0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Refleksi Diri

Maulana Iqbal merefleksikan perjalanan pendidikannya selama 3,5 tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu, mengakui tantangan yang dihadapi dalam belajar dan manajemen waktu. Ia mengalami beberapa kali remedial namun belajar dari pengalaman tersebut untuk meningkatkan cara belajarnya, sehingga berhasil lulus tanpa remedial di semester 3. Iqbal berkomitmen untuk terus belajar dan memperbaiki diri agar siap menjadi dokter yang kompeten dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Refleksi Diri

Maulana Iqbal merefleksikan perjalanan pendidikannya selama 3,5 tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu, mengakui tantangan yang dihadapi dalam belajar dan manajemen waktu. Ia mengalami beberapa kali remedial namun belajar dari pengalaman tersebut untuk meningkatkan cara belajarnya, sehingga berhasil lulus tanpa remedial di semester 3. Iqbal berkomitmen untuk terus belajar dan memperbaiki diri agar siap menjadi dokter yang kompeten dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Maulana Iqbal

NPM : H1A017003
REFLEKSI DIRI
Waktu 3,5 Tahun bukanlah waktu yang sebentar. Selama sekitar hampir 3,5 tahun
sudah saya menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Bengkulu, saya telah mendapatkan banyak sekali hal yang tidak saya bayangkan sebelumnya.
Pada awal menjadi mahasiswa kedokteran, saya selalu memikirkan bahwa menjadi
mahasiswa kedokteran pastilah sesuatu yang sangat berat, seperti kehidupan yang sangat
berbeda dari mahasisiwa fakultas lain dan selalu menghabiskan waktu untuk belajar, dan
melakukan praktikum di laboratorium. Memang hal ini tidak sepenuhnya salah, karena
dibandingkan dengan fakultas lain, fakultas kedokteran lebih menuntut alokasi waktu, tenaga
dan pikiran yang lebih. Namun karena itulah, membuat saya lebih mendapatkan pengalaman
yang dapat dikatakan mengubah pandangan saya terhadap dunia kedokteran.

Jauh sebelum saya menjadi mahasiswa kedokteran, saya hanya berpendapat bahwa
dokter adalah orang yang luar biasa dengan pengetahuan yang luas dan memiliki ilmu untuk
mendiagnosis penyakit dan membantu orang yang sakit agar dapat sembuh. Ternyata, setelah
menjalani pendidikan di fakultas kedokteran selama hampir 3,5 tahun ini memberikan
gambaran kepada saya bahwa untuk menjadi seorang dokter bukan hanya sekedar memiliki
ilmu untuk mendiagnosis penyakit dan membuat orang sehat, namun perlu mempelajari
konsep dasar dan menguasai ilmu pengetahuan sebaik-baiknya. Apalagi saya yang masih
merupakan mahasiswa pre-klinik semester 7 yang masih belum memasuki dunia klinik, tentu
masih banyak hal yang harus dipersiapkan dan dipelajari agar dapat menjadi dokter yang baik
di masa depan.

Saat pertama kali masuk di semester 1 pre-klinik saya mendapatkan mata kuliah dan
pelajaran-pelajaran mendasar dan belum menyentuh modul yang sifatnya klinis, saat itu
pemikiran saya untuk belajar adalah masih sama dengan SMA yaitu belajar hanya sehari
sebelum ujian saja, awalnya itu berhasil pada mata kuliah yang sifatnya umum, namun ketika
memasuki modul yang mulai bersifat klinis seperti P2K2, saya terkena Remedial untuk
pertama kalinya, namun beruntung masih lulus pada akhirnya dan masuk ke semester
berikutnya.

Pada saat saya masuk semester 2, itu adalah masa paling sulit bagi saya, karena sudah
memasuki modul-modul yang klinis dan cukup berat. Disaat itu, dari tiga modul yang ada
diantaranya Sel dan Molekuler, Infeksi Imunologi dan Neurosains, saya mengalami remedial
total di modul Sel dan Molekuler. Saat itu saya masih terlalu santai dan belajar hanya
mendekati ujian saja, ditambah juga saya belum terbiasa dengan sistem minggu ujian, dan
masih sangat buruk dalam manajemen waktu dan mulai aktif mengikuti organisasi, sehingga
membuat konsentrasi pecah. Namun, hasilnya diakhir modul saya berhasil lulus di semua
ujian remedial, hanya saja sangat disayangkan karena saya lulus bukan berdasarkan ujian
reguler, tapi justru dari ujian remedial.
Pada modul selanjutnya yaitu modul Infeksi Imunologi, saya masih juga mengalami
remedial pada beberapa ujian, dan membuat saya harus mengikuti ujian remedial lagi, hal ini
juga sama seperti modul sebelumnya, dimana saya hanya belajar dekat waktu ujian saja, dan
masih belum bisa mengatur waktu dengan baik, dan hasilnya hanya dapat lulus dari hasil
remedial kembali. Dari situ saya menyadari, harusnya saya sudah mempersiapkan diri saya
jauh-jauh hari sebelum waktu ujian, agar saya lebih siap dengan ujian modul dan tidak harus
mengikuti remedial.

Oleh karena itu, pada modul berikutnya di modul Neurosains, saya sudah
mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari dan mencoba mengatur waktu dengan lebih baik,
sehingga tidak hanya sekedar belajar di dekat waktu ujian, pada sebagian besar ujian yang
saya lalui akhirnya lulus tanpa remedial, namun hanya saja masih ada satu ujian yang
membuat saya tersandung remedial, dan akhirnya harus lulus dengan mengikuti remedial
kembali.

Akan tetapi, dengan belajar jauh sebelum waktu ujian dan manajemen waktu yang
baik, serta mulai membuat rangkuman sendiri akhirnya membuat saya dapat lebih percaya
diri dalam menghadapi ujian. Hasilnya adalah ketika menempuh semester 3 saya berhasil
lulus semua modul termasuk OSCE tanpa remedial sama sekali. Saya yakin dengan
seiringnya waktu, jumlah pengalaman dan manajemen waktu yang baik, akan membuat
kualitas belajar saya semakin membaik dan siap menghadapi ujian. Namun tetap saja tidak
ada hal yang mudah dalam mempelajari itu semua, tujuannya adalah satu, untuk pengetahuan
dan keterampilan saya sendiri yang ingin menjadi dokter yang baik dimasa depan.

Dari pengalaman saya itu, saya semakin percaya, semua tidak akan berjalan mudah,
apalagi saya yang masih pre-klinik. Belajar terus dan manajemen waktu yang baik, ditambah
melatih skill dalam berorganisasi juga penting, dan saya bisa membuktikan sampai saya di
semester 7 sekarang ini tidak ada yang sia-sia dari setiap perjuangan yang saya lakukan,
hanya saja memang perjalanan saya masih panjang dan masih banyak hal yang mesti saya
pelajari. Saya akan terus belajar dan tetap optimis dengan semua usaha yang saya lakukan
sembari meningkatkan pola pikir dalam menyelesaikan permasalahan dan rintangan yang
ada.

Oleh karena itu, saya harus terus memperbaiki diri dan mengasah kemampuan ilmu
pengetahuan dan keterampilan saya, selagi masih pre-klinik dan agar siap untuk masuk ke
ranah klinik nanti ketika Koas.

Saya berharap apabila tiba saatnya nanti bagi saya dinyatakan lulus dan menjadi
dokter, saya bisa menjadi dokter yang berkompeten, dan dapat diandalkan di masyarakat,
serta bisa memberikan manfaat dengan ilmu yang saya miliki bagi orang-orang disekitar saya
nantinya.

Anda mungkin juga menyukai