Skripsi Dian Rani
Skripsi Dian Rani
Disusun Oleh :
DIAN RANI
NPM : 2404052293483
SKRIPSI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN IBU HAMIL TRIMESTER II
DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA BERAT DI PUSKESMAS SUKAJAYA
TAHUN 2024
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar [Link] Pada Program Studi Kebidanan
Program Sarjana ([Link]) Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia
Disusun Oleh :
DIAN RANI
NPM : 2404052293483
Menyatakan bahwa saya tidak melakukan tindakan plagiat dalam penulisan skripsi saya yang berjudul:
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN IBU HAMIL TRIMESTER II DENGAN
KEJADIAN PREEKLAMSIA BERAT DI PUSKESMAS SUKAJAYA TAHUN 2024
Apabila dikemudian hari saya terbukti melakukan tindakan plagiat, maka saya bersedia menerima sanksi
yang ditetapkan.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Materai
Rp. 10.000
DIAN RANI
2404052293483
LEMBAR PERSETUJUAN
SKRIPSI
Telah disetujui, diperiksa, dan siap diujikan dihadapan TIM Penguji Program Studi Pendidikan Prodi
Kebidanan Program Sarjana Universitas Bhaktin Pratiwi Indonesia
Pembimbing I Pembimbing II
LEMBAR PENGESAHAN
SKRIPSI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN IBU HAMIL TRIMESTER II
DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA BERAT DI PUSKESMAS SUKAJAYA
TAHUN 2024
Telah Diuji Dan Dipertahankan Di Depan Penguji Dan Dinyatakan Memenuhi Syarat
Jakarta, Agustus 2025
Penguji I Penguji II
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuni-Nya, sehingga dapat menyelesaikan
skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kebidanan ([Link]) pada Program
Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia. Bersama ini perkenankanlah
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dengan hati yang tulus kepada:
1. [Link] Arifianto, [Link] (OG).,SpOG.,MARS selaku Ketua Yayasan Bhakti Pertiwi Indonesia
2. Dr. Bdn. Hj. Lilik Susilowati, [Link]., SKM., [Link]., MARS selaku Rektor Universitas Bhakti
3. Wakil Rektor I Dr. Bdn. Hj. Ella Nurlelawati.,[Link].,SKM.,[Link] dan selakau penguji I
5. Dr. Arsita Pratiwi, [Link]., [Link] Ketua Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi
6. Dr. Bdn. Pipih Salati [Link], MKM selaku Pembimbing II dan penguji II
8. Para dosen dan seluruh staff yang terkait di Program Studi Sarjana
9. Suami, Anak, ibu dan bapak yang telah mendukung penuh kasih, sesalu mendoakan dan memberi
semangat
10. Rekan-rekan semua, terima kasih atas bantuan, kekompakan dan kerjasamanya slama ini, yang
tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih untuk persahabatan kita.
Semoga Allah SWT membalas budi baik semua pihak yang telah memberikan kesempatan,
dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari
sempurna, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan dimasa yang
akan datang. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pembaca umumnya dan Program studi Pendidikan
Profesi Bidan khususnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita
semua.
Jakarta,Agustus 2025
DIAN RANI
UNIVERSITAS BHAKTI PERTIWI INDONESIA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PRODI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA
KEBIDANAN
ABSTRAK
Pada saat ini masalah yang sering terjadi dalam kehamilan yaitu preeklampsia.
Kejadian preeklampsia pada negara berkembang berkisar antara 0,3% sampai 0,7
%, sedangkan pada negara maju angka preeklampsia yaitu berkisar antara 0,05 %
sampai 0,1 %. Angka kejadian preeklampsia berat Puskesmas Sukajaya tahun
2024 yaitu sebesar 62 kasus dari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan i b u h a m i l t r i m e s t e r I I dengan
kejadian preeklampsia berat di Puskesmas sukajaya tahun 2024. Jenis penelitian
ini adalah analitik dengan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah
seluruh ibu hamil trimester II di Puskesmas Sukajaya Tahun [Link]
berjumlah 62 responden . Cara menentukan besaran sampel dengan
menggunakan total sampling Teknik pengambilan sampel menggunakan. Data
diambil dengan menggunakan data sekunder dari instalasi rekam medis
Puskesmas Sukajaya Thun 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat
dengan menggunakan uji chi-square.. Hasil penelitian didapatkan sebanyak
30,6% ibu hamil mengalami preeklampsia berat, 74,2 % memiliki umur berisiko,
40,6% mengalami obesitas , 40,3 % memiliki riwayat preeklamsaia berat. Hasil
uji statistik terdapat hubungan umur (p value = 0,323) tidak terdapat hubungan
obesitas p (value=0,004 ) terdapat hubungan riwayat kehmilan terdahulu ( p
value=0,036)terdapat hubungan dengan kejdian preeklamsia berat.. Berdasarkan
analisis hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
obesitas dan riwayat kehamilan terdahulu serta tidak adanya hubungan umur
dengan kejadian preeklampsia berat. Disarankan kepada petugas kesehatan di
Rumah sakit untuk dapat melakukan tidakan pencegahan terhadap preeklampsia
dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat dan menjaga
berat badan terutama pada masa kehamilan. Serta mengenali faktor resiko
preeklampsia pada pasien. Selain itu memberikan konseling keluarga berencana
sehingga ibu tidak lagi hamil pada usia yang berisiko serta dengan jarak
kehamilan yang < 2 tahun.
ABSTRACT
Currently, a common problem in pregnancy is preeclampsia. The incidence
of preeclampsia in developing countries ranges from 0.3% to 0.7%, while in
developed countries the rate ranges from 0.05% to 0.1%. The incidence of
severe preeclampsia at Sukajaya Community Health Center in 2024 was 62
cases. This study aims to determine the factors associated with the incidence
of severe preeclampsia in second-trimester pregnant women at Sukajaya
Community Health Center in 2024.. This type of research is analytical with a
cross-sectional method. The study population was all pregnant women in the
second trimester at the Sukajaya Health Center in 2024, totaling 62
respondents. The method of determining the sample size using total
sampling. The sampling technique used. Data were taken using secondary
data from the medical record installation of the Sukajaya Health Center in
2024. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square
test.. The results of the study showed that 30.6% of pregnant women
experienced severe preeclampsia, 74.2% had a risky age, 40.6% were obese,
40.3% had a history of severe preeclampsia. The results of the statistical test
showed a relationship between age (p value = 0.323) and no relationship
between obesity (p value = 0.004), and a relationship between previous
pregnancy history (p value = 0.036). There was a relationship with the
occurrence of severe preeclampsia. Based on the analysis of the research
results, it can be concluded that there is a relationship between obesity and a
history of previous pregnancies, and there is no relationship between age and
the incidence of severe preeclampsia. It is recommended that healthcare
workers in hospitals take preventive measures against preeclampsia by
providing education on the importance of a healthy lifestyle and maintaining
a healthy weight, especially during pregnancy. They should also identify risk
factors for preeclampsia in patients. Furthermore, family planning
counseling should be provided to prevent future pregnancies at high-risk
ages and with pregnancies spacing less than two years apart.
Keywords: Severe preeclampsia, age, obesity, history of preeclampsia,
Bibliography: 28
i
DAFTAR ISI
SKRIPSI ..................................................................................................................1
HALAMAN JUDUL...............................................................................................2
SKRIPSI ..................................................................................................................2
PERNYATAAN TENTANG ORISINALITAS ...................................................3
LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................................4
SKRIPSI ..................................................................................................................4
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................4
SKRIPSI ..................................................................................................................4
KATA PENGANTAR ............................................................................................6
ABSTRAK ...........................................................................................................vii
ABSTRACT..............................................................................................................vii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................1
DAFTAR TABEL ..................................................................................................3
BAB 1 ......................................................................................................................4
PENDAHULUAN ...................................................................................................4
1.1. Latar Belakang ..............................................................................................4
1.2. Rumusan masalah ..........................................................................................6
[Link] Penelitian ............................................................................................7
1.4. Manfaat penelitian .........................................................................................8
1.5. Ruang lingkup penelitian ...............................................................................8
BAB II ...................................................................................................................10
TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................10
2.1 Definisi Kehamilan .......................................................................................10
2.2 Preeklamsia Berat .........................................................................................12
2.3 KERANGKA TEORI ...................................................................................31
BAB III ..................................................................................................................32
KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPRASIONAL ...............................32
3.1. KERANGKA KONSEP..............................................................................32
3.2 Defisini Oprasional .......................................................................................33
1
3.3. Hipotesis ......................................................................................................34
BAB IV ..................................................................................................................35
METODE PENELITIAN ...................................................................................35
4.1. Desain Penelitian .........................................................................................35
4.2. Popilasi dan Sampel Penelitian ...................................................................35
4.3. Lokasi dan Waktu penelitian .......................................................................36
4.4 Instrumen Penelitian .....................................................................................36
4.5 Pengumpulan Data .......................................................................................37
4.6 Analisis Data ................................................................................................39
4.7. Penyajian Data .............................................................................................42
BAB V....................................................................................................................43
HASIL DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN ..............................................43
5.1. Pofil Tempat Penelitian ...............................................................................43
5.2. Hasil Dan Analisa Penelitian .......................................................................43
BAB VI ..................................................................................................................48
PEMBAHASAN ...................................................................................................48
6.1 Distribusi frekuensi kejadian PEB berdasarkan Usia di Puskesmas Sukajaya
Tahun 2024. ........................................................................................................48
6.2 Distribusi frekuensi kejadian PEB berdasarkan obesitas di Puskesmas
Sukajaya Tahun2024. .........................................................................................50
6.3 Distribusi frekuensi kejadian PEB berdasarkan riwayat kehamilan terdahulu
di Puskesmas Sukajaya Tahun2024....................................................................52
BAB VII ................................................................................................................55
KESIMPILAN DAN SARAN .............................................................................55
7.1. KESIMPULAN ...........................................................................................55
7.2 Saran .............................................................................................................58
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................74
LAMPIRAN ..........................................................................................................77
2
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Tinggi Fundus Uteri sesuai Umur Kehamilan......................................11
Tabel 2.1 Batas Ambang Indeks Massa Tubuh (IMT) KATEGORI IMT…….....25
Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi kejadian preeklamsia berat Pada Ibu Hamil di
Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi umur Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sukajaya
tahun 2024.............................................................................................................42
Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Obesitas Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sukajaya
tahun 2024.............................................................................................................43
Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi Riwayat Kehamilan Terdahulu Pada Ibu Hamil di
Tabel 5.5 Hubungan umur ibu dengan kejadian Preeklamsia Berat di Puskesmas
3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
menyebabkan morbiditas pada ibu serta morbiditas pada janin. Selain itu,
umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan, tetapi dapat juga terjadi
sebanyak 36,7% dan preeklampsia berat sebanyak 63,3% pada tahun 2023.
4
Preeklampsia masih banyak terjadi baik di seluruh dunia termasuk
Di provinsi jawa barat tercatat kematian ibu sebanyak 1.188 jiwa pada
tahun 2021, meningkat dari sebelumnya 745 kematian ibu pada tahun
64,4%, ibu yang memiliki paritas primigr pavida sebesar 69,5%, dan
tahun 2021, dari 73.322 ibu bersalin terdapat 2088 kasus yang mengalami
5
penelitian tentang determinan kasus Preeklampsia pada ibu bersalin di
2024 kasus PEB berada 10 penyakit terbanyak pasien Ibu hamil dengan
preeklamsia berat pada tahun 2023 mencapai ( 20% ) dan meningkat pada
angka kejadian PEB masih tinggi 2024 angka kejadia preeklamsia berat di
6
penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia
Tahun 2024
7
di Puskesmas Sukajaya Tahun 2024
penanganan PEB.
8
dalam penelitian ini ibu hamil trimester II di Puskesmas Sukajaya
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
7.2.1. 2.1 Definisi Kehamilan
[Link] hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7
hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir, kehamilan dibagi dalam 3
(cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 ari) dan tidak lebih
a. Perubahan Fisiologis
segmen bawah rahim lebih tipis dan lebar, serta lebih tampak
10
pintu atas panggul sehingga menyebabkan sering kencing
11
40 minggu Usai kehamilan dalam 3 jari di bawah px
minggu(±2 cm)
tekanan darah ≥160/110 mmHg, proteinuria ≥5g/24 jam atau tes urine
timbul pada ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri dari
a. Etiologi
12
oleh para ahli yang mencoba menjelaskan mengenai
diantaranya:
a) Spasmus arteriola.
c) Koagulasi intravaskuler.
13
dikarenakan satu faktor, melainkan banyak faktor yang muncul
b. Manifestasi klinis
preeklamsia berat:
14
3. Peningkatan kadar enzim hati dan iterus
7. Nyeri epigastrium
9. Perdarahan retina
11. Koma
c. Patofisiologi
15
yang dilepaskan menimbulkan pelepasan tromboksan dan
1. Plasenta
16
sebagai akibat tuanya kehamilan, seperti menipisnya
necrotizing arteriopathy.
2. Ginjal
3. Hati
17
di tempat- tempat lain. Dalam pada itu, rupanya tidak
4. Otak
5. Retina
6. Paru-paru
18
7. Jantung
penyakit.
8. Kelenjar adrenal
d. Dampak
19
Dampak preeklampsia berat akan memberikan
sebagai berikut :
a. Usia
sampai saat berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan
kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Usia
hamil atau melahirkan berkisar antara 20-35 tahun. Pada usia tersebut alat
Sebaliknya pada wanita dengan usia dibawah 20 tahun atau diatas 35 tahun
kurang baik untuk hamil maupun melahirkan, karena kehamilan pada usia
20
wanita yang berusia 35 tahun keatas, selain fisik melemah, juga
Usia dibawah 20 tahun bukan masa yang baik untuk hamil karena
kehamilan.
tahun insiden preeklampsia lebih dari 3 kali lipat. Pada wanita hamil
berusia lebih dari 35 tahun dapat terjadi hipertensi laten oleh karena itu
semakin lanjut usia maka kualitas sel telur sudah berkurang hingga
dengan usia yang beresiko dari pada usia ibu yang tidak beresiko. Tekanan
usia >35 tahun atau lebih rentan terjadinya berbagai penyakit dalam
21
yang usianya lebih tua memiliki tingkat resiko komplikasi melahirkan
b. Obesitas
kebutuhan skeletal dan fisik sebagai akibat dari akumulasi lemak yang
berat pada usia akhir kehamilan, lebih banyak ditemukan pada wanita
Masa Tubuh (IMT) yaitu dikategorikan obesitas jika IMT ≥25kg/m² untuk
trimester pertama dan risiko keguguran. Pada ibu hamil dengan kelebihan
22
membahayakan bagi dirinya dan janinnya. Pada ibu hamil yang
yang masuk lebih banyak dari energi yang dikeluarkan. Kelebihan energi
ini akan disimpan dalam bentuk gula otot atau glikogen dan lemak yang
≥25 kg/m². Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah indeks sederhana dari berat
kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa. IMT didefinisikan
tinggi badan dalam meter (kg/m²). Rumus penentuan Indeks Massa Tubuh
23
Tabel 2.1 Batas Ambang Indeks Massa Tubuh (IMT) KATEGORI
IMT
KATEGORI IMT
c. Riwayat Preeklamsia
faktor risiko utama. Risiko meningkat hingga tujuh kali lipat (RR 7,19
buruk.
24
plasenta sudah mengalami gangguan dan akan memperberat keadaan ibu.
Sehingga bagi ibu yang hamil yang memiliki riwayat preeklampsia berat
berat.
sFlt-1 yang memang belum banyak dikaji. Teori yang paling mendukung
teori ini adalah teori splicing DNA pada mekanisme peningkatan sFlt-1
ada tahap transkripsi, sehingga untai RNA hanya terdiri dari ekson yang
d. Pendidikan
lebih luas tentang kehamilan, termasuk gejala dan risiko preeklamsi. Hal
preeklamsi berat.
25
e. Jarak Antar Kehamilan
kehamilan yang kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun. Risiko
wanita. Apabila jarak antara dua kehamilan >5 tahun, disamping usia ibu
bahwa ibu hamil yang bersalin cukup banyak yang usianya lebih dari 35
kehamilan lagi dan juga akan terjadi kerusakan sel-sel endotel yang dapat
26
itu, organ reproduksi wanita juga akan mengalami penurunan fungsi
seperti halnya penurunan fungsi pada ovarium yang salah satu fungsinya
penurunan produksi estrogen maka keadaan rahim akan kurang atau tidak
siap dalam menerima janin. Sehingga si ibu masuk dalam kategori berisiko
pertumbuhan bayi. Selain itu, rahim dan kesehatan ibu belum pulih dengan
Sebaiknya jika jarak antara kehamilan>5 tahun, maka hal tersebut akan
fungsi-fungsi otot uterus dan otot panggul yang sangat berpengaruh pada
27
f. Paritas
pernah dilahirkan hidup maupun mati oleh seorang ibu. Paritas adalah
a) Primipara
mati.
b) Multipara
lebih.
c) Grande multipara
melahirkan lebih dari atau sama dengan empat kali. Paritas 2-3
28
Paritas tinggi menyebabkan uterus terlalu meregang
berkurang. Hal ini dapat menghambat invasi arteri spiralis ibu oleh
29
bertambah, sehingga timbul vasokon striksi generalisata dan
menyebabkan konvulsi.
30
7.2.2. 2.3 KERANGKA TEORI
KEHAMILAN
KETERANGAN :
(2009)
31
BAB III
konsep – konsep yang akan diukur atau diamati melalui penelitian yang
konsep berisi variable yang diteliti maupun yang tidak diteliti, serta harus
1. Umur
2. Obesitas
3. Riw kehamilan PREEKLAMSIA BERAT
terdahulu
32
7.2.3. 3.2 Defisini Oprasional
Variabel Definisi Cara ukur Alat Hasil ukur Sekala
oprasional ukur
Dependen
Preeklamsia Hipertensi Pengambilan Rekam 0. Ya Ordinal
berat yang biasanya data resume medis 1. Tidak
terjadi pada
minggu ke-20
atau lebih pada
ibu hamil,
tekanan darah
≥160/110
mmHg,
proteinuria
≥5g/24 jam
atau tes urine
dipstick ≥ +2
Independen
Umur Usia yang baik Pengambilan Rekam 0. Berisiko (<20 Nominal
untuk hamil data resume medis tahun dan >35
yaitu antara 20 – tahun)
35 1 Tidak Berisiko
(20-35 tahun)
Obesitas Kegemukan Pengambilan Rekam 0. Obesitas Nominal
atau kelebihan data resume medis
berat badan (IMT≥25kg/m²
yang terjadi
pada saat )
kehamilan
yang diperoleh 1. Tidak
berdasarkan
hasil IMT Obesitas (IMT
< 25 kg/m²)
33
7.2.4. 3.3. Hipotesis
Hipotesis menurut Sugiyono (2019:99), merupakan jawaban
tahun 2024.
34
BAB IV
METODE PENELITIAN
tahun 2024”. Menurut study cross sectional dimana data yang menyangkut
variabel bebas dan variabel terikat diambil dalam waktu bersamaan dengan
4.2.2. Sampel
35
di ambil dapat mewakili populasi nya, sehingga peneliti
n=N
Keterangan:
n: Jumlah sampel
N: Jumlah populasi
Jadi, jika populasi penelitian adalah 62 orang, maka jumlah sampel yang diambil
juga 62 orang
yang telah baku atau alat pengumpul data yang digunakan dalam
36
sekunder yang didapat dari master tabel berupa jumlah ibu hamil trimester
sebagai berikut:
2. Setelah itu menyerahkan surat izin permohonan data awal dan surat izin
dilakukan penelitian .
37
Setelah data terkumpul, maka selanjutnya adalah pengolahan
berikut:
1) Editing
rekam medik.
2) Coding
3) Processing
Pada tahapan ini data yag berupa jawaban -jawaban dari masing-
38
4) Cleaning
dari setiap sumber data atau responden untuk melihat kemungkinan adanya
jenis datanya. Untuk data numerik digunakan nilai mean atau rata-rata,
median atau standar devisi. Pada umumnya dalam analisis ini hanya
Keterangan :
P : Presentase
39
f : Frekuensi
n : Jumlah Data
2. Analisis dari hasil uji statistic (chi square test) Melihat dari
X2 = ∑
40
Keterangan :
X2 : Chi Square
O : Nilai Pengamatan
sebagai berikut:
a. Jika nilai p α < berarti ada hubungan antara variable bebas dengan
terikat.
b. Jika nilai p > berarti tidak ada hubungan antara variable terikat
dengan bebas.
satu jenis uji kompratif non parametris yang dilakukan pada dua variable,
variabel, ada1 variabel dengan skala nominal maka dilakukan uji chi
square dengan merujuk bahwa harus digunakan uji pada derajat yang
terendah). Ada beberapa syarat menurut Dahlan 2017 dimana chi square
1. Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga actual count
41
2. Apabila bentuk table kontingensi 2x2 maka tidak boleh ada 1 cell saja yang
memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (fh) kurang dari
5 apabila tidak memenuhi syarat yaitu ada cell dengan frekuensi harapan
kurang dari 5, maka rumus harus diganti dengan “Fisher Exact Test).
3. Apabila bentuk table lebih dari 2x3 maka jumlah cell dengan frekuensi
harapan yang kurang dari 5 tidak boleh dari 20%.Apabila tidak memenuhi
dengan menggunakan uji chi square melalui dua tahapan. Tahap pertama
Tahapan kedua yaitu mengetahui besar resiko pada penelitian ini dilakukan
dengan menghitung odds ratio, karena jenis penelitian ini adalah case control.
Odds Ratio (OR) adalah ukuran asosiasi paparan (faktor resiko) dengan
teks (textular), tabel dan bentuk grafik. Dalam penelitian ini menggunakan
yang sistematik dari pada data numerik yang tersusun dalam kolom atau
(Notoatmodjo,2018).
42
BAB V
Tabel 5.1
distribusi frekuensi kejadian PEB dengan Ibu Hamil Trimester II di Puskesmas
Sukajaya Tahun 2024
Preeklamsia berat Frequency Persentase %
Ya 19 30,6 %
tidak 43 69,4 %
Total 62 100,0 %
Berdasarkan tabel 5.1 dari 62 responden terdapat 19 responden (30,6 %)
responden yang mengalami preeklampsia berat dan 43 responden (69,4%) tidak
menglami preeklamsia berat.
43
Tabel 5.2
44
2. Analisa Bivariat
Tabel 5.5
hubungan kejadian Preeklamsia berat dengan usia di Puskesmas Sukajaya
Tahun 2024
preeklamsia berat berdasarkan umur bersiko (<20 dan >35 tahun) ada 15
Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,323 (p > 0,05) maka dapat
disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian
preeklampsia berat.
45
Tabel 5.6
hubungan kejadian Preeklamsia berat dengan obesitas di Puskesmas Sukajaya
Tahun 2024
Hasil uji statistik diperoleh nilai p value=0,004 (p < 0,05) maka dapat
preeklampsia berat.
Tabel 5.7
hubungan kejadian Preeklamsia berat dengan riwayat kehamilan terdahulu di
Puskesmas Sukajaya Tahun 2024
46
preeklamsia berat berdasarkan riwayat kehamilan terdahulu 8 (32,0)
ada 26 ( 69,4%).
Hasil uji statistik diperoleh nilai p value=0,036 (p0 < 0,05) maka dapat
preeklampsia berat.
47
BAB VI
PEMBAHASAN
berat.
Hal diatas didukung oleh teori yang menyatakan bahwa saat terbaik
bagi seorang perempuan untuk hamil adalah saat berusia 20-35 tahun,
sel telur telah diproduksi sejak lahir namun baru terjadi ovulasi ketika
masa pubertas. Sel telur yang berhasil keluar hanya satu setiap bulan,
48
bahwa sel telur yang keluar adalah sel telur yang unggul. Oleh karena
itu semakin lanjut usia maka kualitas sel telur sudah berkurang hingga
sementara usia dibawah 20 tahun bukan masa yang baik untuk hamil
dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja.
yang baik untuk hamil atau melahirkan berkisar antara 20-35 tahun.
Dr. M. Djamil tahun 2016 yang menyatakan bahwa dari 52 orang ibu
perincian usia <20 tahun sebanyak 3 orang dan usia >35 tahun
49
tentang Faktor yang Berhubungan dengan Preeklampsia pada
cenderung hamil pada umur yang berisiko yaitu < 20 tahun karena
salah satunya dampak dari pernikahan usia dini, sedangkan > 35 tahun
apabila umur ibu terlalu muda atau kurang dari 20 tahun maka fungsi
saat ibu hamil diumur diatas 35 tahun maka fungsi rahim ibu akan
dan 33 responden (53,2) yang tidak obesitas. bahwa dari 62 responden yang
50
Hasil uji statistik diperoleh nilai p value=0,004 (p < 0,05) maka dapat
skeletal dan fisik sebagai akibat dari akumulasi lemak yang berlebihan dalam
kali lipat pada ibu hamil dengan obesitas. Selain itu juga dijelaskan bahwa
kejadian preeklampsia ringan dan berat pada usia akhir kehamilan, lebih
trimester pertama dan risiko keguguran. Pada ibu hamil dengan kelebihan
membahayakan bagi dirinya dan janinnya. Pada ibu hamil yang mengalami
51
Penelitian yang dilakukan oleh Hanum tentang Faktor yang Berhubungan
Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Yeyeh (2020) tentang Hubungan
penerapan pola hidup sehat terutama pada masa kehamilan. Ibu yang
mengalami obesitas dipengaruhi karena tidak menjaga pola makan serta tidak
berat badan yang berlebihan. Salah satu faktor yang dapat memperburuk
keadaan pada saat hamil yaitu keadaan ibu dengan obesitas. Pada ibu hamil
yang dapat membahayakan bagi dirinya dan janinnya. Pada ibu hamil yang
oksidatif yang berujung pada kerusakan dan disfungsi endotel yang daopa
52
dan yang tidak mengalami kejadian preeklamsia ada 17 (68,0%). Sedangkan
Hasil uji statistik diperoleh nilai p value=0,036 (p0 < 0,05) maka dapat
preeklamsia berat.
yang memang belum banyak dikaji. Teori yang paling mendukung teori ini
adalah teori splicing DNA pada mekanisme peningkatan sFlt-1 yang sifatnya
transkripsi, sehingga untai RNA hanya terdiri dari ekson yang siap untuk
memanglah menetap.
dengan kejadian PEB dengan nilai p value 0,000. Penelitian yang sama juga
53
pada penelitian ini ada hubungan antara riwayat preeklampsia dengan
berat.
54
BAB VII
disimpulkan bahwa:
tidak beresiko.
tidak obesitas.
55
responden ( 40,3 %) yang ada riwayat preeklampsia
56
responden ( 46,8 ) yang mengalami obesitas dan 33
preeklampsia berat.
57
terdahulu yang mengalami preeklamsia berat ada 10
berat.
7.2 Saran
58
7.2.19. Bagi Peneliti selanjutnya
59
DAFTAR PUSTAKA
Asstenopia M, 2014. Pengguna K, Pt K. Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan
preklampsia pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan, vol.2/No 1 [ sumber online] 2015
[diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari: URL :
[Link]
World Health Organization (WHO). World Health Statistics 2017: Monitoring
Health
For The SDGs, Sustainable Development Goals. 2017. [sumber online] 2017
[diakses 5 Februari 2021] ;136(1):23-42. Tersedia dari : URL
:[Link]
Setyawati A, Widiasih R.2018. faktor-faktor yang berhubungan dengan
terjadinya
preeklampsia di Indonesia. Berdasarkan Survei Demografi digunakan Metode
cara melakukan pencarian artikel pada pencarian artikel ilmiah. VOL ; 2 (1)
: 32 – 40. [ sumber online] 2019 [diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari:
URL:[Link]
0525
Cunningham. Obstetri William. Volume 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ;
2006
Wiknjosastro, Gulardi H. Buku Ilmu Kebidanan edisi Ketiga Cetakan Ketujuh.
Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo; 2008.
Hanum, 2013. Faktor yang Berhubungan dengan Preeklampsia pada Kehamilan
di RSU
Muhammadiyah Sumatera Utara Medan Tahun 2011- 2013. Medan: Universitas
Sumatera Utara; 2013. Naskah publikasi universitas Muhammadiyah Vol 2
no3 [diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari: URL : [Link]
Djannah, 2010. Gambaran epidemiologi kejadian preeklampsia/ eklampsia di
RSU PKU
Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2007–2010. Buletin Penelitian Sistem
Kesehatan. 13: 378– 385 vol 7 no 3 [ sumber online] 2011 [diakses 5
Februari 2021] Tersedia dari: URL :
[Link]
Sinsin L. Seri Kesehatan Ibu Dan Anak Masa Kehamilan Dan Persalinan.
Jakarta:
PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia; 2008.
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo; 2013.
Yeyeh A, Yolanda D, Humaeroh D. Hubungan karakteristik ibu bersalin dengan
preeclampsia berat di RSU Purwakarta. Purwakarta: Jurnal Ilmiah Kesehatan;
2020. Hal 16. [diakses 29 Juni 2021] Tersedia dari: URL :
[Link]
74
J, Kenneth L. Williams Manual Of Obstetrics. 21st ed. (Egi Komara Yudha
NBS, ed.). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2010.
Imron R, Novadela NI. 2014. Faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian
pre eklampsia dan eklamsia pada ibu bersalin. Jurnal Ilmiah Komunitas
2014;X(1):15461. Vol.5 No 2 [diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari: URL
: [Link]
Prawirohardjo S. Ilmu Kandungan. (Abdul Bari Saifuddin, Trijatmo Rachmadhi
GHW, ed.). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono; 2010 Suherman. 2019.
Faktor yang berhubungan dengan preeklampsia berat pada ibu hamil
trimester III di RSUD Bekasi. Jurnal ilmiah. Vol 5 (3) [sumber online] 2020
[diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari: URL [Link]
Nuril, et al. Buku Ajar Obstetri dan Mahasiswa Kebidanan. Yogyakarta : Nuha
Medika; 2011
Lusiana, Novita. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian
Preeklampsia pada Ibu Bersalin di Ruangan Camar II RSUD Arifin Achmad
Provinsi Riau. Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 3, No. 1, Nopember 2015.
STIKes Hang Tuah Pekanbaru [diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari:
URL : [Link]
Manuaba. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2009
Proverawati K. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika;
2009.
Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta: Kemenkes
RI. Diakses pada tanggal 01 Juli 2021 [sumber online]. Tersedia dari URL:
[Link]
Rufaidah A.2018. Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian
preeklampsia
pada ibu hamil di rsup muhammadiyah bantul. Jurnal Kesehatan. Vol (2)1
[sumber online] 2019 [diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari: URL :
[Link]
Rozikhan, 2007. Faktor Resiko Terjadinya Preeklampsia di Rumah Sakit.
Journal
of Publich Health .Surabaya: Pusat safemotherhood. Vol 10 No 1 [ sumber
online] 2008 [diakses 5 Februari 2021] Tersedia dari: URL :
[Link]
Soekidjo Notoadmojo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta;
2011
Harumi, Ani Media. 2017. Hubungan primigravida dengan kejadian
preeklampsia
pada ibu hamil di Puskesmas Jagir Surabaya. Jurnal Kebidanan [Link].
Vol 4 No 2 [sumber online] 2019 [diakses 21 Juli 2021] Tersedia dari: URL
[Link]
Denantika, Oktaria. 2013. Hubungan status gravida dan usia ibu terhadap
kejadian
75
preeklampsia di RS Dr. M. Djamil Padang. Repository Universitas Andalas.
Padang; 2014 [ sumber online] [diakses 20 Juli 2021] Tersedia dari: URL :
[Link]
Hasan, Azwar. 2015. Hubungan usia dan paritas ibu dengan kejadian
preeklampsia di RS Dr. M. Djamil. Repository Universitas Andalas.
Padang; 2016 [ sumber online] [diakses 20 Juli 2021] Tersedia dari: URL :
[Link]
Ambarwati. 2018. Faktor yang berhubungan dengan kejadian preeclampsia berat
pada ibu hamil di RSUD Semarang. Jurnal of public policy and management
review. Semarang; 2019 [ sumber online] [diakses 21 Juli 2021] Tersedia
dari: URL : [Link]
76
LAMPIRAN
77
78
79
LEMBAR KONSULTASI
NIM 2404052293483
2.
3.
4.
5.
6.
80
LEMBAR KONSULTASI
NIM 2404052293483
2.
3.
4.
5.
6.
81
MASTER TABEL
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN IBU HAMIL TRIMESTER
II DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA BERAT DI PUSKESMAS
SUKAJAYA TAHUN 2024
RIWAYAT
KEHAMILA
N YANG
UMUR OBESITAS DULU PREEKLAMSIA BERAT
TIDAK TIDAK TIDAK
BERISIK BERESIK OBESIT OBESIT TIDA PREEKLAMS PREEKLAMS
No O O AS AS YA K IA BERAT IA BERAT
1 √ √ √ √
2 √ √ √ √
3 √ √ √ √
4 √ √ √ √
5 √ √ √ √
6 √ √ √ √
7 √ √ √ √
8 √ √ √ √
9 √ √ √ √
10 √ √ √ √
11 √ √ √ √
12 √ √ √ √
13 √ √ √ √
14 √ √ √ √
15 √ √ √ √
16 √ √ 1 √ √
17 √ √ √ √
18 √ √ 1 √ 1 √
19 √ √ 1 √ √
20 √ √ √ √
21 √ √ √ √
22 √ √ √ √
23 √ √ √ √
24 √ √ √ √
25 √ √ √ √
26 √ √ √ √
27 √ √ √ √
28 √ √ √ √
82
29 √ √ √ √
30 √ √ √ √
31 √ √ √ √
32 √ √ √ √
33 √ √ √ √
34 √ √ √ √
35 √ √ √ √
36 √ √ √ √
37 √ √ √ √
38 √ √ √ √
39 √ √ √ √
40 √ √ √ √
41 √ √ √ √
42 √ √ √ √
43 √ √ √ √
44 √ √ √ √
45 √ √ √ √
46 √ √ √ √
47 √ √ √ √
48 √ √ √ √
49 √ √ √ √
50 √ √ √ √
51 √ √ √ √
52 √ √ √ √
53 √ √ √ √
54 √ √ √ √
55 √ √ √ √
56 √ √ √ √
57 √ √ √ √
58 √ √ √ √
59 √ √ √ √
60 √ √ √ √
61 √ √ √ √
62 √ √ √ √
83
UMUR
umur
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid beresiko 46 74,2 74,2 74,2
OBESITAS
Obestitas
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid obesitas 29 46,8 46,8 46,8
tidak obesitas 33 53,2 53,2 100,0
Total 62 100,0 100,0
84
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
85
Chi-Square Tests
Asymptotic
Significance Exact Sig. Exact Sig.
Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square ,323a 1 ,570
a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count
is 4,90.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
95% Confidence Interval
Value Lower Upper
Odds Ratio for umur 1,452 ,400 5,266
(beresiko / tidak beresiko)
N of Valid Cases 62
86
Hubungan obesitas dengan Preeklamsia berat
Crosstab
Preeklamsiaberat
tidak
preeklamsia preeklamsia
berat berat Total
obestitas obesitas Count 9 20 29
Expected Count 8,9 20,1 29,0
Chi-Square Tests
Asymptotic
Significance Exact Sig. Exact Sig.
Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square ,004a 1 ,950
87
Linear-by-Linear ,004 1 ,951
Association
N of Valid Cases 62
a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected
count is 8,89.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
95% Confidence Interval
Value Lower Upper
riwayatkehamilanyang ya Count 8 17 25
dulu
Expected Count 7,7 17,3 25,0
88
% within 32,0% 68,0% 100,0%
riwayatkehamilanyang
dulu
Tidak Count 11 26 37
Expected Count 11,3 25,7 37,0
Chi-Square Tests
Asymp
totic
Signifi
cance Exact
(2- Sig. (2- Exact Sig. (1-
Value df sided) sided) sided)
89
a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The
minimum expected count is 7,66.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
95%
Confidence
Interval
Value Lower Upper
90
4