PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
1
TRANSDUCER & SENSOR
Tranducers adalah peralatan yang dapat mengubah energi dari satu bentuk ke
bentuk lainnya.
Tranducers dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Input Tranducers. Electric-Input Tranducers mengubah energi non-listrik
seperti suara, cahaya menjadi energi listrik.
2. Output Tranducers. Electric-Output Tranducers merupakan kebalikan dari
Electric-Input Tranducers.
Terdapat tipe-tipe tranducers yang dipergunakan untuk mengkonversi energi
mekanik, magnetik, panas, optik, ataupun kimia menjadi arus dan tegangan
listrik.
Sensor adalah peralatan yang dipergunakan untuk mendeteksi ataupun
mengukur ukuran dari sesuatu. Sensor umumnya dikategorikan menurut apa
yang diukur dan sangat berperan penting dalam proses pengendali manufaktur
modern.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
2
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
3
1.1. Proximity Sensor
Proximity Sensor merupakan sensor yang mendeteksi keberadaan dari suatu
objek tanpa melakukan kontak fisik.
Proximity sensor ini akan dipergunakan dalam kondisi :
– Objek yang akan dideteksi terlalu kecil.
– Respons cepat dan kecepatan switching diperlukan, misalnya dalam
menghitung, ataupun ejection control applications.
– Objek harus diindra melalui pembatas non metalik, seperti kaca, plastik dan
kartor kertas.
– Lingkungan yang berbahaya, dimana sistem terproteksi dengan baik, dan
tidak diharapkan adanya kontak mekanik.
– Jika dibutuhkan saklar yang panjang umur dan andal
– Sistem pengendali elektronik cepat yang membutuhkan signal masukan
bebas pantulan.
o Inductive Proximity Sensor adalah peralatan sensor yang diaktifkan oleh
objek logam. Inductive Sensor ini dapat diaktifkan baik dalam posisi aksial
ataupun radial.
o Capacitive Proximity Sensor adalah sensor yang diaktifkan oleh material
konduktif ataupun non-konduktif, seperti kayu, plastik, cairan, gula, tepung,
ataupun gandum.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
4
Inductive Proximity Sensor
Capacitive Proximity Sensor
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
5
1.2. Magnetic switch (reed relay)
Switch magnetic atau sering juga disebut sebagai reed-relay. Sensor ini terdiri
dari dua plat kontak yang terproteksi penuh dalam ruang kaca yang mempunyai
gas proteksi. Reed relays ini cepat, lebih andal, dan menghasilkan
penyimpangan yang lebih kecil dibandingkan dengan saklar elektromekanik
konvensional.
Sensor cahaya yang paling sering dijumpai adalah photovoltaic atau sel solar,
dimana peralatan ini mengkonversi energi cahaya menjadi energi listrik.
Photoconductive (Photoresistive) cell merupakan salah satu tranducers
cahaya yang sering dipergunakan. Energi cahaya yang jatuh pada sel
photoconductive akan mengakibatkan perubahan resistansi pada sel, jika cahaya
sedang gelap, maka resistansi akan tinggi, demikian juga sebaliknya.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
6
Terdapat dua tipe utama dari sensor photoelektrik ini, yaitu:
1. Reflective-type photoelectric sensor, dipergunakan untuk mendeteksi cahaya
yang dipantulkan dari objek
2. Through-beam photoelectric sensor, dipergunakan untuk mengukur
perubahan kuantitas cahaya yang diakibatkan dari adanya objek yang
melewati aksis optiknya.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
7
Fasilitas yang disediakan oleh sensor photoelektrik antara lain :
1. Deteksi non-kontak. Proses deteksi ini tidak akan mengakibatkan kerusakan
baik pada target ataupun sensor.
2. Deteksi target virtual dari segala material. Proses deteksi ini didasarkan atas
jumlah cahaya yang diterima, atau perubahan dalam jumlah cahaya yang
dipantulkan. Metoda ini memungkinkan untuk mendeteksi target yang terbuat
dari berbagai material, misalnya kaca, logam, plastik, kayu ataupun cairan.
3. Jarak deteksi yang jauh. Reflective-Type PhotoElectric Sensor mampu
mendeteksi sampai jarak 1 (satu) meter, sedangkan Through-Beam
PhotoElectric Sensor mampu memdeteksi sampai jarak 10 (sepuluh) meter.
4. Diskriminasi warna. Sensor ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi
cahaya dari objek berdasarkan reflektansi dan penyerapan cahaya dari warna
tersebut.
5. Deteksi dengan keakuratan tinggi. Dengan sistem optikal yang unik dan sirkit
elektronik presisi memungkinkan deteksi objek dengan keakuratan tinggi.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
8
1.3. Bar-Code
Teknologi Bar-Code adalah yang paling banyak diimplementasikan di industri,
biasanya dipergunakan untuk memasukkan data secara cepat, dan akurat.
Simbol Bar-Code terdiri dari 30 karakter yang dienkodekan menjadi bentuk yang
bisa dibaca mesin.
Scanner Bar-Code adalah alat yang dipergunakan untuk mengoleksi data.
Sumber cahaya dari scanner akan memancarkan cahaya ke bar-code, kemudian
bagian yang hitam akan menyerap cahaya, sehingga bagian yang putih akan
memantulkan cahaya, photo detector akan mengumpulkan cahaya dalam bentuk
signal elektronik, decoder yang menerima signal tersebut akan dikonversikan
menjadi karakter yang direpresentasikan oleh simbol bar-code .tersebut
1.4. Hall-Effect Sensors
Sensor ini didesain untuk mendeteksi keberadaan dari objek magnetik, biasanya
magnet permanen. Biasanya digunakan untuk mensinyalir posisi dari komponen,
dan sensor ini memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
9
1.5. Ultrasonic Sensors
Sensor ini dioperasikan dengan mengirimkan gelombang suara pada target dan
mengukur waktu yang dibutuhkan oleh gelombang untuk memantulkan kembali.
Waktu yang dibutuhkan oleh gema untuk kembali ke sensor adalah proporsional
terhadap jarak dan tinggi dari objek, karena suara memiliki kecepatan yang
tetap. Reflektivitas dari gelombang suara di permukaan cairan akan sama
dengan permukaan padat, tapi pada tekstil dan foams, gelombang akan diserap.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
10
1.6. Pressure Sensors
Strain Wire Gauge Transducer akan mengkonversi tegangan mekanik menjadi
signal elektrik.
– Prinsip yang diterapkan adalah mengikuti prinsip bahwa konduktor akan
memiliki resistansi yang berbeda pada sisi panjang ataupun mendatarnya.
– Gaya yang dikenakan pada bidang ukur akan menyebabkan bidang
membengkok, bengkokan ini akan mendistorsi ukuran bidang, dan akan
terjadi perubahan resistansi.
– Perubahan resistansi ini akan disinyalir oleh sirkit yang ada.
Strain Gauge Load Cells biasanya terbuat dari baja dan bidang ukur tegangan
yang sensitif.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
11
Semiconductor strain gauge
Menggunakan piezoelectric crystal sebagai elemen pengindraannya. Jika kristal
diberi gaya, maka bentuk kristal akan berubah dan menghasilkan tegangan pada
terminal keluaran dari kristal, jenis strain gauge ini memiliki sensitivitas yang
lebih tinggi dibandingkan dengan strain wire gauge.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
12
Displacement Tranducers
Displacement mengacu pada posisi suatu ofjek fisik terhadap suatu titik referensi
tertentu. Displacement Tranducers bisa linear (straight-line) ataupun angular
(rotary). Potensiometer dapat dipergunakan untuk mengukur perubahan linear
ataupun angular.
Displacement Tranducers yang paling umum dipakai industri adalah LVDT
(Linear Variable Differential Transformer). LVDT ini digunakan untuk
mengendalikan level air di dalam tangki.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
13
Aplikasi LVDT
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
14
1.7. Temperature Sensors
Terdapat empat jenis sensor temperatur, yaitu :
1. Thermocouple. Thermocouple ini terdiri dari sepasang konduktor yang tidak
sama yang dikeling bersama pada satu sisi saja, sisi yang dikeling
merupakan persambungan untuk pengukuran, sedangkan sisi yang tidak
dikeling merupakan persambungan referensi. Dalam fungsinya sebagai
thermocouple, maka akan terdapat perbedaan temperatur pada kedua sisi ini.
Jika terdapat perbedaan, maka tegangan DC kecil akan dibangkitkan.
2. Resistance Temperature Detectors (RTDs). Konsep ini berdasar bahwa
hambatan elektrik pada logam bervariasi secara proporsional dengan suhu.
Variasi proporsional ini sangat tepat dan bisa berulang, sehingga
memungkinkan untuk pengukuran suhu yang konsisten melalui pendeteksian
hambatan elektrik. Biasanya logam yang sering digunakan ini adalah platina,
karenaplatina adalah sangat bagus dalam batas suhu, linearity, stability, dan
reproducibility. Terdapat sensor aliran udara yang menggunakan panas RTD
yang mendeteksi reduksi ataupun kenaikan dari aliran udara melalui efek
pendingin yang melalui elemen pengindra.
3. Thermistor. Merupakan hambatan suhu sensitif yang memiliki koefisien
temperatur negatif. Jika suhu meninggi, maka resistansi akan menurun, dan
sebaliknya. Thermistor ini sangat sensitif, sebanyak 5 % resistansi berubah
untuk setiap perubahan suhu (oC), untuk itu sangat tepat untuk mendeteksi
setiap perubahan suhu, dan massanya yang kecil memungkinkan untuk
memberikan respon perubahan yang cepat.
4. Integrated Circuit (IC) temperature sensors. IC ini menggunakan chip
silikon sebagai elemen pengindranya, dan tersedia dalam konfigurasi
keluaran tegangan ataupun arus tertentu, meskipun dalam range suhu yang
sangat besar.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
15
1.8. Velocity / RPM Sensors
Tachometer biasanya merupakan magnet permanen DC generator kecil. Jika
generator berrotasi, akan menghasilkan tegangan DC yang proporsional
langsung terhadap kecepatan.
Tachometer biasanya dipasang ke motor pada peralatan pengukur kecepatan
motor. Kecepatan dari putaran poros diukur menggunakan magnetic pickup
sensor. Magnet ditempelkan ke poros.
Kumparan kecil yang terletak dekat magnet menerima pulsa setiap kali magnet
lewat. Dengan mengukur frekwensi dari pulsa, maka kecepatan poros bisa
ditentukan. Tegangan yang keluar adalah sangat kecil, dan membutuhkan
proses penguatan (amplifikasi) untuk bisa diukur.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
16
1.9. Encoders Sensors
Sensor ini berfungsi untuk mengkonversi gerak linear dan rotasi menjadi signal
digital. Rotary Encoder memonitor gerak rotasi dari peralatan. Terdapat dua tipe,
yaitu :
1. Incremental Encoder, yang mengirimkan sejumlah pulsa untuk tiap putaran.
2. Absolute Encoder, yang menampilkan kode biner spesifik untuk perubahan
posisi angular dari peralatan.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
17
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
18
1.10. Flow Measurement
Menggunakan prinsip mengkonversi energi kinetik dalam aliran fluida ke dalam
bentuk yang dapat diukur.
1.11. Signal Conditioning
Sinyal elektrik yang diproduksi oleh sensor biasanya tidak dapat langsung
dipergunakan. Signal Conditioner mengubah sinyal menjadi sinyal yang mudah
diukur. Amplifikasi dan atenuasi merupakan teknik signal conditioning yang
biasa.
Proses amplifikasi dipergunakan jika hasil dari sensor terlalu kecil. Sedangkan
atenuasi mereduksi tegangan sebelum diukur. Penyaringan signal untuk
mengubah frekwensi juga merupakan teknik yang umum dipakai. Penyaring
yang umum antara lain, high pass, yang hanya melewatkan frekwensi yang high
saja, bandpass, melewatkan frekwensi pada rentang tertentu, dan low pass,
yang melewatkan frekwensi low saja.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
19
Terkadang signal perlu dikonversikan dari analog ke digital, untuk itu dibutuhkan
konverter A/D (Analog Digital), atau sebaliknya D/A (Digital Analog).
Smart Signal Conditioner adalah alat yang menggunakan prosesor dan memiliki
kemampuan untuk mengkonversi signal sensor elektrik.
K&I DOC.03/2010
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
UDIKLAT SURALAYA
TRASDUCER & SENSOR
20
K&I DOC.03/2010