0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan29 halaman

Projek ROL2

Makalah ini membahas penerapan teori pengambilan keputusan dalam ketidakpastian untuk menentukan keputusan optimal dalam penjualan kebutuhan sehari-hari di Toko Rahmat, Kab. Bangkalan, Madura. Penelitian ini menggunakan software WinQSB dan Borland C++ untuk menganalisis dan membandingkan hasil keputusan guna memaksimalkan keuntungan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang riset operasi dan aplikasinya dalam situasi nyata.

Diunggah oleh

muhamadfikriard5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan29 halaman

Projek ROL2

Makalah ini membahas penerapan teori pengambilan keputusan dalam ketidakpastian untuk menentukan keputusan optimal dalam penjualan kebutuhan sehari-hari di Toko Rahmat, Kab. Bangkalan, Madura. Penelitian ini menggunakan software WinQSB dan Borland C++ untuk menganalisis dan membandingkan hasil keputusan guna memaksimalkan keuntungan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang riset operasi dan aplikasinya dalam situasi nyata.

Diunggah oleh

muhamadfikriard5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PROJEK AKHIR

RISET OPERASI LANJUT


“MENENTUKAN KEPUTUSAN DALAM KETIDAKPASTIAN PADA
PENJUALAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI DI TOKO RAHMAT, KAB.
BANGKALAN, MADURA”

Disusun Oleh :

1. Muhamad Fikri Ardani (181221008)


2. Stefanus Betanius Prakoso (181221037)

Dosen pengampu :
Dr. Herry Suprajitno, [Link].
Muhammadun, S..Si., [Link].

PROGRAM STUDI S-1 MATEMATIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2024
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan
Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Menentukan keputusan
dalam ketidakpastian pada penjualan kebutuhan sehari-hari pada toko Rahmat, Kab Bangkalan,
Madura”. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai bagaimana penerapan teori
pengambilan keputusan untuk menentukan sebuah keputusan dalam ketidakpastian.
Makalah ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas akhir dari mata kuliah Riset
Operasi Lanjut yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses penyelesaian
tugas akhir ini, tentunya penulis membutuhkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran dari
berbagai pihak. Maka dari itu, penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada bapak Dr. Herry
Suprajitno, [Link]. dan bapak Muhammadun, [Link]. sebagai dosen pengampu mata kuliah serta
rekan kelompok yang sudah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk turut membantu
menyelesaikan tugas akhir ini.
Penulis telah berusaha dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki
sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi
kesempurnaan makalah ini.

Surabaya, 29 November 2024


Penyusun,

Tim Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................. i
DAFTAR ISI ..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah........................................................................................................ 2
1.3. Tujuan Penelitian ......................................................................................................... 2
1.4. Manfaat Penelitian ....................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................ 4
2.1. Riset Operasi................................................................................................................ 4
2.2. Keputusan Dalam Ketidakpastian ............................................................................... 5
2.2.1. Kriteria Laplace .................................................................................................... 6
2.2.2. Kriteria Minimax atau Maximin .......................................................................... 7
2.2.3. Krieteria Savage Minimax Regret ........................................................................ 7
2.2.4. Kriteria Hurwich .................................................................................................. 8
2.3. WinQSB....................................................................................................................... 8
2.4. Borland C++ ................................................................................................................ 8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................................................. 10
3.1. Objek Penelitian ........................................................................................................ 10
3.2. Variabel Penelitian .................................................................................................... 10
3.3. Jenis Data ................................................................................................................... 10
3.4. Sumber Data .............................................................................................................. 10
3.5. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................................ 10
3.6. Metode Analisis ......................................................................................................... 10
BAB IV PEMBAHASAN ........................................................................................................ 11
4.1. Data Hasil Pengamatan .............................................................................................. 11
4.2. Analisis Data dengan WinQSB ................................................................................. 13
4.3. Analisis Data dengan Borland C++ ........................................................................... 16
4.4. Perbandingan Hasil Keputusan WinQSB dan Borland C++ ..................................... 18
BAB V PENUTUP ................................................................................................................... 19
5.1. Kesimpulan ................................................................................................................ 19

ii
5.2. Saran .......................................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 21
LAMPIRAN ............................................................................................................................. 22

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pengambilan keputusan adalah proses memilih tindakan (diantara berbagai
alternatif) untuk mencapai suatu tujuan atau beberapa tujuan (Turban, dkk 2007:53).
Pengambilan keputusan merupakan proses krusial yang sering dihadapi oleh individu
maupun organisasi, termasuk pada konteks penjualan kebutuhan sehari-hari. Persoalan
keputusan dalam ketidakpastian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
situasi tertentu, keputusan harus diambil dalam kondisi ketidakpastian, di mana
informasi terkait probabilitas hasil yang mungkin terjadi tidak diketahui secara pasti.
Hal ini menciptakan tantangan bagi pelaku pengambil keputusan untuk memilih solusi
terbaik sehingga dapat memberikan keuntungan maksimal.

Konsep Analisis Keputusan dalam ketidakpastian menunjukkan suasana


keputusan dimana probabilitas hasil-hasil potensial tidak diketahui (tidak diperkirakan).
Dalam suasana ketidakpastian tersebut, pihak pengambilan keputusan sadar akan hasil-
hasil alternatif dalam bermacam- macam peristiwa, namun pengambilan keputusan
tidak dapat menetapkan probabilitas suatu kondisi. .

Sebagai contoh pada Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura yang ingin
memperoleh keuntungan maksimal dari berbagai jenis kebutuhan sehari-hari yang
dijual, pemilik toko merasa kesulitan terkait jenis barang apa yang harus dijual untuk
memaksimalkan keuntungan. Hal ini dipengaruhi oleh permintaan konsumen dan
ketiadaan data yang akurat tentang kondisi pasar di masa mendatang. Berdasarkan
keterangan diatas diperlukan pendekatan berbasis teori pengambilan keputusan dalam
ketidakpastian untuk mengetahui keputusan barang apa saja yang menghasilkan
keuntungan maksimal.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan keputusan optimal


bagi Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura dalam menjual kebutuhan sehari-hari
menggunakan teori keputusan dalam ketidakpastian serta dapat diaplikasikan dengan
menggunakan software WinQSB dan Borland C++ untuk mempermudah simulasi dan
evaluasi alternatif keputusan.

1
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan di atas, didapat rumusan
masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana hasil keputusan dengan teori keputusan dalam ketidakpastian


menggunakan software WinQSB agar memperoleh keuntungan maksimal dalam
penjualan kebutuhan sehari-hari di Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura.
2. Bagaimana hasil keputusan dengan teori keputusan dalam ketidakpastian
menggunakan software Borland C++ agar memperoleh keuntungan maksimal
dalam penjualan kebutuhan sehari-hari di Toko Rahmat, Kab Bangkalan,
Madura.
3. Bagaimana perbandingan hasil keputusan menggunakan software WinQSB
dengan Borland C++?

1.3. Tujuan Penelitian


Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui hasil keputusan dengan teori keputusan dalam ketidakpastian agar


memperoleh keuntungan maksimal dalam penjualan kebutuhan sehari-hari di
Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura menggunakan software WinQSB.
2. Mengetahui hasil keputusan dengan teori keputusan dalam ketidakpastian agar
memperoleh keuntungan maksimal dalam penjualan kebutuhan sehari-hari di
Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura menggunakan software Borland C++.
3. Mengetahui perbandingan hasil keputusan menggunakan software WinQSB
dengan Borland C++.

1.4. Manfaat Penelitian


Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah :

1. Bagi mahasiswa dapat mengaplikasikan software WinQSB dan Borland C++


dalam mencari keputusan agar memperoleh keuntungan maksimal pada
permasalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari.
2. Bagi pembaca dapat menambah pengetahuan sehingga mengetahui dan
memahami perihal riset operasi khususnya teori keputusan dalam ketidakpastian
dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

2
3. Bagi pemilik toko dapat mengetahui jenis kebutuhan sehari-hari yang terjual
dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi pemilik toko.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Riset Operasi


Secara harfiah kata operation dapat didefinisikan sebagai tindakan tindakan
yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesis. Sementara kata riset (research)
adalah suatu proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah atau
hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat sulit untuk mendefinisikan Operation Research,
terutama karena batas-batasnya tidak jelas. Operation Research memiliki bermacam-
macam penjelasan, berikut ini beberapa kutipan definisi operation research yang
dikemukakan oleh para ahli operation research dalam berbagai literature.
Riset Operasi merupakan cabang ilmu yang telah berkembang sejak Perang
Dunia II, dimana pada masa itu metode ini hanya dipakai dalam kegiatan militer hingga
selanjutnya berkembang dan dimanfaatkan di bidang industri, bisnis, dan administrasi
pemerintahan. Istilah Riset Operasi (Operation Research) pertama kali digunakan pada
tahun 1940 oleh Mc. Closky dan Trefthen. Mc. Closky dan Trefthen mengartikan Riset
Operasi sebagai suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan dari studi
operasi militer selama Perang Dunia II. Beberapa Metode yang digunakan dalam Riset
Operasi adalah pemodelan, teori probabilitas, simulasi, teori antrian, alokasi sumber
daya, jaringan kerja, transporasi dan penugasan, pengendalian persediaan, dan analisis
keputusan.
Riset Operasi (Operation Research) secara luas dapat diartikan sebagai
penerapan metode, teknik-teknik, dan alat-alat terhadap masalah-masalah yang
menyangkut operasi operasi dari sistem-sistem sedemikian rupa sehingga memberikan
penyelesaian optimal (Mulyono,2004:2). Menurut Taha (2007), istilah riset operasi
yang diasosiasikan dengan penggunaan teknik-teknik matematis untuk membuat model
dan menganalisis masalah keputusan. Tujuan penggunaan sistem riset operasi adalah
untuk membentuk suatu model ilmiah dari system, menggabungkan ukuran faktor-
faktor seperti kesempatan dan resiko. Selain itu Riset Operasi juga berfungsi untuk
meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan sehingga dapat
diperoleh strategi yang tepat dan tindakannya secara ilmiah untuk menentukan
keputusan terbaik.

4
Seperti namanya, riset operasi melibatkan "penelitian tentang operasi". Jadi,
riset operasi diterapkan untuk masalah yang berkaitan dengan bagaimana melakukan
dan mengkoordinasikan operasi (kegiatan) dalam suatu organisasi. Hakikat organisasi
pada dasarnya tidak material, dan pada kenyataannya telah diterapkan secara luas di
berbagai bidang seperti manufaktur, transportasi, konstruksi, telekomunikasi,
perencanaan keuangan, perawatan kesehatan, militer, dan layanan publik. Untuk
penelitian, riset operasi menggunakan pendekatan yang menyerupai cara penelitian
dilakukan di bidang ilmiah. Sampai batas tertentu, metode ilmiah digunakan untuk
menyelidiki masalah yang menjadi perhatian. Secara khusus, proses dimulai dengan
mengamati dan merumuskan masalah dengan seksama, termasuk mengumpulkan
semua data yang relevan. Langkah selanjutnya adalah membangun model ilmiah
(biasanya matematika) yang mencoba untuk menggambarkan masalah yang
sebenarnya. Hal ini kemudian dihipotesiskan bahwa model ini adalah representasi yang
cukup tepat dari fitur-fitur penting dari permasalahan dimana kesimpulan (solusi) juga
diperoleh dari model yang telah dibuat juga sesuai dengan masalah yang sesungguhnya.
Karakteristik lain dari riset operasi adalah digunakan untuk menemukan solusi
terbaik (solusi optimal) untuk masalah yang sedang dipertimbangkan. 3 Tujuannya
adalah mengidentifikasi tindakan yang terbaik. Meskipun harus ditafsirkan dengan hati-
hati dalam hal kebutuhan praktis manajemen, "pencarian untuk optimalitas" ini
merupakan tema penting dalam OR.

2.2. Keputusan Dalam Ketidakpastian


Pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian adalah aspek yang
penting dalam manajemen modern, terutama ketika informasi yang tersedia terbatas
atau hasil dari tindakan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Dalam konteks ini, teori
keputusan menawarkan pendekatan untuk membantu pengambil keputusan memilih
opsi terbaik berdasarkan kriteria tertentu, meskipun dalam situasi yang penuh
ambiguitas. Metode-metode seperti kriteria Laplace, minimaks, Savage minimaks
regret, dan Hurwicz sering digunakan untuk mengatasi ketidakpastian, dengan
mempertimbangkan berbagai skenario kemungkinan dan bobot subjektif yang diberikan
pada setiap hasil potensial (Harahap, 2002; Muhammad Alawido, 2013).

Keputusan yang akan diambil tidak didukung oleh informasi atau data yang
sempurna, dan tidak ada fungsi kepadatan probabilitas yang dapat diperoleh. Yang

5
diketahui hanyalah kemungkinan hasil dari suatu tindakan, tetapi pengambil keputusan
tidak punya informasi tentang probabilitas terjadinya hasil-hasil yang mungkin tersebut.

Pada kategori keputusan dalam ketidakpastian, terdapat 2 situasi :


1. Tidak ada situasi persaingan
Dalam kasus ini, pengambil keputusan tidak memandang alam sebagai lawan
yang bermusuhan.
2. Terdapat situasi persaingan
Pengambilan keputusan memiliki lawan yang cerdas. Dua atau lebih pengambil
keputusan bekerja berlawanan, dan setiap pengambil keputusan berusaha
memperoleh keuntungan dgn pengorbanan pihak yang lainnya. Informasi yang
digunakan dalam mengambil keputusan dalam ketidakpastian biasanya
diringkas dalam bentuk matriks pay off sebagai berikut : ( Dalam kondisi diskrit
),

Dengan :
𝑡𝑖 : tindakan ke-𝑖
𝑘𝑗 : keadaan/kejadian di masa mendatang
𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) : hasil yang berkaitan jika dilakukan tindakan -i dan terjadian -j

2.2.1. Kriteria Laplace


Kriteria ini didasari oleh prinsip alasan yang tidak memadai.
Karena probabilitas kejadian 𝑘1, 𝑘2, …, 𝑘𝑛, tidak diketahui, kita tidak

6
memiliki informasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa
probabilitas probabilitas ini berbeda.
Asumsi : semua kejadian mempunyai kemungkinan yang sama untuk
terjadi.
Dipilih tindakan 𝑡𝑖 ∗ yang bersesuain dengan
𝑛
1
{ ∑ 𝑣(𝑡𝑗 , 𝑘𝑗 )}
𝑛
𝑗=1

2.2.2. Kriteria Minimax atau Maximin


Kriteria Minimax atau Maximin Merupakan kriteria yang paling
konservatif. Pengambil keputusan dianggap sangat pesimis atau
konservatif tentang masa depan. Kriteria ini didasari oleh usaha untuk
memperoleh hasil terbaik diantara kondisi terburuk yang mungkin.
Jika hasil 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) mewakili biaya, dipilih tindakan 𝑡𝑖 ∗ yang bersesuaian
dengan,
{𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 )}
Jika hasil 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) mewakili keuntungan, dipilih tindakan 𝑡𝑗 ∗ yang
bersesuaian dengan,
{𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 )}

2.2.3. Krieteria Savage Minimax Regret


Didasarkan atas konsep opportunity loss atau regret. Dalam
kriteria ini dibentuk matriks penyesalan (regret) yang baru, yang
didefinisikan dengan
𝑟(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) = {(𝑣(𝑡𝑘 , 𝑘𝑗 )) − 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ); 𝑣(𝑡𝑘 , 𝑘𝑗 ) = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 )
= 𝑘𝑒𝑟𝑢𝑔𝑖𝑎𝑛 }
Baik 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) merupakan fungsi laba atau kerugian, 𝑟(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) adalah
fungsi penyesalan, yang dalam kasus ini mewakili kerugian. Jadi hanya
kriteria minimax yang dapat diterapkan untuk 𝑟(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 )

7
2.2.4. Kriteria Hurwich
Kriteria ini mewakili satu kisaran sikap dari yang paling optimis
sampai yang paling pesimis. Kriteria ini menemukan keseimbangan
diantara ekstrim pesimisme dan ekstrim optimism.
Jika 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) mewakili laba, dipilih tindakan yang menghasilkan :

{𝛼 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) + (1 − 𝛼)(𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ))}


Jika 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) mewakili biaya, dipilih tindakan yang menghasilkan :

{𝛼 𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ) + (1 − 𝛼)(𝑣(𝑡𝑖 , 𝑘𝑗 ))}


𝛼 dikenal sebagai indeks optimism, nilainya berkisar antara 0 sampai
dengan 1, dengan :
● 𝛼 = 1, kriteria terlalu optimis
● 𝛼 = 0, kriteria terlalu pesimis

2.3. WinQSB
Software QSB (Quantity System for Business) atau umumnya juga dikenal
dengan nama WinQSB (QSB yang berjalan pada operasi Windows) merupakan
software yang mengandung algoritma problem solving untuk riset operasi (operational
research) dan untuk ilmu manajemen.
WinQSB adalah sistem interaktif untuk membantu pengambilan keputusan yang
berisi alat yang berguna untuk memecahkan berbagai jenis masalah dalam bidang riset
operasi. Sistem ini terdiri dari modul-modul yang berbeda, satu untuk setiap model jenis
atau masalah. WinQSB menggunakan mekanisme tampilan jendela seperti Windows,
yaitu jendela, menu, toolbar, dll. Oleh karena itu pengelolaan program serupa dengan
yang lain menggunakan lingkungan Windows.

2.4. Borland C++


Borland C++ adalah perangkat lunak untuk menyusun aplikasi yang
berdasarkan pada bahasa pemrograman C dan bekerja dalam lingkungan sistem operasi
windows. Dengan aplikasi ini, kita bisa merasakan begitu mudahnya menyusun
program aplikasi karena Borland C++ memiliki keunggulan bahasa pemrograman yang
terletak pada produktivitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak (PL), kecepatan
kompilasi serta diperkuat dengan program yang terstruktur.

8
Menurut Munir (2011:13) mengemukakan bahwa “Bahasa pemrograman adalah
bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program”. Borland C++ adalah
perangkat lunak untuk menyusun aplikasi yang berdasarkan pada bahasa pemrograman
C dan bekerja dalam lingkungan sistem operasi Windows. Dengan Borland C++ kita
akan merasakan mudahnya menyusun program aplikasi. Dikarenakan Borland C++
memiliki keunggulan bahasa pemrogramannya yang terletak pada produktivitas,
kualitas, pengembangan perangkat lunak, dan kecepatan kompilasi serta diperkuat
dengan program yang terstruktur.

9
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian


Objek dalam penelitian ini adalah Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura.
3.2. Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sebanyak 35 jenis
barang kebutuhan sehari-hari yang dijual di Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura
pada saat kondisi sepi dan ramai.
3.3. Jenis Data
Data yang digunakan sebagai input dalam program adalah data keuntungan atau
laba yang diperoleh dari data harga jual, harga beli, dan jumlah produk barang yang
terjual di Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura pada saat kondisi sepi dan ramai. Oleh
karena itu, jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu data berupa
keuntungan atau laba dalam permasalahan penjualan barang kebutuhan sehari-hari.
3.4. Sumber Data
Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan wawancara secara
langsung kepada penjual Toko Rahmat, Kab Bangkalan, Madura pada tanggal 29
November 2024.
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah :
1. Data Primer
Data primer dikumpulkan berdasarkan studi primer dengan cara melakukan
observasi dan wawancara terhadap penjual Toko Rahmat mengenai banyak
barang, harga jual, harga beli dan jumlah barang yang terjual.
2. Data Sekunder
Data sekunder berupa studi pustaka dengan pengumpulan data yang dilakukan
dengan mencari dan membaca sumber-sumber referensi dari jurnal maupun
buku dari internet.
3.6. Metode Analisis
Data berupa keuntungan atau laba dari setiap variable penelitian akan dianalisis
menggunakan software WinQSB dan Borland C++ untuk lebih lanjut ditentukan
keputusan yang dapat memberikan keuntungan optimal.

10
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Data Hasil Pengamatan


Dari wawancara yang dilakukan, diperoleh data mengenai harga jual dan harga
beli dalam dua kondisi yaitu saat sepi dan saat ramai. Kemudian dicari keuntungan dari
masing-masing barang.

No Nama Barang Jumlah Penjualan Harga (Per pcs) Laba


(Per Hari)

Sepi Ramai Beli (Rp) Jual Sepi Ramai


(Rp)

1 Le Minerale 12 25 1900 3000 13200 27500


(600 ml)

2 Aqua (600 ml) 15 20 2300 3000 10500 14000

3 Teh Pucuk 5 10 2700 4000 6500 13000

4 Cleo (600 ml) 3 7 2000 3000 3000 7000

5 Fanta kecil 6 16 3000 5000 12000 32000

6 Fanta besar 7 10 7500 11000 24500 35000


orange

7 Fanta besar 5 13 7500 11000 17500 45500


merah

8 Sprite kecil 4 13 3000 5000 8000 26000

9 Coca Cola 9 16 3000 5000 18000 32000


kecil

10 Coca Cola 6 9 7500 11000 21000 31500


besar

11 Sampo Clear 9 10 795 1000 1845 2050


sachet

12 Sampo 9 16 800 1000 1800 3200


Rejoice sachet

13 Sampo Zinc 7 12 750 1000 1750 3000


sachet

11
14 Sampo 10 20 815 1000 1850 3700
Lifebuoy
sachet

15 Sampo Head n 7 13 790 1000 1470 2730


Shoulders
sachet

16 Sabun cuci 10 20 4500 5000 5000 10000


piring

17 Dancow coklat 7 18 3500 4000 3500 9000

18 Dancow putih 10 20 3500 4000 5000 10000

19 Good Day 3 10 2100 3000 2700 9000


Freeze

20 Good Day 7 17 2100 3000 6300 15300


Cappucino

21 Rokok LA 10 20 23700 36000 123000 246000

22 Rokok Djarum 5 15 23200 30000 34000 102000

23 Rokok 76 10 21 24300 32000 77000 161700


Hitam

24 Rokok 76 7 15 11500 15000 24500 52500


Orange

25 Rokok 76 8 16 11500 15000 28000 56000


Hijau

26 Larutan cap 3 7 5700 8000 6900 16100


badak kaleng

27 Qtela 24 30 1500 2500 24000 30000


Singkong

28 Qtela Tempe 15 22 7700 9000 14300 22100

29 Malkist Abon 18 23 8250 9000 13500 17250

30 Kapal Api 4 8 1300 1500 800 1600


Gula Aren

12
31 Kapal Api 2 16 1500 2000 1000 8000
Kopi Susu

32 Kapal Api 6 20 1500 2000 3000 10000


Spesial Mix

33 Pop Ice 7 17 2100 3000 6300 15300

34 Good Day 3 10 2100 3000 2700 9000


Mocacinno

35 Susu Indomilk 7 18 3500 4000 3500 9000

Tabel 1. Data Hasil Wawancara


4.2. Analisis Data dengan WinQSB
Berdasarkan hasil data pengamatan dan perhitungan pada data 4.1 selanjutnya
dianalisis dengan menggunakan software WinQSB untuk mendapatkan keputusan
terbaiknya. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan hasilnya adalah
sebagai berikut :
1. Buka WinQSB
2. Pilih Decision Analysis
3. Pada Problem Type, pilih Payoff Table Analysis
4. Pada Problem Title masukkan “ROL Toko Rahmat”
5. Pada Number of the State of Nature isi : 2
6. Pada Number of Decision Alternatives isi : 35, lalu klik OK
Berikut adalah tampilan dari Problem Specification :

Gambar 1. Tampilan Problem Specification

13
7. Input data pada WinQSB berdasarkan data pada tabel 1, sebagai berikut :

Gambar 2. Input data pada software WinQSB

14
8. Klik solve and Analyzeze, pada payoff Tabel Analisis, input Hurwicz Criterian
sebesar 0,5.

Gambar 3. Hurwicz Criterian


9. Diperoleh output hasil keputusan terbaik sebagai berikut :

Gambar 4. Output dari software WinQSB


Berdasarkan hasil output data pada WinQSB diperoleh analisis sebagai berikut :
1. Kriteria Laplace
Keputusan optimal dengan menggunakan software WinQSB adalah Rokok LA
dengan expected value (EV) adalah Rp 184.500,00
2. Kriteria Minimax atau Maximin

15
Tabel yang diperoleh yaitu tabel keuntungan sehingga kriteria yang digunakan
yaitu maximin, yang berarti pengambilan keputusan mencerminkan hasil
maximum dari hasil minimum. Keputusan terbaiknya merupakan Rokok LA
dengan expected value (EV) sebesar Rp 123.000,00
3. Kriteria Savage Minimax Regret
Keputusan optimal dengan menggunakan software WinQSB adalah Rokok LA
dengan expected value (EV) adalah Rp 0
4. Kriteria Relisme (Hurwicz)
Pada kriteria hurwich dengan indeks optimism (𝛼) sebesar 0.5, sehingga
diperoleh keputusan terbaiknya merupakan yaitu Rokok LA dengan expected
value (EV) sebesar Rp 184.500,00
4.3. Analisis Data dengan Borland C++
Berdasarkan program yang telah dibuat dengan menggunakan software Borland
C++, berikut inputan dan hasil yang diperoleh sebagai berikut:
a. Input Data Penjualan

16
Gambar 5. Input data pada software Borland C++
b. Output Data Penjualan

Gambar 6. Output dari software Borland C++


Berdasarkan hasil output data pada WinQSB diperoleh analisis sebagai berikut :

17
1. Kriteria Laplace
Keputusan optimal dengan menggunakan Borland C++ adalah Rokok LA
dengan expected value (EV) adalah Rp 184.500,00
2. Kriteria Minimax atau Maximin
Data yang di inputkan ke Borland C++ adalah data laba sehingga kriteria yang
sesuai adalah Kriteria Maximin, dimana pengambilan keputusan terbaik yang
dipilih mencerminkan hasil maximum dari yang minimum. Keputusan
terbaiknya merupakan Rokok LA dengan expected value (EV) sebesar Rp
123.000,00
3. Kriteria Savage Minimax Regret
Keputusan optimal dengan menggunakan Borland C++ adalah Rokok LA
dengan expected value (EV) adalah Rp 0
4. Kriteria Relisme (Hurwicz)
Pada kriteria hurwich dengan indeks optimism (𝛼) sebesar 0.5, sehingga
diperoleh keputusan terbaiknya merupakan yaitu Rokok LA dengan expected
value (EV) sebesar Rp 184.500,00
4.4. Perbandingan Hasil Keputusan WinQSB dan Borland C++
Berdasarkan pembahasan di atas dapat dilihat hasil pengambilan keputusan
dengan menggunakan WinQSB dan Borland C++ didapatkan kesimpulan bahwa kedua
metode tersebut menghasilkan keputusan yang sama. Hasil keputusan dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Perbandingan Hasil Keputusan dengan Menggunakan WinQSB dan Borland C++

Kriteria WinQSB Borland C++

Laplace Rokok LA Rokok LA


Rp 184.500,00 Rp 184.500,00

Maximin Rokok LA Rokok LA


Rp 123.000,00 Rp 123.000,00

Savage Minimax Rokok LA Rokok LA


Regret Rp 0 Rp 0

Hurwicz Rokok LA Rokok LA


Rp 184.500,00 Rp 184.500,00
Tabel 2. Hasil Perbandingan

18
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dijelaskan pada pembahasan, dapat
ditarik kesimpulan bahwa keuntungan/laba maksimal yang bisa didapatkan dari
Penjualan Bahan Pokok di Toko Rahmat Kab. Bangkalan, Madura sebagai berikut :
1. Menggunakan software WinQSB
Dengan 𝛼 = 0,5
a. Kriteria Laplace : Keputusan terbaiknya yaitu dengan menjual Rokok
LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 184.500,00
b. Kriteria Maximin : Keputusan terbaiknya yaitu dengan menjual Rokok
LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 123.000,00
c. Kriteria Savage Minimax Regret : Keputusan terbaiknya yaitu dengan
menjual Rokok LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 0
d. Kriteria Kriteria Hurwich (𝛼 = 0,5) : Keputusan terbaiknya yaitu dengan
menjual Rokok LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 184.500,00
2. Menggunakan Borland C++
a. Kriteria Laplace : Keputusan terbaiknya yaitu dengan menjual Rokok
LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 184.500,00
b. Kriteria Maximin : Keputusan terbaiknya yaitu dengan menjual Rokok
LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 123.000,00
c. Kriteria Savage Minimax Regret : Keputusan terbaiknya yaitu dengan
menjual Rokok LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 0
d. Kriteria Kriteria Hurwich (𝛼 = 0,5) : Keputusan terbaiknya yaitu dengan
menjual Rokok LA dengan expected value (EV) sebesar Rp 184.500,00
3. Perbandingan Menggunakan WinQSB dan Borland C++
Dari hasil yang diperoleh dari software WinQSB dan Borland C++,
diperoleh keputusan yang sama yaitu menjual Rokok LA dengan nilai expected
value (EV) dari masing masing kriteria pada dua software yang berbeda
menghasilkan hasil yang sama.
5.2. Saran
Sebaiknya dalam menyelesaikan pengambilan keputusan Toko Rahmat dalam
memperoleh keuntungan maksimal tidak hanya diselesaikan dengan menggunakan

19
software WinQSB dan Borland C++, namun bisa juga menggunakan software yang lain,
seperti Matlab, Java dan sebagainya.

20
DAFTAR PUSTAKA

Harahap, E. (2002). Studi Literatur Tentang Keputusan Dalam Ketidakpastian. Matematika:


Jurnal Teori dan Terapan Matematika, Universitas Islam Bandung.

Muhammad Alawido, Zulaela. (2013). Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Ketidakpastian


dan Dalam Kondisi Beresiko. Skripsi, Universitas Gadjah Mada.

Adair, John. (2007). Decision Making and Problem-Solving Strategies. Kogan Page: London

Bungin, Burhan. 2006. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana.

Mulyono, S. 2002. Riset Operasi. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.

21
LAMPIRAN

Lampitan (Program C++)

#include <conio.h>
#include <iostream.h>
void tampil (int A[100][100], int m, int n)
{
int i, j;
clrscr();
cout<<"HASIL ANALISIS PADA SETIAP KRITERIA DIPEROLEH:"<<endl;
}
void regret (int A[100][100], int m, int n)
{
int max[100], maksimal[100], min = 10000000000, i, j, B[100][100], dari;
for (j=1; j<=n; j++)
{
max[j] = 0;
for (i=1; i<=m; i++)
{
if (A[i][j] > max[j])
{
max[j] = A[i][j];
}
}
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
for (j=1; j<=n; j++)
{
B[i][j] = max[j] - A[i][j];
}
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
maksimal[i] = 0;
for (j=1; j<=n; j++)
{
if (B[i][j] > maksimal[i])
maksimal[i] = B[i][j];
}
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
if (maksimal[i] < min)
min = maksimal[i];
}
for (i=1; i<=m; i++)
{

22
if (maksimal[i] ==min)
dari = i;
}
cout<<"Pada kriteria savage diperoleh nilai Expected Value sebesar "<<min<<endl;
cout<<"Jadi dipilih alternatif ke-"<<dari<<endl;
}
void laplace (int A[100][100], int m, int n)
{
int i, j, dari; float L[100];
for (i=1; i<=m; i++)
{
float sum = 0;
for (j=1; j<=n; j++)
{ sum = sum + A[i][j]; }
L[i] = sum/n;
}
float max = 0;
for (i=1; i<=m; i++)
{
if (L[i] > max)
max = L[i];
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
if (max == L[i])
dari = i;
}
cout<<"Pada kriteria laplace diperoleh nilai Expected Value sebesar "<<max<<endl;
cout<<"Jadi dipilih alternatif ke-"<<dari;
cout<<endl;
}
void maxmin (int A[100][100], int m, int n)
{
int i, j, dari;
float min[100];
for (i=1; i<=m; i++)
{
min[i] = 10000000000;
for (j=1; j<=n; j++)
if (A[i][j] < min[i])
min[i] = A[i][j];
}
float max = 0;
for (i=1; i<=m; i++)
{
if (min[i] > max)
max = min[i];
}
for (i=1; i<=m; i++)
{

23
if (max == min[i])
dari = i;
}
cout<<"Pada kriteria maxmin diperoleh nilai Expected Value sebesar "<<max<<endl;
cout<<"Jadi dipilih alternatif ke-"<<dari;
cout<<endl;
}
void hurwich (int A[100][100], int m, int n, float alfa)
{
int i, j, dari;
float minim[100]; float maxi[100]; float h[100];
float maksimal = 0;
for (i=1; i<=m; i++)
{
minim[i] = 10000000000;
for (j=1; j<=n; j++)
if (A[i][j] < minim[i])
minim[i] = A[i][j];
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
maxi[i] = 0;
for (j=1; j<=n; j++)
if (A[i][j] > maxi[i])
maxi[i] = A[i][j];
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
h[i] = alfa*maxi[i] + (1-alfa)*minim[i];
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
if (h[i] > maksimal)
maksimal = h[i];
}
for (i=1; i<=m; i++)
{
if (maksimal == h[i])
dari = i;
}
cout<<"Pada kriteria hurwich diperoleh nilai Expected Value sebesar "<<maksimal<<endl;
cout<<"Jadi dipilih alternatif ke-"<<dari;
}
void main ( )
{
cout<<"==================TUGAS KELOMPOK RISET OPERASI
LANJUT===================="<<endl;
cout<<"MENENTUKAN KEPUTUSAN DALAM KETIDAKPASTIAN PADA
PENJUALAN BARANG KEBUTUHAN"<<endl;
cout<<" SEHARI - HARI TOKO RAHMAT"<<endl;

24
cout<<"=============================================================
============"<<endl;
cout<<" "<<endl;
cout<<"Nama Anggota : " <<endl;
cout<<"1. Muhamad Fikri Ardani / 181221008"<<endl;
cout<<"2. Stefanus Betanius Prakoso/ 181221037 "<<endl;

cout<<" "<<endl;
int m, n, A[100][100], i, j, max = 0, min = 1000000;
float alfa;
cout<<"Masukkan banyaknya jenis barang : ";
cin>>m;
if (m < 0)
cout<<"Error"<<endl;
n=2;
cout<<"Masukkan nilai alpha : ";
cin>>alfa;
cout<<endl;
cout<<"Kondisi 1 : Ramai"<<endl;
cout<<"Kondisi 2 : Sepi"<<endl;
for (i=1; i<=m; i++)
{
for (j=1; j<=n; j++)
{
cout<<"Masukkan nilai laba pada jenis barang ke "<<i<<" pada kondisi "<<j<<" : ";
cin>>A[i][j];
}
}
tampil (A, m, n);
laplace (A, m, n);
maxmin (A, m, n);
regret (A, m, n);
hurwich (A, m, n, alfa);
getch();
}

25

Anda mungkin juga menyukai