5.
Langkah-Langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Pendahuluan (Apersepsi)
Guru membuka pelajaran dengan menyapa siswa dan menunjukkan tiga benda kerajinan.
Guru (Ibu Sari):
“Selamat pagi semuanya! Sebelum kita masuk ke materi teknis, coba perhatikan tiga benda
di meja Ibu ini. Ada vas, tas, dan dompet. Semuanya berasal dari bahan yang awalnya lunak
di alam. Ada yang bisa menebak, kenapa bahan-bahan yang asalnya lunak ini bisa berubah
jadi benda yang kokoh seperti ini?”
Indikator:
✔ Memberi kesempatan pada tiga atau lebih murid untuk berpendapat.
B. Kegiatan Inti (Diskusi Awal)
Respon Murid 1
Bimo:
“Mungkin karena dibakar ya Bu? Seperti batu bata?”
Guru:
“Ide yang bagus untuk memulai, Bimo! Kamu langsung terpikir proses penguatan dengan
suhu.”
Guru kemudian menggali pemikiran siswa.
Guru:
“Bimo, kalau semua bahan lunak alami—misalnya kulit atau serat alam—kita bakar dengan
suhu tinggi seperti tanah liat, apa yang kira-kira akan terjadi?”
Bimo:
“Oh, kalau kulit mungkin malah hangus ya Bu? Berarti caranya beda-beda?”
Guru:
“Tepat sekali! Setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda.”
Indikator:
✔ Mendengarkan dengan saksama
✔ Bahasa yang membangun semangat
✔ Penggalian pemikiran siswa
Respon Murid 2
Siti:
“Bu, di dekat rumah saya banyak perajin kursi dari rotan dan eceng gondok. Apakah eceng
gondok termasuk bahan lunak alami?”
Guru mendekati siswa untuk menunjukkan perhatian.
Guru:
“Wah, Siti sangat peka dengan lingkungan sekitar! Betul, eceng gondok adalah salah satu
bahan lunak alami yang sering digunakan.”
Guru bertanya kembali:
“Siti, menurut pengamatanmu, apa yang dilakukan para perajin agar eceng gondok yang
awalnya basah bisa menjadi kuat untuk dianyam?”
Siti:
“Biasanya dijemur dulu sampai kering sekali Bu, baru dipress atau dipilin.”
Guru:
“Luar biasa pengamatanmu! Itulah yang disebut proses pengolahan bahan mentah.”
Respon Murid 3
Eko:
“Bu, kalau tanah liat, apakah kita bisa ambil sembarang tanah di belakang rumah untuk
dijadikan kerajinan?”
Guru:
“Pertanyaan yang sangat praktis, Eko! Ibu senang kamu berpikir tentang sumber daya di
sekitar kita.”
Guru menggali lebih jauh pemikiran siswa.
Guru:
“Eko, jika tanah di belakang rumahmu banyak mengandung pasir dan kerikil, kira-kira
kendala apa yang akan kamu hadapi saat membentuknya menjadi keramik yang halus?”
Eko:
“Mungkin bakal pecah-pecah Bu, atau tidak bisa lengket.”
Guru:
“Analisis yang sangat baik!”
Indikator:
✔ Memberi kesempatan murid ketiga berbicara
✔ Penggalian lebih lanjut
✔ Bahasa membangun semangat
C. Penutup Kegiatan Awal
Guru menyimpulkan diskusi.
Guru:
“Nah anak-anak, hari ini kita akan mempelajari lebih dalam tentang sifat-sifat bahan lunak
alami seperti tanah liat, kulit, serat alam, dan bubur kertas. Dengan memahami
karakteristiknya, kalian akan dapat menentukan bahan yang tepat untuk membuat kerajinan
pada proyek kita nanti.”
Guru memberi kesempatan terakhir.
Guru:
“Apakah ada lagi yang ingin bertanya sebelum kita masuk ke materi utama?”