SISTEM GERAK
MAKHLUK
HIDUP
MANUSIA & HEWAN
Najla Hafisha
PERKENALAN Aprilia Maya
ANGGOTA
Somanassa B.S.
DEFINISI SISTEM GERAK
Definisi umum dari sistem gerak pada makhluk hidup adalah
sekumpulan organ atau sel yang bekerja sama untuk
menghasilkan perubahan posisi, baik sebagian atau seluruh
tubuh, sebagai respons terhadap rangsangan (stimulus) dari
dalam maupun luar. Sistem ini memungkinkan makhluk hidup
untuk berinteraksi dengan lingkungannya dan menjalankan
fungsi vital.
MATERI:
1. Sistem Gerak pada Manusia
2. Sistem Gerak pada Hewan
SISTEM GERAK MANUSIA
Sistem gerak pada manusia merupakan
satu kesatuan organ yang bekerja sama
untuk mendukung tubuh manusia
melakukan suatu gerakan. Sistem
gerak pada manusia terdiri dari tulang,
sendi dan otot.
KOMPONEN UTAMA SISTEM GERAK MANUSIA
TULANG SENDI
OTOT
TULANG
Tulang disebut sebagai alat gerak pasif, karena tulang
hanya dapat bergerak apabila digerakkan oleh otot.
Tulang merupakan jaringan hidup yang dapat tumbuh
dan berkembang. Rangka tulang tersusun dari protein
yang diperkuat oleh mineral kalsium. Bagian luar tulang
dilapisi oleh jaringan yang mengandung pembuluh darah
kecil dan saraf.
FUNGSI UTAMA
TULANG
Menyusun rangka tubuh.
Memberikan bentuk pada tubuh.
Melindungi organ-organ vital.
Menopang dan menegakkan tubuh.
Tempat melekatnya otot rangka.
Sumsum merah tulang membentuk sel-sel
darah.
Menyimpan mineral, terutama kalsium dan
fosfat.
Menyimpan cadangan energi berupa lemak di
sumsum kuning.
PEMBENTUKAN TULANG (OSIFIKASI)
Osifikasi adalah proses pembentukan tulang
yang dimulai sejak janin berusia 6–7 minggu.
Sel mesenkim membentuk osteoblas jika ada
pembuluh darah, dan kondroblas jika tidak
ada. Setelah terbentuk tulang rawan,
osteoblas berubah menjadi osteosit yang
membuat tulang menjadi keras.
Jenis - Jenis JENIS TULANG BERDASARKAN BENTUKNYA
TULANG 1. Tulang Pipa (Panjang)
Bentuk seperti tabung, berongga di tengah
Contoh: paha (femur), hasta (ulna), pengumpil (radius),
tulang kering (tibia)
2. Tulang Pipih
Tipis dan lebar, melindungi organ
Contoh: tengkorak, belikat, dada, rusuk
3. Tulang Pendek
Bentuk kubus, kecil dan pendek
Contoh: pergelangan tangan, kaki, ruas tulang
belakang
4. Tulang Tidak Beraturan
Bentuk unik, tidak termasuk kategori lain
Contoh: tulang wajah, rahang bawah, tulang belakang
BERDASARKAN JARINGAN PENYUSUN & SIFAT FISIK
Jenis - Jenis
1. Tulang Rawan
TULANG Lentur dan lembut, banyak ditemukan pada bayi.
Sedikit kalsium, mudah dibentuk.
Jenisnya:
Hialin: di ujung tulang dan trakea.
Elastis: di telinga dan hidung.
2. Tulang Keras Serabut: di antara ruas tulang belakang.
Padat dan kuat, menyusun rangka utama tubuh.
Mengandung kalsium, tidak lentur.
Terdiri dari:
Osteoblas: pembentuk tulang baru.
Osteosit: sel tulang dewasa. 3. Tulang Penyusun Rangka Tubuh
a. Tulang Kepala (Tengkorak): Melindungi otak dan bagian wajah.
Osteoklas: penghancur tulang lama.
Contoh: tulang pipi, rahang, hidung, dahi.
b. Tulang Badan: Melindungi organ penting seperti jantung dan paru-
paru.
Contoh: tulang belakang, rusuk, dada, panggul.
c. Tulang Gerak: Membantu kita bergerak.
Tangan: tulang lengan atas, pengumpil, hasta.
Kaki: tulang paha, betis, tulang kering.
OTOT
Otot adalah jaringan berserat yang berfungsi untuk
menggerakkan tubuh, menjaga postur, serta
menggerakkan organ dalam seperti jantung, ginjal, dan
kandung kemih. Otot disebut alat gerak aktif karena
dapat berkontraksi. Ketika berkontraksi, otot akan
memendek, dan saat relaksasi otot akan kembali
memanjang.
FUNGSI
UTAMA OTOT a. Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot
untuk memendek ketika bekerja.
b. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot
untuk memanjang melebihi ukuran semula.
c. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk
kembali ke ukuran semula setelah
berkontraksi.
JENIS-JENIS OTOT
Otot Lurik Otot jantung
Dikenal juga sebagai otot Mempunyai struktur mirip dengan
serat lintang karena otot lurik, tetapi serabutnya
memiliki garis terang dan bercabang dan saling berhubungan.
gelap. Otot ini bekerja di Otot ini bekerja tanpa disadari dan
bawah kesadaran manusia. hanya terdapat pada jantung.
Otot Polos
Dikenal sebagai otot tak sadar
karena bekerja otomatis tanpa
dikendalikan [Link] ini
terdapat pada organ dalam seperti
pembuluh darah, saluran pernapasan
FUNGSI OTOT
Otot dapat berkontraksi karena adanya
rangsangan dari saraf. Biasanya, kontraksi
tidak disebabkan oleh satu rangsangan
saja, tetapi oleh rangsangan berulang yang
saling memperkuat. Keadaan di mana otot
menegang terus-menerus disebut tetanus.
SENDI
Tulang-tulang dalam tubuh manusia saling terhubung
melalui sendi. Sendi memungkinkan terjadinya berbagai
gerakan seperti menekuk, memutar, atau melipat bagian
tubuh. Tanpa sendi, tubuh tidak akan bisa bergerak.
Berdasarkan kemampuannya bergerak, sendi dibedakan
menjadi tiga jenis.
JENIS SENDI BERDASARKAN KEMAMPUAN GERAK
Sendi Mati(Sinartrosis)
Hubungan antartulang yang
tidak memungkinkan
adanya gerakan
Sendi gerak(Diartrosis)
Hubungan antartulang yang
memungkinkan terjadinya banyak
gerakan/gerakan bebas
Sendi Kaku(Amfiartrosis)
Hubungan antartulang yang
memungkinkan gerakan
terbatas
SISTEM GERAK HEWAN
Sistem gerak hewan adalah
kemampuan tubuh hewan untuk
berpindah tempat secara aktif. Gerakan
ini terjadi karena adanya rangka yang
menopang tubuh dan menjadi tempat
melekatnya otot, sehingga tubuh bisa
digerakkan dengan bebas.
Sistem Gerak Pada Hewan
Sistem Gerak Pada Invertebrata
Invertebrata umumnya tidak memiliki
endoskeleton (kerangka internal) yang
terbuat dari tulang, namun mereka
mengandalkan eksoskeleton untuk
dukungan struktural dan perlindungan,
Sistem Gerak Pada Vertebrata
Hewan vertebrata memiliki sistem rangka
dalam (endoskeleton) yang berfungsi untuk
menopang berat tubuh dan memungkinkan
pertumbuhan seiring perkembangan tubuh.
1. Sistem Gerak Pada Invertebrata
1. Gerak Amoeboid 2. Gerak Flagel
Gerak amoeboid adalah cara bergerak khas Gerak flagel dilakukan dengan flagel,
amoeba dan beberapa protozoa. Sel organel panjang seperti cambuk yang
amoeboid mengubah bentuk tubuhnya berfungsi menggerakkan sel. Gerak ini khas
dengan menonjolkan dan menarik pada organisme kelas Mastigophora
pseudopodia atau kaki semu dari berbagai sisi (Flagellata) dan juga ditemukan pada sel
sel. Gerakan ini terjadi karena perubahan sperma, koanosit Porifera, serta beberapa
bentuk ektoplasma yang padat dan sel hewan lain. Ayunan flagel membantu sel
endoplasma yang lebih cair. Hanya satu bergerak di dalam cairan. Hampir semua
pseudopodia yang dominan menentukan arah filum hewan memiliki anggota yang
gerak, dan amoeba tidak memiliki bagian menggunakan flagel, kecuali Nematoda dan
depan tetap karena pseudopodia bisa muncul Arthropoda.
di mana saja.
2. SISTEM GERAK PADA VERTEBRATA
a. Burung: bergerak b. Ikan: memiliki tubuh c. Katak (Amphibi):
dengan sayap dan otot streamline, sirip, dan melompat dan berenang
dada yang kuat untuk gelembung renang untuk menggunakan tungkai
terbang. berenang. belakang yang kuat.
2. SISTEM GERAK PADA VERTEBRATA
d. Ular (Reptil): merayap e. Kuda (Mamalia): berjalan
dengan tubuh lentur dan dan berlari dengan
otot elastis koordinasi otot tungkai yang
kuat.
VIDEO SISTEM GERAK MANUSIA
VIDEO SISTEM GERAK HEWAN
Sesi
Tanya Jawab
Kesimpulan
Pada manusia, gerakan dihasilkan oleh sinergi antara
tulang, sendi, dan otot. Otot sebagai alat gerak aktif
menggerakkan tulang sebagai alat gerak pasif,
sehingga tubuh dapat melakukan berbagai aktivitas.
Hewan dapat bergerak aktif karena adanya kerja
sama antara rangka dan otot yang berfungsi sebagai
penopang serta alat gerak. Setiap jenis hewan
memiliki sistem gerak yang berbeda sesuai dengan
karakteristiknya.
Terima
Kasih