0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Bab V

Dokumen ini membahas pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Subang pada tahun 2025, yang mencakup koordinasi kebijakan, penyusunan masterplan danau dan situ, serta analisis permasalahan pengelolaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan air, meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan. Tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan kewenangan daerah dan kompleksitas permasalahan lintas sektor.

Diunggah oleh

Hendy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Bab V

Dokumen ini membahas pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Subang pada tahun 2025, yang mencakup koordinasi kebijakan, penyusunan masterplan danau dan situ, serta analisis permasalahan pengelolaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan air, meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan. Tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan kewenangan daerah dan kompleksitas permasalahan lintas sektor.

Diunggah oleh

Hendy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB V

PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG AIR

5.1 Pendahuluan

Bidang sumber daya air merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan daerah
karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, kesehatan
masyarakat, dan stabilitas sosial-ekonomi. Pada Tahun 2025, Sub Bagian Energi dan Air
Sekretariat Daerah Kabupaten Subang melaksanakan berbagai kegiatan koordinatif,
fasilitatif, dan analitis dalam rangka mendukung pengelolaan sumber daya air yang
berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan Bidang Air pada Tahun 2025 diarahkan tidak hanya untuk memenuhi
target administratif, tetapi juga untuk memperkuat dasar kebijakan daerah melalui
penyediaan data, kajian, dan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kondisi dan
kebutuhan Kabupaten Subang.

5.2 Kerangka Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Daerah

Pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Subang mengacu pada kebijakan nasional dan
provinsi, serta diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Kerangka
kebijakan tersebut mencakup prinsip keterpaduan, keberlanjutan, dan keadilan dalam
pemanfaatan sumber daya air.

Dalam konteks tersebut, Sub Bagian Energi dan Air berperan dalam:

1. Memastikan sinkronisasi kebijakan lintas sektor;


2. Mengawal kepentingan daerah dalam forum lintas kewenangan;
3. Menyediakan bahan pertimbangan kebijakan bagi pimpinan daerah.

5.3 Gambaran Umum Kegiatan Bidang Air Tahun 2025

Kegiatan Bidang Air Tahun 2025 meliputi:

 Koordinasi kebijakan pengelolaan air permukaan;


 Fasilitasi penyusunan dokumen perencanaan dan kajian teknis;
 Inventarisasi dan pemetaan permasalahan sumber daya air;
 Penyusunan rekomendasi kebijakan pengelolaan air.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pendekatan lintas sektor dan kolaboratif dengan
melibatkan OPD terkait, instansi vertikal, akademisi, serta masyarakat.
5.4 Kegiatan Penyusunan Masterplan Pengelolaan Danau dan Situ

5.4.1 Latar Belakang dan Urgensi

Danau dan situ merupakan bagian penting dari sistem air permukaan di Kabupaten Subang.
Selain berfungsi sebagai sumber air irigasi dan pengendali banjir, danau dan situ juga
memiliki nilai ekologis dan sosial yang tinggi.

Namun, berbagai permasalahan seperti pendangkalan, sedimentasi, pencemaran, dan alih


fungsi lahan telah menyebabkan menurunnya fungsi danau dan situ. Kondisi ini menuntut
adanya perencanaan pengelolaan yang terarah dan terpadu.

5.4.2 Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan penyusunan masterplan meliputi:

1. Inventarisasi danau dan situ;


2. Identifikasi kondisi fisik dan lingkungan;
3. Analisis fungsi dan pemanfaatan;
4. Analisis kelembagaan dan regulasi;
5. Perumusan arah kebijakan dan strategi pengelolaan.

5.4.3 Pendekatan dan Metodologi

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan sistem sumber daya air,
dengan metodologi sebagai berikut:

 Pengumpulan data primer dan sekunder;


 Survey lapangan;
 Wawancara dan diskusi dengan pemangku kepentingan;
 Analisis kebijakan dan SWOT.

Pendekatan ini memungkinkan penyusunan kebijakan yang komprehensif dan berorientasi


jangka panjang.

5.5 Gambaran Kondisi Eksisting Danau dan Situ

Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa danau dan situ di Kabupaten Subang memiliki
kondisi yang beragam. Sebagian masih berfungsi relatif baik, namun sebagian besar
mengalami degradasi.

Permasalahan utama yang teridentifikasi antara lain:

 Penurunan kapasitas tampung akibat sedimentasi;


 Penurunan kualitas air;
 Pemanfaatan yang tidak terkendali;
 Lemahnya koordinasi pengelolaan.
5.6 Analisis Permasalahan Pengelolaan Sumber Daya Air Permukaan

Analisis permasalahan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek:

 Teknis;
 Lingkungan;
 Sosial-ekonomi;
 Kelembagaan dan kebijakan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan pengelolaan danau dan situ tidak dapat
diselesaikan secara sektoral, melainkan memerlukan pendekatan lintas sektor dan lintas
kewenangan.

5.7 Peran Sub Bagian Energi dan Air dalam Pelaksanaan Kegiatan

Dalam pelaksanaan kegiatan Bidang Air Tahun 2025, Sub Bagian Energi dan Air menjalankan
peran sebagai:

1. Koordinator kebijakan;
2. Fasilitator lintas sektor;
3. Penyusun bahan kebijakan;
4. Penghubung antara pemerintah daerah dan instansi vertikal.

Peran ini menjadi krusial dalam menjaga konsistensi dan keberlanjutan kebijakan
pengelolaan sumber daya air.

5.8 Hasil dan Capaian Kegiatan

Capaian utama kegiatan Bidang Air meliputi:

 Tersusunnya dokumen masterplan danau dan situ;


 Tersedianya basis data danau dan situ;
 Teridentifikasinya permasalahan dan potensi pengelolaan;
 Tersusunnya rekomendasi kebijakan.

Capaian tersebut menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dan perencanaan program ke
depan.

5.9 Analisis Dampak Kegiatan

5.9.1 Dampak terhadap Ketahanan Air

Kegiatan yang dilaksanakan berkontribusi pada penguatan ketahanan air daerah, khususnya
dalam mendukung sektor pertanian dan kebutuhan air baku.
5.9.2 Dampak Sosial dan Lingkungan

Dari sisi sosial dan lingkungan, kegiatan ini mendorong meningkatnya kesadaran akan
pentingnya pengelolaan danau dan situ secara berkelanjutan.

5.10 Pembelajaran dan Praktik Baik

Pelaksanaan kegiatan memberikan sejumlah pembelajaran penting, antara lain:

 Pentingnya data dalam perumusan kebijakan;


 Nilai strategis koordinasi lintas sektor;
 Peran masyarakat dalam keberlanjutan pengelolaan air.

5.11 Tantangan dalam Pelaksanaan Kegiatan Bidang Air

Tantangan utama yang dihadapi meliputi:

 Keterbatasan kewenangan daerah;


 Kompleksitas permasalahan lintas sektor;
 Keterbatasan sumber daya pendukung.

5.12 Arah Tindak Lanjut Bidang Air

Sebagai tindak lanjut, diperlukan:

 Penguatan kelembagaan pengelolaan air;


 Peningkatan koordinasi lintas sektor;
 Integrasi kebijakan air dengan pembangunan daerah.

5.13 Kontribusi terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Daerah

Kegiatan Bidang Air Tahun 2025 memberikan kontribusi signifikan terhadap:

 Ketahanan pangan;
 Perlindungan lingkungan;
 Peningkatan kesejahteraan masyarakat.

5.14 Sinergi dengan Program dan Kebijakan Lain

Kegiatan ini selaras dengan:

 RPJMD Kabupaten Subang;


 Kebijakan ketahanan pangan;
 Kebijakan adaptasi perubahan iklim.
5.15 Penutup

Pelaksanaan kegiatan Bidang Air Tahun 2025 menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya
air yang berkelanjutan memerlukan perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, dan
komitmen bersama. Sub Bagian Energi dan Air akan terus memperkuat peran strategisnya
dalam mendukung kebijakan pengelolaan sumber daya air yang adil dan berkelanjutan di
Kabupaten Subang.

Anda mungkin juga menyukai