0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Makalah Perjanjian Kerja Habibie Saputra

Makalah ini membahas perjanjian kerja, yang merupakan dasar hukum hubungan antara pekerja dan pengusaha, serta pentingnya aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam perjanjian tersebut. Terdapat dua jenis perjanjian kerja, yaitu PKWT dan PKWTT, yang masing-masing memiliki syarat sah dan hak serta kewajiban bagi kedua belah pihak. Penulis menekankan perlunya penerapan K3 yang baik untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mengurangi risiko kecelakaan.

Diunggah oleh

oiabi3641
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Makalah Perjanjian Kerja Habibie Saputra

Makalah ini membahas perjanjian kerja, yang merupakan dasar hukum hubungan antara pekerja dan pengusaha, serta pentingnya aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam perjanjian tersebut. Terdapat dua jenis perjanjian kerja, yaitu PKWT dan PKWTT, yang masing-masing memiliki syarat sah dan hak serta kewajiban bagi kedua belah pihak. Penulis menekankan perlunya penerapan K3 yang baik untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mengurangi risiko kecelakaan.

Diunggah oleh

oiabi3641
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PERJANJIAN KERJA

OLEH:

Nama :Hebibie Saputra


Kelas :6TM
Nim :062330330832
Dosen Pengampu :[Link] Asmara Triputra,S.H.,[Link].
Mata Kuliah :Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dan
Hukum Ketenagakerjaan

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG

2026
KATA PENGHANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perjanjian
Kerja” ini dengan baik dan tepat waktu.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) dan Hukum Ketenagakerjaan (HKK). Dalam penyusunan makalah ini, penulis
berusaha menyajikan materi mengenai perjanjian kerja secara jelas dan mudah dipahami, mulai
dari pengertian, jenis-jenis, syarat sah, hingga kaitannya dengan aspek K3 dalam dunia kerja.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan,
baik dari segi isi maupun penyajian. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan di masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan
bagi pembaca, khususnya dalam memahami pentingnya perjanjian kerja serta penerapan K3
dalam lingkungan kerja.

Palembang, 2026

Habibie Saputra
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam dunia kerja, hubungan antara pekerja dan pengusaha harus diatur secara jelas agar
tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Salah satu bentuk pengaturan tersebut adalah
melalui perjanjian kerja. Perjanjian kerja menjadi dasar hukum yang mengikat kedua belah
pihak dalam menjalankan hak dan kewajibannya.

Di Indonesia, perjanjian kerja diatur dalam peraturan perundang-undangan


ketenagakerjaan. Selain mengatur hubungan kerja, perjanjian kerja juga berkaitan erat dengan
aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal ini karena setiap pekerja berhak
mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan selama bekerja.

Dalam praktiknya, masih banyak perusahaan yang belum menerapkan perjanjian kerja
sesuai aturan, terutama dalam hal perlindungan K3. Oleh karena itu, penting untuk
memahami konsep, jenis, serta isi perjanjian kerja agar tercipta hubungan kerja yang adil dan
aman.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan perjanjian kerja?


2. Apa saja jenis-jenis perjanjian kerja?
3. Apa syarat sah perjanjian kerja?
4. Apa hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha?
5. Bagaimana hubungan perjanjian kerja dengan K3?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui pengertian perjanjian kerja


2. Memahami jenis-jenis perjanjian kerja
3. Mengetahui syarat sah perjanjian kerja
4. Memahami hak dan kewajiban dalam hubungan kerja
5. Mengetahui peran K3 dalam perjanjian kerja
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja adalah kesepakatan antara pekerja dan pengusaha yang memuat syarat-
syarat kerja, hak, dan kewajiban kedua belah pihak. Perjanjian ini bersifat mengikat dan
memiliki kekuatan hukum.

Dalam hukum ketenagakerjaan, perjanjian kerja menjadi dasar terbentuknya hubungan


kerja yang memiliki tiga unsur utama:

1. Adanya pekerjaan
2. Adanya upah
3. Adanya perintah

Ketiga unsur ini harus ada agar suatu hubungan dapat dikatakan sebagai hubungan kerja yang
sah.

2.2 Jenis-Jenis Perjanjian Kerja

1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

PKWT adalah perjanjian kerja yang memiliki batas waktu tertentu. Biasanya digunakan untuk
pekerjaan sementara atau proyek.

Ciri-ciri:

1. Ada jangka waktu


2. Tidak boleh untuk pekerjaan tetap
3. Tidak ada masa percobaan

2. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)

PKWTT adalah perjanjian kerja tetap tanpa batas waktu.


Ciri-ciri:

1. Bersifat permanen
2. Bisa ada masa percobaan
3. Memiliki jaminan kerja lebih tinggi

2.3 Syarat Sah Perjanjian Kerja

Agar perjanjian kerja sah secara hukum, harus memenuhi syarat berikut:

1. Kesepakatan kedua belah pihak


2. Kecakapan untuk membuat perjanjian
3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan
4. Pekerjaan tidak bertentangan dengan hukum

Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka perjanjian dapat dibatalkan.

2.4 Unsur-Unsur dalam Perjanjian Kerja

Beberapa unsur penting dalam perjanjian kerja antara lain:

1. Identitas pekerja dan perusahaan


2. Jabatan atau jenis pekerjaan
3. Besaran upah
4. Jam kerja
5. Hak dan kewajiban
6. Ketentuan K3

2.5 Hak dan Kewajiban Pekerja

Hak pekerja:

1. Mendapatkan upah
2. Mendapat perlindungan K3
3. Mendapat jaminan sosial
4. Mendapat waktu istirahat
Kewajiban pekerja:

1. Melaksanakan pekerjaan dengan baik


2. Mematuhi aturan perusahaan
3. Menjaga keselamatan kerja

2.6 Hak dan Kewajiban Pengusaha

Hak pengusaha:

1. Mendapatkan hasil kerja


2. Mengatur pekerja
3. Memberikan sanksi

Kewajiban pengusaha:

1. Membayar upah
2. Menyediakan lingkungan kerja aman
3. Memberikan perlindungan K3
4. Menyediakan alat keselamatan

2.7 Hubungan Perjanjian Kerja dengan K3

K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan bagian penting dalam perjanjian kerja.
Dalam perjanjian kerja harus dicantumkan perlindungan terhadap pekerja agar terhindar dari
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Penerapan K3 meliputi:

1. Penyediaan alat pelindung diri (APD)


2. Pelatihan keselamatan kerja
3. Pengawasan lingkungan kerja
4. Penanganan kecelakaan kerja
Dengan adanya K3 dalam perjanjian kerja, maka pekerja memiliki jaminan keamanan saat
bekerja.

2.8 Pelanggaran dalam Perjanjian Kerja

Pelanggaran dapat terjadi baik oleh pekerja maupun pengusaha.

Contoh:

1. Pengusaha tidak membayar upah


2. Tidak menyediakan alat keselamatan
3. Pekerja tidak menjalankan tugas

Jika terjadi pelanggaran, dapat diselesaikan melalui:

1. Musyawarah
2. Mediasi
3. Pengadilan hubungan industrial
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Perjanjian kerja merupakan dasar hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan
pengusaha. Perjanjian ini harus memenuhi syarat sah agar memiliki kekuatan hukum.

Jenis perjanjian kerja terdiri dari PKWT dan PKWTT. Dalam pelaksanaannya, kedua belah
pihak memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.

Selain itu, aspek K3 sangat penting dalam perjanjian kerja karena berkaitan dengan
keselamatan dan kesehatan pekerja. Dengan adanya perjanjian kerja yang baik, maka hubungan
kerja dapat berjalan dengan harmonis dan aman.

3.2 Saran

Perusahaan sebaiknya membuat perjanjian kerja yang jelas dan sesuai dengan peraturan
yang berlaku. Pekerja juga harus memahami isi perjanjian kerja sebelum menandatangani.

Selain itu, penerapan K3 harus ditingkatkan agar risiko kecelakaan kerja dapat
diminimalisir.
DAFTAR PUSTAKA

1. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan


2. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
3. Peraturan Pemerintah tentang K3
4. Buku Hukum Ketenagakerjaan Indonesia
5. Sumber jurnal terkait K3 dan hubungan kerja

Anda mungkin juga menyukai