0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan27 halaman

Rizki Alamsyah

Dokumen ini memberikan panduan lengkap tentang persiapan dan pelaksanaan wawancara kerja, termasuk cara menyiapkan pertanyaan yang relevan, menciptakan lingkungan wawancara yang nyaman, dan mengelola waktu dengan efektif. Selain itu, terdapat tips untuk interviewer dan interviewee untuk memastikan proses wawancara berjalan profesional dan produktif. Feedback dan tindak lanjut setelah wawancara juga ditekankan sebagai bagian penting dari proses rekrutmen.

Diunggah oleh

novahabin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan27 halaman

Rizki Alamsyah

Dokumen ini memberikan panduan lengkap tentang persiapan dan pelaksanaan wawancara kerja, termasuk cara menyiapkan pertanyaan yang relevan, menciptakan lingkungan wawancara yang nyaman, dan mengelola waktu dengan efektif. Selain itu, terdapat tips untuk interviewer dan interviewee untuk memastikan proses wawancara berjalan profesional dan produktif. Feedback dan tindak lanjut setelah wawancara juga ditekankan sebagai bagian penting dari proses rekrutmen.

Diunggah oleh

novahabin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rizki Alamsyah

Rizki Alamsyah is 25 years old and lives in Tangerang


Regency. He has 3 years of experience in HR,
focusing on Talent Acquisition, Branding, and
Engagement. The experience that he has now, in the
future will focus on HRBP.
Interview 1
Apa yang kalian
ketahui dari
Interview?
Apa saja yang harus
dipersiapkan dalam
Interview?
Interview Preparation:
1. Memahami Persyaratan Pekerjaan dan Profil Kandidat yang Diinginkan

A) Tinjau Job Description (JD)


• Pelajari dengan seksama deskripsi pekerjaan untuk memahami tanggung jawab utama,
keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan.
• Identifikasi persyaratan wajib “must have” dan nilai tambah “nice to have”

B) Diskusikan dengan Hiring Manager


• Pastikan Anda mendapatkan masukan langsung dari hiring manager terkait harapan mereka
terhadap kandidat
• Tanyakan soft skills yang diinginkan, misalnya kemampuan, komunikasi, kepemimpinan, atau
kemampuan kerja tim.

C) Tentukan Kriteria Evaluasi


• Susun kriteria evaluasi berdasarkan keahlian teknis, pengalaman, dan kesesuaian budaya kerja
(culture fit).
Interview Preparation:
2. Menyiapkan Daftar Pertanyaan yang Relevan

A) Pertanyaan Berdasarkan Kompetensi


• Teknis: Fokus pada keterampilan atau pengalaman yang relevan dengan pekerjaan
Contoh: “Bisakah Anda menjelaskan proyek terbesar yang pernah Anda tangani?
Bagaimana Anda mengatasi tantangan di dalamnya?

• Soft Skills: Tanyakan tentang kemampuan interpersonal dan non-teknis


Contoh: “Bagaimana Anda mengatasi permasalahan dalam tim?”

B) Behavioral Event Interview Questions (BEI)


• Gunakan pendekatan STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menggali pengalaman kerja
kandidat
Contoh: “Ceritakan situasi Ketika Anda harus bekerja di bawah tekanan,
apa yang Anda lakukan dan apa hasilnya?”
Interview Preparation:
2. Menyiapkan Daftar Pertanyaan yang Relevan

C) Pertanyaan Kesesuaian Budaya (Culture Fit)


• Fokus pada bagaimana kandidat dapat beradaptasi dengan nilai-nilai dan budaya perusahaan
Contoh: “Bagaimana Anda memastikan Kerjasama yang efektif di lingkungan kerja yang serba
cepat?”

D) Pertanyaan Motivasi
• Tanyakan alasan kandidat melamar posisi ini dan apa harapan mereka.
Contoh: “Apa yang memotivasi Anda untuk bergabung dengan Perusahaan kami”?

E) Hindari Pertanyaan yang Tidak Relevan


• Jangan menanyakan hal yang bersifat pribadi atau tidak berkaitan dengan pekerjaan
Contoh: Status pernikahan atau pandangan politil atau SARA.
Setting the Interview Environment:
1. Ciptakan Suasana yang Nyaman dan Professional

A) Pilih Lokasi yang Tepat


• Gunakan ruang wawancara yang bersih, tertutup, dan bebas gangguan.
• Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang baik dan ventilasi yang memadai.

B) Tata Ruang dengan professional


• Atur meja dan kursi dengan posisi yang nyaman untuk diskusi
• Sertakan logo atau elemen branding Perusahaan untuk menunjukkan professionalisme

C) Kurangi Ganguan
• Pastikan tidak ada ganguan suara seperti telepon, notifikasi, atau aktivitas lain di sekitar.
• Tempatkan tanda “Sedang Dilakukan Wawancara” di pintu untuk menghindari interupsi

D) Fasilitas yang Memadai


• Sediakan air minum untuk kandidat dan pewawancara
• Siapkan perangkat pendukung seperti proyektor atau laptop jika diperlukan untuk presentasi
Setting the Interview Environment:
2. Pastikan Materi dan Peralatan Siap

A) Dokumen yang Harus Disiapkan


• Salinan resume/CV kandidat, atau LinkedIn
• Formulir wawancara berupa summary candidate, daftar pertanyaan yang telah dirancang
sebelumnya
• Catatan terkait kandidat jika ada hasil test sebelumnya.

B) Perangkat Elektronik
• Pastikan perangkat elektronik seperti computer atau tablet berfungsi dengan baik
• Jika wawancara dilakukan secara online, pastikan koneksi internet stabil dan platform
konferesni video sudah terinstal dan diuji coba

C) Panduan untuk Wawancara


• Berikan panduan singkat kepada tim wawancara mengenai tujuan dan struktur wawancara
• Informasikan aspek penting yang perlu diperhatikan, seperti kompetensi utama nilai-nilai
budaya Perusahaan yang harus digali.
Setting the Interview Environment:
3. Menyambut Kandidat dengan Baik

A) Beri Sambutan Hangat


• Sambut kandidat dengan senyum dan perkenalkan diri dengan jelas
• Pastikan kandidat merasa dihargai dengan menawarkan fasilitas, seperti air minum atau akses
ke fasilitas lain jika diperlukan

B) Mulai dengan Pendekatan Santai


• Awali wawancara dengan obrolan singkat untuk mencairkan suasana
Misalnya, tanyakan tentang perjalanan kandidat menuju Lokasi atau hal umum lainnya.

C) Bangun Kepercayaan
• Jelaskan alur wawancara dan beri ruang bagi kandidat untuk bertanya sebelum memulai
Asking Effective Questions:
1. Pentingnya Mengajukan Pertanyaan Efektif:
Mengajukan pertanyaan yang tepat selama wawancara kerja adalah kunci untuk memahami
kemampuan, pengalaman, dan kecocokan kandidat dengan organisasi Anda. Pertanyaan efektif
membatu:
- Menggali lebih dalam tentang pengalaman kerja kandidat
- Menilai keterampilan teknis dan interpersonal kandidat
- Mengidentifikasi apaka kandidat cocok dengan budaya perusahaan

2. Jenis Pertanyaan yang Diajukan


A) Pertanyaan Terbuka:
Pertanyaan yang dirancang untuk mendorong kandidat memberikan jawaban yang lebih luas dan
mendalam
B) Pertanyaan Wawancara Perilaku:
Pertanyaan yang dirancang untuk mengevaluasi bagaimana kandidat telah menangani situasi di
masa lalu. Teknik STAR (Situation, Task, Action, Results) yang sering disarankan untuk menjawab
dengan Teknik ini.
Keunggulan: Pertanyaan perilaku memberikan wawasan tentang pola kerja kandidat, kemampuan
problem-solving, dan keterampilan komunikasi kandidat.
Asking Effective Questions:
3. Strategi Mengajukan Pertanyaan Efektif

1. Kenali Peran yang Dilamar: Sebelum wawancara, pahami tanggung jawab dan
kompetensi yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Hal ini akan membantu Anda
menyesuaikan pertanyaan agar relevan.
2. Bangun Hubungan yang positif: Mulailah dengan pertanyaan ringan untuk membuat
kandidat merasa nyaman
3. Berikan Waktu untuk Berpikir: Biarkan kandidat memiliki waktu beberapa detik untuk
merespons. Jangan terburu-buru mengisi keheningan, karena ini bisa menjadi momen
refleksi bagi kandidat.
4. Catat Jawaban Penting: Buat catatan selama wawancara untuk merujuk kembali ke
jawaban kandidat saat membuat keputusan.
Active Listening

Ajukan
Dengarkan pertanyaan Perhatikan
dengan lanjutan isyarat
seksama non-verbal

Catat
poin-poin
Berikan penting Evaluasi
waktu untuk secara
refleksi holistik
Managing the Interview Time:
A. Persiapan Sebelum Wawancara:
- Tentukan Durasi Wawancara (30 – 45 Menit)
- Siapkan Agenda Wawancara
- Prioritaskan Pertanyaan (minim 5 – 7)

B. Kelola Waktu Saat Wawancara


- Perkenalan diri, company profile, dan posisi yang dilamar (5 menit)
- Bahas topik utama (20 Menit), Batasi waktu pembahasan setiap topik seiktar 5 – 10 menit)
- Sesi tanya jawab kandidat (5 – 10 menit)
- Penutupan (5 menit)
Closing the Interview:
Menutup wawancara secara professional merupakan Langkah penting untuk meninggalkan kesan yang
positif pada kandidat, memperjelas informasi yang telah dibahas, dan memastikan kandidat
memahami Langkah selanjutnya. Penutupan yang baik juga mencerminkan professional Perusahaan
dan membantu memperkuat employer branding.

A. Merangkum Poin-Poin Penting


- Tinjau ulang diskusi setelah wawancara, luangkan waktu untuk merangkum poin-poin utama yang
telah dibahas, seperti:
1. Pengalaman kandidat yang relevan
2. Kualifikasi teknis atau keterampilan utama
3. Harapan kandidat terhadap peran yang dilamar
4. Penjelasan tentang peran dan Perusahaan

B. Memberi Kesempatan Kandidat untuk Bertanya:


C. Menjelaskan proses rekrutmen selanjutnya
D. Penutupan dan Kesan Akhir
Providing Feedback:
Feedback untuk kandidat adalah elemen penting dalam proses rekrutmen dan pengembangan
kandidat. Memberikan feedback yang konstruktif membantu kandidat untuk mengetahui
kekuatan serta are yang perlu ditingkatkan, memberi kesempatan untuk berkembang di masa
depan.

A. Awali dengan afirmasi positif: Memberikan feedback membantu membangun rasa percaya
diri dan menjaga motivasi kandidat
B. Identifikasi Area yang Perlu Ditingkatkan
C. Memberikan saran untuk pengingkatan
C. Sampaikan dengan Empati

Feedback konstruktif membantu kandidat berkembang dengan menyeimbangkan kekuatan dan


area yang perlu ditingkatkan, serta memberikan saran konkret. Berikan umpan balik dengan
empati dan dukungan untuk pertumbuhan mereka.
Following Up:
Following up sangat penting dilakukan oleh HR untuk dapat memberikan informasi terkait
kelanjutan lamaran kandidat. Menindaklanjuti dengan kandidat setelah wawancara adalah
bagian penting dalam proses rekrutmen yang menunjukkan profesionalisme perusahaan dan
menghargai usaha kandidat. Dengan memberikan respons yang cepat dan jelas, serta
mengucapkan terima kasih, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih baik dan
menjaga reputasi positif di mata kandidat.

Menghargai
waktu usaha
kandidat Meningkatkan
employer
branding Transparansi
dan Klarifikasi
Status
Example Job Role:
Tech position: QA Engineer

Job Qualification: Maksimal 5


• Has 1 years of experience in QA Engineer
• Ability to create and design effective test case scenarios.
• Basic understanding of the Software Development Life Cycle (SDLC).
• Familiar with basic language JavaScript is a must.
• Experience in Manual or Automation Testing is a plus.
• Experience with Cypress and Cucumber is a plus
• Eagerness to learn and grow in the field of software testing.

Job Description
• Perform exploratory testing to identify potential bugs and areas for improvement in our applications.
• Document, manage, and track bugs effectively, maintaining clear and proactive communication with the development and product teams.
• Develop, update, and maintain detailed, comprehensive, and well-structured test cases.
• Contribute to regression testing efforts for both web and mobile applications.
• Collaborate with developers to understand feature specifications and provide feedback on user experience and potential issues.
Example Job Role:
Non-tech position: Project Administrator

Job Qualification:
• Pengalaman dalam kegiatan administrasi/sekretaris atau yang terkait selama 3 tahun
• Mempunyai background pendidikan dalam bidang: Komunikasi, Business, IT atau terkait
• Dapat berkomunikasi secara efektif dalam kerja team, serta membantu menyampaikan dan menerima informasi dalam Team
• Dapat berkomunikasi dan membuat report dalam bahasa Inggris
• Mempunyai kemampuan menyiapkan dokumen dan report yang baik

Job Description
• Berkomunikasi dengan luar team Engineering terkait produk dan project
• Menyiapkan bahan laporan mingguan dan bulanan kegiatan Divisi Engineering
• Sebagai pencatat MoM di acara meeting bersama VP Engineering
• Membantu menyiapkan dokumentasi aktivitas yang perlu didokumentasi di Divisi Engineering
• Membantu menyiapkan jadwal mingguan/bulanan koordinasi team Engineering
Exercise!
“Tips & Trick dalam
Interview sebagai
Interviewer &
Interviewee”
As Interviewer
1. Persiapan Sebelum Interview
• Pelajari CV dan profil kandidat sebelum sesi dimulai.
• Siapkan daftar pertanyaan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
• Dapat berkomunikasi secara efektif dalam interview
• Tetapkan tujuan interview: keterampilan teknis, budaya kerja, atau pengalaman tertentu.

2. Menciptakan Suasana Nyaman


• Sambut kandidat dengan ramah untuk mengurangi ketegangan.
• Jelaskan alur interview agar kandidat tahu apa yang diharapkan.

3. Ajukan Pertanyaan yang Tepat


• Pertanyaan Kompetensi: Fokus pada pengalaman dan keterampilan kerja.
• Behavioral Questions: Gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menggali
pengalaman kandidat.
• Hindari pertanyaan yang bias atau tidak relevan.
As Interviewer
4. Mendengarkan Aktif
• Fokus pada jawaban kandidat dan catat poin penting
• Siapkan daftar pertanyaan yang relevan dengan posisi yang Jangan
terburu-buru menginterupsi, beri waktu kandidat untuk menyelesaikan
jawabannya.

5. Berikan Penjelasan Jelas


• Sampaikan dengan transparan tentang tanggung jawab pekerjaan, budaya
perusahaan, dan ekspektasi
• Akhiri dengan memberi ruang untuk kandidat bertanya.
As Interviewee
1. Persiapan Sebelum Interview Riset tentang perusahaan dan posisi yang
dilamar.
• Siapkan jawaban untuk pertanyaan umum, seperti "Ceritakan tentang diri Anda" atau "Mengapa Anda ingin
bergabung dengan perusahaan ini?“
• Latih penggunaan metode STAR untuk menjawab pertanyaan berbasis pengalaman.

2. Berpenampilan Rapi dan Sesuai


• Kenakan pakaian profesional yang sesuai dengan budaya perusahaan.

3. Bersikap Percaya Diri


• Berbicara dengan jelas, dan hindari jawaban yang terlalu panjang atau singkat.
• Berikan salam dengan senyuman dan jabat tangan yang tegas
As Interviewee
4. Tunjukkan Motivasi dan Antusiasme
• Jelaskan mengapa Anda tertarik pada posisi tersebut dan bagaimana Anda dapat
memberikan kontribusi.
• Gunakan bahasa tubuh yang positif, seperti kontak mata dan sikap duduk tegak.

5. Ajukan pertanyaan di Akhir Interview


• "Bagaimana budaya kerja di sini?“
• "Apa tantangan terbesar di posisi ini?«

6. Follow Up Setelah Interview


• Kirimkan ucapan terima kasih kepada interviewer dalam 24 jam setelah interview melalui
email dan whatsapp.
As Interviewer
Seorang interviewer yang sukses dalam mencari kandidat umumnya dilihat dari beberapa indikator berikut:

• Kesesuaian Kandidat dengan Kebutuhan Posisi


• Efektivitas dalam Menggali Informasi
• Kemampuan Mengidentifikasi Potensi Jangka Panjang
• Kemampuan Menilai Kesesuaian Budaya (Cultural Fit)
• Proses yang Efisien dan Terstruktur
• Komunikasi yang Jelas dan Profesional
• Feedback Positif dari Hiring Manager atau Tim
• Pengelolaan Waktu yang Baik
• Keputusan yang Berbasis Data
As Interviewee
Seorang interviewee (kandidat) yang dianggap sukses dalam wawancara biasanya menunjukkan beberapa
hal berikut:

• Kesiapan dan Persiapan yang Baik


• Komunikasi yang Jelas dan Percaya Diri
• Relevansi Jawaban dengan Pertanyaan
• Penyesuaian dengan Budaya dan Nilai Perusahaan
• Motivasi dan Antusiasme yang Terlihat
• Keterampilan Teknis dan Kompetensi yang Dibutuhkan
• Kemampuan Problem-Solving
• Pertanyaan yang Menunjukkan Ketertarikan
• Sikap Positif dan Kolaboratif
• Penutupan yang Profesional

Anda mungkin juga menyukai