0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan39 halaman

RKTJM

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SMK Kartika I-1 Padang untuk tahun pelajaran 2026-2029 disusun sebagai pedoman strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. RKJM ini mencakup analisis SWOT, tujuan, manfaat, dan ruang lingkup penyusunan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Dokumen ini juga mencakup profil sekolah, sejarah, dan data pendidik serta sarana prasarana yang mendukung pelaksanaan pendidikan.

Diunggah oleh

reykaprajha07
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan39 halaman

RKTJM

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SMK Kartika I-1 Padang untuk tahun pelajaran 2026-2029 disusun sebagai pedoman strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. RKJM ini mencakup analisis SWOT, tujuan, manfaat, dan ruang lingkup penyusunan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Dokumen ini juga mencakup profil sekolah, sejarah, dan data pendidik serta sarana prasarana yang mendukung pelaksanaan pendidikan.

Diunggah oleh

reykaprajha07
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM)

SMK KARTIKA I-1 PADANG


TAHUN PELAJARAN 2026-2029

YAYASAN KARTIKA JAYA KOORDINATOR REM – 032 CABANG I BUKIT BARISAN


SMK KARTIKA I – 1 PADANG
Kelompok Teknologi Manufaktur & Rekayasa dan Teknologi Informasi
Alamat : [Link] No.5 B Padang, Email : smkkartika1_1@[Link]
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta merupakan satuan pendidikan yang


diselenggarakan oleh masyarakat melalui badan penyelenggara pendidikan dan memiliki
peran penting dalam mendukung penyediaan layanan pendidikan kejuruan. SMK Swasta
berkontribusi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, serta kesiapan
untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi.

Dalam menghadapi persaingan dan dinamika perkembangan dunia usaha dan dunia
industri (DUDI), SMK Swasta dituntut untuk mampu mengelola pendidikan secara
profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Perencanaan yang matang dan berkelanjutan
menjadi kebutuhan utama agar sekolah mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan,
kepercayaan masyarakat, serta keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan.

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) disusun sebagai dokumen perencanaan


strategis sekolah untuk jangka waktu empat tahun yang memuat arah kebijakan, program, dan
target pengembangan sekolah. RKJM disusun berdasarkan hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
serta memperhatikan visi badan penyelenggara pendidikan, kondisi internal sekolah, dan
kebutuhan dunia kerja.

Penyusunan RKJM SMK Swasta merupakan wujud penerapan manajemen berbasis


sekolah yang menekankan kemandirian, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan
pendidikan. RKJM menjadi pedoman bagi sekolah dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan
(RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) guna meningkatkan mutu
pendidikan dan daya saing lulusan secara berkelanjutan .

2. LANDASAN HUKUM

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SMK Tahun 2025–2029


Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SMK Tahun 2025–2029
disusun sebagai pedoman perencanaan dan pengembangan sekolah dalam jangka waktu
empat tahun, dengan berlandaskan pada peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang


mengamanatkan pengelolaan pendidikan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan guna
meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,


sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021, yang
menetapkan delapan Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan utama dalam perencanaan
dan pelaksanaan program sekolah.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan


Pendidikan, yang menegaskan kewajiban satuan pendidikan untuk menyusun Rencana Kerja
Jangka Menengah dan Rencana Kerja Tahunan sebagai bagian dari sistem perencanaan
sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mewajibkan sekolah
memiliki visi, misi, tujuan, serta Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) sebagai pedoman
pengembangan sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar
Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, yang
mengatur penyelenggaraan pendidikan kejuruan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia
industri, dan dunia kerja.

Kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia


terkait pengembangan SMK, revitalisasi SMK, dan penguatan link and match dengan dunia
usaha dan dunia industri pada periode perencanaan tahun 2025–2029.

Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMK yang menjadi dasar penyusunan program, kegiatan,
dan indikator capaian dalam Rencana Kerja Jangka Menengah SMK Tahun 2025–2029.

3. TUJUAN

a. Tujuan penyusunan RKJM secara umum adalah sebagai berikut :


1) Sebagai dasar bagi sekolah dalam melaksanakan program- program sesuai dengan visi,
misi, tujuan, dan sasaran sekolah. Sebagai dasar bagi sekolah untuk membuat target yang
akan dicapai sebagai tonggak-tonggak keberhasilan sekolah dalam jangka pendek, dan
menengah.

2) Sebagai dasar bagi sekolah untuk menentukan langkah-langkah strategis merubah dari
kondisi nyata sekolah yang ada sekarang menuju kondisi sekolah yang diharapkan.

3) Untuk memberikan gambaran kepada stakeholder sekolah (khususnya kepada orang tua
siswa/masyarakat) terhadap segala bentuk program sekolah yang akan diselenggarakan,
baik dalam jangka pendek dan menengah .

b. Adapun tujuan penyusunan RKJM secara khusus adalah:

1) Menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan
tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil.

2) Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah.

3) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antar
sekolah dan Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Barat

4) Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan


pengawasan.

5) Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat.

6) Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan
berkelanjutan.

7) Sebagai dasar ketika kita melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program.

4. MANFAAT

Manfaat yang ingin dicapai dari penyusunan RKJM ini adalah untuk memberi arah dan
bimbingan kepada para pelaku sekolah dalam rangka menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik
dalam meningkatkan dan mengembangkan dengan menekan risiko kegagalan dan mengantisipasi
ketidakpastian masa depan. Dengan adanya RKJM diharapkan dapat dijadikan sebagai : (1) Pedoman
kerja untuk perbaikan dan pedoman sekolah, (2) Sarana untuk melakukan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pengembangan sekolah, serta, (3) Bahan untuk mengajukan usulan pendanaan dan
pengembangan sekolah.

5. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup proses penyusunan RKJM dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap
perumusan RKJM, dan diakhiri pengesahan RKJM. Adapun alur proses penyusunan RKJM dapat
diuraikan sebagai berikut :

1. Persiapan

Pada tahap persiapan ini kepala sekolah membentuk tim perumus RKJM yang disebut Tim
Pengembang Sekolah (TPS) . Tim ini berasal dari unsur guru , manajemen sekolah dan kepala sub
bagian tata usaha

2. Perumusan RKJM

Perumusan RKJM mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

Kesatu adalah dengan menyusun analisis SWOT ( strengths, weaknesses, opportunities, dan threats.
Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh SMK PGRI 1 Sidoarjo,
yaitu dengan cara membandingkan antara ”apa yang diinginkan (harapan)” dengan ”apa yang ada saat
ini ” di SMK PGRI 1 Sidoarjo, atau upaya untuk mempertahankan suatu keberhasilan yang telah
dicapai sekolah.

Kedua adalah dengan menyusun analisis kesenjangan untuk membandingkan kekuatan dan kelemahan
sekolah juga mempertimbangan peluang dan ancamannya.

Ketiga adalah dengan menentukan alternatif pemecahan dengan merumuskan solusi untuk
mengurangi kelemahan sekolah dan menghilangkan ancaman yang mungkin terjadi.

Keempat adalah penyusunan time line atau sebaran waktu kegiatan yang ingin dan akan dicapai

3. Pengesahan RKJM

RKJM setelah tuntas disusun oleh tim pengembang sekolah maka ditandatangani oleh kepala
sekola dan ketua komite sekolah. Pengesahan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan setelah
diverifikasi oleh para pengawas SMK
BAB II
PROFIL SEKOLAH

A. SEJARAH SINGKAT SMK KARTIKA I-1 PADANG

SMK Kartika I - 1 Padang mulai berdiri tanggal 16 April 1996 dengan SK Yayasan
No. B/04/V/1996/Set dan mulai menerima murid baru pada Tahun Pelajaran 1996/1997
Kemudian ditetapkan pendiriannya dengan persetujuan Kepala Kantor Wilayah
Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat dengan surat keputusan No.
KPTS.0917/108/MN/97. Pada awalnya sekolah ini bernama STM 17 Agustus Padang,
karena berada dalam Yayasan yang sama dan memakai gedung yang sama dengan SMA
17 Agustus Padang yaitu bekas gedung Dodiklat Simpang Haru Padang. Sehubungan
dengan penyeragaman nama sekolah yang berada dibawah naungan YAYASAN
KARTIKA JAYA maka nama sekolah ini berubah menjadi STM KARTIKA I-1
PADANG, dimana angka satu romawi ( I ) menyatakan Kodam I Bukit Barisan dan angka
1 biasa ( 1 ) menyatakan SMK pertama dalam daerah Kodam I Bukit Barisan. Dalam
rangka penyesuaian nama sekolah kejuruan dengan ketentuan Kepmendikbud No.
080/U/1993 tanggal 27 Februari 1993 tentang kurikulum maka nama STM Kartika I-1
Padang dirobah lagi menjadi SMK Kartika I-1 Padang Tahun Pelajaran 1997/1998. Selaku
SMK pertama dalam daerah Kodam I Bukit Barisan dengan Kepala Sekolah [Link]
SJ, kampus pertama bergaung dengan SMA Kartika I-5 Padang di jalan [Link] No.5C
Padang sekarang berlokasi di jalan Andalas No. 5 B Padang dengan memiliki 3 ( tiga )
Kompetensi Keahlian Teknik Otomotif Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor dan
Teknik Komputer Jaringan

B. PROFIL SEKOLAH

1. Nama Sekolah : SMK KARTIKA I-1 PADANG


2. Status : Swasta
3. NSS : 402086105024
4. NPSN : 10304842
5. Alamat Sekolah :
a. Jalan : Jl. Andalas No. 5B Padang
b. Desa / Kelurahan : Simpang Haru
c. Kecamatan : Padang Timur
d. Kab / Kota : Padang
e. Propinsi : Sumatera Barat
f. Kode Pos : 25123
6. Rekening Sekolah : Bank Nagari Unit Simpang Haru
7. SK Pendirian : No. B/42/I/1997 Tanggal 04 Bulan 01 Tahun
1997
8. Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
9. Kompetensi Keahlian : 1. Teknik Kenderaan Ringan
2. Teknik Sepeda Motor
3. Teknik Komputer Jaringan
10. Email sekolah : smkkartika1_1@[Link]

11. Website : smkkartika [Link]

12. Yayasan

a. Nama : Yayasan Kartika Jaya Koordinator Rem 032


Cabang I Bukit Barisan
b. Ketua : Ny. Ratna Puspitasari
c. Alamat : Jl. Jenderal Sudirman No. 20 Padang
12. Jumlah Tenaga Pendidik : 18orang
13. Jumlah Tenaga Kependidikan : 3orang
14. Jumlah Siswa : 249orang
15. Ruang Kelas : 7ruang
16. Ruang Praktek : 3ruang
17. Ruang Pustaka : 1ruang
18. Labor Komputer : 1ruang
[Link] Pendidik dan Tenaga Pendidikan

[Link] Pendidik

No. MAPEL JML JENJANG PENDIDIKAN SUDAH


PENDIDIK S2 S1 D4 D -3 SERTIFIKASI.
1 Normatif 5 - 5 - - 4
2 Adaptif 9 - 8 - - 5
3 Produktif :
Otomotif 3 3 - - 2
Komputer 2 - 1 - - 2

[Link] Tenaga Kependidikan

No. UNIT JML STATUS JENJANG PENDIDIKAN


KEPENDIDIKAN PNS PTY PTT JML S 1 SMA SMP JML
TNI
1 Tata Usaha 2 - 2 - 2 1 1 - 2
2 Toolman 1 - 1 - 1 1 - - 1
3 Keamanan 1 1 - - 1 - 1 - 1
4 Penjaga 1 - 1 - 1 - - 1 1
Sekolah

[Link] siswa

Data Siswa Tahun Ajaran 2025-2026

Data Siswa
Program Keahlian Tingkat I Tingkat II Tingkat III Jumlah
No Kls Sis Kls Sis Kls Sis Kls Sis
1. Otomotif 1 11 2 21 2 36 5 78
2. Komputer Jaringan 1 1 1 1 1 6 3 8

[Link] Sarana dan Prasarana

1. Tanah dan bangunan


a. Luas Tanah dan Bangunan : Tanah : 2.574 m²
Bangunan : 2.420 m²
b. Statu Kepemilikan Tanah dan Bangunan
1) tanah : Yayasan
2) Bangunan:Yayasan
c. Status Pemakaian : Sendiri
d. Kondisi Bangunan : Baik
e. Jumlah Runagan 6
f. Jumlah Kamar Mandi/ Toilet Guru : 1
g. Jumlah Kamar Mandi / Toilet Siswa: 1
h. Ruang Kepala Sekolah 1
i. Ruang UKS 1
j. Perpustakaan 1
k. Papan Visi Misi YKJ 1
l. Halaman
1) Luas : 260 M²
2) Pagar dan Pintu Permanen : ada
3) Sarana Olahraga : ada
4) Taman Hijau dan /berbunga : ada
j. Labor Praktek 3
BAB III
RENCANA STRATEGIS

A. VISI, MISI DAN TUJUAN SMK KARTIKA I-1 PADANG

1. Visi
Visi SMK Kartika I-1 Padang ini telah disepakati oleh seluruh warga sekolah
dan mendapat persetujuan dari pengurus Komite bahwa Visi SMK Kartika I-1 Padang
tetap sama dengan visi tahun lalu, yaitu: “Terciptanya Profesional yang Berakhlak
Mulia dan Kompeten di Bidangnya”.

Visi ini sudah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah, sekaligus sebagai
pedoman penyusunan misi, tujuan dan program kerja sekolah tahun pelajaran 2025/2026.

Indikator Pencapaian Visi


Indikator pencapaian visi SMK Kartika I-1 Padang yaitu :
a. Adanya lulusan yang memiliki akhlak mulia sebagai cerminan insan bertaqwa sesuai
dengan tujuan pendidikan nasional.
b. Adanya lulusan yang profesional sesuai kompetensinya yang terampil sesuai dengan
tujuan pendidikan nasional.
c. Adanya lulusan yang berkarakter, kompeten, kuat, kreatif, serta mandiri dalam setiap
kegiatan.
2. Misi

1. Melaksanakan pembelajaran yang berlandaskan iman dan taqwa sesuai sesuai dengan
kurikulum yang berlaku.
2. Mengembangkan kurikulum agar dapat menghasilkan insan yang bertaqwa, terampil
dan mandiri.
3. Meningkatkan kinerja dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam
pelayanan murid untuk melakukan kreatifitasnya
4. Melaksanakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, kooperatif dan
menyenangkan untuk mengembangkan potensi keilmuan murid.
5. Menghasilkan lulusan dengan keunggulan kompetitif di era global
6. Membudayakan, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter, budaya kerja
industri, literasi dan berwawasan lingkungan.
7. Mengembangkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana sesuai kompetensi
keahlian untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam meningkatkan kualitas
tamatan.
8. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan mencegah terjadinya perundungan
dilingkungan sekolah.
3. Tujuan Satuan Pendidikan

Berdasarkan visi dan misi sekolah, serta tujuan yang hendak dicapai sekolah,
maka tujuan yang hendak dicapai sekolah pada 1 tahun adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan kompetensi lulusan yang berkualitas melalui pembelajaran yang


menyenangkan dan berkualitas dalam rangka memasuki era 4.0
2. Pencapaian Hasil Ujian Akhir tiap mata pelajaran anak didik minimal 75 dengan
nilai rata-rata minimal adalah 75.
3. Mewujudkan lulusan dapat diterima bekerja pada perusahaan swasta, BUMN, dan
lain-lain atau berwirausaha mandiri.
4. Proporsi lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri, dan Perguruan Tinggi
Swasta Ternama minimal 35%
5. Terencana dan tercipta lahan penghijauan yang tertata dengan berbagai macam jenis
tumbuhan bunga dan buah serta tercipta sekolah yang tidak hanya berfungsi sebagai
tempat belajar tetapi juga berfungsi sebagai tempat yang Indah, Hijau, Bersih, dan
Sehat.
6. Memiliki Tim Kreatifitas Remaja di bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi dan
Komputer, Akademis, Seni Budaya, dan Bahasa Inggris yang mampu bers aing di
tingkat Kota dan Provinsi
7. Memiliki tim olah raga yang tangguh yang mampu bersaing di tingkat kota dan
provinsi.
8. Seluruh lulusan merupakan insan yang cinta dan peduli terhadap lingkungan hidup
9. Seluruh warga sekolah baik murid, petugas administrasi, guru maupun kepala
sekolah menguasai dan senantiasa menggunakan ICT sebagai media pembelajaran
dan media komunikasi.
10. Terbentuknya tim teaching factory yang bersumber pada hasil karya murid dan guru.
4. Tujuan Program Keahlian
a. Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan murid
3. Mewujudkan tamatan yang mempunyai Program Keahlian Teknik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi yang unggul dan berdaya saing secara nasional
dan internasional.
4. Membekali murid dengan Ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi
yang berminat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
5. Menghasilkan lulusan yang berkarakter dalam bidang Teknik Jaringan Komputer
dan Telekomunikasi serta mampu bersaing secara nasional dan internasional.
6. Menghasilkan lulusan yang mampu berinovasi untuk dapat menciptakan peluang
bagi karirnya.
7. Secara Khusus Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi adalah untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter siap
bekerja, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kompeten dalam teknologi
jaringan berbasis luas, administrasi Infrastruktur dan system jaringan, teknologi
layanan jaringan serta manajemen usaha pada bidang Teknik Jaringan Komputer
dan Telekomunikasi.
b. Program Keahlian Teknik Otomotif

1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan murid


2. Mewujudkan Program Keahlian Teknik Otomotif yang unggul dan berdaya
saing secara nasional dan internasional.
3. Membekali murid dengan Ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebagai bekal bagi
yang berminat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
4. Menghasilkan lulusan yang berkarakter dalam bidang Teknik Otomotif serta
mampu bersaing secara nasional dan internasional.
5. Menghasilkan lulusan yang mampu berinovasi untuk dapat menciptakan
peluang bagi karirnya.
6. Secara khusus Program Keahlian Teknik Otomotif bertujuan untuk
menghasilkan lulusan yang berkarakter siap bekerja memiliki pengetahuan dan
keterampilan serta kompeten dalam pemeliharaan mesin, pemeliharaan sasis,
pengelolaan bengkel, pemeliharaan kelistrikan serta manajemen produk kreatif
dan kewirausahaan.

[Link] Sekolah
Strengths (Kekuatan): SMK Kartika I-1 Padang memiliki visi yang jelas dan konsisten, yaitu
menciptakan profesional yang berakhlak mulia dan kompeten di bidangnya, yang telah
disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan menjadi pedoman utama dalam
penyusunan misi serta program kerja. Indikator pencapaian visi menekankan pada lulusan
yang bertaqwa, terampil, berkarakter, kreatif, dan mandiri, yang selaras dengan tujuan
pendidikan nasional. Misi sekolah juga kuat dalam aspek pembelajaran berbasis iman dan
taqwa, pengembangan kurikulum untuk menghasilkan insan mandiri, serta peningkatan
kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu, tujuan sekolah mencakup
pencapaian nilai ujian minimal 75, penyerapan lulusan di dunia kerja atau wirausaha, serta
pengembangan program keahlian seperti Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
serta Teknik Otomotif, yang fokus pada inovasi, karakter, dan keterampilan praktis seperti
pemeliharaan mesin dan jaringan. Kekuatan ini didukung oleh komitmen menciptakan iklim
sekolah kondusif, bebas perundungan, dan berwawasan lingkungan, termasuk pembentukan
tim kreativitas dan olahraga yang kompetitif di tingkat kota dan provinsi.

Weaknesses (Kelemahan): Meskipun visi dan misi sekolah ambisius, terdapat potensi
kelemahan dalam implementasi, seperti kurangnya detail metrik pengukuran spesifik untuk
indikator pencapaian visi, yang hanya disebutkan secara umum tanpa target kuantitatif yang
terukur selain nilai ujian. Misi yang menekankan pembelajaran aktif, inovatif, dan kooperatif
mungkin belum sepenuhnya terintegrasi dengan data rapor pendidikan sebelumnya, di mana
capaian literasi dan numerasi peserta didik masih rendah (hanya 29,63% mencapai
kompetensi minimum), menunjukkan ketidakselarasan antara tujuan pengembangan potensi
keilmuan murid dengan realitas lapangan. Selain itu, tujuan program keahlian yang berfokus
pada keunggulan nasional dan internasional, seperti menghasilkan lulusan yang kompeten di
bidang jaringan komputer dan otomotif, berpotensi lemah jika tidak didukung oleh sarana
prasarana yang optimal, mengingat data sebelumnya menunjukkan skor rendah pada
Teaching Factory (48,26). Kelemahan lain adalah ketergantungan pada ICT sebagai media
pembelajaran tanpa penyebutan strategi mitigasi jika akses teknologi terbatas, serta risiko
penurunan motivasi jika target seperti proporsi lulusan ke perguruan tinggi (minimal 35%)
tidak tercapai akibat dinamika eksternal.

Opportunities (Peluang): Sekolah memiliki peluang besar untuk memanfaatkan visi dan misi
yang selaras dengan era 4.0, seperti pengembangan kurikulum berbasis inovasi dan literasi
lingkungan, yang dapat diintegrasikan dengan program pemerintah seperti Merdeka
Belajar untuk meningkatkan kompetensi lulusan di bidang teknik jaringan dan otomotif.
Tujuan menciptakan lahan penghijauan dan sekolah yang indah, hijau, bersih, serta sehat
membuka peluang kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti dinas lingkungan atau industri,
untuk mendapatkan dukungan dana BOS atau sponsorship dalam pembentukan teaching
factory dari hasil karya murid dan guru. Selain itu, fokus pada lulusan yang siap kerja atau
wirausaha mandiri, dengan target penyerapan di perusahaan swasta dan BUMN, dapat
dimanfaatkan melalui kemitraan industri untuk pemagangan, terutama mengingat
rekomendasi prioritas dari rapor pendidikan yang menyarankan peningkatan kompetensi guru
via Platform Merdeka Mengajar. Peluang juga terbuka untuk memperkuat tim kreativitas dan
olahraga melalui kompetisi tingkat provinsi, yang bisa meningkatkan citra sekolah dan
menarik lebih banyak siswa baru, serta memanfaatkan ICT untuk komunikasi dan
pembelajaran jarak jauh di tengah dinamika pendidikan pasca-pandemi.

Threats (Ancaman): Ancaman utama bagi sekolah adalah persaingan ketat di tingkat
nasional dan internasional, di mana lulusan harus bersaing dengan sekolah lain yang memiliki
fasilitas lebih canggih, terutama jika capaian numerasi dan literasi tetap rendah seperti data
rapor 2025, yang bisa menghambat pencapaian tujuan seperti lulusan kompetitif di era global.
Faktor eksternal seperti perubahan kurikulum nasional atau kebijakan pendidikan yang tidak
selaras dengan misi berbasis iman dan taqwa berpotensi mengganggu implementasi
pembelajaran, sementara isu perundungan atau intoleransi—meskipun dicegah dalam misi—
bisa muncul jika iklim sekolah tidak dikelola dengan baik, mengingat penurunan
BAB IV
PROGRAM DAN KEGIATAN RKJM ( Rencan Kerja Jangka Menengah)
SMK KARTIKA I-1 PADANG TAHUN 2026-2029

[Link] Kurikulum Dan Pembelajaran

No Program Deskripsi Kegiatan Utama Tujuan Indikator Sukses Waktu Sumber


Program Pelaksanaan Anggaran
(RKJM
2025-2029)
1 Peningkatan Program ini - Pelatihan guru Meningkatkan - Peningkatan Tahun 1-4: BOS Reguler
Kemampuan difokuskan pada untuk proporsi siswa skor literasi dan Pelatihan & (Peningkatan
Literasi dan penguatan memperkuat mencapai numerasi di implementasi kompetensi guru,
Numerasi kemampuan literasi dan kompetensi Asesmen tahunan; Pengembangan
literasi (membaca numerasi melalui minimum Nasional. - 80% evaluasi kegiatan literasi
teks informasi dan komunitas belajar literasi dan guru terlatih dan semesteran. dan numerasi).
sastra) dan dan sumber numerasi menerapkan
numerasi (domain belajar mandiri. - hingga 50% metode baru. -
bilangan, aljabar, Pengembangan dalam 4 tahun. Partisipasi siswa
geometri, data & modul dalam kegiatan
ketidakpastian) pembelajaran literasi/numerasi
berdasarkan berbasis teks meningkat 30%.
capaian rendah sastra dan
(29,63%) di Rapor informasi untuk
Pendidikan, literasi, serta
dengan integrasi domain numerasi
ke kurikulum seperti data &
intrakurikuler, ketidakpastian. -
Implementasi
kokurikuler, dan kegiatan literasi
ekstrakurikuler. harian (misal:
program membaca
15 menit sehari)
dan numerasi
melalui proyek
berbasis masalah.
- Monitoring dan
evaluasi kemajuan
siswa melalui
asesmen formatif.
2 Pengembangan Berdasarkan - Pemetaan Meningkatkan - 70% lulusan Tahun 1: BOS Reguler
Kurikulum penyerapan bakat/minat siswa penyerapan bersertifikat Pemetaan & (Pengembangan
Berbasis lulusan SMK dan penyesuaian lulusan bekerja kompetensi kerjasama; kerja sama
Kebutuhan rendah (14,7%) kurikulum dengan hingga 40% industri. - Tahun 2-4: industri, Kegiatan
Dunia Kerja dan kualitas kebutuhan kerja. - dan kualitas Kerjasama dengan Implementasi pemagangan
(Link and Teaching Factory Pelatihan guru TeFa hingga minimal 5 mitra & evaluasi. guru/siswa,
Match) (TeFa) sedang, kejuruan melalui "Baik". industri. - Penyelenggaraan
program ini magang di industri Peningkatan skor uji kompetensi
menyelaraskan dan sertifikasi D.17 (Link and keahlian).
kurikulum dengan kompetensi. - Match) di Rapor
standar industri Implementasi Pendidikan.
melalui kerjasama model
DU/DI. pembelajaran
TeFa, termasuk
proyek berbasis
industri. -
Penguatan Bursa
Kerja Khusus
(BKK) dengan
tracer study
lulusan.
3 Peningkatan Mengatasi kualitas - Workshop guru Meningkatkan - 90% guru Tahun 1-2: BOS Reguler
Kualitas pembelajaran untuk metode skor kualitas menerapkan Pelatihan; (Peningkatan
Pembelajaran sedang (D.1: pembelajaran pembelajaran pembelajaran Tahun 3-4: kompetensi guru
Berorientasi 59,97) dengan interaktif, hingga 70 dan diferensiasi. - Implementasi untuk
Siswa fokus pada diferensiasi, dan partisipasi Peningkatan penuh & pembelajaran
interaksi, umpan balik. - siswa dalam indeks interaksi monitoring. berorientasi siswa,
diferensiasi, dan Pengembangan proses belajar. guru-siswa di Pengembangan
umpan balik, media survei. - Feedback pembelajaran
termasuk integrasi pembelajaran positif dari berbasis proyek,
TIK dan digital dan proyek siswa/orang tua Penyediaan media
pembelajaran berbasis siswa. - >80%. pembelajaran).
berbasis proyek Integrasi
(P5). pembelajaran
inklusif untuk
siswa
berkebutuhan
khusus. -
Kolaborasi dengan
orang tua melalui
kegiatan pelibatan
keluarga.
4 Penguatan Berdasarkan iklim - Pelatihan guru Menciptakan - Penurunan Tahun 1-4: BOS Reguler
Iklim keamanan baik tentang disiplin lingkungan kasus Integrasi (Peningkatan
Pembelajaran (63) tapi perlu positif, belajar aman, perundungan tahunan; kompetensi guru
Aman dan perbaikan di pencegahan meningkatkan 50%. - 100% evaluasi untuk sikap
Inklusif toleransi, perundungan, dan skor D.4 dan guru tahunan. inklusif/toleran,
terlatih di
inklusivitas. -
kesetaraan gender, kesetaraan gender. D.8 hingga 75. Peningkatan Penerapan
dan pencegahan - Integrasi modul partisipasi siswa program
perundungan, kebinekaan dan di kegiatan pencegahan
integrasikan ke inklusivitas ke kebinekaan. perundungan,
kurikulum untuk dalam kurikulum Pengembangan
mendukung proses (misal: P5 tema sekolah
belajar. toleransi). - aman/inklusi).
Kegiatan
ekstrakurikuler
seperti diskusi
budaya dan
program anti-
bullying. -
Evaluasi iklim
sekolah melalui
survei rutin.
5 Pengembangan Fokus pada - Program magang Meningkatkan - 70% guru Tahun 1: BOS Reguler
Profesional pengembangan guru kejuruan di kompetensi kejuruan Perencanaan; (Peningkatan
Guru dan kompetensi PTK industri minimal 1 PTK hingga bersertifikat Tahun 2-4: kompetensi
Tenaga untuk mendukung bulan/tahun. - 80% magang. - Pelaksanaan guru/keahlian,
Kependidikan kurikulum, Komunitas belajar memenuhi Peningkatan skor & evaluasi. Kegiatan
berdasarkan internal untuk standar, D.3 pemagangan guru,
rekomendasi refleksi dan mendukung (Kepemimpinan Pengembangan
prioritas seperti sharing best peningkatan Instruksional). - kompetensi kepala
magang guru dan practices. - kualitas Feedback guru: sekolah).
refleksi Sertifikasi pembelajaran. 85% merasa
pembelajaran. kompetensi guru kompetensi
dan workshop meningkat.
rutin. - Monitoring
kinerja guru
melalui supervisi
kepala sekolah.

[Link] Pendidik dan Tenaga Pendidik

N Program Deskripsi Kegiatan Tujuan Indikator Jangka Sumber Sumber


o Program Utama Keberhasilan Waktu Daya Data/Referens
(RKJM: Dibutuhka i dari Rapor
2026-2030) n
1 Pengembanga Program - Pelatihan Meningkatkan - Persentase Tahun 1-2: Anggaran Rekomendasi
n Kompetensi untuk dan workshop proporsi peserta guru yang Pelatihan BOS untuk Prioritas (Sheet
Guru dalam meningkatkan tentang didik yang terlatih: 100%. - intensif. pelatihan, 2.2: No.1-2,8);
Literasi dan kemampuan pengajaran mencapai Peningkatan Tahun 3-4: fasilitator Laporan Rapor
Numerasi guru dalam teks sastra kompetensi skor Implementas eksternal. (Sheet 2: A.1
mengajar dan informasi minimum literasi/numeras i dan & A.2).
literasi dan (A.1.2 & literasi dan i di Asesmen evaluasi.
numerasi A.1.1). - numerasi Nasional.
berdasarkan Diskusi hingga 50%
capaian komunitas dalam 4 tahun.
rendah di belajar untuk
indikator A.1 domain
(29,63%) dan aljabar, data,
A.2 (29,63%). dan
ketidakpastia
n (A.2.2 &
A.2.4). -
Belajar
mandiri
menggunakan
sumber
belajar
online.
2 Sertifikasi dan Program - Persiapan Meningkatkan - Persentase Tahun 1-3: Anggaran Rekomendasi
Kualifikasi untuk dan ujian persentase guru guru Persiapan untuk biaya Keseluruhan
PTK meningkatkan sertifikasi bersertifikat bersertifikat sertifikasi. sertifikasi, (Sheet 2.1:
sertifikasi guru. - hingga 50% dan meningkat 10% Tahun 4: workshop. No.34-35);
guru yang Seminar mempertahanka per tahun. - Pemantauan. Laporan Rapor
rendah (B.2: tentang n kualifikasi Nilai kualitas (Sheet 2: B.1-
15,38%) dan peningkatan minimal. PTK (B.1: B.4).
memastikan kualifikasi 68,91) naik ke
kualifikasi S1/D4. - 80.
minimal (B.3: Supervisi dan
100%) serta evaluasi
kesesuaian kinerja PTK.
latar belakang
(B.4: 100%).
3 Pengembanga Program - Magang Meningkatkan - Persentase Tahun 1-2: Anggaran Rekomendasi
n Profesional fokus pada guru di penyerapan guru magang: Magang dan BOS untuk Prioritas (Sheet
untuk Link peningkatan industri lulusan bekerja 80%. - workshop. magang, 2.2: No.3-
and Match kompetensi (D.17.6: 53). (A.4.2) hingga Peningkatan Tahun 3-4: kerjasama 4,10); Laporan
Dunia Kerja guru kejuruan - Workshop 30% dan skor link and Implementas industri. Rapor (Sheet
untuk teaching kualitas teaching match (D.17: i di kelas. 2: A.4, D.17).
mendukung factory dan factory. 65,47).
penyerapan sertifikasi
lulusan SMK kejuruan. -
(A.4: 14,7%) Kerja sama
dan teaching dengan dunia
factory usaha untuk
(D.17.2: pelatihan.
55,56).
4 Peningkatan Program - Pelatihan Menciptakan - Penurunan Tahun 1-4: Anggaran Rekomendasi
Kompetensi untuk disiplin lingkungan insiden Pelatihan untuk Prioritas (Sheet
dalam Iklim memperbaiki positif dan aman, perundungan tahunan dan trainer, 2.2: No.15-16);
Sekolah yang iklim pencegahan meningkatkan 20%. - Skor monitoring. materi Laporan Rapor
Aman dan keamanan hukuman skor iklim iklim edukasi. (Sheet 2: D.4,
Inklusif (D.4: 63) dan fisik (D.4.5: keamanan ke 75. kebinekaan D.8, D.10).
inklusivitas 63,89). - (D.8: 66) naik
(D.10: 64,33), Workshop ke 80.
termasuk toleransi dan
pencegahan kesetaraan
perundungan gender
dan (D.8.3: 59,72;
kesetaraan D.6: 63,89). -
gender. Program
inklusi untuk
peserta didik
berkebutuhan
khusus
(D.10.3:
58,33).
5 Pengembanga Program - Seminar Meningkatkan - Partisipasi Tahun 1-3: Anggaran Rekomendasi
n untuk visi-misi motivasi PTK PTK dalam Seminar dan untuk Keseluruhan
Kepemimpina memperkuat sekolah sebagai refleksi: 100%. komunitas. fasilitator, (Sheet 2.1:
n dan Refleksi kepemimpina (D.3.1: penggerak - Peningkatan Tahun 4: pertemuan. No.67-68);
PTK n 58,33). - perubahan, skor nilai refleksi Evaluasi. Laporan Rapor
instruksional Komunitas kepemimpinan guru. (Sheet 2: D.3).
(D.3: 64,44) belajar untuk naik ke 75.
dan dukungan refleksi
refleksi guru pembelajaran.
(D.3.3: - Supervisi
58,33). kepala
sekolah
terhadap
PTK.

[Link] Sarana dan Prasarana

No Indikator Program Kegiatan Utama Target Estimasi Waktu Sumber Dana


Prioritas dari Jangka Pelaksanaan
Rapor Menengah
(RKJM 2026-
2030)
1 B.1 Ketersediaan Peningkatan - Inventarisasi ulang 100% prasarana dasar Tahun 1-2: BOS Reguler, Dana
prasarana dasar Ketersediaan dan prasarana dasar memenuhi standar Inventarisasi dan Masyarakat, Hibah
(Skor: Baik, Kualitas (ruang kelas, toilet, minimal perencanaan. Pemerintah Daerah.
66.67) – Masih Prasarana Dasar laboratorium dasar). - Kemendikbudristek. Tahun 3-4:
perlu peningkatan Sekolah Pembangunan atau Pelaksanaan
untuk mencapai renovasi ruang kelas renovasi. Tahun 5:
optimal. dan fasilitas sanitasi. - Evaluasi.
Pengadaan peralatan
pendukung seperti
listrik dan air bersih.
2 B.2 Ketersediaan Pengadaan dan - Pengadaan alat 80% sarana Tahun 1: BOS Reguler,
sarana dan Pemeliharaan praktik kejuruan pembelajaran Pengadaan tahap Kerjasama Industri
prasarana untuk Sarana (misalnya mesin, kejuruan tersedia dan awal. Tahun 2-3: (DUDI), Dana
pembelajaran Pembelajaran komputer, peralatan berfungsi optimal. Pelatihan dan Sekolah.
(Skor: Sedang, 50) Kejuruan lab). - Pelatihan guru pemeliharaan.
– Rendahnya dalam penggunaan Tahun 4-5:
ketersediaan alat sarana baru. - Pengadaan
pembelajaran Pemeliharaan rutin lanjutan dan
kejuruan. sarana pembelajaran. monitoring.
3 B.3 Kualitas Pemeliharaan dan - Rehabilitasi gedung Kualitas prasarana Tahun 1-2: Audit BOS Reguler, APBD
prasarana (Skor: Rehabilitasi sekolah (atap, meningkat menjadi dan rehabilitasi Provinsi/Kota,
Baik, 66.67) – Prasarana dinding, lantai). - "Sangat Baik" (skor kecil. Tahun 3-5: Sumbangan Komite
Perlu Sekolah Pemasangan sistem >80). Rehabilitasi besar Sekolah.
pemeliharaan keamanan (pagar, dan pemeliharaan
untuk mencegah CCTV). - Audit rutin.
penurunan kualitas prasarana
kualitas. secara berkala.
4 B.4 Kualitas Peningkatan - Upgrade perangkat 90% sarana TIK Tahun 1: BOS Reguler,
sarana Kualitas Sarana TIK (komputer, berkualitas tinggi dan Pengadaan dan Program
pembelajaran Teknologi proyektor, internet). - terintegrasi dalam instalasi. Tahun 2- Kemendikbudristek
(Skor: Baik, 75) – Informasi dan Integrasi sarana TIK kurikulum. 4: Integrasi dan (seperti DAK),
Fokus pada Komunikasi dalam pembelajaran. - pelatihan. Tahun Kerjasama Vendor.
peningkatan (TIK) Pemeliharaan dan 5: Evaluasi dan
kualitas alat TIK penggantian sarana upgrade.
dan lab. rusak.
5 B.5 Ketersediaan Pengembangan - Pembangunan ram 100% aksesibilitas Tahun 1: BOS Reguler, Dana
sarana dan Sarana dan akses, toilet khusus untuk peserta didik Perencanaan dan Khusus Inklusi, CSR
prasarana untuk Prasarana disabilitas. - berkebutuhan khusus. pengadaan dasar. Perusahaan.
peserta didik Inklusif Pengadaan alat bantu Tahun 2-3:
berkebutuhan belajar untuk siswa Pembangunan
khusus (Skor: berkebutuhan khusus. fasilitas. Tahun 4-
Kurang, 0) – - Sosialisasi dan 5: Pelatihan dan
Belum ada pelatihan inklusivitas. monitoring.
fasilitas inklusif.
6 D.14 Kualitas Integrasi - Penyelarasan sarpras Sarpras kejuruan Tahun 1-2: BOS Reguler,
Prasarana dan Prasarana dengan dengan kurikulum selaras 100% dengan Kolaborasi dan Kerjasama DUDI,
Sarana Kebutuhan kejuruan (link and standar industri. penyelarasan. Hibah.
Pembelajaran (dari Kejuruan SMK match dengan Tahun 3-5:
rekomendasi) – industri). - Pembangunan dan
Rendahnya Pembangunan integrasi.
kualitas fasilitas workshop kejuruan. -
pendukung. Kolaborasi dengan
industri untuk donasi
sarana.

[Link] Kesiswaan

No Program Tujuan Identifikasi Kegiatan Penjelasan Waktu Indikator Kebutuhan


Bidang Program Masalah Utama Implementasi Pelaksanaan Keberhasilan Anggaran
Kesiswaan (Berdasarkan Kegiatan (RKJM: (Ya/Tidak)
Rapor) Tahun 2025-
2028)
1 Pembinaan Meningkatkan Capaian - Workshop dan Melibatkan Tahun 1 Peningkatan Ya (untuk
Karakter karakter siswa karakter siswa pelatihan siswa dalam (2025): skor karakter materi
Siswa seperti gotong sedang (skor karakter siswa. - kegiatan Perencanaan siswa >70; workshop
royong, 66,35), dengan Kegiatan proyek kelompok dan workshop partisipasi dan alat
mandiri, dan sub-indikator kolaboratif seperti gotong awal. Tahun 2- siswa >80% proyek).
kreativitas seperti gotong (gotong royong). royong 3 (2026-2027): dalam
untuk royong (58,5) - Pembinaan membersihkan Implementasi kegiatan.
mendukung dan mandiri OSIS dan sekolah, rutin. Tahun 4
profil pelajar (66,67) yang ekstrakurikuler proyek kreatif, (2028):
Pancasila. perlu penguatan; berbasis dan refleksi Evaluasi dan
rendahnya karakter. mandiri; sustainabilitas.
partisipasi siswa integrasikan
dalam kegiatan dengan
kolaboratif. intrakurikuler
dan
kokurikuler.
2 Peningkatan Menciptakan Iklim keamanan - Kampanye Kampanye Tahun 1 Penurunan Ya (untuk
Iklim lingkungan baik (skor 63), anti- melalui (2025): kasus materi
Keamanan sekolah yang tapi sub- perundungan dan poster, Kampanye perundungan kampanye
Sekolah aman dari indikator seperti kekerasan. - seminar, dan awal dan <5%; skor dan
perundungan, pemahaman Pelatihan role-playing; pembentukan iklim pelatihan).
hukuman fisik, hukuman fisik disiplin positif pelatihan tim. Tahun 2-3 keamanan
dan kekerasan (66,34) dan bagi siswa dan siswa sebagai (2026-2027): >70.
seksual. kekerasan guru. - peer Pelatihan rutin.
seksual (61,11) Pembentukan counselor; Tahun 4
perlu perbaikan; tim pencegahan monitoring (2028):
rekomendasi kekerasan. bulanan oleh Integrasi
prioritas pada tim kebijakan
pencegahan kesiswaan. sekolah.
perundungan.
3 Promosi Meningkatkan Iklim - Hari Festival Tahun 1 Peningkatan Ya (untuk
Kebinekaan toleransi, kebinekaan Kebinekaan dan budaya siswa (2025): skor acara
dan kesetaraan sedang (skor festival budaya. - dari berbagai Workshop dan kebinekaan festival dan
Inklusivitas gender, dan 66), dengan Workshop latar; festival >75; materi
sikap inklusif toleransi kesetaraan workshop pertama. Tahun partisipasi workshop).
terhadap agama/budaya gender dan tentang 2-3 (2026- siswa inklusif
disabilitas (66,23) dan inklusivitas. - toleransi; 2027): Program >90%.
serta sikap terhadap Program integrasi mentoring
keragaman disabilitas mentoring bagi dengan rutin. Tahun 4
budaya. (64,44) yang siswa kegiatan OSIS (2028):
rendah; berkebutuhan untuk siswa Evaluasi dan
rekomendasi khusus. disabilitas. ekspansi.
pada kesetaraan
peserta didik.
4 Peningkatan Meningkatkan Partisipasi siswa - Pemilihan dan Siswa terlibatTahun 1 Peningkatan Tidak (bisa
Partisipasi keterlibatan sedang (skor pembinaan dalam rapat (2025): skor tanpa biaya,
Siswa siswa dalam 67,25), dengan OSIS. - Kegiatan komite Pemilihan partisipasi tapi
pengelolaan partisipasi siswa dalam sekolah; OSIS dan >75; jumlah opsional
sekolah dan keseluruhan perencanaan kegiatan kegiatan awal. siswa aktif untuk
kegiatan warga sekolah sekolah. - seperti debat Tahun 2-3 >85%. insentif).
akademik/non- (64,69) yang Ekstrakurikuler siswa dan (2026-2027):
akademik. perlu berbasis proyek siswa- Integrasi ke
ditingkatkan; partisipasi. led; evaluasi perencanaan
rekomendasi partisipasi sekolah. Tahun
pada partisipasi tahunan. 4 (2028):
peserta didik. Monitoring
berkelanjutan.
5 Penguatan Meningkatkan Kemampuan - Klub literasi Klub Tahun 1 Peningkatan Ya (untuk
Literasi dan kemampuan literasi dan dan matematika mingguan (2025): proporsi buku dan
Numerasi literasi dan numerasi kurang siswa. - dengan Pembentukan siswa alat
melalui numerasi (skor 29,63%), Kompetisi dan diskusi buku klub. Tahun 2- mencapai numerasi).
Kegiatan siswa melalui dengan proyek berbasis dan permainan 3 (2026-2027): kompetensi
Siswa pendekatan rekomendasi literasi/numerasi. matematika; Kompetisi minimum
kesiswaan prioritas pada - Pembinaan kompetisi rutin. Tahun 4 >40%.
non-formal. domain data, minat baca dan internal; (2028):
aljabar, dan teks hitung. integrasi Integrasi ke
sastra/informasi. dengan ekstrakurikuler.
perpustakaan
sekolah.

[Link] Kerja Sama dan Humas

No Program Kegiatan Tujuan Indikator Sukses Jangka Waktu Sumber


(RKJM: 2026- Data/Referensi dari
2029) Rapor Pendidikan
1 Penguatan 1. Penandatanganan MoU Meningkatkan link - Jumlah MoU Tahun 1: Berdasarkan
Kerjasama dengan perusahaan and match antara baru: minimal 5 Penandatanganan indikator A.4
dengan Dunia industri terkait jurusan sekolah dan dunia per tahun. - MoU dan magang (Penyerapan lulusan
Kerja (Industri) kejuruan. 2. Organisasi kerja untuk Persentase guru awal. Tahun 2-3: SMK: Kurang,
kegiatan magang guru meningkatkan magang: naik dari Workshop dan 14,7%) dan D.17
dan siswa di industri. 3. penyerapan lulusan 53% menjadi implementasi. (Link and match
Penyelenggaraan SMK. 80%. - Persentase Tahun 4: Evaluasi dengan dunia kerja:
workshop bersama lulusan terserap dan perluasan. Rendah, termasuk
industri untuk kerja: naik dari D.17.1 Guru magang:
sinkronisasi kurikulum. 14,7% menjadi 53, turun 12,56).
4. Monitoring dan 50%. Rekomendasi
evaluasi kerjasama Prioritas No. 3 & 4 di
melalui tracer study Sheet 2.2.
lulusan.
2 Pengembangan 1. Pembentukan tim BKK Meningkatkan - Jumlah job fair: Tahun 1: Berdasarkan
Bursa Kerja yang aktif. 2. akses lowongan minimal 2 per Pembentukan tim indikator A.4.2
Khusus (BKK) Penyelenggaraan job fair kerja bagi lulusan tahun. - Tingkat dan tracer study (Lulusan yang
dan Promosi virtual dan offline. 3. dan partisipasi alumni awal. Tahun 2-4: bekerja: Rendah) dan
Lulusan Kampanye promosi mempromosikan dalam promosi: Job fair rutin dan rekomendasi di Sheet
lulusan melalui media kompetensi siswa 70%. - Data promosi 2.2 No. 3 (Fasilitasi
sosial, website sekolah, ke dunia industri. tracer study berkelanjutan. bakat siswa untuk
dan kerjasama dengan lengkap: 90% bekerja dan
alumni. 4. Tracer study lulusan terlacak. optimalisasi BKK).
tahunan untuk data
penyerapan lulusan.
3 Peningkatan 1. Penyelenggaraan Meningkatkan - Tingkat Tahun 1: Pertemuan Berdasarkan
Partisipasi pertemuan rutin dengan keterlibatan orang partisipasi orang awal dan survei. indikator E.1
Orang Tua dan orang tua/wali (minimal 4 tua dan komunitas tua: naik dari Tahun 2-3: (Partisipasi warga
Komunitas kali/tahun). 2. Kampanye untuk mendukung 62,12% menjadi Kampanye dan satuan pendidikan:
(Humas) humas melalui perbaikan layanan 80%. - Jumlah pelibatan rutin. Sedang, 64,69) dan
newsletter, media sosial, pendidikan. event humas: Tahun 4: Evaluasi E.1.1 (Partisipasi
dan event sekolah. 3. minimal 6 per dan peningkatan. orang tua: 62,12,
Pelibatan orang tua dalam tahun. - Hasil turun 5,03).
kegiatan sekolah seperti survei kepuasan: Rekomendasi di
workshop parenting dan skor minimal Sheet 2.1 tentang
kegiatan ekstrakurikuler. 75%. partisipasi untuk
4. Survei umpan balik perbaikan layanan.
orang tua untuk evaluasi
partisipasi.
4 Promosi 1. Pembuatan konten Meningkatkan - Jumlah Tahun 1: Berdasarkan
Sekolah dan promosi sekolah (video, citra sekolah dan kerjasama Pembuatan konten indikator E.1.2
Kerjasama brosur, website update). menarik kerjasama eksternal: minimal dan kerjasama awal. (Partisipasi peserta
dengan Pihak 2. Kerjasama dengan baru untuk 3 baru per tahun. - Tahun 2-4: didik: 67,25, turun
Eksternal dinas pendidikan dan mendukung Peningkatan Partisipasi event 5,39) dan
komunitas lokal untuk peningkatan mutu. kunjungan dan monitoring rekomendasi umum
event bersama. 3. website/media rutin. di Sheet 1 tentang
Partisipasi dalam sosial: 50%. - partisipasi warga
pameran pendidikan dan Partisipasi event: sekolah dan umpan
kompetisi nasional. 4. minimal 4 per balik dari orang tua.
Monitoring citra sekolah tahun.
melalui media
monitoring.
5 Pengembangan 1. Identifikasi mitra Meningkatkan - Jumlah proyek Tahun 1: Berdasarkan
Teaching industri untuk TeFa. 2. kualitas TeFa: minimal 2 Identifikasi dan indikator D.17.2
Factory (TeFa) Pelatihan guru dan siswa pembelajaran per tahun. - Skor pelatihan. Tahun 2- (Kualitas
melalui dalam model TeFa. 3. berbasis industri kualitas TeFa: 3: Implementasi pembelajaran dalam
Kerjasama Implementasi proyek untuk mendukung naik dari 56 proyek. Tahun 4: TeFa: 56, turun 7,67)
TeFa dengan dukungan penyerapan menjadi 75. - Evaluasi dan dan rekomendasi di
industri. 4. Evaluasi lulusan. Feedback positif ekspansi. Sheet 2.2 No. 4
kualitas TeFa melalui mitra: 80%. (Pembelajaran TeFa
feedback mitra. untuk peningkatan
penyerapan lulusan).
Evaulasi dan Monitoring Kegiatan RKJM SMK KARTIKA I-1 PADANG (2025-2029)

Bagian ini menyusun kerangka evaluasi dan monitoring untuk seluruh program dalam RKJM, berdasarkan prinsip Perencanaan Berbasis
Data (PBD) dari Rapor Pendidikan. Evaluasi bertujuan untuk mengukur pencapaian tujuan, indikator sukses, dan dampak program terhadap
perbaikan layanan pendidikan. Monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan implementasi sesuai rencana, dengan penyesuaian
dinamis jika diperlukan (misalnya, akibat perubahan anggaran BOS atau dinamika siswa baru). Proses ini melibatkan tim PBD sekolah
(kepala sekolah, wakil bidang, guru, komite sekolah, dan perwakilan siswa/orang tua), dengan referensi data dari Rapor Pendidikan
tahunan, Asesmen Nasional, survei internal, dan tracer study.

Metode umum:

 Evaluasi: Formatif (proses) melalui laporan kemajuan dan asesmen tengah tahun; Sumatif (hasil) melalui analisis akhir
tahun terhadap indikator kuantitatif/kualitatif.
 Monitoring: Rutin melalui pertemuan tim PBD (bulanan/semesteran), audit internal, dan dashboard digital (misalnya,
Google Sheets atau ARKAS untuk anggaran).
 Alat Pendukung: Survei online (Google Forms), data Rapor Pendidikan, laporan kegiatan, feedback dari stakeholders (siswa,
guru, orang tua, mitra industri).
 Penyesuaian: Jika indikator tidak tercapai >20%, lakukan root cause analysis dan revisi RKT/ARKAS.
 Pelaporan: Laporan tahunan disampaikan ke dinas pendidikan dan komite sekolah, dengan integrasi ke Rapor
Pendidikan berikutnya.
A. Bidang Kurikulum dan Pembelajaran

No Program Metode Evaluasi Frekuensi Pihak Indikator Tindak Lanjut jika


Monitoring Bertanggung Tambahan Tidak Tercapai
Jawab untuk
Monitoring
1 Peningkatan - Asesmen formatif siswa Bulanan: Review Wakil Kepala - Jumlah siswa Revisi modul
Kemampuan (pre/post-test kemajuan Kurikulum & partisipasi pembelajaran; Tambah
Literasi dan literasi/numerasi). - Survei kegiatan; Tim Guru Mata kegiatan >70%. - pelatihan intensif;
Numerasi guru tentang penerapan Semesteran: Pelajaran. Feedback guru: Konsultasi dengan
modul. - Analisis data Evaluasi 80% puas dengan Kemendikbudristek.
Asesmen Nasional [Link]. pelatihan.

2 Pengembangan - Tracer study lulusan Semesteran: Wakil Kepala - Jumlah siswa Perkuat networking
Kurikulum (penyerapan kerja). - Audit Review MoU Kesiswaan & magang >50%. - industri; Revisi
Berbasis kerjasama industri. - dan magang; Tim BKK. Sertifikasi pemetaan kurikulum;
Kebutuhan Dunia Evaluasi kualitas TeFa Tahunan: industri dicapai Alokasi ulang anggaran
Kerja (Link and melalui feedback mitra. Tracer study. 60%. BOS.
Match)
3 Peningkatan - Survei siswa/orang tua Bulanan: Kepala Sekolah & Persentase kelas Workshop tambahan;
Kualitas tentang interaksi dan umpan Observasi Tim Supervisi menggunakan Mentoring guru;
Pembelajaran balik. - Observasi kelas oleh kelas; Guru. metode Integrasi dengan
Berorientasi kepala sekolah. - Analisis Semesteran: diferensiasi komunitas belajar.
Siswa indeks interaksi dari survei. Survei >80%. - Tingkat
feedback. kepuasan siswa
>75%.
4 Penguatan Iklim - Survei iklim sekolah Bulanan: Wakil Kepala Jumlah laporan Kampanye intensif;
Pembelajaran (anonim) tentang Monitoring Kesiswaan & perundungan Pelatihan ulang;
Aman dan perundungan/toleransi. - insiden; Tim Anti- <10/tahun. - Kolaborasi dengan
Inklusif Laporan insiden kekerasan. - Tahunan: Bullying. Partisipasi psikolog eksternal.
Analisis data Rapor Survei kegiatan
Pendidikan (D.4 & D.8). lengkap. kebinekaan
>85%.
5 Pengembangan - Evaluasi sertifikasi dan Semesteran: Kepala Sekolah - Persentase guru Tambah anggaran
Profesional Guru feedback magang. - Survei Review & Tim ikut komunitas pelatihan; Mentoring
dan Tenaga guru tentang peningkatan magang; Pengembangan belajar >90%. - pribadi; Revisi rencana
Kependidikan kompetensi. - Analisis skor Tahunan: PTK. Skor refleksi guru magang.
D.3 dari Rapor. Supervisi naik 15%.
kinerja.

B. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan

No Program Metode Evaluasi Frekuensi Pihak Indikator Tindak Lanjut


Monitoring Bertanggung Tambahan untuk jika Tidak
Jawab Monitoring Tercapai
1 Pengembangan - Tes kompetensi guru Semesteran: Wakil Kepala - Jumlah workshop Tambah sumber
Kompetensi Guru pre/post-pelatihan. - Review Kurikulum & Tim diikuti >80% guru. - belajar online;
dalam Literasi dan Analisis peningkatan pelatihan; Guru. Penerapan di kelas Kolaborasi dengan
Numerasi skor Asesmen Nasional Tahunan: >70%. sekolah lain;
siswa. - Survei Analisis Evaluasi fasilitator.
komunitas belajar. Asesmen.
2 Sertifikasi dan - Audit sertifikasi Tahunan: Kepala Sekolah & - Persentase PTK Persiapan ulang
Kualifikasi PTK tahunan. - Survei Review Tim Sertifikasi. lolos ujian sertifikasi seminar; Alokasi
kinerja PTK. - Analisis sertifikasi; >90%. - Feedback dana tambahan;
skor B.1-B.4 dari Semesteran: kualifikasi >80%. Konsultasi dengan
Rapor. Supervisi. dinas.
3 Pengembangan - Feedback magang Semesteran: Wakil Kepala - Persentase guru Perpanjang durasi
Profesional untuk dari industri. - Analisis Review magang; Kurikulum & Tim terapkan ilmu magang magang;
Link and Match skor D.17 dari Rapor. - Tahunan: Kejuruan. >75%. - Jumlah Networking baru;
Dunia Kerja Tracer study guru Workshop kerjasama industri Revisi workshop.
pasca-magang. evaluasi. >3/tahun.
4 Peningkatan - Survei iklim sekolah Bulanan: Wakil Kepala - Penurunan insiden Pelatihan ulang;
Kompetensi dalam PTK. - Laporan Monitoring Kesiswaan & Tim >15%. - Partisipasi Kampanye
Iklim Sekolah yang pelatihan. - Analisis pelatihan; Inklusi. PTK >95%. internal;
Aman dan Inklusif skor D.4 & D.10 dari Tahunan: Survei. Kolaborasi
Rapor. eksternal.
5 Pengembangan - Survei partisipasi Semesteran: Kepala Sekolah & - Jumlah sesi refleksi Tambah seminar;
Kepemimpinan dan refleksi. - Analisis skor Review Tim >10/tahun. - Skor Mentoring; Revisi
Refleksi PTK D.3 dari Rapor. - komunitas; Pengembangan. kepemimpinan naik visi-misi.
Evaluasi seminar. Tahunan: 10%.
Supervisi.

C. Bidang Sarana dan Prasarana

No Program Metode Evaluasi Frekuensi Pihak Indikator Tindak Lanjut


Monitoring Bertanggung Tambahan untuk jika Tidak
Jawab Monitoring Tercapai
1 Peningkatan - Audit prasarana Semesteran: Wakil Kepala - Persentase Renovasi prioritas;
Ketersediaan dan tahunan. - Survei Inventarisasi; Sarpras & Tim fasilitas berfungsi Cari hibah
Kualitas Prasarana penggunaan fasilitas. - Tahunan: Evaluasi. Pemeliharaan. >95%. - Feedback tambahan; Revisi
Dasar Analisis skor B.1 dari siswa/guru >80%. anggaran.
Rapor.
2 Pengadaan dan - Inventaris alat Bulanan: Tim Kejuruan & - Penggunaan alat Tambah pelatihan;
Pemeliharaan Sarana kejuruan. - Feedback Pemeliharaan; Sarpras. >70%. - Kerusakan Kolaborasi
Pembelajaran pelatihan. - Analisis Tahunan: <10%. industri; Alokasi
Kejuruan skor B.2 dari Rapor. Pengadaan BOS ulang.
evaluasi.
3 Pemeliharaan dan - Audit kualitas Semesteran: Audit; Wakil Kepala - Persentase Prioritaskan audit;
Rehabilitasi Prasarana berkala. - Laporan Tahunan: Sarpras. rehabilitasi selesai Cari dana APBD;
Sekolah rehabilitasi. - Analisis Rehabilitasi. >90%. - Keamanan Revisi jadwal.
skor B.3 dari Rapor. fasilitas >95%.
4 Peningkatan Kualitas - Tes fungsi TIK. - Bulanan: Tim IT & - Integrasi TIK di Upgrade prioritas;
Sarana Teknologi Survei integrasi. - Pemeliharaan; Sarpras. kelas >80%. - Pelatihan ulang;
Informasi dan Analisis skor B.4 dari Semesteran: Downtime <5%. Kerjasama vendor.
Komunikasi (TIK) Rapor. Evaluasi.
5 Pengembangan Sarana - Audit aksesibilitas. - Tahunan: Evaluasi; Tim Inklusi & - Aksesibilitas Tambah
dan Prasarana Inklusif Feedback siswa Semesteran: Sarpras. 100%. - Partisipasi pengadaan;
disabilitas. - Analisis Monitoring. siswa khusus Sosialisasi; Cari
skor B.5 dari Rapor. >90%. CSR.
6 Integrasi Prasarana - Audit selaras Semesteran: Tim Kejuruan & - Selaras standar Perkuat kerjasama;
dengan Kebutuhan industri. - Feedback Kolaborasi; Humas. >95%. - Donasi Revisi
Kejuruan SMK mitra. - Analisis skor Tahunan: Integrasi. industri >2/tahun. penyelarasan;
D.14 dari Rapor. Evaluasi ulang.

D. Bidang Kesiswaan

No Program Metode Evaluasi Frekuensi Pihak Indikator Tindak Lanjut jika


Monitoring Bertanggung Tambahan untuk Tidak Tercapai
Jawab Monitoring
1 Pembinaan - Survei karakter siswa. - Semesteran: Wakil Kepala - Partisipasi Tambah workshop;
Karakter Siswa Laporan kegiatan OSIS. - Review proyek; Kesiswaan & proyek >75%. - Integrasi kurikulum;
Analisis skor karakter dari Tahunan: Survei. OSIS. Feedback karakter Kolaborasi orang tua.
Rapor. >70%.
2 Peningkatan Iklim - Laporan insiden. - Survei Bulanan: Tim Pencegahan - Kasus kekerasan Pelatihan ulang;
Keamanan siswa. - Analisis skor D.4 Monitoring; & Kesiswaan. <3/tahun. - Kampanye intensif;
Sekolah dari Rapor. Tahunan: Kepuasan iklim Libatkan eksternal.
Kampanye >75%.
evaluasi.
3 Promosi - Survei toleransi. - Semesteran: Tim Kebinekaan - Partisipasi Tambah acara;
Kebinekaan dan Laporan festival. - Workshop; & Kesiswaan. festival >85%. - Mentoring; Revisi
Inklusivitas Analisis skor D.8 dari Tahunan: Skor inklusivitas program.
Rapor. Evaluasi. naik 10%.
4 Peningkatan - Laporan OSIS. - Survei Semesteran: Wakil Kepala - Siswa aktif Tambah kegiatan;
Partisipasi Siswa partisipasi. - Analisis skor Review kegiatan; Kesiswaan & >80%. - Partisipasi Insentif; Evaluasi
E.1 dari Rapor. Tahunan: OSIS. rapat >70%. ulang.
Pemilihan.
5 Penguatan Literasi - Tes literasi/numerasi Bulanan: Klub Tim Klub & - Partisipasi klub Tambah kompetisi;
dan Numerasi siswa. - Laporan klub. - meeting; Kesiswaan. >60%. - Integrasi
melalui Kegiatan Analisis skor A.1 & A.2 Semesteran: Peningkatan ekstrakurikuler; Revisi
Siswa dari Rapor. Kompetisi. kompetensi >20%. kegiatan.

E. Bidang Kerja Sama dan Humas

No Program Metode Evaluasi Frekuensi Pihak Indikator Tindak Lanjut


Monitoring Bertanggung Tambahan untuk jika Tidak
Jawab Monitoring Tercapai
1 Penguatan Kerjasama - Tracer study lulusan. Semesteran: Wakil Kepala - Magang siswa Networking baru;
dengan Dunia Kerja - Evaluasi MoU. - Magang review; Humas & BKK. >70%. - Feedback Revisi MoU;
(Industri) Analisis skor A.4 & Tahunan: Tracer. industri >80%. Tambah workshop.
D.17 dari Rapor.
2 Pengembangan Bursa - Data job fair. - Tracer Tahunan: Job fair Tim BKK & - Partisipasi alumni Tambah job fair;
Kerja Khusus (BKK) study. - Analisis skor evaluasi; Humas. >75%. - Lowongan Kampanye digital;
dan Promosi Lulusan A.4 dari Rapor. Semesteran: diisi >60%. Kolaborasi alumni.
Promosi.
3 Peningkatan Partisipasi - Survei umpan balik. - Semesteran: Wakil Kepala - Partisipasi Tambah
Orang Tua dan Laporan pertemuan. - Survei; Tahunan: Humas & pertemuan >80%. - newsletter; Event
Komunitas (Humas) Analisis skor E.1 dari Evaluasi. Komite. Kepuasan >75%. tambahan;
Rapor. Feedback loop.
4 Promosi Sekolah dan - Monitoring media. - Semesteran: Tim Humas & - Kunjungan media Update website;
Kerjasama dengan Laporan event. - Konten review; Kepala Sekolah. >50%. - Kerjasama Tambah pameran;
Pihak Eksternal Analisis skor E.1 dari Tahunan: baru >2/tahun. Revisi strategi.
Rapor. Kerjasama.
5 Pengembangan - Feedback proyek. - Semesteran: Tim TeFa & - Proyek selesai Tambah mitra;
Teaching Factory Evaluasi kualitas. - Proyek review; Humas. >90%. - Kualitas Pelatihan ulang;
(TeFa) melalui Analisis skor D.17 dari Tahunan: naik 15%. Integrasi
Kerjasama Rapor. Pelatihan. kurikulum.

Dokumen evaluasi dan monitoring ini bersifat dinamis dan akan direview tahunan berdasarkan Rapor Pendidikan terbaru. Jika
diperlukan, konsultasikan dengan dinas pendidikan untuk penyesuaian.
BAB V
PENUTUP

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SMKS Kartika I-1 Padang Tahun
2025-2029 ini disusun sebagai panduan strategis untuk mewujudkan visi sekolah
sebagai lembaga pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan profesional,
berakhlak mulia, dan kompeten di bidangnya. Berdasarkan analisis data Rapor
Pendidikan 2025, rekomendasi prioritas Kemendikbudristek, serta visi-misi
sekolah, RKJM ini menekankan perbaikan pada bidang kurikulum dan
pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, kesiswaan,
serta kerja sama dan humas. Melalui pendekatan Perencanaan Berbasis Data (PBD),
kami berkomitmen untuk meningkatkan capaian literasi dan numerasi, penyerapan
lulusan ke dunia kerja, iklim sekolah yang aman dan inklusif, serta optimalisasi
sumber daya dengan dukungan dana BOS Reguler dan kolaborasi eksternal.

Implementasi RKJM ini akan dimonitor secara berkala melalui mekanisme


evaluasi yang dinamis, melibatkan seluruh warga sekolah, komite sekolah, orang
tua/wali, dan mitra industri. Penyesuaian akan dilakukan berdasarkan umpan balik,
perubahan kondisi eksternal, dan data Rapor Pendidikan tahunan, untuk
memastikan pencapaian tujuan seperti peningkatan kompetensi siswa hingga 50%,
penyerapan lulusan hingga 40%, serta skor iklim keamanan hingga 75. Dengan
semangat gotong royong dan inovasi, kami yakin RKJM ini akan membawa SMKS
Kartika I-1 Padang menuju keunggulan nasional, selaras dengan Profil Pelajar
Pancasila dan era industri 4.0.

Dokumen ini telah disetujui dan siap diimplementasikan mulai tahun ajaran
2025/2026. Terima kasih atas kontribusi semua pihak dalam penyusunannya.

Padang, 13 Desember 2025

Kepala Sekolah,

Risna Yetti, [Link]

Anda mungkin juga menyukai