0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan112 halaman

Final - RKL RPL Sekolah Rakyat

Dokumen ini adalah Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) untuk kegiatan Sekolah Rakyat Tahap II yang disusun oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum. RKL-RPL ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan memantau dampak lingkungan dari pembangunan di 104 lokasi, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dokumen ini juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pemantauan untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin muncul.

Diunggah oleh

sofiantitalibo359
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan112 halaman

Final - RKL RPL Sekolah Rakyat

Dokumen ini adalah Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) untuk kegiatan Sekolah Rakyat Tahap II yang disusun oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum. RKL-RPL ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan memantau dampak lingkungan dari pembangunan di 104 lokasi, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dokumen ini juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pemantauan untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin muncul.

Diunggah oleh

sofiantitalibo359
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

RKL - RPL Sekolah Rakyat


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-
Nya, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan
Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) kegiatan Sekolah Rakyat
Tahap II sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,
Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum telah menyusun
Dokumen Lingkungan Sekolah Rakyat Tahap II. Penyusunan dokumen ini mengacu pada
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Proses penyusunan dokumen lingkungan ini dibuat untuk menindaklanjuti hasil Rapat
Percepatan Penyiapan Dokumen Lingkungan Sekolah Rakyat Tahap II. Pembahasan tersebut
telah dituangkan dalam Surat Penyampaian Tambahan Informasi Pengecualian AMDAL
untuk Sekolah Rakyat di 104 Lokasi dengan Nomor PR0201-DS/442. Penyusunan Dokumen
Lingkungan Sekolah Rakyat Tahap II serta RKL-RPL dibuat dengan format penyusunan
dokumen RKL-RPL mengacu pada Lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.
Dokumen RKL-RPL ini disusun sebagai tindak lanjut dari arahan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan untuk kegiatan Sekolah Rakyat Tahap II. Kami mengucapkan
terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penyusunan RKL-RPL ini.
Jakarta, ... Desember 2025

Nama
Jabatan

2
RKL - RPL Sekolah Rakyat
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................2

DAFTAR ISI..............................................................................................................................3

DAFTAR TABEL......................................................................................................................4

DAFTAR GAMBAR.................................................................................................................5

BAB 1 PENDAHULUAN.........................................................................................................6

1.1 PENDAHULUAN........................................................................................................6
1.2 Kebijakan Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan.........................................................8
1.3 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan RKL-RPL..............................................................10
1.3.1 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
(RKL).............................................................................................................10
1.3.2 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
(RPL)..............................................................................................................11
BAB 2 RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP...........................................12

2.1 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup...................................................................12


BAB 3 RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP............................................48

3
RKL - RPL Sekolah Rakyat
DAFTAR TABEL

Tabel I - 1 Dampak Penting Dikelola dan Dipanatau................................................................6

Tabel I - 2 Dampak Tidak Penting Dikelola dan Dipantau.......................................................7

Tabel II - 1 Ringkasan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Konstruksi 14

Tabel III - 1 Ringkasan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Operasi 49

4
RKL - RPL Sekolah Rakyat
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2-1 Peta Rencana Pengelolaan...................................................................................42

Gambar 3-1 Peta Rencana Pemantauan...................................................................................67

5
RKL - RPL Sekolah Rakyat
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 PENDAHULUAN
Dalam upaya mengurangi dampak negatif seminimal mungkin akibat rencana usaha
dan/atau kegiatan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II oleh Direktorat Jenderal
Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum selaku pelaku usaha. Melalui studi ini
dampak penting diidentifikasi dan dievaluasi, sehingga beberapa permasalahan
lingkungan dapat dikenali lebih dini dan dapat diantisipasi dengan menyusun langkah
penanganannya.

Berdasarkan kajian dampak yang telah dikaji, bahwa usaha dan/atau kegiatan
Pengembangan embangunan Sekolah Rakyat Tahap II oleh Direktorat Jenderal Prasarana
Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dengan rencana pembangunan di 104 lokasi
lahan, ini diperkirakan akan menimbulkan berbagai dampak penting terhadap lingkungan
di sekitarnya. Untuk menanggulangi dan mengelola dampak tersebut, pelaku usaha perlu
menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup (RPL) untuk kegiatan tersebut yang merupakan bagian dari dokumen
Amdal. Dalam dokumen RKL-RPL ini dilakukan pada seluruh dampak penting serta
dampak tidak penting dikelola dan dipantau sesuai hasil kajian pada dokumen ANDAL
seperti dimuat pada tabel berikut.

Tabel I - 1 Dampak Penting Dikelola dan Dipanatau


No Sumber Dampak Jenis Dampak
TAHAP PRA KONSTRUKSI
TAHAP KONSTRUKSI
Peningkatan Kesempatan Kerja
1 Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Peningkatan Persepsi dan Sikap
Masyarakat
2 Pembebasan dan Persiapan Lahan Peningkatan Limpasan Air Permukaan /
Run Off
Peningkatan Erosi
Perubahan Pemanfaatan Lahan Non-
LP2B
Perubahan Bentuk dan Kemiringan

6
RKL - RPL Sekolah Rakyat
No Sumber Dampak Jenis Dampak
Lahan
Penurunan Kualitas Udara
Peningkatan Kebisingan
Peningkatan Getaran
Mobilisasi/Demobilisasi Peralatan Dan
3 Gangguan Lalu Lintas
Material Peningkatan Kerusakan Jalan
Peningkatan Persepsi dan Sikap
Masyarakat
Peningkatan Keresahan Masyarakat
Penurunan Kualitas Udara
Peningkatan Kebisingan
Peningkatan Limpasan Air Permukaan /
Run Off
Gangguan Rawan Bencana
Gangguan Hidrologi Gambut
4 Pekerjaan Konstruksi Penurunan Cadangan Air Tanah
Peningkatan Getaran
Peningkatan Peluang Berusaha
Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Peningkatan Persepsi dan Sikap
Masyarakat
Penurunan Sanitasi Lingkungan
Peningkatan Prevalensi Penyakit
TAHAP OPERASI
Peningkatan Timbulan Sampah
Peningkatan Limbah B3
Penurunan Kualitas Air Permukaan dari
Timbulan Air Limbah
Peningkatan Limpasan Air Permukaan /
Run Off
Peningkatan Peluang Berusaha
1 Operasional Sekolah Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Peningkatan Persepsi dan Sikap
Masyarakat
Peningkatan Keresahan Masyarakat
Peningkatan Kesempatan Kerja
Penurunan Sanitasi Lingkungan
Gangguan Lalu Lintas
Penurunan Cadangan Air Tanah

Tabel I - 2 Dampak Tidak Penting Dikelola dan Dipantau

7
RKL - RPL Sekolah Rakyat
No Sumber Dampak Jenis Dampak
TAHAP PRA KONSTRUKSI
1 Sosialisasi Rencana Kegiatan Peningkatan Persepsi dan Sikap Masyarakat
TAHAP KONSTRUKSI

1 Penurunan Kualitas Air Permukaan


Pembebasan dan Penyiapan Lahan
Peningkatan Timbulan Sampah
2 Peningkatan Timbulan Sampah
Pekerjaan Konstruksi
Peningkatan Keresahan Masyarakat
TAHAP OPERASIONAL
Penurunan Kualitas Udara
Peningkatan Kebisingan
Penurunan Kualitas Air Permukaan
1 Operasional Sekolah Penurunan Kualitas Air Bersih
Gangguan Lalu Lintas
Peningkatan Bahaya Kebakaran
Peningkatan Prevalensi Penyakit
2 Perawatan Sekolah Beserta
Peningkatan Timbulan Sampah
Fasilitasnya

1.2 Kebijakan Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan


Pembangunan berwawasan lingkungan yang mengandung pengertian sebagai upaya
meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup dilakukan sekaligus dengan melestarikan
kemampuan lingkungan hidup, agar dapat tetap menunjang pembangunan yang
berkelanjutan. Sehingga, dalam setiap rencana kegiatan sejak awal perencanaannya
sudah diprakirakan perubahan rona lingkungan yang akan terjadi dan selanjutnya
melakukan upaya-upaya pencegahan serta penanggulangan pencemaran atau
pengrusakan lingkungan hidup.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan


Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja
memuat ketentuan - ketentuan bahwa setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang
diprakirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup, wajib memiliki
AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL, maka disusunlah dokumen lingkungan sesuai
ketentuan yang berlaku. Dalam rangka melaksanakan Undang-Undang tersebut, telah
ditetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang memuat

8
RKL - RPL Sekolah Rakyat
kriteria usaha dan/atau kegiatan yang diprakirakan mempunyai dampak penting. Kriteria
usaha dan/atau kegiatan yang dapat menimbulkan dampak penting atau perubahan
lingkungan yang sangat mendasar adalah :

a. Kegiatan yang menyebabkan perubahan bentuk lahan dan bentang alam.


b. Kegiatan yang mengeksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui
maupun yang tidak terbaharui.
c. Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan,
pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumberdaya
alam dalam pemanfaatannya.
d. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam,
lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya.
e. Proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian
kawasan konservasi sumber daya alam dan/atau perlindungan cagar budaya.
f. Introduksi jenis tumbuhan, jenis hewan dan jasad renik.
g. Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non-hayati.
h. Penerapan teknologi yang diprakirakan mempunyai potensi besar untuk
mempengaruhi lingkungan hidup.
i. Kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan/atau mempengaruhi pertahanan
negara.

Dari ketentuan perundangan tersebut, Pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di 104
titik lokasi merupakan usaha dan/atau kegiatan yang akan menimbulkan dampak penting
terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menyusun Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
(RPL).

9
RKL - RPL Sekolah Rakyat
1.3 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan RKL-RPL
1.3.1 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)

Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dalam rangka kegiatan


Sekolah Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan
Umum, ini dimaksudkan sebagai arahan dalam penentuan langkah – langkah yang
dilakukan dalam menangani dampak dari suatu kegiatan terhadap lingkungan hidup
serta memberikan gambaran yang jelas mengenai batas kewenangan dan kemampuan
Sekolah Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan
Umum selaku pelaksana kegiatan dalam membuat kebijakan lingkungannya.

Bagi pemerintah dalam hal ini instansi terkait, dapat memantau pelaksanaan
pembangunan dan pengoperasian kegiatan tersebut dan dapat memadukan serta
menyesuaikan dengan rencana program kegiatan masing – masing. Selain itu dapat
membantu dalam mengantisipasi serta menekan dampak negatif yang muncul sedini
mungkin.

Bagi masyarakat, RKL ini sangat penting sebagai acuan untuk memantau pelaksanaan
baik pembangunan proyek itu sendiri maupun dalam operasionalisasi itu nantinya.
Dengan keikutsertaan masyarakat dalam melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan
kegiatan konstruksi maupun operasional kegiatan, maka dampak negatif yang mungkin
muncul dapat segera diantisipasi dan ditekan seminimal mungkin.

Secara umum tujuan penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup


(RKL) ini adalah :

1. Menjelaskan dampak penting yang timbul akibat dari setiap kegiatan Sekolah
Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan
Umum terhadap komponen geo-fisik-kimia, biologi, sosial ekonomi budaya,
kesehatan masyarakat, serta lain-lain.
2. Menentukan langkah-langkah kegiatan untuk menangani / menanggulangi
dampak negatif dan mengembangkan dampak positif dari kegiatan Sekolah
Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan
Umum yang telah dievaluasi dan dinyatakan sebagai dampak penting.

10
RKL - RPL Sekolah Rakyat
3. Memperjelas badan-badan atau instansi-instansi pemerintah yang bertugas
mengawasi langkah-langkah kegiatan tersebut dalam upaya mengelola dan
menangani dampak lingkungan

1.3.2 Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

1. Bagi Pemrakarsa
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) dalam rangka kegiatan
Sekolah Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian
Pekerjaan Umum, ini dimaksudkan sebagai arahan dalam memantau langkah –
langkah yang telah dilakukan dalam mengelola lingkungan serta memberikan
gambaran yang jelas mengenai batas kewenangan dan kemampuan rangka
kegiatan Sekolah Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis
Kementerian Pekerjaan Umum dalam membuat kebijakan lingkungan.
2. Bagi Pemerintah
Bagi pemerintah dalam hal ini yang diwakili oleh instansi terkait, dapat
memantau pelaksanaan pembangunan dan pengoperasian kegiatan tersebut dan
dapat memadukan serta menyesuaikan dengan rencana program kegiatan masing
– masing. Selain itu dapat membantu dalam mengantisipasi dampak negatif yang
timbul sedini mungkin.
3. Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat, RPL ini sangat penting sebagai acuan memantau pelaksanaan
proyek dari tahapan pra konstruksi sampai operasional. Dengan keterlibatan
masyarakat maka dampak yang muncul dapat segera diketahui dan dikendalikan
sedini mungkin.

Secara umum tujuan penyusunan dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) ini
adalah :

1. Mengetahui sedini mungkin akan terjadinya dampak, khususnya dampak negatif,


sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahannya disamping
penanggulangannya untuk dampak yang sudah terjadi.

11
RKL - RPL Sekolah Rakyat
2. Pemantauan lingkungan bertujuan untuk menanggulangi, meminimalisasi atau
mengendalikan dampak negatif yang timbul disaat usaha atau kegiatan
beroperasi, maupun hingga saat kegiatan berakhir.
3. Untuk dampak positif yang timbul, pemantauan lingkungan dilakukan dengan
tujuan untuk memberikan informasi balik bagi pemantau untuk kepentingan
rencana pengembangannya.
4. Pemantauan lingkungan bertujuan meningkatkan dampak positif sehingga
dampak tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik kepada
pemrakarsa maupun pihak lain terutama masyarakat yang turut menikmati
dampak tersebut.
5. Memantau secara rutin apakah kegiatan pemantauan lingkungan yang ditentukan
dalam Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) pada rangka kegiatan
Sekolah Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian
Pekerjaan Umum berfungsi seperti yang diinginkan.
6. Memelihara dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
7. Memanfaatkan sebesar-besarnya keberadaan kegiatan rangka kegiatan Sekolah
Rakyat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan
Umum bagi pembangunan daerah.

12
RKL - RPL Sekolah Rakyat
BAB 2 RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

2.1 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup


Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) yang disusun merujuk kepada panduan yang
diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman
Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup, Lampiran III, khususnya lingkup rencana
pengelolaan lingkungan hidup. Uraian RKL dibuat secara ringkas berupa bentuk-bentuk
pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan atas dampak yang ditimbulkan dalam rangka
untuk menghindari, mencegah, meminimisasi dan/atau mengendalikan dampak negatif dan
meningkatkan dampak positif.

Uraian ringkas RKL disusun dalam bentuk matriks atau tabel dibawah yang berisi
pengelolaan terhadap terhadap dampak yang ditimbulkan, dengan menyampaikan elemen-
elemen sebagai berikut:

1. Dampak lingkungan (dampak penting dan dampak lingkungan hidup lainnya).


2. Sumber dampak (dampak penting dan dampak lingkungan hidup lainnya).
3. Indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup.
4. Bentuk Pengelolaan lingkungan hidup.
5. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup.
6. Periode pengelolaan lingkungan hidup.
7. Institusi pengelolaan lingkungan hidup (PLH).
a. Pelaksana Pengelolaan Lingkungan Hidup
b. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Hidup
c. Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan Hidup

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) adalah upaya penanganan dampak


lingkungan yang ditimbulkan dari rencana usaha dan/atau kegiatan. Lingkup Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) memuat upaya-upaya mencegah, mengendalikan dan
menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif dan meningkatkan
dampak positif yang timbul sebagai akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

Adapun penentuan titik lokasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada peta RKL dan
peta RPL, disesuaikan dengan ketentuan sebagai berikut :

12
RKL - RPL Sekolah Rakyat
1. Titik pengelolaan, merupakan titik lokasi yang teridentifikasi menjadi sumber dampak
2. Titik pemantauan, merupakan lokasi yang diperkirakan terdampak

Rincian pengelolaan lingkungan lebih lengkapnya dijabarkan pada matriks rencana


pengelolaan lingkungan hidup.

13
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Tabel II - 1 Ringkasan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Dampak Penting Yang Dikelola
TAHAP PRA KONSTRUKSI
TAHAP KONSTRUKSI
1 Peningkatan Penerimaan Terserapnya 60% tenaga - Melakukan sosialisasi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Kesempatan Tenaga Kerja kerja lokal untuk terhadap masyarakat di Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Kerja Konstruksi dilibatkan sebagai tenaga tiap lokasi pembangunan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
kerja konstruksi Sekolah Rakyat tentang
Pekerjaan Umum
rencana rekruitmen tenaga Pelaporan: Setiap
kerja baik kebutuhan, jenis 6 bulan sekali Pengawas :
pekerjaan, kualifikasi dan selama kegiatan  Dinas Lingkungan
persyaratan lainnya konstruksi Hidup
- Memprioritaskan tenaga berlangsung. Provinsi/Kabupaten
kerja lokal yang memenuhi Tiap Lokasi
Pembangunan
persyaratan
Sekolah Rakyat
- Melakukan komunikasi dan  Dinas Tenaga Kerja
koordinasi dengan Provinsi/Kabupaten
Pemerintah desa Tiap Lokasi
- Melaporkan rencana adanya Pembangunan
lowongan pekerjaan kepada Sekolah Rakyat
Dinas tenaga kerja di tiap
Penerima Laporan:
lokasi pembangunan
 Dinas Penanaman
Sekolah Rakyat Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
2 Peningkatan Penerimaan Pendapatan masyarakat > - Memberikan upah sesuai Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:

14
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Pendapatan Tenaga Kerja UMK di tiap lokasi dengan peraturan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Masyarakat Konstruksi pembangunan Sekolah perundangan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
Rakyat - Memberikan ruang / akses berlangsung Kementerian
Pekerjaan Umum
bagi masyarakat untuk
Pelaporan: Setiap
memenuhi kebutuhan 6 bulan sekali Pengawas :
pekerja proyek seperti selama kegiatan  Dinas Lingkungan
makan, minum, dan kos- konstruksi Hidup
kosan berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
Pekerjaan Pendapatan masyarakat > - Memberikan upah sesuai Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Konstruksi UMK di tiap lokasi dengan peraturan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
pembangunan Sekolah perundangan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Rakyat - Memberikan ruang / akses
Pekerjaan Umum
bagi masyarakat untuk Pelaporan: Setiap
memenuhi kebutuhan 6 bulan sekali Pengawas :
pekerja proyek seperti selama kegiatan  Dinas Lingkungan
makan, minum, dan kos- konstruksi Hidup
kosan berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman

15
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
3 Peningkatan Penerimaan - Persepsi dan sikap - Penerimaan tenaga kerja Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Persepsi dan Tenaga Kerja masyarakat lebih secara transparan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Sikap Konstruksi banyak yang bersifat - Melakukan sosialisasi Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
Masyarakat berlangsung Kementerian
positif terhadap masyarakat di tiap
Pekerjaan Umum
- Masyarakat lebih lokasi pembangunan Pelaporan: Setiap
banyak yang setuju Sekolah Rakyat terkait 6 bulan sekali Pengawas :
terhadap rencana rencana pembangunan selama kegiatan  Dinas Lingkungan
kegiatan sekolah rakyat konstruksi Hidup
- Melakukan sosialisasi berlangsung. Provinsi/Kabupaten
terhadap masyarakat di tiap Tiap Lokasi
Pembangunan
lokasi pembangunan
Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat tentang
rencana rekruitmen tenaga Penerima Laporan:
kerja baik kebutuhan, jenis  Dinas Penanaman
pekerjaan, kualifikasi dan Modal dan PTSP
persyaratan lainnya Provinsi Tiap Lokasi
- Memprioritaskan tenaga Pembangunan
Sekolah Rakyat
kerja lokal yang memenuhi
 Dinas Lingkungan
persyaratan Hidup
- Melakukan komunikasi dan Provinsi/Kabupaten
koordinasi dengan Tiap Lokasi
Pemerintah Desa Pembangunan
Sekolah Rakyat
Mobilisasi/ - Persepsi dan sikap - Melakukan sosialisasi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Demobilisasi masyarakat lebih terhadap masyarakat di tiap Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Peralatan dan banyak yang bersifat lokasi pembangunan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
Material berlangsung Kementerian
positif Sekolah Rakyat terkait
Pekerjaan Umum

16
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
- Masyarakat lebih rencana Pelaporan: Setiap
banyak yang setuju mobilisasi/demobilisasi 6 bulan sekali Pengawas :
terhadap rencana peralatan dan material selama kegiatan  Dinas Lingkungan
konstruksi Hidup
kegiatan - Melakukan komunikasi dan
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
koordinasi dengan Tiap Lokasi
pemerintah desa di tiap Pembangunan
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat
- Memasang rambu lalu lintas Penerima Laporan:
di sekitar lokasi kegiatan  Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
- Melakukan penyiraman dan
Provinsi Tiap Lokasi
pembersihan jalan secara Pembangunan
berkala pada lokasi Sekolah Rakyat
mobilisasi /demobilisasi  Dinas Lingkungan
peralatan dan material Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
Pekerjaan Tidak terjadi penolakan - Melakukan sosialisasi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Konstruksi oleh masyarakat terhadap masyarakat di tiap Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
lokasi pembangunan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Sekolah Rakyat
Pekerjaan Umum
- Melakukan pembangunan Pelaporan: Setiap
sesuai dengan perencanaan 6 bulan sekali Pengawas :
yang ada selama kegiatan  Dinas Lingkungan
- Melakukan pengelolaan konstruksi Hidup Provinsi Tiap
limbah padat dan limbah berlangsung. Lokasi
cair sesuai persyaratan Pembangunan
Sekolah Rakyat
teknis
 Dinas Tenaga Kerja
- Pemasangan rambu-rambu Provinsi Tiap Lokasi
terkait pelaksanaan kegiatan Pembangunan
- Melakukan koordinasi Sekolah Rakyat
dengan dinas instansi terkait
pelaksanaan kegiatan Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP

17
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup Provinsi Tiap
Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
4 Peningkatan Pembebasan dan - Terkendalinya - Konservasi tanah dan air Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Limpasan Air Penyiapan Lahan pengelolaan air larian (lubang biopori, sumur Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Permukaan/Run - Tidak terjadinya resapan) Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
Off berlangsung Kementerian
genangan air di sekitar - Menggunakan bahan porous
Pekerjaan Umum
tapak proyek untuk jalan lingkungan Pelaporan: Setiap
- Memperbanyak penanaman 6 bulan sekali Pengawas :
vegetasi selama kegiatan  Dinas Lingkungan
- Melakukan pekerjaan sesuai konstruksi Hidup
spesifikasi teknis yang berlangsung. Provinsi/Kabupaten
ditentukan. Tiap Lokasi
Pembangunan
- Kegiatan persiapan lahan
Sekolah Rakyat
dilakukan secara bertahap
dan terencana. Penerima Laporan:
- Melakukan pengerasan  Dinas Penanaman
lahan pada persiapan lahan. Modal dan PTSP
- Membuat saluran drainase Provinsi Tiap Lokasi
sementara di sekeliling Pembangunan
Sekolah Rakyat
batas luar tapak proyek  Dinas Lingkungan
dengan dimensi yang Hidup
mampu menampung Provinsi/Kabupaten
limpasan air saat curah Tiap Lokasi
hujan maksimum di lokasi Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pemeliharaan
saluran drainase.
- Melakukan penguatan lokasi
dengan lereng ± 45%
Pekerjaan - Terkendalinya Pengelolaan Umum Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Konstruksi pengelolaan air larian - Konservasi tanah dan air Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal

18
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
- Tidak terjadinya (lubang biopori, sumur Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
genangan air di sekitar resapan) berlangsung Kementerian
tapak proyek - Menggunakan bahan porous Pekerjaan Umum
Pelaporan: Setiap
untuk jalan lingkungan
6 bulan sekali Pengawas :
- Memperbanyak penanaman selama kegiatan  Dinas Lingkungan
vegetasi konstruksi Hidup
- Melakukan pekerjaan sesuai berlangsung. Provinsi/Kabupaten
spesifikasi teknis yang Tiap Lokasi
ditentukan. Pembangunan
- Kegiatan persiapan lahan Sekolah Rakyat
dilakukan secara bertahap
Penerima Laporan:
dan terencana.  Dinas Penanaman
- Melakukan pengerasan Modal dan PTSP
lahan pada persiapan lahan. Provinsi Tiap Lokasi
- Membuat saluran drainase Pembangunan
sementara di sekeliling Sekolah Rakyat
batas luar tapak proyek  Dinas Lingkungan
Hidup
dengan dimensi yang Provinsi/Kabupaten
mampu menampung Tiap Lokasi
limpasan air saat curah Pembangunan
hujan maksimum di lokasi Sekolah Rakyat
kegiatan
- Melakukan pemeliharaan
saluran drainase.
- Melakukan penguatan lokasi
dengan lereng ± 45%

Pengelolaan Khusus :
1. Bagi Daerah Rawan Bencana
Abrasi Pantai Tingkat Tinggi,
Jarak Lahan dari Laut/Pantai
Sekitar 250m yaitu :
- Pembuatan dinding penahan
abrasi
- Menggunakan fondasi yang
kuat dan tahan terhadap

19
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
pengaruh erosi tanah oleh
air asin.
- Membuat sistem drainase
yang diarahkan menjauhi
area pantai agar tidak
mempercepat erosi.
- Menutup area tanah terbuka
dengan penanaman
vegetasi pantai (cemara,
ketapang, pandan laut)
sebagai penahan limpasan
dan angin.
- Menempatkan bangunan
utama sekolah pada area
yang paling stabil dan jauh
dari garis abrasi aktif.

2. Bagi Daerah Berpotensi


Banjir Rob dan Historical Banjir
Lima Tahunan, yaitu :
- Melakukan penanaman
mangrove
- Membentuk komunitas, dan
kelompok kerja yang dapat
membantu mitigasi bencana
banjir rob
- Membangun infrastruktur
pengendali banjir (tanggul,
pintu air, kolam retensi)

3. Bagi Daerah yang Jika Hujan


Lebat Pasti Tergenang Karena
Dekat Dengan Sungai Jaraknya
± 500m, yaitu :
- Membangun infrastruktur

20
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
pengendali banjir (tanggul,
pintu air, kolam retensi)
- Menghindari pembangunan
pada area cekungan atau
jalur aliran air yang menuju
sungai.
- Membuat cut & fill
secukupnya agar bangunan
dan akses jalan memiliki
kontur yang aman dari
limpasan air.

4. Bagi Daerah yang Memiliki


Historical Terjadi Banjir Tahun
2019, yaitu :
- Membangun infrastruktur
pengendali banjir (tanggul,
pintu air, kolam retensi)
- Menghindari pemanfaatan
area yang pernah menjadi
jalur aliran banjir atau
genangan dalam.
- Merancang sistem drainase
dengan kapasitas yang
cukup untuk menghadapi
intensitas hujan tinggi
seperti kejadian tahun 2019.
5 Peningkatan Pembebasan dan Tingkat erosi tanah - Melakukan pekerjaan sesuai Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Erosi Penyiapan Lahan selama kegiatan spesifikasi teknis yang Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
persiapan lahan dapat ditentukan. Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
terkendali berlangsung Kementerian
- Kegiatan persiapan lahan
Pekerjaan Umum
dilakukan secara bertahap Pelaporan: Setiap
dan terencana. 6 bulan sekali Pengawas :
- Membuat saluran drainase selama kegiatan  Dinas Lingkungan
sementara disekeliling batas konstruksi Hidup

21
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
luar proyek. berlangsung. Provinsi/Kabupaten
- Melakukan pemeliharaan Tiap Lokasi
saluran drainase. Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
6 Perubahan Pembebasan dan - Lahan tidak ada yang Pengelolaan Khusus Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Pemanfaatan Penyiapan Lahan masuk ke dalam LP2B - Verifikasi Status Lahan agar Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Lahan Non-LP2B (Lahan Pertanian Tidak Mengenai LP2B Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Pangan Berkelanjutan) - Melakukan proses pelepasan
Pekerjaan Umum
- Tidak terjadi alih fungsi LP2B ke Kementerian Pelaporan: Setiap
lahan pangan ATR/BPN 6 bulan sekali Pengawas :
- Penggunaan lahan - Mengurus izin pemanfaatan selama kegiatan  Kementerian
sesuai rencana tata ruang (jika diperlukan) untuk konstruksi ATR/BPN
ruang, dan memastikan tidak terjadi berlangsung.  Dinas Lingkungan
- Pemanfaatan lahan penyalahgunaan fungsi Hidup
Provinsi/Kabupaten
tidak mengganggu ruang.
Tiap Lokasi
fungsi lingkungan Pembangunan
sekitarnya Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup

22
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
7 Perubahan Pembebasan dan - Lahan relatif berkontur Pengelolaan Khusus Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Bentuk dan Penyiapan Lahan dengan elevasi - Melakukan klasifikasi lahan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Kemiringan kemiringan 3-7% agar relatif berkontur Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
Lahan berlangsung Kementerian
- Tidak ada retakan dengan elevasi kemiringan
Pekerjaan Umum
tanah, longsor kecil, 3-7% Pelaporan: Setiap
amblesan, atau - Meminta pihak pemda untuk 6 bulan sekali Pengawas :
pergeseran tanah pada memfasilitasi perataan lahan selama kegiatan  Dinas Lingkungan
area yang - Memasang penutup tanah konstruksi Hidup
dipotong/ditimbun. sementara (mulsa, berlangsung. Provinsi/Kabupaten
- Air mengalir lancar geotextile) pada area yang Tiap Lokasi
Pembangunan
tanpa menggenang. baru dipotong/ditimbun.
Sekolah Rakyat
- Penanaman vegetasi - Memastikan kemiringan
penutup tanah (grass, saluran mengikuti kontur Penerima Laporan:
groundcover) tumbuh alami agar tidak  Dinas Penanaman
baik setelah pekerjaan. menimbulkan gerusan. Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
8 Penurunan Mobilisasi/ Kualitas udara ambien - Membuat barrier/penyekat Jalur dan Tapak Proyek Pengelolaan: Pelaksanan:
Kualitas Udara Demobilisasi tidak melebihi baku mutu sementara di skeitar area Lokasi Pembangunan Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Peralatan dan dan mengacu pada kerja Sekolah Rakyat untuk Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Material Peraturan Pemerintah RI - Menggunakan pondasi bore Mobilisasi/Demobilisasi
Pekerjaan Umum
Nomor 22 Tahun 2021 pile Peralatan dan Material Pelaporan: Setiap
- Pembatasan kecepatan Berlangsung 6 bulan sekali Pengawas :
kendaaan maksimum 25 selama kegiatan  Pemerintah Daerah
km/jam pada saat konstruksi Tiap Lokasi
pengangkutan, sehingga berlangsung. Pembangunan
Sekolah Rakyat

23
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
dapat mengurangi dispersi  Dinas Lingkungan
debu akibat gesekan ban Hidup
- Menggunakan kendaraan Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
sesuai standar dan laik jalan
Pembangunan
serta lolos uji emisi Sekolah Rakyat
- Melakukan
mobilisasi/demobilisasi Penerima Laporan:
diluar jam sibuk/pick hour  Dinas Penanaman
- Melakukan penyiraman Modal dan PTSP
minimal 2 kali sehari Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
menggunakan water
Sekolah Rakyat
spraying truck pada ban  Dinas Lingkungan
kendaraan di area yang Hidup
terkena lumpur/tanah Provinsi/Kabupaten
- Kendaraan bak terbuka yang Tiap Lokasi
beroperasi mengangkut Pembangunan
material wajib ditutup Sekolah Rakyat
dengan terpal secara
sempurna untuk mencegah
debu dari material yang
diangkut
beterbangan/berceceran
- Pembersihan rute yang
terkena ceceran material
terutama area untuk
kendaraan keluar masuk
proyek
- Memasang kontak
pengaduan pada setiap
kendaraan untuk
memudahkan masyarakat
melaporkan jika terjadi
kelalaian dalam berkendara
- Program
penghijauan(penaznaman
pohon, taman sekolah, dan

24
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
green fence)
Pekerjaan Kualitas udara ambien - Melakukan pembangunan Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Konstruksi tidak melebihi baku mutu sesuai perencanaan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
dan mengacu pada - Membuat Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Peraturan Pemerintah RI barrier/penyekat
Pekerjaan Umum
Nomor 22 Tahun 2021 sementara di skeitar area Pelaporan: Setiap
kerja 6 bulan sekali Pengawas :
- Menggunakan pondasi selama kegiatan  Pemerintah Daerah
bore pile konstruksi Tiap Lokasi
- Pembatasan kecepatan berlangsung. Pembangunan
kendaaan maksimum 25 Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
km/jam pada saat
Hidup
pengangkutan, sehingga Provinsi/Kabupaten
dapat mengurangi Tiap Lokasi
dispersi debu akibat Pembangunan
gesekan ban Sekolah Rakyat
- Program
penghijauan(penaznaman Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
pohon, taman sekolah,
Modal dan PTSP
dan green fence) Provinsi Tiap Lokasi
- Melakukan perawatan Pembangunan
peralatan kerja secara Sekolah Rakyat
berkala  Dinas Lingkungan
- Melakukan penyiraman Hidup
Provinsi/Kabupaten
minimal 2 kali sehari
Tiap Lokasi
- Melakukan pekerjaan Pembangunan
dengan debu tinggi pada Sekolah Rakyat
siang hari
- Membuat pagar keliling
lokasi pekerjaan
- Menghentikan sementara
peralatan dan kegiatan
yang menimbulkan debu
saat keadaan tertentu
seperti adzan, upacara,

25
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
ujian sekolah dan lainnya.
9 Peningkatan Mobilisasi/ Intensitas kebisingan yang - Membuat barrier/penyekat Jalur dan Tapak Proyek di Pengelolaan: Pelaksanan:
Kebisingan Demobilisasi dihasilkan tidak melebihi sementara di skeitar area Tapak Proyek di 104 Lokasi Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Peralatan dan baku mutu berdasarkan kerja Pembangunan Sekolah Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Material KepMen Lingkungan Hidup - Menggunakan pondasi bore Rakyat untuk
Pekerjaan Umum
No.48 Tahun 1996, yaitu : pile Mobilisasi/Demobilisasi Pelaporan: Setiap
Sekolah atau sejenisnya - Pembatasan kecepatan Peralatan dan Material 6 bulan sekali Pengawas :
55 dB (A) kendaaan maksimum 25 Berlangsung selama kegiatan  Pemerintah Daerah
km/jam pada saat konstruksi Tiap Lokasi
pengangkutan, sehingga berlangsung. Pembangunan
dapat mengurangi dispersi Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
debu akibat gesekan ban
Hidup
- Program Provinsi/Kabupaten
penghijauan(penaznaman Tiap Lokasi
pohon, taman sekolah, dan Pembangunan
green fence) Sekolah Rakyat
- Melakukan pembangunan
Penerima Laporan:
sesuai perencanaan  Dinas Penanaman
- Melakukan perawatan Modal dan PTSP
peralatan kerja secara Provinsi Tiap Lokasi
berkala Pembangunan
Sekolah Rakyat
- Melakukan pekerjaan  Dinas Lingkungan
dengan kebisingan tinggi Hidup
pada siang hari Provinsi/Kabupaten
- Membuat pagar keliling Tiap Lokasi
lokasi pekerjaan Pembangunan
Sekolah Rakyat
- Menghentikan sementara
peralatan dan kegiatan yang
menimbulkan bising saat
keadaan tertentu seperti
adzan, upacara, ujian
sekolah dan lainnya.
Pekerjaan Intensitas kebisingan yang - Melakukan pembangunan Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Konstruksi dihasilkan tidak melebihi sesuai perencanaan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
baku mutu berdasarkan - Membuat Konstruksi Prasarana Strategis
barrier/penyekat

26
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
KepMen Lingkungan Hidup sementara di skeitar area Rakyat berlangsung Kementerian
No.48 Tahun 1996, yaitu : kerja Pekerjaan Umum
Sekolah atau sejenisnya - Menggunakan pondasi bore Pelaporan: Setiap
6 bulan sekali Pengawas :
55 dB (A) pile
selama kegiatan  Pemerintah Daerah
- Pembatasan kecepatan konstruksi Tiap Lokasi
kendaaan maksimum 25 berlangsung. Pembangunan
km/jam pada saat Sekolah Rakyat
pengangkutan, sehingga  Dinas Lingkungan
dapat mengurangi dispersi Hidup
debu akibat gesekan ban Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
- Program Pembangunan
penghijauan(penaznaman Sekolah Rakyat
pohon, taman sekolah, dan
green fence) Penerima Laporan:
- Melakukan perawatan  Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
peralatan kerja secara
Provinsi Tiap Lokasi
berkala Pembangunan
- Melakukan pekerjaan Sekolah Rakyat
dengan kebisingan tinggi  Dinas Lingkungan
pada siang hari Hidup
Provinsi/Kabupaten
- Membuat pagar keliling Tiap Lokasi
lokasi pekerjaan Pembangunan
- Menghentikan sementara Sekolah Rakyat
peralatan dan kegiatan yang
menimbulkan bising saat
keadaan tertentu seperti
adzan, upacara, ujian
sekolah dan lainnya.
10 Peningkatan Mobilisasi/ Tingkat getaran yang - Melakukan pembangunan Jalur dan Tapak Proyek Pengelolaan: Pelaksanan:
Getaran Demobilisasi dihasilkan tidak melebihi sesuai perencanaan Lokasi Pembangunan Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Peralatan dan baku mutu sesuai - Membuat Sekolah Rakyat untuk Konstruksi Prasarana Strategis
barrier/penyekat
Material Mobilisasi/Demobilisasi berlangsung Kementerian
[Link] No.49 Tahun sementara di skeitar area
Peralatan dan Material Pekerjaan Umum
1996 kerja Pelaporan: Setiap
Berlangsung
- Menggunakan pondasi bore 6 bulan sekali Pengawas :
pile selama kegiatan  Pemerintah Daerah

27
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
- Pembatasan kecepatan konstruksi Tiap Lokasi
kendaaan maksimum 25 berlangsung. Pembangunan
km/jam pada saat Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
pengangkutan, sehingga
Hidup
dapat mengurangi dispersi Provinsi/Kabupaten
debu akibat gesekan ban Tiap Lokasi
- Program Pembangunan
penghijauan(penaznaman Sekolah Rakyat
pohon, taman sekolah, dan
Penerima Laporan:
green fence)
 Dinas Penanaman
- Melakukan perawatan Modal dan PTSP
peralatan kerja secara Provinsi Tiap Lokasi
berkala Pembangunan
- Melakukan pekerjaan Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
dengan getaran di siang hari
Hidup
agar tidak mengganggu jam Provinsi/Kabupaten
kerja Tiap Lokasi
- Membuat pagar keliling Pembangunan
lokasi pekerjaan Sekolah Rakyat
- Menghentikan sementara
peralatan dan kegiatan yang
menimbulkan getaran saat
keadaan tertentu seperti
adzan, upacara, ujian
sekolah dan lainnya.
Pekerjaan Tingkat getaran yang - Melakukan pembangunan Tapak Proyek Lokasi Pengelolaaan Pelaksanan:
Konstruksi dihasilkan tidak melebihi sesuai perencanaan Pembangunan Sekolah dilakukan selama Direktorat Jenderal
baku mutu sesuai - Membuat barrier/penyekat Rakyat tahap konsrtruksi Prasarana Strategis
Kementerian
[Link] No.49 Tahun sementara di skeitar area Pekerjaan Umum
1996 kerja
- Menggunakan pondasi bore Pengawas :
pile  Pemerintah Daerah
- Pembatasan kecepatan Tiap Lokasi
kendaaan maksimum 25 Pembangunan
Sekolah Rakyat
km/jam pada saat

28
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
pengangkutan, sehingga  Dinas Lingkungan
dapat mengurangi dispersi Hidup
debu akibat gesekan ban Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
- Program Pembangunan
penghijauan(penaznaman Sekolah Rakyat
pohon, taman sekolah, dan
green fence) Penerima Laporan:
- Melakukan perawatan  Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
peralatan kerja secara
Provinsi Tiap Lokasi
berkala Pembangunan
- Melakukan pekerjaan Sekolah Rakyat
dengan ditekan masuk ke  Dinas Lingkungan
dalam tanah menggunakan Hidup
dongkrak hidraulis yang Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
diberi beban counterweight
Pembangunan
sehingga tidak menimbulkan Sekolah Rakyat
getaran
- Membuat pagar keliling
lokasi pekerjaan
- Menghentikan sementara
peralatan dan kegiatan yang
menimbulkan getaran saat
keadaan tertentu seperti
adzan, upacara, ujian
sekolah dan lainnya.
11 Gangguan Lalu Mobilisasi/ Kemacetan tidak terjadi - Manajemen rekayasa lalu Jalur dan Tapak Proyek Pengelolaan: Pelaksanan:
Lintas Demobilisasi dan lalu lintas di sekitar lintas Lokasi Pembangunan Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Peralatan dan lokasi kegiatan lancar - Sirkulasi internal dan Sekolah Rakyat untuk Konstruksi Prasarana Strategis
Material berlangsung Kementerian
eksternal lalu lintas Mobilisasi/Demobilisasi
Pekerjaan Umum
- Penyediaan rambu dan Peralatan dan Material Pelaporan: Setiap
perlengkapan jalan Berlangsung 6 bulan sekali Pengawas :
- Memasang papan selama kegiatan  Dinas Perhubungan
pengumuman mengenai konstruksi Provinsi/Kabupaten
keberadaan proyek berlangsung. Tiap Lokasi
- Terdapatnya 2 orang Pembangunan

29
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
petugas pengaturan lalu Sekolah Rakyat
lintas di pintu gerbang  Dinas Lingkungan
keluar/masuk kendaraan Hidup
Provinsi/Kabupaten
proyek
Tiap Lokasi
- Kegiatan mobilisasi (yang Pembangunan
melintasi akses jalan) tidak Sekolah Rakyat
dilakukan pada jam padat
lalu lintas yaitu pada jam Penerima Laporan:
06.00-07.00, 12.00-13.00  Dinas Penanaman
dan 15.00-16.00) Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
12 Peningkatan Mobilisasi/ - Tidak terjadi kerusakan - Melakukan Jalur dan Tapak Proyek Pengelolaan: Pelaksanan:
Kerusakan Jalan Demobilisasi jalan akibat Mobilisasi/Demobilisasi Lokasi Pembangunan Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Peralatan dan Mobilisasi/Demobilisasi Sekolah Rakyat untuk Konstruksi Prasarana Strategis
material sesuai dengan
Material berlangsung Kementerian
Peralatan dan Material kelas jalan Mobilisasi/Demobilisasi
Pekerjaan Umum
- Tidak terjadinya - Membersihkan ceceran Peralatan dan Material Pelaporan: Setiap
pengotoran jalan material bahan galian yang Berlangsung 6 bulan sekali Pengawas :
akibat truk pembawa selama kegiatan  Dinas Perhubungan
ada di jalan
peralatan/material konstruksi Provinsi/Kabupaten
- Melakukan perbaikan jalan berlangsung. Tiap Lokasi
yang keluar masuk
yang rusak akibat kegiatan Pembangunan
area proyek
Mobilisasi/Demobilisasi Sekolah Rakyat
peralatan dan material  Dinas Lingkungan
- Pengangkutan material Hidup
Provinsi/Kabupaten
dengan batas tonase yang
Tiap Lokasi
diijinkan. Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman

30
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
13 Peningkatan Mobilisasi/ Tidak terjadi konflik dalam - Melakukan pemberian Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Keresahan Demobilisasi satu tahun antar informasi serta pendekatan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Masyarakat Peralatan dan masyarakat kepada masyarakat Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Material maupun dengan terdampak akibat dari
Pekerjaan Umum
pemerintah kegiatan Pelaporan: Setiap
mobilisasi/demobilisasi 6 bulan sekali Pengawas :
peralatan dan material selama kegiatan  Dinas Lingkungan
- Selalu berkoordinasi kepada konstruksi Hidup
warga/desa terkait proses berlangsung. Provinsi/Kabupaten
penanganan dampak pada Tiap Lokasi
Pembangunan
saat mobilisasi/demobilisasi
Sekolah Rakyat
peralatan dan material
untuk meminimalisir Penerima Laporan:
dampak keresahan  Dinas Penanaman
masyarakat Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
14 Gangguan Pekerjaan Tidak adanya Sekolah Pengelolaan Khusus : Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Rawan Bencana Konstruksi Rakyat yang pola RTRW - Membuat konstruksi Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
nya merupakan Rawan bangunan khusus tahan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Bencana Gunung Api gempa
Pekerjaan Umum

31
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Tingkat II, Rawan Bencana - Menyesuaikan rencana Pelaporan: Setiap
Gempa Bumi Tingkat ruang dengan peta KRB 6 bulan sekali Pengawas :
Tinggi, dan Pernah Terjadi (Kawasan Rawan Bencana) selama kegiatan  Dinas Lingkungan
konstruksi Hidup
gempa gunung api dan peta
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
kegempaan terbaru. Tiap Lokasi
- Memastikan desain Pembangunan
bangunan penting (fasilitas Sekolah Rakyat
umum, gudang material, pos  BPBD Tiap Lokasi
kerja) memiliki struktur yang Pembangunan
mampu menahan beban Sekolah Rakyat
lateral gempa.
Penerima Laporan:
- Menggunakan desain dan  Dinas Penanaman
material konstruksi tahan Modal dan PTSP
gempa sesuai SNI 1726 dan Provinsi Tiap Lokasi
standar konstruksi bangunan Pembangunan
pendidikan. Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
- Mengatur jadwal pekerjaan
Hidup
berat (penggalian, Provinsi/Kabupaten
pemadatan tanah) saat Tiap Lokasi
kondisi cuaca stabil untuk Pembangunan
mencegah limpasan air Sekolah Rakyat
permukaan berlebih.
15 Gangguan Pekerjaan - Muka air tanah gambut Pengelolaan Khusus : Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Hidrologi Konstruksi tidak turun lebih dari - Menerapkan metode Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Gambut batas aman, umumnya konstruksi khusus untuk Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
≤ 40 cm dari lahan gambut
Pekerjaan Umum
permukaan tanah - Menghindari penggalian Pelaporan: Setiap
- Penurunan tanah tanah gambut yang luas dan 6 bulan sekali Pengawas :
permukaan gambut dalam, terutama di area selama kegiatan  Dinas Lingkungan
tidak turun ≥3 cm per dengan ketebalan >1 m. konstruksi Hidup
tahun - Menjaga muka air tanah berlangsung. Provinsi/Kabupaten
- Tidak Terjadi Oksidasi tetap pada kedalaman aman Tiap Lokasi
Pembangunan
Gambut (Warna Air (umumnya 0–40 cm dari
Sekolah Rakyat
Tidak Menghitam permukaan tanah).
Berlebihan) - Melakukan monitoring Penerima Laporan:

32
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
penurunan tanah  Dinas Penanaman
(subsidence marker) secara Modal dan PTSP
berkala. Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
16 Penurunan Pekerjaan - Debit Sumur/Mata Air - Perlindungan zona Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Cadangan Air Konstruksi Tidak Mengalami tangkapan air Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Tanah Penurunan - Mengurus Surat Izin Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
- Parameter seperti pH, Penggunaan Air ke
Pekerjaan Umum
TDS, Fe, dan Kementerian ESDM Pelaporan: Setiap
kesadahan tetap stabil. - Melakukan suplai air minum 6 bulan sekali Pengawas :
- Tidak Terjadi dari PDAM selama kegiatan  Dinas Lingkungan
Penurunan Tanah - Membatasi pengambilan air konstruksi Hidup
(Subsidence) Akibat tanah berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Penyusutan Air Tanah - Mengatur kemiringan lahan Tiap Lokasi
Pembangunan
agar limpasan air
Sekolah Rakyat
permukaan dapat diarahkan
kembali ke area resapan. Penerima Laporan:
- Memaksimalkan  Dinas Penanaman
penggunaan material yang Modal dan PTSP
tidak menghambat resapan, Provinsi Tiap Lokasi
seperti paving block Pembangunan
Sekolah Rakyat
berlubang.  Dinas Lingkungan
Hidup
Pengelolaan Khusus Bagi Lokasi Provinsi/Kabupaten
Kegiatan yang Termasuk pada Tiap Lokasi
Zona Air Tanah yang Rusak Pembangunan
- Melakukan suplai air minum Sekolah Rakyat
dari PDAM

17 Peningkatan Pekerjaan Terdapat penambahan - Melakukan sosialisasi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:

33
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Peluang Konstruksi jumlah usaha terhadap masyarakat Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Berusaha tentang pekerjaan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
konstruksi dan peluang berlangsung Kementerian
Pekerjaan Umum
berusaha bagi masyarakat
Pelaporan: Setiap
sekitar pada kegiatan 6 bulan sekali Pengawas :
tersebut selama kegiatan  Dinas Lingkungan
- Melakukan komunikasi dan konstruksi Hidup
koordinasi dengan berlangsung. Provinsi/Kabupaten
pemerintah desa Tiap Lokasi
- Memberikan ruang/akses Pembangunan
Sekolah Rakyat
bagi masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan Penerima Laporan:
pekerja proyek seperti  Dinas Penanaman
makan, minum, dan kos- Modal dan PTSP
kosan Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
18 Penurunan Pekerjaan Kebersihan lingkungan - Menyediakan fasilitas WC Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Sanitasi Konstruksi terjaga umum bagi pekerja Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Lingkungan - Penyediaan bak sampah Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
sementara di lokasi area
Pekerjaan Umum
kerja di beberapa titik lokasi Pelaporan: Setiap
- Membuat papan himbauan 6 bulan sekali Pengawas :
“tidak membuang sampah selama kegiatan  Dinas Lingkungan
sembarangan” konstruksi Hidup
- Membuat papan himbauan berlangsung. Provinsi/Kabupaten
untuk selalu menjaga Tiap Lokasi
Pembangunan
kebersihan
Sekolah Rakyat
 Dinas Kesehatan
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi

34
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
19 Peningkatan Pekerjaan Tidak ada peningkatan - Mensyaratkan tenaga kerja Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Prevalensi Konstruksi penyakit ISPA melakukan pemeriksaan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Penyakit kesehatan berkala sekali Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
setiap tahun selama tahap
Pekerjaan Umum
konstruksi berlangsung Pelaporan: Setiap
- Melakukan penyuluhan 6 bulan sekali Pengawas :
terkait kesehatan dan selama kegiatan  Dinas Lingkungan
penyebaran penyakit konstruksi Hidup
menular yang mungkin berlangsung. Provinsi/Kabupaten
terjadi selama kegiatan Tiap Lokasi
Pembangunan
konstruksi berlangsung
Sekolah Rakyat
kepada seluruh tenaga kerja  Dinas Kesehatan
yang terlibat dalam proyek Provinsi/Kabupaten
tanpa terkecuali Tiap Lokasi
- Memberikan larangan Pembangunan
kepada pekerja untuk Sekolah Rakyat
mampir ke tempat–tempat
Penerima Laporan:
yang diduga menjadi
 Dinas Penanaman
sumber penyakit Modal dan PTSP
- Membantu Puskesmas dalam Provinsi Tiap Lokasi
memberikan pelayanan Pembangunan
kesehatan kepada Sekolah Rakyat
masyarakat yang terkena  Dinas Lingkungan

35
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
dampak. Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

TAHAP OPERASI
1 Peningkatan Operasional - Terdapat TPS limbah - Pengelolaan sampah secara Tapak Proyek Lokasi Pembangunan Pengelolaan: Pelaksanan:
Timbulan Sekolah padat domestik terpilah (organik, anorganik, Sekolah Rakyat Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Sampah - Tidak adanya timbulan B3 kecil seperti baterai) Operasional Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
sampah yang - Penerapan pengelolaan
Pekerjaan Umum
berserakan di lokasi sampah prinsip 3R (reduce, Pelaporan: Setiap
kegiatan reuse, recycle) 6 bulan sekali Pengawas :
- Penerapan project based selama kegiatan  Dinas Lingkungan
learning terkait ekonomi Hidup
operasi
sirkular, seperti bank Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
sampah sekolah, zero-waste
Pembangunan
canteen project,
Sekolah Rakyat
pemanfaatan sampah
menjadi kompos Penerima Laporan:
- Penempatan tempat sampah  Dinas Penanaman
organik dan anorganik Modal dan PTSP
secara terpisah Provinsi Tiap Lokasi
- Pengangkutan sampah Pembangunan
Sekolah Rakyat
menuju TPA bekerjasama
 Dinas Lingkungan
dengan Dinas instansi Hidup
terkait Provinsi/Kabupaten
- Pengelolaan sampah Tiap Lokasi
dilakukan sesuai dengan Pembangunan
ketentuan UU No. 18 Tahun Sekolah Rakyat
2008 Tentang Pengelolaan
Sampah.
- Memasang tanda larangan
membuang sampah

36
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
sembarangan
- Menerapkan SOP tentang
pengelolaan limbah
domestik
2 Peningkatan Operasional Pengelolaan Limbah B3 - Membuat TPS Limbah B3 Lokasi TPS Limbah B3 Pengelolaan: Pelaksanan:
Limbah B3 Sekolah mengacu pada Peraturan - Secara berkala memberikan Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Pemerintah Republik pelatihan kepada karyawan Operasional Prasarana Strategis
Indonesia No. 22 tahun berlangsung Kementerian
dalam penanganan limbah
2021 dan Permen LHK No. Pekerjaan Umum
06 Tahun 2021 B3. Pelaporan: Setiap
- Menempatkan limbah B3 di 6 bulan sekali Pengawas :
tempat penyimpanan selama kegiatan  Dinas Lingkungan
sementara limbah B3 sesuai Hidup
operasi
dengan karakteristiknya. Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
- Menyerahkan Limbah B3
Pembangunan
kepada pihak ketiga yang
Sekolah Rakyat
telah memperoleh izin
pengelolaan limbah B3 Penerima Laporan:
untuk dikelola lebih lanjut.  Dinas Penanaman
- Pengelolaan sampah secara Modal dan PTSP
terpilah (organik, anorganik, Provinsi Tiap Lokasi
B3 kecil seperti baterai) Pembangunan
Sekolah Rakyat
- Penerapan pengelolaan  Dinas Lingkungan
sampah prinsip 3R (reduce, Hidup
reuse, recycle) Provinsi/Kabupaten
- Penerapan project based Tiap Lokasi
learning terkait ekonomi Pembangunan
sirkular, seperti bank Sekolah Rakyat
sampah sekolah, zero-waste
canteen project,
pemanfaatan sampah
menjadi kompos
3 Penurunan Operasional Kualitas air limbah tidak - Pengelolaan air limbah Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Kualitas Air Sekolah melebihi baku mutu dan secara close system Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Permukaan dari mengacu pada Peraturan mengacu pada Perencanaan Rakyat Operasi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Timbulan Air Pemerintah RI Nomor 22 Teknis Pemenuhan Baku
Pekerjaan Umum

37
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Limbah Tahun 2021 Lampiran Mutu Air Limbah dan Pelaporan: Setiap
Baku Mutu Air Limbah melakukan kerjasama 6 bulan sekali Pengawas :
pengangkutan dengan pihak selama kegiatan  Dinas Lingkungan
konstruksi Hidup
ketiga
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
- Monitoring kualitas air Tiap Lokasi
sungai dan air tanah Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
4 Peningkatan Operasional - Terkendalinya Pengelolaan Umum Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Limpasan Air Sekolah pengelolaan air larian - Konservasi tanah dan air Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Permukaan / Run - Tidak terjadinya (lubang biopori, sumur Rakyat Operasi Prasarana Strategis
Off berlangsung Kementerian
genangan air di sekitar resapan)
Pekerjaan Umum
tapak proyek - Menggunakan bahan porous Pelaporan: Setiap
untuk jalan lingkungan 6 bulan sekali Pengawas :
- Memperbanyak penanaman selama kegiatan  Dinas Lingkungan
vegetasi konstruksi Hidup
- Melakukan pekerjaan sesuai berlangsung. Provinsi/Kabupaten
spesifikasi teknis yang Tiap Lokasi
Pembangunan
ditentukan.
Sekolah Rakyat
- Kegiatan persiapan lahan
dilakukan secara bertahap Penerima Laporan:
dan terencana.  Dinas Penanaman
- Melakukan pengerasan Modal dan PTSP
lahan pada persiapan lahan. Provinsi Tiap Lokasi
- Membuat saluran drainase Pembangunan
Sekolah Rakyat

38
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
sementara di sekeliling  Dinas Lingkungan
batas luar tapak proyek Hidup
dengan dimensi yang Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
mampu menampung
Pembangunan
limpasan air saat curah Sekolah Rakyat
hujan maksimum di lokasi
kegiatan
- Melakukan pemeliharaan
saluran drainase.
- Melakukan penguatan lokasi
dengan lereng ± 45%

Pengelolaan Khusus :
1. Bagi Daerah Rawan Bencana
Abrasi Pantai Tingkat Tinggi,
Jarak Lahan dari Laut/Pantai
Sekitar 250m yaitu :
- Pembuatan dinding penahan
abrasi
- Menggunakan fondasi yang
kuat dan tahan terhadap
pengaruh erosi tanah oleh
air asin.
- Membuat sistem drainase
yang diarahkan menjauhi
area pantai agar tidak
mempercepat erosi.
- Menutup area tanah terbuka
dengan penanaman
vegetasi pantai (cemara,
ketapang, pandan laut)
sebagai penahan limpasan
dan angin.
- Menempatkan bangunan
utama sekolah pada area
yang paling stabil dan jauh

39
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
dari garis abrasi aktif.

2. Bagi Daerah Berpotensi


Banjir Rob dan Historical Banjir
Lima Tahunan, yaitu :
- Melakukan penanaman
mangrove
- Membentuk komunitas, dan
kelompok kerja yang dapat
membantu mitigasi bencana
banjir rob
- Membangun infrastruktur
pengendali banjir (tanggul,
pintu air, kolam retensi)

3. Bagi Daerah yang Jika Hujan


Lebat Pasti Tergenang Karena
Dekat Dengan Sungai Jaraknya
± 500m, yaitu :
- Membangun infrastruktur
pengendali banjir (tanggul,
pintu air, kolam retensi)
- Menghindari pembangunan
pada area cekungan atau
jalur aliran air yang menuju
sungai.
- Membuat cut & fill
secukupnya agar bangunan
dan akses jalan memiliki
kontur yang aman dari
limpasan air.

4. Bagi Daerah yang Memiliki


Historical Terjadi Banjir Tahun

40
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
2019, yaitu :
- Membangun infrastruktur
pengendali banjir (tanggul,
pintu air, kolam retensi)
- Menghindari pemanfaatan
area yang pernah menjadi
jalur aliran banjir atau
genangan dalam.
- Merancang sistem drainase
dengan kapasitas yang
cukup untuk menghadapi
intensitas hujan tinggi
seperti kejadian tahun 2019.
5 Peningkatan Operasional Terdapat penambahan - Melakukan sosialisasi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Peluang Berusaha Sekolah jumlah usaha terhadap masyarakat Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
tentang operasional sekolah Rakyat Operasional Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
dan peluang berusaha bagi
Pekerjaan Umum
masyarakat sekitar Pelaporan: Setiap
- Melibatkan masyarakat 6 bulan sekali Pengawas :
sekitar untuk bisa ikut selama kegiatan  Dinas Lingkungan
menyertakan usahanya pada Hidup
operasi
kegiatan operasional Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
sekolah
Pembangunan
- Melakukan komunikasi dan
Sekolah Rakyat
koordinasi dengan
pemerintah desa Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

41
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
6 Peningkatan Operasional Pendapatan masyarakat > Memberikan ruang/akses bagi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Pendapatan Sekolah UMK masyarakat di sekitar masyarakat untuk memenuhi Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Masyarakat 104 Lokasi Pembangunan kebutuhan pekerja proyek Rakyat Operasional Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Sekolah Rakyat seperti makan, minum, dan
Pekerjaan Umum
kos-kosan Pelaporan: Setiap
6 bulan sekali Pengawas :
selama kegiatan  Dinas Lingkungan
Hidup
operasi
Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
7 Peningkatan Operasional Tidak tejadi penolakan - Melakukan pengelolaan Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Persepsi dan Sikap Sekolah oleh masyarakat dampak primer secara Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Masyarakat maksimal Rakyat Operasional Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
- Melakukan sosialisasi
Pekerjaan Umum
kegiatan kepada masyarakat Pelaporan: Setiap
- Memberikan prioritas 6 bulan sekali Pengawas :
kepada tenaga kerja lokal selama kegiatan  Dinas Lingkungan
yang berasal dari Hidup
operasi
masyarakat sekitar sesuai Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
kualifikasi yang dibutuhkan
Pembangunan
- Menjaga kebersihan
Sekolah Rakyat
lingkungan kegiatan
Penerima Laporan:

42
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
8 Peningkatan Operasional Tidak terjadi konflik dalam - Melakukan operasional Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Keresahan Sekolah satu tahun baik antar sekolah mengacu pada Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Masyarakat warga maupun dengan perundangan yang berlaku Rakyat Operasional Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
pihak sekolah - Melakukan pemberian
Pekerjaan Umum
informasi serta pendekatan Pelaporan: Setiap
kepada masyarakat 6 bulan sekali Pengawas :
terdampak akibat dari selama kegiatan  Dinas Lingkungan
kegiatan operasional Hidup
operasi
sekolah Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
9 Peningkatan Operasional Terserapnya tenaga kerja - Melakukan sosialisasi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Kesempatan Sekolah lokal untuk dilibatkan terhadap masyarakat di Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Kerja sebagai tenaga kerja tiap lokasi pembangunan Rakyat Operasional Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian

43
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
operasional Sekolah Rakyat tentang Pekerjaan Umum
rencana rekruitmen tenaga Pelaporan: Setiap
kerja baik kebutuhan, jenis 6 bulan sekali Pengawas :
selama kegiatan  Dinas Lingkungan
pekerjaan, kualifikasi dan
konstruksi Hidup
persyaratan lainnya berlangsung. Provinsi/Kabupaten
- Memprioritaskan tenaga Tiap Lokasi
kerja lokal yang memenuhi Pembangunan
persyaratan Sekolah Rakyat
- Melakukan komunikasi dan  Dinas Tenaga Kerja
koordinasi dengan Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pemerintah desa
Pembangunan
- Melaporkan rencana adanya Sekolah Rakyat
lowongan pekerjaan kepada
Dinas tenaga kerja di tiap Penerima Laporan:
lokasi pembangunan  Dinas Penanaman
Sekolah Rakyat Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
10 Penurunan Sanitasi Operasional Kebersihan lingkungan - Menjaga saluran drainase internal Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Lingkungan Sekolah terjaga - Melakukan pemeliharaan ruang Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
terbuka hijau (RTH) Rakyat Operasional Prasarana Strategis
- Membuat papan himbauan “tidak berlangsung Kementerian
Pekerjaan Umum
membuang sampah sembarangan”.
Pelaporan: Setiap
- Membuat papan himbauan untuk 6 bulan sekali Pengawas :
selalu menjaga kebersihan. selama kegiatan  Dinas Perhubungan
- Rutin melakukan pengecekan terhadap konstruksi Provinsi/Kabupaten
masing-masing unit septictank. berlangsung. Tiap Lokasi
- Menyediakan tempat penampungan Pembangunan
sampah sesuai jenisnya Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup

44
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
11 Gangguan Lalu Operasional Kemacetan tidak terjadi - Manajemen rekayasa lalu Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Lintas Sekolah dan lalu lintas di sekitar lintas Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
lokasi kegiatan lancar - Sirkulasi internal dan Rakyat Operasional Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
eksternal lalu lintas
Pekerjaan Umum
- Penyediaan rambu dan Pelaporan: Setiap
perlengkapan jalan 6 bulan sekali Pengawas :
- Memasang papan selama kegiatan  Dinas Perhubungan
pengumuman mengenai konstruksi Provinsi/Kabupaten
keberadaan sekolah berlangsung. Tiap Lokasi
- Terdapatnya 2 orang Pembangunan
Sekolah Rakyat
petugas pengaturan lalu
 Dinas Lingkungan
lintas di pintu gerbang Hidup
keluar/masuk Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan

45
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
12 Penurunan Operasional - Debit Sumur/Mata Air - Perlindungan zona Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Cadangan Air Sekolah Tidak Mengalami tangkapan air Pembangunan Sekolah Selama Direktorat Jenderal
Tanah Penurunan - Mengurus Surat Izin Rakyat KegiatanOperasi Prasarana Strategis
onal berlangsung Kementerian
- Parameter seperti pH, Penggunaan Air ke
Pekerjaan Umum
TDS, Fe, dan Kementerian ESDM Pelaporan: Setiap
kesadahan tetap stabil. - Melakukan suplai air minum 6 bulan sekali Pengawas :
- Tidak Terjadi dari PDAM selama kegiatan  Dinas Lingkungan
Penurunan Tanah - Membatasi pengambilan air konstruksi Hidup
(Subsidence) Akibat tanah berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Penyusutan Air Tanah - Mengatur kemiringan lahan Tiap Lokasi
Pembangunan
agar limpasan air
Sekolah Rakyat
permukaan dapat diarahkan
kembali ke area resapan. Penerima Laporan:
- Memaksimalkan  Dinas Penanaman
penggunaan material yang Modal dan PTSP
tidak menghambat resapan, Provinsi Tiap Lokasi
seperti paving block Pembangunan
Sekolah Rakyat
berlubang.  Dinas Lingkungan
Hidup
Pengelolaan Khusus Bagi Lokasi Provinsi/Kabupaten
Kegiatan yang Termasuk pada Tiap Lokasi
Zona Air Tanah yang Rusak Pembangunan
- Melakukan suplai air minum Sekolah Rakyat
dari PDAM
Dampak Lainnya Yang Dikelola
TAHAP PRA KONSTRUKSI
1 Peningkatan Sosialisasi Tidak terjadi penolakan - Melakukan sosialisasi Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Persepsi dan Rencana Kegiatan oleh masyarakat kepada masyarakat terkait Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Sikap rencana pembangunan Rakyat Pra Konstruksi Prasarana Strategis
Masyarakat berlangsung Kementerian

46
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Sekolah Rakyat beserta Pekerjaan Umum
dampak lingkungan yang Pelaporan: Setiap
mungkin ditimbulkan 6 bulan sekali Pengawas :
selama kegiatan  Dinas Lingkungan
- Berkoordinasi dengan pihak
konstruksi Hidup
yang berkepentingan dalam berlangsung. Provinsi/Kabupaten
pelaksanaan kegiatan Tiap Lokasi
- Membuat papan nama Pembangunan
proyek, rambu – rambu / Sekolah Rakyat
tanda pengaman, papan
peringatan dan bahan serta Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
peralatan untuk pengukuran
Modal dan PTSP
sesuai dengan standar mutu Provinsi Tiap Lokasi
yang ditentukan. Pembangunan
- Dilakukan pemasangan Sekolah Rakyat
patok secara jelas.  Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
TAHAP KONSTRUKSI
1 Penurunan Pembebasan dan Kualitas air limbah tidak - Pengelolaan air limbah Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Kualitas Air Penyiapan Lahan melebihi baku mutu dan secara close system Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Permukaan dari mengacu pada Peraturan mengacu pada Perencanaan Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Timbulan Air Pemerintah RI Nomor 22 Teknis Pemenuhan Baku
Pekerjaan Umum
Limbah Tahun 2021 Lampiran Mutu Air Limbah dan Pelaporan: Setiap
Baku Mutu Air Limbah melakukan kerjasama 6 bulan sekali Pengawas :
pengangkutan dengan pihak selama kegiatan  Dinas Lingkungan
ketiga konstruksi Hidup
- Monitoring kualitas air berlangsung. Provinsi/Kabupaten
sungai dan air tanah Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi

47
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
2 Peningkatan Pembebasan dan - Terdapat TPS limbah - Pengelolaan sampah secara Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Timbulan Penyiapan Lahan padat domestik terpilah (organik, anorganik, Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Sampah - Tidak adanya timbulan B3 kecil seperti baterai) Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
sampah yang - Penerapan pengelolaan
Pekerjaan Umum
berserakan di lokasi sampah prinsip 3R (reduce, Pelaporan: Setiap
kegiatan reuse, recycle) 6 bulan sekali Pengawas :
- Penerapan project based selama kegiatan  Dinas Lingkungan
learning terkait ekonomi Hidup
operasi
sirkular, seperti bank Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
sampah sekolah, zero-waste
Pembangunan
canteen project,
Sekolah Rakyat
pemanfaatan sampah
menjadi kompos Penerima Laporan:
- Penempatan tempat sampah  Dinas Penanaman
organik dan anorganik Modal dan PTSP
secara terpisah Provinsi Tiap Lokasi
- Pengangkutan sampah Pembangunan
Sekolah Rakyat
menuju TPA bekerjasama
 Dinas Lingkungan
dengan Dinas instansi Hidup
terkait Provinsi/Kabupaten
- Pengelolaan sampah Tiap Lokasi
dilakukan sesuai dengan Pembangunan
ketentuan UU No. 18 Tahun Sekolah Rakyat
2008 Tentang Pengelolaan
Sampah.
- Memasang tanda larangan
membuang sampah
sembarangan

48
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
- Menerapkan SOP tentang
pengelolaan limbah
domestik
Pekerjaan - Terdapat TPS limbah - Pengelolaan sampah secara Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Konstruksi padat domestik terpilah (organik, anorganik, Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
- Tidak adanya timbulan B3 kecil seperti baterai) Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
sampah yang - Penerapan pengelolaan
Pekerjaan Umum
berserakan di lokasi sampah prinsip 3R (reduce, Pelaporan: Setiap
kegiatan reuse, recycle) 6 bulan sekali Pengawas :
- Penerapan project based selama kegiatan  Dinas Lingkungan
learning terkait ekonomi Hidup
operasi
sirkular, seperti bank Provinsi/Kabupaten
berlangsung. Tiap Lokasi
sampah sekolah, zero-waste
Pembangunan
canteen project,
Sekolah Rakyat
pemanfaatan sampah
menjadi kompos Penerima Laporan:
- Penempatan tempat sampah  Dinas Penanaman
organik dan anorganik Modal dan PTSP
secara terpisah Provinsi Tiap Lokasi
- Pengangkutan sampah Pembangunan
Sekolah Rakyat
menuju TPA bekerjasama
 Dinas Lingkungan
dengan Dinas instansi Hidup
terkait Provinsi/Kabupaten
- Pengelolaan sampah Tiap Lokasi
dilakukan sesuai dengan Pembangunan
ketentuan UU No. 18 Tahun Sekolah Rakyat
2008 Tentang Pengelolaan
Sampah.
- Memasang tanda larangan
membuang sampah
sembarangan
- Menerapkan SOP tentang
pengelolaan limbah
domestik
3 Peningkatan Pekerjaan Tidak terjadi konflik dalam - Melakukan sosialisasi Desa Sekitar Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal

49
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Keresahan Konstruksi satu tahun antar kepada masyarakat terkait Rakyat Konstruksi Prasarana Strategis
Masyarakat masyarakat rencana pembangunan berlangsung Kementerian
maupun dengan Sekolah Rakyat beserta Pekerjaan Umum
Pelaporan: Setiap
pemerintah dampak lingkungan yang
6 bulan sekali Pengawas :
mungkin ditimbulkan selama kegiatan  Dinas Lingkungan
- Menanggapi setiap keluhan konstruksi Hidup
masyarakat secara ramah berlangsung. Provinsi/Kabupaten
dan transparan sesuai Tiap Lokasi
dengan kondisi sebenarnya. Pembangunan
Sekolah Rakyat
- Melakukan musyawarah
dengan masyarakat untuk Penerima Laporan:
mencapai kesepakatan  Dinas Penanaman
terkait dengan keluhan Modal dan PTSP
masyarakat jika diperlukan. Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
TAHAP OPERASIONAL
1 Penurunan Operasional Parameter kualitas udara - Melakukan pemeliharaan Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Kualitas Udara Sekolah tidak melebihi baku mutu ruang terbuka hijau (RTH). Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
sesuai dengan PP RI No. - Menanam tanaman peneduh Rakyat Operasioanl Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
22 Tahun 2021 (Lampiran dan penyerap polutan
Pekerjaan Umum
VII) seperti Lidah Mertua Pelaporan: Setiap
(Sansevieria), Palem Bambu 6 bulan sekali Pengawas :
(Chamaedorea Sefrizii), selama kegiatan  Dinas Lingkungan
Lidah Buaya (Aloe Vera) konstruksi Hidup
- Petugas kebersihan berlangsung. Provinsi/Kabupaten
melaksanakan tugas secara Tiap Lokasi
Pembangunan
optimal
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman

50
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
2 Peningkatan Operasional Parameter kualitas udara - Meletakkan genset pada Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Kebisingan Sekolah tidak melebihi baku mutu ruang kedap suara dan jauh Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
sesuai dengan KepMenLH dari aktivitas sekolah Rakyat Operasioanl Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
No. 48 Tahun 1996 (55 dB - Melakukan pemeliharan
Pekerjaan Umum
(A) Sekolah atau ruang terbuka hijau (RTH) Pelaporan: Setiap
sejenisnya ) - Melakukan penanaman 6 bulan sekali Pengawas :
pohon pada lahan terbuka selama kegiatan  Dinas Lingkungan
konstruksi Hidup
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
3 Penurunan Operasional Parameter kualitas air - Memelihara dan merawat Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Kualitas Air Sekolah permukaan tidak melebihi saluran drainase Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Permukaan dari baku mutu sesuai dengan - Melakukan pemeliharan Rakyat Operasioanl Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
Timbulan Air PP RI No 22 Tahun 2021 ruang terbuka hijau (RTH)
Pekerjaan Umum

51
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
Limbah (Lampiran VI.I Kelas 2) - Membuat himbauan tidak Pelaporan: Setiap
membuang sampah 6 bulan sekali Pengawas :
sembarangan selama kegiatan  Dinas Lingkungan
konstruksi Hidup
- Pemeliharaan Pengelolaan
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
air kotor septictank Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
4 Penurunan Operasional Parameter kualitas air - Melakukan perawatan pada Tandon Air Bersih Sekolah Pengelolaan: Pelaksanan:
Kualitas Air Sekolah bersih tidak melebihi baku tendon air dan bak Rakyat Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Bersih mutu sesuai dengan Operasioanl Prasarana Strategis
penampung air.
berlangsung Kementerian
Peraturan Menteri - Melakukan pengecekan pada Pekerjaan Umum
Kesehatan RI No 32 Tahun jalur pipa. Pelaporan: Setiap
2017 - Melakukan pengecekan pada 6 bulan sekali Pengawas :
sumber air (layak atau selama kegiatan  Dinas Lingkungan
tidaknya di gunakan) konstruksi Hidup
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

52
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
5 Gangguan Lalu Operasional - Tidak terjadi - Manajemen rekayasa lalu Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Lintas Sekolah penutupan jalan yang lintas Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Sirkulasi internal dan Rakyat Operasioanl Prasarana Strategis
menghambat aktivitas -
berlangsung Kementerian
dan aksesibilitas warga eksternal lalu lintas
Pekerjaan Umum
- Tidak terjadi - Penyediaan rambu dan Pelaporan: Setiap
kemacetan perlengkapan jalan 6 bulan sekali Pengawas :
- Menempatkan petugas selama kegiatan  Dinas Lingkungan
pengatur lalu lintas di pintu konstruksi Hidup
masuk/keluar dari lokasi berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Sekolah, dan pada kondisi Tiap Lokasi
Pembangunan
tertentu akan didampingi
Sekolah Rakyat
petugas Kepolisian untuk
mengatur kelancaran arus Penerima Laporan:
lalu lintas.  Dinas Penanaman
- Pemasangan fasilitas Modal dan PTSP
keselamatan berupa Provinsi Tiap Lokasi
perambuan pada akses Pembangunan
Sekolah Rakyat
masuk dan simpang
 Dinas Lingkungan
- Wajib melakukan Hidup
pemeliharaan secara berkala Provinsi/Kabupaten
terhadap kondisi jalan di Tiap Lokasi
sekitar lokasi Sekolah, agar Pembangunan
tidak menimbulkan Sekolah Rakyat
kemacetan/ kecelakaan lalu
lintas akibat kondisi jalan
yang tidak baik.
6 Peningkatan Operasional Tidak terjadi kebakaran - Alat pemadam api ringan Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Bahaya Sekolah harus dipasang sesuai Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Kebakaran Operasioanl Prasarana Strategis
dengan : Peraturan Menteri Rakyat
berlangsung Kementerian
Pekerjaan Umum, Nomor Pekerjaan Umum

53
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
26/PRT/M/2008, tentang Pelaporan: Setiap
Persyaratan teknis sistem 6 bulan sekali Pengawas :
proteksi kebakaran pada selama kegiatan  Dinas Lingkungan
konstruksi Hidup
bangunan gedung dan
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
lingkungan. Tiap Lokasi
- Menerapkan SOP tentang Pembangunan
penanggulangan kebakaran. Sekolah Rakyat
- Memasang tanda bahaya  Damkar
Provinsi/Kabupaten
kebakaran di area rentan
Tiap Lokasi
kebakaran. Pembangunan
- Memasang petunjuk arah Sekolah Rakyat
jalur evakuasi.
Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
7 Peningkatan Operasional Tidak ada peningkatan - Melakukan penyuluhan Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Prevalensi Sekolah penyakit ISPA terkait kesehatan dan Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Penyakit Operasioanl Prasarana Strategis
penyebaran penyakit Rakyat
berlangsung Kementerian
menular yang mungkin Pekerjaan Umum
terjadi selama kegiatan Pelaporan: Setiap
operasional sekolah 6 bulan sekali Pengawas :
berlangsung selama kegiatan  Dinas Lingkungan
- Bekerjasama dengan konstruksi Hidup
berlangsung. Provinsi/Kabupaten
Puskesmas dalam
Tiap Lokasi
memberikan pelayanan Pembangunan
kesehatan kepada siswa, Sekolah Rakyat
guru dan karyawan sekolah  Dinas Kesehatan
Menjaga kebersihan Provinsi/Kabupaten

54
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
lingkungan sekolah Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat

Penerima Laporan:
 Dinas Penanaman
Modal dan PTSP
Provinsi Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
 Dinas Lingkungan
Hidup
Provinsi/Kabupaten
Tiap Lokasi
Pembangunan
Sekolah Rakyat
8 Peningkatan Perawatan - Terdapat TPS limbah - Pengelolaan sampah secara Tapak Proyek Lokasi Pengelolaan: Pelaksanan:
Timbulan Sekolah Beserta padat domestik terpilah (organik, anorganik, Pembangunan Sekolah Selama Kegiatan Direktorat Jenderal
Sampah Fasilitasnya - Tidak adanya timbulan B3 kecil seperti baterai) Rakyat Operasioanl Prasarana Strategis
berlangsung Kementerian
sampah yang - Penerapan pengelolaan
Pekerjaan Umum
berserakan di lokasi sampah prinsip 3R (reduce, Pelaporan: Setiap
kegiatan reuse, recycle) 6 bulan sekali Pengawas :
- Penerapan project based selama kegiatan  Dinas Lingkungan
learning terkait ekonomi konstruksi Hidup
sirkular, seperti bank berlangsung. Provinsi/Kabupaten
sampah sekolah, zero-waste Tiap Lokasi
Pembangunan
canteen project,
Sekolah Rakyat
pemanfaatan sampah
menjadi kompos Penerima Laporan:
- Penempatan tempat sampah  Dinas Penanaman
organik dan anorganik Modal dan PTSP
secara terpisah Provinsi Tiap Lokasi
- Pengangkutan sampah Pembangunan
Sekolah Rakyat
menuju TPA bekerjasama
 Dinas Lingkungan
dengan Dinas instansi Hidup
terkait Provinsi/Kabupaten
- Pengelolaan sampah Tiap Lokasi

55
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Periode
Dampak Indikator keberhasilan Institusi
Bentuk pengelolaan Lokasi pengelolaan pengelolaan
No Lingkungan Sumber Dampak pengelolaan pengelolaan
lingkungan hidup lingkungan hidup lingkungan
yang dikelola lingkungan hidup lingkungan hidup
hidup
dilakukan sesuai dengan Pembangunan
ketentuan UU No. 18 Tahun Sekolah Rakyat
2008 Tentang Pengelolaan
Sampah.
- Memasang tanda larangan
membuang sampah
sembarangan
- Menerapkan SOP tentang
pengelolaan limbah
domestik

56
RKL - RPL Sekolah Rakyat
BAB 3 RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) yang disusun merujuk kepada panduan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
Dokumen Lingkungan Hidup, Lampiran III, khususnya lingkup rencana pengelolaan
lingkungan hidup. Uraian RPL dibuat secara ringkas disusun dalam bentuk matriks atau tabel
yang berisi pemantauan terhadap dampak yang ditimbulkan, dengan menyampaikan elemen-
elemen sebagai berikut:
1. Jenis Dampak
2. Indikator / Parameter
3. Sumber Dampak
4. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
5. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
6. Waktu dan Frekuensi Pemantauan Lingkungan Hidup
7. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan Hidup
b. Pengawas Pemantauan Lingkungan Hidup
c. Pelaporan Hasil Pemantauan Lingkungan Hidup

Rencana pemantauan lingkungan hidup merupakan upaya teknis dan non teknis yang
dilakukan untuk mencegah, menanggulangi dampak negatif, serta
meningkatkan/mempertahankan dampak positif dari kegiatan, sehingga maksud dan tujuan
dilakukannya pemantauan lingkungan tercapai.
Berdasarkan penyusunan dokumen Andal, yang memuat arahan untuk rencana pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup, maka perlu dirumuskan lebih detail rencana mengenai
pemantauan lingkungan bersifat teknis, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
untuk pembuatan rancangan teknis dan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemantauan
lingkungan

57
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Tabel III - 1 Ringkasan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Dampak Penting Yang Dikelola

TAHAP PRA KONSTRUKSI


TAHAP KONSTRUKSI
1 Peningkatan Terserapnya 60 % (99 Penerimaan Tenaga Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kesempatan orang) untuk dilibatkan Kerja Konstruksi  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Kerja sebagai tenaga kerja sosialisasi terhadap masyarakat di tiap Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
konstruksi.
tentang rencana rekruitmen tenaga kerja kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
 Melakukan pengumpulan data dan konstruksi an Pembangunan Pembangunan
verifikasi list data jumlah tenaga kerja berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
total dan lokal yang terekrut dalam Umum  Dinas Tenaga  Dinas
kegiatan pembangunan Sekolah Rakyat Pelaporan: Kerja Lingkungan
 Melakukan pendokumentasian Setiap 6 Provinsi/Kabupat Hidup
komunikasi dan koordinasi pemerintah bulan sekali en Tiap Lokasi Provinsi/Kabupat
desa terkait penerimaan tenaga kerja Pembangunan en Tiap Lokasi
selama
 Melakukan pendokumentasian Sekolah Rakyat Pembangunan
pengumuman lowongan kerja di social kegiatan Sekolah Rakyat
media ataupun dinas tenaga kerja konstruksi
 Melakukan wawancara dengan berlangsung
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah .
Rakyat

Analisis Data:
 Data jumlah tenaga kerja lokal
dibandingkan dengan data jumlah tenga
kerja total
 Membuat tabulasi dan melakukan
analisa secara deskriptif
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan

58
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005
2 Peningkatan Pendapatan masyarakat > Penerimaan Tenaga Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Pendapatan UMK di tiap lokasi Kerja Konstruksi  Melakukan pencatatan jumlah Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Masyarakat pembangunan Sekolah pendapatan yang diterima oleh tenaga Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
kerja lokal selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Rakyat
 Melakukan pengumpulan data dan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
verifikasi list data jumlah tenaga kerja konstruksi an Pembangunan Pembangunan
total dan lokal yang terekrut dalam berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
kegiatan pembangunan Sekolah Rakyat Umum  Dinas
 Melakukan wawancara dengan tenaga Pelaporan: Lingkungan
kerja yang terekrut di lokasi Setiap 6 Hidup
pembangunan Sekolah Rakyat bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
selama
Analisis Data: Pembangunan
 Data jumlah pendapatan tenaga kerja kegiatan Sekolah Rakyat
yang terserap. konstruksi
 Membandingkan data jumlah berlangsung
pendapatan dengan periode .
pemantauan.
 Membuat tabulasi dan melakukan
Analisa secara deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
Pendapatan masyarakat > Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas

59
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
UMK di tiap lokasi  Melakukan pencatatan jumlah Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
pembangunan Sekolah pendapatan yang diterima oleh tenaga Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Rakyat kerja lokal selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
 Melakukan pengumpulan data dan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
verifikasi list data jumlah tenaga kerja konstruksi an Pembangunan Pembangunan
total dan lokal yang terekrut dalam berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
kegiatan pembangunan Sekolah Rakyat Umum  Dinas
 Melakukan wawancara dengan tenaga Pelaporan: Lingkungan
kerja yang terekrut di lokasi Setiap 6 Hidup
pembangunan Sekolah Rakyat bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
selama
Analisis Data: Pembangunan
 Data jumlah pendapatan tenaga kerja kegiatan Sekolah Rakyat
yang terserap. konstruksi
 Membandingkan data jumlah berlangsung
pendapatan dengan periode .
pemantauan.
 Membuat tabulasi dan melakukan
Analisa secara deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
3 Peningkatan - Persepsi dan sikap Penerimaan Tenaga Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Persepsi dan masyarakat lebih Kerja Konstruksi  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Sikap banyak yang bersifat komunikasi dan koordinasi dengan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Masyarakat pemerintah desa terkait kesempatan selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
positif
kerja kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Masyarakat lebih  Melakukan pencatatan jumlah tenaga konstruksi an Pembangunan Pembangunan
banyak yang setuju kerja lokal berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
terhadap rencana  Melakukan pendokumentasian Umum  Dinas

60
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat di tiap Pelaporan: Lingkungan
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Setiap 6 Hidup
terkait rencana pembangunan sekolah bulan sekali Provinsi/Kabupat
rakyat en Tiap Lokasi
selama
 Melakukan pendokumentasian Pembangunan
sosialisasi terhadap masyarakat di tiap kegiatan Sekolah Rakyat
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat konstruksi
tentang rencana rekruitmen tenaga kerja berlangsung
baik kebutuhan, jenis pekerjaan, .
kualifikasi dan persyaratan lainnya
 Melakukan pencatatan evaluasi dan
tindak lanjut aduan masyarakat
 Melakukan wawancara dengan
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah
Rakyat

Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.
 Membandingkan data aduan
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
- Persepsi dan sikap Mobilisasi/ Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
masyarakat lebih  Melakukan pendokumentasian : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman

61
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
banyak yang bersifat Demobilisasi komunikasi dan koordinasi dengan Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
positif Peralatan Dan pemerintah desa terkait rencana Sekolah Rakyat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
- Masyarakat lebih Material mobilisasi/demobilisasi peralatan dan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
material konstruksi an Pembangunan Pembangunan
banyak yang setuju
 Melakukan pendokumentasian berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
terhadap rencana Umum  Dinas
kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat di tiap
Pelaporan: Lingkungan
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat
Setiap 6 Hidup
terkait rencana pembangunan sekolah
bulan sekali Provinsi/Kabupat
rakyat en Tiap Lokasi
 Melakukan pendokumentasian selama
Pembangunan
pemasangan rambu lalu lintas di sekitar kegiatan Sekolah Rakyat
lokasi kegiatan konstruksi
 Melakukan pendokumentasian berlangsung
penyiraman dan pembersihan jalan .
secara berkala pada lokasi
mobilisasi /demobilisasi peralatan dan
material
 Melakukan wawancara dengan
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah
Rakyat

Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.
 Membandingkan data aduan
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial

62
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
Tidak terjadi penolakan Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
oleh masyarakat  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
komunikasi dan koordinasi dengan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
dinas instansi terkait pelaksanaan selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
kegiatan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
 Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
sosialisasi terhadap masyarakat di tiap berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
Umum  Dinas
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat
Pelaporan: Lingkungan
terkait rencana pembangunan sekolah
Setiap 6 Hidup
rakyat Provinsi/Kabupat
 Melakukan pendokumentasian bulan sekali
en Tiap Lokasi
pemasangan rambu lalu lintas di selama
Pembangunan
sekitar lokasi kegiatan kegiatan Sekolah Rakyat
 Melakukan pendokumentasian konstruksi
pengelolaan limbah padat dan limbah berlangsung
cair sesuai persyaratan teknis .
 Melakukan pendokumentasian
pembangunan sesuai dengan
perencanaan yang ada
 Melakukan wawancara dengan
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah
Rakyat

Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.
 Membandingkan data aduan
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui

63
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu
ke waktu untuk melihat
kecenderungan perubahan kualitas
lingkungan sosial dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
4 Peningkatan - Tidak terjadi limpasan Pembebasan dan Metode Pengumpulan Data: Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Limpasan air Persiapan Lahan  Melakukan pendokumentasian terkait Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Air - Tidak terjadinya Konservasi tanah dan air (lubang Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Permukaan / biopori, sumur resapan) selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
genangan air di sekitar
Run Off  Melakukan pendokumentasian jalan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
tapak proyek. konstruksi an Pembangunan Pembangunan
- Koefisien C < 0,5 lingkungan yang menggunakan bahan
porous berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
Umum  Dinas
 Melakukan pendokumentasian
Pelaporan: Lingkungan
perbanyakan vegetasi
Setiap 6 Hidup
 Melakukan pencatatan spesifikasi Provinsi/Kabupat
teknis terkait semua pekerjaan bulan sekali
en Tiap Lokasi
 Melakukan pendokumentasian selama
Pembangunan
pengerasan lahan kegiatan Sekolah Rakyat
 Melakukan pendokumentasian saluran konstruksi
drainase sementara di sekeliling batas berlangsung
luar tapak proyek dengan dimensi .
yang mampu menampung limpasan
air saat curah hujan maksimum di
lokasi kegiatan
 Melakukan pencatatan bahwa
persiapan lahan sudah dilaksanakan
secara bertahap dan terencana

64
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
 Melakukan pendokumentasian
pemeliharaan saluran drainase.
 Melakukan pencatatan lokasi
berdasarkan persentase lerengnya
 Pengambilan contoh uji kualitas air
permukaan dan air limbah domestik
mengacu pada SNI 8990:2021 dan
SNI 8995:2021

Pengelolaan Khusus :
1. Bagi Daerah Rawan Bencana Abrasi
Pantai Tingkat Tinggi, Jarak Lahan dari
Laut/Pantai Sekitar 250m yaitu :
 Melakukan pendokumentasian
dinding penahan abrasi
 Melakukan pendokumentasian
pondasi yang kuat dan tahan terhadap
pengaruh erosi tanah oleh air asin.
 Melakukan pendokumentasian sistem
drainase yang diarahkan menjauhi
area pantai agar tidak mempercepat
erosi.
 Melakukan penanaman vegetasi
pantai (cemara, ketapang, pandan
laut) sebagai penahan limpasan dan
angin.
 Melakukan pendokumentasian
bangunan utama sekolah berada pada
area yang paling stabil dan jauh dari
garis abrasi aktif.

2. Bagi Daerah Berpotensi Banjir Rob

65
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
dan Historical Banjir Lima Tahunan,
yaitu :
o Melakukan pendokumentasian
penanaman mangrove
o Membuat program mitigasi bencana
banjir rob bersama komunitas, dan
kelompok kerja
o Melakukan pendokumentasian
infrastruktur pengendali banjir
(tanggul, pintu air, kolam retensi)

3. Bagi Daerah yang Jika Hujan Lebat


Pasti Tergenang Karena Dekat Dengan
Sungai Jaraknya ± 500m, yaitu :
o Melakukan pendokumentasian
infrastruktur pengendali banjir
(tanggul, pintu air, kolam retensi)
o Melakukan pendokumentasian bahwa
pembangunan jauh dari area cekungan
atau jalur aliran air yang menuju
sungai.
o Melakukan pendokumentasian
bangunan dan akses jalan memiliki
kontur yang aman dari limpasan air

Analisis Data:
Pengumpulan data luas lahan tangkapan
hujan dan tutupan lahan dilakukan
pengamatan lapangan, sedangkan data
curah hujan merupakan data sekunder
yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi
terdekat.

66
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul

Perhitungan air larian menggunakan


Metode Rasional:
Q = 0,278 . C . I . A
- Tidak terjadi limpasan Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data: Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
air  Melakukan pendokumentasian terkait Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
- Tidak terjadinya Konservasi tanah dan air (lubang Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
biopori, sumur resapan) selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
genangan air di sekitar
 Melakukan pendokumentasian jalan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
tapak proyek. konstruksi an Pembangunan Pembangunan
- Koefisien C < 0,5 lingkungan yang menggunakan bahan
porous berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
Umum  Dinas
 Melakukan pendokumentasian
Pelaporan: Lingkungan
perbanyakan vegetasi
Setiap 6 Hidup
 Melakukan pencatatan spesifikasi Provinsi/Kabupat
teknis terkait semua pekerjaan bulan sekali
en Tiap Lokasi
 Melakukan pendokumentasian selama
Pembangunan
pengerasan lahan kegiatan Sekolah Rakyat
 Melakukan pendokumentasian saluran konstruksi
drainase sementara di sekeliling batas berlangsung
luar tapak proyek dengan dimensi .
yang mampu menampung limpasan
air saat curah hujan maksimum di
lokasi kegiatan
 Melakukan pencatatan bahwa
persiapan lahan sudah dilaksanakan
secara bertahap dan terencana
 Melakukan pendokumentasian
pemeliharaan saluran drainase.
 Melakukan pencatatan lokasi
berdasarkan persentase lerengnya
 Pengambilan contoh uji kualitas air
permukaan dan air limbah domestik
mengacu pada SNI 8990:2021 dan

67
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
SNI 8995:2021
Pengelolaan Khusus :
1. Bagi Daerah Rawan Bencana Abrasi
Pantai Tingkat Tinggi, Jarak Lahan dari
Laut/Pantai Sekitar 250m yaitu :
 Melakukan pendokumentasian
dinding penahan abrasi
 Melakukan pendokumentasian
pondasi yang kuat dan tahan terhadap
pengaruh erosi tanah oleh air asin.
 Melakukan pendokumentasian sistem
drainase yang diarahkan menjauhi
area pantai agar tidak mempercepat
erosi.
 Melakukan penanaman vegetasi
pantai (cemara, ketapang, pandan
laut) sebagai penahan limpasan dan
angin.
 Melakukan pendokumentasian
bangunan utama sekolah berada pada
area yang paling stabil dan jauh dari
garis abrasi aktif.

2. Bagi Daerah Berpotensi Banjir Rob


dan Historical Banjir Lima Tahunan,
yaitu :
o Melakukan pendokumentasian
penanaman mangrove
o Membuat program mitigasi bencana
banjir rob bersama komunitas, dan
kelompok kerja

68
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
o Melakukan pendokumentasian
infrastruktur pengendali banjir
(tanggul, pintu air, kolam retensi)

3. Bagi Daerah yang Jika Hujan Lebat


Pasti Tergenang Karena Dekat Dengan
Sungai Jaraknya ± 500m, yaitu :
o Melakukan pendokumentasian
infrastruktur pengendali banjir
(tanggul, pintu air, kolam retensi)
o Melakukan pendokumentasian bahwa
pembangunan jauh dari area cekungan
atau jalur aliran air yang menuju
sungai.
o Melakukan pendokumentasian
bangunan dan akses jalan memiliki
kontur yang aman dari limpasan air

Analisis Data:
Pengumpulan data luas lahan tangkapan
hujan dan tutupan lahan dilakukan
pengamatan lapangan, sedangkan data
curah hujan merupakan data sekunder
yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi
terdekat.

Perhitungan air larian menggunakan


Metode Rasional:
Q = 0,278 . C . I . A
5 Peningkatan - Tingkat erosi tanah Pembebasan dan Metode Pengumpulan Data : Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Erosi selama kegiatan Persiapan Lahan - Melakukan pencatatan pekerjaan Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
persiapan lahan dapat sesuai spesifikasi teknis yang Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP

69
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
terkendali ditentukan. selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
- Nilai P = 0,5 - Melakukan pendokumentasian tekait kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
(penanaman menurut persiapan lahan dilakukan secara konstruksi an Pembangunan Pembangunan
berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
garis kontur), sehingga bertahap dan terencana.
Umum  Dinas
< A 204 ton/ha/thn. - Melakukan pendokumentasian saluran Pelaporan: Lingkungan
drainase sementara disekeliling batas Setiap 6 Hidup
luar proyek. bulan sekali Provinsi/Kabupat
- Melakukan pendokumentasian en Tiap Lokasi
selama
pemeliharaan saluran drainase. Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
konstruksi
Analisis Data: berlangsung
Pengumpulan data indeks Panjang dan
.
kemiringan lereng serta indeks konservasi
tanah dilakukan pengamatan secara
langsung, sedangkan data sekunder
diperoleh dari literatur yang ada.

Perhitungan erosi menggunakan


persamaan USLE :
A=R.K.L.S.C.P
6 Perubahan - Lahan tidak ada yang Pembebasan dan Pengelolaan Khusus
Pemanfaatan masuk ke dalam LP2B Persiapan Lahan - Melakukan pencatatan Status Lahan
Lahan Non- (Lahan Pertanian agar Tidak Mengenai LP2B
LP2B
Pangan Berkelanjutan) - Melakukan konfirmasi pelepasan
- Tidak terjadi alih LP2B ke Kementerian ATR/BPN
fungsi lahan pangan - Melakukan pencatatan izin
- Penggunaan lahan pemanfaatan ruang (jika diperlukan)
sesuai rencana tata untuk memastikan tidak terjadi
ruang, dan penyalahgunaan fungsi ruang.
- Pemanfaatan lahan
tidak mengganggu
fungsi lingkungan

70
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
sekitarnya
7 Perubahan - Lahan relatif berkontur Pembebasan dan Pengelolaan Khusus
Bentuk dan dengan elevasi Persiapan Lahan - Melakukan pencatatan klasifikasi
Kemiringan kemiringan 3-7% lahan berkontur dengan elevasi
Lahan
- Tidak ada retakan kemiringan 3-7%
tanah, longsor kecil, - Melakukan pencatatan fasilitas
amblesan, atau perataan lahan oleh pemda
pergeseran tanah pada - Melakukan pendokumentasian
area yang penutup tanah sementara (mulsa,
dipotong/ditimbun. geotextile) pada area yang baru
- Air mengalir lancar dipotong/ditimbun.
tanpa menggenang. - Memastikan kemiringan saluran
- Penanaman vegetasi mengikuti kontur alami agar tidak
penutup tanah (grass, menimbulkan gerusan.
groundcover) tumbuh
baik setelah pekerjaan.
8 Penurunan Kualitas udara ambien Mobilisasi/ Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kualitas tidak melebihi baku mutu Demobilisasi - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Udara dan mengacu pada Peralatan Dan barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Material selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Peraturan Pemerintah RI area kerja Sekolah Rakyat
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
Nomor 22 Tahun 2021. - Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
- Melakukan pencatatan kendaraan bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
sesuai standar dan laik jalan serta selama
Pembangunan
lolos uji emisi kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan waktu konstruksi
mobilisasi/demobilisasi agar tidak berlangsung
berada diluar jam sibuk/pick hour .
- Melakukan pendokumentasian

71
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
penyiraman minimal 2 kali sehari
menggunakan water spraying truck
pada ban kendaraan di area yang
terkena lumpur/tanah
- Melakukan pendokumentasian
kendaraan bak terbuka yang ditutup
dengan terpal secara sempurna untuk
mencegah debu dari material yang
diangkut beterbangan/berceceran
- Melakukan pendokumentasian
pembersihan rute yang terkena
ceceran material terutama area untuk
kendaraan keluar masuk proyek
- Melakukan pencatatan pengaduan
masyarakat jika terjadi kelalaian
dalam berkendara
- Melakukan pendokumentasian
penghijauan (penanaman pohon,
taman sekolah, dan green fence)

Analisis Data :
Dengan melakukan uji laboratorium
menggunakan metode analisis:
- Metode yang digunakan untuk
menguji SO2 adalah Pararosanilin
dengan menggunakan alat
spektrofotometer
- Metode yang digunakan untuk
menguji CO adalah NDR dengan
menggunakan alat NDR Analyser.
- Metode yang digunakan untuk
menguji NO2 adalah Saltzman

72
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
dengan menggunakan alat
spektrofotometer.
- Metode yang digunakan untuk
menguji O3 adalah
Chemiluminescent dengan
menggunakan alat
spektrofotometer.
- Metode yang digunakan untuk
menguji TSP adalah Gravimetric
dengan menggunakan alat Hi-Vol.
Data yang diperoleh dicatat dalam bentuk
tabel (tabulasi data) dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu PP RI 22 Tahun 2021.
Kualitas udara ambien Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
tidak melebihi baku mutu - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
dan mengacu pada barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Peraturan Pemerintah RI area kerja Sekolah Rakyat
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
Nomor 22 Tahun 2021. - Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
- Melakukan pencatatan kendaraan bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
sesuai standar dan laik jalan serta selama
Pembangunan
lolos uji emisi kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan waktu konstruksi
mobilisasi/demobilisasi agar tidak berlangsung
berada diluar jam sibuk/pick hour .
- Melakukan pendokumentasian
penyiraman minimal 2 kali sehari
menggunakan water spraying truck

73
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
pada ban kendaraan di area yang
terkena lumpur/tanah
- Melakukan pendokumentasian
kendaraan bak terbuka yang ditutup
dengan terpal secara sempurna untuk
mencegah debu dari material yang
diangkut beterbangan/berceceran
- Melakukan pendokumentasian
pembersihan rute yang terkena
ceceran material terutama area untuk
kendaraan keluar masuk proyek
- Melakukan pencatatan pengaduan
masyarakat jika terjadi kelalaian
dalam berkendara
- Melakukan pendokumentasian
penghijauan (penanaman pohon,
taman sekolah, dan green fence)

Analisis Data :
Dengan melakukan uji laboratorium
menggunakan metode analisis:
- Metode yang digunakan untuk
menguji SO2 adalah Pararosanilin
dengan menggunakan alat
spektrofotometer
- Metode yang digunakan untuk
menguji CO adalah NDR dengan
menggunakan alat NDR Analyser.
- Metode yang digunakan untuk
menguji NO2 adalah Saltzman
dengan menggunakan alat
spektrofotometer.

74
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
- Metode yang digunakan untuk
menguji O3 adalah
Chemiluminescent dengan
menggunakan alat
spektrofotometer.
- Metode yang digunakan untuk
menguji TSP adalah Gravimetric
dengan menggunakan alat Hi-Vol.
Data yang diperoleh dicatat dalam bentuk
tabel (tabulasi data) dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu PP RI 22 Tahun 2021.
9 Peningkatan Intensitas kebisingan yang Mobilisasi/ Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kebisingan dihasilkan tidak melebihi Demobilisasi - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
baku mutu berdasarkan Peralatan Dan barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
KepMen Lingkungan Material selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
area kerja Sekolah Rakyat
Hidup No.48 Tahun 1996, kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
yaitu : Sekolah atau pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
sejenisnya 55 dB (A) - Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
- Melakukan pendokumentasian bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
penghijauan (penanaman pohon, selama
Pembangunan
taman sekolah, dan green fence) kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian konstruksi
pembangunan sesuai perencanaan berlangsung
- Melakukan pendokumentasian .
perawatan peralatan kerja secara
berkala
- Melakukan pendokumentasian
pekerjaan dengan kebisingan tinggi
pada siang hari

75
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
- Melakukan pendokumentasian pagar
keliling lokasi pekerjaan
- Melakukan pencatatan peralatan dan
kegiatan yang menimbulkan bising

Analisis Data :
- Metode pengukuran tingkat
kebisingan dilakukan dengan
integrating sound level meter yang
mempunyai fasilitas pengukuran
LTM5 , yaitu Leq dengan waktu ukur
24 jam
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu menurut Kepmen
LH Nomor 48 Tahun 1996 untuk
kegiatan Sekolah atau sejenisnya
(maks 55 dBA).
Intensitas kebisingan yang Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
dihasilkan tidak melebihi - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
baku mutu berdasarkan barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
KepMen Lingkungan selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
area kerja Sekolah Rakyat
Hidup No.48 Tahun 1996, kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
yaitu : Sekolah atau pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
sejenisnya 55 dB (A) - Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
- Melakukan pendokumentasian bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
penghijauan (penanaman pohon, selama
Pembangunan
taman sekolah, dan green fence) kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian konstruksi

76
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
pembangunan sesuai perencanaan berlangsung
- Melakukan pendokumentasian .
perawatan peralatan kerja secara
berkala
- Melakukan pendokumentasian
pekerjaan dengan kebisingan tinggi
pada siang hari
- Melakukan pendokumentasian pagar
keliling lokasi pekerjaan
- Melakukan pencatatan peralatan dan
kegiatan yang menimbulkan bising

Analisis Data :
- Metode pengukuran tingkat
kebisingan dilakukan dengan
integrating sound level meter yang
mempunyai fasilitas pengukuran
LTM5 , yaitu Leq dengan waktu ukur
24 jam
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu menurut Kepmen
LH Nomor 48 Tahun 1996 untuk
kegiatan Sekolah atau sejenisnya
(maks 55 dBA).
10 Peningkatan Tingkat getaran yang Mobilisasi/ Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Getaran dihasilkan tidak melebihi Demobilisasi - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
baku mutu sesuai Peralatan Dan barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
[Link] No.49 Tahun Material selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
area kerja Sekolah Rakyat
1996 kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat

77
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
- Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
bulan sekali Provinsi/Kabupat
- Melakukan pendokumentasian
en Tiap Lokasi
penghijauan (penanaman pohon, selama
Pembangunan
taman sekolah, dan green fence) kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian konstruksi
pembangunan sesuai perencanaan berlangsung
- Melakukan pendokumentasian .
perawatan peralatan kerja secara
berkala
- Melakukan pendokumentasian
pekerjaan dengan kebisingan tinggi
pada siang hari
- Melakukan pendokumentasian pagar
keliling lokasi pekerjaan
- Melakukan pencatatan peralatan dan
kegiatan yang menimbulkan bising

Analisis Data :
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu menurut
[Link] No.49 Tahun 1996
Tingkat getaran yang Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
dihasilkan tidak melebihi - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
baku mutu sesuai barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
[Link] No.49 Tahun selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
area kerja Sekolah Rakyat
1996 kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas

78
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
- Melakukan pendokumentasian bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
penghijauan (penanaman pohon, selama
Pembangunan
taman sekolah, dan green fence) kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian konstruksi
pembangunan sesuai perencanaan berlangsung
- Melakukan pendokumentasian .
perawatan peralatan kerja secara
berkala
- Melakukan pendokumentasian
pekerjaan dengan kebisingan tinggi
pada siang hari
- Melakukan pendokumentasian pagar
keliling lokasi pekerjaan
- Melakukan pencatatan peralatan dan
kegiatan yang menimbulkan bising

Analisis Data :
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu menurut
[Link] No.49 Tahun 1996
11 Gangguan - Tidak terjadi kerusakan Mobilisasi/ Metode Pengumpulan Data Jalur dan Tapak Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Lalu Lintas jalan akibat Mobilisasi/ Demobilisasi - Melakukan pendokumentasian Proyek Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Demobilisasi peralatan Peralatan Dan rekayasa lalu lintas Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
dan material Material - Melakukan pencatatan Sirkulasi Sekolah Rakyat untuk
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Tidak terjadinya internal dan eksternal lalu lintas Mobilisasi/Demobilis konstruksi an Pembangunan Pembangunan
pengotoran jalan akibat - Melakukan pendokumentasian rambu asi Peralatan dan berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
truk pembawa dan perlengkapan jalan Material Berlangsung Umum  Dinas  Dinas
peralatan/ material yang - Melakukan pendokumentasian papan Pelaporan: Perhubungan Lingkungan

79
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
keluar masuk area pengumuman mengenai keberadaan Setiap 6 Provinsi/Kabupat Hidup
proyek. proyek bulan sekali en Tiap Lokasi Provinsi/Kabupat
- Melakukan penjagaan lalu lintas di selama Pembangunan en Tiap Lokasi
Sekolah Rakyat Pembangunan
pintu gerbang keluar/masuk kegiatan
Sekolah Rakyat
kendaraan proyek konstruksi
- Melakukan pengamanan mobilisasi berlangsung
(yang melintasi akses jalan) tidak .
dilakukan pada jam padat lalu lintas
yaitu pada jam 06.00-07.00, 12.00-
13.00 dan 15.00-16.00)

Analisis Data :
- Melakukan survei lalu lintas dan
menghitung panjang antrian
- Menganalisis kinerja jalan dan
panjang antrian
12 Peningkatan - Tidak terjadi kerusakan Mobilisasi/ Metode Pengumpulan Data Jalur dan Tapak Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kerusakan jalan akibat Demobilisasi - Melakukan pencatatan Mobilisasi / Proyek Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Jalan Mobilisasi/Demobilisa Peralatan Dan Demobilisasi material sesuai dengan Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
si Peralatan dan Material kelas jalan Sekolah Rakyat untuk
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
Material - Melakukan pendokumentasian Mobilisasi/Demobilis konstruksi an Pembangunan Pembangunan
- Tidak terjadinya pembersihan ceceran material bahan asi Peralatan dan berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
pengotoran jalan akibat galian yang ada di jalan Material Berlangsung Umum  Dinas
truk pembawa - Melakukan pendokumentasian Pelaporan: Lingkungan
peralatan/material yang perbaikan jalan yang rusak akibat Setiap 6 Hidup
keluar masuk area kegiatan Mobilisasi/Demobilisasi bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
proyek peralatan dan material selama
Pembangunan
- Elakukan pencatatan pengangkutan kegiatan Sekolah Rakyat
material dengan batas tonase yang konstruksi
diijinkan. berlangsung
.
Analisis Data :

80
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Pengumpulan data kerusakan jalan
berdasarkan visualisasi lapangan Data
kerusakan jalan dianalisis dengan
membandingkan luas kerusakan jalan
terhadap luas jalan keseluruhan yang
ditinjau.
13 Peningkatan Tidak terjadi konflik dalam Mobilisasi/ Metode Pengumpulan Data: Jalur dan Tapak Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Keresahan satu tahun antar Demobilisasi  Melakukan pendokumentasian Proyek Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Masyarakat masyarakat Peralatan Dan pemberian informasi serta pendekatan Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
kepada masyarakat terdampak akibat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
maupun dengan Material Sekolah Rakyat untuk
dari kegiatan mobilisasi/demobilisasi kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
pemerintah Mobilisasi/Demobilis konstruksi an Pembangunan Pembangunan
peralatan dan material asi Peralatan dan
 Melakukan pendokumentasian berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
Material Berlangsung Umum  Dinas
koordinasi kepada warga/desa terkait
Pelaporan: Lingkungan
proses penanganan dampak pada saat
Setiap 6 Hidup
mobilisasi/demobilisasi peralatan dan Provinsi/Kabupat
material untuk meminimalisir dampak bulan sekali
en Tiap Lokasi
keresahan masyarakat selama
Pembangunan
 Melakukan pencatatan evaluasi dan kegiatan Sekolah Rakyat
tindak lanjut keresahan masyarakat konstruksi
 Melakukan wawancara dengan berlangsung
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah .
Rakyat
Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.
 Membandingkan data aduan
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial

81
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
14 Gangguan Tidak adanya Sekolah Pekerjaan Konstruksi Pengelolaan Khusus : Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Rawan Rakyat yang pola RTRW - Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Bencana nya merupakan Rawan konstruksi bangunan khusus tahan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Bencana Gunung Api gempa
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
Tingkat II, Rawan Bencana - Melakukan pencatatan wilayah atau konstruksi an Pembangunan Pembangunan
Gempa Bumi Tingkat lokasi rawan bencana dengan peta berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
Tinggi, dan Pernah Terjadi KRB (Kawasan Rawan Bencana) Umum  Dinas
gempa gunung api dan peta kegempaan Pelaporan: Lingkungan
terbaru. Setiap 6 Hidup
- Melakukan pendokumentasian desain bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
bangunan penting (fasilitas umum, selama
Pembangunan
gudang material, pos kerja) memiliki kegiatan Sekolah Rakyat
struktur yang mampu menahan beban konstruksi
lateral gempa. berlangsung
- Melakukan pendokumentasian desain .
dan material konstruksi tahan gempa
sesuai SNI 1726 dan standar
konstruksi bangunan pendidikan.
- Melakukan pencatatan jadwal
pekerjaan berat (penggalian,
pemadatan tanah) saat kondisi cuaca
stabil untuk mencegah limpasan air
permukaan berlebih.
15 Gangguan - Muka air tanah gambut Pekerjaan Konstruksi Pengelolaan Khusus : Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Hidrologi tidak turun lebih dari - Melakukan pencatatan metode Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman

82
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Gambut batas aman, umumnya konstruksi khusus untuk lahan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
≤ 40 cm dari gambut selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
permukaan tanah - Melakukan pendokumentasian dan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
konstruksi an Pembangunan Pembangunan
- Penurunan tanah pencatatan penggalian tanah gambut
berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
permukaan gambut yang luas dan dalam, terutama di area Umum  Dinas
tidak turun ≥3 cm per dengan ketebalan >1 m. Pelaporan: Lingkungan
tahun - Melakukan pencatatan muka air tanah Setiap 6 Hidup
- Tidak Terjadi Oksidasi tetap pada kedalaman aman bulan sekali Provinsi/Kabupat
Gambut (Warna Air (umumnya 0–40 cm dari permukaan en Tiap Lokasi
selama
Tidak Menghitam tanah). Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
Berlebihan) - Melakukan pendokumentasian konstruksi
monitoring penurunan tanah berlangsung
(subsidence marker) secara berkala. .
16 Penurunan - Debit Sumur/Mata Air Pekerjaan Konstruksi - Melakukan pendokumentasian zona Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Cadangan Tidak Mengalami tangkapan air Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Air Tanah Penurunan - Menyiapkan Surat Izin Penggunaan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
- Parameter seperti pH, Air ke Kementerian ESDM
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
TDS, Fe, dan - Melakukan pencatatan suplai air konstruksi an Pembangunan Pembangunan
kesadahan tetap stabil. minum dari PDAM berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Tidak Terjadi - Melakukan pencatatan pengambilan Umum  Dinas
Penurunan Tanah air tanah agar dibatasi Pelaporan: Lingkungan
(Subsidence) Akibat - Melakukan pencatatan kemiringan Setiap 6 Hidup
Penyusutan Air Tanah lahan agar limpasan air permukaan bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
dapat diarahkan kembali ke area selama
Pembangunan
resapan. kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian paving konstruksi
block berlubang sebagai tempat berlangsung
resapan .

Pengelolaan Khusus Bagi Lokasi


Kegiatan yang Termasuk pada Zona Air
Tanah yang Rusak

83
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
- Melakukan pencatatan dan
pendokuementasian suplai air minum
dari PDAM
17 Peningkatan Terdapat penambahan Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Peluang jumlah usaha  Melakukan pendokumentasian jenis Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Berusaha usaha yang muncul akibat kegiatan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Sekolah Rakyat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
 Melakukan pengumpulan data terkait kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
jumlah usaha yang ada di sekitar Lokasi konstruksi an Pembangunan Pembangunan
operasional Sekolah Rakyat berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
 Melakukan pendokumentasian Umum  Dinas
komunikasi dan koordinasi dengan Pelaporan: Lingkungan
pemerintah desa terkait kegiatan Setiap 6 Hidup
pembangunan Sekolah Rakyat bulan sekali Provinsi/Kabupat
 Melakukan wawancara dengan en Tiap Lokasi
selama
masyarakat di sekitar lokasi Rumah Pembangunan
Susun KM 2 kegiatan Sekolah Rakyat
konstruksi
Analisis Data: berlangsung
 Data jumlah usaha baru di sekitar lokasi .
 membandingkan data jumlah usaha baru
dengan periode pemantauan.
 Membuat tabulasi dan melakukan
Analisa secara deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
18 Penurunan Kebersihan lingkungan Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data: Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Sanitasi terjaga - Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman

84
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Lingkungan fasilitas WC umum bagi pekerja Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
- Melakukan pendokumentasian bak selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
sampah sementara di lokasi area kerja kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
konstruksi an Pembangunan Pembangunan
di beberapa titik lokasi
berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian papan Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
himbauan “tidak membuang sampah Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
sembarangan” Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
- Melakukan pendokumentasian papan bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
himbauan untuk selalu menjaga Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
kebersihan Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
konstruksi
Analisis Data: berlangsung
Data dikumpulkan dengan observasi dan .
pengamatan secara langsung di lapangan.
Selanjutnya data tersebut dianalisis secara
deskriptif kualitatif.
19 Peningkatan Tidak ada peningkatan Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data: Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Prevalensi penyakit ISPA - Melakukan penedokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Penyakit pemeriksaan kesehatan berkala sekali Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
setiap tahun selama tahap konstruksi selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
berlangsung
konstruksi an Pembangunan Pembangunan
- Melakukan pendokumentasian berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
penyuluhan terkait kesehatan dan Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
penyebaran penyakit menular yang Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
mungkin terjadi selama kegiatan Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
konstruksi berlangsung kepada bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
seluruh tenaga kerja yang terlibat Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
dalam proyek tanpa terkecuali kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian konstruksi
larangan kepada pekerja untuk berlangsung
mampir ke tempat–tempat yang .
diduga menjadi sumber penyakit

85
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
- Melakukan pendokumentasian
perbantuan untuk Puskesmas dalam
memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat yang terkena
dampak.

Analisis Data:
Data dikumpulkan dengan observasi dan
pengamatan secara langsung di lapangan.
Selanjutnya data tersebut dianalisis secara
deskriptif kualitatif.
TAHAP OPERASI
1 Peningkatan - Terdapat TPS limbah Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data : Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Timbulan padat domestik - Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Sampah - Tidak adanya timbulan sampah secara terpilah (organik, Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
anorganik, B3 kecil seperti baterai) selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
sampah yang berserakan
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
di lokasi kegiatan - Melakukan pendokumentasian
operasi an Pembangunan Pembangunan
Penerapan pengelolaan sampah berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
- Melakukan pendokumentasian terkait Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
bank sampah sekolah, zero-waste Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
canteen project, pemanfaatan sampah bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
menjadi kompos Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
- Melakukan pendokumentasian tempat kegiatan Sekolah Rakyat
sampah organik dan anorganik secara operasi
terpisah berlangsung
- Melakukan pencatatan Pengangkutan .
sampah menuju TPA bekerjasama
dengan Dinas instansi terkait
- Melakukan pendokumentasian
Pengelolaan sampah dilakukan sesuai
dengan ketentuan UU No. 18 Tahun

86
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
- Melakukan pendokumentasian tanda
larangan membuang sampah
sembarangan
- Menerapkan SOP tentang pengelolaan
limbah domestik

Analisis Data :
- Dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan dilapangan.
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel (tabulasi data) dan
dilakukan analisa.
2 Peningkatan Pengelolaan Limbah B3 Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data : Lokasi TPS Limbah Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Limbah B3 mengacu pada Peraturan - Melakukan pendokumentasian TPS B3 : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Pemerintah Republik Limbah B3 bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
- Melakukan pendokumentasian selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Indonesia No. 22 tahun
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
2021 dan Permen LHK No. pelatihan kepada karyawan dalam
operasi an Pembangunan Pembangunan
06 Tahun 2021 penanganan limbah B3. berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian limbah Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
B3 di tempat penyimpanan sementara Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
limbah B3 sesuai dengan Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
karakteristiknya. bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
- Melakukan pendokumentasian Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
Limbah B3 kepada pihak ketiga yang kegiatan Sekolah Rakyat
telah memperoleh izin pengelolaan operasi
limbah B3 untuk dikelola lebih lanjut. berlangsung
- Melakukan pendokumentasian .
Pengelolaan sampah secara terpilah
(organik, anorganik, B3 kecil seperti
baterai)
- Melakukan pendokumentasian
Penerapan pengelolaan sampah

87
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
prinsip 3R (reduce, reuse, recycle)
- Melakukan pendokumentasian terkait
bank sampah sekolah, zero-waste
canteen project, pemanfaatan sampah
menjadi kompos

Analisis Data :
- Dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan dilapangan.
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel (tabulasi data) dan
dilakukan analisa
3 Penurunan Kualitas air limbah tidak Operasional Sekolah - Melakukan pendokumentasian Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kualitas Air melebihi baku mutu dan Pengelolaan air limbah secara close Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Permukaan mengacu pada Peraturan system mengacu pada Perencanaan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
dari selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Pemerintah RI Nomor 22 Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air
Timbulan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
Air Limbah Tahun 2021 Lampiran Limbah dan melakukan kerjasama operasi an Pembangunan Pembangunan
Baku Mutu Air Limbah pengangkutan dengan pihak ketiga berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan Monitoring Umum  Dinas
kualitas air sungai dan air tanah Pelaporan: Lingkungan
Setiap 6 Hidup
bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
operasi
berlangsung
.
4 Peningkatan - Terkendalinya Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Limpasan pengelolaan air larian  Melakukan pendokumentasian terkait Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Air - Tidak terjadinya Konservasi tanah dan air (lubang Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Permukaan / biopori, sumur resapan) selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
genangan air di sekitar
Run Off  Melakukan pendokumentasian jalan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
tapak proyek operasi an Pembangunan Pembangunan
lingkungan yang menggunakan bahan
berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat

88
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
porous Umum  Dinas
 Melakukan pendokumentasian Pelaporan: Lingkungan
perbanyakan vegetasi Setiap 6 Hidup
 Melakukan pencatatan spesifikasi bulan sekali Provinsi/Kabupat
teknis terkait semua pekerjaan en Tiap Lokasi
selama
 Melakukan pendokumentasian Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
pengerasan lahan operasi
 Melakukan pendokumentasian saluran berlangsung
drainase sementara di sekeliling batas .
luar tapak proyek dengan dimensi
yang mampu menampung limpasan
air saat curah hujan maksimum di
lokasi kegiatan
 Melakukan pencatatan bahwa
persiapan lahan sudah dilaksanakan
secara bertahap dan terencana
 Melakukan pendokumentasian
pemeliharaan saluran drainase.
 Melakukan pencatatan lokasi
berdasarkan persentase lerengnya
 Pengambilan contoh uji kualitas air
permukaan dan air limbah domestik
mengacu pada SNI 8990:2021 dan
SNI 8995:2021

Pengelolaan Khusus :
1. Bagi Daerah Rawan Bencana Abrasi
Pantai Tingkat Tinggi, Jarak Lahan dari
Laut/Pantai Sekitar 250m yaitu :
 Melakukan pendokumentasian
dinding penahan abrasi
 Melakukan pendokumentasian

89
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
pondasi yang kuat dan tahan terhadap
pengaruh erosi tanah oleh air asin.
 Melakukan pendokumentasian sistem
drainase yang diarahkan menjauhi
area pantai agar tidak mempercepat
erosi.
 Melakukan penanaman vegetasi
pantai (cemara, ketapang, pandan
laut) sebagai penahan limpasan dan
angin.
 Melakukan pendokumentasian
bangunan utama sekolah berada pada
area yang paling stabil dan jauh dari
garis abrasi aktif.

2. Bagi Daerah Berpotensi Banjir Rob


dan Historical Banjir Lima Tahunan,
yaitu :
o Melakukan pendokumentasian
penanaman mangrove
o Membuat program mitigasi bencana
banjir rob bersama komunitas, dan
kelompok kerja
o Melakukan pendokumentasian
infrastruktur pengendali banjir
(tanggul, pintu air, kolam retensi)

3. Bagi Daerah yang Jika Hujan Lebat


Pasti Tergenang Karena Dekat Dengan
Sungai Jaraknya ± 500m, yaitu :
o Melakukan pendokumentasian
infrastruktur pengendali banjir

90
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
(tanggul, pintu air, kolam retensi)
o Melakukan pendokumentasian bahwa
pembangunan jauh dari area cekungan
atau jalur aliran air yang menuju
sungai.
o Melakukan pendokumentasian
bangunan dan akses jalan memiliki
kontur yang aman dari limpasan air

Analisis Data:
Pengumpulan data luas lahan tangkapan
hujan dan tutupan lahan dilakukan
pengamatan lapangan, sedangkan data
curah hujan merupakan data sekunder
yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi
terdekat.

Perhitungan air larian menggunakan


Metode Rasional:
Q = 0,278 . C . I . A
5 Peningkatan Terdapat penambahan Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Peluang jumlah usaha  Melakukan pendokumentasian jenis Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Berusaha usaha yang muncul akibat kegiatan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Sekolah Rakyat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
 Melakukan pengumpulan data terkait kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
jumlah usaha yang ada di sekitar Lokasi operasi an Pembangunan Pembangunan
operasional Sekolah Rakyat berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
 Melakukan pendokumentasian Umum  Dinas
komunikasi dan koordinasi dengan Pelaporan: Lingkungan
pemerintah desa terkait kegiatan Setiap 6 Hidup
pembangunan Sekolah Rakyat bulan sekali Provinsi/Kabupat
 Melakukan wawancara dengan en Tiap Lokasi
selama
masyarakat di sekitar lokasi Rumah Pembangunan
Susun KM 2 kegiatan Sekolah Rakyat

91
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
operasi
Analisis Data: berlangsung
 Data jumlah usaha baru di sekitar lokasi .
 membandingkan data jumlah usaha baru
dengan periode pemantauan.
 Membuat tabulasi dan melakukan
Analisa secara deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
6 Peningkatan Pendapatan masyarakat > Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Pendapatan UMK masyarakat di sekitar  Melakukan pencatatan jumlah Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Masyarakat 104 Lokasi Pembangunan pendapatan yang diterima oleh tenaga Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
kerja lokal selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Sekolah Rakyat
 Melakukan pengumpulan data dan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
verifikasi list data jumlah tenaga kerja operasi an Pembangunan Pembangunan
total dan lokal yang terekrut dalam berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
kegiatan pembangunan Sekolah Rakyat Umum  Dinas
 Melakukan wawancara dengan tenaga Pelaporan: Lingkungan
kerja yang terekrut di lokasi Setiap 6 Hidup
pembangunan Sekolah Rakyat bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
selama
Analisis Data: Pembangunan
 Data jumlah pendapatan tenaga kerja kegiatan Sekolah Rakyat
yang terserap. operasi
 Membandingkan data jumlah berlangsung
pendapatan dengan periode .
pemantauan.
 Membuat tabulasi dan melakukan
Analisa secara deskriptif.

92
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
7 Peningkatan Tidak tejadi penolakan Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Persepsi dan oleh masyarakat  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Sikap komunikasi dan koordinasi dengan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Masyarakat pemerintah desa terkait kesempatan selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
kerja kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
 Melakukan pencatatan jumlah tenaga operasi an Pembangunan Pembangunan
kerja lokal berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
 Melakukan pendokumentasian Umum  Dinas
sosialisasi terhadap masyarakat di tiap Pelaporan: Lingkungan
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Setiap 6 Hidup
terkait rencana pembangunan sekolah bulan sekali Provinsi/Kabupat
rakyat en Tiap Lokasi
selama
 Melakukan pendokumentasian Pembangunan
sosialisasi terhadap masyarakat di tiap kegiatan Sekolah Rakyat
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat operasi
tentang rencana rekruitmen tenaga kerja berlangsung
baik kebutuhan, jenis pekerjaan, .
kualifikasi dan persyaratan lainnya
 Melakukan pencatatan evaluasi dan
tindak lanjut aduan masyarakat
 Melakukan wawancara dengan
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah
Rakyat

Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.
 Membandingkan data aduan

93
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
8 Peningkatan Tidak terjadi konflik dalam Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Keresahan satu tahun baik antar warga  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Masyarakat maupun dengan pihak pemberian informasi serta pendekatan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
kepada masyarakat terdampak akibat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
sekolah
dari kegiatan mobilisasi/demobilisasi kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
peralatan dan material operasi an Pembangunan Pembangunan
 Melakukan pendokumentasian berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
Umum  Dinas
koordinasi kepada warga/desa terkait
Pelaporan: Lingkungan
proses penanganan dampak pada saat
Setiap 6 Hidup
mobilisasi/demobilisasi peralatan dan Provinsi/Kabupat
material untuk meminimalisir dampak bulan sekali
en Tiap Lokasi
keresahan masyarakat selama
Pembangunan
 Melakukan pencatatan evaluasi dan kegiatan Sekolah Rakyat
tindak lanjut keresahan masyarakat operasi
 Melakukan wawancara dengan berlangsung
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah .
Rakyat
Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.

94
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
 Membandingkan data aduan
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
9 Peningkatan Terserapnya tenaga kerja Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kesempatan lokal untuk dilibatkan  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Kerja sebagai tenaga kerja sosialisasi terhadap masyarakat di tiap Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
operasional
tentang rencana rekruitmen tenaga kerja kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
 Melakukan pengumpulan data dan operasi an Pembangunan Pembangunan
verifikasi list data jumlah tenaga kerja berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
total dan lokal yang terekrut dalam Umum  Dinas Tenaga  Dinas
kegiatan pembangunan Sekolah Rakyat Pelaporan: Kerja Lingkungan
 Melakukan pendokumentasian Setiap 6 Provinsi/Kabupat Hidup
komunikasi dan koordinasi pemerintah bulan sekali en Tiap Lokasi Provinsi/Kabupat
desa terkait penerimaan tenaga kerja Pembangunan en Tiap Lokasi
selama
 Melakukan pendokumentasian Sekolah Rakyat Pembangunan
pengumuman lowongan kerja di social kegiatan Sekolah Rakyat
media ataupun dinas tenaga kerja operasi
 Melakukan wawancara dengan berlangsung
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah .
Rakyat

Analisis Data:

95
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
 Data jumlah tenaga kerja lokal
dibandingkan dengan data jumlah tenga
kerja total
 Membuat tabulasi dan melakukan
analisa secara deskriptif
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005
10 Penurunan Kebersihan lingkungan Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Sanitasi terjaga - Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Lingkungan fasilitas WC umum bagi pekerja Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
- Melakukan pendokumentasian bak selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
sampah sementara di lokasi area kerja
operasi an Pembangunan Pembangunan
di beberapa titik lokasi berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian papan Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
himbauan “tidak membuang sampah Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
sembarangan” Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
- Melakukan pendokumentasian papan bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
himbauan untuk selalu menjaga Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
kebersihan kegiatan Sekolah Rakyat
operasi
Analisis Data: berlangsung
Data dikumpulkan dengan observasi dan .
pengamatan secara langsung di lapangan.
Selanjutnya data tersebut dianalisis secara
deskriptif kualitatif.
11 Gangguan Kemacetan tidak terjadi Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data Jalur dan Tapak Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas

96
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Lalu Lintas dan lalu lintas di sekitar - Melakukan pendokumentasian Proyek Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
lokasi kegiatan lancar rekayasa lalu lintas Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
- Melakukan pencatatan Sirkulasi Sekolah Rakyat untuk selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
internal dan eksternal lalu lintas Mobilisasi/Demobilis
operasi an Pembangunan Pembangunan
- Melakukan pendokumentasian rambu asi Peralatan dan berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
dan perlengkapan jalan Material Berlangsung Umum  Dinas  Dinas
- Melakukan pendokumentasian papan Pelaporan: Perhubungan Lingkungan
pengumuman mengenai keberadaan Setiap 6 Provinsi/Kabupat Hidup
proyek bulan sekali en Tiap Lokasi Provinsi/Kabupat
- Melakukan penjagaan lalu lintas di Pembangunan en Tiap Lokasi
selama
Sekolah Rakyat Pembangunan
pintu gerbang keluar/masuk kegiatan Sekolah Rakyat
kendaraan proyek operasi
- Melakukan pengamanan mobilisasi berlangsung
(yang melintasi akses jalan) tidak .
dilakukan pada jam padat lalu lintas
yaitu pada jam 06.00-07.00, 12.00-
13.00 dan 15.00-16.00)

Analisis Data :
- Melakukan survei lalu lintas dan
menghitung panjang antrian
- Menganalisis kinerja jalan dan
panjang antrian
12 Penurunan - Debit Sumur/Mata Air Operasional Sekolah - Melakukan pendokumentasian zona Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Cadangan Tidak Mengalami tangkapan air Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Air Tanah Penurunan - Menyiapkan Surat Izin Penggunaan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
- Parameter seperti pH, Air ke Kementerian ESDM
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
TDS, Fe, dan - Melakukan pencatatan suplai air operasi an Pembangunan Pembangunan
kesadahan tetap stabil. minum dari PDAM berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Tidak Terjadi - Melakukan pencatatan pengambilan Umum  Dinas
Penurunan Tanah air tanah agar dibatasi Pelaporan: Lingkungan
(Subsidence) Akibat - Melakukan pencatatan kemiringan Setiap 6 Hidup

97
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Penyusutan Air Tanah lahan agar limpasan air permukaan bulan sekali Provinsi/Kabupat
dapat diarahkan kembali ke area selama en Tiap Lokasi
resapan. kegiatan Pembangunan
Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian paving operasi
block berlubang sebagai tempat berlangsung
resapan .

Pengelolaan Khusus Bagi Lokasi


Kegiatan yang Termasuk pada Zona Air
Tanah yang Rusak
- Melakukan pencatatan dan
pendokuementasian suplai air minum
dari PDAM
Dampak Lainnya Yang Dikelola

TAHAP PRA KONSTRUKSI


1 Peningkatan Tidak terjadi penolakan Sosialisasi Rencana Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Persepsi dan oleh masyarakat Kegiatan  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Sikap komunikasi dan koordinasi dengan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
Masyarakat pemerintah desa terkait kesempatan selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
kerja kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
 Melakukan pencatatan jumlah tenaga pra an Pembangunan Pembangunan
kerja lokal konstruksi Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
 Melakukan pendokumentasian berlangsung Umum  Dinas
sosialisasi terhadap masyarakat di tiap Lingkungan
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Pelaporan: Hidup
terkait rencana pembangunan sekolah Setiap 6 Provinsi/Kabupat
rakyat bulan sekali en Tiap Lokasi
 Melakukan pendokumentasian Pembangunan
selama
sosialisasi terhadap masyarakat di tiap Sekolah Rakyat
lokasi pembangunan Sekolah Rakyat kegiatan
tentang rencana rekruitmen tenaga kerja pra
baik kebutuhan, jenis pekerjaan, konstruksi
kualifikasi dan persyaratan lainnya berlangsung

98
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
 Melakukan pencatatan evaluasi dan .
tindak lanjut aduan masyarakat
 Melakukan wawancara dengan
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah
Rakyat

Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.
 Membandingkan data aduan
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
TAHAP KONSTRUKSI
1 Penurunan Kualitas air limbah tidak Pembebasan dan - Melakukan pendokumentasian Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kualitas Air melebihi baku mutu dan Penyiapan Lahan Pengelolaan air limbah secara close Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Permukaan mengacu pada Peraturan system mengacu pada Perencanaan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
dari selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Pemerintah RI Nomor 22 Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air
Timbulan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
Air Limbah Tahun 2021 Lampiran Limbah dan melakukan kerjasama konstruksi an Pembangunan Pembangunan
Baku Mutu Air Limbah pengangkutan dengan pihak ketiga berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan Monitoring Umum  Dinas
kualitas air sungai dan air tanah Pelaporan: Lingkungan
Setiap 6 Hidup

99
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
bulan sekali Provinsi/Kabupat
selama en Tiap Lokasi
kegiatan Pembangunan
Sekolah Rakyat
konstruksi
berlangsung
.
2 Peningkatan - Terdapat TPS limbah Pembebasan dan Metode Pengumpulan Data : Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Timbulan padat domestik Penyiapan Lahan - Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Sampah - Tidak adanya timbulan sampah secara terpilah (organik, Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
anorganik, B3 kecil seperti baterai) selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
sampah yang berserakan
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
di lokasi kegiatan - Melakukan pendokumentasian
konstruksi an Pembangunan Pembangunan
Penerapan pengelolaan sampah berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
- Melakukan pendokumentasian terkait Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
bank sampah sekolah, zero-waste Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
canteen project, pemanfaatan sampah bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
menjadi kompos Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
- Melakukan pendokumentasian tempat kegiatan Sekolah Rakyat
sampah organik dan anorganik secara konstruksi
terpisah berlangsung
- Melakukan pencatatan Pengangkutan .
sampah menuju TPA bekerjasama
dengan Dinas instansi terkait
- Melakukan pendokumentasian
Pengelolaan sampah dilakukan sesuai
dengan ketentuan UU No. 18 Tahun
2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
- Melakukan pendokumentasian tanda
larangan membuang sampah
sembarangan
- Menerapkan SOP tentang pengelolaan
limbah domestik

100
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul

Analisis Data :
- Dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan dilapangan.
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel (tabulasi data) dan
dilakukan analisa.
- Terdapat TPS limbah Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data : Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
padat domestik - Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
- Tidak adanya timbulan sampah secara terpilah (organik, Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
anorganik, B3 kecil seperti baterai) selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
sampah yang berserakan
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
di lokasi kegiatan - Melakukan pendokumentasian
konstruksi an Pembangunan Pembangunan
Penerapan pengelolaan sampah berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
- Melakukan pendokumentasian terkait Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
bank sampah sekolah, zero-waste Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
canteen project, pemanfaatan sampah bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
menjadi kompos Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
- Melakukan pendokumentasian tempat kegiatan Sekolah Rakyat
sampah organik dan anorganik secara konstruksi
terpisah berlangsung
- Melakukan pencatatan Pengangkutan .
sampah menuju TPA bekerjasama
dengan Dinas instansi terkait
- Melakukan pendokumentasian
Pengelolaan sampah dilakukan sesuai
dengan ketentuan UU No. 18 Tahun
2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
- Melakukan pendokumentasian tanda
larangan membuang sampah
sembarangan
- Menerapkan SOP tentang pengelolaan
limbah domestik

101
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul

Analisis Data :
- Dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan dilapangan.
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel (tabulasi data) dan
dilakukan analisa.
3 Peningkatan Tidak terjadi konflik dalam Pekerjaan Konstruksi Metode Pengumpulan Data: Desa Sekitar Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Keresahan satu tahun antar  Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Masyarakat masyarakat pemberian informasi serta pendekatan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
kepada masyarakat terdampak akibat selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
maupun dengan
dari kegiatan mobilisasi/demobilisasi kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
pemerintah konstruksi an Pembangunan Pembangunan
peralatan dan material
 Melakukan pendokumentasian berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
Umum  Dinas
koordinasi kepada warga/desa terkait
Pelaporan: Lingkungan
proses penanganan dampak pada saat
Setiap 6 Hidup
mobilisasi/demobilisasi peralatan dan Provinsi/Kabupat
material untuk meminimalisir dampak bulan sekali
en Tiap Lokasi
keresahan masyarakat selama
Pembangunan
 Melakukan pencatatan evaluasi dan kegiatan Sekolah Rakyat
tindak lanjut keresahan masyarakat konstruksi
 Melakukan wawancara dengan berlangsung
masyarakat di sekitar lokasi Sekolah .
Rakyat
Analisis Data:
 Data jumlah aduan masyarakat.
 Membandingkan data aduan
Masyarakat dengan periode
pemantauan.
 Membuat tabulasi untuk mengetahui
persentase persepsi positif Masyarakat
dan melakukan Analisa secara
deskriptif.
 Hasil pemantauan dengan
membandingkan kondisi sosial

102
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
masyarakat dibandingkan dari waktu ke
waktu untuk melihat kecenderungan
perubahan kualitas lingkungan sosial
dan tingkat kritis.
 Pedoman Pelaporan RKL RPL/
Pedoman Pelaksanaan Persetujuan
Lingkungan sesuai KepmenLH No.45
tahun 2005.
TAHAP OPERASIONAL
1 Penurunan Parameter kualitas udara Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kualitas tidak melebihi baku mutu - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Udara sesuai dengan PP RI No. barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
22 Tahun 2021 (Lampiran area kerja Sekolah Rakyat
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
VII) - Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
- Melakukan pencatatan kendaraan bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
sesuai standar dan laik jalan serta selama
Pembangunan
lolos uji emisi kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan waktu operasional
mobilisasi/demobilisasi agar tidak berlangsung
berada diluar jam sibuk/pick hour .
- Melakukan pendokumentasian
penyiraman minimal 2 kali sehari
menggunakan water spraying truck
pada ban kendaraan di area yang
terkena lumpur/tanah
- Melakukan pendokumentasian
kendaraan bak terbuka yang ditutup
dengan terpal secara sempurna untuk
mencegah debu dari material yang

103
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
diangkut beterbangan/berceceran
- Melakukan pendokumentasian
pembersihan rute yang terkena
ceceran material terutama area untuk
kendaraan keluar masuk proyek
- Melakukan pencatatan pengaduan
masyarakat jika terjadi kelalaian
dalam berkendara
- Melakukan pendokumentasian
penghijauan (penanaman pohon,
taman sekolah, dan green fence)

Analisis Data :
Dengan melakukan uji laboratorium
menggunakan metode analisis:
- Metode yang digunakan untuk
menguji SO2 adalah Pararosanilin
dengan menggunakan alat
spektrofotometer
- Metode yang digunakan untuk
menguji CO adalah NDR dengan
menggunakan alat NDR Analyser.
- Metode yang digunakan untuk
menguji NO2 adalah Saltzman
dengan menggunakan alat
spektrofotometer.
- Metode yang digunakan untuk
menguji O3 adalah
Chemiluminescent dengan
menggunakan alat
spektrofotometer.
- Metode yang digunakan untuk

104
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
menguji TSP adalah Gravimetric
dengan menggunakan alat Hi-Vol.
Data yang diperoleh dicatat dalam bentuk
tabel (tabulasi data) dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu PP RI 22 Tahun 2021.
2 Peningkatan Intensitas kebisingan yang Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data Tapak Proyek dan Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kebisingan dihasilkan tidak melebihi - Melakukan pendokumentasian Desa Sekitar Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
baku mutu berdasarkan barrier/penyekat sementara di sekitar Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
KepMen Lingkungan selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
area kerja Sekolah Rakyat
Hidup No.48 Tahun 1996, kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Melakukan pendokumentasian konstruksi an Pembangunan Pembangunan
yaitu : Sekolah atau pondasi bore pile berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
sejenisnya 55 dB (A) - Melakukan pencatatan kecepatan Umum  Dinas
kendaaan maksimum 25 km/jam pada Pelaporan: Lingkungan
saat pengangkutan Setiap 6 Hidup
- Melakukan pendokumentasian bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
penghijauan (penanaman pohon, selama
Pembangunan
taman sekolah, dan green fence) kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian operasional
pembangunan sesuai perencanaan berlangsung
- Melakukan pendokumentasian .
perawatan peralatan kerja secara
berkala
- Melakukan pendokumentasian
pekerjaan dengan kebisingan tinggi
pada siang hari
- Melakukan pendokumentasian pagar
keliling lokasi pekerjaan
- Melakukan pencatatan peralatan dan
kegiatan yang menimbulkan bising

Analisis Data :

105
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
- Metode pengukuran tingkat
kebisingan dilakukan dengan
integrating sound level meter yang
mempunyai fasilitas pengukuran
LTM5 , yaitu Leq dengan waktu ukur
24 jam
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel dan dilakukan analisa
komparasi, kemudian dibandingkan
dengan baku mutu menurut Kepmen
LH Nomor 48 Tahun 1996 untuk
kegiatan Sekolah atau sejenisnya
(maks 55 dBA).
3 Penurunan Kualitas air limbah tidak Operasional Sekolah - Melakukan pendokumentasian Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kualitas Air melebihi baku mutu dan Pengelolaan air limbah secara close Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Permukaan mengacu pada Peraturan system mengacu pada Perencanaan Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
dari selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Pemerintah RI Nomor 22 Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air
Timbulan kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
Limbah Cair Tahun 2021 Lampiran Limbah dan melakukan kerjasama konstruksi an Pembangunan Pembangunan
Baku Mutu Air Limbah pengangkutan dengan pihak ketiga berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
- Melakukan pencatatan Monitoring Umum  Dinas
kualitas air sungai dan air tanah Pelaporan: Lingkungan
Setiap 6 Hidup
bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
operasional
berlangsung
.
4 Penurunan Parameter kualitas air Operasional Sekolah - Melakukan pendokumentasian Tandon Air Bersih Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Kualitas Air bersih tidak melebihi baku perawatan pada tendon air dan bak Sekolah Rakyat : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Bersih mutu sesuai dengan penampung air. bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Peraturan Menteri - Melakukan pendokumentasian
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi

106
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
Kesehatan RI No 32 Tahun pengecekan pada jalur pipa. konstruksi an Pembangunan Pembangunan
2017 - Melakukan pendokumentasian berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
pengecekan pada sumber air (layak Umum  Dinas
Pelaporan: Lingkungan
atau tidaknya di gunakan)
Setiap 6 Hidup
bulan sekali Provinsi/Kabupat
en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
kegiatan Sekolah Rakyat
operasional
berlangsung
.
5 Gangguan - Tidak terjadi Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data Jalur dan Tapak Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Lalu Lintas penutupan jalan yang - Melakukan pendokumentasian Proyek Lokasi : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
menghambat aktivitas rekayasa lalu lintas Pembangunan bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
dan aksesibilitas warga - Melakukan pencatatan Sirkulasi Sekolah Rakyat
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
- Tidak terjadi internal dan eksternal lalu lintas operasional an Pembangunan Pembangunan
kemacetan - Melakukan pendokumentasian rambu berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
dan perlengkapan jalan Umum  Dinas  Dinas
- Melakukan pendokumentasian papan Pelaporan: Perhubungan Lingkungan
pengumuman mengenai keberadaan Setiap 6 Provinsi/Kabupat Hidup
proyek bulan sekali en Tiap Lokasi Provinsi/Kabupat
Pembangunan en Tiap Lokasi
- Melakukan penjagaan lalu lintas di selama
Sekolah Rakyat Pembangunan
pintu gerbang keluar/masuk kegiatan Sekolah Rakyat
kendaraan proyek operasional
- Melakukan pengamanan mobilisasi berlangsung
(yang melintasi akses jalan) tidak .
dilakukan pada jam padat lalu lintas
yaitu pada jam 06.00-07.00, 12.00-
13.00 dan 15.00-16.00)

Analisis Data :
- Melakukan survei lalu lintas dan

107
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
menghitung panjang antrian
- Menganalisis kinerja jalan dan
panjang antrian
6 Peningkatan Tidak terjadi kebakaran Operasional Sekolah - Melakukan pendokumentasian Alat Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Bahaya pemadam api ringan harus dipasang Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Kebakaran sesuai dengan : Peraturan Menteri Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
Pekerjaan Umum, Nomor
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
26/PRT/M/2008, tentang Persyaratan konstruksi an Pembangunan Pembangunan
teknis sistem proteksi kebakaran pada berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
bangunan gedung dan lingkungan. Umum  Damkar  Dinas
- Melakukan pencatatan dan Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
pendokumentasian SOP tentang Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
penanggulangan kebakaran. bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
- Melakukan pendokumentasian selama
Pembangunan
pemasangan tanda bahaya kebakaran kegiatan Sekolah Rakyat
di area rentan kebakaran. operasional
- Melakukan pemasangan petunjuk berlangsung
arah jalur evakuasi. .
7 Peningkatan Tidak ada peningkatan Operasional Sekolah Metode Pengumpulan Data: Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Prevalensi penyakit ISPA - Melakukan penedokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Penyakit pemeriksaan kesehatan berkala sekali Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
setiap tahun selama tahap konstruksi selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
berlangsung
konstruksi an Pembangunan Pembangunan
- Melakukan pendokumentasian berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
penyuluhan terkait kesehatan dan Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
penyebaran penyakit menular yang Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
mungkin terjadi selama kegiatan Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
konstruksi berlangsung kepada bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
seluruh tenaga kerja yang terlibat Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
dalam proyek tanpa terkecuali kegiatan Sekolah Rakyat
- Melakukan pendokumentasian operasional
larangan kepada pekerja untuk berlangsung

108
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
mampir ke tempat–tempat yang .
diduga menjadi sumber penyakit
- Melakukan pendokumentasian
perbantuan untuk Puskesmas dalam
memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat yang terkena
dampak.

Analisis Data:
Data dikumpulkan dengan observasi dan
pengamatan secara langsung di lapangan.
Selanjutnya data tersebut dianalisis secara
deskriptif kualitatif.
8 Peningkatan - Terdapat TPS limbah Perawatan Sekolah Metode Pengumpulan Data : Tapak Proyek Lokasi Pemantauan Direktorat  Dinas  Dinas
Timbulan padat domestik Beserta Fasilitasnya - Melakukan pendokumentasian Pembangunan : Setiap 6 Jenderal Lingkungan Penanaman
Sampah - Tidak adanya timbulan sampah secara terpilah (organik, Sekolah Rakyat bulan sekali Prasarana Hidup Modal dan PTSP
anorganik, B3 kecil seperti baterai) selama Strategis Provinsi/Kabupat Provinsi Tiap
sampah yang berserakan
kegiatan Kementeri en Tiap Lokasi Lokasi
di lokasi kegiatan - Melakukan pendokumentasian
konstruksi an Pembangunan Pembangunan
Penerapan pengelolaan sampah berlangsung Pekerjaan Sekolah Rakyat Sekolah Rakyat
prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) Umum  Dinas Kesehatan  Dinas
- Melakukan pendokumentasian terkait Pelaporan: Provinsi/Kabupat Lingkungan
bank sampah sekolah, zero-waste Setiap 6 en Tiap Lokasi Hidup
canteen project, pemanfaatan sampah bulan sekali Pembangunan Provinsi/Kabupat
menjadi kompos Sekolah Rakyat en Tiap Lokasi
selama
Pembangunan
- Melakukan pendokumentasian tempat kegiatan Sekolah Rakyat
sampah organik dan anorganik secara operasional
terpisah berlangsung
- Melakukan pencatatan Pengangkutan .
sampah menuju TPA bekerjasama
dengan Dinas instansi terkait
- Melakukan pendokumentasian
Pengelolaan sampah dilakukan sesuai

109
RKL - RPL Sekolah Rakyat
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
Jenis
No
Dampak Indikator/ Metode Pengumpulan dan Analisis Waktu dan
. Sumber Dampak Lokasi Pemantauan Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
yang Parameter Data Frekuensi
Timbul
dengan ketentuan UU No. 18 Tahun
2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
- Melakukan pendokumentasian tanda
larangan membuang sampah
sembarangan
- Menerapkan SOP tentang pengelolaan
limbah domestik

Analisis Data :
- Dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan dilapangan.
- Data yang diperoleh dicatat dalam
bentuk tabel (tabulasi data) dan
dilakukan analisa.

110
RKL - RPL Sekolah Rakyat
111
RKL - RPL Sekolah Rakyat

Anda mungkin juga menyukai