DASH)

Diatery Approaches to Stop Hypertension (DASH) merupakan diet

bagi pasien-pasien hipertensi. Salah satu penanggulangan hipertensi yang

direkomendasikan adalah pendekatan diet etik untuk menghentikan

hipertensi atau dikenal dengan sebutan DASH. Sebab selama ini dilakukan

hanya dengan pengatuan garam dan natriumnya saja (diet rendah garam),

namun tidak memperhitungkan kualitas suatu susunan hidangan. DASH

umumnya mencakup diet sayuran serta buah yang banyak mengandung


serat pangan (30 gram/hari) dan mineral tertentu (kalium, magnesium serta

kalsium) sementara asupan garamnya dibatasi.13

Pola diet DASH merupakan pola diet yang menekankan pada

konsumsi bahan makanan rendah natrium (420 mg/hari), kalsium (>1000

mg/hari) dan serat (25-30 g/hari) serta rendah asam lemak jenuh dan

kolesterol (<200 mg/hari) yang banyak terdapat pada buah-buahan, kacang-

kacangan, sayuran, ikan, daging tanpa lemak dan lemak jenuh yang rendah.

Dietary Approach to Stop Hipertension (DASH) merupakan pola

diet yang dianjurkan dalam Seventh Report of The Join National Committee

on Prevention, Detection, Evaluation dan Treatment of High Blood Presure

(JNC7) bagi semua pasien hipetensi. Pola diet mengikuti pola diet DASH

ini meliputi tinggi buah-buahan dan sayur segar, produk susu rendah lemak,

rendah asupan lemak dan rendah lemak jenuh, kolesterol, serealia utuh

(whole grain), ikan, unggas dan kacang-kacangan. Mengurangi daging

merah, gula, serta minuman manis. Pola diet DASH ini kaya akan

potassium, magnesium, kalsium, serat dan sedikit tinggi potein.

a. Prinsip DASH

Diet DASH digunakan untuk mencegah dan mengontrol hipertensi.

Ada 5 prinsip yang terkandung pada perencanaan pola makan diet

DASH (National Institute of Health, 2006) yakni:

1) Konsumsi buah dan sayur yang mengandung kalium, fitoesterogen

dan serat. Konsumsi kalium (potassium) yang bersumber dari buah-

buahan seperti pisang, mangga, air kelapa muda bermanfaat untuk


mengendalikan agar tekanan darah menjadi normal dan terjadi

keseimbangan antara natrium dan kalium dalam tubuh. Konsumsi

kalium yang banyak akan meningkatkan konsentrasinya di dalam

instaseluler, sehingga cenderung menarik cairan dari bagian

ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah. Fitoesterogen

bersumber pada pangan nabati seperti susu kedelai, tempe dan lain-

lain. Fitoesterogen dapat menghambat menoupose, hotflaxes (rasa

terbakar) pada wanita menoupose dan menurunkan risiko kanker.

Serat dibutuhkan tubuh terutama untuk membersihkan isi perut dan

membantu memperlancar proses defekasi. Serat juga mempengaruhi

penerapan zat gizi dalam usus, manfaat serat terutama dapat

mencegah kanker colon.

2) Low-fat dairy product (menggunakan produk susu rendah lemak).

Pada diet hipertensi diberikan produk susu rendah lemak, dimana

susu mengandung banyak kalsium. Di dalam cairan ekstraseluler

dan intraseluler kalsium memegang peran penting dalam mengatur

fungsi sel, seperti untuk mengatur transmisi saraf, kontraksi otot,

pengumpulan darah dan menjaga permeabilitas membrane sel.

Kalsium mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor

pertumbuhan. Susu endah lemak baik diberikan kepada wanita

manula, tidak hanya untuk mendapatkan tambahan kalsium tapi juga

protein, vitamin dan mineral.


3) Konsumsi ikan, kacang dan unggas secukupnya.

Intake protein yang cukup dapat membantu memelihara sel, untuk

membantu ikatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air,

memelihara netralitas tubuh, pembentukan antibodi dan

mengangkut zat-zat gizi

4) Kurangi SAFA seperti daging berlemak.

Lemak jenuh bersifat arterogenik, lemak jenuh yaitu asam urat,

asam palmitat, asam stearate. Seseorang dengan penyakit pembuluh

darah umumnya harus membatasi konsumsi lemak jenuh berlebihan

teutama dari sumber hewani seperti daging merah, lemak babi,

minyak kelapa, coklat, keju, krim dan mentega. Penimbunan SAFA

dalam pembuluh darah menyebabkan timbulnya arteriosclerosis

yang dapat meningkatkan tekanan darah.

5) Membatasi gula dan garam

Membatasi garam bertujuan untuk menurunkan tekanan darah,

mencegah odema dan penyakit jantung. Adapun yang disebut diet

rendah garam adalah rendah sodium dan natrium. Garam dapur

mempunyai nama kimia Natrium Clorida (NaCl) yang didalamnya

terkandung 40% sodium. Dalam diet rendah garam, selain

membatasi ki=onsumsi garam dapur juga harus membatasi sumber

sodium lainnya, antara lain makanan yang mengandung soda kue,

baking powder, monosodium glutamate (MSG) atau penyedap

masakan, pengawet makanan atau minuman benzoate (biasanya


terdapat dalam saos, kecap, selai, jeli).

b. Syarat diet DASH

Bahan makanan yang terdapat dalam pola diet DASH merupakan

bahan makanan segar dan alami tanpa melalui proses pengolahan

industri terlebih dahulu, sehingga memiliki kadar natrium yang relatif

rendah. Syarat diet DASH adalah sebagai berikut:

1) Untuk kebutuhan energi sesuai dengan usia dan aktivitas tubuh, jika

ingin menurunkan berat badan konsumsi lebih sedikit kalori dari

pada energi yang dibakar atau dengan meningkatkan aktivitas fisik.

2) KH: 55% dari total energi

3) Protein: 18% dari total energi

4) Total lemak: 27% dari total energi

5) Lemak Jenuh: 6% dari total energi

6) Kolestrol:150 mg

7) Natrium: 2300 mg

8) Kalium: 4700 mg

9) Kalsium: 1250 mg

10) Magnesium: 500 mg (National Institute of Health, 2006)

c. Komposisi makanan dalam diet DASH

DASH dianjukan JNHC 7 dan AHA untuk pencegahan manajemen

hipertensi dengan prinsip banyak mengkonsumsi buah dan sayuran,

susu rendah lemak dan hasil olahannya serta kacang-kacangan. Diet ini

mengandung tinggi kalium, fosfor dan protein sehingga perlu


dipertimbangkan untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Dibawah

ini daftar prosedur dan langkah intervnsi pada diet DASH:

Tabel 2.2 Komposisi makanan dalam diet DASH

Bilangan Signifikan dari tiap


Kunpulan
hidangan Size porsi kelompok dengan
makann
seharian rencana DASH
Biji dan 6-8 1 keping roti Sebagai sumber
produk bijian 1 oz bijian kering tenaga dan juga serat.
½ gelas nasi Memilih bijian
utuh/bijian penuh
Sayur- 4-5 1 gelas sayur hijau Memberi potassium,
sayuran (belum masak) magnesium dan serat
½ gelas sayur hijau
(masak)
1 gelas jus sayur
100%
Buah-buahan 4-5 1 buah ukuran Sumber penting
sederhana (contoh: 1 untuk mendapatkan
biji apel) potassium,
½ gelas buah dalam magnesium dan serat
tin
½ gelas jus buah
100%
Susu dan 2-3 1 gelas susu Sumber yang kaya
produk susu 1 gelas yohurt akan kalsium dan
tanpa/rendah 1 ½ oz keju protein
lemak
Daging, poltri ≤6 1 oz daging, poltri Sumber protein dan
dan ikan atau ikan (masak) magnesium. Tidak
(kurang 1 biji telur boleh mengambil
lemak lebih dari pada 4
kuning telur
seminggu
Kacang 4-5 1/3 gelas kacang Sumber tenaga,
seminggu 2 sendok makan magnesium, protein
mentega kacang dan serat yang tinggi
½ gelas legume
(masak)
Lemak dan 2-3 1 gelas the marjerin 27% lemak dari
minyak lembut jumlah kalori yang
1 gelas teh minyak disajikan dalam
sayur kajian DASH
1 gelas makan
mayones
Gula ≤5 1 gelas makan gula Manisan yang
seminggu 1 gelas makan jem diambil sepatutnya
1 gelas lemonade rendah lemak
Sumber: U.S Department of Health and Human Service, 2006 dalam Wahyuningsih, 2013

d. Pengaturan makanan dalam DASH

Tabel 2.3 Pengaturan makanan dalam DASH


Pengaturan Makanan
Bahan  Makanan yang segar: protein dan hewani sayuran
makanan dan buah-buahan yang banyak mengandung serat
dianjurkan  Makanan yang diolah tanpa atau sedikit
menggunakan garam natrium,vetsin kaldu bubuk
 Sumber protein hewani: penggunaan daging/ayam,
ikan paling banyak 100 gram/hari, telur
ayam/bebek 1 butir/hari
 Susu segar 200 ml/hari
Bahan  Pemakaian garam dapur
makanan yang  Penggunaan bahan makanan yang mengandung
dibatasi natrium seperti soda kue
 Gula atau makanan manis kurang 5
serving/minggu
 Lemak dan minyak 2-3 porsi/hari
Bahan  Makanan yang diolah menggunakan garam
makanan yang natrium seperti creackers, pastrie, kerupuk dan
dihindari lain-lain
 Makanan dan minuman dalam kaleng: sarden,
sosis, kornet, sayur dan buah buahan dalam kaleng
 Makanan yang diawetkan: dendeng, abon, ikan
asin, udang kering, telur asin dan lain-lain
 Mentega dan keju
 Bumbu-bumbu: kecap asin, garam, saus, tomat,
terasi, saus sambel, tauco dan lain-lain
 Makanan yang mengandung alkohol: durian, tape.
Sumber: U.S Department of Health and Human Service, 2006 dalam Wahyuningsih, 2013

Makanan yang dianjurkan dalam diet DASH adalah makan yang

segar atau makanan yang diolah tanpa garam natrium, vetsin dan kaldu

bubuk. Rasa tawar pada makanan dapat diperbaiki dengan

menambahkan bawang merah, bawang putih, jahe dan bumbu lain yang
tidak mengandung garam. Penggunaan manisan atau gula juga harus

kurang dari 5 sendok makan/minggu, sedangkan makanan yang tidak

boleh dikonsumsi adalah makanan yang sudah dimasak dan diawetkan

menggunakan garam.

e. Jumlah Makanan

Jumlah atau porsi makanan merupakan ukuran maupun

takaran makanan yang dikonsumsi pada tiap kali makan. Jumlah

porsi standar bagi usia remaja,dewasa, dan lansia yaitu sebagai

berikut.

Tabel 2.4 Distribusi Kelompok makanan di dalam rencana diet DASH


sebesar 2000 kkal
Kelompok makanan Jumlah sajian per hari dalam
diet 2000 kkal
Gandum 6-8 (1 potong roti, ½ mangkok
nasi, pasta atau
sereal)
Sayur-sayuran 4-5 (1 mangkok sayuran
mentah berdaun, ½
mangkok sayuran)
Buah-buahan 4-5 (1 buah ukuran sedang, ½
mangkok jus buah)
Susu dan produk olahan susu bebas lemak 2-3 (1 mangkok susu atau
atau rendah lemak youghurt, 1,5 oz keju)
Daging tanpa lemak, unggas dan ikan < 6 (1 oz daging masak, unggas
atau ikan, 1 telur)
Kacang-kacangan, biji-bijian dan polong- 4-5/ minggu (1/3 mangkok atau
polongan 1,5oz kacang, ½
mangkok
polong-polongan masak)
Daging tanpa lemak, unggas dan ikan 2-3 (1 sendok teh margarin atau
minyak sayur)
Manisan dan gula tambahan 2-3 (1 sendok teh margarin
lunak atau minyak
sayur)
< 5 minggu (1 sendok makan
gula, agar atau selai)
Sumber: Wahit 2015
f. Jadwal Makan

Pola makanan yang baik dan benar ialah mengandung

karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Makanan

selingan boleh dikonsumsi jika porsi makanan utama yang

dikonsumsi pada saat makan pagi, siang, dan malam belum

mencukupi. Akan tetapi makanan selingan tidak boleh dikonsumsi

berlebihan karena dapat meningkatkan berat badan dan

kekenyangan akibat makanan selingan.

Tabel 2.5 Pembagian jadwal makan dalam sehari

Pembagian Makanan Sehari


Bahan Makanan Berat (gram) URT
Pagi : Nasi 250 1 3/4 gelas
Telor ayam/susu skim 55/45 1 btr/3 sdm
Tempe/tahu 50 1 potong
Sayuran 100 1 gelas
Jam 10.00 :
Buah 100 1 potong besar
Siang : Nasi 250 1 3/4 gelas
Daging/ayam 50 1 potong
Tempe/tahu 50 1 potong
Sayuran 100 1 gelas
Buah 150 11/2 potong besar
Minyak untuk menggoreng 15 1 sdm
Jam 16.00 :
Buah 200 2 potong besar
Malam :
Nasi 200 1 1/2 gelas
Ikan 50 1 potong
Tempe/tahu 50 1 potong
Sayuran 100 1 gelas
Buah 150 1 1/2 potong besar
Minyak untuk menumis 15 1 sdm
Konsumsi garam dapur tidak lebih 1/4 - 1/2 sendok teh/hari.
Sumber: Wahit 2015
C. Kerangka Teori

Berdasarkan uraian teori dan konsep dasar tentang efektivitas diet DASH

terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi, maka berikut kerangka

konseptual dari literature review dengan gambaran kerangka konseptual.

Faktor-Faktor Hipertensi
Faktor usia, genetik, jenis kelamin,
stress, obesitas, merokok, asupan
garam

HIPERTENSI

Penatalaksanaan Hipertensi

Farmakologi Non Farmakologi

Atifitas fisik Diet

Diet DASH

Diet kaya buah-buahan,


sayur-sayuran dan rendah
lemak serta garam

Tekanan darah menururn

Gambar 2.1 Kerangka teori efektivitas diet DASH (dietary approach to stop
hypertension) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi

Anda mungkin juga menyukai