0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Laporan RPD

Dokumen ini adalah laporan tugas besar mengenai desain pondasi dangkal dan dalam menggunakan data sondir, N-SPT, dan laboratorium oleh kelompok mahasiswa D-III Teknologi Sipil di Politeknik Negeri Malang. Laporan mencakup analisis jenis pondasi, faktor keamanan, serta perhitungan daya dukung tanah untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur bangunan. Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk merancang sistem pondasi yang aman, efisien, dan ekonomis sesuai dengan karakteristik tanah di lokasi proyek.

Diunggah oleh

jajalthok2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Laporan RPD

Dokumen ini adalah laporan tugas besar mengenai desain pondasi dangkal dan dalam menggunakan data sondir, N-SPT, dan laboratorium oleh kelompok mahasiswa D-III Teknologi Sipil di Politeknik Negeri Malang. Laporan mencakup analisis jenis pondasi, faktor keamanan, serta perhitungan daya dukung tanah untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur bangunan. Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk merancang sistem pondasi yang aman, efisien, dan ekonomis sesuai dengan karakteristik tanah di lokasi proyek.

Diunggah oleh

jajalthok2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

TUGAS BESAR
Desain Pondasi Dangkal Dan Dalam Menggunakan Data Sondir, N-SPT Dan
Laboratorium

Dosen Pengampu :
Novita Anggraini, [Link]., M.T.

Disusun Oleh :
Kelompok 1

Ayu Diah Permatasari 05/2331360010


Arista Tri Syambarianti 04/23313600
Rahmad Nur Fikri 10/2331360006
Firmansyah Eka Prasetyo 08/2331360014
Antonio Erlambang 03/23313600

PROGRAM D-III TEKNOLOGI SIPIL


JUUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2025
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Laporan : Laporan Desain Pondasi Dangkal dan Dalam Menggunakan Data
Sondir NSPT dan Laboratorium
Kelompok 1 : 1. Rahmad Nur Fikri
2. Ayu Diah Permata Sari
3. Firmansyah Eka Prasetyo
4, Arista Tri Syambariyanti
5. Antonio Erlambang
Kelas : 2B
Program Studi : D-III Teknologi Sipil
Kegiatan : Tugas Besar Mata Kuliah RPD

Lumajang, 13 Juni 20205

Penyusun
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas besar ini. Terima kasih penyusun
sampaikan kepada Dosen Pembimbing yang turut membantu dalam menyelesaikan tugas
besar ini, serta kepada semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak
langsung sehingga tugas besar ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa tugas besar ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan, sekecil apapun
akan saya perhatikan dan pertimbangkan guna penyempurnaan dalam membuat tugas besar
yang akan datang.
Semoga tugas besar ini mampu bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan
bagi kita semua. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan, arahan,
bimbingan, dan bantuan dari pihak-pihak terkait sehingga tugas besar ini dapat tersusun
dengan baik.
DAFTAR ISI

COVER
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI..............................................................................................................................4

BAB I.........................................................................................................................................5

PENDAHULUAN......................................................................................................................5

1.1. Latar Belakang...........................................................................................................5

1.2. Rumusan Masalah......................................................................................................6

1.3. Batasan Masalah.........................................................................................................6

1.4. Tujuan.........................................................................................................................6

1.5. Manfaat......................................................................................................................6

BAB II........................................................................................................................................7

LANDASAN TEORI.................................................................................................................7

2.1 Struktur Pondasi.....................................................................................................7

2.2 Jenis Pondasi..........................................................................................................8

1. Pondasi Dangkal (Shallow Foundation)....................................................................8

2. Pondasi Dalam (Deep Foundation)............................................................................8

2.3 Pondasi Tiang Pancang..........................................................................................8

2.4 Pembesian..............................................................................................................9

1. Beban Statis................................................................................................................9

2. Beban Hidup...............................................................................................................9

3. Beban Gempa.............................................................................................................9

4. Daya Dukung Ijin Vertikal.......................................................................................10


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pondasi merupakan komponen struktur bangunan yang berfungsi untuk
meneruskan beban struktur diatasnya kelapisan tanah dibawahnya. Oleh karena itu
pondasi harus dapat menahan semua beban diatasnya baik berupa beban hidup
maupun beban mati, ditinjau dari segi pelaksanaan, ada beberapa keadaan dimana
kondisi lingkungan tidak memungkinkan adanya pekerjaan yang baik dan sesuai
dengan tanah pendukung yang ada dibawah permukaan tanah.
Persyaratan dasar pondasi, yaitu:
a) Memiliki Faktor keamanan (2 atau 3) agar aman terhadap kemungkinan
keruntuhan geser. Misalnya Faktor keamanan = 2, maka kekuatan tanah yang
diijinkan dalam mendukung suatu pondasi mempunyai nilai dua kali dari
dayadukung-batasnya.
b) Bila terjadi penurunan pondasi (settlement), maka penurunan tersebut harus
masih berada dalam batas-batas toleransi (besar penurunan masih ada dalam
batas normal).
c) Differential settlement (Penurunan sebagian) tidak boleh menyebabkan
kerusakan serius / mempengaruhi struktur bangunan.
Dalam perancangan suatu pondasi, diperlukan perhitungan kekuatan tanah untuk
mengetahui besar daya dukung tanah bagi peletakan struktur bangunan. Dengan
demikian beban konstruksi bangunan telah diantisipasi sejak dini, yaitu beban
konstruksi bangunan dirancang agar tidak melampaui daya dukung tanah yang
bersangkutan
1.2. Rumusan Masalah
Dalam merancang suatu sistem pondasi yang aman, efisien, dan ekonomis,
terdapat berbagai permasalahan teknis yang perlu dianalisis secara mendalam.
Berdasarkan latar belakang tAAersebut, maka rumusan masalah dalam kajian
rekayasa pondasi ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Meneliti jenis tanah, daya dukung tanah, kedalaman muka air tanah, dan
parameter geoteknik lainnya.
2. Analisis perbandingan antara pondasi dangkal dan pondasi dalam.
3. Menggunakan pendekatan teoritis dan/atau perangkat lunak analisis geoteknik.
4. Menilai risiko seperti penurunan berlebih, kegagalan geser, atau kelongsoran.
1.3. Batasan Masalah
Agar kajian ini terarah dan fokus, maka permasalahan dalam Rekaya Pondasi ini
dibatasi pada hal-hal berikut :
1. Jenis Struktur
Kajian ini difokuskan pada perencanaan pondasi untuk struktur bangunan gedung
bertingkat sedang (misalnya 2-5 lantai), bukan untuk jembatan, menara, atau
struktur dinamis lainya.
2. Jenis Tanah
Karakteristik diambil dari data asli investigasi tanah dilokasi studi berupa uji
sondir dan atau bor log. Asumsi tanah bersifat homogen secara lateral pada
kedalaman tertentu
3. Lingkup Analisis
Analisi terbatas pada perhitungan daya dukung tanah, penurunan pondasi
(settlement), stabilitas geser, serta potensi kelongsoran pada tanah miring jika
ada. Analisi tidak mencakup pengaruh gempa secara dinamis, hanya secara statis
jika dibutuhkan
1.4. Tujuan
Tujuan dari rekayasa pondasi adalah untuk merancang sistem pondasi yang aman,
efisien, dan ekonomis dalam mendukung beban struktur bangunan ke tanah dasar.
Secara lebih rinci, tujuan rekayasa pondasi meliputi :
1. Menjamin Stabilitas dan Keamanan Struktur
Menyediakan sistem pondasi yang mampu menyalurkan beban bangunan ke
tanah tanpa menyebabkan kegagalan tanah (seperti geser, longsor, atau runtuhnya
pondasi).
2. Menghindari Penurunan Berlebihan
Memastikan bahwa penurunan (settlement) yang terjadi berada dalam batas yang
dapat diterima agar tidak merusak struktur atas atau mengganggu fungsi
bangunan.
3. Menyesuaikan dengan Karateristik Tanah
Merancang pondasi berdasarkan jenis dan kekuatan tanah di lokasi proyek
melalui analisis data geoteknik seperti uji sondir, SPT, atau bor log.
1.5. Manfaat
Rekayasa pondasi memberikan berbagai manfaat penting dalam proses perencanaan
dan pembangunan struktur. Manfaat tersebut antara lain:
1. Menjamin Keselamatan Struktur
Dengan merancang pondasi yang sesuai, struktur bangunan dapat berdiri secara
stabil tanpa mengalami kerusakan akibat kegagalan tanah atau pondasi.
2. Mengoptimalkan Desian Sesuai Kondisi Tanah
Analisis geoteknik memungkinkan perencanaan pondasi yang sesuai dengan
karakteristik tanah di lokasi proyek, sehingga mencegah penggunaan desain yang
berlebihan atau tidak sesuai.
3. Meningkatkan Efisiensi Kontruksi
Pemilihan jenis pondasi yang tepat membantu mempercepat waktu pelaksanaan
dan mengurangi biaya konstruksi.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1 Pondasi Dangkal
Pondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu konstruksi bangunan. Fungsi
pondasi adalah meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah yang berada di bawah
pondasi dan tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Apabila melampaui,
maka penurunan yang berlebihan atau keruntuhan dari tanah akan terjadi, kedua hal
tersebut akan menyebabkan kerusakkan konstruksi yang berada di atas pondasi.
Pondasi dangkal digunakan apabila lapisan tanah keras yang mampu mendukung beban
bangunan di atasnya, terletak dekat dengan permukaan, sedangkan fondasi dalam
dipakai pada kondisi yang sebaliknya. Suatu pondasi aman apabila :
a. Penurunan (Settlement) tanah yang disebabkan oleh beban masih dalam batas yang
diperbolehkan.
b. Keruntuhan geser dari tanah di mana pondasi berada tidak terjadi.
Secara umum, yang dinamakan pondasi dangkal adalah fondasi yang mempunyai
perbandingan antara kedalaman dengan lebar fondasi sekitar kurang dari 4 (Df/B < 4)
seperti pada Gambar 2.1 dan bentuk fondasi biasanya dipilih sesuai dengan jenis
bangunan dan jenis tanahnya dan secara umum fondasi dangkal dapat berbentuk:
 Pondasi telapak (Square Foudations)
 Pondasi menerus (Continus Foudations)
 Pondasi lingkaran (Circle Foudations)
 Pondasi rakit (Raft Foudations)

Gambar 2.1 Syarat perbandingan antara kedalaman dengan lebar pondasi


2.1.1 Analisa Pondasi Dangkal menggunakan data Lab
1. Metode Terzaghi
Pondasi didefinisikan sebagai pondasi dangkal apabila kedalaman Df,
adalah kurang atau sama dengan lebar pondasi ( B) lihat pada Gambar 2.2
Terzaghi menganggap bahwa berat tanah di sebelah kanan dan kiri pondasi
sampai dengan kedalaman dasar Fondasi, diganti dengan beban terbagi rata
(surcharge),
q=× Df

Gambar 2.2 Pondasi Dangkal


Analisis kapasitas dukung didasarkan kondisi general shear failure, yang
dikemukakan Terzaghi (1943) sebagai berikut :
 Tahanan geser yang melewati bidang horisontal di bawah pondasi diabaikan.
 Tahanan geser tersebut digantikan oleh beban sebesar q=× Df
 Membagi distribusi tegangan di bawah pondasi menjadi tiga bagian
 Tanah adalah material yang homogen, isotropis dengan kekuatan gesernya
yang mengikuti hukum Coulumb.
¿ c +× tan
dimana :
 = tegangan geser
c = kohesi tanah
 = tegangan normal
 = sudut geser dalam tanah
Distribusi tegangan di bawah dasar pondasi menurut teori Terzaghi pada
bidang keruntuhan dibagi menjadi 3 (tiga) zona, yaitu :

Gambar 2.3 Analisa distribusi tegangan di bawah ponadsi menurut teori Terzaghi (1943)
o Zona I
Bagian ACD adalah bagian yang tertekan ke bawah dan menghasilkan suatu
keseimbangan plastis dalam bentuk zona segitiga di bawah pondasi dengan
sudut ACD = CAD = α = 45° + ø/2. Gerakan bagian tanah ACD ke bawah
mendorong tanah disampingnya ke samping
o Zona II
Bagian ADF dan CDE disebut radial shear zone (daerah geser radial) dengan
curve DE dan DF yang bekerja pada busur spiral logaritma dengan pusat ujung
pondasi
o Zona III
Bagian AFH dan CEG dinamakan zona pasif Rankine Dimana bidang
tegangannya merupakan bidang longsor yang mengakibatkan bidang geser di
atas bidang horizontal tidak ada dan digantikan dengan beban sebesar q=× Df
 Beberapa rumus sesuai dengan bentuk geometri pondasi tersebut :
1) Kapasitas daya dukung pondasi menerus dengan lebar B
qu = cNc + DfNq + 1/2BN
2) Kapasitas daya dukung pondasi menerus dengan lebar B
qu = cNc + DfNq + 1/2BN
3) Kapasitas daya dukung pondasi bujur sangkar dengan sisi B
qu = 1,3 c Nc + DfNq + 0,4BN
4) Kapasitas daya dukung pondasi segi empat (B x L)
qu = cNc(1+0,3B/L) +DfNq+1/2BN(1-0,2 . B/L)
dimana:
qu =daya dukung maksimum
c =kohesi tanah
 =berat isi tanah
B =lebar pondasi (diameter untuk pondasi lingkaran )
L =panjang pondasi
Df =kedalaman pondasi
Nc; Nq; N adalah faktor daya dukung tanah, memakai tabel atau gambar garfik
di bawah atau rumus sebagai berikut :
Gambar 2.4 Rumus faktor daya dukung tanah
 Untuk tanah dengan keruntuhan geser setempat (local shear failure)
harga c diganti c′ = 2/3 c dan harga  diganti ′ = tan^-1 (2/3 tan ). Dari nilai c′
dan ′ didapatkan faktor-faktor daya dukung untuk kondisi keruntuhan lokal: N
′c; N′q; N′ (Tabel 2.1 atau gambar grafik 2.5).
1) Kapasitas daya dukung pondasi menerus dengan lebar B
q′u = c′ N′c +  Df N′q + 1/2 B.N′
2) Kapasitas daya dukung pondasi lingkaran dengan jari-jari R
q′u = 1,3 c′’ N′c +  Df N′q + 0,6 RN′
3) Kapasitas daya dukung pondasi bujur sangkar dengan sisi B
q′u = 1,3 c′ N′c +  Df N′q + 0,4 BN′
4) Kapasitas daya dukung pondasi persegi empat (BxL)
q′u = c′ N′c (1 + 0,3 B/L) +  Df N′q + 1/2  B N′y (1-0,[Link])
Tabel 2.1 Faktor daya dukung Terzaghi untuk kondisi Geser Umum
(general shear failure)
Tabel 2.2 Faktor daya dukung Terzaghi untuk kondisi Geser Setempat
(locall shear failure)

Gambar 2.5 Grafik daya dukung tanah Terzaghi


1. Metode Mayerhof
Mengembangkan rumus perhitungan kapasitas daya dukung dengan
mempertimbangkan faktor : kedalaman, bentuk dan kemiringan beban.
Rumus daya dukung secara umum dari Meyerhof adalah :
qu = [Link] + .[Link] + ½..B.N.Fs.Fd.Fi
Dimana :
qu = daya dukung maksimum
c = kohesi tanah
B = lebar pondasi (Diameter untuk pondasi lingkaran )
 = berat isi tanah
Df= kedalaman pondasi
Fcs, Fqs, Fs = faktor bentuk
Fcd, Fqd, Fd = faktor kedalaman
Fci, Fqi, Fi = faktor kemiringan beban
Nc; Nq; N = faktor daya dukung (pada tabel 2.3 atau dengan rumus faktor

𝑁𝑞=𝑡𝑎𝑛^2(45+(𝜑/2) ).𝑒^𝜋𝑡𝑎𝑛𝜑
dukung yang diberikan oleh meyerhof)

𝑁𝑐=(𝑁𝑞−1).𝑐𝑜𝑡𝜑
𝑁𝛾=2.(𝑁𝑞+1).𝑡𝑎𝑛𝜑
Tabel 2.3 Faktor daya dukung meyerhof (1963)

Tabel 2.4 Faktor bentuk, kedalaman, dan kemiringan


Gambar 2.6 Kemiringan beban pada pondasi

Anda mungkin juga menyukai