Rona
Penulis: Aliffia Istiana Kamil
Sutradara: Aliffia Istiana Kamil
Logline:
“Ketika kematian ibunya membuat hidupnya kehilangan
warna, seorang gadis bernama Rona harus menghadapi
kenangan yang ia tekan melalui mimpi berulang
sebelum luka dan penolakannya terhadap masa lalu
membuatnya kehilangan dirinya sepenuhnya.”
SCENE 1 – MIMPI & KEHIDUPAN TANPA WARNA
EXT. TAMAN – MIMPI (HANGAT)
Taman tampak sepi.
Rona berdiri sendirian.
Di kejauhan, WANITA TANPA WAJAH duduk di atas rumput membelakanginya.
---
INSERT: Tangan wanita dipenuhi bekas krayon warna-warni.
---
Rona menatap—bingung, takut.
CUT TO:
INT. KAMAR – PAGI
Rona terbangun.
Air matanya jatuh perlahan tanpa tangisan.
Ia terdiam.
Mengambil buku catatan di sampingnya yang berisi coretan garis-garis hitungan (III/pagar)
EXT. JALAN / SEKOLAH – PAGI
Rona berjalan sendiri. Kepala sedikit tertunduk.
---
Para murid melewatinya tanpa menyapa dan ada yang menyenggolnya tanpa minta maaf.
INT. KELAS – PAGI
Suasana ramai. Teman-teman tertawa dan berbincang.
Rona duduk diam.
Langsung membuka buku dan mulai belajar.
Dunia di sekitarnya terasa “jauh”.
---
INSERT: Buku tulis dengan nama “Rona”.
Dan kertas ulangan menggambar dengan nilai 50.
SCENE 2 – KELELAHAN & KENANGAN
INT. KAMAR – MALAM
Meja penuh buku pelajaran.
Rona belajar tanpa henti.
---
Dia mulai frustasi dan akhirnya menjatuhkan kepala ke meja.
CUT TO:
EXT. TAMAN – MIMPI
Wanita tanpa wajah muncul lagi. Dan masih membelakanginya.
Kali ini lebih dekat.
Rona melangkah pelan… mencoba mendekat.
Rona itu mengulurkan tangan.
Hampir tersentuh—
CUT TO:
INT. KAMAR – MALAM
Rona terbangun tiba-tiba.
Nafasnya berat. Wajah kosong.
Ia menoleh ke sudut kamar.
Sebuah kotak berdebu.
---
Rona mendekat… membuka kotak itu.
Di dalamnya:
buku gambar lama
krayon
alat menggambar
Ia mengambil buku itu.
---
Perlahan membuka halaman demi halaman…
Hingga berhenti di halaman terakhir.
Sebuah gambar: dirinya kecil bersama ibunya, sedang merayakan ulang tahun.
---
INSERT: Di atas gamba rada tulisan “Untuk anak ibu, Rona”.
---
Hangat. Penuh warna.
Mata Rona mulai berkaca-kaca.
SCENE 3 – MENGINGAT & MENERIMA
INT. KAMAR – MALAM
Rona duduk di meja.
Alat gambar lama tersusun di depannya.
Ia mulai menggambar.
Garis demi garis muncul…
Namun berhenti di bagian wajah.
Tangannya gemetar. Menghela napas.
Ia menyenderkan tubuhnya dan menutup mata.
CUT TO:
EXT. TAMAN – MIMPI (HANGAT)
Rona membuka matanya.
Seorang wanita duduk di atas rumput, menggambar.
Membelakangi Rona.
Cahaya lebih hangat dari sebelumnya.
---
Rona mendekat perlahan.
Duduk di depan wanita itu.
Wanita itu mengangkat kepalanya.
---
REVEAL: WAJAHNYA ADALAH IBU
---
Rona terkejut.
CUT TO:
INT. KAMAR – MALAM
Rona terbangun.
Nafas cepat. Air mata jatuh.
---
Ia langsung mengambil pensil.
Menggambar dengan cepat, penuh emosi.
---
Garis wajah terbentuk…
WAJAH IBU
Rona memeluk buku gambar itu.
Menangis.
CUT TO:
EXT. TAMAN – MIMPI
Ibu duduk menggambar di atas rumput taman.
Rona berjalan dari belakang dan duduk di sampingnya.
Ibu melihat ke arah Rona dan memberikan satu buah krayon.
---
Rona menerimanya dan tersenyum.
Rona menaruh kepalanya di pundak ibu.
Ibu mulai mengelus rambut Rona dan tersenyum.
SCENE 4 – AKHIR (WARNA KEMBALI)
INT. KELAS – PAGI
Suasana hangat.
Rona duduk di bangku.
Kali ini… ia tersenyum kecil.
---
Teman-teman datang mengajaknya berbincang.
Ia merespon.
---
INSERT: Buku gambar terbuka di meja dengan gambar penuh warna.
Kertas ulangan menggambar dengan nilai 98.
---
FADE OUT.