Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM)
Topik: Peningkatan Kemampuan Numerasi Murid Kelas 1–2 Fase A melalui Pendekatan
Kontekstual
Fase: A (Kelas 1–2)
Alokasi Waktu: 2 x 35 menit
A. (8 Dimensi) Profil Lulusan yang Dikembangkan
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: bersyukur
atas nikmat Tuhan melalui contoh kegiatan sehari-hari (misalnya berbagi
makanan/jajanan).
2. Mandiri: murid berani mencoba menyelesaikan soal secara individu.
3. Gotong royong: murid bekerja sama dalam kelompok menyelesaikan soal
cerita.
4. Berkebinekaan global: menghargai jawaban dan strategi teman yang
berbeda.
5. Bernalar kritis: menganalisis masalah numerasi dalam konteks nyata
(membeli, menjual, berbagi).
6. Kreatifitas: menemukan berbagai cara menyelesaikan operasi hitung
(menggambar, menggunakan benda konkret, atau menuliskan angka).
7. Kesehatan: belajar dengan menyenangkan dan penuh semangat melalui
permainan berhitung.
B. Prinsip Pembelajaran
1. Berbasis kesadaran: murid dilatih menyadari bahwa numerasi dibutuhkan
dalam kehidupan sehari-hari (misalnya saat membeli jajanan, menghitung
barang).
2. Bermakna: soal cerita diambil dari pengalaman nyata murid, sehingga mereka
merasa dekat dengan materi.
3. Menggembirakan: kegiatan berbentuk permainan berhitung dengan benda
konkret dan diskusi kelompok yang aktif.
C. Tujuan Pembelajaran
Murid mampu memahami dan menggunakan bilangan (1–20) dalam
penjumlahan & pengurangan sederhana.
Murid mampu mengaplikasikan konsep numerasi untuk menyelesaikan masalah
sehari-hari.
Murid mampu merefleksikan pengalaman belajar numerasi dan menyadari
manfaatnya dalam kehidupan.
D. Pengalaman Belajar (Tahapan)
1. Mengalami (Eksplorasi Kontekstual)
Guru menyiapkan benda nyata (buah, uang mainan, kue mainan).
Murid diajak bermain peran: membeli makanan di kantin dengan uang mainan.
Murid mengamati situasi, menghitung jumlah barang, harga, dan sisa uang.
2. Memahami
Guru mengaitkan pengalaman tadi dengan konsep penjumlahan &
pengurangan.
Murid bersama guru menyusun kalimat matematika sederhana dari situasi
nyata, contoh:
o “Budi membeli 3 jeruk, Ani membeli 2 jeruk. Totalnya … jeruk.”
o “Ibu punya 10 telur, dipakai 4 telur. Sisa telur ….”
3. Mengaplikasi
Murid mengerjakan soal cerita dalam kelompok dengan benda konkret.
Masing-masing kelompok membuat cara penyelesaian sendiri (menggambar,
menuliskan angka, atau menggunakan benda).
Kelompok mempresentasikan hasilnya.
4. Merefleksi
Murid menuliskan atau menceritakan:
o Apa yang dipelajari hari ini?
o Bagaimana cara mereka menemukan jawabannya?
o Kapan berhitung ini bisa dipakai dalam kehidupan nyata?
Guru memberi umpan balik positif dan motivasi agar murid semangat berlatih
numerasi.
E. Kerangka Pembelajaran Mendalam
- Praktik Pedagogik: Guru fasilitator, murid aktif mengeksplorasi.
- Kemitraan Pembelajaran: Kolaborasi dengan orang tua (membiasakan berhitung di
rumah).
- Pemanfaatan Digital: Menggunakan aplikasi berhitung interaktif sederhana.
- Lingkungan Pembelajaran: Kelas dibuat seperti mini-kantin untuk simulasi belajar.
F. Asesmen
Formative: observasi sikap kerja sama, keberanian menjawab, dan
keterampilan menggunakan benda konkret.
Produk: hasil kerja kelompok (jawaban soal cerita kontekstual).
Refleksi murid: catatan sederhana tentang manfaat belajar numerasi.
G. Media & Sumber Belajar
Media: benda konkret (buah, uang mainan, stik es krim), kartu angka, gambar
cerita.
Sumber: lingkungan nyata (kantin, pasar, rumah), buku numerasi kelas 1–2.