0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Data Link Control

Dokumen ini membahas tentang Data Link Control dalam model OSI, yang merupakan lapisan kedua yang berfungsi untuk mengelompokkan data menjadi frame, melakukan koreksi kesalahan, dan mengatur aliran data. Terdapat dua sub bagian dalam Data Link, yaitu Media Access Control (MAC) dan Logical Link Control (LLC), serta tiga jenis layanan yang disediakan: Unacknowledged Connectionless, Acknowledged Connectionless, dan Acknowledged Connection-Oriented. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pengertian, langkah-langkah, layanan, serta fungsi dan tugas dari Data Link Control.

Diunggah oleh

ananda mm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan13 halaman

Data Link Control

Dokumen ini membahas tentang Data Link Control dalam model OSI, yang merupakan lapisan kedua yang berfungsi untuk mengelompokkan data menjadi frame, melakukan koreksi kesalahan, dan mengatur aliran data. Terdapat dua sub bagian dalam Data Link, yaitu Media Access Control (MAC) dan Logical Link Control (LLC), serta tiga jenis layanan yang disediakan: Unacknowledged Connectionless, Acknowledged Connectionless, dan Acknowledged Connection-Oriented. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pengertian, langkah-langkah, layanan, serta fungsi dan tugas dari Data Link Control.

Diunggah oleh

ananda mm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DATA LINK CONTROL

Tugas Mata Kuliah Inovasi Pembelajaran IT


Dosen Pengampu: Hernawan Sulistyanto, S.T,M.T

Disusun oleh:
Ifan Destya Adi Tama (A710180002)
Ilyas Pratama A.A (A710180016)
Gemilang Idam Ramadhan (A710180021)
Aulia Qisthi Rosyada (A710180033)
Laetitya Ingrid Amalia (A710180042)
Ananda Muslimah Rahmayanie (A710180043)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2020
BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada sebuah jaringan komputer terdapat model OSI yang mempunyai 7
layer. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi
data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar
perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi
terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung. Model Layer
OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper
layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan
di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi
perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari
komunikasi data melalui jaringan aktual. Model layer OSI terdiri dari tujuh
layer yaitu , Application layer, Presentation layer, Session layer, Transport
layer, Network layer, Data-link layer, dan Physical layer.
Dalam model osi ada yang di kenal dengan data link. Data link berada di
lapisan kedua dan termasuk dalam lapisan lower layer. Data link ini
merupakan layer yang berada di bawah layer network dan diatas layer
physical. Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data
dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada
level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat
keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan
menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan
seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Data link
mempunyai 2 sub bagian yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media
Access Control (MAC).
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang data link control maka dalam
makalah ini akan menjelaskan tentang pengertian data link, langkah-langkah
yang diperlukan dalam data link control, layanan yang disediakan oleh data
link, serta fungsi dan tugas data link. Sehingga dapat memberikan wawasan
tambahan bagi pembacanya .
2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari data link control ?
2. Apa saja langkah – langkah yang di perlukan dalan data link?
3. Apa saja layanan yang di sediakan data link control ?
4. Apa saja fungsi dan tugas data link control ?
3. Tujuan
1. Dapat mengetahui bagaimana data link control.
2. Dapat mengetahui langkah – langkah yang diperlukan dalam data link
control.
3. Dapat mengetahui layanan apa saja yang di sediakan oleh data link
control.
4. Dapat mengetahui fungsi dan tugas dari data link control.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Data link
Data link ini merupakan layer yang berada di bawah layer network dan
diatas layer physical pada model OSI. Data link control atau data link
protocol merupakan proses terkirimnya data/komunikasi melalui sebuah
siklus komunikasi data yang terlaksana dengan penambahan kontrol layer
dalam tiap alat yang berperan dalam proses komunikasi. Adapun yang
dimaksud dengan data link ialah media tramsmisi antar-device ketika suatu
prosedur data link control digunakan. Lapisan data-link menawarkan
layanan pentransferan data melalui saluran fisik. Dalam data link diperluan
beberapa langkah- langkah terdiri dari antara lain :
• Sinkronasi Frame (Frame Synchronization)
Dalam data link terdapat frame – frame jaringan yang berisi data
yang mendeteksi kelasahan dan pentramisian ulang terhadap frame
yang gagal. Data dikirim dalam blok-blok yang disebut frame. Awal
dan akhir tiap frame harus dapat diidentifikasikan. Jumlah bit yang
diterima mungkin bisa lebih sedikit, sama atau lebih banyak dari
jumlah bit yang ditransmisikan dan juga bit-bit itu memiliki nilai
yang berbeda-beda. Ada empat buah metode yang dipakai dalam
pemecahan bit menjadi frame, yaitu:
1. Karakter penghitung
Metode ini menggunakan sebuah field pada header
untuk menspesifikasi jumlah karakter di dalam frame.
Ketika data link layer pada komputer yang dituju melihat
karakter penghitung, maka data link layer akan
mengetahui jumlah karakter yang mengikutinya dan
kemudian juga akan mengetahui posisi ujung framenya
2. Pemberian karakter awal dan akhir, dengan pengisian
karakter
Metode yang kedua ini mengatasi masalah
resinkronisasi setelah terjadi suatu error dengan membuat
masing-masing frame diawali dengan deretan karakter
DLE, STX, ASCII dan diakhiri dengan DLE, ETX.
3. Pemberian flag awal dan akhir, dengan pengisian bit
Dengan memungkinkan frame data berisi sejumlah bit
dan mengijinkan kode karakter dengan sejumlah bit per
karakter. Setip frame diawali dan diakhiri oleh pola bit
khusus, 01111110, yang disebut byte flag. Kapanpun data
link layer pada pengirim menemukan lima buah flag yang
berurutan pada data, maka data link layer secara otomatis
mengisikan sebuah bit 0 ke aliran bit keluar.
4. Pelanggaran pengkodean Physical layer
Metode ini hanya bisa digunakan bagi jaringan yang
encoding pada medium fisiknya mengandung pengulangan.
Misalnya, sebagian LAN melakukan encode bit 1 data
dengan menggunakan 2 bit fisik. Umumnya, bit 1
merupakan pasangan tinggi rendah dan bit 0 adalah
pasangan rendah tinggi. Kombinasi pasangan tinggi-tinggi
dan rendah-rendah tidak digunakan bagi data.
• Kontrol Aliran Data (Flow Control)
Data flow control berfungsi untuk memastikan entitas pengirim
(transmitter) tidak membanjiri entitas penerima (receiver). Tanpa
flow control, buffer dari receiver akan penuh ketika sedang
memproses data lama. Karena ketika data diterima, harus
dilaksanakan sejumlah proses sebelum buffer dapat dikosongkan dan
siap menerima banyak data. Yang mana flow control ini
berpengaruh pada waktu transmisi. Station pengirim tidak akan
mengirim frame pada kecepatan yang tinggi jika station penerima
tidak dapat menangkapnya. Jadi flow control merupakan bagian
yang sangat kritis dari suatu jaringan. Mekanisme Flow control yang
sudah umum digunakan adalah Stop and Wait dan Sliding window.

a. Stop and Wait

Entitas sumber mengirimkan frame, setelah diterima entitas


tujuan memberi tanda untuk menerima frame berikutnya dengan
mengirimkan balasan sesuai frame yang telah diterima. Entitas
sumber harus menunggu sampai ia menerima balasan dari
entitas tujuan sebelum mengirimkan frame berikutnya.
Selanjutnya entitas sumber dapat menghentikan aliran data
dengan menahan jawaban. Yang mana Stop-and-
wait digunakan untuk transmisi dengan keperluan tertentu, yang
memiliki beberapa ciri-ciri :
• Ukuran buffer pada receiver terbatas.
• Transmisi dapat lebih banyak, sebab bila dikirimkan
secara langsung sebanyak frame dari data yang ada,
maka akan mudah menimbulkan error, sehingga dengan
frame yang lebih kecil maka error dapat dideteksi lebih
awal dari sejumlah frame data yang dikirimkan.
• Pada pemakaian bersama sebuah media atransmisi
(misalkan LAN), umumnya tidak diijinkan untuk
menempati media transmisi dalam waktu yang lama
yang menyebabkan delay pada station lain yang akan
melakukan transmisi.
b. Sliding Window Flow Control

Sliding windows flow control merupakan sifat


inefisiensi dari stop and wait DLC yang merupakan teknik
pengembangan dalam meperlengkapi overlapping antara
message data dan message control yang sesuai. Cara kerja
sliding windows flow control adalah metode sinkron dengan
pengiriman nomor urutan pada header dengan pengenalan
yang sesuai. Stasiun transmisi mengurus sebuah jendela
pengiriman yang melukiskan jumlah dari message(dan
nomor urutannya) yang diijinkan untuk dikirim. Stasiun
penerima mengurus sebuah jendela penerimaan yang
melakukan fungsi yang saling mengimbangi. Dua tempat
menggunakan keadaan jendela bagaimana banyak message
dapat/ menonjol dalam suatu jalur atau pada penerima
sebelum pengirim menghentikan pengiriman dan menunggu
jawaban.
• Kontrol Kesalahan (Error Control)
Bit-bit error yang dihasilkan oleh sistem transmisi harus
diperbaiki. Para perancang jaringan telah membuat dua strategi dasar
yang berkenaan dengan error. Cara pertama adalah dengan
melibatkan informasi redundan secukupnya bersama-sama dengan
setiap blok data yang dikirimkan untuk memungkinkan penerima
menarik kesimpulan tentang apa karakter yang ditransmisikan yang
seharusnya ada. Cara lainnya adalah dengan hanya melibatkan
redundansi secukupnya untuk menarik kesimpulan bahwa suatu error
telah terjadi, dan membiarkannya untuk meminta pengiriman ulang.
Strategi pertama menggunakan kode-kode pengkoreksian error
(error-correcting codes), sedangkan strategi kedua menggunakan
kode-kode pendeteksian error (error-detecting codes). Ada 2 tipe
error :

1. Frame hilang : suatu frame gagal mencapai sisi yang lain


2. Frame rusak : suatu frame tiba tetapi beberapa bit-bit-nya
error.
Tujuan dilakukan pengontrolan terhadap error adalah untuk
menyampaikan frame-frame tanpa error, dalam urutan yang tepat ke
lapisan jaringan. Mekanisme Error control meliputi

- Ack/Nak: Provide sender some feedback about other end


- Time-out: for the case when entire packet or ack is lost
- Sequence numbers: to distinguish retransmissions from
originals
• Pengamatan (Addresing)
Pada line multipoint, identitas dari dua stasiun yang berada dalam
suatu transmisi harus diketahui. Pada lintasan yang bertitik banyak,
seperti misalnya pada local-area-network, maka identitas dari kedua
station yang terlibat didalam transmisi harus spesifik (diperinci).
• Control And Data
Biasanya tidak diinginkan mempunyai path komunikasi yang
terpisah untuk sinyal-sinyal kontrol. Karena itu, reciver harus
mampu membedakan kontrol informasi dari data yang sedang
ditransmisi.
• Link Management
Untuk memulai, merawat dan memutus lintasan komunikasi yang
menopang pertukaran data membutuhkan sejumlah koordinasi dan
kerjasama beberapa station, sehingga diburuhkan suatu prosedur
untuk mengatur pertukaran data ini.
Data Link Terdiri dari dua bagian :
➢ Media Access Control (MAC), Sebagai perantara dengan Physical
Media Access Control (MAC) sublayer digunakan untuk akses ke
physical layer. Bertanggung jawab mengelompokkan bit menjadi
sebuah frame atau mengurai sebuah frame menjadi nilai bit 1 dan 0
untuk ditangani oleh physical layer.
➢ Logical Link Control (LLC), sebagai perantara dengan layer
Network
LLC merupakan bagian sublayer datalink yang independent dari
teknologi yang ada untuk menyediakan layanan ke layer network,
dan berguna dalam hal proses encapsulation
2. Macam – Macam Layanan Data Link
Pada data link terdapat tiga layanan yaitu :
a. Layanan Unacknoledged Conneconless
Layanan ini sesuai untuk lalu lintas real time, seperti percakapan,
dimana data yang terlambat dianggap lebih buruk dibanding data yang
buruk. Sebagian besar LAN menggunakan layanan unacknowledgment
connectionless pada data link layer. Dimana mesin sumber
mengirimkan sejumlah frame ke mesin yang dituju dengan tidak
memberikan acknowledgment bagi diterimanya frame-frame tersebut.
Tidak ada koneksi yang dibuat baik sebelum atau sesudah
dikirimkannya frame. Bila sebuah frame hilang sehubungan dengan
adanya noise, maka tidak ada usaha untuk memperbaiki masalah
tersebut didata link layer. Jenis layanan ini cocok bila laju error sangat
rendah, sehingga recovery bisa dilakukan oleh layer yang lebih tinggi.
b. Layanan Acknowledged Connectionless
Layanan jenis ini mempunyai arti dimana komputer sumber
mengirimkan sejumlah frame ke komputer lain yang dituju dengan
tidak memberikan acknowledgment bagi diterimanya frame-frame
tersebut. Layanan inipun tidak menggunakan koneksi, akan tetapi setiap
frame dikirimkan secara independent dan secara acknowledgment.
Dalam hal ini, si pengirim akan mengetahui apakah frame yang
dikirimkan ke mesin tujuan telah diterima dengan baik atau tidak. Bila
ternyata belum tiba pada interval waktu yang telah ditentukan, maka
frame akan dikirimkan kembali, mungkin saja hilangnya
acknowledgment akan menyebabkan sebuah frame perlu dikirimkan
beberapa kali dan akan diterima beberapa kali [Link] ini akan
bermanfaat untuk saluran unreliablem, seperti sistem tanpa kabel.

c. Layanan Acknowledged Connection-Oriented


Dengan layanan ini, node sumber dan node tujuan membuat
koneksi sebelum memindahkan datanya. Setiap frame yang dikirim
tentu saja diterima. Selain itu, layanan ini menjamin bahwa
setiap frame yang diterima benar-benar hanya sekali dan
semua frame diterima dalam urutan yang benar. Sebaliknya dengan
layanan connectionless, mungkin saja hilangnya acknowledgment akan
meyebabkan sebuah frame perlu dikirimkan beberapa kali dankan
diterima dalam beberapa kali juga. Sedangkan layanan connection-
oriented menyediakan proses-proses lapisan jaringan dengan
aliran bit yang bisa diandalkan
3. Fungsi dan Tugas Data Link
Data link memiliki fungsi dan tugas sebgai berikut :
• Melakukan proses grouping secara logic
Fungsi pertama dari data link layer adalah melakukan proses
grouping pada paket data yang ditransmisikan melalui jaringan. Proses
grouping, sesuai namanya, merupakan proses pengelompokkan
kembali. Yang dikelompokkan kembali adalah data yang sebelumnya
dipecah dan terbagi pada saat proses transmisi data berlangsung.
Proses ini kemudian membuat pecahan dan bagian data tersebut
menjadi satu kesatuan data utuh, yang siap ditransmisikan menuju
layer berikut. Perlu diketahui, proses penyatuan atau grouping data ini
dilakukan secara logic, dan tidak menggunakan alat fisik.
• Menyediakan akses ke dalam media menggunakan MAC Address
MAC address merupakan sebuah alamat atau kode alamat yang
tercetak secara fisik. MAC address ini memiliki fungsi untuk
membantu proses pengeiriman dan juga menerimaan data yang
terhubung ke dalam jaringan. Untuk dapat menggunakan fungsi dari
MAC address ini, maka data link layer menunjukkan perannya.
Data link layer merupakan lapisan pada OSI layer yang
menyediakan akses dari suatu jaringan komputer ke dalam media
tertentu denan menggunakan sistem pengalamatan menggunakan
MAC address. Dengan begitu, setiap proses transmisi yang berlansung
didalam suatu jaringan memiliki akses tersendiri terhadap
pengalamatan menggunakan MAC address.
• Mendeteksi kesalahan pengiriman dan penerimaan paket data dan
melakukan proses pengkoreksian
Fungsi berikutnya dari data link layer adalah untuk melakukan
proses pendeteksian kesalahan pengiriman dan juga penerimaan paket
data yang terjadi selama proses transmisi data berlangsung. Kesalahan
pengiriman ini bisa saja terjadi, terutama ketika jaringan mengalami
masalah pada alamat yang akan dituju. Sudah merupakan fungsi dasar
dari data link layer ini untuk mendeteksi masalah yang muncul
tersebut.
Selain berfungsi untuk mendeteksi kesalahan pengiriman dan juga
penerimaan paket data, data link layer juga berfungsi untuk
melakukan proses pengkoreksian pada paket data yang mengalami
kesalahan tesebut, sehingga pada akhirnya kesalahan pengiriman dan
juga penerimaan data dapat diminimalisir sedemikian rupa.
• Menggabungkan paket data ke dalam byte, dan menggabungkan byte
ke dalam frame
Data link layer merupakan layer atau lapisan pada OSI reference
model yang bertugas untuk mengurusi bit data yang ditranmsisikan
melalui sebuah jaringan komputer. Data link layer bertugas untuk
menggabungkan dan menyatukan paket data yang dipecah ataupun
dibagi selama proses transmisi berlangsung menjadi bentuk tertentu.

BAB III
KESIMPULAN
Dari materi yang telah di sampaikan dalam makalah ini maka dapat
disimpulkan bahwa Data link control atau data link protocol merupakan
proses terkirimnya data/komunikasi melalui sebuah siklus komunikasi data
yang terlaksana dengan penambahan kontrol layerdalam tiap alat yang
berperan dalam proses komunikasi. Dalam data link diperluan beberapa
langkah- langkah terdiri dari antara lain Sinkronasi Frame (Frame
Synchronization), Kontrol Aliran Data (Flow Control), Kontrol Kesalahan
(Error Control), Pengamatan (Addresing), Control And Data dan Link
Management. Selain itu data link juga menyediakan tiga layanan yang
yaitu, Layanan Unacknoledged Conneconless, Acknowledged
Connectionless dan Acknowledged Connection-Oriented. Tanpa data link
control proses penyampaiaan data tidak akan tersampaikan karena salah
satu fungsi data link adalah untuk mendekteksi terjadinya error pada data.
DAFTAR PUSTAKA

• [Link]
• [Link]
• [Link]
aringan%20terbuka%20OSI,singkatan%20dari%20Open%20System%20Int
erconnection.
• [Link]

Anda mungkin juga menyukai