DOSEN:
NADRA ARSYAD, MT
POKOK BAHASAN
1. ANGKA REYNOLD
2. KEHILANGAN ENERGI PRIMER/ GESEKAN PERSAMAAN TAHANAN GESEK RUMUE
EMPIRIS
3. PENGALIRAN DALAM PIPA TIDAK LINGKARAN
4. KEHILANGAN ENERGI SEKUNDER (PEMBESARAN, PENGECILAN DAN BELOKAN)
• Pipa adalah saluran tertutup yang biasanya berpenampang
lingkaran dan digunakan untuk mengalirkan fluida dengan
tampang aliran penuh
• Apabila zat cair di dalam pipa tidak penuh maka aliran
termasuk jenis aliran saluran terbuka.
KEHILANGAN ENERI/ TENAGA
• Fluida yang mengalir melalui pipa dapat berupa zat cair atau
gas. Sedangkan jenis aliran yang terjadi dapat laminer atau
turbulen. Aliran zat
cair riil yang melalui pipa selalu disertai kehilangan
kehilangan tenaga searah dengan aliran
Angka Reynolds mempunyai bentuk:
VD
Re
Dengan:
V : kecepatan aliran
D : diameter pipa
v : kekentalan kinematik
• Besarnya angka Reynolds dapat menunjukkan jenis aliran.
Re < 2000 → aliran laminer
2000 < Re < 4000 → aliran transisi
Re > 4000 → aliran turbulen
ALIRAN LAMINER
ALIRAN TRANSISI
ALIRAN TURBULEN
KONSEP
𝑃1 𝑉12 𝑃3 𝑉32
𝑍1 + + = 𝑍3 + + + Σℎ𝑓 + Σℎ𝑒
ɣ 2𝑔 ɣ 2𝑔
v2
𝐾𝑒ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑚𝑒𝑟 hf k
2g
𝐿
𝐾𝑒ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑚𝑒𝑟 𝑘 : 𝑓
𝐷
KOEFISIEN GESEK PADA ALIRAN LAMINER
• Pada aliran laminer, kehilangan tenaga terutama disebabkan oleh adanya
kekentalan fluida dan tidak dipengaruhi oleh bidang batas atau kekasaran dinding,
seperti ditunjukkan oleh persamaan Poiseuille sebagai berikut :
• dengan
ν : kekentalan kinematik 32VL
V
hf
: kecepatan aliran; gD 2
L : panjang pipa;
g : percepatan gravitasi;
D : diameter pipa.
Persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk persamaan Darcy-Weisback :
L V2 64
hf f dengan
f
D 2g Re
KOEFISIEN GESEK
Koefisien gesek pada pipa halus
0,316
f Untuk Aliran Turbulen (4000<Re<105)
Re 0,25
Dalam praktek, pipa yang digunakan kebanyakan tidak halus tetapi mempunyai kekasaran
dinding. Tahanan pada pipa kasar lebih besar daripada pipa halus.
Koefisien gesek pada pipa kasar
Untuk pipa kasar nilai f tidak hanya tergantung pada angka Reynolds tetapi juga pada sifat
dinding pipa yaitu kekasaran k/D atau :
f Re, k / D Untuk Aliran Laminer, Turbulen dan Transisi
Pada tahun 1944, Moody mengemukakan suatu grafik yang memberi gambaran f
tergantung angka Reynolds (Re) dan kekasaran relatif (k/D ). Grafik tersebut dikenal
sebagai grafik Moody (Gambar di bawah).
Grafik Moody
Nilai K
Beberapa nilai kekasaran pipa (k) dapat dilihat pada tabel di bawah.
Jenis pipa (baru) Nilai k (mm)
Kaca 0,0015
Besi dilapis aspal 0,06 – 0,24
Besi tuang 0,18 – 0,90
Plester semen 0,27 – 1,20
Beton 0,30 – 3,00
Baja 0,03 – 0,09
Baja dikeling 0,90 – 9,00
Pasangan batu 6
RUMUS EMPIRIS UNTUK KECEPATAN ALIRAN
DALAM PIPA
Kecepatan V dan debit aliran Q merupakan faktor yang penting dalam studi hidraulika. Dalam
hitungan praktis, rumus yang banyak digunakan adalah persamaan kontinuitas, Q=A.V, dengan A
adalah tampang aliran. Apabila kecepatan dan tampang aliran diketahui, maka debit aliran dapat
dihitung. Demikian pula jika kecepatan dan debit aliran diketahui maka dapat dihitung luas tampang
aliran yang diperlukan untuk melewatkan debit tersebut.
1. Rumus Manning
2 1 V = Kecepatan rerata
1 3 2 R = jari-jari hidraulis (R=D/4 untuk pipa lingkaran)
V R I n = koefisien kekasaran Manning (lihat tabel)
n nilainya berbeda-beda untuk tiap bahan pipa.
I = Kemiringan pipa/ garis tenaga
hf
I
L
2. Rumus Chezy
V = kecepatan rerata
C = Koefisien Chezy tergantung pada kekasaran dinding
V C RI R = Jari-jari hidraulis
I = Kemiringan pipa/garis tenaga
KOEFISIEN MANNING
PENGALIRAN PADA PIPA TIDAK LINGKARAN
Kehilangan Energi
f L V2
hf
4 R 2g
Angka Reynold
4RV
Re
v
Koefisien kehilangan energi (f) dapat dicari menggunakan diagram moody (k/D) diganti
dengan (k/4R)
KEHILANGAN ENERGI SEKUNDER DALAM PIPA
Pembesaran Penampang
V2
𝐴1
K= 1 − 𝐴2 ² he K
2g
KEHILANGAN ENERGI SEKUNDER DALAM PIPA
Pembesaran Penampang
V 12 V 2 2
he K '
2g
KEHILANGAN ENERGI SEKUNDER DALAM PIPA
Pengecilan Penampang
2
V2
he K
2g
KEHILANGAN ENERGI SEKUNDER DALAM PIPA
Pengecilan Penampang
2
V2
he K '
2g
KEHILANGAN ENERGI SEKUNDER DALAM PIPA
Belokan Pipa
2
V2
hb K b
2g
SOAL
1. Hitung kehilangan tenaga karena gesekan di dalam pipa
sepanjang 1500 m dan diameter 20 cm, apabila air mengalir
dengan kecepatan 2 m/d. Koefisien gesekan f = 0,02.
Penyelesaian
Soal 1
Kehilangan tenaga
L V2 1500 22
hf f 0,02 30,58 m
D 2g 0,2 2 9,81
SOAL
1. Air mengalir melalui pipa berdiameter 1X0 mm dan kecepatan 5,5
m/d. Kekentalan kinematik air adalah 1,3 x 10-6 m2/d. Selidiki tipe
aliran!
2. Air dengan kekentalan kinematika v = 0,658 x 10-6 m2/d mengalir
didalam pipa berdiameter 75mm dan pada angka Reynolds 80.000.
Jika tinggi kekasaran k = 0,15 mm, berapakah kehilangan tenaga di
dalam pipa sepanjang 3X0 m? Berapakah kehilangan tenaga apabila
pipa adalah halus?
TERIMAKASIH