BAB II
GAMBARAN UMUM SUB BAGIAN ENERGI DAN AIR
2.1 Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
2.1.1 Kedudukan Sub Bagian Energi dan Air
Sub Bagian Energi dan Air merupakan unsur pelaksana tugas teknis-administratif yang
berada di bawah Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Subang. Secara
kedudukan, Sub Bagian Energi dan Air berfungsi sebagai perangkat pendukung kebijakan
(policy supporting unit) yang bertugas membantu Sekretaris Daerah melalui Kepala Bagian
Sumber Daya Alam dalam perumusan, koordinasi, fasilitasi, serta evaluasi kebijakan daerah
di bidang energi dan sumber daya air.
Kedudukan ini menempatkan Sub Bagian Energi dan Air pada posisi strategis dalam
menjembatani kepentingan kebijakan lintas sektor, antara pemerintah pusat, pemerintah
provinsi, perangkat daerah teknis, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta masyarakat.
Dengan demikian, Sub Bagian Energi dan Air tidak berperan sebagai pelaksana teknis
lapangan, melainkan sebagai pengarah kebijakan, koordinator, dan fasilitator
penyelenggaraan urusan energi dan air di tingkat daerah.
2.1.2 Struktur Organisasi
Secara struktural, Sub Bagian Energi dan Air berada di bawah Bagian Sumber Daya Alam
Sekretariat Daerah Kabupaten Subang, dengan susunan organisasi sebagai berikut:
1. Sekretaris Daerah Kabupaten Subang;
2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan;
3. Kepala Bagian Sumber Daya Alam;
4. Kepala Sub Bagian Energi dan Air;
5. Jabatan Fungsional dan/atau staf pelaksana Sub Bagian Energi dan Air.
Struktur organisasi ini dirancang untuk mendukung kelancaran koordinasi kebijakan dan
efektivitas pelaksanaan tugas, dengan mengedepankan sinergi antar sub bagian serta
keterpaduan fungsi perencanaan, koordinasi, dan evaluasi.
2.1.3 Tugas dan Fungsi Sub Bagian Energi dan Air
Sub Bagian Energi dan Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi di bidang energi dan sumber daya
air.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Sub Bagian Energi dan Air menyelenggarakan fungsi
antara lain:
1. Penyiapan bahan kebijakan daerah di bidang energi dan sumber daya air;
2. Koordinasi penyusunan rencana dan program terkait energi dan air lintas perangkat
daerah;
3. Fasilitasi pelaksanaan kebijakan energi dan sumber daya air;
4. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program;
5. Penyusunan laporan dan dokumentasi kegiatan.
2.2 Sumber Daya Organisasi
2.2.1 Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia Sub Bagian Energi dan Air terdiri dari aparatur sipil negara dengan
latar belakang pendidikan dan jabatan yang beragam. Secara umum, SDM yang tersedia
meliputi:
Pejabat struktural Sub Bagian;
Pejabat fungsional tertentu;
Staf pelaksana administrasi.
Kualifikasi pendidikan SDM mencakup bidang teknik, lingkungan, kebijakan publik, serta
administrasi pemerintahan. Keberadaan SDM dengan latar belakang multidisiplin ini
menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas koordinatif dan analitis Sub
Bagian Energi dan Air.
Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah SDM
dibandingkan dengan luasnya cakupan isu energi dan air. Oleh karena itu, optimalisasi
peran, peningkatan kapasitas, serta penguatan kompetensi aparatur menjadi kebutuhan
yang terus diupayakan.
2.2.2 Sarana dan Prasarana
Dalam mendukung pelaksanaan tugas, Sub Bagian Energi dan Air didukung oleh sarana dan
prasarana perkantoran yang meliputi ruang kerja, perangkat komputer, perangkat
komunikasi, serta akses terhadap data dan informasi. Sarana tersebut dimanfaatkan untuk
kegiatan administrasi, koordinasi, penyusunan dokumen kebijakan, dan pelaporan.
Ketersediaan sarana dan prasarana secara umum telah memadai untuk mendukung tugas
pokok, namun masih diperlukan peningkatan kualitas sistem informasi, digitalisasi data
energi dan air, serta dukungan perangkat lunak analisis untuk meningkatkan efektivitas
kerja.
2.2.3 Anggaran
Anggaran Sub Bagian Energi dan Air bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Subang yang dialokasikan melalui Bagian Sumber Daya Alam
Sekretariat Daerah. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan koordinasi,
fasilitasi, rapat, penyusunan dokumen kebijakan, serta kegiatan pendukung lainnya.
Pengelolaan anggaran dilaksanakan dengan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan
akuntabilitas. Keterbatasan anggaran mendorong Sub Bagian Energi dan Air untuk
mengoptimalkan sinergi lintas perangkat daerah serta memanfaatkan dukungan program
dari pemerintah pusat dan provinsi.
2.3 Stakeholder Energi dan Air
2.3.1 Perangkat Daerah Terkait
Stakeholder utama dalam pengelolaan energi dan air di Kabupaten Subang meliputi
perangkat daerah teknis, antara lain Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa
Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
Pertanian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah.
Koordinasi dengan perangkat daerah tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan
keterpaduan kebijakan dan efektivitas program.
2.3.2 Instansi Vertikal
Instansi vertikal yang berperan dalam sektor energi dan air antara lain
kementerian/lembaga teknis, balai besar wilayah sungai, serta unit kerja pemerintah pusat
lainnya. Kehadiran instansi vertikal menjadi penting dalam sinkronisasi kebijakan nasional
dan daerah.
2.3.3 BUMN dan BUMD
BUMN dan BUMD memiliki peran strategis dalam penyediaan dan pengelolaan energi dan
air, seperti perusahaan penyedia tenaga listrik, pengelola air minum, dan badan usaha
pengelola sumber daya terkait. Sinergi dengan BUMN/BUMD menjadi salah satu fokus
koordinasi Sub Bagian Energi dan Air.
2.3.4 Masyarakat dan Swasta
Masyarakat, dunia usaha, serta lembaga non-pemerintah merupakan stakeholder penting
dalam pemanfaatan dan pelestarian energi dan air. Partisipasi aktif masyarakat dan swasta
menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan, khususnya dalam pengembangan energi
terbarukan dan konservasi sumber daya air.
2.4 Kondisi Umum Energi Kabupaten Subang
2.4.1 Ketersediaan dan Distribusi Listrik
Secara umum, ketersediaan listrik di Kabupaten Subang terus mengalami peningkatan
seiring dengan pengembangan infrastruktur kelistrikan. Namun, tantangan masih dijumpai
dalam pemerataan distribusi, keandalan pasokan, serta peningkatan kualitas layanan,
terutama di wilayah tertentu.
2.4.2 Potensi Energi Baru Terbarukan
Kabupaten Subang memiliki potensi EBT yang cukup besar, antara lain:
Energi surya (PLTS), baik skala atap maupun skala kawasan;
Energi air (PLTA/PLTMH) dari sungai dan saluran irigasi;
Energi biomassa, khususnya dari limbah pertanian;
Energi panas bumi, sesuai karakteristik geologi wilayah.
Pemanfaatan potensi tersebut memerlukan dukungan kebijakan, perencanaan, dan
investasi yang terintegrasi.
2.5 Kondisi Umum Sumber Daya Air
2.5.1 Air Permukaan
Kabupaten Subang memiliki jaringan sungai dan daerah aliran sungai yang berperan penting
dalam penyediaan air permukaan. Pengelolaan air permukaan menghadapi tantangan
sedimentasi, pencemaran, dan degradasi lingkungan.
2.5.2 Air Tanah
Air tanah menjadi sumber air penting bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi. Namun,
tekanan terhadap air tanah akibat peningkatan pemanfaatan memerlukan pengendalian
dan perlindungan agar keberlanjutan tetap terjaga.
2.5.3 Irigasi dan Air Baku
Sistem irigasi dan penyediaan air baku memiliki peran strategis dalam mendukung
ketahanan pangan dan pelayanan air bersih. Pengelolaan irigasi menghadapi tantangan
kerusakan jaringan, keterbatasan pasokan air, serta konflik pemanfaatan antar sektor.