0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan26 halaman

PPM Ips

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas VII di SMP Insan Kamil Islamic School, yang berfokus pada potensi sumber daya alam Indonesia. Pembelajaran menggunakan metode Problem Based Learning dan melibatkan kolaborasi antar siswa serta pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, terdapat program remedial dan pengayaan untuk mendukung pemahaman siswa sesuai dengan kriteria ketuntasan pembelajaran.

Diunggah oleh

mas473
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan26 halaman

PPM Ips

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas VII di SMP Insan Kamil Islamic School, yang berfokus pada potensi sumber daya alam Indonesia. Pembelajaran menggunakan metode Problem Based Learning dan melibatkan kolaborasi antar siswa serta pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, terdapat program remedial dan pengayaan untuk mendukung pemahaman siswa sesuai dengan kriteria ketuntasan pembelajaran.

Diunggah oleh

mas473
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAA PEMBELAJARAN MENDALAM

IPS SMP FASE D

A. Informasi Umum

Satuan Pendidikan SMP Insan Kamil Islamic School

Nama Guru Mas Nani, [Link]

Kelas/Fase Capaian VII/Fase D

Alokasi Waktu 2 x 40 JP

B. Indetifikasi
Murid 1. Pengetahuan awal
Murid telah mengetahui bahwa Indonesia
adalah negara kepulauan dan memiliki
kekayaan alam yang beragam. Mereka telah
mempelajari peta Indonesia secara dasar di
kelas sebelumnya.
2. Minat murid
Minat murid beragam; sebagian tertarik pada
peta dan atlas, sebagian pada isu lingkungan,
dan lainnya pada kegiatan outdoor seperti
berkemah atau wisata alam.
3. Gaya belajar
Visual, Auditori, dan Kinestetik
Materi pelajaran Potensi Sumber Daya Alam
Dimensi profil lulusan  Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan
YME, dan berakhlak mulia: mendorong
peserta didik untuk memiliki komitmen dan
kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan
 Penalaran Kritis; memfasilitasi peserta
didik untuk mengasah kemampuan berfikis
kritis dalam menganalisis fenomena dan
masalah sosial
 Kreatifitas; mendorong peserta didik untuk
mengembangkan ide-ide solusi dan
menghasilkan karya atau aksi sosial
 Kolaborasi; melatih siswa untuk
berkolaborasi

C. Desain Pembelajaran
Tujuan pembelajaran 1. Peserta didik mampu menjelaskan
konsep sumber daya alam di
Indonesia
2. Peserta didik mampu
mengidentifikasi jenis-jenis
sumber daya alam
3. Peserta didik mampu menjelaskan
potensi sumber daya alam (Hutan,
tambang, dan kemaritiman)
4. Peserta didik mampu menganalisis
upaya pelestarian sumber daya
alam
Praktik pedagogis Problem Based Learning terintegrasi
Berdiferensiasi
Kemitraan pembelajaran Antar murid (bekerjasama dalam kelompok
kecil), Orang tua/wali murid
Lingkungan pembelajaran Budaya belajar; Mendorong eksplorasi aktif
dan rasa ingin tahu murid tentang potensi
sumber daya alam
Ruang fisik; Ruang kelas yang digunakan
dalam pembelajaran yang sudah diatur sesuai
dengan kebutuhan pembelajaran (diskusi
kelompok).
Pemanfaatan digital  Peta Indonesia melalui google Earth
 Video pembelajaran tentang potensi
sumber daya alam
 Quis WordWall

Sarana dan Prasarana  Sarana : Laptop, HP, Speaker,


Proyektor, dan Quota Internet
 Prasarana : Buku peserta didik, buku
mentor IPS kelas VIII SMP Kemendikbud,
LKPD
D. PENGALAMAN BELAJAR (LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN)
Kegiatan Sintaks Problem Deskripsi Kegiatan Alokasi
Pembelajaran Based Learning Waktu

Pengalaman Prinsip
Belajar Pembelajaran

Pendahuluan Menciptakan  Guru mengucapkan salam, mengkondisikan 10


situasi suasana belajar dengan melakukan operasi menit
Memahami semut
 Salah satu peserta didik memimpin untuk
berdo’a
 Guru mengecek kehadiran peserta didik
 Menanyakan kabar kepada peserta didik
 Menyiapkan psikologispeserta didik agar
hadir seutuhnya dalam pembelajaran
melalui kegiatan mindfullnes dengan
melakukan teknik pernafasan
(Berkesadaran).
 Guru mengajak peserta didik untuk
menyanyikan salah satu lagu nasional
“Dari Sambang sampai Maurauke”
 Guru memberikan ice breaking kepada
peserta didik (tepuk 123)

 Peserta didik diberikan stimulus


menampilkan gambar peta Indonesia melalui
google earth menggembirakan
 Peserta didik diberikan apersepsi
(mengingat materi yang lalu dan mengaitkan
materi saat ini)
 Guru mengajukan pertanyaan pemantik
kepada peserta didik: (bermakna)
“Apa yang kalian ketahui tentang sumber daya
alam?
“Sumber daya alam apa di sekitar kita?
 Peserta didik berbagi informasi terkait
dengan potensi sumber daya alam
Indonesia. Memahami, berkesadaran)
 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
 Kemudian guru melanjutkan ke kegiatan inti.
Kegiatan Inti Tahap 1.  Guru menampilkan video potensi sumber 5
Memahami daya alam menit
Mengorientasikan ([Link]
Peserta didik d9myc)
terhadap masalah  Guru mengajukan pertanyaan:
“Apa yang kalian lihat di video tersebut? ada
berapa sifat sumber daya alam?apa saja jenis-
jenis sumber saya alam di Indonesia?”
(Bermakna)
 Guru memberikan penjelasan materi tentang
“Potensi sumber daya alam Indonesia”
 Siswa diajak bermain quis wordwall untk
melatih daya tangkap dari materi yang sudah
di jelaskan
 Peserta didik dibagi dalam tiga (3) kelompok

 Peserta didik diskusi sesuai dengan kelompok


Memahami Tahap 2. yang telah dibagikan oleh guru (3 orang 10
Mengorganisasi perkelompok) menit
Peserta didik  Guru membagikan LKPD yang akan
untuk belajar dikerjakan peserta didik.
 Secara berkelompok, Peserta didik melakukan
kegiatan yang ada di LKPD dengan kolaborasi
(bergotong-royong)
 Peserta didik secara terbuka dan percaya diri
berdiskusi dengan teman kelompoknya untuk
mencari solusi terhadap permasalahan yang
ditampilkan pada bacaan.

 Peserta didik membaca dan mendiskusikan


Mengaplikasi Tahap 3. 10
permasalahan yang disajikan di LKPD
menit
Membimbing  Peserta didik berdiskusi dalam kelompok
penyelidikan kecil dengan guru sebagai fasilitator yang
individual maupun berkeliling mendorong partisipasi aktif
kelompok
(bernalar kritis)

Mengaplikasi  Setiap kelompok mempresentasikan hasil 20


Tahap 4. diskusi menit
Mengembangkan (Menggembirakan)
dan
mempresentasikan/  Guru melakukan asesmen unjuk kerja
menyajikan hasil  Masing-masing kelompok dengan percaya diri
karya secara bergantian mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya di depan kelas.
(Mengaplikasi)
 Peserta didik secara bergantian menanggapi
hasil kerja kelompok lain
 Peserta didik diberikan reward tepuk tangan
(WOW) bagi peserta didik yang sudah
melakukan presentasi
Merefleksi Tahap 5.  Peserta didik mendengarkan penjelasan dari 10
Menganalisis dan guru dari presentasi peserta didik (Guru menit
mengevaluasi sebagai fasilitator).Berkesadaran
proses pemecahan
 Peserta didik diberikan soal yang dikerjakan
masalah
secara individu untuk mengetahui peningkatan
belajaranya
 Peserta didik mengumpulkan soal yang telah
dikerjakan kepada guru

 Guru meminta siswa melakukan refleksi


dengan memberikan pertanyaan:
1. Bagaimana perasaan kalian
setelah mengikuti pelajaran ini?
(Menggembirakan)
2. Apakah hal terpenting yang kalian
pelajari bab ini dan bermanfaat bagi
kehidupan kalian?
3. Apakah kalian sudah mampu
membedakan SDA yang dapat
diperbaharui dan yang tidak dapat
diperbaharui?
4. Apa saja upaya kalian untuk
melestarikan sumber daya alam?

Penutup  Peserta didik diajak untuk 15


menyimpulkan pembelajaran menit
(Bermakna)
 Peserta didik diajak melakukan penguatan
tentang potensi sumber daya alam
 Guru menyampaikan kegiatan
pembelajaran yang akan dilakukan pada
pertemuan selanjutnya
 Pembelajaran ditutup dengan ice breaking
(Pacu jalur)
 Guru dan peserta didik membaca do’a
sesudah belajar sebagai rasa syukur atas
kelancaran dalam pembelajara
 Guru mengucapkan salam dan penutup

A. Asesmen Pembelajaran
Asesmen pada awal pembelajaran
 Asesmen diagnoktik
 Bentuk: pertanyaan singkat untuk mengetahui kesiapan belajar peserta didik pada materi
yang akan dipelajari
Asesmen pada proses pembelajaran
 Observasi sikap dan penilaian kinerja/keterampilan dari kegiatan diskusi menyelesaikan
LKPD dan presentasi
 Bentuk: rublik penilaian
Pengamatan Kinerja
Rubrik Pengamatan
Kinerja
No Aspek yang dinilai Rubrik
1. Kerjasama dalam 3: Kerjasama aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
diskusi 2: Kerjasama kurang aktif dalam kegiatan diskusi
kelompok
1: Tidak menunjukkan kerjasama dalam kegiatan diskusi
2. Keaktifan bertanya 3: Aktif bertanya dan menjawab dalam kegiatan diskusi
dan menjawab 2: Kurang aktif bertanya dan menjawab dalam kegiatan
diskusi
1: Tidak Aktif bertanya dan menjawab dalam kegiatan
diskusi
3 Presentasi didepan 3. Berani maju presentasi didepan kelas
kelas dalam belajar 2: Berani maju presentasi didepan kelas kalau ditunjuk
dan bekerja baik oleh guru
secara individu 1: Tidak berani maju presentasi didepan kelas
maupun
berkelompok

Asesmen pada akhir pembelajaran


 Tes tertulis (soal esai)

B. Refleksi
1. Refleksi Guru
a) Apakah siswa merasa senang saat mengikuti pembelajaran?
b) Apakah siswa memahami apa yang dipelajari
c) Apakah yang harus saya perbaiki dalam mengajar berikutnya?
d) Coba kita bersama-sama melakukan refleksi diri, kira-kira sikap ilmiah apa yang telah
kita miliki?
2. Refleksi siswa
a) Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti pelajaran ini?
b) Apakah hal terpenting yang kalian pelajari bab ini dan bermanfaat bagi
kehidupan kalian?
c) Apakah kalian sudah mampu membedakan SDA yang dapat diperbaharui dan
yang tidak dapat diperbaharui?
d) Apa saja upaya kalian untuk melestarikan sumber daya alam?

C. PROGRAM REMEDIAL & PENGAYAAN

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang nilai di bawah KKTP (Kriteria Ketuntasan
Tujuan Pmebelajaran). Tujuannya untuk membantu peserta didik memahami konsep dasar yang
belum dikuasai.

1. Bentuk Kegiatan Remedial

 Tutorial Perorangan: Guru memberikan bimbingan secara individual kepada peserta didik.
 Belajar Kelompok: Peserta didik dibentuk dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mendiskusikan
materi yang sulit.
 Pemberian Tugas Terstruktur: Mengerjakan lembar kerja remedial yang lebih sederhana.
 Pembelajaran Ulang: dengan metode dan media yang berbeda.

2. Materi dan Soal Remedial (Tingkat Kognitif Rendah)

Tugas Remedial: Lengkapi Tabel Berikut!

No. Jenis Sumber Daya Alam Contoh 2 Manfaat dalam Kehidupan Sehari-hari

1. ___________________________________
1 Dapat Diperbarui Ikan
2. ___________________________________

1. ___________________________________
2 Tidak Dapat Diperbarui ...
2. ___________________________________

1. ___________________________________
3 Biotik ...
2. ___________________________________

1. ___________________________________
4 Abiotik Batu Bara
2. ___________________________________

1. ___________________________________
5 Kemaritiman ...
2. ___________________________________

Pertanyaan Remedial:

1. Sebutkan 3 provinsi di Indonesia yang kaya akan hasil tambang!


2. Apa yang dimaksud dengan reboisasi dan apa tujuannya?
3. Mengapa minyak bumi disebut sumber daya yang tidak dapat diperbarui?

4. Teknik Penilaian Remedial

 Penilaian dilakukan terhadap hasil pekerjaan tugas remedial.


 Peserta didik dinyatakan tuntas remedial jika nilai yang diperoleh mencapai ≥ KKTP
 Nilai yang digunakan dapat berupa nilai perbaikan atau nilai rata-rata antara nilai awal dan nilai
remedial.
B. PROGRAM PENGAYAAN

Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui KKTP. Tujuannya
untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan memperdalam dan memperluas wawasan.

1. Identifikasi Peserta

 Peserta didik yang memperoleh nilai sama dengan atau di atas KKTP dengan pemahaman yang
sangat baik.

2. Bentuk Kegiatan Pengayaan

 Tugas Mandiri: Membuat proyek kecil atau karya tulis sederhana.


 Eksplorasi Materi: Menganalisis isu-isu aktual terkait SDA di Indonesia.
Dimensi Profil Lulusan

Aspek
Kriteria Skor
Penilaian
Mampu mengidentifikasi dan menganalisis informasi penting terkait potensi
1-4
SDA, dampak dan upaya pelestarianya
Mampu mengevaluasi validitas dan relevansi informasi dari berbagai sumber. 1-4
Penalaran
Kritis Mampu merumuskan argumen yang logis dan berdasarkan bukti untuk
1-4
mendukung pendapat tentang potensi SDA
Mampu mengidentifikasi bias atau kesalahan dalam informasi tentang potensi
1-4
SDA.
Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok, mendengarkan pendapat anggota
1-4
lain, dan memberikan umpan balik yang membangun.
Mampu bekerja sama dengan anggota kelompok untuk mencapai tujuan
1-4
bersama.
Kolaborasi
Mampu membagi tugas dan tanggung jawab secara adil dalam kelompok. 1-4
Mampu menghargai perbedaan pendapat dan mencari solusi yang disepakati
1-4
bersama.
Mampu menghasilkan ide-ide baru dan inovatif untuk mengatasi masalah Potensi
1-4
SDA
Mampu mengembangkan solusi yang unik dan orisinal untuk tantangan potensi
1-4
SDA
Kreativitas
Mampu mempertimbangkan perspektif yang berbeda dalam mencari solusi. 1-4

Mampu mengkomunikasikan ide-ide kreatif secara efektif. 1-4


Mampu menyampaikan informasi tentang potensi SDA secara jelas, ringkas, dan
1-4
mudah dipahami.
Mampu menggunakan berbagai media komunikasi (lisan, tulisan, visual) untuk
1-4
menyampaikan pesan tentang potensi SDA
Komunikasi
Mampu berinteraksi secara efektif dengan audiens yang berbeda (teman sebaya,
1-4
guru).
Mampu meyakinkan orang lain tentang pentingnya tindakan terhadap potensi
1-4
SDA

Mengetahui Bengkulu, 16 September 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Masro Elmisa, [Link] Mas Nani, [Link].


Judul: Dilema Pembangunan di Pulau Makmur
Nama Kelompok 1:

Pulau Makmur adalah sebuah pulau kecil yang kaya akan sumber daya alam. Di bagian barat pulau
terdapat hutan tropis yang lebat dengan berbagai jenis kayu dan satwa liar. Di bagian timur,
terdapat perairan yang kaya akan ikan dan terumbu karang. Selain itu, di perut bumi pulau ini terdapat batu
bara dan emas.

Pemerintah daerah berencana mengembangkan pulau ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, muncul dua rencana yang saling bertentangan:

1. Rencana A: Membuka tambang batu bara dan emas di bagian barat pulau, yang akan merambah
kawasan hutan. Dampaknya: lapangan kerja baru dan pendapatan daerah meningkat, tetapi hutan
terancam rusak dan ekosistem terganggu.
2. Rencana B: Mengembangkan wisata bahari dan ekowisata hutan tanpa mengeksploitasi tambang.
Dampaknya: lingkungan tetap lestari, tetapi pendapatan daerah dan lapangan kerja terbatas.

Masyarakat pun terbelah:

 Kelompok pro-tambang menginginkan pendapatan cepat.


 Kelompok pro-lingkungan ingin menjaga alam untuk generasi mendatang.

Tugas Kelompok: Sebagai tim ahli, berikan rekomendasi terbaik untuk pemerintah dengan
mempertimbangkan potensi sumber daya alam dan kelestariannya.

A. Pertanyaan Diskusi (Guiding Questions)

1. Identifikasi Sumber Daya Alam

 Sebutkan jenis sumber daya alam yang terdapat di Pulau Makmur berdasarkan:

 Sifatnya (dapat diperbarui/tidak dapat diperbarui)


 Materinya (biotik/abiotik)

2. Potensi dan Manfaat

 Jelaskan potensi dan manfaat dari masing-masing sumber daya alam yang ada di Pulau Makmur
(minimal 3 untuk setiap jenis).

3. Dampak Negatif

 Apa saja dampak negatif yang mungkin terjadi jika:

 Rencana A (tambang) diterapkan?


 Rencana B (wisata) diterapkan?

4. Rekomendasi Solusi

 Berikanrekomendasi solusi yang berkelanjutan untuk mengelola sumber daya alam di Pulau Makmur
tanpa merusak lingkungan.
Nama Kelompok 2:

B. Scenario Cerita Masalah

Judul: Dilema Pembangunan di Desa Bahari Lestari

Desa Bahari Lestari adalah sebuah desa pesisir yang dikelilingi oleh keindahan alam yang memesona. Di
sebelah barat desa, terbentang hutan mangrove yang lebat dan hutan tropis yang menjadi habitat beragam
flora dan fauna. Hutan tersebut menyimpan kekayaan kayu, tanaman obat, dan merupakan penopang
ekosistem darat. Sementara itu, di sebelah timur, desa ini memiliki laut yang kaya akan sumber daya
kemaritiman. Nelayan tradisional sering menangkap cumi-cumi (cumber) dan ikan tembang yang
melimpah. Terumbu karang yang masih asri menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Namun, desa ini kini menghadapi dua tekanan besar:

1. Tekanan Ekonomi: Banyak pemuda desa yang memilih meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan
di kota karena lapangan kerja di desa terbatas. Pendapatan sebagai nelayan dan petani hutan tidak
menentu.
2. Tekanan Lingkungan: Sebuah perusahaan pengembang dari kota berencana membangun resort
wisata dan pelabuhan kapal pesiar di kawasan pesisir. Di sisi lain, sebuah perusahaan kayu juga
mengajukan izin untuk menebang hutan guna dijadikan kawasan perkebunan kelapa sawit.

Masyarakat terbelah:

 Kelompok Pro-Lingkungan (dipimpin oleh nelayan dan elder desa) menolak kedua rencana tersebut.
Mereka khawatir hutan dan laut yang menjadi sumber kehidupan akan rusak. Mereka ingin
mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat dan perikanan berkelanjutan.
 Kelompok Pro-Pembangunan (dipimpin oleh sebagian pemuda dan tokoh yang ingin maju) setuju
dengan pembangunan karena menjanjikan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

Pemerintah desa pun bingung mengambil keputusan. Mereka membutuhkan rekomendasi yang matang dari
para ahli muda yaitu KELOMPOK KALIAN untuk mengambil keputusan terbaik bagi masa depan Desa
Bahari Lestari.

C. Tugas Kelompok

Sebagai tim ahli, kalian harus menganalisis permasalahan di atas dan memberikan rekomendasi yang bijak
kepada pemerintah desa dengan langkah-langkah berikut:

D. Pertanyaan Pemandu (Guiding Questions)

1. Identifikasi Sumber Daya Alam

Berdasarkan cerita di atas, identifikasi jenis-jenis sumber daya alam yang dimiliki Desa Bahari Lestari:

 Sumber Daya Hutan:


.....................................................
.....................................................
 Sumber Daya Kemaritiman:
.....................................................
.....................................................
2. Klasifikasi Jenis-Jenis Hutan

Jelaskan jenis-jenis hutan yang mungkin terdapat di Desa Bahari Lestari dan fungsi masing-masing!
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................

3. Potensi dan Pemanfaatan

Sebutkan potensi dan pemanfaatan dari:

 Sumber daya hutan:


.....................................................
.....................................................
 Sumber daya kemaritiman:
.....................................................
.....................................................

4. Dampak Negatif yang Mungkin Terjadi

Apa saja dampak negatif jika:

 Hutan ditebang untuk perkebunan sawit?


.....................................................
.....................................................
 Dibangun resort dan pelabuhan kapal?
.....................................................
.....................................................

5. Rekomendasi Solusi

Berdasarkan analisis kalian, berikan rekomendasi solusi yang memprioritaskan kelestarian lingkungan
namun tetap meningkatkan kesejahteraan masyarakat!
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
Kelompok 3:

Anggota:

A. Scenario Masalah

Judul: Konflik Pembangunan vs Kelestarian di Desa Suka Suka

Desa Suka Suka memiliki kekayaan alam melimpah: hutan produksi dengan kayu berkualitas, potensi
tambang batu bara, dan laut yang kaya ikan. Pemerintah daerah berencana membuka tambang batu
bara dan mengembangkan kawasan wisata bahari secara besar-besaran. Namun, masyarakat terbelah:

 Kelompok pro-pembangunan ingin mengeksploitasi tambang dan laut untuk meningkatkan


pendapatan.
 Kelompok pro-lingkungan khawatir kerusakan hutan dan laut akan mengancam kehidupan mereka.

Sebagai tim ahli, berikan rekomendasi terbaik untuk mengelola sumber daya alam secara
berkelanjutan!

B. Pertanyaan Pemandu
1. Diskusikan pada kelompok kalian berdasarkan kekayaan alam di Desa Suka Suka, apa saja sumber
daya alam, potensi dan manfaat serta dampak yang terjadi dan upaya apa saja yang dapat di lakukan
agar tidak merusak lingkungan. Jawablah pertanya tersebut pada peta konsep di bawah ini!
LKPD INDIVIDU
ANALISIS POTENSI DAERAHKU
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengamatanmu terhadap daerah
tempat tinggalmu!

1. Sebutkan 3 sumber daya alam utama yang paling banyak ditemui di daerah tempat tinggalmu!
Jawab:
a. _______________________________________________________
b. _______________________________________________________
c. _______________________________________________________
2. Dari SDA yang kamu sebutkan di atas, mana yang menurutmu paling bermanfaat bagi
kehidupanmu sehari-hari? Jelaskan alasannya!
Jawab:

3. Bagaimana cara masyarakat di daerahmu memanfaatkan sumber daya alam tersebut?

Jawab:

4. Apa saja dampak negatif yang mungkin timbul jika sumber daya alam tersebut penggunaan
secara berlebihan?
Jawab:

5. Sebagai seorang pelajar, langkah nyata apa yang dapat kamu lakukan untuk ikut melestarikan
sumber daya alam di daerahmu?
Jawab:
A. Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah segala material yang ditemukan di alam dan dapat dimanfaatkan oleh
manusia untuk mendukung kehidupan. Material ini bisa berupa benda hidup, seperti hewan dan
tumbuhan, atau benda mati, seperti mineral dan air. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan
secara bijak, karena beberapa sumber daya, seperti minyak bumi dan gas alam, membutuhkan waktu
jutaan tahun untuk bisa terbentuk kembali.

1. Jenis Sumber Daya Alam


Sumber daya alam terdiri dari beberapa jenis yang bisa dibedakan berdasarkan sifat, materi, dan
habitatnya.
Berdasarkan sifatnya, sumber daya alam terbagi menjadi:
1) Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang bisa diperbaharui atau diproduksi kembali dan tidak habis jika dikelola
dengan baik. Contoh sumber daya alam: air, udara, sinar matahari, dan tumbuhan.
2) Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang terbatas dan akan habis seiring waktu. Contoh sumber daya alam:
minyak bumi, gas alam, batu bara, dan mineral.
a) Berdasarkan Materinya
Berikut adalah jenis sumber daya alam berdasarkan materinya:
1) Sumber Daya Alam Biotik (Hayati)
Merupakan sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan
hasil hutan.
2) Sumber Daya Alam Abiotik (Non Hayati)
Merupakan sumber daya alam yang berasal dari benda mati, misalnya tanah, air, barang
tambang, angin, dan energi matahari.
b) Berdasarkan habitat atau lokasinya
1) Berdasarkan habitatnya, sumber daya alam terbagi menjadi sumber daya terestris dan akuatik.
Ini penjelasannya:
2) Sumber Daya Alam Terestris
Merupakan sumber daya alam yang terdapat di daratan. Contoh sumber daya alam: tanah, kayu,
hutan, dan fauna darat.
3) Sumber Daya Alam Akuatik
Merupakan sumber daya alam yang terdapat di perairan. Contoh sumber daya alam: ikan,
rumput laut, terumbu karang, dan air laut.

B. Potensi Sumber Daya Alam


1. Sumber Daya Alam Hutan
Sumber daya hutan telah memberikan peranan signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi
Indonesia. Hutan merupakan suatu areal lahan lebih dari 6,25 hektare dengan pohon-pohon lebih tinggi
dari 5 meter pada waktu dewasa dan tutupan kanopi lebih dari 30 persen. Berdasarkan data
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2018), Indonesia mengalokasikan 63 persen atau
seluas 120,6 juta hektare daratannya sebagai kawasan hutan. Fungsi kawasan hutan Indonesia dapat
diklasifikasikan menjadi tiga yaitu hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi.
a) Hutan Produksi
Kawasan hutan yang dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan baku produksi. Fungsi ekonomi hutan
produksi dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat seperti memanfaatkan semua potensi
yang terdapat di dalam hutan produksi seperti kayu, dan rotan. Pemanfaatan hutan produksi dapat
dilakukan setelah penerbitan izin pemerintah berdasarkan pada bentuk-bentuk pemanfaatan.
b) Hutan Lindung
Hutan lindung memiliki peran strategis dalam melindungi sistem daya dukung lingkungan hidup.
Manfaat hutan lindung yaitu mengatur suplai air, mengendalikan erosi, mencegah banjir, mencegah
intrusi air laut, mempertahankan kesuburan tanah, dan menyediakan suplai makanan dan energi
untuk kehidupan manusia.
c) Hutan Konservasi
Hutan konservasi dapat diklasifikasikan menjadi kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.
Kawasan suaka alam sendiri dibedakan menjadi kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa.
Sedangkan kawasan pelestarian alam diklasifikasikan menjadi kawasan taman nasional, kawasan
taman wisata alam, serta kawasan taman hutan raya. Cakupan wilayah hutan konservasi dapat di
daratan maupun perairan.

a) Pemanfaatan Sumber Daya Hutan


1) Potensi Kayu: Sumber daya untuk industri, konstruksi, perabotan, dan energi.
2) Potensi Non-Kayu: Produk seperti buah, rempah-rempah, obat-obatan, bahan pangan, dan
bahan baku industri lainnya.
3) Potensi Jasa Lingkungan: Manfaat ekologis seperti penyerapan karbon, penyediaan air bersih,
pencegahan banjir, dan perlindungan tanah.
4) Potensi Wisata Alam: Keindahan alam, flora, fauna, pemandangan, dan objek alam lainnya
yang dapat menjadi daya tarik wisata.
b) Manfaat Sumber Daya Hutan
1) Sumber Bahan Baku: Menyediakan bahan untuk industri kayu, kertas, makanan, farmasi, dan
energi (biomassa).
2) Pengatur Lingkungan: Berfungsi sebagai penyerap air tanah, mencegah erosi, banjir, dan
menjaga kualitas udara.
3) Pelestarian Keanekaragaman Hayati: Hutan adalah habitat bagi berbagai jenis flora dan
fauna, sehingga perlu dilestarikan.
4) Pendukung Ekonomi dan Sosial: Menyediakan lapangan kerja, pendapatan, serta menjadi
tempat tinggal dan nilai budaya bagi masyarakat lokal dan adat.
5) Objek Wisata dan Rekreasi: Menjadi tujuan pariwisata dan ekowisata untuk menikmati
keindahan alam.
c) Contoh Pemanfaatan
1) Pembangunan: Kayu jati digunakan untuk bangunan dan perabotan.
2) Industri Obat: Tanaman obat yang tumbuh di hutan digunakan untuk produksi farmasi.
3) Penyediaan Air: Hutan berfungsi sebagai "spons raksasa" yang menyimpan dan mengatur air
tanah, menjaganya tetap tersedia untuk kebutuhan manusia.
4) Konservasi Alam: Penetapan hutan sebagai taman nasional dan suaka alam melindungi
keanekaragaman hayati.
d) Jenis-Jenis Hutan
Berdasarkan Bentuk Fisik:
1) Hutan Hujan Tropis: Hutan lembap dengan keanekaragaman flora dan fauna tinggi yang
banyak ditemukan di Indonesia.
2) Hutan Bakau: Hutan di tepi laut yang ditumbuhi tanaman bakau, penting untuk ekosistem
pesisir.

3) Hutan Sabana: Padang rumput luas dengan beberapa pohon yang tersebar di daerah kering.
4) Hutan Musim (Muson): Hutan yang kondisi tanamannya sangat dipengaruhi perubahan
musim hujan dan kemarau.

e) Berdasarkan Fungsi:
1) Hutan Produksi: Hutan yang dikelola untuk menghasilkan produk kayu dan non-kayu secara
lestari.

2) Hutan Lindung: Kawasan hutan yang ditetapkan untuk melindungi ekosistem, air, tanah, dan
mencegah bencana alam seperti banjir dan erosi.

3) Hutan Konservasi: Hutan yang berfungsi sebagai tempat konservasi keanekaragaman hayati,
seperti Taman Nasional dan Suaka Alam.

2. Sumber Daya Alam Tambang


Pertambangan merupakan suatu kegiatan untuk mengambil endapan bahan galian yang bernilai
ekonomis dan berharga dari dalam kulit bumi secara mekanis maupun manual pada permukaan bumi, di
bawah permukaan bumi maupun di bawah air (Badan Pusat Statistik, 2019). Barang tambang
merupakan sumber daya alam yang berasal dari perut bumi. Di Indonesia, penggolongan barang
tambang didasari oleh UU No. 11 Tahun 1967 tentang pertambangan, terdiri dari tiga golongan yaitu
golongan A, B, dan C.

a) Bahan galian golongan A (bahan galian strategis)


Bahan galian/tambang golongan A dikelola oleh pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta serta
penting untuk keamanan dan pertahanan negara. Contoh bahan galian golongan A adalah minyak
bumi dan gas.
b) Bahan galian golongan B (bahan galian vital)
Bahan galian/tambang golongan B digunakan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak.
Pengelolaan dapat dilakukan oleh masyarakat dan pihak swasta dengan mendapat izin dari
pemerintah. Contoh bahan galian golongan B yaitu perak, emas, dan tembaga.
c) Bahan galian golongan C (bahan galian industri)
Bahan galian/tambang golongan C merupakan bahan tambang yang digunakan dalam kegiatan
industri dan secara tidak langsung memengaruhi hajat hidup masyarakat. Bahan galian ini dikelola
oleh masyarakat. Contoh bahan galian golongan C yaitu batu, pasir dan batu kapur.
1) Manfaat Sumber Daya Tambang

a) Sumber Energi: Minyak bumi dan gas alam digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, gas
rumah tangga (LPG), dan untuk pembangkit listrik.

b) Bahan Baku Industri: Batu bara untuk industri semen dan baja, bauksit untuk aluminium, dan
nikel untuk bahan campuran besi.

c) Bahan Konstruksi dan Bangunan: Batu kapur untuk semen, marmer untuk bangunan, dan pasir
sebagai bahan bangunan.

d) Perhiasan dan Investasi: Emas, perak, dan intan memiliki nilai tinggi dan digunakan
untukperhiasan serta menjadi aset investasi.

e) Pertanian: Fosfat adalah bahan utama dalam pembuatan pupuk untuk meningkatkan produksi
pertanian.

2) Contoh Manfaat
a) Minyak Bumi dan Gas Alam: Menghasilkan LPG yang digunakan untuk memasak, dan bahan
bakar untuk transportasi.

b) Batu Bara: Bahan bakar utama untuk pembangkit listrik tenaga uap yang menyuplai listrik ke
rumah.

c) Emas: Dihasilkan menjadi perhiasan, barang elektronik, dan untuk tujuan investasi.

d) Batu Kapur: Digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan semen yang penting untuk
pembangunan.

3) Jenis-jenis Tambang

Sumber daya tambang secara umum dikelompokkan menjadi dua jenis besar:

Tambang Logam:
a) Emas: Dikenal sebagai perhiasan bernilai tinggi dan komoditas investasi.

b) Besi: Digunakan dalam industri mesin, pembangunan jembatan, dan pembuatan baja.

c) Tembaga: Digunakan sebagai penghantar listrik dan untuk membuat pipa air.

d) Nikel: Bahan campuran untuk membuat baja dan kuningan berkualitas lebih baik.

Tambang Non-Logam:
a) Batu Kapur: Sebagai bahan baku industri semen dan bahan bangunan.

b) Batu Bara: Bahan bakar penting untuk pembangkit listrik dan industri.

c) Gas Alam: Digunakan sebagai bahan bakar LPG, bahan baku plastik, dan untuk pembangkit
listrik.

d) Intan: Batu mulia yang sangat keras digunakan untuk perhiasan dan mata bor.

e) Bauksit: Bahan baku utama dalam pembuatan aluminium.

f) Fosfat: Bahan baku penting untuk pembuatan pupuk di sektor pertanian.

Minyak dan gas bumi terbentuk dari endapan tumbuhan dan hewan yang mati selama jutaan tahun.
Pemanfaatan sumber daya tambang di Indonesia harus mengikuti aturan yang ada. Kegiatan pertambangan
dapat dilakukan setelah melalui berbagai tahapan yang meliputi prospeksi, eksplorasi, eksploitasi dan
pengolahan.

3. Sumber Daya Alam Kemaritiman


Lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan keanekaragaman sumber daya alamnya. Berdasarkan
laporan kinerja Kemenko Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia tahun 2018, laut Indonesia
menyimpan 37 persen spesies sumber daya hayati dunia, 17,95% terumbu karang dunia, 30% hutan
bakau dan padang lamun. Berbagai spesies hidup di perairan Indonesia. Laut Indonesia juga menyimpan
potensi kekayaan yang besar, apabila dimanfaatkan dengan optimal dapat memberikan manfaat bagi
kesejahteraan rakyat.
Berikut merupakan potensi sumber daya kelautan:
a) Perikanan
Perikanan merupakan segala usaha penangkapan ikan serta pengolahan sampai pada pemasaran
hasilnya. Perikanan laut ialah usaha penangkapan ikan di laut yang dilakukan di pantai atau tengah
laut. Berdasarkan peralatan yang dipakai, usaha penangkapan ikan air laut dapat dibedakan menjadi
dua macam yaitu secara tradisional dan modern. Penangkapan ikan laut secara tradisional biasanya
dilakukan oleh para nelayan dengan menggunakan peralatan sederhana, seperti perahu layar yang
bergantung kepada tenaga angin dan tenaga manusia. Alat- alat untuk menangkap ikan berupa jala
sederhana dan pancing. Sedangkan penangkapan ikan laut secara modern dilakukan dengan kapal
motor dilengkapi dengan peti pendingin untuk menyimpan ikan.
b) Energi kelautan
Salah satu potensi laut Indonesia adalah energi kelautan. Sebutan bagi energi kelautan adalah energi
terbarukan. Energi kelautan terdiri dari energi gelombang (wave power), energi pasang surut (tidal
power), energi arus laut (current power), dan energi panas laut (ocean thermal energy conversion).
Kelebihan dari energi terbarukan yaitu sumber daya dapat terbarukan secara alamiah dengan cepat,
ramah lingkungan, dan tidak menghasilkan gas rumah kaca yang berbahaya. Sedangkan
kekurangannya yaitu biaya investasi pengembangan energi terbarukan yang tidak sedikit.
c) Wisata bahari
Cakupan wisata bahari yaitu pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil. Adapun aktivitas wisata bahari yang
dapat dilakukan adalah berjemur, berenang, olahraga air seperti, snorkeling, diving (menyelam),
memancing, dan fotografi bawah laut. Pembangunan wisata bahari sendiri masih mengalami
beberapa hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendukung, promosi, baik secara
kualitas maupun kuantitas. Pengembangan wisata memerlukan dukungan adanya infrastruktur.
Pengembangan aksesibilitas merupakan infrastruktur utama yang penting dalam mengembangkan
wisata berbasis kelautan. Sebagian besar wisata berbasis kelautan berada di lokasi yang sulit
dijangkau serta memiliki keterbatasan aksesibilitas. Faktor lain yang menjadi tantangan dalam
pengembangan wisata berbasis kelautan adalah aspek kesehatan, sanitasi, sumber daya manusia yang
terampil dan terlatih serta kemampuan pengelolaan wisata kelautan.

1) Potensi Sumber Daya Maritim


a) Sumber Daya Hayati (Perikanan): Meliputi ikan, rumput laut, terumbu karang, dan
keanekaragaman biota laut lainnya yang menjadi sumber pangan dan daya tarik wisata.
b) Sumber Daya Non-Hayati (Mineral dan Energi): Meliputi mineral seperti timah, emas, pasir
kuarsa, serta minyak dan gas bumi yang banyak ditemukan di dasar laut. Selain itu, terdapat
potensi energi dari gelombang laut dan air laut dalam.
c) Ekosistem Laut: Meliputi hutan mangrove yang melindungi pantai dan menjadi habitat berbagai
biota, serta terumbu karang yang mendukung ekosistem laut dan menjadi objek wisata
d) Infrastruktur dan Jalur Pelayaran: Potensi jalur pelayaran internasional yang menghubungkan
dunia, serta pelabuhan dan galangan kapal yang mendukung logistik.
2) Manfaat Potensi Maritim

a) Peningkatan Perekonomian: Melalui industri perikanan, pariwisata bahari, perdagangan, dan


pertambangan, yang semuanya berkontribusi pada kemakmuran.

b) Sumber Pangan: Laut menyediakan sumber pangan yang melimpah bagi manusia, baik dari ikan
maupun hasil laut lainnya.

c) Pengembangan Industri: Sumber daya maritim menjadi bahan baku berbagai industri, seperti
kosmetik, farmasi, tekstil, hingga industri kelautan.

d) Energi Terbarukan: Potensi energi dari gelombang dan air laut dalam dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan energi.

e) Transportasi dan Perdagangan: Laut menjadi jalur vital untuk transportasi antar pulau dan
perdagangan internasional.

f) Penopang Lingkungan: Hutan mangrove dan terumbu karang berfungsi sebagai pelindung garis
pantai dari abrasi dan menjaga keseimbangan lingkungan.

3) Contoh Manfaatnya
a) Nelayan dan Masyarakat Pesisir: Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dari
hasil tangkapan ikan yang berkelanjutan.

b) Pengembangan Pariwisata: Keindahan terumbu karang dan pantai menjadi daya tarik wisata
bahari yang mengundang wisatawan asing dan lokal, contohnya di Bunaken.

c) Produksi Garam: Laut menjadi produsen garam terbesar yang sangat penting untuk kehidupan
manusia.

d) Bahan Bakar: Minyak bumi yang diekstraksi dari laut digunakan sebagai bahan bakar kendaraan
dan industri.

e) Bahan Kosmetik dan Obat-obatan: Rumput laut dan biota laut lainnya dimanfaatkan sebagai
bahan baku untuk produk kosmetik dan farmasi.

C. Upaya Melestarikan Sumber Daya Alam


Upaya pelestarian sumber daya alam pun bisa diterapkan dari beberapa hal tersebut. Agar lebih jelas,
berikut upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan sumber daya alam di bumi. Hemat
bahan bakar

1. Hemat air dan listrik:


Gunakan air secukupnya dan matikan lampu serta peralatan elektronik saat tidak digunakan untuk
mengurangi konsumsi energi.
2. Energi Terbarukan
Beralih ke energi alternatif: Manfaatkan sumber energi bersih yang terbarukan seperti tenaga surya,
angin, dan air untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang terbatas dan dapat
mencemari lingkungan.
3. Tebang pilih
Memilih Pohon yang Tepat: Tebang hanya pohon yang sudah mencapai usia matang, memiliki
diameter yang sesuai, atau pohon yang sudah tua dan hampir mati atau roboh. Menyisakan Pohon
untuk Pertumbuhan: Pastikan pohon-pohon yang lebih muda tetap dibiarkan tumbuh untuk menjaga
kepadatan hutan dan memungkinkan regenerasi.
4. Melakukan Reboisasi
Reboisasi atau penanaman kembali pohon yang sudah tumbang dapat menjadi salah satu upaya
penyelamatan bumi. Dengan melakukan hal ini, pohon tumbang akan berganti dengan pohon baru
yang dapat memberikan oksigen untuk makhluk hidup di sekitarnya.
5. Mengolah Limbah (daur ulang)
Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum membuangnya ke sungai adalah langkah yang baik. Selain
tidak merusak habitat, perilaku ini akan membuat kesehatan manusia terjaga, serta lingkungan
sumber daya alam terlindungi dengan aman.
6. Tidak membuang sampah sembarangan
Media Pembelajaran
1. Video tentang sumber daya alam
([Link]

2. Lagu tentang upaya pelestarian sumber daya alam


([Link]
&list=RDYuKPXPYnrhU&start_radio=1)

3. Quis Wordwall
4. PowerPoint

Anda mungkin juga menyukai