0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Metode Traffic & Rigid

Dokumen ini membahas pentingnya pengendalian lalu lintas selama pekerjaan konstruksi untuk mengurangi kemacetan, serta tahapan pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan beton. Pekerjaan ini meliputi pengaturan arus lalu lintas, penggunaan peralatan keselamatan, dan prosedur konstruksi yang detail untuk memastikan kualitas dan keamanan jalan. Selain itu, dokumen menjelaskan tentang sambungan dan penulangan pada beton untuk mengontrol keretakan dan memastikan kekuatan struktur.

Diunggah oleh

yayan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Metode Traffic & Rigid

Dokumen ini membahas pentingnya pengendalian lalu lintas selama pekerjaan konstruksi untuk mengurangi kemacetan, serta tahapan pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan beton. Pekerjaan ini meliputi pengaturan arus lalu lintas, penggunaan peralatan keselamatan, dan prosedur konstruksi yang detail untuk memastikan kualitas dan keamanan jalan. Selain itu, dokumen menjelaskan tentang sambungan dan penulangan pada beton untuk mengontrol keretakan dan memastikan kekuatan struktur.

Diunggah oleh

yayan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

 Pekerjaan Traffic management (sebagai kebutuhan pekerjaan penunjang pekerjaan utama)

Rencana Pengendalian lalu lintas sangat penting untuk mengurangi kemacetan lalu lintas sebagai
akibat dari pemblokiran sebagian jalan untuk pelaksanaan proyek. Untuk itu perlu disusun
tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan sesuai dengan pengaturan lalu lintas
yang diinginkan.

Hal – hal yang penting untuk dilakukan :

 Pengaturan dan Pengamanan arus lalu lintas selama pekerjaan konstruksi berlangsung
 Meminimalkan terjadinya gangguan arus lalu lintas akibat pekerjaan konstruksi
 Melengkapi pengamanan jalan disekitar lokasi pekerjaan dengan rambu-rambu informasi
atau peringatan bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati.

Peralatan yang digunakan :

 Rambu darurat
 Barikade sementara ( Traffic cone, dll)
 Lampu peringatan
 Senter Lalu Lintas
 Bendera Merah

II.8. PEKERJAAN PERKERASAN JALAN BETON

Pekerjaan perkerasan jalan beton disini adalah pekerjaan pembangunan konstruksi jalan baru
menggunakan perkerasan permukaan beton dan pada lokasi tertentu dilakukan pelebaran penampang
jalan. Perkerasan beton dengan mutu yang digunakan beton memiliki flextural strength 45 kg/cm2.
Metoda pelaksanaan, perkerasan jalan beton ( rigid pavement ) dapat dijelaskan dengan urut-
urutan sebagai berikut :

1. Lapisan Sub Base

Fungsi utama dari sub base disini bukan sebagai struktural, tetapi sebagai lantai kerja dan
pencegah pumping. Material yang digunakan biasanya adalah lean concrete dengan
kekuatan tekan sebesar tidak kurang dari 50 kg/cm2 pada umur 28 hari.
Dalam hal ini permukaan sub grade harus ditutup plastik untuk menjaga agar air semen dari
lean concrete tidak terserap. Berdasarkan patok as perkerasan, dipasang cetakan samping 30
cm dari rencana tepi perkerasan kaku.

 Tinggi cetakan disesuaikan dengan ketebalan lean concrete yang disyaratkan dalam
spesifikasi teknik.
 Pengecoran lean concrete dapat dilayani dengan alat sederhana, seperti concrete
mixer. Slump beton disarankan agak tinggi, yaitu antara ± 12cm.
 Pengecoran lean concrete selalu diikuti dengan penggetaran agar memperoleh beton
yang padat.
 Untuk finishing permukaannya, dapat dilayani oleh pekerja dengan menggunakan
batang perata (jidar), yang digeser-geserkan diatas balok kayu cetakan samping, dan
dibantu dengan centong semen.
 Selama masa curing minimum 7 hari, lean concrete tidak boleh dilewati kendaraan
atau peralatan lain.
 Untuk mencegah keretakan, selama masa curing lean concrete ditutupi dengan karung
basah, atau digenangi dengan air.
 Permukaan lean concrete tidak boleh terlalu kasar untuk mencegah terjadinya
keretakan pada struktur perkerasan. Untuk lebih aman, lean concrete dapat dilapisi
dengan plastik sebelum plat beton dicor

2. Bekisting Samping (side form) dan Bekisting Akhir (stopper)

Sebelum bekisting plat beton dipasang, dipermukaan lean concrete diberi pedoman letak
bekisting, berdasarkan pedoman titik-titik pengukuran yang ada. Bila alat penghampar beton
bergerak diatas bekisting, maka bekisting tersebut harus diperhitungkan agar kuat memikul
beban alat balok penggetar beton yang bergerak diatasnya.

 Begisting samping (untuk tepi plat beton) dipasang sesuai dengan pedoman yang telah
diberikan diatas lean concrete dan dipaku secara kuat agar tidak berubah posisi selama
proses pengecoran.
 Kerataan elevasi dari bekisting perlu diperiksa kembali untuk mengoreksi
penyimpangan yang ada pada elevasi permukaan lean concrete.
 Lebar pengecoran dapat dijangkau oleh alat concrete paver, maka bekisting samping
dapat langsung dipasang pada tepi-tepi plat beton.

Penampang Penampang
melintang memanjang
Bekisting tepi Bekisting stopper

Dowel
Kiri - Bekisting tepi dan kanan - bekisting akhir (stopper)

 Pemasangan bekisting samping adalah kearah memanjang jalan (sejajar dengan as


jalan).
 Untuk mempermudah pembongkaran bekisting, maka seluruh permukaan bekisting
agar dilumasi dengan minyak bekisting.
 Bekisting akhir (stopper), yang melintang jalan, harus dibuat sedemikian rupa agar
kuat menahan beban, karena hal ini dapat menyebabkan penurunan elevasi
permukaan beton, sehingga permukaan perkerasan beton bergelombang .

Penurunan muka beton pada sambungan


3. Sambungan dan penulangan

Setelah bekisting selesai dipasang, baik kearah memanjang (bekisting tepi) maupun kearah
melintang (bekisting stopper), dilanjutkan dengan pemasangan penulangan/dowel .
Setiap beton pasti mengalami perubahan volume, perubahan volume ini dapat menyebabkan
keretakan (crack) pada beton. Oleh kareana itu keretakan ini perlu dikontrol untuk
menghindari efek negatif yang disebabkan oleh keretakan tersebut. Untuk mengontrol
keretakan tersebut, perlu dipasang penulangan dan struktur sambungan.

a. Sambungan perlemahan (dummy construction joint)

Sebenarnya bukanlah sambungan dalam arti sebenarnya tetapi tampilannya seolah-


olah seperti sambungan, yaitu dengan membuat celah pada permukaan beton, dengan
maksud membuat perlemahan agar keretakan akibat proses shrinkage (yang tidak
dapat dihindari pada struktur beton) akan terjadi hanya dilokasi perlemahan tersebut
(dilokalisir). Celah yang dibuat tersebut, nantinya ditutup dengan sealent, agar air
yang ada dipermukaan tidak merembes ketanah dasar. Dibawah celah yang dibuat
tersebut, dan lokasi tersebut dipasang tulangan ( dowel ), yang dilapisi dengan cat,
agar tidak terikat secara sempurna. Sambungan ini dapat melintang jalan dan juga
memanjang jalan, tergantung situasi setempat.
Sealent Dowel, dilaipsi cat
Celah

Letak Dowel

b. Sambungan kontruksi (construction joint)

diperlukan karena proses pengecoran yang tidak dimungkinkan dilaksanakan dalam


satu tahap, karena keterbatasan kemampuan alat penebar beton ( concrete paver atau
slipform paper ).
Sebagai contoh : untuk perkerasan beton selebar 10 meter, terpaksa dicor dalam dua
tahap masing-masing selebar 5 meter ( kemampuan alat hanya 5 meter ), disini
diperlukan sambungan konstruksi. Sambungan ini kearah memanjang jalan beton.
Sambungan konstruksi kearah melintang jalan juga diperlukan pada pemberhentian
pengecoran kearah memanjang jalan .

Sealent Besi Ulir ( deform bar ) , terikat sempurna

c. Sambungan pengembang (expansion Joint)

Diperlukan untuk mengatasi terjadinya pemuaian beton kearah memanjang plat, agar
tidak membuat kerusakan pada struktur, terutama sekali untuk daerah-daerah yang
memiliki perbedaan temperatur yang cukup tinggi (antar siang dan malam). Pada
sambungan ini juga dilengkapi dengan tulangan (dowel), yang berfungsi sebagai
“transfer load devices” dan “sliding devices“. Ukuran dan jarak dowel, berupa baja
tulangan polos ( plain bar )

Sealent Bagian dowel yang dicat


Bagian dowel yang tidak dicat

Bahan pengisi

Sebelum beton dicor, maka dowel sudah harus dipasang pada posisinya dengan benar.
Cara pemasangan dowel tersebut menggunakan kaki untuk memposisikan dowel pada
tempat yang diinginkan
Sekat
Bekisting

Dowel
t

Cara Pemasangan Dowel

Anda mungkin juga menyukai