0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Program Kerja

Dokumen ini merupakan program kerja penanggulangan HIV-AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Serpong Utara, Kabupaten Tangerang Selatan, tahun 2022. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV dan AIDS serta meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui berbagai layanan kesehatan. Kegiatan yang direncanakan meliputi penyusunan program kerja, pelatihan SDM, dan evaluasi program secara berkala.

Diunggah oleh

ikedamayanti90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Program Kerja

Dokumen ini merupakan program kerja penanggulangan HIV-AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Serpong Utara, Kabupaten Tangerang Selatan, tahun 2022. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV dan AIDS serta meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui berbagai layanan kesehatan. Kegiatan yang direncanakan meliputi penyusunan program kerja, pelatihan SDM, dan evaluasi program secara berkala.

Diunggah oleh

ikedamayanti90
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA

PENANGGULANGAN HIV – AIDS

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SERPON UTARA

KABUPATEN TANGERANG SELATAN

TAHUN 2022

TIM PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SERPONG UTARA

KABUPATEN TANGERANG SELATAN

TAHUN 2022
PROGRAM KERJA

PENANGGULANGAN HIV – AIDS

DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH SERPONG UTARA

KABBUPATEN TANGERANG SELATAN

TAHUN 2022

A. PENDAHULUAN
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah No. 8 tahun 2011
tentang pencegahan dan penangulangan HIV-AIDS, bahwa perkembangan jumlah kasus
HIV-AIDS di Provinsi Kalimamantan Tengah semakin meningkat dan dapat menimbulkan
dampak buruk terhadap berbagai aspek kehidupan, khususnya terhadap kualitas kesehatan
masyarakat sehingga perlu diambil langkah-langkah pencegaahan dan penanggulangan
secara melembaga, sistematis, komprehensif, partisifatip, terpadu, dan berkesinambungan.
Masalah HIV-AIDS bukan lagi masalah kesehatan semata akan tetapi telah menjadi
masalah sosial yang sangat kompleks. Upaya pencegahan dan penanggulangannya
memerlukan pendekatan dan diselenggarakan oleh berbagai pihak. Pemerintah berperan
sebagai pemimpin upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS baik di pusat maupun
di daerah. Menyelenggarakan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS ini,
mengharuskannya adanya
koordinasi yang baik sejak perencanaan sampai evaluasinya. Memperhatikan kecenderungan
epedemi HIV-AIDS dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, upaya pencegahan dan
penanggulangan di Indonesia akan memakan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu upaya
pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS harus dapat
dijamin kesinambungannya sangat ditentukan oleh komitmen politik, kepemimpinan yang
kuat dan tersedianya dana yang terus menerus, perawatan sarana dan prasarana yang
digunakan. manajemen secara terarah dan terorganisir, guna kelancaran tugas
dan optimalisasi kerja dalam upaya meningkatan mutu pelayanan rumah sakit terutama
setiap unit pelayanan maka diperlukan suatu program kerja atau kerangka acuan program
kerja penanggungjawab program. Di mana suatu kegiatan yang terprogram, terinci dan
berstrategi dalam setiap kegiatan yang dipimpin dapat mencapai tujuan umum dan khusus
sesuai dengan program kerja tersebut.
B. LATAR BELAKANG
Rumah sakit merupakan salah satu sarana untuk memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat sebagai tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal, oleh karena
itu rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar
yang [Link] memberikan pelayanan VCT, ART, PMTCT, IO, ODHA dengan
faktor resiko IDU dan penunjang di rumah sakit.
Tenaga yang professional mempunyai kedudukan yang penting dalam menghasilkan
kualitas pelayanan kesehatan. Memberikan pelayanan berdasarkan pendekatan bio-psiko-
sosial-spiritual merupakan pelayanan yang dilaksanakan secara berkala dan
berkesinambungan. Kinerja merupakan implementasi dari rencana yang telah disusun,
implementasi kinerja dilakukan dilaksanakan oleh sumber daya manusia yang memiliki
kemampuan, kompetensi, motivasi, dan pentingan. Penurunan kinerja pelaksanaakan
mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan.
Di dalam organisasi rumah sakit pengelola program adalah pimpinan yang langsung
membawahi pelaksana, yang merupakan suatu unsur proses dalam manajemen rumah sakit.
Pimpinan program sebagai manajerial harus dapat menjamin mutu pelayanan yang diberikan
oleh pelaksana dalam memberikan pelayanan dan mementingkan kenyamanan pasien.
Kemampuan manajerial yang harus dimiliki oleh pimpinan program antara lain:
Perencanaan, pengorganisasian, pengerakan dan pelaksanaan, pengawasan
sertapengendalian dan evaluasi. Dari beberapa fungsi manajerial pimpinan program yang
harus dijalankan adalah bagaimana melakukan suatu perencanaan yang dituangkan ke dalam
program kerja pimpinan program dalam usaha meningkatkan kwalitas dan mutu pelayanan
dalam pencapaian target program.

C. TUJUAN

Tujuan umum:
Tercapainya usaha pencegahan dan mengurangi resiko penularan HIV dan AIDS,
meningkatkan kualitas hidup ODHA, dengan memberikan pelayanan VCT, ART,IO,
PMTCT, dengan faktor resiko IDU

Tujuan khusus:
1. Memberikan konseling dan testing secara rahasia.
2. Melaksanakan pemeriksaan laboraturium.
3. Menyediakan dan melaksanakan pelayanan perawatan dan dukungan dan pengobatan, IO,
PMTCT kepada ODHA.
4. Membuat pencatatan dan pelaporan.
5. Mengevaluasi program

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Kegiatan pokok
a. Menyusun program kerja tahunan
b. Mengadakan pertemuan
c. Mengusulkan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan SDM
d. Menyusun dan merencanakan kebutuhan tenaga sarana dan prasarana
e. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan dalam usaha penanggulangan HIV-AIDS

2. Rincian kegiatan
a. Menyusun program kerja
 Membuatan anggaran dan pembiayaan
 Membuat laporan setiap bulan
 Membuat jadwal kegiatan konselor
b. Mengadakan pertemuan rutin bulanan
 Mengadakan rapat bersama Tim guna membahas masalah yang ada terkait
dengan pelaksanaan tugas.
 Melakukanp pencatatan, pelaporan, evaluasi , analisa serta tindak lanjut dari
masalah yang ditemukan.
c. Mengusulkan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan SDM
 Membuat rekapitulasi tenaga berdasarkan teknis pelatihan yang pernah diikuti
serta tahun terakhir mengikuti.
 Membuat daftar pengajuan calon-calonnama yang akan mengikuti pendidikan
atau pelatihan berdasarkan tugas masing-masing.
d. Meningkatkan sarana dan prasarana
 Membuat kebutuhan sarana dan prasarana setiap tahun
e. mengevaluasi kegiatan dalam usaha pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS
 Mengadakan evaluasi Program
f. Membuat program laporan program kerja tim HIV – AIDS

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Membuat TIM Penanggulangan HIV – AIDS


2. Rapat TIM
 Menyusun kegiatan yang direncanakan
 Melaksanakan kegiatan dan evaluasi
3. Melakukan audit
F. SASARAN

1. Menyusun Program kerja 100% pencatatan dan pelaporan pada bulan Desember 2018.
2. Mengadakan pertemuan Rutin bulanan 75% pencatatan dan pelaporan pada bulan
Desember 2018.
3. Mengusulkan pendidikan dan pelatihan untuk SDM 50% pencatatan dan pelaporan pada
bulan Desember 2018.
4. Mengusulkan dan merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana 100% pencatatan dan
pelaporan bulan Desember 2019.

Anda mungkin juga menyukai